You are on page 1of 7

Nama : Cut Rahma Diana

Kelas : 01
NIM : 1506103010039
Mk : Evaluasi Pengajaran dalam Biologi
Prodi : Pendidikan Biologi

ANALISIS DATA HASIL EVALUASI

A. Pengertian Evaluasi Menurut Pakar


Evaluasi merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan
kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya. Dari evaluasi
kemudian akan tersedia informasi mengenai sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai
sehingga bisa diketahui bila terdapat selisih antara standar yang telah ditetapkan dengan hasil
yang bisa dicapai, namun berbeda dengan para pakar, berikut ini adalah pengertian dan
definisi evaluasi:
1. Mehrens & Lelman, 1978
Evaluasi adalah suatu proses dalam merencanakan, memperoleh, dan menyediakan
informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif - alternatif keputusan
2. Gronlund, 1975
Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan tujuan atau membuat
keputusan sampai sejauh mana tujuan - tujuan pengajaran telah dicapai oleh siswa
3. Wrightstone dkk, 1956
Evaluasi ialah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan -
tujuan atau nilai yang telah ditetapkan
4. I Ketut Gede Yudantara
Evaluasi merupakan kelanjutan dari suatu rencana kerja yang peranannya sangat
dibutuhkan karena evaluasi merupakan latihan yang memperkaya logika dan analisa
5. Sudijono, 1996
Evaluasi pada dasarnya merupakan penafsiran atau interpretasi yang bersumber pada
data kuantitatif, sedang data kuantitatif merupakan hasil dari pengukuran
6. Endang Sri Astuti & Resminingsih
Evaluasi merupakan pemikiran kritis terhadap keberhasilan dan kekurangan dalam
sebuah program pengembangan diri yang telah dilakukan seseorang
7. Donna L. Wong
Evaluasi adalah langkah terakhir dalam proses pembuatan keputusan.
8. Nursalam
Evaluasi adalah proses stimulasi untuk menentukan keberhasilan.
9. Hj. Saminem, SKM
Evaluasi adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk mengukur
pelaksanaan dan berdasarkan pada tujuan dan kriteria

B. Pengertian Analisis
Analisis adalah suatu proses menganalisa sesuatu dengan tujuan tertentu sehingga
siapapun yang melakukan analisis pasti mereka memiliki tujuan mengapa mereka
melakukannya.
Analisis Data yaitu proses menganalisa suatu data setelah data itu
dilaksanakan/diimplentasikan. Sehingga proses, hasil, pencapaian, pengaruh, hubungan atau
dampak itu dapat diketahui, yang selanjutnya hasil analisis dapat digunakan untuk keperluan
refleksi, kelanjutan data, pemberhentian data, peningkatan data maupun pembuatan data baru.
Analisis Evaluasi adalah suatu proses analisis dari data-data yang diperoleh dari
kegiatan evaluasi yang berhubungan dengan suatu hal tertentu. Dalam hal ini setelah suatu
data dievaluasi lalu dilanjutkan dengan langkah-langkah analisisnya.
Model analisis yang dilakukan tentu akan dipengaruhi oleh jenis data dan tujuan data
tersebut sehingga model evaluasi akan disesuaikan, demikian pula bagaimana cara
menganalisisnya juga disesuaikan.
Evaluasi data adalah suatu evaluasi data yang berhubungan dengan hal tertentu.
Tentu saja hal ini juga pasti terkait dengan siapa (pembuat, penyusun, pelaksana data) dan
tujuan data (untuk apa, untuk siapa). Dalam hal ini evaluasi data dapat dilakukan antara lain
oleh:
1. Pemerintah (pusat, propinsi, kab, jajaran dinas, instansi). Dalam hal ini dapat
dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Nasional sampai tingkat sekolah).
2. Swasta (para pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan)

3. Kelompok (organisasi yang peduli pendidikan maupun kumpulan para pendidik atau
yang berhubungan dengan pendidikan)

4. Perorangan (hal ini biasanya dilakukan oleh para pendidik dalam pembelajaran dan
para kepala sekolah dalam jajaran pembelajaran maupunmajerial).
Analisis evaluasi data dapat dilakukan dengan menyesuaikan model evaluasi yang
sesuai dengan tujuan maupun jenis program yang ada.

C. Jenis-Jenis Evaluasi
Dalam dunia pendidikan program-program pendidikan dalam melakukan evaluasi antara
lain sebagai berikut:
1. Evalusi proses
2. Evaluasi hasil
3. Evaluasi pencapaian
4. Evaluasi pengaruh
5. Evaluasi peningkatan/pengembangan
Evaluasi proses dalam dunia pendidikan dikaitkan dengan proses pembelajaran atau
pelaksanaan pendidikan dan pelatihan (diklat) kependidikan. Berkaitan dengan proses
tersebut hal yang berhubungan adalah tempat/konteks, model/metode, alat/media yang
digunakan, pendidik, peserta didik, kelompok belajar, motivasi, perhatian, sikap, aktifitas,
kreatifitas, efektifitas dan perasaan dalam berinteraksi.
Evaluasi hasil dalam dunia pendidikan khususnya pembelajaran, dalam hal ini
dikaitkan dengan materi, volume dan waktu. Evalusi dalam pengertian ini dikaitkan dengan
tes, ulangan, ujian dan evaluasi itu sendiri. Misalnya: ulangan harian, ulangan tengah
semester, ulangan semester, ulangan kenaikan kelas, evaluasi belajar, ujian sekolah, ujian
nasional.
Evaluasi pencapaian analisis datanya berupa analitik comparative antara program
yang direncanakan dengan hasil setelah program itu dilaksanakan. Dalam hal ini hasil analisis
dapat berupa besaran peningkatannnya, meminimalkan disparitas pada kondisi yang dituju,
atau ketercapaian program yang telah dicanangkan. Sehingga dalam kesimpulannya, apakah
data itu baik atau buruk, dapat dilaksanakan atau tidak, akan dilanjutkan atau tidak, atau
mungkin ada modifikasi untuk pengembangannya.
Evaluasi pengaruh yaitu suatu yang dianalisis adalah data yang dilakukan oleh
sebuah institusi karena institusi telah melakukan suatu program untuk dilaksanakan, setelah
itu ingin mendapatkan informasi apakah ada pengaruh terhadap sesuatu dengan digunakannya
data pada suatu institusi tersebut.
Evaluasi Peningkatan/Pengembangan yang dianalisis adalah pengembangan yang
telah dan akan dilakukan untuk mengembangkan suatu institusi atau sejenisnya.
D. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dilakukan sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan. Dalam
penelitian kuantitatif, teknik analisis data yang digunakan yaitu diarahkan untuk menjawab
rumusan masalah atau untuk menguji hipotesis yang dirumuskan dalam proposal. Karena
datanya kuantitatif, maka teknik analisis datanya menggunakan metode statistik yang sudah
tersedia.Misalnya akan menguji hipotesis hubungan antar dua variable, bila datanya ordinal
maka statistic yang digunakan adalah Korelasi Spearman Rank, sedangkan bila datanya
intervalatau ratio digunakan Korelasi Pearson Product Moment. Bila ingin menguji
signifikansi komparasi data dua sampel, datanya interval aatau ratio digunakan t-test dua
sampel, bila datanya nominal digunakan Chi Kuadrat. Selanjutnya jika akan menguji
hipotesis komparatif lebih dari dua sampel, datanya interval, digunakan analisis varian
(Anava).
Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan
menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan
secara terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan terus menerus tersebut
mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya adalah data
kualitatif (walaupun tidak menolak data kuantitatif), sehingga teknik analisis datanya belum
ada pola yang jelas. Oleh karena itu sering mengalami kesulitan dalam melakukan analisis.
Seperti dinyatakan oleh Milies dan Huberman (1984), bahwathe most serious and central
difficulty in the use of qualitative data is that method of analysis are not well formulate.
Bahwa yang paling serius dan sulit dalam analisis data kualitatif adalah karena, metode
anslisis belum dirumuskan dengan baik. Ada pernyataan lain, Susan Stainback
menyatakan:There are no guidelines in qualitative research for determining how much data
and data analysis are necessary to support and assertion, conclusion, or theory. Belum ada
panduan dalam penelitian kualitatif untuk menentukan berapa banyak data dan analisis yang
diperlukan untuk mendukung kesimpulan atau teori. Selanjutnya Nasution menyatakan
bahwa: melakukan analisis adalah pekerjaan yang sulit, memerlukan kerja keras. Analisis
memerlukan daya kreatif serta kemampuan intelektual yang tingggi. Tidak ada cara tertentu
yang dapat diikuti, untuk mengadakan analisis, sehingga setiap peneliti harus mencari
sendiri metode yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya Bahan yang sama bisa
diklasifikasikan lain oleh peneliti yang berbeda.
Sehingga analisis data kualitatif perlu adanya data yang bervariatif misalnya data hasil
wawancara, survey lapangan, dokumentasi foto, dokumentasi movie, dan data triangulasi
yang semua itu untuk mendukung kualitas informasi yang disampaikan. Analisis data
dilakukan dengan cara mengorganisakan berbagai data yang ada, menjabarkan kedalam unit-
unit fungsinya, melakukan sintesa, menyusun ke dalampola, memilih mana yang penting dan
akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan pada orang lain atau pada
instansi yang menugasinnya.
Berdasarkan hal diatas, dapat dikemukakan bahwa, analisis data adalah proses
mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan
lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan ke dalam unit-unit , melakukan sintesa, menyusun ke dalampola, memilih mana
yang penting dan akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh
diri sendiri maupun orang lain.
Teknik analisis pembelajaran yang meliputi analisis hasil pembelajaran maupun
analisis proses pembelajaran mengikuti kurikulum yang berlaku. Dalam kurikulum tingkat
satuan pelajaran dinyatakan bahwa hasil belajar terdiri dari 2 yaitu: hasil belajar berdasarkan
penilaian hasil dan penilaian berdasarkan proses. Sehingga penilaian hasil dapat dilakukan
dengan tes tertulis sedangkan, penilain proses dapat dilakukan dengan cara pengamatan,
dokumentasi foto maupun movie, kuesioner, angket dan cara lain yang dapat memberikan
gambaran tentang perose yang terjadi baik dari segi aktivitas siswa, managemen kelas,
metode/model/teknik pembelajaran itu berlangsung.
Menurut caranya dibagi menjadi 2 cara yaitu: dengan cara tes dan non-tes.
Dengan tes itu dilakukan untuk memperoleh hasil pembelajaran. Hal ini dapat
dilakukan pada setiap KD atau beberapa KD, dalam hal ini dikenal dengan ulangan harian,
ulangan blok, tes formatif dan tes sumatif, ulangan tengah semester, ulangan semester dan
ulangan kenaikan kelas, evaluasi tahap akhir dan atau ujian sekolah maupun ujian nasional.
Dari data yang diperoleh dapat berupa data nilai kuantitatif maupun kualitatif. Data
nilai kuantitatif semua penilaian yang dilakukan dengan satuan angka misalnya: nilai 0 10
atau nilai 0 100. Sedangkan data nilai kualitatif dapat berupa penilaian non-angka/data
verbal misalnya: amat baik, baik, cukup, kurang, dan kurang sekali atau misalnya sangat
tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah.
Untuk mengetahui hasil belajar dapat dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis
dikelompokan dalam tes yang sifatnya subyektif dan tes yang sifatnya obyektif. Tes subyektif
biasanya tes yang berbentuk esai (uraian). Tes bentuk esai adalah sejenis tes untuk
mengetahui perolehan hasil belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau
uraian kata-kata. Ciri-cirinya pertanyannya didahului dengan kata-kata seperti; uraikan,
jelaskan, mengapa, bagaimana, bandingkan, simpulkan, dan sebagainya. Tes obyektif adalah
tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara obyektif karena hasil tes dapat
dilakukan oleh pihak lain yang tidak harus oleh pengajarnya atau yang membidangi materi
yang diteskan. Macamnya adalah seperti; tes benar-salah (true-false), Tes pilihan ganda
(Multiple choise test), Menjodohkan (matching test) dan Tes isian tertutup (Completion test).
Macam-macam tes diatas biasanya untuk mengukur hasil belajar pada ranah kognitif,
sedangkan ranah afektif tidak semudah ranah kognitifuntuk melakukan pengukuran.
Pengukuran ranah afektif dalam hal ini misalnya sikap tidak dapat diukur sewaktu-waktu
( dalam arti pengukuran secara formal) karena perubahan tingkah laku tidak dapat berubah
sewktu-waktu. Pengubahan sikap seseorang memerlukan waktu yang relatif lama termasuk
pengembangan minat, penghargaan, serta nilai-nilai. Untuk itu perangkat pengukuran yang
digunakan dapat mengunakan catatan-catatan pengamaten, kuesioner atau cara lain yang
memungkin dapat dilakukan dan paling cocok dengan kondisi dari yang dinilai atau diukur.
Ranah yang lain adalah ranah psikomotor. Pengukuran ranah ini untuk mengetahui
terhadap hasil-hasil belajaryang berupa penampilan atau ketrampilan. Untuk mengukur hal
ini dapat digunakan rubrik penilaian atau pengukuran dengan instrumen menurut skala Likert
dengan skor dari kecil ke angka yang lebih besar jika memerlukan data kuantitatif atau data
kualitatif dari paling rendah ke paling tinggi, atau dari sangat jelek ke sangat baik dan atau
sebaliknnya.
Hasil belajar adalah sesuatu pencapaian dari suatu kegiatan belajar. Pencapaian hasil
belajar dapat diketahui dengan dua cara yaitu; dengan cara pengukuran (kegiatan menentukan
kuantitas suatu obyek) dan dengan cara penilaian (kegiatan menentukan kualitas suatu
obyek). Karena keduannya ada perbedaan yang prisipiil, kedua kegiatan dapat dikatakan
dua atau dwi, Tetapi kedua kegiatan itu saling berhubungan maka kegiatan itu kadang
disebut dengan sebutandwitunggal.Dari pembahasan pengertian pengukuran dan penialain
sifat suatu obyek seperti telah disebutkan diatas, bagaimanapun kegiatan tersebut harus dapat
benar-benar mewakili sifat suatu obyek. Dengan kata lain skor atau nilai prestasi belajar
dapat mewakili prestasi belajar yang sesunggguhnya.
Kegiatan mengukur sifat suatu obyek adalah suatu kegiatan menentukan kuantitas
sifat suatu obyek melalui aturan-aturan tertentu sehingga kuantitas yang diperoleh benar-
benar mewakili sifat suatu obyek yang dimaksud. Kuantitas yang diperoleh dari suatu
pengukuran sifat suatu obyek adalah skor, misalnya: 60, 57, 68, 89,75 59,76,75,75,90 dan
sebagainya. Kuatitas pengukuran sifat suatu obyek dibedakan menjadi dua yaitu; kuantitas
kontinu dan kuantitas niminal. Yang dimaksud skor kontinu adalah suatu kuantitas yang unit-
unitnya mengalami perubahan secara berangsur-angsur, misalnya dari 60 menjadi 60,5 atau
menjadi 59,5 dan seterusnya.
Adapun yang dimaksud dengan kuantitas nominal atau deskrit adalah suatu kuantitas
yang unit-unitnya tidak dapat berubah-ubah dari 15 menjadi 15,5 siswa atau 14,5 siswa dan
seterusnya. Oleh karena itu dalam dunia pendidikan dalam pengukuran hasil belajar hanya
mengenal kuantitas kontinu. Kuantitas kontinu diatur dalam dua skala yaitu; skala interval
dan skala ordinal. Skala interval suatu skala yang tidak mengenal titik nol mutlak dan
intervalnya sama, sedangkan skala ordinal adalah skala yang tidak mengenal titik nol mutlak
dan intervalnya tidak sama. Suatu skala tidak mengenal titik nol mutlak maksudnya adanya
suatu kuantitas dari sifat suatu obyek dalam skala tersebut tidak terukur oleh suatu alat
pengukur, maka diberi angka nol. Tetapi bukan berarti tidak ada kuantitas sama sekali.
Kegiatan menilai sifat suatu obyek adalah suatu kegiatan menentukan kuanlitas sifat
suatu obyek. Kagiatan tersebut tidak lepas dari skor-skor sifat suatu obyek. Agar skor-skor itu
bermakna maka perlu dibandingkan dengan suatu acuan-acuan yang relevan, yang sesuai
dengan sifat suatu obyek, misalnya prestasi belajar siswa dalam penguasaan mata pelajaran
tertentu. Kegiatan membandingkan harus dilakukan secara obyektif sehingga hasil
perbandingan yang berupa makna atau kualitas benar-benar mewakili kualitas hasil belajar
yang sesungguhnya. Misalnya; kualifikasinya amat baik, baik, cukup, kurang atau
meragukan, amat kurang, atau gagal.
Kualitas atau nilai sifat suatu obyek akan ada apabila kuantitas dari sifat suatu obyek
tersebut. Demikian pula, kuantitas suatu obyek tidak akan berarti jika kuantitas itu tidak
diubah menjadi kualitas.

E. Argument Individu
Menurut pendapat saya, analisis data hasil evaluasi itu sangat diperlukan, karena
dengan adanya evaluasi, kita dapat melihat, mengamati merevisi dan mengembangkan suatu
data menjadi lebih baik lagi. Analisis data ini sangat berguna dalam segala bidang, karena
menjadi salah satu sarana atau teknik yang digunakan untuk dapat mengembangkan sesuatu
apapun. Nah, jika yang terjadi hanya evaluasi saja, maka kita hanya akan dapat melihat suatu
kesalahan saja, dan memberi nilai. Sedangkan jika kita melakukan evaluasi kemudian
dilanjutkan dengan menganalisis data hasil evaluasi tersebut, maka kita memiliki suatu
perbaikan atau revisi atau suatu sara tertentu agar data hasil evaluasi tersebut menjadi lebih
baik dan berkembang. Sehingga nantinya jika akan dilaksanakan evaluasi akan menjadi lebih
baik lagi berkar adanya analisis data sebelumnya.