You are on page 1of 7

ANALISIS DAN EVALUASI HABITAT (ASPEK PAKAN) RUSA TOTOL (Axis axis,

Erxl 1788) DI HALAMAN ISTANA BOGOR


Ferri Agus ) (E34140006), Yusratul Aini1) (E34140033), Nilam Arita Putri1) (E34140060),
1

Hani Sabrina1) (E34140091)


1)
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan,
Institut Pertanian Bogor, 16610

ABSTRAK

Rusa totol (Axis axis) merupakan satwa liar yang dilindungi dan pengelolaannya ditangani
oleh Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan.
Istana Bogor merupakan salah satu habitat bagi Rusa totol yang hidup di taman Istana Bogor.
Area merumput merupakan salah satu faktor yang penting untuk mendukung
keberlangsungan Rusa totol yang ada. Salah satu cara untuk mengetahui daya dukung dari
area merumput sudah cukup atau tidak yaitu dengan cara analisis dan evaluasi habitat pakan
yang ada. Berdasarkan hasil, terdapat 13 jenis rumput yang berada di Istana Bogor, 8 jenis
diantaranya merupakan pakan dari Rusa totol. Jenis yang paling dominan ada di area
pengamatan adalah Axonopus compressus. Pengelolaan pakan rusa totol diberikan pakan
tambahan berupa puding yang terbuat dari ubi, gandung, dan garam.
Kata kunci : aspek pakan, analisis habitat pakan, Axis axis, Istana Bogor.

PENDAHULUAN kutub. Tiap jenis satwa mempunyai


kesukaan untuk memilih pakannya
Rusa totol (Axis axis) merupakan diantaranya rumput gajah, merupakan jenis
satwa liar yang dilindungi dan rumput yang mempunyai keunggulan
pengelolaannya ditangani oleh Direktorat antara lain produksinya tinggi, tingkat
Jenderal Pelestarian Hutan dan Konservasi pertumbuhannya tinggi, disukai oleh
Alam, Departemen Kehutanan (Hartanto ternak dan nilai gizinya juga tinggi
2008). Rusa totol di halaman Istana Bogor (Bogdan, 1977). Rusa merupakan hewan
merupakan rusa totol yang didatangkan ruminansia yang memiliki cara makan
dari India pada tahun 1811 (Majalah grazzing yaitu makan rumput di padang
Trubus 1996). Rata-rata pertumbuhan rumput dan browsing yaitu makan daun-
populasi tahun 1991/92 sampai 1999/2000 daunan semak di hutan, biji-bijian dan
adalah 59 ekor per tahun (105%) dengan jamur yang tumbuh di bawah pohon
peningkatan kepadatan populasi 2,95 (Hartanto 2008). Menurut Garsetiasih dan
ekor/ha (Fajri 2000). Perkembangbiakan Takandjandji (2007), jumlah pakan yang
rusa totol yang begitu pesat perlu dibutuhkan oleh satwa ruminansia adalah
diimbangi dengan habitat yang dapat 10% dari berat tubuhnya.
mendukung jumlah populasi tersebut. Praktikum ini bertujuan untuk
Sehingga diperlukan pengelolaan agar menganalisa jenis pakan rusa serta
populasi rusa totol di halaman Istana pengelolaannya di halaman Istana Bogor
Bogor dapat menjadi populasi yang sehat. dan mengevaluasi daya dukung pakan
Pakan merupakan komponen habitat untuk Rusa Totol di halaman Istana Bogor.
yang paling nyata. Serupa dengan hewan
lainnya, rusa memerlukan pakan yang METODE
cukup, baik jumlah maupun mutu Metode yang digunakan dalam
(Garsetiasih et al. 2003). Ketersediaan praktikum analisis pengelolaan aspek
pakan berhubungan erat dengan perubahan pakan adalah pembuatan petak sebanyak
musim terutama di daerah temperate dan
empat plot dengan ukuran 10x10 meter kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi
untuk menetukan data penutupan lahan, relatif dan indeks nilai penting, nilai
kemudian dilanjutkan dengan pembuatan produktivitas tidak dapat dilakukan
plot berukuran 2x2 meter didalam masing- penghitungan karena data berat hanya
masing plot berukuran 10x10 meter untuk diambil satu kali saja. Berikut rumus yang
menetukan jenis-jenis rumput yang digunakan untuk menghitung nilai
merupakan pakan rusa dan produktivitas tersebut:
pakan rusa.
K : Jumlah individu x/luas total plot
Data penutupan lahan diperoleh
pengamatan(individu/ha)
dengan melakukan penginjakan di area
berukuran 10x10 meter dan diperiksa KR : Nilai K individu x/ Nilai K*100
keadaan di bawah injakan tersebut apakah
merupakan pakan atau bukan pakan rusa, F : Jumlah plot ditemukan jenis
data produktivitas rumput diperoleh x/jumlah seluruh plot pengamatan
dengan memotong rumput yang terdapat FR : Nilai F individu x/ Nilai F*100
dalam plot 2x2 meter. Data jenis rumput
dan potensi rumput yang terdapat pada INP : Penjumlahan nilai KR dan FR
lokasi praktikum dilakukan pada plot
berukuran 10 x 10 meter dengan
mengidentifikasi jenis-jenis rumput apa HASIL
saja yang berada pada plot tersebut dan Istana Bogor memiliki luas sekitar
dilakukan pengamatan jenis pakan dan 28,86 Ha. Berbagai jenis tumbuhan
yang paling disukai oleh rusa totol dengan tumbuh didalam Istana Bogor.
melihat banyaknya bekas gigitan yang Berdasarkan hasil praktikum yang
terdapat pada jenis rumput. dilakukan, terdapat 13 jenis tumbuhan
Alat Dan Bahan dengan total luas plot keseluruhan yaitu
Alat yang digunakan dalam 0,28 ha. Jenis yang memiliki jumlah
praktikum analisis pengelolaan aspek individu tertinggi yaitu Axonopus
pakan antra lain: patok, sekop, timbangan, compressus atau dengan nama lokal yaitu
gunting, plastik spesimen, tali tambang, rumput pait. Axonopus compressus
tali plastik, pita ukur, pita jahit, dan buku merupakan jenis dengan nilai INP tertinggi
panduan lapang jenis-jenis rumput. diantara jenis lain yaitu 70,90. Rusa
merupakan jenis yang menyukai tumbuhan
Analisis Data bawah terkhusus hijauan berdaun lunak,
Analisis data yang dilakukan dalam basah, serta muda seperti daun legum/
praktikum analisis pengelolaan aspek kacang- kacangan dan rumput-rumputan (
pakan adalah perhitungan nilai kerapatan, Wirdateti et al. 2005).
Tabel 1 Jenis rumput yang terdapat di Istana Bogor

Jumlah
Nama Jenis K KR F FR INP
Individu
Lindernia crustacea 175 6,25 2,58761 0,39286 9,90991 12,4975
Axonopus compressus 3333 119,036 49,2829 0,85714 21,6216 70,9045
Chrysopogon
1432 51,1429 21,174 0,85714 21,6216 42,7957
aciculatus
Eleusine indica 632 22,5714 9,34497 0,39286 9,90991 19,2549
Tabel 1 Jenis rumput yang terdapat di Istana Bogor (Lanjutan)
Jumlah
Nama Jenis K KR F FR INP
Individu
Oxalis corniculata 178 6,35714 2,63197 0,35714 9,00901 11,641
Hydrocotyle
44 1,57143 0,6506 0,14286 3,6036 4,2542
sibthorpioides
Ficus benjamina 1 0,03571 0,01479 0,03571 0,9009 0,91569
Zoysia japonica 279 9,96429 4,12539 0,42857 10,8108 14,9362
Selaginella ciliaris 47 1,67857 0,69496 0,14286 3,6036 4,29856
Zoysia matrella 10 0,35714 0,14786 0,03571 0,9009 1,04876
Cyperus rotundus 254 9,07143 3,75573 0,14286 3,6036 7,35933
Centella asiatica 13 0,46429 0,19222 0,03571 0,9009 1,09312
Cenchrus purpureus 365 13,0357 5,39701 0,14286 3,6036 9,00062
Total 6763 241,536 100 3,96429 100 200

Tabel 2 Jenis rumput dan rumput pakan pada Istana Bogor


Jenis rumput Famili Pakan Bukan pakan
Lindernia crustacea Linderniaceae
Axonopus compressus** Poaceae
Chrysopogon aciculatus** Poaceae
Eleusine indica Poaceae
Hydrocotyle sibthorpioides Araliaceae
Oxalis corniculata Oxalidaceae
Ficus benjamina Moraceae *
Zoysia japonica Poaceae
Selaginella ciliaris Selaginellaceae
Cyperus rotundus Poaceae
Centella asiatica Apiaceae
Cenchrus purpureus Poaceae
Zoysia matrella** Poaceae
*:jenis berikut bukan rumput, tetapi buahnya merupakan pakan rusa totol(Rai 2001).
**:jenis-jenis yang disukai oleh rusa totol(Garsetiasih dan Herlina 2005).
Tutupan lahan di Istana Bogor terdiri dari rumput. Penutupan lahan sendiri juga
rumput, akar pohon, tanah, serta kotoran berhubungan dengan tingkat produtivitas
dari rusa totol. Pada praktikum kali ini hijauan yang ada di Istana Bogor ini.
tutupan lahan yang paling mendominansi Bedasarkan hasil yang didapat, berat basah
adalah rumput. Hal ini dikarenakan yang hijauan tertinggi yaitu 71,25 gram.
menjadi sumber pakan utama adalah
Tabel 3 Tingkat tutupan lahan di Halaman Istana Bogor

Jenis Pakan/bukan Jumlah

Rumput pakan 2478


Tanah bukan 165
Akar pohon bukan 10
Kotoran bukan 17
Tidak ada bukan 8
Pohon bukan 1

Tabel 4 Massa rumput jenis pakan Rusa Totol yang ada di Halaman Istana Bogor

Plot Berat (gr)


1 37,5714
2 48,5429
3 37,8286
4 53,9286
Pengelola Istana Bogor untuk
memperindah Taman Istana Bogor pada
Berdasarkan hasil wawancara
tahun 1811 pada masa Pemerintahan
dengan pengelola terkait pengelolaan
Inggris (Trubus 1996 dalam Garsetiasih
pakan Rusa Totol yaitu rusa diberikan
dan Herlina 2005). Rusa totol dapat hidup
pakan tambahan berupa puding yaitu
pada habitat yang beragam, tetapi
berupa ubi cacah, gandung dan garam.
menghindari kawasan yang terlalu ekstrim
Pemberian pakan tambahan dilakukan
seperti hutan yang terlalu lebat dan juga
selama 5 bulan pada bulan kemarau.
gurun. Hutan dengan daun lebar dan
Selama bulan penghujan, rusa diberikan
lembab dengan semak dan rereumputan
pakan alami yaitu seperti rumput, serasah
merupakan habitat yang optimal untuk
daun, dan akar gantung. Pemberian pakan
rusa totol (Raman 2013 dalam IUCN Red
tambahin ini dilakukan setiap paagi dan
list).
sore dengan pembagian pakan untuk ubi
berada pada satu titik, dan untuk tambahan
Jenis Rumput dan Rumput Pakan di
pakan berupa garam, dibagikan pada 4 titik
Istana Bogor
besar yang diduga menjadi tempat koloni
Keberadaan rusa totol di Taman
dari Rusa Totol yang ada di Istana Bogor. Istana Bogor pakan ditopang oleh adanya
Pemberian pakan tambahan berupa ubi rerumputan yang ditanam seluas 28
pada Rusa Totol dikarenakan ubi hektare, pada praktikum analisis
merupakan makanan favorit dan berkhasiat pengelolaan aspek pakan diperoleh
bagi daya tahan tubuh, kesuburan betina, sebanyak tiga belas jenis tumbuhan, yakni
dan menghilangkan cacing pada rusa. Lindernia crustacea, Axonopus
compressus, Chrysopogon aciculatus,
PEMBAHASAN Eleusine indica, Hydrocotyle
Rusa totol (Axis axis) merupakan sibthorpioides, Oxalis corniculata, Zoysia
rusa yang penyebaran aslinya meliputi japonica, Selaginella ciliaris, Cyperus
daerah Asia Barat, Bangladesh, Bhutan, rotundus, Centella asiatica, Cenchrus
India dan Sri Lanka. Keberadaan rusa totol purpureus,dan Zoysia matrella, sedangkan
di Taman Istana Bogor merupakan inisiatif Ficus benjamina bukan merupakan
rumput namun menurut Rai(2001) dan disekitar area lahan mendapatkan suplai air
penuturan pengelola Taman Istana Bogor yang baik, area merumput yang jarang
buahnya merupakan pakan rusa totol. Pada ditutupi pepohonan sehingga cahaya
waktu merumput rusa akan lebih dahulu matahari yang didapatkan menjadi cukup
memilih hijauan paling disukai di sekitar juga menjadi faktor lain yang membuat
areal teritori sampai batas tertentu, lalu pertumbuhan rumput baik di halaman
akan kembali ke tempat semula memilih
Istana Bogor.
jenis hijaun lainnya. Rusa lebih menyukai
Selain jenis rumput, terdapat
hijauan berdaun lunak, basah, serta muda
seperti daun legum/ kacang- kacangan dan pepohonan juga yang tumbuh di halaman
rumput-rumputan ( Wirdateti et al. 2005). istana bogor diantaranya beringin (Ficus
Menurut Rai(2001), rusa totol benjamina), karet kebo (Ficus elastica), ki
mengkonsumsi hampir seluruh rumput dari hujan (Samanea saman) dan mahoni
famili Poaceae yang tepian daunnya tidak (Swietenia mahagoni). Vegetasi pohon ini
terlalu tajam, jenis-jenis rumput yang memiliki luas tutupan lahan yang besar,
menjadi pakan rusa totol di Taman Istana dan merupakan komponen ruang hidup
Bogor antara lain Axonopus compressus, yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan
Chrysopogon aciculatus, Eleusine indica, rusa, terutama apabila dilihat fungsinya
Zoysia japonica, Cyperus rotundus, sebagai pelindung (cover) bagi rusa
Cenchrus purpureus, dan Zoysia matrella, (Witjaksono et al, 1986).
seluruhnya merupakan anggota dari Famili
Poaceae.
Menurut Garsetiasih dan Herlina Produktivitas
(2005), rumput yang paling banyak bekas Produktivitas hijauan pada
gigitannya merupakan rumput yang praktikum kali ini tidak dapat dilakukan,
digemari oleh rusa totol, jenis yang karena pengambilan data yang hanya dapat
digemari oleh rusa totol antara lain dilakukan sekali. Produktivitas hijauan
Axonopus compressus, Chrysopogon bisa didapatkan dengan cara memotong
aciculatus, dan Zoysia matrella. Di antara seluruh rumput pada plot ukuran 20x20
rumput paitan tersebut terdapat juga cm, lalu menimbang bobot basah dari
keberadaan rumput teki yang tumbuh rumput. Setelah satu minggu kemudian,
secara liar. Pakan merupakan faktor lalu dilakukan kembali hal yang sama dan
penting untuk pertumbuhan dan dilakukan perbandingan antara hasil
perkembangan satwa (Jacoeb dan timbangan pertama dan kedua. Menurut
Wiryosuhanto 1994). Pakan rusa harus Garsetiasih dan Herlina (2005), jika
mencukupi nilai gizi yang dibutuhkan agar dihitung berdasarkan produktivitas hijauan
memenuhi kesejahteraan satwa. pakan, Istana Bogor hanya dapat
menampung rusa totol 8-13 individu/ha.
Produktivitas hijauan sangat
Penutupan Lahan
Kondisi tutupan lahan pada berpengaruh terhadap ketersediaan pakan
halaman istana bogor yaitu didominasi yang ada. Bedasarkan hasil perhitungan
oleh rumput. Berdasarkan plot pengamatan hijauan pakan untuk keseluruhan plot yang
didapatkan hasil bahwa tutupan halaman dilakukan, didapatkan berat basah tertinggi
istana bogor sebagai tempat merumput yaitu sebesar 71,25 gram. Produktivitas
rusa totol didominansi oleh rumput, pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor,
tutupan lahan yang terdapat di Istana bogor salah satunya adalah intensitas cahaya
dapat dilihat pada tabel 3. Area merumput yang cukup. Menurut Kwatrina et al
memiliki kondisi yang baik dikarenakan (2011), produktivitas pakan yang tinggi
dipengaruhi oleh tingkat cahaya yang adalah rumput ki pait dan rumput gajah.
terdapat pada areal pengamatan, areal yang Rumput gajah baik sebagai bahan silase
cukup terbuka sangat mendukung dan sebagai rumput potongan, asal
pertumbuhan hijauan pakan. Sebaliknya, pertumbuhannya bisa dipertahankan
lokasi yang ternaungi kurang mendukung pendek-pendek. Selain itu rumput gajah
pertumbuhan hijauan yang ada. juga memiliki nilai gizi yang cukup tinggi.
Oleh karena itu hijauan ini sangat baik
Pengelolaan Pakan untuk dibudidayakan di padang rumput
Menurut hasil wawancara dengan untuk mencukupi kebutuhan pakan hijauan
pengelola, rusa totol di Istana Bogor (Hartanto 2008).
diketahui bahwa jumlah ideal rusa totol Pengelolaan pakan rusa totol di
yang dapat didukung oleh habitat adalah Istana Bogor sudah baik. Namun
300 ekor. Namun faktanya terdapat sekitar berdasarkan hasil pengamatan di lokasi
500 ekor rusa totol di Istana Bogor. Hal ini praktikum, sebagian besar rusa totol dalam
secara langsung menunjukkan bahwa keadaan kurus. Hal ini dikarenakan
jumlah pakan yang dibutuhkan oleh rusa kendala yang dihadapi oleh pengelola
totol tidak mencukupi. Sehingga pengelola yaitu tingginya tingkat perkembangbiakan
memberikan pakan rusa tambahan berupa rusa totol hingga melebihi daya dukung
ekstra puding yang terdiri dari ubi cacah, habitatnya. Hal ini menyebabkan
gandum, dan garam. Garam diberikan pemberian pakan tambahan berupa ekstra
kepada rusa totol sebagai tambahan nutrisi puding menjadi penting dan perlu
berupa mineral dan menggatikan peran ditambah sesuai pertambahan populasinya.
menjilati tulang dan ranggah yang Sehingga pengelola berencana untuk
biasanya dilakukan oleh rusa totol di alam memberikan ekstra puding pada rusa totol
(IUCN Red list). di Istana Bogor sepanjang tahun.
Ekstra puding diberikan selama
musim kemarau atau sekitar bulan Juni SIMPULAN
hingga November. Ekstra puding diberikan Jenis tumbuhan yang ditemukan di
pada pagi dan sore hari. Secara teknis Istana Bogor yaitu sebanyak 13 jenis,
pemberian ekstra puding dilakukan dengan dengan 8 jenis diantaranya merupakan
pemberian ubi cacah di satu titik, dan pakan dari Rusa totol. Jenis yang
garam pada empat titik. Proses pencacahan mendominansi yaitu jenis Axonopus
pada ubi sebagai komposisi ekstra puding compressus dengan nilai inp yaitu 70,9.
dilakukan untuk mempermudah rusa dalam Produktivitas hijauan yang ada di Istana
mengkonsumsi umbi ketela (Semiadi dan Bogor tidak dapat dihitung dikarenakan
Nugraha 2004). Pengelola memberikan ubi keterbatasan izin pengambilan data
sebagai pakan rusa totol karena ubi kembali di lokasi. Tutupan lahan yang ada
merupakan salah satu jenis pakan didominansi oleh rumput. Pengelolaan
kesukaan rusa totol. Selain itu ubi juga pakan rusa totol diberikan pakan tambahan
berkhasiat sebagai daya tahan tubuh, berupa puding yang terbuat dari ubi,
mencegah penyakit, menghilangkan gandung, dan garam.
cacing, dan menyuburkan betina.
Sedangkan pada musim penghujan
diberikan pakan alami seperti rumput,
serasah daun, dan akar gantung. Jenis
rumput yang diberikan sebagai pakan
DAFTAR PUSTAKA http://www.iucnredlist.org/details/41
783/0 (2017 November 06).
Bogdan VA. 1997. Tropical Pasture and Jacoeb NT & SD Wiryosuhanto. 1994.
Fodder Plants Grasses and Legume. Prospek Budidaya Ternak Rusa.
New York (US): Longman Inc. Yogyakarta (ID):
Garsetiasih R, Heriyanto NM, Atmajaya J. Penerbit Kanisius
2003. Pemanfaatan dedak padi Kwatrina R T, Takandjandji M, Bismark
sebagai pakan tambahan rusa. M. 2011. Persediaan Tumbuhan Pakan dan
Buletin Plasma Nutfah. 9:2. Daya Dukung Habitat Rusa timorensis
Garsetiasih R dan Herlina N. 2005. Blainville, 1822 di Kawasan Hutan
Evaluasi plasma nutfah rusa totol (Axis Penelitian Dramaga. Buletin Plasma
axis) di halaman Nutfah. 17:2
Istana Bogor. Dalam: Jurnal Buletin Rai R. 2001. Feasibility study and
Plasma Nutfah 11(1): 34-40. economic analysis of spotted deer (Axis
Garsetiasih R, Takandjandji. 2007. Model axis) farming in
Penangkaran Rusa. Jakarta (ID): Nepal.[skripsi]. Hetauda(NP):
Dephut. Institute of Forestry, Tribhuvan
Hartanto I. 2008. Komposisi botani pakan University.
Rusa Timor (Cervus timorensis) di Semiadi G, Nugraha RTP. 2004. Panduan
penangkaran Rusa Timor Desa Pemeliharaan Rusa Tropis. Bogor
Sumberingin Kab. Blitar [skripsi]. (ID): LIPI
Malang (ID): Universitas Brawijaya. Trubus. 1996. Rusa Istana Negara Bogor.
IUCN. 2015. Axis axis assesement. IUCN Majalah (ed) No 321 Th XXVII.
Redlist website. Agustus 1, 1996, Jakarta. P: 84-86.