You are on page 1of 3

Asuhan Keperawatan

A. Pengkajian
Masalah Keperawatan Data yang Perlu Dikaji

Perubahan proses piker : waham Subjektif :


1. Klien mengatakan bahwa dirinya
adalah orang yang paling hebat.
2. Klien mengatakan bahwa ia
memiliki kebesaran atau
kekuasaan khusus.

Objektif :

1. Klien terus berbicara tentang


kemampuan yang dimilikinya.
2. Pembicaraan klien cenderung
berulang-ulang.
3. Isi pembicaraan tidak sesuai
dengan kenyataan.

B. Masalah keperawatan yang mungkin muncul


a. Resiko tinggi perilaku kekerasan.
b. Perubahan proses pikir: waham.
c. Isolasi sosial.
d. Harga diri rendah.

C. Rencana Tindakan Keperawatan


Diagnosa Keperawatan Kriteria Evaluasi Intervensi

Perubahan proses pikir: Setelah dilakukan interaksi Strategi pelaksanaan 1 (SP 1) untuk
waham selama15 menit klien.

a. Membantu orientasi realitas.


dalam 1 x pertemuan, b. Mendiskusikan kebutuhan yang
diharapkan : tidak terpenuhi.
a. Klien dapat c. Membantu klien memenuhi
berorientasi kepada kebutuhannya.
realitas secara d. Menganjurkan klien memasukkan
bertahap. dalam jadwal kegiatan harian.
b. Klien dapat
Strategi pelaksanaan 2 (SP
memenuhi kebutuhan
2) untuk klien.
dasar.
c. Klien mampu a. Mengevaluasi jadwal kegiatan
berinteraksi dengan harian klien.
orang lain dan b. Berdiskusi tentang kemampuan
lingkungan yang dimiliki.
d. Klien menggunakan c. Melatih kemampuan yang
obat dengan prinsip 6 dimiliki.
benar.
Strategi pelaksanaan 3 (SP
3) untuk klien.

a. Mengevaluasi jadwal kegiatan


harian klien.
b. Memberikan pendidikan
kesehatan tentang penggunaan
obat secara teratur.
c. Menganjurkan klien memasukkan
dalam kegiatan harian.

D. Evaluasi
Hasil yang diharapkan setelah melakukan intervensi pada pasien dengan
perubahan isi pikir : waham yaitu :
1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.
2. Pasien dapat mengidentifikasi perasaan yang muncul secara berulang dalam
pikiran pasien.
3. Pasien dapat mengidentifikasi stressor atau pencetus wahamnya (triggers factor).
4. Pasien dapat mengidentifikasi wahamnya.
5. Pasien dapat mengidentifikasi konsekuensi dari wahamnya.
6. Pasien dapat melakukan tekhnik distraksi sebagai cara menghentikan pikiran yang
terpusat pada wahamnya.
7. Pasien mendapat dukungan keluarga.
8. Pasien dapat memanfaatkan obat dengan baik