You are on page 1of 6

GLIKOSIDA SAPONIN DAN GLIKOSIDA JANTUNG

1. Glikosida Saponin
Glikosida saponin adalah glikosida yang aglikonnya berupa sapogenin. Glikosida saponin
bisa berupa saponin steroid maupun saponin triterpenoid. Saponin adalah segolongan senyawa
glikosida yang mempunyai struktur steroid dan mempunyai sifat-sifat khas dapat membentuk
larutan koloidal dalam air dan membui bila dikocok. Saponin merupakan senyawa berasa pahit
menusuk dan menyebabkan bersin dan sering mengakibatkan iritasi terhadap selaput lendir.
Saponin juga bersifat bisa menghancurkan butir darah merah lewat reaksi hemolisis, bersifat
racun bagi hewan berdarah dingin, dan banyak diantaranya digunakan sebagai racun ikan (1).
Saponin bila terhidrolisis akan menghasilkan aglikon yang disebut sapogenin. Ini
merupakan suatu senyawa yang mudah dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan
dan dipelajari lebih lanjut. Saponin yang berpotensi keras atau beracun seringkali disebut sebagai
sapotoksin (1).
Menurut SOBOTKA :
1. Saponin merupakan turunan dari hidrokarbon yang jenuh dari siklopentano perhidrofenantren
2. Juga dapat merupakan turunan yang tak jenuh dari siklopentano perhidrofenantren.

a. Struktur kimiawi
Berdasarkan struktur aglikonnya (sapogeninnya), saponin dapat dibedakan menjadi 2 macam
yaitu tipe steroid dan tipetriterpenoid. Kedua senyawa ini memiliki hubungan glikosidik pada
atom C-3 dan memiliki asal usul biogenetika yang sama lewat asam mevalonat dan satuan-satuan
isoprenoid (1).
Glikosida saponin dibagi menjadi 2 jenis berdasarkan pada struktur bahan kimia dari
aglycone (sapogenin). Saponin pada hidrolisis menghasilkan suatu aglycone yang dikenal
sebagai "sapogenin" (1).

b. Biosintesis glikosida saponin


Berdasarkan struktur dari aglikon maka glikosida dan saponin dapat dibagi 2 golongan
yaitu saponin netral yang berasal dari steroid dengan rantai samping spiroketal dan saponin asam
yang mempunyai struktur triterpenoid. Biosintesa saponin triterpenoid lebih kurang diketahui
bila dibandingkan dengan saponin steroid tetapi dapat dikatakan bahwa keduanya mempunyai
tidak tolak yang sama yaitu yang berasal dari asetat dan mevalonat. Rantai samping terbentuk
sesudah terbentuknya squalen. Sebagian terjadi inti steroid spiroketal dan yang lain membentuk
triterpenoid pentasiklik. Gugus gulanya dapat berdiri 1 55 gula dan dalam beberapa hal aglikon
tak diikat dengan gula tetapi dengan asam uronat (1).

2. Glikosida Steroid
Glikosida steroid adalah glikosida yang aglikonnya berupa steroid. Glikosida steroid
disebut juga glikosida jantung karena memiliki daya kerja kuat dan spesifik terhadap otot jantung
(2).

a. Struktur kimiawi
Secara kimiawi bentuk struktur glikosida jantung sangat mirip dengan asam empedu
yaitu bagian gula yang menempel pada posisi tiga dari inti steroid dan bagian aglikonnya berupa
steroid yang terdiri dari dua tipe yaitu tipe kardenolida dan tipe bufadienolida. Tipe kardenolida
merupakan steroid yang mengandung atom C-23 dengan rantai samping terdiri dari lingkaran
lakton 5-anggota yang tidak jenuh dan alfa-beta menempel pada atom C nomor 17 bentuk beta.
Sementara tipe bufadienolida berupa homolog dari kardenolida dengan atom C-24 dan
mempunyai rantai samping lingkaran keton 6-anggota tidak jenuh ganda yang menempel pada
atom C nomor 17 (2,3).

b. Biosintesa glikosida jantung


Aglikon dari glikosida jantung adalah steroid yaitu turunan dari siklo-pentenofenantren
yang mengandung lingkaran lakton yang tidak jenuh pada atom C-17. Seperti sudah kita ketahui
biosintesis dari senyawa steroid pada umumnya didasarkan atas biosintesa dari senyawa
kolesterol. Meskipun tidak semua senyawa steroid memerlukan kolesterol sebagai prekursor (pra
zat) pembentukannya, paling tidak pembentukan kolesterol ini dianggap sebagai mekanisme
biosintesa senyawa steroid pada umumnya (2,3).
DAFTAR PUSTAKA

1. Gunawan, Didik. 2004. Ilmu Obat Alam (Farmakognosi) Jilid 1. Penebar Swadaya. Jakarta.
2. Poedjiadi, Anna. 1994. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta. Tim Dosen. Farmakognosi I.
3. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNHAS. Makassar.