You are on page 1of 2

PENETAPAN KADAR CAMPURAN PARASETAMOL DAN

FENILPROPANOLAMIN HIDROKLORIDA DALAM


SEDIAAN KAPLET DENGAN MENGGUNAKAN
METODE SPEKTROFOTOMETRI DERIVATIF

ABSTRAK

Saat ini banyak beredar sediaan obat-obat influenza dengan lebih dari satu
komponen zat aktif. Salah satu kombinasi yang sering digunakan adalah
parasetamol dan fenilpropanolamin HCl yang tersedia dalam bentuk sediaan
kaplet dan beredar dengan beberapa merek dagang. Umumnya untuk menjamin
keamanan sediaan metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi ( KCKT) digunakan
dalam penetapan kadar. Oleh karena itu, perlu pencarian metode lain yang lebih
sederhana namun memenuhi syarat validasi metode. Teknik derivatif merupakan
sistem yang sederhana untuk meningkatkan akurasi analisis kualitatif dan
kuantitatif campuran zat.
Tujuan penelitian ini untuk menetapkan kadar campuran parasetamol dan
fenilpropanolamin HCl menggunakan spektrofotometri derivatif.
Analisis campuran parasetamol dan fenilpropanolamin hidroklorida dalam
sediaan uji dilakukan secara spektrofotometri derivatif metode zero crossing.
Pelarut yang digunakan adalah HCl 0.1N.
Panjang gelombang analisis untuk penetapan kadar campuran adalah 271,8
nm untuk parasetamol dan 223,4 nm untuk fenilpropanolamin HCl. Hasil
penetapan kadar campuran parasetamol dan fenilpropanolamin HCl yang
dianalisis dalam kaplet di pasaran menunjukkan bahwa semua memenuhi
persyaratan. Hasil uji validasi yang dilakukan terhadap kaplet Nodrof (PT.
Tempo Scan Pacific) memenuhi persyaratan validasi metode, untuk parasetamol
diperoleh % recovery = 100,76%, simpangan baku relatif (RSD) = 1,59% dan
untuk fenilpropanolamin HCl diperoleh % recovery = 101,03%, simpangan baku
relatif (RSD) = 1,817 %. Sedangkan terhadap kaplet Topras untuk parasetamol
diperoleh % recovery= 98,63%, simpangan baku relatif (RSD) = 1,63% dan untuk
fenilpropanolamin HCl diperoleh % recovery = 100,25%, simpangan baku relatif
(RSD) = 1,89 %. Hasil ini menunjukkan spektrofotometri derivatif metode zero
crossing yang digunakan memenuhi persyaratan validasi metode.

Kata kunci: parasetamol, fenilpropanolamin HCl,spektrofotometri derivatif,


zero crossing, derivat kedua, validasi

v
DETERMINATION OF CONTENT OF MIXED PARACETAMOL AND
PHENYLPROPANOLAMINE HYDROCHLORIDE IN STOCKS USING
CAPLET METHOD OF DERIVATIVE SPECTROPHOTOMETRY

ABSTRACT

Currently circulating influenza preparations medications with more than


one component of the active substance. One of the commonly used combination
of paracetamol and phenylpropanolamine HCl is available in caplet dosage form
and circulated with some trademark. Generally, to ensure the safety of the
preparation method of High Performance Liquid Chromatography (HPLC) is used
in the assay. Therefore, the need to search another method which is more simple
but qualified validation methods. Derivative technique is a simple system to
improve the accuracy of qualitative and quantitative analysis of mixtures of
substances.
The purpose of this study was to establish the levels of a mixture of
paracetamol and phenylpropanolamine HCl using derivative spectrophotometry.
Analysis mixture of paracetamol and phenylpropanolamine hydrochloride
in the test preparation is done by spectrophotometry derivative zero crossing
method. The solvent used is 0.1N HCl.
Wavelengths analysis to assay mixture is 271.8 nm to 223.4 nm to
paracetamol and phenylpropanolamine HCl. Results of the assay mixture of
paracetamol and phenylpropanolamine HCl analyzed in caplet on the market
showed that all levels of substances that meet the requirements specified.
Validation test conducted on Nodrof caplet (PT. Tempo Scan Pacific) meets the
requirements of validation methods, for paracetamol obtained% recovery =
100.76%, relative standard deviation (RSD) = 1.59% and for
phenylpropanolamine HCl obtained% recovery = 101.03%, relative standard
deviation (RSD) = 1.817%. As against caplet Topras for paracetamol obtained%
recovery = 98.63%, the relative standard deviation (RSD) = 1.63% and for
phenylpropanolamine HCl obtained% recovery = 100.25%, relative standard
deviation (RSD) = 1.89 %. These results indicate spectrophotometry derivative
zero crossing methods used fulfill the requirements validation methods.

Keywords: paracetamol, phenylpropanolamine hydrochloride, derivative


spectrophotometry, zero crossing, the second derivative, validation

vi