You are on page 1of 26

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

J DENGAN
MASALAH GASTRITIS DAN HIPERTENSI
DI DESA DAMSARI
KECAMATAN TAMBAN
BARITO KUALA

Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas


PROFESI NERS STAGE KOMUNITAS dan KEPERAWATAN KELUARGA

Disusun Oleh :
JAMIATURRASYIDAH
NPM: 09219 A-S1

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH


BANJARMASIN
2013 / 2014
LEMBAR PERSETUJUAN

Judul Laporan : Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. J Dengan Masalah


Gastritis Dan Hipertensi Di Desa Damsari Barito Kuala.
Nama Mahasiswa : Jamiaturrasyidah
NPM : 09219 A-S1.
Institusi : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah
Banjarmasin.

Banjarmasin, September 2014


Mahasiswa

Jamiaturrasyidah

Menyetujui

CT CI

Uni Afriyanti, S.Kep. Ns Ruslan, AMK


ASUHAN KEPERAWATAN
KELUARGA

I. Identitas Keluarga.
A. Kepala Keluarga.
1. Nama : Tn. J
2. Umur : 79 thn
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Tani
5. Agama : Islam
6. Suku :
7. Alamat : Desa
B. Klien
1. Nama : Ny. S
2. Umur : 69 thn
3. Pendidikan : SD
4. Pekerjaan : Tani
5. Agama : Islam
6. Suku : Jawa
7. Alamat : Desa Kolam Kanan RT 11

C. Daftar Anggota Keluarga.

Hub.
No Nama Umur L/P Agama Pendidikan Pekerjaan
Klg
1 Ny. R 51 th P Islam SD Tani / IRT Anak
2 Tn. M 49 th L Islam SD Tani Anak
3 Tn. S 47 th L Islam SD Tani Anak
4 Tn. M 38 th L Islam SMP Tani Anak
D. Genogram.

1 2 A B

Keterangan :
1 dan 2 : Keluarga Tn. J
A dan B : Keluarga Ny. S
: Tinggal dalam 1 rumah
: Hubungan anak
: Hubungan saudara
: Hubungan perkawinan
: Perempuan
: Laki-laki

Tipe Keluarga
Keluarga Tn. J terdiri dari ayah dan ibu yang tinggal 1 rumah yaitu Nuclear
Family
1. Pengambil keputusan
Pola pengambilan keputusan di dalam keluarga Tn. J biasanya dilakukan
berdasarkan keputusan kepala keluarga, dan untuk masalah tertentu,
pengambilan keputusan dengan musyawarah.
2. Hubungan dalam keluarga
Hubungan dalam keluarga terlihat harmonis, komunikasi berjalan dengan
baik.
E. Sosial Ekonomi
1. Pendapatan dan Pengeluaran
Pendapatan keluarga dalam 1 bulan tidak bisa ditentukan, karena
tergantung dari hasil pertanian, 100.000, tetapi pengeluaran keluarga
hanya untuk makan sehari-hari sehingga pendapatan dan pengeluaran
seimbang.
2. Sosial
Hubungan keluarga dengan masyarakat baik, bahkan di lingkungan
rumah mayoritas kerabat dekat. Tn. J tidak begitu aktif dalam kegiatan
masyarakat dalam kepengurusan masyarakat keluarga ini tidak ikut.

F. Pola Kebiasaan Keluarga


1. Nutrisi
Keluarga Tn. J memiliki kebiasaan makan 3 x sehari dengan waktu
yang tidak teratur, dengan makanan pokok nasi ditambah tahu atau
tempe, makan sayur kadang-kadang saja, Tn. J dan Ny. S makan tidak
teratur terutama pada pagi hari, kadang kadang pagi hanya minum teh
saja dan langsung pergi bekerja.
2. Personal Hygiene
Keluarga ini mandi 2 x sehari yaitu pagi dan sore hari dengan
memakai sabun dan air sungai, gosok gigi 2 x sehari dengan
menggunakan pasta gigi, kebersihan anggota keluarga cukup.
3. Pola Rekreasi dan Hiburan
Hanya menonton tv dan kadang kerumah anak2nya.
4. Kebutuhan Istirahat dan Tidur Keluarga
Lama tidur malam dalam sehari 6-7 jam, sedangkan pada siang hari
kadang-kadang saja. Ny. S sering terbangun di malam hari karena ingin
BAK.
5. Pola Komunikasi Keluarga
Pola komunikasi yang digunakan oleh keluarga ini adalah saling terbuka
dan berinteraksi dengan masyarakat disekitar rumahnya dengan
menggunakan bahasa jawa.
G. Data Keadaan Lingkungan
1. Karakteristik Rumah
Rumah milik sendiri, bentuk panggung dari kayu, kamar tamu dan
kamar tidur terpisah, hanya ada 1 kamar tidur. Ruang makan merangkap
jadi dapur, kamar mandi dan WC terpisah dari rumah. Penerangan lampu
listrik bisa juga menggunakan lampu teplok, kalau cahaya matahari
masuk sangat banyak, ventilasi berupa pintu ada 3 buah dan jendela yang
besar 2 buah, alat transportasi keluarga adalah sepeda.
2. Sanitasi Lingkungan
a. Sumber Air Minum.
Air minum berasal dari air tadah hujan dan sungai yang ada di depan
rumah, air bisa di beri obat/tawas bisa juga tidak. Air yang digunakan
untuk minum dimasak sampai mendidih.
b. Sumber Air Untuk Mencuci.
Air yang digunakan untuk mencuci adalah air sungai.
c. Pembuangan Air Limbah.
Pembuangan air limbah biasanya dilakukan keluarga di belakang
rumah seperti tanah serapan.
d. Kebiasaan mengelola air minum.
Air minum selalu dimasak sampai mendidih.
e. Pembuangan kotoran BAB / BAK.
Keluarga ini memiliki kakus / WC yang terpisah dari rumah.
f. Jarak pembuangan kotoran dengan sumber air minum.
Keluarga dan masyarakat disekitar rumah Tn. J jarak pembuangan
dengan sumber air sudah lebih dari 10 meter.
g. Kebiasaan membuang sampah.
Keluarga ini membuang sampah dipekarangan rumah dan langsung di
bakar.
h. Letak kandang ternak keluarga.
Letak kandang ternak keluarga terpisah dari rumah + 1 meter dari
rumah.
i. Pemanfaatan pekarangan rumah.
Pekarangan rumah dimanfaatkan untuk berkebun dan ternak.
3. Sarana Kesehatan
Tempat meminta pertolongan kesehatan yaitu di Pustu yang ada di RT 05
berjarak 2 km, dan Puskesmas yang ada di desa Sidomulyo, yang berjarak
> 6 km.
4. Riwayat dan Tahap Perkembangan
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Saat ini keluarga Tn. J mengalami saat sulit, karena baru memulai
menanam benih padi, dan Tn. J sering sakit-sakitan sehingga jarang
pergi keluar rumah untuk bertani. Ny. S sekarang menjadi tumpuan
keluarga untuk mencari hafkah yaitu dengan berkebun di halaman
rumah.
b. Tahap perkembangan keluarga terpenuhi
Masih belum terpenuhi
c. Riwayat kesehatan keluarga inti
Riwayat kesehatan saat ini keluarga Tn. J kurang baik, dikarenakan
Tn. J menderita penyakit Gastritis dan reumatik, sedangkan Ny. S
menderita penyakit Gastritis dan hipertensi.
d. Riwayat kesehatan sebelumnya
2 tahun yang lalu keluarga Tn. J masih kuat untuk pergi ke sawah,
karena penyakit Gastritis belum separah sekarang dan Ny. S jarang
menderita penyakit Gastritis karena masih rajin berobat.
H. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Apektif
Keluarga sangat rukun dalam berumah tangga dan sangat perhatian antar
anggota keluarga.
2. Fungsi Sosialisasi
Keluarga selalu mengajarkan hidup bermasyarakat dengan baik, dengan
tetangga selalu ramah, walaupun keluarga jarang ikut acara yang diadakan
oleh masyarakat disekitar.
3. Fungsi Reproduksi
Keluarga tidak ikut program KB.
4. Fungsi Ekonomi
Pendapatan keluarga hanya untuk makan sehari-hari, kebutuhan lainnya
sebagian dipenuhi oleh anak-anaknya.
5. Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga jarang berobat sekarang, karena faktor biaya dan jauhnya sarana
kesehatan, apabila ada keluarga yang sakit, hanya diberikan obat
tradisional.
I. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan fisik umum (TTV) Ny. S tanggal 13 oktober 2012
Kesadaran CM,
TTV: TD: 140/90 mmHg, N: 82 x/m
R: 22 x/m, T: 36,4 C
2. Pemeriksaan fisik khusus
a. Kulit.
Warna kulit sawo matang, turgor kulit baik, tidak ada lesi dan
kelainan pada kulit, kulit teraba hangat dengan T: 36,4 C.
b. Kepala dan Leher.
Bentuk simetris, tidak ada trauma pada kepala dan leher, pergerakan
baik, tidak ada pembesaran kelenjar Tiroid pada leher, kebersihan
cukup, kx dapat menggerakkan kepala ke segala arah.
c. Penglihatan dan Mata.
Struktur mata simetris, tidak terdapat peradangan dan pendarahan,
sklera tidak ikterik, fungsi penglihatan kurang baik, kx tidak
menggunakan alat bantu penglihatan.
d. Penciuman dan Hidung.
Struktur hidung tampak simetris, hidung tampak bersih, tidak ada
peradangan dan pendarahan pada hidung, fungsi penciuman baik.
e. Mulut dan Gigi.
Kebersihan mulut kurang baik, gigi sudah tidak lengkap, banyak gigi
yg berlubang, fungsi pengunyahan dan menelan baik.
f. Dada dan Pernafasan.
Bentuk dada simetris, tidak ada nyeri tekan saat di palpasi, frekuensi
nafas 22 x/m.
g. Abdomen.
Bentuk simetris, kx mengeluh nyeri pada epigastrium, dan terasa
mual, terdapat nyeri tekan pada bagian kiri atas, kebersihan cukup.
h. Ekstrimitas Atas dan Bawah.
Tidak terdapat keterbatasan gerak pada ekstrimitas atas maupun
bawah.
J. Harapan Keluarga
Keluarga sangat berharap sembuh dari penyakit yang diderita dan mendapat
pengobatan gratis dari puskesmas. Ingin sehat dan dapat kuat bekerja
kembali.
Analisa Data
1. Gastritis.

Masalah Kesehatan Dan


Data
Keperawatan
Ny. S mengatakan bahwa Masalah Kesehatan :
ia punya penyakit maag Ny. S menderita penyakit Gastritis
(Gastritis) Masalah Keperawatan :
Ny. S mengeluh nyeri Ketidakmampuan keluarga
perut bagian kiri atas dan mengenal masalah Gastritis B.D
terasa mual kurang pengetahuan tentang tanda
Kebiasaan makan tidak dan gejala Gastritis
teratur, terutama pada Ketidakmampuan keluarga
pagi hari membuat keputusan untuk
mengatasi masalah Gastritis B.D
kurang pengetahuan tentang akibat
Gastritis
Ketidakmampuan keluarga
memodifikasi lingkungan B.D
kurang pengetahuan tentang pola
makan yang tidak teratur
2. Hipertensi

Masalah Kesehatan Dan


Data Keperawatan
Ny. S mengatakan Masalah Kesehatan :
sering sakit kepala dan Ny. S menderita penyakit Hipertensi
terasa berat.
Ny. S mengatakan tinggi
tensinya pernah sampai Masalah Keperawatan :
180 Ketidak mampuan keluarga
TTV : TD : 140/90 mengenal adanya masalah
mmHg berhubungan dengan tanda, gejala
Tampak lelah dan penyebab hipertensi.
Ketidakmampuan keluarga merawat
yang sakit berhubungan dengan
kurangnya pengetahuan tentang
prosedur perawatan
Rumusan Prioritas Masalah.
A. Anggota Keluarga Menderita Gastritis.

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Masalah sudah ada


selanjutnya intervensi dan
implementasi

2 Kemungkinan 2/2 x 2 2 Masalah mudah untuk


masalah dapat dicegah karena tidak
diubah banyak memerlukan biaya

3 Potensi 3/3 x 1 1 Kepekaan terhadap


masalah untuk penyakit Gastritis dapat
dicegah dikurangi / dihilangkan bila
mau memperhatikan pola
makan yang baik dan
memperhatikan makanan
yang dimakan

4 Menonjolnya x2 Adanya masalah tetapi


masalah tidak perlu segera ditangani
Total skor 4
B. Hipertensi.

No Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

1 Sifat masalah : 3/3 x 1 1 Masalah sudah terjadi


Ancaman harus segera di
tanggulangi agar tidak
berlanjut

2 Kemungkinan x1 Masalah hanya dapat di


masalah dapat atasi secara bertahap
diubah

3 Potensial 3/3 x 1 1 Masalah mudah di cegah


masalah untuk
diubah

4 Menonjolnya 2/2 x 1 1 Keluarga merasa ada


masalah masalah dan perlu di
tanggulangi segera
Total skor 3

Prioritas Masalah :
1. Anggota keluarga menderita Gastritis dengan skor 4 .
2. Anggota keluarga menderita Hipertensi dengan skor 3.
Rencana Intervensi Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Tn. J

Masalah Masalah Tujuan Jangka Tujuan Jangka Evaluasi


No Intervensi
Kesehatan Keperawatan Panjang Pendek Kriteria Standar
1 Ny. S menderita 1) Ketidak 1) Setelah 1) Setelah Respon 1) Keluarga dapat 1) Kaji
penyakit Gastritis mampuan dilakukan dilakukan Verbal mengerti pengetahuan
keluarga 3 kali tindakan tentang keluarga
mengenal kunjungan keperawatan, pengertian tentang
masalah rumah, keluarga dapat Gastritis penyakit
Gastritis B.D keluarga menyebut 2) Keluarga Gastritis
kurang dapat tentang : mampu 2) Jelaskan
pengetahuan mengenal Pengertian menyebutkan pengeritan,
tentang tanda masalah Gastritis penyebab penyebab,
dan gejala Gastritis Penyebab Gastritis tanda dan
Gastritis serta tanda Gastritis 3) Keluarga dapat gejala Gastritis
2) Ketidak dan Tanda dan mengetahui
mampuan gejalanya gejala tentang tanda
keluarga 2) Setelah Gastritis dan gejala
membuat dilakukan 2) Setelah Gastritis
keputusan 3 kali dilakukan
untuk kunjungan tindakan Respon 1) Keluarga 1) Beri penjelasan
mengatasi rumah, keperawatan Verbal mengetahui tentang akibat
masalah keluarga keluarga dapat: akibat dair dari Gastritis
Gastritis B.D dapat Mengetahui Gastritis 2) Bantu keluarga
kurang membuat akibat dari 2) Keluarga dapat dalam
pengetahuan keputusan Gastritis mengambil mengambil
tentang akibat yang tepat Mengambil keputusan yang keputusan yang
Gastritis terhadap keputusan tepat dalam tepat
3) Ketidak anggota yang tepat merawat
mampuan keluarga dalam anggota
keluarga yang sakit merawat keluarga yang
memodifikasi 3) Setelah anggota sakit
lingkungan dilakukan keluarga
B.D kurang 3 kali yang sakit
pengetahuan kunjungan 3) Setelah Respon 1) Keluarga 1) Jelaskan
tentang pola rumah, dilakukan Verbal mengerti bagaimana cara
makan yang keluarga tindakan bagaimana cara pencegahan
tidak teratur dapat keperawatan pencegahan Gastritis
merawat keluarga dapat Gastritis 2) Beri informasi
anggota menyebut 2) Keluarga dapat tentang cara
keluarga tentang : menyebutkan memilih
yang sakit Cara makanan yang makanan yang
dan pencegahan menyebabkan menyebabkan
mengetahui Mengetahui Gastritis Gastritis
proses dan makanan
pencegaha yang dapat
nnya menyebabk
an Gastritis

2 Hipertensi 1) Ketidak 1) Keluarga 1) Setelah dua kali Respon Keluarga dapat 1) Kaji
mampuan dapat pertemuan Verbal menjelaskan pengetahuan
keluarga mengenal diharapkan kembali keluarga
mengenal masalah keluarga tentang tanda, tentang tanda,
adanya hipertensi mengetahui gejala, gejala,
masalah yang tanda, gejala penyebab, serta penyebab, serta
berhubungan dialami dan penyebab akibat lanjut akibat lanjut
dengan tanda, keluarga serta akibat dari penyakit dari hipertensi.
gejala dan lanjut dari Hipertensi 2) Menjelaskan
penyebab hipertensi kepada
hipertensi keluarga
tentang akibat
lanjut dari
hipertensi.
3) Berikan pujian
kepada
keluarga

2) Ketidakmamp 2) Keluarga 2) Keluarga dapat Respon Keluarga dapat 1) Kaji


uan keluarga mengenal melakukan Verbal menjelaskan pengetahuan
merawat yang pengetahua perawatan dan serta dapat keluarga
sakit n untuk anggota psikom melakukan tentang tehnik
berhubungan melakukan keluarga yang otor perawatan perawatan dan
dengan perawatan. sakit dengan keluarg sederhana, pengobatan.
kurangnya benar a sehingga TD 2) Diskusikan
pengetahuan normal menjai dengan
tentang di bawah keluarga
prosedur 140/90 mmHg tentang
perawatan perawatn dan
pengobatan
sederhana,jelas
kan juga
pentinya olah
raga, diet dan
kontrol dengan
rutin.
3) Beri pujian
tentang
melakukan
perawatan
keluarga.
Implementasi Dan Evaluasi

No Tanggal Implementasi Evaluasi Paraf

1 17 1) Menjelaskan tentang Tanggal


Oktober pengertian, tanda dan 19 Oktober 2012
2012 gejala, penyebab Jam 17.00
Jam akibatnya dan cara S :
16.00 pencegahannya, dan Keluarga Tn. J (suami
menjelaskan dan istri) dapat
bagaimana makanan menyebutkan
yang menjadi pengertian, tanda dan
pantangan gejala, penyebab
2) Menganjurkan akibat dan cara
keluarga untuk pencegahannya dan
memeriksa kesehatan keluarga dapat
secara rutin ke menjelaskan dan
Puskesmas atau mengetahui cara
tempat pelayanan penanganan
terdekat terjadinya Gastritis
3) Menganjurkan O :
keluarga untuk Keluarga tampak
menggiatkan pola dapat menjawab
hidup sehat pertanyaan tentang
(memakan makanan pengertian tanda dan
sehat, tidur sehat dll) gejala penyebab
akibat dan cara
pencegahannya
A :
Masalah teratasi
P :
Intervensi dihentikan
2 17 Tanggal
Oktober 1) Mengkaji 19 Oktober 2012
2012 pengetahuan keluarga Jam 17.30
Jam tentang tanda, gejala, S :
17.00 penyebab, serta akibat Keluarga Tn. J dapat
lanjut dari hipertensi. mengerti tentang
2) Mendiskusikan tanda dan gejala serta
dengan keluarga penyebab dan akibat
tentang perawatan dan dari hipertensi
pengobatan Keluarga mengerti
sederhana, jelaskan tentang pengobatan
juga pentinya olah sederhana dan
raga, diet dan kontrol perawatan pada
dengan rutin. penderita hipertensi
3) Memberi pujian O :
tentang melakukan Keluarga tampak
perawatan keluarga. mengerti dengan apa
yang dijelaskan
A :
Masalah teratasi
sebagian
P :
Intervensi dilanjutkan
Penyuluhan Kesehatan

Judul : Penanggulangan Gastritis.

TIU : Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, keluarga dapat mengetahui


penanganan Gastritis secara tepat dan benar.

TIK : 1. Keluarga dapat menyebutkan pengertian Gastritis.


2. Keluarga dapat menyebutkan penyebab Gastritis.
3. Keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala Gastritis
4. Keluarga dapat menyebutkan salah satu tindakan untuk mengatasi
Gastritis.

Materi : 1. Pengertian Gastritis.


2. Penyebab Gastritis.
3. Tanda dan gejala Gastritis
4. Penanganan Gastritis.

Metode : Ceramah dan tanya jawab.

Media : -

KBM : 1. Menjelaskan tujuan.


2. Menjelaskan Materi.
3. Memberi kesempatan bertanya.

Evaluasi : 1. Apa yang dimaksud dengan Gastritis.


2. Sebutkan penyebab Gastritis.
3. Sebutkan tanda dan gejala Gastritis.
4. Sebutkan salah satu tindakan untuk mengatasi Gastritis.
Lembar Materi

A. Pengertian.
Gastritis adalah peradangan pada mukosa lambung.
Gastritis terbagi 2 yaitu :
1. Gastritis Akut.
Adalah Gastritis yang terjadi secara tiba-tiba atau mendadak dan
menyebabkan tanda dan gejala yang khas.
2. Gastritis Kronik.
Adalah Gastritis yang terjadi perlahan-lahan dan berlangsung lama.

B. Penyebab.
Adapun penyebab dari Gastritis adalah :
1. Pola makan yang tidak teratur.
2. Makan makanan yang asam.
3. Makan makanan yang pedas.

C. Tanda Dan Gejala.


Adapun tanda dan gejala dari Gastritis adalah :
1. Mual.
2. Muntah.
3. Anoreksia.
4. Nyeri epigastrium.

D. Penanganan.
1. Makan secara teratur.
2. Porsi makan sedikit demi sedikit tapi sering.
3. Jangan makan makanan yang asam dan pedas.
Penyuluhan Kesehatan

Judul : Hipertensi

TIU : Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan, keluarga dapat mengetahui


tentang hipertensi.

TIK :
1. Menyebutkan pengertian hipertensi
2. Menyebutkan penyebab hipertensi
3. Menyebutkan tanda dan gejala hipertensi
Materi : Hipertensi

Metode : Ceramah dan tanya jawab.

Media : -

KBM : 1. Menyampaikan tujuan.


2. Menjelaskan Materi.
3. Memberi kesempatan bertanya.

Evaluasi : 1. Apa pengertian hipertensi


2. Hal-hal apa saja penyebab hipertensi
3. Apa tanda dan gejala hipertensi
Lampiran Materi

Materi :
Hipertensi

Pengertian Hipertensi adalah tekanan darah sistolik 140 mmHg dan


tekanan darah diastolik 90 mmHg, atau bila pasien memakai obat anti
hipertensi. (Kapita Selekta Kedokteran, 2001).
Berdasarkan penyebabnya :
1. Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya
atau disebut juga hipertensi idiopatik. Terdapat sekitar 95 % kasus .
2. Hipertensi skunder atau hipertensi renal, penyebab spesifiknya diketahui
terdapat sekitar 5 % kasus.
Efek letal dari hipertensi terutama disebabkan oleh tiga hal berikut :
1. Kelebihan beban kerja pada jantung, yang menimbulakan perkembangan
awal dari penyakit jantung kongestif, penyakit jantung koroner atau
keduanya, yang seringkali menyebabkan kematian akibat serangan jantung.
2. Tekanan yang tinggi seringkali menyebabkan robeknya pembuluh darah
utama di otak, yang diikuti oleh kematian pada sebagian besar otak, keadaan
ini disebut infark serebral, yang secara klinis dikenal dengan nama stroke .
Bergantung pada bagian otak mana yang terkena, stroke dapat menyebabkan
kelumpuhan, kebutaan, demensia, atau berbagai gangguan otak yang serius
lainnya.
3. Tekanan yang tinggi hampir selalu menyebabkan berbagai perdarahan pada
ginjal, yang menimbulkan kerusakan pada area ginjal, dan akhirnya terjadi
gagal ginjal, air kencing bercampur darah dan kematian. ( Buku ajar Fisiologi
Kedokteran, 1997 )
Faktor resiko hipertensi adalah faktor yang bila semakin banyak
menyertai penderita maka dapat menyebabkan orang tersebut akan menderita
tekanan darah tinggi yang lebih berat lagi. Ada faktor resiko yang dapat dihindari
atau dirubah dan ada juga yang tidak dapat dihindari. Faktor resiko yang tidak
dapat dihindari atau dirubah adalah keturunan/genetik, suku bangsa dan umur.
Berbagai macam faktor resiko yang dapat dihindari karena dapat memperberat
keadaan hipertensi antara lain makanan yang mengandung lemak dan kolesterol
tinggi, garam, makanan asin atau yang diasinkan, daging kambing, buah durian,
minuman alkohol yang berlebihan, makanan dan minuman yang mengandung
bahan pengawet, rokok, kopi, kegemukan (obesitas) dan stress (MKI. 2000 : 58).
Ada gejala yang tidak boleh diabaikan oleh penderita tekanan darah tinggi karena
gejala tersebut berhubungan dengan organ-organ yang menderita kerugian karena
hipertensi yang tidak terkendali, antara lain : serangan pusing, kekakuan,
kehilangan keseimbangan, sakit kepala pagi hari, penglihatan yang memburuk,
semuanya secara bersama-sama menunjukkan adanya masalah dengan peredaran
darah di otak. Kelumpuhan anggota badan, khususnya sebelah badan atau salah
satu bagian muka, atau salah satu tangan, atau kemampuan berbicara menurun
dapat menjadi tanda peringatan adanya stroke. Terengah-engah pada waktu
bekerja, dengan rasa sakit pada dada yang menjalar ke rahang, lengan, punggung
atau perut bagian atas, menjadi tanda permulaan nyeri dada. Susah nafas dapat
menjadi tanda yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi kegagalan jantung.
Sering bangun setiap malam untuk buang air kecil dan lebih banyak serta lebih
sering mengeluarkan urine siang hari dapat menjadi tanda pertama gangguan
ginjal (Tom Smith. 1986 : 144).
Penanggulangan hipertensi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua jenis
yaitu penatalaksanaan non farmakologis dan farmakologis. Pengobatan non
farmakologis sama pentingnya dengan pengobatan farmakologis, terutama pada
hipertensi ringan, diantaranya dengan menurunkan berat badan dan mengurangi
asupan garam, menghindari merokok, minum alkohol, hiperlipedemia dan stress
(MKI. 2000 : 60).