You are on page 1of 1

A.

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN


Pengukuran kadar kolesterol dilakukan menggunakan metode CHOD-PAP. Serum
merupakan darah yang telah dipisahkan dari sel-sel darah merah dan zat-zat koagulan
serta biasanya berwarna kuning pucat. Larutan reagen merupakan campuran dari
beberapa enzim yang dapat mengubah kolesterol menjadi suatu senyawa berwarna
sehingga dapat dideteksi oleh fotometer.
Prinsip reaksi pada praktikum ini adalah menentukan kadar kolesterol serum setelah
penguraian kolesterol dan esternya dengan reaksi oksidasi dan hidrolisis. Quinoneimine
menjadi indicator reaksi kolorimetri, yang terbentuk dari 4-aminoantipyrine dan phenol
pada reaksi hidrogenperoksida yang dikatalisis oleh enzim peroksidase.

+ > +


+ > 3 +


+ + > + 4

Dari praktikum yang telah dilakukan, kami mendapatkan hasil kolesterol serum
sebesar 1475,76 mg/dL ( tidak menggunakan rumus karena diuji dengan spektofotometer
otomatis). Hasil ini menunjukan bahwa sampel yang diuji memiliki kadar kolesterol yang
berisiko sangat tinggi. Kadarkolesterol yang sangat tinggi tersebut dapat timbul
dikarenakan serum yang telah digunakan sebanyak dua kali sehingga serum tersebut
telah tercampur lagi dengan eritrosit. Faktor lain yang mempengaruhi adalah
pengambilan serum dan enzim yang tidak akurat jumlahnya dan juga waktu inkubasi
yang lebih lama dari seharusnya (tidak segera dibaca absorbansinya). Inkubasi berguna
memberikan waktu untuk larutan bereaksi. Waktu inkubasi yang terlalu lama dapa
tmeningkatkan nilaiabsorbansi yang berdampak pada tingginya kadar kolesterol. Selain
itu, inkubasi yang dilakukan pada suhu ruangan memungkinkan adanya perbedaan suhu
pada praktikum shift 1, shift 2, dan shift 3 sehingga hasil yang didapat juga berbeda.