You are on page 1of 4

BAB II

PEMBAHASAN

1. Penegakan Diagnosis
Asma Akut Ringan pada Asma Persisten Ringan
CAP
Dispepsia
Obesitas
a. Anamnesis
Pasien mengeluh sesak sejak 2 hari sebelum masuk IGD RSMS. Keluhan sesak
dirasakan terus menerus sepanjang hari dan semakin berat sehingga mengganggu
aktivitas sehari-hari. Sesak semakin memberat terutama saat pasien beraktivitas dan
saat dingin pagi hari. Keluhan lainnya ialah muntah, nyeri kepala terutama di bagian
belakang kepala serta batuk berdahak. Keluhan sesak dirasa membaik biasanya
apabila pasien beristirahat dan mengkonsumsi obat asma, namun terakhir kali pasien
mendapat serangan asma, obat yang dikonsumsi tidak memberikan perbaikan,
sehingga mendorong pasien untuk datang berobat ke IGD RSMS.
Keluhan sesak merupakan manifestasi klinis yang diakibatkan oleh beberapa
faktor pencetus. Dari anamnesis, faktor pencetus serangan asma yang dapat digali dari
pasien ini ialah aktivitas yang membuat pasien terlalu lelah dan udara dingin. Selain
itu, ibu pasien juga memiliki riwayat asma serta alergi debu. Komponen komponen
yang merangsang manifestasi klinis yang terjadi pada pasien asma antara lain ialah
Histamin, Leukotrien, Sitokin, Prostaglandin D2, neutrofil, dll yang produksinya
dirangsang oleh Sel Mast, T Helper 2, Limfosit T, dll. Aktivasi Sel Mast dan T Helper
2 oleh berbagai faktor pencetus di saluran nafas akan merangsang produksi mediator
seperti histamin, leukotrien dan sitokin. Selain iu, Sel Mast juga memiliki efek
langsung yakni merangsang edema mukosa yang berdampak pada obstruksi jalan
nafas, mengaktivasi komplemen, memecah fibrinogen dan membentuk kinin (Kinin
secara langsung memiliki efek bronkokontriksi dan merangsang batuk). Histamin
memiliki efek kerja antara lain bronkokonstriksi, meningkatkan sekresi mukus, serta
eksudasi protein plasma. Leukotrien memiliki efek kerja yakni bronkokonstriksi,
meningkatkan sekresi mukus, eksudasi protein plasma, serta merangsang kontraksi
otot polos bronkus, sementara Sitokin akan memproduksi Interleukin 4 (IL-4) dan
Interleukin 5 (IL-5). IL-5 memiliki efek yang penting dalam manifestasi klinis pasien
asma. IL-5 memiliki beberapa efek yakni maturasi dan produksi granulosit, bersifat
kemotaktik bagi eosinofil, meningkatkan aktivitas eosinofil, mengaktivasi limfosit B
dan efek pada sumsum tulang. Pada sumsum tulang akan memicu aktivitas
diferensiasi dari eosinofil, eosinofil kemudian akan beredar dalam sirkulasi darah dan
akhirnya sampai di paru. Di paru, eosinofil memiliki 3 aktivitas utama yakni aktivasi,
adhesi dan kemotaksis komponen lain seperti eosinofil lainnya, sel mast, basofil,
limfosit T dan sel langerhans. Eosinofil yang teraktivasi akan mengeluarkan mediator
inflamasi seperti leukotrien, protein granul, Platelet Activating Factor (PAF),
Eosinofil Derived Neurotoksin (EDM), serta Mayor Basic Protein (MBP) dan radikal
bebas oksigen yang keduanya memicu kerusakan epitel dan edem mukosa. Kerusakan
epitel akan membuat ujung saraf lebih mudah tereksitasi sehingga merangsang saraf
aferen dan mengakibatkan bronkokonstriksi. Selain itu, Prostaglandin, bradikinin dan
histamin juga berperan pada terjadinya bronkokonstriksi. Selain sel mast, pada saluran
nafas juga terdapat makrofag yang diaktivasi oleh IgE Dependent Mechanism dan
melepaskan komponen-komponen seperti Tromboksan A2, Prostaglandin, Platelet
Activating Factor (PAF), leukotrien B4, Tumor Necroting Factor (TNF), IL-1, reaksi
komplemen dan radikal bebas oksigen. Komponen lainnya yang ikut berperan dalam
manifestasi klinis asma ialah IgE, IgE akan melepaskan mediator inflamasi seperti
histamin, leukotriens, kinin, prostaglandin dan endotelin (memiliki efek
bronkokonstriksi).
b. Pemeriksaan Fisik Pulmo
Inspeksi : Dinding dada simetris, ketinggalan gerak (-)
Perkusi : Sonor pada seluruh lapang paru
Palpasi : Apex: Vokal Fremitus kanan=kiri
Basal: Vokal Fremitus kanan=kiri
Auskultasi : Suara dasar vesikuler pada apex dan basal paru,
wheezing(-/-) ronkhi basah halus (-/-),
ronkhi basah kasar (-/-)
Hasil pemeriksaan fisik dalam status lokalis pulmo pada pasien ini tidak
didapatkan suara tambahan ronkhi basah kasar, ronkhi basah halus maupun wheezing
karena keadaan secara umum sudah membaik. Namun pada awal timbul gejala pasien
mengaku mendengar wheezing yang diakibatkan oleh obstruksi jalan nafas.
c. Pemeriksaaan Penunjang
Pada pasien ini dilakukan pemeriksaan radiologi foto rontgen thorax, dan
ditemukan adanya pelebaran sela iga.
Pada asma bronkial, pemeriksaan penunjang yang ada tidak selalu perlu
dilakukan untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan
pada pasien asma dan memiliki manfaat klinis adalah pemeriksaan faal paru dengan
menggunakan spirometri. Pada pemeriksaan spirometri, penilaian force expiration
volume in 1 second (FEV 1) dan force vital capacity (FVC) dapat menilai beratnya
asma disesuaikan dengan gejala klinis yang muncul. Manfaat spirometri dalam
diagnosis asma ialah menilai obstruksi jalan nafas yang diketahui dari nilai rasio FEV
1/FVC <75% atau penurunan FEV1 < 80% nilai prediksi, menilai reversibilitas, yaitu
perbaikan FEV1 15% secara spontan atau setelah inhalasi bronkodilator (uji
bronkodilator), atau setelah pemberian bronkodilator oral 10-14 hari, atau setelah
pemberian kortikosteroid (inhalasi/oral) 2 minggu, serta menilai derajat berat asma.
Pemeriksaan penunjang lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan
radiologis. Pemeriksaan radiologis dapat menyingkirkan penyebab penyakit yang lain,
dan dapat melihat gambaran emfisema dan bronkitis kronik. Pada emfisema akan
terlihat gambaran hiperinflasi, hiperlusen, sela iga melebar, diafragma mendatar, dan
jantung menggantung (jantung pendulum / tear drop / eye drop appearance). Pada
bronkitis kronik umumnya ditemukan gambaran corakan bronkovaskuler yang
meningkat.

2. Tindak Lanjut Penanganan Pasien


Tujuan tatalaksana Asma Bronkial adalah didasarkan pada pemahaman bahwa
Asma ialah gangguan kronik progresif dalam hal inflamasi kronik jalan nafas yang
menimbulkan hiperresponsif dan obstruksi jalan nafas yang bersifat episodik.
Penanganan pasien di rumah sakit yang perlu diketahui adalah sebagai berikut :