You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA

DENGAN OSTEOARTHRITIS
Untuk memenuhi tugas keperawatan gerontik

Disusun Oleh : KELOMPOK V1


1. Sri mulyati (04.05.1177)
2. Tutik Lamini (04.05.1179)
3. Luthfiani hidayah (04.05.1189)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2008
BAB I
LAPORAN PENDAHULUAN

A. DEFINISI
Osteoartritis disebut juga penyakit sendi degeneratif atau arthritis
hipertropi. Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang
berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis ditandai
dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi, dan hambatan gerak-gerak pada
sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban. Sering kali berhubungan
dengan trauma atau mikrotrauma yang berulang ulang, obesitas, stress oleh
beban tubuh, dan penyakit-penyakit sendi lainnya.
Osteoartritis adalah penyakit peradangan sendi yang sering muncul pada usia
lanjut. Jarang dijumpai pada usia dibawah 40 tahun dan lebih sering dijumpai
pada usia diatas 60 tahun.

B. ETIOLOGI
Etiologi penyakit ini tidak diketahui dengan pasti ada beberapa faktor
resiko yaitu :

Umur/usia

Dari semua faktor resiko untuk timbulnya Osteo Artritis, faktor ketuaan
adalah faktor terkuat prevalensi dan beratnya Osteo Artritis semakin
meningkat dengan bertambahnya umur terutama pada usia lebih dari 40 tahun.

Jenis kelamin

Wanita lebih sering terkena Osteo Artritis lutut dan Osteo Artritis
banyaki sendi dan laki-laki lebih sering terkena Osteo Artritis paha,
pergelangan tangan dan leher secara keseluruhan di bawah 45 tahun
prevalensi Osteo Artritis kurang lebih sama pada laki-laki dan wanita. Tetapi
diatas 50 tahun (setelah menopause) frekuensi Osteo Artritis lebih banyak
pada wanita.
Suku bangsa

Osteo Artritis paha lebih jarang diantara orang-orang kulit hitam dan
asia daripada luar asia hal ini mungkin berkaitan dengan perbedaan cara hidup
maupun perbedaan frekuensi kelainan konginetal dan pertumbuhan.

Genetik

Faktor herediter juga berperan pada timbulnya Osteo Artritis, misalnya


pada ibu dan seorang wanita dengan Osteo Artritis pada sendi-sendi inter
falang distal (nodus+ lebarden) terdapat 2 kali lebih sering Osteo Artritis pada
sendi-sendi tersebut dan anak-anaknya perempuan cenderung mempunyai 3
kali lebih sering.

Kegemukan dan penyakit metabolik

Berat badan yang berlebih nyata berkaitan dengan meningkatnya rsiko


untuk timbulnya Osteo Artritis baik pada wanita maupun pada pria. Faktor
metabolik dan hormonal pada kaitan antara Osteo Artritis dan kegemukan juga
disokong oleh adanya kaitan antara Osteo Artritis dengan penyakit jantung
koroner, diabetes mellitus dan hipertensi.

Cedera sendi, pekerjaan dan olahraga

Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus


menerus (misalnya tukang pahat, pemetik kapas) berkaitan dengan
peningkatan Osteo Artritis tertentu, demikian juga cedera sendi dan olah raga
yang sering menimbulkan cedera sendi berkaitan dengan resiko Osteo Artritis
yang lebih tinggi.

Kelainan pertumbuhan

Kelainan konginetal dan pertumbuhan paha (misalnya penyakit perthes


dan dislokasi konginetal paha) telah dikaitkan dengan timbulnya Osteo Artritis
paha pada usia muda.
Kepadatan tulang

Tingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko


timbulnya Osteo Artritis. Hal ini mungkin timbul karena mungkin tulang yang
lebih padat (keras) tak membantu mengurangi getaran beban yang diterima
oleh tulang rawan sendi akibatnya tulang rawan sendi menjadi lebih mudah
robek

C. MANIFESTASI KLINIS

Nyeri sendi

Keluhan ni merupakan keluhan utama, nyeri biasanya bertambah dengan


gerakan dan sedikit berkurang dengan istirahat.

Hambatan gerak sendi

Ganguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan-pelan sejalan


dengan bertambahnya nyeri.

Kaku pagi

Pada beberapa pasien nyeri atau kaku sendi dapat timbul setelah imobilisasi.
Seperti duduk dikursi atau mobil dalam waktu yang cukup lama bahkan
setelah bangun tidur.

Krepitasi

Rasa gemeretak (kadang-kadang dapat terdengar) pada sendi yang sakit.

Pembesaran sendi (deformitas)

Pasien mungkin menunjukkan salah satu sendinya (seringkali dilihat dilutut


atau tangan) secara pelan-pelan membesar.

Perubahan berjalan

Gejala ini juga merupakan gejala yang menyusahkan pasien, hampir semua
pasien Osteo Artritis pergelangan kaki, tumit, lutut, atau panggul berkembang
menjadi panjang.
Anatomi Sendi

Sendi secara sederhana merupakan pertemuan antara dua tulang atau lebih.
Sendi memberikan adanya segmentasi pada rangka manusia dan memberikan
kemungkinan variasi. Pergerakan diantara segmen-segmen serta kemungkinan
permukaan sendi sehingga apabila ada kelainan/penyakit pada sendi maka akan
memberikan ganguan pergerakan.

Klasifikasi dan jenis sendi

a. Sindesmosis

Sendesmosis adalah sendi dimana alat tulang hanya ditutupi oleh jaringan
fibrosa.

b. Sinkondrosis

Sinkondrosis sendi dimana kedua tulang ditutupi oleh tulang rawan lempeng
epifisis merupakan suatu sinticarosis yang bersifat sementara yang
menghubungkan antara epifisis dan metafisis dan memberikan kemungkinan
pertumbuhan memanjang pada tulang.

c. Sinartosis

Bila sendi mengalami oblitrasi dan terjadi penyambungan antara keduanya


maka keadaan ini disebut sinartosis.

d. Simfisis

Simfisis adalah suatu jenis persendian dimana kedua permukaannya ditutupi


oleh tulang rawan

1) Sendi putar, bongkol sendi tepat masuk kedalam mangkok sendi yang dapat
memberikan seluruh arah misalnya sendi panggul dan sendi peluru yang
terdapat di bahu.

2) Sendi engsel. Satu permukaan bundar diterima oleh yang lain sedemikian
rupa sehingga gerakannya hanya satu bidang dan dua arah misalnya sendi
siku dan sendi lutut.
3) Sendi kordiloid. Seperti sendi engsel tetapi dapat bergerak dalam 2 bidang
dan empat arah laterl, kedepan dan kebelakang. Fleksi, ekstensi, abduksi
dan adduksi misalnya pergelangan tangan.

4) Sendi berporos atau sendi putar pergerakan sendi memutar seperti


pergerakan kepala sendi dimana atlas berbentuk cicin berputar sidekitar
prosesus odontoid contoh lain gerakan radius disekitar ulna pronasi dan
sipinasi

5) Sendi plana atau sendi timbal balik, misalnya sendi rahang dan tulang
metacarpalia pertama (pergelangan tangan ) yang dapat memberikan
banyak kebebasan untuk bergerak, ibu jari dapat berhadapan dengan jari
lainnya.

D. PATOFISIOLOGI

Pada osteoartritis terjadi perubahan-perubahan metabolisme tulang rawan


sendi. Perubahan tersebut berupa peningkatan aktivitas enzim-enzim yang
merusak makromolekul matriks tulang rawan sendi, disertai penurunan sintesis
proteoglikan dan kolagen. Hal ini menyebabkan penurunan kadar proteoglikan,
perubahan sifat-sifat kolagen dan berkurangnya kadar air tulang rawan sendi.(7)
Pada proses degenerasi dari kartilago artikular menghasilkan suatu subtansi atau
zat yang dapat menimbulkan suatu reaksi inflamasi yang merangsang makrofag
untuk menghasilkan IL-1 yang akan meningkatkan enzim proteolitik untuk
degradasi matriks ekstraseluler. Gambaran utama pada osteoarthritis adalah:
1. Destruksi kartilago yang progresif
2. terbentuknya kista subartikular
3. Sklerosis yang mengelilingi tulang
4. terbentuknya osteofit
5. adanya fibrosis kapsul
Perubahan dari proteoglikan menyebabkan tingginya resistensi dari tulang
rawan untuk menahan kekuatan tekanan dari sendi dan pengaruh-pengaruh yang
lain yang merupakan efek dari tekanan. Penurunan kekuatan dari tulang rawan
disertai oleh perubahan yang tidak sesuai dari kolagen. Pada level teratas dari
tempat degradasi kolagen, memberikan tekanan yang berlebihan pada serabut
saraf dan tentu saja menimbulkan kerusakan mekanik. Kondrosit sendiri akan
mengalami kerusakan. Selanjutnya akan terjadi perubahan komposisi molekuler
dan matriks rawan sendi, yang diikuti oleh kelainan fungsi matriks rawan sendi.
Melalui mikroskop terlihat permukaan tulang rawan mengalami fibrilasi dan
berlapis-lapis. Hilangnya tulang rawan akan menyebabkan penyempitan rongga
sendi.
Pada tepi sendi akan timbul respons terhadap tulang rawan yang rusak
dengan pembentukan osteofit. Pembentukan tulang baru (osteofit) dianggap suatu
usaha untuk memperbaiki dan membentuk kembali persendian. Dengan
menambah luas permukaan sendi yang dapat menerima beban, osteofit diharapkan
dapat memperbaiki perubahan-perubahan awal tulang rawan sendi pada
osteoartritis. Lesi akan meluas dari pinggir sendi sepanjang garis permukaan
sendi.
Adanya pengikisan yang progresif menyebabkan tulang dibawahnya juga
ikut terlibat. Hilangnya tulang-tulang tersebut merupakan usaha untuk melindungi
permukaan yang tidak terkena. Namun ternyata peningkatan tekanan yang terjadi
melebihi kekuatan biomekanik tulang. Sehingga tulang subkondral merespon
dengan meningkatkan selularitas dan invasi vaskular, akibatnya tulang menjadi
tebal dan padat (eburnasi). Pada akhirnya rawan sendi menjadi aus, rusak dan
menimbulkan gejala-gejala osteoartritis seperti nyeri sendi, kaku dan deformitas.
Melihat adanya proses kerusakan dan proses perbaikan yang sekaligus terjadi,
maka osteoartritis dapat dianggap sebagai kegagalan sendi yang progressif.

E. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan laboratorium

Darah tepi

- Hemoglobin
- Leukosit

- LED

Pemeriksaan Radiografi

a. Radiografi

Gambaran radigrafi sendi yang menyokong diagnosis Osteo Artritis


ialah :

1) Penyempitan celah sendi yang sering kali asimetris (lebih berat pada
bagian yang menanggung beban)

2) Peningkatan densitas (skletosis) tulang sub kondral

3) Kista tulang

4) Osteofit pada pinggir sendi

5) Perubahan struktur anatomi sendi

b. MRI dan Mielografi

Pemeriksaan ini mungkin juga diperlukan pada pasien dengan Osteo


Artritis tulang belakang untuk menetapkan sebab-sebab gejala dan
keluhan-keluhan kompresi radikular atau medulla spinalis.

c. Artroskopi dan artrografi

F. PENATALAKSANAAN

a. Medikomentosa

Tidak ada pengobatan medikomentosa spesifik, hanya bersifat simtomatik,


obat anti inflamasi non steroid (OAINS) bekerja hanya sebagai analgesik dan
mengurangi peradangan, tidak mampu menghentikan proses patologis.

1) Analgesik yang dapat dipakai adalah asetaminopen dosis 2,6 4,9/hari atau
profoksifen kkl. Asam salisilat juga cukup efektif namun perhatikan efek
samping pada saluran cerna dalam ginjal.
2) Jika tidak berpengaruh atau jika terdapat tanda-tanda peradangan maka
OAINS seperti fenoprofin, piroksikani, ibuproken, dan sebagainya dapat
digunakan dosis untuk osteoartritis biasanya 1/2-1/3 dosis penuh untuk

b. Perundungan Sendi

Osteo Artritis mungkin timbul atau diperkuat mungkin karena


mekanisme tubuh yang kurang baik koreksi terhadap postur yang buruk dan
penyangga (korset) untuk lordosis lumbak yang berlebihan mungkin
membantu.

Pemakaian tongkat, alat-alat listrik yang dapat memperingan kerja sendi


juga perlu diperhatikan.

c. Diet

Diet untuk menurunkan berat badan pasien Osteo Artritis yang gemuk
harus menjadi program utama pengobatan.

d. Dukungan psikosial

e. Persoalan seksual

Ganguan seksual dapat dijumai pada pasien Osteo Artritis terutama pada
tulang belakang, paha dan lutut, seringkali diskusi mengenai hal ini pasien
enggan mengutarakannya.

f. Fisiotherapi

Fisioterapi berperan penting pada penatalaksanaan Osteo Artritis yang


meliputi pemakaian panas dan dingin dan program pelatihan yang tepat
pemakaian panas yang sedang diberikan sebelum latihan untuk mengurangi
rasa sakit/nyeri dan kekakuan.

Latihan isometric lebih baik daripada isotonic karena mengurangi


tegangan pada sendi.
g. Operasi

Operasi perlu dipertimbangkan pada pasien Osteo Artritis dengan


kerusakan sendi yang nyata dengan nyeri yang menetap dan kelemahan fungsi

- Osteotomi : untuk mengoreksi ketidaklulusan atau ketidaksuaian

- Debridemen sendi : menghilangkan fragmen tulang rawan sendi


BAB II

PROSES KEPERAWATAN

A Konsep Dasar Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian

a. Anamnesa

- Data biografi : nama, umur, jenis kelamin, alamat dan lain-lain

- Riwayat keperawatan : riwayat kesehatan saat ini, masa lalu, riwayat


kesehatan keluarga

- Pola kebiasaan saat ini dan sebelumnya

b. Pemeriksaan fisik

Adakah tanda-tanda penyakit sistemik (misalnya demam, penurunan berat


badan)?

Periksa sendi yang terkena untuk deformitas, nyeri tekan,krepitus, kisaran


gerak berkurang dan gangguan fungsional. Keterlibatan sendi biasanya
simetris.

Periksa secara khusus tangan, lutut, panggul dan tulang belakang.

- Aktivitas/istirahat

Gejala : Kesulitan ambulasi, kekauan sendi/membentuk pada pagi

hari setelah periode tak aktif) riwayat partisipasi/okupasi


aktivitas olah raga yang menggunakan sendi tertentu.

Ketidakmampuan untuk berpartisipasi pada aktivitas


okupasi/sekresi pada tingkat yang diinginkan.
Ganguan tidur, perlambatan tidru karena nyeri, karena nyeri,
tidak merasa istirahat dengan baik.

- Sirkulasi :

Tanda : adanya edema, penurunan nadi pada sensi yang sakit, tungkai/jari-
jari
- Higiene

Gejala : Kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari

Menggunakan peralatan khusus

- Neorusensori

Tanda : Ganguan rentang gerak pada sensi yang sakit

- Nyeri/kenyamanan

Gejala : nyeri (tumpul, sakit, menetap) pada sendi yang sakit

memburuk dengan gerakan.

- Keamanan

Gejala : Cedera traumatik/fraktur pada sendi yang sakit tumor

tulang, deformitas konginetal.

Riwayat inflamasi arthritis tak sembuh AR atau OA

Nekrosis aseptic pada kepala sendi.

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN

a) Nyeri akut b/d spasme otot, prosedur pembedahan, lansia, ansietas.

b) Cemas b/d prosedur tindakan operatif

c) Kerusakan mobilitas fisik b/d gangguan muscolosceletal dan terapi


bedah

d) Kurang pengetahuan b/d kurangnya informasi


3. PERENCANAAN

No Hari jam DX. NOC NIC


/tgl keperawatan TUJUAN INTERVENSI
1. Nyeri akut NOC : NIC :
b/d spasme Pain Control (1605) Pain Managemen
otot,prosedur Indicator : (1400)
pemedahan, 160501 Mengenal factor-faktor penyebab Lakukan pengkajian
lansia dan 160502Mengenal onset nyeri nyeri secara
ansietas 160504Tindakan pertolongan non analgetik komprehensif
160505Menggunakan analgetik termasuk lokasi,
160507Melaporkan gejala kepada tim karakteristik, durasi,
kesehatan frekuensi, kualitas
160511Nyeri terkontrol dan factor presipitasi
Keterangan :
1. Tidak pernah dilakukan
2. Jarang dilakukan
3. Kadang kadang dilakukan Observasi reaksi non
4. Sering dilakukan verbal dan
5. Selalu dilkukan ketidaknyamanan

Menunjukkan Tingkat Nyeri /


Pain Level (2102) Kurangi faktor
presipitasi nyeri
Indikator : (farmakologi, non
210201 Melaporkan nyeri farmakologi dan
210203 Frekuensi nyeri interpersonal)
210204 Lamanya episode nyeri Ajarkan tentang
210206 Ekspresi (wajah) nyeri teknik non
210207 Posisi melindungi tubuh farmakologi
210208 Kegelisahan
210210 Perubahan respirasi rate
210212 Perubahan tekanan darah
210213 Perubahan ukuran pupil
210214 Respirasi Kolaborasi
210215 Kehilangan nafsu makan pemberian analgetik
Keterangan : sesuai indikasi
1. Berat
2. Agak berat
3. Sedang
4. Sedikit
5. Tidak ada

2. cemas NOC NIC


Anxiety control (1402) Anxiety
Indicator : Reduction /
140201 Monitor intensitas kecemasan penurunan
140205 Perencanaan strategi koping untuk kecemasan (5820)
kondisi stress o Jelaskan semua
140206 Menggunakan strategi koping prosedur dan apa
yang efektif yang dirasakan
140207 Menggunakan teknik relaksasi selama prosedur
untuk mengurangi
kecemasan o Berikan informasi
140217 Kontrol respon cemas factual mengenai
Keterangan : diagnosis, tindakan
1. Tidak pernah dilakukan prognosis
2. Jarang dilakukan
3. Kadang kadang dilakukan o Identifikasi tingkat
4. Sering dilakukan kecemasan
5. Selalu dilakukan
o Instruksikan pasien
Coping (1302) menggunakan
Indikator : teknik relaksasi
130201 Identifikasi mekanisme koping
efektif o Berikan obat untuk
130202 Identifikasi mekanisme koping mengurangi
tidak efektif kecemasan
130207 Modifikasi gaya hidup sebagai
kebutuhan
130209 Menggunakan dukungan social
yang tersedia
130211 Identifikasi berbagai macam
strategi koping

Keterangan :
1. Tidak pernah dilakukan
2. Jarang dilakukan
3. Kadang kadang dilakukan
4. Sering dilakukan
5. Selalu dilakukan

Impulse control (1405)


Indikator :
140501 Mengidentifikasi perilaku yang
berbahaya
140505 Mengenali factor resiko di
lingkungan
140506 Menghindari factor resiko tinggi
situasi dan lingkungan
140509 Mengidentifikasi system
dukungan social
140511 Mendukung / mempertahankan
kontrak untuk mengontrol
perilaku
Keterangan :
1. Tidak pernah dilakukan
2. Jarang dilakukan
3. Kadang kadang dilakukan
4. Sering dilakukan
5. Selalu dilakukan

3.
4. Kurang Knowle
pengetahuan dge : disease process (1803) Teaching : disease
b/d Indicator : procces (5602)
kurangnya 180301 Mengetahui dengan benar tentang o Berikan penilaian
informasi nama penyakit tentang tingkat
180302 Menjelaskan proses penyakit pengetahuan pasien
180304 Menjelaskan factor resiko tentang proses yang
180305 Menjelaskan tanda dan gejala spesifik
180309 Menjelaskan komplikasi yang
terjadi o Gambarkan tanda
180310 Menjelaskan tanda dan gejala dari dan gejala yang
komplikasi biasa muncul pada
Keterangan : penyakit, dengan
1.Tidak tahu cara yang benar
2.Terbatas
3.Cukup o Identifikasi
4.Banyak kemungkinan
5.Luas penyebab, dengan
cara yang tepat

o Sediakan informasi
Knowle pada pasien tentang
dge : health behavior (1805) kondisi denngan
Indikator : cara yang tepat
180501 Menjelaskan penerapan kesehatan
nutrisi o Diskusikan
180502 Menjelaskan manfaat dari aktifitas perubahan gaya
dan latihan hidup yang
180503 Menjelaskan teknik manajemen mungkin diperlukan
stress efektif untuk mencegah
180505 Menjelaskan metode dari rencana komplikasi di masa
keluarga yang akan datangn
180507 Menjelaskan efek dari dan atau proses
penggunaan alkohol bagi pengontrolan
kesehatan penyakit
180511 Menjelaskan efek dari
penggunaan kafein
180515 Menjelaskan promosi dan
perlindungan pelayanan kesehatan
Keterangan :
1.Tidak tahu
2.Terbatas
3.Cukup
4.Banyak
5.Luas
DAFTAR PUSTAKA