You are on page 1of 17

Haya Farah Khansa 1102012110

LI.1. MM CARCINOMA CERVIX yang berbeda-beda pada multipatner dapat merangsang terjadinya
1.1. Definisi
perubahan kearah displasia.
Kanker Leher Rahim adalah tumor ganas yang mengenai lapisan permukaan (epitel) dari
leher rahim atau mulut rahim, dimana sel sel permukaan (epitel) tersebut mengalami h. Infeksi Herpes Simpleks Virus (HSV) tipe 2
penggandaan dan berubah sifat tidak seperti sel yang normal. Penggandaan sel yang tidak
i. Wanita merokok, karena hal tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh
menuruti aturan yang normal itu dapat membentuk tumor atau dungkul kadang kadang
luka atau borok, yang memberi keluhan atau gejala keputihan yang berbau atau perdarahan. (Mochtar, 1989).
Satu lagi sifat dari sel ganas ini ialah dapat menyebar baik secara langsung disekitar
panggul maupun menyebar jauh lewat saluran getah bening atau pembuluh darah, misalnya
1.3. Epidemiologi
ke paru, hati atau tulang.
Saat ini penyakit tidak menular, termasuk kanker menjadi masalah kesehatan utama
Sumber: Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi
baik di dunia maupun di Indonesia. Menurut data WHO tahun 2013, insidens
kanker meningkat dari 12,7 juta kasus tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus tahun
1.2. Etiologi 2012. Sedangkan jumlah kematian meningkat dari 7,6 juta orang tahun 2008
Etiologi langsung dari kanker serviks uteri masih belum diketahui. Tetapi ada menjadi 8,2 juta pada tahun 2012. Kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di
beberpa faktor ekstrinsik yang mempengaruhi insidensi kanker serviks uteri yaitu dunia sebesar 13% setelah penyakit kardiovaskular. Diperkirakan pada 2030
insidens kanker dapat mencapai 26 juta orang dan 17 juta di antaranya meninggal
: akibat kanker, terlebih untuk negara miskin dan berkembang kejadiannya akan
a. Hubungan seksual pertama kali pada usia dini (umur < 16 tahun). lebih cepat.
b. Wanita yang melahirkan anak lebih dari 3 kali (multiparitas). Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi. Berdasarkan data Riset
c. Jarak persalinan terlalu dekat. Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia
adalah 1,4 per 1000 penduduk, atau sekitar 330.000 orang. Kanker tertinggi di
d. Hygiene seksual yang jelek. Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.
e. Sering berganti-ganti pasangan (multipatner sex). Sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal. Berdasarkan
estimasi Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun
f. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Penelitian 2012, insidens kanker payudara sebesar 40 per 100.000 perempuan, kanker leher
menunjukkan bahwa 10-30 % wanita pada usia 30an tahun yang sexually rahim 17 per 100.000 perempuan, kanker paru 26 per 100.000 laki-laki, kanker
kolorektal 16 per 100.000 laki-laki. Berdasarkan datra Sistem Informasi Rumah
active pernah menderita infeksi HPV (termasuk infeksi pada daerah Sakit 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7%), kanker leher
vulva). Persentase ini semakin meningkat bila wanita tersebut memiliki rahim 5.349 kasus (12,8%).
banyak pasangan seksual. Pada sebagian besar kasus, infeksi HPV Selain kejadian yang tinggi, pembiayaan untuk kanker juga cukup tinggi. Hal ini
berlangsung tanpa gejala dan bersifat menetap. karena penanganan kanker relatif lebih mahal dibanding penanganan penyakit
lainnya. Pembiayaan penanganan kanker di Indonesia cukup tinggi. Pembiayaan
g. Kedua faktor diatas juga berhubungan dengan infeksi HPV. Semakin kanker pada Jamkesmas tahun 2012, pengobatan kanker menempati urutan ke-4
dbanyak berganti-ganti pasangan maka tertularnya infeksi HPV juga setelah hemodialisa, thalassemia, dan TBC, sebesar Rp. 144,7 miliar
Sumber : http://www.depkes.go.id
semakin tinggi. Begitu pula dengan terpaparnya sel-sel mulut rahim yang 1.4. Klasifikasi
mempunyai pH tertentu dengan sperma-sperma yang mempunyai pH Mikroskopis :
2 [Type text]

a. Displasia infiltrasi kedalam vagina, bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan
Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagian basal epidermis. Displasia berat perdarahan.
terjadi pada dua pertiga epidermis hampir tidak dapat dibedakan dengan
karsinoma insitu. 2. Pertumbuhan endofilik, mulai dari SCJ tumbuh kedalam stroma serviks
dan cenderung untuk mengadakan ilfiltrasi menjadi ulkus. Tumbuh
b. Stadium karsinoma in situ progesif meluas ke forniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan
Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis parametrium.
menjadi karsinoma sel skuamosa. Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah
ektoserviks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoserviks. 3. Ulseratif, mulai dari SCJ dan cenderung merusak struktur jaringan
serviks dengan melibatkan awal fornises vagina untuk menjadi ulkus
c. Stadium karsinoma mikroinvasif yang luas.
Pada karksinoma mikroinvasif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel
meningkat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma
Makroskopis
sejauh tidak lebih 5 mm dari membrana basalis, biasanya tumor ini asimtomatik
a. Stadium preklinis
dan hanya ditemukan pada skrining kanker.
Tidak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa.

b. Stadium permulaan
d. Stadium karsinoma invasif
Sering tampak sebagian lesi sekitar ostium externum
Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar
dan bentuk sel bervariasi. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior
c. Stadium setengah lanjut
atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks
Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio
posterior atau anterior, jurusan parametrium dan korpus uteri.

d. Stadium lanjut
e. Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks :
Terjadi perusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus
1. Pertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kol, mulai dari SCJ tumbuh
dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah.
kearah lumen vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa
http://www.askep-askeb.cz.cc/2010/01/kanker-serviks.html
Haya Farah Khansa 1102012110

1.5 Patofisiologi
Cervical Intraepithelial Neoplasia Patogenesis dari karsinoma serviks telah digambarkan oleh beberapa studi epidemiologi,
Cervical Intraepithelial Neoplasia merupakan salah satu klasifikasi yang digunakan untuk patologi, dan genetik molekuler. Data epidemiologik telah mengimplikasikan sebuah agen
membedakan tingkat keparahan dari lesi prekanker. Pada saat HPV menginfeksi sel yang menular secara seksual yaitu HPV. HPV merupakan virus DNA yang dibagi
skuamosa di serviks dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkembang menjadi berdasarkan sekuens DNA nya dan dikelompokkan berdasarkan risiko onkogenik rendah
kanker. Awalnya terjadi displasia yang dibagi menjadi 3 berdasarkan tingkat keparahannya dan tinggi.
(CIN 1-CIN 3).
Dari segi patologi serviks, HPV tipe 16 dan 18 adalah yang paling penting dimana HPV 16
Pada CIN I atau kondiloma datar terjadi displasia ringan dengan perubahan koilositik, bertanggung jawab atas 60% kasus kanker serviks sedangkan HPV 18 mencakup 10%
terutama di lapisan superfisial epitel. Koilositik terbentuk karena angulasi nukleus yang kasus. Beberapa tipe lainnya masing-masing berkontribusi pada kurang dari 5% kasus.
dikelilingi oleh vakuolisasi perinukleus akibat efek sitopatik virus.
Infeksi HPV genital merupakan hal yang sangat umum terjadi. Sebagian besar asimtomatik,
Pada CIN II, displasianya lebih parah, mengenai sebagian besar lapisan epitel. Kelainan ini tidak menyebabkan perubahan apapun pada jaringan, dan karena itu tidak terdeteksi pada
berkaitan dengan variasi dalam ukuran sel dan nukleus serta dengan mitosis normal di atas tes Pap. Sebagian besar infeksi bersifat transien dan dieliminasi oleh sistem imun tubuh
lapisan basal. Perubahan ini disebut displasia sedang apabila terdapat maturasi epitel. dalam hitungan bulan. Rata-rata, 50% infeksi HPV hilang dalam 8 bulan dan 90% infeksi
Lapisan superfisial masih berdiferensiasi baik, tetapi pada beberapa kasus memperlihatkan hilang dalam 2 tahun. Durasi infeksi sangat dipengaruhi oleh tipe HPV dimana HPV risiko
perubahan koilositik. tinggi lebih sulit sembuh. Infeksi yang persisten akan meningkatkan risiko perkembangan
lesi prekanker serviks.
Tingkat perubahan selanjutnya, yaitu CIN III, ditandai dengan kekacauan orientasi sel
disertai mitosis normal atau abnormal. Perubahan ini mengenai hampir semua lapisan epitel HPV menginfeksi sel skuamosa metaplastik imatur pada squamo-columnar junction.
dan ditandai dengan hilangnya pematangan. Diferensiasi sel permukaan dan gambaran Meskipun virus ini hanya dapat menginfeksi sel skuamosa imatur, replikasi dari HPV tetap
koilositik sudah tidak ada. Seiring dengan waktu, perubahan displastik menjadi lebih berlangsung pada sel skuamosa yang semakin matang dan berujung pada efek sitopatik
atipikal dan mungkin meluas ke dalam kelenjar serviks, tetapi masih terbatas di lapisan yaitu koilocytic atypia yang terdiri dari inti atipia dan halo perinuklear sitoplasmik. Untuk
epitel dan kelenjarnya. Perubahan ini menyebabkan karsinoma in situ. Selanjutnya, pada bereplikasi, HPV harus menginduksi sintesis DNA pada sel host. Karena HPV bereplikasi
stadium lanjut berubah menjadi karsinoma invasif. pada sel skuamosa yang semakin matang namun tidak berproliferasi, maka virus ini
berusaha mereaktivasi siklus mitosis dalam sel tersebut. Studi menunjukkan bahwa HPV
mengaktivasi siklus sel dengan mengganggu fungsi dari Rb dan p53, dua gen supresor
tumor yang penting.

Protein virus E6 dan E7 memiliki peran penting dalam efek onkogenik HPV. Protein E6
menginduksi degradasi dari p53 melalui proteolisis ubiquitin-dependen sedangkan protein
E7 membentuk kompleks dengan betuk aktif dari Rb, mempromosikan proteolisis melalui
jalur proteosome.

sumber : robinsmbe
4 [Type text]

1) Pemeriksaan fisik
a) Serviks dapat teraba membesar, ireguler, teraba lunak
b) Bila tumor tumbuh eksofitik maka terlihat lesi pada porsio atau
sudah sampai vagina.

2) Pemeriksaan in spekulo :
a) Adanya portio ulseratif
b) Adanya fluor albus
c) Muncunya darah jika lesi tersentuh (lesi rapuh)
d) Terdapat gambaran seperti bunga kol pada stadium lanjut

3) Pemeriksaan bimanual :
a) Adanya fluor albus
b) Adanya massa benjolan ataupun erosi ataupun ulkus pada portio
uteri
sumber : Robins
1.6. Manifestasi Klinis
a. Gejala Diagnosis harus dipastikan dengan pemeriksaan histologi dan jaringan yang

1) Metroragi diperoleh dari biopsi.

2) Keputihan warna putih atau purulen yang berbau dan tidak gatal ( Mardjikoen, 1999 ). Tumor ganas alat genital

3) Perdarahan pasca koitus


1.7. Diagnosis dan Diagnosis Banding
4) Perdarahan spontan Screening
5) Bau busuk yang khas 2. Pemeriksaan Penunjang

6) Cepat lelah a. Sitologi, dengan cara tes pap

7) Kehilangan berat badan Tes Pap : Tes ini merupakan penapisan untuk mendeteksi infeksi HPV dan

8) Anemia prakanker serviks. Ketepatan diagnostik sitologinya 90% pada displasia


keras (karsinoma in situ) dan 76% pada dysplasia ringan / sedang.

b. Tanda Didapatkan hasil negatif palsu 5-50% sebagian besar disebabkan


Haya Farah Khansa 1102012110

pengambilan sediaan yang tidak adekuat. Sedangkan hasil positif palsu


sebesar 3-15%. Syarat ikut IVA TEST :
b. Kolposkopi a. Sudah pernah melakukan hubunganseksual
c. Servikografi b. Tidak sedang dating bulan/haid
d. Pemeriksaan visual langsung c. Tidak sedang hamil
e. Gineskopi d. 24 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual
f. Pap net (Pemeriksaan terkomputerisasi dengan hasil lebih sensitive)
( Arif, 2000 ). Pelaksanaan skrining IVA
Untuk melaksanakan skrining dengan metode IVA, dibutuhkan tempat
3. IVA Test dan alat sebagai berikut:
Pemeriksaan IVA diperkenalkan Hinselman 1925.Organisasi a. Ruangan tertutup, karena pasien diperiksa dengan posisilitotomi.
Kesehatan Dunia (WHO) meneliti IVA di India, Muangthai, dan Zimbabwe. b. Meja/tempat tidur periksa yang memungkinkan pasien berada pada
Ternyata efektivitasnya tidak lebih rendah dari pada tes Pap. posisilitotomi.
IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan carain speksi c. Terdapat sumber cahaya untuk melihat servik.
visual pada serviks dengan aplikasi asamasetat (IVA). Dengan metode inspeksi d. Spekulum vagina
visual yang lebih mudah, lebih sederhana, lebih mampu laksana, maka skrining e. Asamasetat (3-5%)
dapat dilakukan dengan cakupan lebih luas, diharapkan temuan kanker serviks f. Swab-lidiberkapas
dini akan bias lebih banyak. g. Sarung tangan
Metodeskrining IVA mempunyaikelebihan, diantaranya..
a. Mudah, praktis dan sangat mampu laksana. Teknik IVA
b. Butuh bahan danalat yang sederhana dan murah Dengan speculum melihat serviks yang dipulas dengan asamasetat 3-
c. Sensivitas dan spesifikasitas cukup tinggi 5%.Pada lesipra kanker akan menampilkan warna bercak putih yang disebut
d. Dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bukan dokter ginekologi, dapat aceto white epithelium Dengantampilnya porsio dan bercakputih dapat
dilakukan oleh bidan di setiap tempat pemeriksaan kesehatan ibu atau disimpulkan bahwa tes IVA positif, sebagai tindak lanjut dapat dilakukan
dilakukan oleh semua tenaga medis terlatih biopsi. Andaikata penemuan tes IVA positif oleh bidan, maka di beberapa
e. Alat-alat yang dibutuhkan dan Teknik pemeriksaan sangat sederhana. Negara bidan tersebut dapat langsung melakukan terapi dengan cryosergury.
f. Metode skrining IVA sesuai untuk pusat pelayanan sederhana
6 [Type text]

Hal ini tentu mengandung kelemahan-kelemahan dalam menyingkirkan lesi endometrium. Pap smear digunakan untuk mendeteksi kanker rahim yang
invasif. disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. Pemeriksaan Pap smear
sebaiknya dilakukan pada orang yang telah melakukan hubungan seksual pertama
Kategori pemeriksaan IVA kali dan pada gadis sekitar usia 25-30 tahun.
a. IVA negative = Serviks normal.
b. IVA radang = Serviks dengan radang (servisitis), atau kelainan jinak Persiapan penderita :
lainnya (polipserviks). a. Wanita diberi tahu untuk menghindari obat-obatan yang dimasukan dalam
c. IVA positif = ditemukan bercakputih (aceto white epithelium). Kelompo vagina
kini yang menjadi sasaran temuan skrining kanker serviks dengan metode b. Pencucian (irigasi) vagina
IVA karena temuan ini mengarah pada diagnosis Serviks-prakanker c. Koitus dalam waktu 24 jam sebelum pemeriksaan
(dispalsiaringan-sedang-berat atau kanker serviks in situ).
d. IVA- Kanker serviks Pada tahap ini pun, untuk upaya penurunan temuan Peralatan yang dipergunakan dalam pemeriksaan Pap Smear antara lain :
stadium kanker serviks, masih akan bermanfaat bagi penurunan kematian a. Spekulum cocor bebek (Graeves)
akibat kanker serviks bila ditemukan masih pada stadium invasive dini. b. Spatula Ayre
c. Lidi kapas atau cyto brush
Dimana Ada IVA TEST : d. Gelas objek
a. IVA TEST ada di puskesmas-puskesmas dengan jadwal yang akan e. Alkohol 95 % untuk fiksasi atau semprot fiksatif yang dijual komersial
disampaikan melalui PKK, kelurahan dan kecamatan terdekat. f. Formulir permintaan sitologi
b. Bila anda memenuhi persyaratan yang ditentukan, segera periksakan diri
anda. Cara pemeriksaan Pap Smear adalah sebagai berikut :
c. Mencegah lebih baik daripada mengobati a. Lakukan pemeriksaan dengan inspekulo untuk melihat portio.
(Prawirohardjo, 2008). b. Lakukan pengambilan epitel dengan menggunakan spatula Ayre atau
Cyto brush.
4. Paps Smear c. Buat apusan pada objek glass.
Papanicolaou test atau Pap smear adalah metode screening ginekologi, d. Lakukan fiksasi dengan menggunakan alcohol 95%.
dicetuskan oleh Georgios Papanikolaou, untuk menemukan proses-proses e. Amati pada mikroskop adanya keganasan pada epitel.
premalignant dan malignant di ectocervix, dan infeksi dalam endocervix dan
Haya Farah Khansa 1102012110

Pemeriksaan Pap smear murah, cepat dan dapat dilakukan di pelayanan V Invasive Microinvasion
kesehatan terdekat seperti Puskesmas, Rumah Bersalin, Rumah Sakit, Bidan,
Klinik, Praktek dokter, dll. Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali
sedang haid atau sesuai petunjuk dokter. Hambatan lain untuk pelaksanaan pap
smear sebagai program skriming adalah teknik yang kurang praktis oleh karena
hanya bisa dikerjakan oleh tenaga-tenaga terlatih, interprestasi hasil memerlukan
waktu yang lebih lama, dan biaya pemeriksaan yang cukup tinggi.
Prosedur pemeriksaan pap smear ini juga sangat panjang dan
kompleks. Sediaan yang telah diambil dan difiksasi tersebut, kemudian diseleksi
oleh skriner apakah memenuhi syarat atau tidak. Setelah itu, dilakukan proses
pengecatan oleh tenaga terlatih dan kemudian dibaca oleh ahli sitologi. Bila hasil
pembacaan menunjukkan tanda-tanda lesi pra kanker atau kanker invasif, barulah
kemudia dilakukan pemeriksaan kolposkopi dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Gambaran grading berdasarkan tes Paps Smear
Dengan prosedur yang kompleks ini mengakibatkan pemeriksaan menjadi mahal.
Selain itu sarana yang digunakan, seperti cytobrush tidak terlalu tersedia.
New Bethesda System Clasification
Table of Paps Smear Classes (Previous System and Bethesda System) a. Low-grade squamous lntraepithelial lesion (low-grade SIL)
Pap Classes Description Bethesda 2001 1. Cellular changes associated with HPV
I Normal Normal and variants 2. Mild (slight) dysplasia/CIN 1
II Reactive Changes Reactive Changes b. High-grade squamous intraepithelial lesion (high-grade SIL)"
Atypia ASC, ASG 1. Moderate dysplasia/CIN II
Koilocytosis Low Grade SIL 2. Severe dysplasia/CIN III
III CIN I Mild dysplasia Low Grade SIL 3. carcinoma in situ/CIN III

III CIN II Moderate dysplasia High Grade SIL c. Atypical Squamous Cells (ASC)

III CIN III Severe dysplasia High grade SIL 1. Unspecified (ASC-US) - includes uspecified and favor

IV Ca in situ High grade SIL benign/inflammation


2. Cannot exclude HSIL (ASC-H)
8 [Type text]

d. Atypical Glandular Cells of Uncertian Significance (AGC) AGC is broken


down into favoring endocervical, endometrial, or not otherwise specified Pada dysplasia serviks terdapat pertumbuhan sel yang kurang
origin or endocervical adenocarcinoma in situ (AIS) terorganisasi. Pada CIN 1 (mild dysplasia) hanya beberapa sel yang abnormal.
1. Unspecified (AGC-US) Sedangkan pada CIN II, moderate dysplasia, sel abnormal sekitar setengah dari
2. Atypical glandular cells, favor neoplastic (AGC-H) ketebalan serviks (Anonim, 2010).
( Kumar, 2002 ).

CIN (Cervical Intra-epithellia neoplasma)

Pertumbuhan sel abnormal pada permukaan serviks. Dikategorikan dari


nomor 1 sampai 3 untuk menggambarkan sel abnormal dan jumlah jaringan
serviks yang terlibat (Anonim, 2010).
Gambar CIN II
Serviks uteri dilapisi oleh epitel columner simpleks disertai dengan
Karsinoma in situ atau severe dysplasia (CIN III) seluruh sel mengalami
kelenjar serviks yang akan mengeluarkan sekresi sejalan dengan siklus
kelainan, tetapi sel abnormal tidak melewati membrane basalis. Apabila keadaan
menstruasi. Pada bagian atas bawah serviks uteri dan bagian atas vagina dilapisi
ini tidak diperbaiki akan mengalami perubahan menjadi karsinoma yang invasive
oleh epitel skuamos kompleks non keratin, daerah perbatasan ini dinamakan
(Anonim, 2010).
squamo-columnar junction (Eroschenko, 2003).

Gambar CIN III


Gambar serviks normal
Haya Farah Khansa 1102012110

b. Indikasi : uji skrining positif. Misalnya sitologi HPV atau IVA positif
c. Penilaian : kolposkopi menilai perubahan pola epitel dan vaskular serviks
yang mencerminkan perubahan biokimia dan perubahan metabolik yang
terjadi di jaringan serviks
d. Karateristik temuannya adalah perubahan epitel acethowhite pada serviks
setelah pulasan asam asetat.
Gambar Invasive Cancer
Diagnosis kolposkopi neoplasia serviks,dengan gambaran :
Screening Displasia Serviks
a. Intesitas white epitel
Umumnya ditemukan sel abnormal pada pemeriksaan Pap Smear. Lalu
b. Batas jelas da tebalnya permukaan
untuk memastikan penuyebab dysplasia atau daerah abnormal dapat digunakan
c. Vaskularisasi
kolposkop (Anonim, 2010).
d. Perubahan setelah aplikasi yodium

Prosedur pemeriksaan :
5. KOLPOSKOPI
a. Pasien dalam posisi litotomi
b. Peralatan ditempatkan di meja instrument di samping kanan tempat tidur
c. Pemeriksaan dalam
d. Inspeksi vulva dan perianal
Kolposkopi adalah alat stereoskopik dan lensa
e. Memasanng speculum
binokuler dengan sumber pencahayaan untuk
f. Observasi secara klinis dan secara kolpokopi
pemeriksaan pembesaran visual suatu objek,
g. Tes asam asetat
utamanya untuk mendiagnosis neoplasia serviks,
h. Identifikasi daerah transformasi
diperluas untuk vagina dan vulva.
i. Batas dalam dan batas luar lesi
j. Kuretase endoserviks jika diperlukan
k. Tentukan daerah yang dibiopsi, bisopsi dan prosedur biopsy
a. Kegunaan : pemeriksaan kolposkopi bukan untuk membuat diagnosis
l. Hemostasis
histologik tetapi menentukan kapan dan di mana biopsi harus dilakukan.
m. Mencatat penemuan kolpokopi
10 [Type text]

( Riflin, 2000 ). 3. Kanker serviks stadium lanjut (IIB-IVA) dapat diobati dengan radioterapi
Diagnosis Banding dan kemo berbasis cisplatin.

Servisitis 4. Pada stadium sangat lanjut (IVB), dokter dapat mempertimbangkan kemo
Karsinoma endometrium dengan kombinasi obat, misalnya hycamtin dan cisplatin.
Penyakit radang panggul
Jika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuannya pengobatan adalah untuk mengangkat
Vaginitis
atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Kadang-kadang pengobatan
Karsinoma uterine
ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala. Hal ini disebut perawatan paliatif.
Karsinoma vagina
Faktor-faktor lain yang mungkin berdampak pada keputusan pengobatan Anda termasuk
1.8. Tatalaksana
Tiga jenis utama dari pengobatan untuk kanker serviks adalah operasi, radioterapi, dan usia Anda, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan preferensi Anda sendiri. Seringkali
kemoterapi. cukup bijak untuk mendapatkan pendapat kedua (second opinion) yang memberikan Anda
perspektif lain dari penyakit Anda.
1. Stadium pra kanker hingga 1A biasanya diobati dengan histerektomi. Bila
pasien masih ingin memiliki anak, metode LEEP atau cone biopsy dapat Pembedahan untuk Kanker Serviks
menjadi pilihan.
Ada beberapa jenis operasi untuk kanker serviks. Beberapa melibatkan pengangkatan rahim
Biopsi Cone. Selama operasi ini, dokter menggunakan scalpel untuk mengambil selembar (histerektomi), yang lainnya tidak. Daftar ini mencakup jenis operasi yang paling umum
jaringan serviks berbentuk cone dimana abnormalitas ditemukan. untuk kanker serviks.

Loop electrosurgical excision procedure (LEEP). Teknik ini menggunakan lintasan Cryosurgery
kabel untuk memberikan arus listrik, yang memotong seperti pisau bedah , dan mengambil
Sebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam vagina
sel dari mulut serviks
dan pada leher rahim. Ini membunuh sel-sel abnormal dengan cara membekukan mereka.
Cryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang hanya ad adi dalam leher
rahim (stadium 0), tapi bukan kanker invasif yang telah menyebar ke luar leher rahim.
2. Untuk stadium IB dan IIA kanker serviks:
Bedah Laser
Bila ukuran tumor < 4cm: radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan/tanpa
kemoterapi Sebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil dari
jaringan sel rahim untuk dipelajari. Pembedahan laser hanya digunakan sebagai pengobatan
Bila ukuran tumor >4cm: radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi, untuk kanker serviks pra-invasif (stadium 0).
ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi
Konisasi
Haya Farah Khansa 1102012110

Sepotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim. Hal ini dilakukan rahim. Kelenjar getah bening di dekatnya juga diangkat. Operasi ini dilakukan baik melalui
dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan kawat tipis yang dipanaskan vagina ataupun perut.
oleh listrik (prosedur ini disebut LEEP atau LEETZ). Pendekatan ini dapat digunakan untuk
menemukan atau mengobati kanker serviks tahap awal (0 atau I). Hal ini jarang digunakan Ekstenterasi Panggul
sebagai satu-satunya pengobatan kecuali untuk wanita dengan kanker serviks stadium dini
yang mungkin ingin memiliki anak. Setelah biopsi, jaringan (berbentuk kerucut) diangkat Selain mengambil semua organ dan jaringan yang disebutkan di atas, pada jenis operasi ini:
untuk diperiksa di bawah mikroskop. Jika batas tepi dari kerucut itu mengandung kanker kandung kemih, vagina, dubur, dan sebagian usus besar juga diangkat. Operasi ini
atau pra-sel kanker, pengobatan lebih lanjut akan diperlukan untuk memastikan bahwa digunakan ketika kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan sebelumnya. Jika
seluruh sel-sel kankernya telah diangkat. kandung kemih telah diangkat, sebuah cara baru untuk menyimpan dan membuang air kecil
diperlukan. Sepotong usus pendek dapat digunakan untuk membuat kandung kemih baru.
Histerektomi Urine dapat dikosongkan dengan menempatkan sebuah tabung kecil (disebut kateter) ke
dalam lubang kecil di perut tersebut (disebut: urostomi). Atau urin bisa mengalir ke
Histerektomi sederhana: Rahim diangkat, tetapi tidak mencakup jaringan yang berada di kantong plastik kecil yang ditempatkan di bagian depan perut.
dekatnya. Baik vagina maupun kelenjar getah bening panggul tidak diangkat. Rahim dapat
diangkat dengan cara operasi di bagian depan perut (perut) atau melalui vagina. Setelah Radioterapi untuk Kanker Serviks
operasi ini, seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. Histerektomi digunakan untuk
mengobati beberapa kanker serviks stadium awal (I). Hal ini juga digunakan untuk stadium Radioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi (seperti sinar-X) untuk
pra-kanker serviks (o), jika sel-sel kanker ditemukan pada batas tepi konisasi. membunuh sel-sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. Sebelum radioterapi dilakukan,
biasanya Anda akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah Anda
Histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul: pada operasi ini, menderita Anemia. Penderita kanker serviks yang mengalami perdarahan pada umumnya
dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim, jaringan di dekatnya, bagian atas vagina menderita Anemia. Untuk itu, transfusi darah mungkin diperlukan sebelum radioterapi
yang berbatasan dengan leher rahim, dan beberapa kelenjar getah bening yang berada di dijalankan.
daerah panggul. Operasi ini paling sering dilakukan melalui pemotongan melalui bagian
depan perut dan kurang sering melalui vagina. Setelah operasi ini, seorang wanita tidak bisa Pada kanker serviks stadium awal, biasanya dokter akan memberikan radioterapi (external
menjadi hamil. Sebuah histerektomi radikal dan diseksi kelenjar getah bening panggul maupun internal). Kadang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan. Akhir-akhir ini,
adalah pengobatan yang umum digunakan untuk kanker serviks stadium I, dan lebih jarang dokter seringkali melakukan kombinasi terapi (radioterapi dan kemoterapi) untuk
juga digunakan pada beberapa kasus stadium II, terutama pada wanita muda. mengobati kanker serviks yang berada antara stadium IB hingga IVA. Yaitu, antara lain
bila ukuran tumornya lebih besar dari 4 cm atau bila kanker ditemukan telah menyebar ke
Trachelektomi jaringan lainnya (di luar serviks), misalnya ke kandung kemih atau usus besar.

Sebuah prosedur yang disebut trachelectomy radikal memungkinkan wanita muda tertentu Radioterapi ada 2 jenis, yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal.
dengan kanker stadium awal untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai anak. Metode
ini melibatkan pengangkatan serviks dan bagian atas vagina dan meletakkannya pada 1. Radioterapi eksternal : berarti sinar X diarahkan ke tubuh Anda (area panggul)
jahitan berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai pembukaan leher rahim di dalam melalui sebuah mesin besar.
12 [Type text]

2. Radioterapi internal : berarti suatu bahan radioaktif ditanam ke dalam Brachytherapy telah digunakan untuk mengobati kanker serviks sejak awal abad ini.
rahim/leher rahim Anda selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel Pengobatan yang ini cukup sukses untuk mengatasi keganasan di organ kewanitaan. Baik
kankernya. Salah satu metode radioterapi internal yang sering digunakan adalah radium dan cesium telah digunakan sebagai sumber radioaktif untuk memberikan radiasi
brachytherapy. internal

Efek Samping Radioterapi . Ada beberapa efek samping dari radioterapi, yaitu: Kemoterapi untuk Kanker Serviks

- Kelelahan Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Biasanya
obat-obatan diberikan melalui infuse ke pembuluh darah atau melalui mulut. Setelah obat
- Sakit maag masuk ke aliran darah, mereka menyebar ke seluruh tubuh. Kadang-kadang beberapa obat
diberikan dalam satu waktu.
- Sering ke belakang (diare)
Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping. Efek samping ini akan tergantung pada
- Mual jenis obat yang diberikan, jumlah/dosis yang diberikan, dan berapa lama pengobatan
berlangsung. Efek samping bisa termasuk:
- Muntah
- Sakit maag dan muntah (dokter bisa memberikan obat mual/muntah)
- Perubahan warna kulit (seperti terbakar)
- Kehilangan nafsu makan
- Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama
menyakitkan - Kerontokan rambut jangka pendek

- Menopause dini - Sariawan

- Masalah dengan buang air kecil - Meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi (kekurangan sel darah
putih)
- Tulang rapuh sehingga mudah patah tulang
- Pendarahan atau memar bila terjadi luka (akibat kurang darah)
- Rendahnya jumlah sel darah merah (anemia)
- Sesak napas (dari rendahnya jumlah sel darah merah)
- Rendahnya jumlah sel darah putih
- Kelelahan
- Pembengkakan di kaki (disebut lymphedema)
- Menopause dini
Brachytherapy untuk Kanker Serviks
- Hilangnya kemampuan menjadi hamil (infertilitas)
Haya Farah Khansa 1102012110

darah. Jika sel tumor sudah terdapat >1mm dari membrana basalis, atau <1mm tetapi sudah
tampak dalam pembuluh limfa atau darah, maka prosesnya sudah invasif.

1. Pasca operatif
- Gangguan berkemih
- Fistula ureter atau kandung kemih
- Emboli paru
- Obstruksi saluran cerna
- Trauma syaraf
2. Pasca kemoteraphy
- Sakit maag dan muntah (dokter bisa memberikan obat mual/muntah)
- Kehilangan nafsu makan
- Kerontokan rambut jangka pendek
- Sariawan
- Meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi (kekurangan sel darah putih)
- Pendarahan atau memar bila terjadi luka (akibat kurang darah)
- Sesak napas (dari rendahnya jumlah sel darah merah)
- Kelelahan
- Menopause dini
- Hilangnya kemampuan menjadi hamil (infertilitas)
3. Pasca radiotheraphy
- Kelelahan
- Sakit maag
- Sering ke belakang (diare)
1.9. Komplikasi - Mual
Penyebaran Kanker Serviks - Muntah
- Perubahan warna kulit (seperti terbakar)
Pada umumnya secara limfogen melalui pembuluh getah bening menuju 3 arah : - Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama
Ke arah fornices dan dinding vagina menyakitkan
Ke arah korpus uterus - Menopause dini
Ke arah parametrium dan dalam tingkatan yang lanjut - Masalah dengan buang air kecil
menginfiltrasi septum rektovaginal dan kandung kemih. - Tulang rapuh sehingga mudah patah tulang
- Rendahnya jumlah sel darah merah (anemia)
Melalui pembuluh getah bening dalam parametrium kanan dan kiri sel tumor dapat - Rendahnya jumlah sel darah putih
menyebar ke kelenjar iliak luar dan kelenjar iliak dalam (hipogastrika). Penyebaran melalui - Pembengkakan di kaki (disebut lymphedema)
pembuluh darah (bloodborne metastasis) tidak lazim. Karsinoma serviks umumnya terbatas Sumber : journal
pada daerah panggul saja. Tergantung dari kondisi immunologik tubuh penderita KIS akan 1.10. Prognosis
berkembang menjadi mikro invasif dengan menembus membrana basalis dengan Berdasarkan penyebaran klinis, agresifitas tumor serviks terbagi dalam stadium 1 hingga
kedalaman invasi <1mm dan sel tumor masih belum terlihat dalam pembuluh limfa atau stadium 4. Setelah kanker terbentuk, prognosis bergantung dari stadium. Stadium 0
14 [Type text]

(prainvasif) harapan hidupnya 100%, diikuti dengan stadium 1 sebesar 90%, stadium 2 Menunda aktivitas seksual sampai usia 20 tahun dan berhubungan secara monogami akan
sebesar 82%, stadium 3 sebesar 35%, dan stadium 4 hanya 10%. Kebanyakan pasien mengurangi risiko kanker serviks secara signifikan. (Imam Rasjidi, 2009)
dengan stadium 4 mati akibat ekstensi lokal dari tumor (misalnya, invasi ke kantong kemih
dan ureter, menyebabkan terjadinya obstruksi uretra, pielonefritis, dan uremia) Penggunaan Kontrasepsi Barier
dibandingkan metastasis jauh.
Dokter merekomendasikan kontrasepsi metode barier (kondom, diafragma, dan spermisida)
Penyebaran ke kelanjar getah bening panggul ditentukan oleh kedalaman tumor dan
yang berperan untuk proteksi terhadap agen virus. Penggunaan lateks lebih dianjurkan
adanya invasi ruang kapiler-limfa, yang berkisar dari kurang 1% untuk tumor dengan
kedalaman kurang dari 3 mm hingga lebih dari 10% setelah invasi melebihi 5 mm. daripada kondom yang dibuat dari kulit kambing. (Imam Rasjidi, 2009)
Metastasis jauh, termasuk ke nodus para-aorta, kelainan di organ jauh, atau invasi ke
kandung kemih dan rektum terjadi pada tahap lanjut. Penggunaan Vaksinasi HPV
Sumber : robins
1.11. Pencegahan Vaksinasi HPV yang diberikan kepada pasien bisa mengurangi infeksi Human Papiloma
Pada tahun 2006, sebuah vaksin pencegah infeksi dan penyakit terkait HPV ditetapkan hak Virus, karena mempunyai kemampuan proteksi > 90%. Tujuan dari vaksin propilaktik dan
ciptanya, dan akan disusul oleh vaksin lainnya tidak lama lagi. Vaksin terbaru yang vaksin pencegah adalah untuk mencegah perkembangan infeksi HPV dan rangkaian dari
dipatenkan terbukti efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang telah event yang mengarah ke kanker serviks. (Imam Rasjidi, 2009)
menyebabkan 70% seluruh kanker serviks, vaksin ini juga efektif dalam mencegah infeksi
HPV tipe 6 dan 11 yang menyebabkan hampir 90%. Vaksin ini dan vaksin HPV lainnya
Kebanyakan vaksin adalah berdasarkan respons humoral dengan penghasilan antibodi yang
masih dalam tinjauan di beberapa negara di seluruh dunia dan akan menawarkan
kesempatan baru untuk mengurangi kanker serviks, yang merupakan kanker pembunuh menghancurkan virus sebelum ia menjadi intraseluler. Masa depan dari vaksin propilatik
wanita nomor 2.(1,6) HPV sangat menjanjikan, namun penerimaan seluruh populasi heterogenous dengan tahap
pendidikan berbeda dan kepercayaan kultur berbeda tetap dipersoalkan. (Imam Rasjidi,
Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali dalam periode 6 bulan. Injeksi kedua setelah 2 bulan 2009)
dan injeksi ketiga setelah 4 bulan. setelah yang kedua. Di luar vaksin ini direkomendasikan
pada usia 9 - 26 tahun. Perlu diketahui sebagaimana umumnya vaksin tidak bisa untuk Sebagai tambahan, prevelansi tinggi infeksi HPV mengindikasikan bahwa akan butuh
mengobati infeksi HPV yang sudah ada. Vaksin ini sebaiknya diberikan sebelum seorang beberapa dekade untuk program imunisasi yang sukses dalam usaha mengurangi insiden
wanita menjadi aktif secara seksual. Sedangkan yang sudah tidak dibutuhkan sebelum kanker serviks. (Imam Rasjidi, 2009)
pemberian terlanjur aktif akan kurang memberikan vaksin.(1,6)keuntungan. Pemeriksaan
skrining HPV juga
Pencegahan Sekunder
M. Farid Azis, Andri Jono, Abdul Bari Saifuddin, editors. Buku Acuan Nasional Onkologi Pencegahan Sekunder (Pasien dengan Risiko Sedang)
Ginekologi. Edisi
Hasil tes Pap yang negatif sebanyak tiga kali berturut-turut dengan selisih waktu
www.kalbe.co.id
antarpemeriksaan satu tahun dan atas petunjuk dokter sangat dianjurkan. Untuk pasien
(atau partner hubungan seksual yang level aktivitasnya tidak diketahui), dianjurkan untuk
Pencegahan Primer
melakukan tes Pap tiap tahun. (Imam Rasjidi, 2009)
Menunda Onset Aktivitas Seksual
Pencegahan Sekunder (Pasien dengan Risiko Tinggi)
Haya Farah Khansa 1102012110

Pasien yang memulai hubungan seksual saat usia < 18 tahun dan wanita yang mempunyai Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman (yang artinya):
banyak partner (multipel partner) seharusnya melakukan tes Pap tiap tahun, dimulai dari
onset seksual intercourse aktif. Interval sekarang ini dapat diturunkan menjadi setiap 6 Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
bulan untuk pasien dengan risiko khusus, seperti mereka yang mempunyai riwayat penyakit pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi
seksual berulang. (Imam Rasjidi, 2009) mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah
kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan
LI.2. Memahami dan Menjelaskan Etika Pemeriksaan Menurut Ajaran Islam memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka
PANDANGAN ISLAM TERHADAP IKHTILAT kecuali yang (biasa) nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung
ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami
Pembahasan tentang ikhtilat sangat penting untuk menjawab persoalan di atas.Yakni untuk mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-
menjaga kehormatan dan menghindarkan dari perbuatan yang mengarah dosa dan kekejian. putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki
mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau
Yang dimaksud ikhtilat, yaitu berduanya seorang lelaki dengan seorang perempuan di
budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai
tempat sepi.Dalam hal ini menyangkut pergaulan antara sesama manusia, yang rambu-
keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita . . ."
rambunya sangat mendapat perhatian dalam Islam.Yaitu berkait dengan ajaran Islam yang
[an-Nr/24: 30-31].
sangat menjunjung tinggi keselamatan bagi manusia dari segala gangguan. Terlebih lagi
dalam masalah mu'amalah (pergaulan) dengan lain jenis. Dalam Islam, hubungan antara Larangan melihat aurat, tidak hanya untuk yang berlawan jenis, akan tetapi Islam pun
pria dan wanita telah diatur dengan batasan-batasan, untuk membentengi gejolak fitnah menetapkan larangan melihat aurat sesama jenis, baik antara lelaki dengan lelaki lainnya,
yang membahayakan dan mengacaukan kehidupan. Karenanya, Islam telah melarang maupun antara sesama wanita.
pergaulan yang dipenuhi dengan ikhtilat (campur baur antara pria dan wanita).
Disebutkan dalam sebuah hadits:
Dalam hadits di bawah ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan
kaum lelaki untuk lebih berhati-hati dalam masalah wanita. "Dari Abdir-Rahman bin Abi Sa`id al-Khudri, dari ayahnya, bahwasanya Nabi Shallallahu
'alaihi wa sallam bersabda: Janganlah seorang lelaki melihat kepada aurat lelaki (yang
"Berhati-hatilah kalian dari menjumpai para wanita, maka seorang sahabat dari Anshar lain), dan janganlah seorang wanita melihat kepada aurat wanita (yang lain)". [HR Muslim]
bertanya,"Bagaimana pendapat engkau tentang saudara ipar, wahai Rasulullah? Rasulullah
menjawab,"Saudara ipar adalah maut (petaka). IDEALNYA MUSLIMAH BEROBAT KE DOKTER WANITA

[HR Bukhari dan Muslim]. Hukum asalnya, apabila ada dokter umum dan dokter spesialis dari kaum Muslimah, maka
menjadi kewajiban kaum Muslimah untuk menjatuhkan pilihan kepadanya.Meski hanya
sekedar keluhan yang paling ringan, flu batuk pilek sampai pada keadaan genting, semisal
PERINTAH MENJAGA AURAT DAN MENAHAN PANDANGAN
persalinan ataupun jika harus melakukan pembedahan.
Di antara keindahan syariat Islam, yaitu ditetapkannya larangan mengumbar aurat dan
Berkaitan dengan masalah itu, Syaikh Bin Bz rahimahullah mengatakan:
perintah untuk menjaga pandangan mata kepada obyek yang tidak diperbolehkan, lantaran
perbuatan itu hanya akan mencelakakan diri dan agamanya. Seharusnya para dokter wanita menangani kaum wanita secara khusus, dan dokter lelaki
16 [Type text]

melayani kaum lelaki secara khusus kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. Bagian DAFTAR PUSTAKA
pelayanan lelaki dan bagian pelayanan wanita masing-masing disendirikan, agar Kumar et al. Robbins and Cotran : Pathologic Basis of Disease 8th ed. Philadelphia:
masyarakat terjauhkan dari fitnah dan ikhtilat yang bisa mencelakakan.Inilah kewajiban Saunders Elsevier, 2009
Curtis MG, Overholt S, Hopkins MP. Glass of gynecology. 6th ed. USA: Lippincott
semua orang.
Williams & Wilkins; 2006.
http://www.depkes.go.id/article/print/201407070001/hilangkan-mitos-tentang-kanker.html
Lajnah D-imah juga menfatwakan, bila seorang wanita mudah menemukan dokter wanita
yang cakap menangani penyakitnya, ia tidak boleh membuka aurat atau berobat ke seorang
Sarwono Prawirohardjo. Kanker Serviks.
dokter lelaki. Kalau tidak memungkinkan maka ia boleh melakukannya.

Bila memang dalam keadaan darurat dan terpaksa, Islam memang membolehkan untuk In: M. Farid Azis, Andri Jono, Abdul Bari Saifuddin, editors. Buku Acuan Nasional
menggunakan cara yang mulanya tidak diperbolehkan.Selama mendatangkan maslahat, Onkologi Ginekologi. Edisi Pertama. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo; 2006.p. 442-54
seperti untuk pemeliharaan dan penyelamatan jiwa dan raganya. Seorang muslimah yang
keadaannya benar-benar dalam kondisi terhimpit dan tidak ada pilihan, (maka) ia boleh
http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/06_ Pencegahan dan Deteksi
pergi ke dokter lelaki, baik karena tidak ada ada seorang dokter muslimah yang mengetahui
Dini.Pdf/06_Pencegahan dan Deteksi Dini.Pdf
penyakitnya maupun memang belum ada yang ahli.Allah Ta`ala menyebutkan dalam
firman-Nya surat al-An'm/6 ayat 119:
Mardjikoen Praswoto. Tumor Ganas Alat Genital. Dalam Ilmu Kandungan ed.2. Yayasan
"(padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo. Jakarta, 1999; 14:380-390.
atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya)"
Rivlin, E, M.2000. Obstetrics and gynecologi, 5 th.Ed.Lippincott Williams & Wilkins p.
Meskipun dibolehkan dalam kondisi yang betul-betul darurat, tetapi harus mengikuti
rambu-rambu yang wajib untuk ditaati.Tidak berlaku secara mutlak.Keberadaan mahram Aziz, M.farid .Buku Acuan ONKOLOGI GINEKOLOGI . Edisi 4 Cetakan 1. 2006. Jakarta:
adalah keharusan, tidak bisa ditawar-tawar. Sehingga tatkala seorang muslimah terpaksa
harus bertemu dan berobat kepada dokter lelaki, ia harus didampingi mahram atau Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo (BP-SP)
suaminya saat pemeriksaan. Tidak berduaan dengan sang dokter di kamar praktek atau
ruang periksa. Anonim.2012.Differential diagnosis of cervical cancer. Diakses pada 11 April 2012
melalui http://bestpractice.bmj.com/best-
Syarat ini disebutkan Syaikh Bin Bz rahimahullah untuk pengobatan pada bagian tubuh practice/monograph/259/diagnosis/differential.html
Zuhroni. 2010. Pandangan Islam terhadap Masalah Kedokteran dan Kesehatan. Universitas
yang nampak, seperti kepala, tangan, dan kaki. Jika obyek pemeriksaan menyangkut aurat
YARSI. Jakarta
wanita, meskipun sudah ada perawat wanita umpamanya- maka keberadaan suami atau
wanita lain (selain perawat) tetap diperlukan, dan ini lebih baik untuk menjauhkan dari
http://almanhaj.or.id/content/2883/slash/0
kecurigaan.
http://lhiezainternisti.blogspot.com/2009/12/pandangan-islam-dalam-pelayanan.html
Haya Farah Khansa 1102012110