You are on page 1of 6

Nama : Dika Maknalia Prastiwi

NIM : 114140003
Kelas : B / Selasa 07.30-09.15 WIB

MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM


Pertanyaan :
Apa yang bisa dilakukan oleh semua aktor (media, masyarakat, akademisi, pemerintah,
dan lembaga usaha) menyangkut peran mitigasi dan adaptasi perubahan iklim?

Jawab :
Secara singkat, Mitigasi berarti sebuah usaha yang dilakukan untuk mencegah, menahan
dan atau memperlambat efek gas rumah kaca yang menjadi penyebab pemanasan global di bumi,
sedangkan Adaptasi lebih kepada upaya yang dilakukan untuk menyesuaikan diri terhadap
dampak perubahan iklim yang telah terjadi dan dirasakan oleh manusia di bumi, dimana dalam
adaptasi memerlukan sumberdaya dan teknologi berdayaguna. Dalam mitigasi dan adaptasi
terdapat 5 aktor penting sebagai subjek dari mitigasi dan adaptasi tersebut yakni : media,
masyarakat, akademisi, pemerintah, dan lembaga usaha. Peran 5 aktor penting dipapaparkaan
sebagai berikut :

1. PEMERINTAH
Dalam Kebijakan Nasional Mitigasi Dan Adaptasi Perubahan Iklim, mitigasi
merupakan usaha untuk mengurangi gas rumah kaca sehingga dapat memperlambat laju
pemanasan global. Adaptasi merupakan upaya meminimalisir dampak yang telah terjadi, serta
mengantisipasi resiko sekaligus mengurangi biaya yang harus dikeluarkan akibat perubahan
iklim, penyesuaian diri terhadap kondisi perubahan iklim yaitu menyesuaikan kegiatan ekonomi
pada sektor-sektor rentan.
A. MITIGASI
Bidang Kehutanan
- Menurunkan emisi GRK dengan sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan,
mencegah bencana,
- Menyerap tenaga kerja, menambah pendapatan masyarakat dan negara.
- Pengelolaan sistem jaringan dan tata airpada rawa.
- Pemeliharaan jaringan reklamasi rawa (termasuk lahan bergambut yang sudah ada)
- Peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi pertanian pada lahan gambut
dengan emisi serendah mungkin dan mengabsorbsi CO2 secara optimal.
- Meningkatkan upaya pengamanan kawasan hutan dari kebakaran dan pembalakan
liar dan penerapan Sustainable Forest Management.
- Melakukan perbaikan tata air (jaringan) dan blok-blok pembagi.
- Menstabilkan elevasi muka air pada jaringan.
- Optimalisiasi sumberdaya lahan dan air tanpa melakukan deforestasi.

Energi dan Transportasi


- Penghematan penggunaan energi final baik melalui penggunaan teknologi yang
lebih efisien maupun pengurangan konsumsi energi.
- Penggunaan bahan bakar yang lebih bersih (fuel switching).
- peningkatan penggunaan energi baru dan terbarukan
- pemanfaatan teknologi bersih baik untuk pembangkit listrik, dan sarana
transportasi.
- pengembangan transportasi massal nasional yang rendah emisi, berkelanjutan dan
ramah lingkungan.
- pengurangan kebutuhan akan perjalanan terutama daerah perkotaan (trip demand
management) melalui penata-gunaan lahan mengurangi perjalanan dan jarak
perjalanan yang tidak perlu;
- pergeseran pola penggunaan kendaran pribadi (sarana transportasi dengan konsumsi
energi yang tinggi) ke pola transportasi rendah karbon seperti, sarana transportasi
tidak bermotor, transportasi publik, transportasi air, dan sebagainya; dan
- peningkatan efisiensi energi dan pengurangan pengeluaran karbon pada kendaraan
bermotor pada sarana transportasi.

Industri
- Meningkatkan pertumbuhan industri dengan mengoptimalkan pemakaian energi
- Melaksanakan audit energi khususnya pada industriindustri yang boros energy
- Pemberian insentif pada program efisiensi energy

Pengelolaan Limbah
- Meningkatkan pengelolaan sampah dan air limbah domestik
- Peningkatan kapasitas kelembagaan dan peraturan di daerah (Perda)
- Peningkatan pengelolaan air limbah di perkotaan
- Pengurangan timbulan sampah melalui 3R (reduce, reuse, recycle)
- Perbaikan proses pengelolaan sampah di TPA
- Peningkatan/pembangunan/rehabilitasi TPA
- Pemanfaatan limbah/ sampah menjadi produksi energi yang ramah lingkungan

B. ADAPTASI
- Kajian dan analisis kerentanan perubahan iklim terhadap kesehatan masyarakat
- Kajian dan analisis hubungan perubahan iklim terhadap perkembangan penyakit
bawaan.
- Membuat UU yang mendukung percepatan peningkatan sanitasi lingkungan
- Membuat UU yang mendukung usaha adaptasi kesehatan terhadap perubahan iklim.
Pengembangan teknologi adaptasi
- Penguatan sistem pelayanan kesehatan masyarakat

2. MEDIA
Peran media begitu besar dalam pemberitaan kejadian bencana, informasi terjadinya bencana
sangat membantu berbagai pihak dalam mengetahui perkembangan kejadian bencana yang
semakin sering terjadi. Indonesia merupakan negara rawan bencana, pemberitaan media dalam
mitigasi bencana akan dapat mengurangi dampak bahaya bencana. Dapat menyamakan persepsi
tentang pemberitaan bencana yang sumbernya dapat dipercaya serta data korban bencana dapat
diperoleh secara mudah. Perkenalan peran teknologi informasi seperti peningkatan teknologi
radio digital juga dapat memaksikmalkan pengiriman pesan ke daerah berisiko terkena bencana,
semoga dengan munculnya perangkat teknologi informasi ini dapat mempermudah dan
mempercepat pengiriman informasi kepada masayarakat yang rawan terkena bencana
dan harapan saya dengan pertemuan ini dapat terjalinnya kerjasama yang erat dengan semua
media terkait pemberitaan bencana dan kementerian terkait yang menangani bencana

3. MASYARAKAT DAN LEMBAGA MASYARAKAT


A. Kegiatan Mitigasi
Sektor Pertanian
- Pengelolaan tanah: pengurangan pupuk dan pestisida kimia;
- Pemilihan praktek pertanian: pemakaian varietas padi jenis unggul;
- Jerami sisa panen tidak dibakar dan dihindari dari pembusukan akibat perendaman sawah.
- Diversifikasi pangan: konsumsi karbohidrat selain beras, seperti kentang, sagu dan jagung.
Sektor Peternakan
- Pemanfaatan kotoran ternak sebagai sumber pembangkit listrik tenaga biogas.
Sektor Transportasi
- Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di bawah kapasitas angkutnya;
- Penggunaan transportasi massal;
- Penggunaan sistem transportasi non-motor untuk jarak pendek.
Sektor Energi
Pemanfaatan energi terbarukan: Panas bumi, Mikrohidro, Surya, Angin, Biomassa.
Sektor Kehutanan Pengelolaan hutan
- Reboisasi;
- Penanaman kawasan penyangga;
- Penghijauan kembali
Sektor Pengelolaan sampah
- Mengurangi jumlah sampah (dari rumah tangga);
- Pemilahan sampah untuk tujuan daur ulang;
- Pemanfaatan gas metana dari sampah sebagai sumber energy

B. Kegiatan Adaptasi
Terhadap kekeringan
- Meningkatkan resapan air dengan cara membuat sumur resapan, kolam resapan, pengembangan
embung/kolam, lubang biopori.
- Perlindungan mata air, dengan cara memelihara mata air, pembersihan mata air, penanaman
pohon disekitar mata air.
- Penghematan penggunaan air, dengan cara penggunaan kembali air, menggunakan shower
untuk mandi
Terhadap bencana banjir
- Membuat/memelihara saluran drainase, kanal, rumah pompa, pengerukan saluran
- Meninggikan struktur bangunan
- Desain rumah panggung
Terhadap bencana longsor / erosi
- Membuat terasering untuk lahan yang miring dan cukup luas
- Pemeliharaan daerah hulu dan rehabilitasi lahan di daerah hulu
Terhadap gagal tanam dan gagal panen,
- Mengimplementasikan dan mengaplikasikan system pola tanam dan pengaturan sistem irigasi.
- Melakukan praktik pertanian dengan membudidayakan tanaman semusim, peternakan,
perikanan, perkebunan, kehutanan.
- Melakukan penganekaragaman tanaman dengan cara tumpang sari
- Melakukan pengelolaan lahan dan pemupukan dengan cara menanam padi hemat air,
pengelolaan lahan tanpa bakar dan pemanfaatan sampah organik untuk melakukan pemupukan
- Melakukan pemuliaan tanaman, dengan cara penyilangan spesies tanaman untuk menghasilkan
varietas yang tahan perubahan iklim
- Memanfaatkan lahan pekarangan menjadi apotik hijau dan lumbung hidup untuk pemenuhan
kebutuhan pangan.

4. AKADEMISI
A. MITIGASI
- Mengembangkan desa siaga untuk menerapkan sistem kewaspadaan dini untuk mengantisipasi
terjadinya penyakit akbiat perubahan iklim seperti diare, malaria, DBD
- Menciptakan masyarakat berprilaku hygine dengan memiliki rumah yang sehat, tersedia akses
air bersih, tersedia akses jamban
- Meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masyarakat dengan melakukan kebiasaan
makan menu seimbang, mencuci tangan dengan sabun, melakukan pengelolaan sampah,
membersihkan lingkungan secara rutin