You are on page 1of 3

2.

1 Nilai Rf
Nilai Rf adalah jarak yang digerakkan oleh senyawa dari titik asal dibagi dengan
jarak yang digerakkan oleh perlarut dari titik asal. Nilai Rf untuk senyawa murni
dapat dibandingkan dengan nilai senyawa standar. Senyawa standar biasanya
memiliki sifat sifat kimia yang mirip dengan senyawa yang dipisahkan pada
kromatogram. Nilai Rf sangat ditentukan oleh kelancaran pergerakan bercak KLT,
adapun faktor yang mempengaruhi gerak bercak adalah struktur kimia dari senyawa
yang dipisahkan; sifat dari penjerap dan derajat aktivitasnya; tebal dan kerataan dari
lapisan penjerap; pelarut dan derajat kemurniannya; derajat kejenuhan dari uap
pelarut dalam bejana elusi; teknik percobaan; jumlah sampel yang digunakan; suhu
dan kesetimbangan (Sastrohamidjojo, 1985).
Nilai Rf dapat digunakan untuk mengidentifikasi adanya perbedaan senyawa
dalam sampel. Senyawa yang mempunyai Rf lebih besar berarti mempunyai
kepolaran yang rendah, begitu juga sebaliknya. Hal tersebut dikarenakan fasa diam
bersifat polar. Senyawa yang lebih polar akan tertahan kuat pada fasa diam, sehingga
menghasilkan nilai Rf yang rendah. Rf KLT yang bagus berkisar antara 0,2 0,8. Jika
Rf terlalu tinggi, yang harus dilakukan adalah mengurangi kepolaran eluen, dan
sebaliknya (Ewing Galen Wood, 1985).

2.2 Analisa Bahan


2.5.1 Kloroform
Kloroform (CHCl3) merupakan
larutan yang mudah menguap, tidak
berwarna, memiliki bau yang tajam dan
menusuk. Bila terhirup dapat
menimbulkan kantuk. Kloroform
memiliku berat molekul 119.38 gr/mol, titik didih 61.2C, titik lebur -63.5C,
massa jenis 1.49 gr/cm3(20C), kelarutan dalam air 0.82 gr/l (20C) dan
viskositas : 0.542 cP (Rahway, 1960).
2.5.2 Metanol
Metanol adalah senyawa
alkohol dengan 1 rantai karbon.
Metanol dengan rumus kimia
CH3OH memiliki berat molekul
32, titik didih 640 650C
(tergantung kemurnian), dan berat jenis 0.7920 0.7930 (juga tergantung
kemurnian). Secara fisik metanol merupakan cairan bening, berbau seperti
alkohol, dapat bercampur dengan air, etanol, kloroform dalam perbandingan
berapa pun, higroskopis, mudah menguap dan mudah terbakar dengan api yang
berwarna biru (Spencer, 1988).
2.5.3 Etanol
Etanol atau sering juga disebut
dengan alkohol adalah suatu
cairan transparan, mudah terbakar,
tidak berwarna, mudah menguap,
dengan rumus kimia C2H5OH, dapat bercampur dengan air, eter, dan kloroform,
yang diperoleh melalui fermentasi karbohidrat dari ragi yang disebut juga
dengan etil alkohol (Bender, 1982). Etanol atau etil alkohol (C 2H5OH) termasuk
kelompok hidroksil yang memberikan polaritas pada molekul dan
mengakibatkan meningkatnya ikatan hidrogen intermolekuler. Etanol memiliki
massa jenis 0.7893 g/mL. Titik didih etanol pada tekanan atmosfer adalah 78.32
C. Indeks bias dan viskositas pada temperatur 20C adalah 1.36143 dan 1.17
cP. Etanol digunakan pada berbagai produk meliputi campuran bahan bakar,
produk minuman, penambah rasa, industri farmasi, dan bahan bahan kimia
(Kirk dan Othmer, 1965).
2.5.4 N Heksana
N Heksana
merupakan senyawa kimia
yang dipelajari secara
detail melalui langkah
langkah dari kondisi suhu, kalori dan sifat akustik pada fasa cair dan fasa uap
(Grigoryev, 1988). Heksana adalah sebuah senyawa hidrokarbon alifatik yang
sangat mudah menguap dengan rumus kimia C6H14. N Heksana merupakan
konstituen dalam fraksi paraffin dari minyak mentah dan gas alam dan juga
digunakan sebagai reagen pada industri kimia dan laboratorium. Heksana
merupakan produk industri yang terdiri dari campuran hidrokarbon dengan 6
atom karbon dan memiliki isomer 2 metil pentana dan 3 metil pentana. N
Heksana merupakan jenis pelarut non polar. N Heksana (C6H14) memiliki
berat molekul 86.18 kg/mol, berwarna, titik didih 69C, titik lebur -96C,
viskositas 0.294cP dan densitas 0.6603 pada 20C. N Heksana tidak larut
dalam air tetapi larut pada alkohol, kloroform dan eter (Hassan, 1999).
2.5.5 Etil Asetat
Etil asetat (C4H8O2)
merupakan cairan jernih
yang tidak berwarna dan
mudah terbakar. Penggunaan
bahan ini biasa digunakan
sebagai bahan mentah atau pelarut untuk melukis, bahan kulit maupun industri
farmasi. Etil asetat memiliki berat molekul 88.1 gr/mol, tekanan uap 93.7 94,5
mmHg pada 25C, koefisien partisi 0.73 dan kelarutan dalam air 8.08 x 104
mg/1000 gr pada 20C (Hazardous, 2002).