You are on page 1of 6

ANALISIS DATA

Pada preparat histologi testis marmut yang kita amati tepatnya di dalamtubulus
seminiferus kami menemukan spermatogonium. Cirinya yaitu: bentuknyaagak oval, ukurannya
relatif kecil intinya terwarna kurang terang serta terletakberdekat/melekat di membran basalis.
Selin itu kami juga menemukan spermatositprimer (I) yang letaknya agak menjauh dari membran
basalis namun ukurannyapaling besar, berbentuk bulat dan lainnya berwarna kuat. Kami juga
menemukanspermatosit skunder (II) yang ukurannya lebih kecil dibandingkan
ukuranspermatosit primer (I) namun warna intinya lebih kuat/terang, bentuknya bulatdan
letaknya semakin menjuhi membran basalis(mendekati lumen), selin itu kamimenemukan
spermatid yang cirinya terletak di dekat lumen, ukurannya kecil,bentuknya oval dan warna
intinya kuat. Serta spermatozoid yang cirinyaspermatozoa muda/spermatozoa yang telah
matang tediri atas baggian kepala,bagian tengah dan bagian ekor melekat secara bergerombol
padas sel sertoli yangmelekat yng terdapat di dalam lumen. Sel sertori atau sel penyokong itu
sendiribertumpu pada membran basalis yang puncaknya mencapi lumen tubulus. Sel iniberfingsi
untuk

1. Penyokong, pelindung dan pengatur nutrisi sel germa yang sedangberkembang.

2. Fegositas, yaitu memakan sitoplasma spermatid yang berlebih.

3. Menghasilkan hormon testoteron dan FSH untuk perkembangan sel germa.dan;

4. Mengatur pergerekan sel-sel germa dan pelepasan spermatozoa ke dalamlumen tubulus


seminiferus.

Proses spematogenesisnya itu sendiri selain berlangsung dari dasar menujukelumen tubulus
seminiferus kemudian spermatogoniumnya mengalamiperbanyakan melalui pembelahan
secara mitosis beberapa kali menjadispermatogonia, tahap ini disebut juga
spermatogegesis. Selanjutnyaspermatogonia ini akan mengalami proses tumbuh (pertambahan
volume) menjadispermatosit primer (I). Kemudian spermatosit primer (I) mengalami
prosespematangan (maturiasi) yaitu mengalami pembelahan secara meiosis. Meiosis
Imenghasilkan spermatosit skunder (II), dilanjutkan dengan meiosis II menghasilkan
spermatid. Akhirnya spermatid mengalami spermatogegesis, yaitutransformasi menjadi bentok
seperti kecubung dan perlengkapan stuktur menjadispermatozoid (spermatozoia).Pada preparat
histologi ovarium marmut yang kami amati, kami menemukansel-sel germa yang berkembang
didalan folikel-folikel telur, yakni folikel muda(primodial), folikel tumbuh dan folikel
matang (folikel graaf). Pada Folikelprimodial ciri-cirinya yaitu: merupakan folikel utama
yang terdapat sebelum lahir,terdiri dari sebuah oosit primer yang dilapisi oleh selapis
sel foikel yangberbentuk pipih/gepeng, oositnya berinti agak ketepi dan banyak gelembung-
gelembung kecil pada folikel tumbuh. Folikel ini terdiri dari beberapa bagianyaitu:1. Folikel
primer, yang cirinya terdiri dari oosit primer yang dilapise oleh sel-sel selapis (sel granulosa)
yang berbentuk kubus. Antara oosit dan sel-selgranulosa dipisahkan oleh zona pelusida.2. Foikel
sekunder, terdiri dari sebuah oosit primer yang dilapisi olehbeberapa lapis sel
granulosa berbentuk kubus (kuboid) juga terdapat tekainternalnya.3. Folikel tersier, pada
folikel ini ciri utamanya yaitu: sudah terdapatbeberapa celah (autrum) diantara sel-sel
granulosanya. Selain iti jugastratum granulosum yang melapisi oosit primer bertambah
besar/semakin banyak serta terdapat juga teka interna yang kaya pembuluh darah dan
tekaeksterna yang mengandung banyak serat kalogen.Pada folikel graaf/folikel matang ciri
utamanya yaitu ukurannya paling besar,antrumnya menjadi sebuah rongga besar berisikan
cairan folikel (liquorfolliculi),dan juga folikelnya menonjol kepermukaan ovarium (corona
radiata).Proses oogenesisnya yang terjadi di ovarium terdiri dari beberapa tahap yaitu:tahap
perbanyakan oogenia melalui pembelahan mitosis terjadi pada masa embrio,kemudian masinng-
masing oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (I). Oositprimer kemudian memasuki tahap
pemasakan. Setiap oosit primer mengalamipembelahan meiosis primer (I) menghasilkan sebuah
oosit skunder (II) dan sebuahpalosit primer (I) (badan polar I). Selanjutnya oosit skunser
mengalami meiosis I dan menghasilkan ootid (ovum), dan satu poloosit II. Dalam tahap
pemasakansetiap oosit primer mengalami pembelahan meiosis I menghasilkan sebuah
oositskunder dan sebuah palosit primer. Selanjutnya oosit skunder mengalami meiosiaII dan
menghasilkan ootid (ovum) dan satu polosit skunder, polosit primer jugaakan membelah menjadi
dua polosit skunder. Jadi secara keseluruhan tahappemasakan, pembelahan meiosis hanya
menghasilkan satu sel telur yangfunsional.
PEMBAHASAN

Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet yang terjadi di dalam Gonade.


Proses tersebut pada hewan jantan disebut spermatogenesis yang terjadi di dalam testis, sedang
pada hewan betina disebut oogenesis yang terjadi di dalam ovarium dan dilanjutkan di oviduk
(Elisa, 2012). Oogenesis diamati pada preparat histologis ovarium kelinci. Pada ovarium kelinci
terlihat beberapa komponen dalam proses oogenesis, diantaranya folikel primodial, folikel
primer, sekunder dan folikel graff. Menurut Panji (2014) folikel merupakan struktur dalam
ovarium dimana terjadi perkembangan ovum. Pada folikel primodial, terdapat oosit I yang
terbentuk sejak lahir dan diselubungi oleh selapis sel granolosum pipih, pada preparat folikel ini
tampak kecil walaupun pada perbesaran 40x 10. Secara histologis, folikel primordial
mengandung satu oosit primer berukuran kecil (diameter ~ 25m) yang tertahan dalam stadium
profase dari meiosis I, satu lapis sel granulosa gepeng atau skuamous, dan lamina basalis.
Dengan adanya lamina basalis, maka akan tercipta suatu lingkungan mikro yang mendukung
pertumbuhan dari sel granulosa dan oosit, yang mana lamina basalis ini berfungsi agar kontak
langsung dengan sel-sel lain tidak terjadi. Folikel primordial tidak memiliki suplai darah sendiri
dan oleh karena itu hubungan dengan sistem endokrin pun menjadi terbatas ( Ruwena. 2010; 6a
).

Pada preparat histologi ovarium pada perbesaran 10 x10 juga terlihat folikel tumbuh,
folikel tumbuh terdiri dari 2 tahapan yaitu ketika mencapai folikel primer dan folikel sekunder.
Folikel primer ditandai dengan adanya satu atau lebih sel granulosa kuboid yang tersusun dalam
satu lapis sel yang mengelilingi oosit. Proses perkembangan utama yang terjadi pada folikel
primer termasuk ekspresi reseptor FSH dan pertumbuhan serta diferensiasi oosit. Pada saat
perkembangan folikel primer, sel-sel granulosa akan mengekspresikan reseptor FSH. Menurut
Bintang (2014) folikel primer dibedakan menjadi dua yaitu folikel monolaminar/ unilaminar dan
folikel multilaminar. Folikel monolaminar merupakan folikel primer yang membentuk selapis sel
kuboid, sedangkan folikel primer multilamianr merupakan sel folikel primer yang terus
berproliferasi dan membentuk epitel folikel berlapis, atau lapisan granulosa.

Folikel Sekunder juga ditemukan pada preparat histologi ovarium pada perbesaran 10
x10 . Folikel sekunder terlihat terdiri dari oosit I, dan dilapisi beberapa sel granulosa. Perubahan
yang utama selama perkembangan folikel sekunder yaitu peningkatan jumlah sel granulosa dan
penambahan sel theca. Pada saat transisi folikel primer menjadi sekunder, beberapa lapisan dari
sel-sel yang menyerupai jaringan ikat dibentuk di sekitar lamina basalis yang nantinya disebut
sebagai lapisan theca. Menurut Rowena (2010;12) dengan berlanjutnya perkembangan folikel
sekunder, maka akan terbentuk dua lapisan sel theca yaitu lapisan dalam theca interna yang
berdifferensiasi di dalam sel theca interstitial dan lapisan luar theca eksterna yang
berdifferensiasi menjadi sel otot polos.

Folikel matang atau folikel Graff Folikel Graaf ditandai dengan munculnya suatu ruang
(kavitas) atau antrum yang mengandung cairan yang disebut cairan folikuler atau liquor folliculi.
Ukuran dari folikel Graaf ditentukan dari besarnya antrum yang juga dipengaruhi oleh volume
cairan folikuler yang berkisar antara 0,02 sampai 7 ml. Proliferasi dari sel-sel folikel juga
berperan dalam menentukan ukuran folikel. Ukuran dari folikel graff dipengaruhi oleh
terbatasnya pembentukan cairan folikuler dan mitosis sel granulosa dan theca. Theca eksterna
terdiri dari sel otot polos yang tersusun secara konsentris, yang mana dipersarafi oleh saraf
otonom. Theca interna mengandung kumpulan dari sel-sel epitel besar yang disebut sel theca
interstitial. Sel theca interstitial memiliki reseptor sel untuk LH dan insulin( Ruwena. 2010;16).

Menurut Cambell (1999; 162)Proses oogenesisnya yang terjadi di ovarium terdiri dari
beberapa tahap yaitu:tahap perbanyakan oogenia melalui pembelahan mitosis terjadi pada masa
embrio,kemudian masinng-masing oogonium akan tumbuh menjadi oosit primer (I). Oositprimer
kemudian memasuki tahap pemasakan. Setiap oosit primer mengalamipembelahan meiosis
primer (I) menghasilkan sebuah oosit skunder (II) dan sebuahpalosit primer (I) (badan polar I).
Selanjutnya oosit skunser mengalami meiosis I dan menghasilkan ootid (ovum), dan satu
poloosit II. Dalam tahap pemasakan setiap oosit primer mengalami pembelahan meiosis I
menghasilkan sebuah oositskunder dan sebuah palosit primer. Selanjutnya oosit skunder
mengalami meiosiaII dan menghasilkan ootid (ovum) dan satu polosit skunder, polosit primer
jugaakan membelah menjadi dua polosit skunder. Jadi secara keseluruhan tahappemasakan,
pembelahan meiosis hanya menghasilkan satu sel telur yang funsional.

Pada pengamatan kedua dilakukan pada preparat testis kelinci. Saat preparat testis kelinci
diamati dengan perbesaran 10 x 10 terlihat beberapa tubulus seminiferus disela sela antara
tubulus seminiferus satu dengan tubulus seminiferus yang lain terdapat ruang yang disebut ruang
intertesial. Selain itu diantara tubulus seminiferus yang satu dengan yang lain terdapat sel leydig.
Sel Leydig memproduksi hormon testosteron, merupakan hormon seks pria yang paling penting.
Sel Leydig dewasa berbentuk oval, dengan sitoplasma yang eosinofilik, kaya retikulum
endoplasma halus dan mitokondria dengan tubular cristae, yang merupakan karakter untuk sel
penghasil steroid( Setiawan.2014).

Ketika preparat histologi testis kelinci diamati dengan perbesaran 4o x 10, terlihat jelas
bagian bagian dari tubulus seminiferus. Menurut Affitunissa(2014) tubulus seminiferus terdiri
dari 3 unsur utama yaitu tunika fibrosa, lamina basalis dan Epitel germinativum. Tubulus
seminiferus merupakan tempat terjadinya spermatogenesis. Pada bagian dekat dengan membran
basalis ditemukan spermatogonia. Spermatogonia berbentuk oval dengan ukuran yang agak
kecil, dan inti selnya berwarna kurang terang. Pada bagian yang lebih jauh dari membran basalis
ditemukan spermatosit I atau spermatosit primer yang memiliki ukuran paling besar diantara
yang lain, selain spermatosit preimer memiliki bentuk bulat, dengan warna inti yang kuat.
Dibagian mendekati lumen ditemukan spermatosit II atau spermatosit sekunder yang memiliki
ukuran setengah dari spermatosit I, memiliki bentuk bulat, warna inti lebih kuat. Di dekat lumen
terdapat spermatid yang berukuran kecil, berbentuk agak oval, dan warna inti kuat. Sedangkan
dibagian lumen ditemukan spermatozoa Serta demgan karakteristik spermatozoa
muda/spermatozoa yang telah matang tediri atas baggian kepala,bagian tengah dan bagian ekor
melekat secara bergerombol padas sel sertoli yangmelekat yng terdapat di dalam lumen. Sel
sertoli ini memiliki bentuk piramida, inti polimorf dan pucat, melekat pada lamina basalis,
sedangkan bagian ujungnya menjorok kedalam lumen tubulus seminiferus. Menurut
Affitunissa(2014) Sel-sel sertoli tersebut memiliki funsi sebagai berikut :

1. untuk mencegah bahan-bahan yang terdapat didalam darah masuk kedalam lumen
tubulus
2. Sel sertoli sebagai penyokong, pelindung dan pengatur yang sedang berkembang
3. Sel sertoli berperan untuk fagositosis.
4. Sel sertoli mengsekresikan kedalam tubulus seminiferus cairan yang mengalir ke arah
duktus genitalis dan digunakan untuk transport spermatozoa.
5. Sel sertoli adalah tempat kerja testosteron dan follicle stimulating hormon (FSH)
untuk mengontrol spermatogenesis.

Proses spematogenesisnya itu sendiri selain berlangsung dari dasar menujukelumen


tubulus seminiferus kemudian spermatogoniumnya mengalamiperbanyakan melalui
pembelahan secara mitosis beberapa kali menjadispermatogonia, tahap ini disebut
juga spermatogegesis. Selanjutnyaspermatogonia ini akan mengalami proses tumbuh
(pertambahan volume) menjadispermatosit primer (I). Kemudian spermatosit primer (I)
mengalami prosespematangan (maturiasi) yaitu mengalami pembelahan secara meiosis. Meiosis
Imenghasilkan spermatosit skunder (II), dilanjutkan dengan meiosis II menghasilkan
spermatid. Akhirnya spermatid mengalami spermatogegesis, yaitutransformasi menjadi bentok
seperti kecubung dan perlengkapan stuktur menjadispermatozoid (spermatozoia).

Affitunissa.2014.Bab 2 Tinjauan Pustaka.(online)


http://eprints.undip.ac.id/43707/2/Afifatunnisa_G2A009012_BAB_2.pdf

Setiawan. Fariz Eka. 2014. Testis. Online


http://eprints.undip.ac.id/44627/3/fariz_eka_setiawan_22010110120091_BAB_2.pdf

Panji.2014. PERBEDAAN FOLIKEL, KORPUS LUTEUM, DAN KORPUS ALBICAN


http://www.edubio.info/2014/11/perbedaan-folikel-korpus-luteum-dan.html

Bintang.2014.Anatomi Ovarium.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/42376/3/Chapter%20II.pdf

Ruwena, Anwar 2010. MORFOLOGI DAN FUNGSI OVARIUM.


http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/05/morfologi_dan_fungsi_ovarium.pdf
Elisa.2012.Perkembangan Hewan. (online),
(elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/24152/6648d922b256fbacafd3289de451e98c) diakses 31
Agustus 2016

Campbell, Neil A.Jane B Recce.Lawrence G Mitchel.1999.Biologi.(Online)


https://books.google.co.id/books?id=x9OOphMNmxwC&pg=PA162&dq=Tahap+oogenesis&hl
=id&sa=X&ved=0ahUKEwjB_bzJ9OvOAhUMOY8KHYeID_wQ6AEILjAE#v=onepage&q=T
ahap%20oogenesis&f=false