You are on page 1of 116

BAB II

LANDASAN TEORI

1. KEHAMILAN NORMAL

a. Definisi:

Kehamilan adalah proses pertemuan dan persenyawaan antara spermatozoa


(sel mani) dengan sel telur (ovum) yang menghasilkan zigot. Lamanya hamil
adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ). Kehamilan dibagi dalam
tiga triwulan, pertama dimulai dari konsepsi sampai tiga bulan (0-12
minggu), triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan (12-28
minggu), triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan (28-40 minggu).

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta


perubahan social didalam keluarga

Tujuan asuhan antenatal:


Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu
dan tumbuh kembang janin.
Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang
mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara
umum, kebidanan dan pembedahan.
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan
social ibu dan bayi.
Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran
bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal.
Mempersiapkan persalina cukup bulan, melahirkan dengan selamat,
ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dengan
pemberian ASI eksklusif.
b. Tanda dan gejala kehamilan

1. Tanda-tanda pasti
Teraba bagian-bagian janin & terasa gerakan janin oleh pemeriksa
Terdengar bunyi jantung janin dengan beberapa cara :
Didengar dengan stetoskop monoral
Dicatat dan didengar dengan alat Doppler
Dicatat dengan feto-elektro kardiogram
Pada pemeriksaan dengan sinar Rontgen tampak rangka janin
Dengan pemeriksaan USG diketahui keadaan janin
Tanda pasti ini merupakan tanda-tanda objektif yang semuanya didapatkan
oleh pemeriksa.

2. Tanda-tanda mungkin
Tanda subyektif yang dirasakan oleh penderita
Amenorhea
Mual dan muntah
Payudara membesar, tegang dan sedikit nyeri
Miksi sering karena rahim yang membesar menekan pada kandung
kemih.
Ibu merasakan pergerakan anak.
Tanda objektif yang diperoleh pemeriksa
Pembesaran, perubahan bentuk dan konsistensi rahim
Perubahan pada serviks
Tanda Chadwick
Braxton hicks/kontraksi-kontraksi kecil uterus bila ada rangsangan
Pemeriksaan biologis
Teraba bagian anak
Perut membesar
Keluarnya kolostrum
Hiperpigmentasi kulit
c. Perubahan-perubahan fisiologis kehamilan

a. Uterus
Terjadi pembesaran uterus, hal ini karena adanya peningkatan
hormon estrogen dan progesteron. Uterus bertambah besar, dari alat
yang beratnya 30 gram menjadi 1000 gr, dengan ukuran panjang 32
cm, lebar 24 cm, dan ukuran muka belakang 22 cm.
Hubungan umur kehamilan (bulan), besar uterus dan tinggi fundus
uteri.
Akhir
Besar Uterus Tinggi Fundus Uteri
bulan
1. Lebih besar dari biasa Palpasi belum teraba
2. Telur bebek Dibelakang symphisis
3. Telur angsa 1-2 jari diatas symphisis
4. Kepala bayi Pertengahan symphisis-pusat
5. Kepala dewasa 2-3 jari dibawah pusat
6. Kepala dewasa Kira-kira setinggi pusat
7. Kepala dewasa 2-3 jari diatas pusat
8. Kepala dewasa Pertengahan pusat-proc.xyphoideus
9. Kepala dewasa 3 jari dibawah Px atau setinggi Px
10. Kepala dewasa Sama dengan usia kehamilan 8 bulan
namun melebar kesamping.

b. Cerviks Uteri

Terjadi peningkatan hormon menyebabkan hipersekresi kelenjar


serviks, sehingga serviks menjadi lunak.

c. Vagina dan Vulva

Akibat hormon hipervaskularisasi, vagina dan vulva menjadi merah


kebiruan begitu juga portionya.

d. Ovarium

Fungsi ovarium diambil oleh plasenta pada kehamilan 16 minggu.

e. Payudara
Payudara biasanya membesar dalam kehamilan yang disebabkan
hipertrofi dari alveoli. Putting susu juga membesar dan lebih tua
warnanya dan seringkali mengeluarkan cairan kuning yang
melengket yang disebut kolostrum.

f. Pertukaran zat

Metabolisme basal naik pada kehamilan, terjadi penimbunan protein


sedangkan dalam darah kadar zat lemak naik dan ada kecendrungan
pada ketosis. Kebutuhan akan kalsium dan pospor bertambah untuk
pembuatan tulang tulang janin begitu pula akan ferum untuk
pembentukan Hb.janin.

g. Sirkulasi darah

Uterus membesar menyebabkan pelebaran pembuluh darah. Volume


darah bertambah fisiologis 25 %, oleh karena peningkatan plasma
akibatnya konsentrasi Hb dalam darah menurun. Batas fisiologis Hb
10 gram %.

h. Sistem respirasi

Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilanya tidak jarang


mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan
pada kehamilan 32 minggu keatas. Oleh karena usus-usus tertekan
oleh uterus yang membesar kearah diafragma kurang leluasa
bergerak.

i. Traktus digestivus

Tonus otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas digestivus


menurun. Makanan lebih lama ada didalam lambung sehingga air
lebih banyak, akibatnya feses akan kering dan terjadi konstipasi.
j. Kulit

Pada kulit terdapat hiperpigmentasi antara lain pada areola mamae,


papilla mamae dan linea alba. Linea alba yang berwarna hitam
disebut linea nigra. Hiperpigmentasi juga terdapat pada pipi yang
disebut cloasma gravidarum. Hiperpigmentasi ini disebabkan oleh
pengaruh MSH yang meningkat.

d. Pemeriksaan kehamilan

Jadwal pemeriksaan adalah:


Pemeriksaan pertama dilakukan segera setelah diketahui terlambat haid.
Periksa ulang:
a. Setiap bulan sampai umur kehamilan 6-7 bulan.
b. Setiap 2 minggu sampai kehamilan berumur 8 bulan
c. Setiap 1 minggu sejak umur kehamilan 8 bulan sampai kehamilan
menjelang persalinan.
Pemerksaan khusus bila ada keluhan tertentu.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap ibu hamil, yaitu :

1. Anamnesa (tanya jawab)


Identitas
Apa yang diderita
Riwayat menstruasi
Kehamilan sekarang
Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu
Tentang perkawinan
Riwayat kesehatan
Riwayat kesehatan keluarga

2. Pemeriksaan Umum
Tentang keadaan umum penderita, keadaan emosional, tanda-tanda vital,
tinggi badan, berat badan, LILA.
3. Pemeriksaan Khusus Kebidanan (status obstetricus) meliputi :

a. Inspeksi
Muka
Adakah chloasma gravidarum, keadaan selaput mata pucat atau merah,
adakah oedema pada muka, bagaimana keadaan lidah dan gigi.

Leher
Apakah vena terbendung dileher ( misalnya pada penyakit jantung ).
Apakah ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah bening.

Dada
Keadaan jantung, paru, bentuk buah dada. Pigmentasi putting susu,
keadaan putting susu, adakah kolostrum.

Perut
Perut membesar kesamping atau kedepan, keadaan pusat, pigmentasi
dilinea alba, nampaklah gerakan anak atau kontraksi rahim, adakah
strie gravidarum atau bekas luka.

Vulva
Keadaan perineum, parices, tanda Chadwick, condyloma.

Ekstrimitas
Cari varices, oedema.

b. Palpasi
Cara pemeriksaan palpasi menggunakan pemeriksaan Leopold yang
dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :

Leopold I
Kaki penderita dibengkokkan pada lutut dan lipat paha, pemeriksa
berdiri disebelah kanan penderita, dan melihat kearah muka
penderita, rahim dibawa ketengah, tingginya fundus uteri
ditentukan, tentukan bagian apa dari anak yang terdapat dalam
fundus.
Leopold II
Kedua tangan pindah kesamping, tentukan dimana punggung anak
dan bagian-bagian kecil.

Leopold III :
Dipergunakan satu tangan saja, bagian bawah ditentukan antara ibu
jari dan jari lainnya, cobalah apakah bagian bawah masih dapat
digoyangkan.

Leopold IV :
Pemeriksa berubah sikapnya melihat kearah kaki penderita, dengan
kedua tangan tentukan apa yang menjadi bagian bawah. Tentukan
apakah bagian bawah sudah masuk pap dan berapa masuknya
bagian bawah kedalam rongga panggul.

c. Auskultasi
Dilakukan dengan stetoskop untuk mendengarkan berbagai macam
bunyi. Yang didengar dari janin adalah mendengar DJJ, bising tali pusat,
gerakan janin. Sedangkan dari ibu untuk mendengar bising rahim, bunyi
aorta dan bising usus.

d. Perkusi
Untuk mengetahui refleks patella (+) atau (-)

e. Periksa dalam
Dilakukan jika ada indikasi untuk memantau kemajuan persalinan.

e. Perbedaan antara Primigravida dan Multigravida

No. Primigravida Multigravida


1. Payudara tegang Payudara lembek menggantung
2. Putting susu runcing Putting susu tumpul
3. Perut tegang dan menonjol kedepan Perut lembek dan tegang
4. Vulva tertutup perineum utuh Vulva menganga perineum berparut
5. Vagina sempit teraba, rugae Vagina longgar, selaput lendir licin
6. Striae lividae Striae lividae dan striae albicans
7. Portio runcing, ost.ext. tertutup Portio tumpul dan terbagi dalam
bibir depan dan bibir belakang.

f. Letak janin dalam rahim

Letak anak sangat penting dalam prognosa persalinan. Beberapa letak seperti
letak lintang dan letak dahi tak dapat lahir spontan pada janin hidup dan
aterm. Dan jika tidak diperbaiki akan berbahaya bagi ibu maupun janin.
Istilah letak dalam ilmu kebidanan mengandung 4 pengertian, yaitu:
Situs
Letak sumbu panjang anak terhadap sumbu panjang ibu. Jika ukuran
panjang anak adalah ukuran bokong kepala sesuai dengan sumbu
panjang ibu, maka anak dikatakan dalam letak membujur atau letak
memanjang.
Habitus
Bagaimana bagian-bagian dari anak seperti kepala, badan, tangan, kaki
itu letaknya satu terhadap yang lain.
Posisi
Letak salah satu bagian anak tertentu terhadap dinding perut/jalan lahir.
Presentasi
Apa yang menjadi bagian terendah dari janin.

g. Hal-hal yang juga penting selama kehamilan

1. Pemberian vitamin zat besi


Dimulai dengan memberikan satu tablet sehari sesegera mungkin setelah
setelah ra sa mual hilang. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat
besi 60 mg) dan asam Folat 50 gr, minimal masing-masing 90 tablet.
Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama kopi atau the karena akan
mengganggu penyerapan. Sebaiknya diminum bersamaan vitamin C
sehingga membantu proses penyerapan tablet Fe didalam tubuh.
2. Imunisasi TT
Imunisasi TT sangat penting, gunanya untuk melindungi bayi yang akan
dilahirkan dari tetanus neonatorum. Selama kehamilan imunisasi TT
diberikan dua kali. Jarak pemberian antara TT1 dan TT2 adalah 4
minggu.

3. Penambahan berat badan


Penimbangan pada pemeriksaan kehamilan sangat penting, karena
kenaikan berat yang di sebut juga pra-oedema dan merupakan gejala dini
dari toxaemia gravidarum.
Pada wanita hamil kenaikan berat badan yang normal 10-15 Kg.
Penambahan berat ini disebabkan:
a. Berat janin 3 kg, plasenta 0,5 kg, air ketuban 1 kg.
b. Berat rahim dari 30 gram menjadi 1 kg.
c. Penimbunan lemak seperti buah dada, pantat dan lain-lain 1,5 kg.
d. Retensi air 1,5 kg.

h. Keluhan-keluhan yang sering terjadi pada ibu hamil

Mual muntah biasanya timbul pada bulan ke-2 dan ke-3, menghilang
setelah memasuki trimester ke II.
Sakit pinggang yang sebagian besar disebabkan karena perubahan sikap
badan pada kehamilan lanjut, karena titik berat badan pindah kedepan
disebabkan perut yang membesar.
Timbulnya varices. Hal ini dapat dipengaruhi oleh factor keturunan,
berdiri lama dan usia.
Sakit kepala disertai oedem.
Sesak nafas, disebabkan rahim membesar mendesak diafragma ke atas.
Flour albus (keputuhan).

i. Anemia dalam kehamilan


Anemia dalam kehamilan adalah anemia karena kekurangan zat besi, jenis
anemia yang pengobatanya lebih mudah, bahkan lebih murah. Anemia dalam
kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan masalah
nasional ekonomi masyarakat, dan pengaruh yang sangat besar terhadap
kualitas sumber daya manusia. Anemia dalam kehamilan disebut Potential
danger to mother and child (potensial membahayakan ibu dan anak), karena
itu anemia memerlukan perhatian serius dari pihak yang terkait dalam
pelayanan kesehatan pada lini terdepan.

Menurut WHO kejadian anemia dalam kehamilan berkisar 20% sampai 89%
dengan menetapkan Hb 11 gr% sebagai dasarnya. Angka anemia kehamilan di
Indonesia menunjukan nilai yang cukup tinggi. Hoo Swie Tjiong menemukan
angka anemia kehamilan 3,8 % pada trimester I, 13,6% trimester II, dan
24,8% pada trimester III. Akrib sukarman menemukan sebesar 40,1% di
bogor. Bakta menemukan anemia hamil sebesar 50,7%. Di Puskesmas Kota
Denpasar sedangkan shindu menemukan sebesar 33,4% di puskesmas
Mengwi. Simanjutak mengemukakan bahwa sekitar 70% ibu hamil di
Indonesia menderita anemia dan kurang gizi. Pada pengamatan lebih lanjut
menunjukan bahwa kebanyakan anemia yang diderita masyarakat adalah
kekurangan zat besi secara teratur dan peningkatan gizi. Selain itu di daerah
pedesaan banyak dijumpai ibu hamil dengan mal nutrisi atau kekurangan zat
gizi, kehamilan dan persalinan dengan jarak yang berdekatan dan ibu hamil
dengan pendidikan dan tingkat ekonomi yang rendah.

Kebutuhan zat besi pada wanita hamil

Wanita memerlukan zat besi lebih tinggi dari pada laki-laki karena terjadi
menstruasi dan perdarahan sebanyak 50-80 cc setiap bulan dan kehilangan zat besi
sebesar 30-40 mg. Disamping itu kehamilan memerlukan zat besi untuk
meningkatkan jumlah sel darah merah dan membentuk janin dan plasenta. Makin
sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan akan kehilangan zat
besi dan menjadi makin anemis.
Sebagai gambaran banyak kebutuhan zat besi pada setiap kehamilan perhatikan
bagan berikut:
Meningkat sel darah ibu 500 mg Fe
Terdapat dalam plasenta 300 mg Fe
Untuk darah janin 100 mg Fe
Jumlah 900 mg Fe

Jika persediaan cadangan Fe minimal, maka setiap kehamilan akan menguras Fe


tubuh dan akhirnya menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Pada
kehamilan relatif terjadi anemia karena darah ibu hamil mengalami hemodilusi
(pengenceran) dan pengangkatan volume 30%-40% yang puncaknya pada
kehamilan 32 sampai 34 minggu. Jumlah peningkatan sel darah 18%-30%, dan
hemoglobin sekitar 19%. Bila hemoglobin ibu sebelum hamil sekitar 11gr% maka
dengan terjadinya hemodilusi akan mengakibatkan anemia hamil fisiologis, dan
Hb ibu akan menjadi 9,5 sampai 10 gr%.

Setelah persalinan dengan lahirnya plasenta dan perdarahan, ibu akan kehilangan
zat besi sekitar 900 mg. Saat laktasi, ibu masih memerlukan kesehatan jasmani
yang optimal sehingga dapat menyiapkan ASI untuk pertumbuhan dan
perkembangan bayi. Dalam keadaan anemia, laktasi tidak dapat dilakukan dengan
baik.

Diagnosa Anemia Pada Kehamilan

Untuk penegakan diagnosa anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa.


Pada anamnesa akan didapat keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-
kunang, dan keluhan mual-muntah lebih hebat pada hamil muda.

Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat


sahli. Hasil pemeriksan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut:
Hb 11 gr% Tidak Anemia
9-10 gr% Anemia ringan
7-8 gr% Anemia sedang
< 7 gr% Anemia berat
Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada
trimester I dan III. Dengan pertimbangan bahwa sebagian besar ibu hamil
mengalami anemia, maka dilakukan pemberian tablet Fe sebanyak 90 tablet pada
ibu-ibu hamil di Puskesmas.

Bentuk-bentuk Anemia

Faktor yang mempengaruhi pembentukan darah adalah sebagai berikut:


I. Komponen (bahan) yang berasal dari makanan terdiri dari:
- Protein, glukosa dan lemak
- Vitamin B12, B6, asam folat dan vitamin C
- Elemen dasar: Fe, ion Cu dan Zink.
b. Sumber pembentukan darah
- Sumsum tulang
c. Kemampuan reabsorbsi usus terhadap bahan yang diperlukan
d. Umur sel darah merah (eritrosit) terbatas sekitar 120 hari. Sel-sel darah merah
yang sudah tua dihancurkan kembali menjadi bahan baku yang membentuk sel
darah baru.
e. Terjadi perdarahan kronik (menahun)
- Gangguan menstruasi
- Penyakit yang menyebabkan perdarahan pada wanita yaitu mioma uteri,
polip serviks, penyakit darah
- Parasit dalam usus: askariasis, ankilostomiasis, taenia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut diatas, anemia dapat digolongkan menjadi:


1. Anemia defisiensi (kekurangan zat besi)
2. Anemia megaloblastik (Kekurangan vitamin B12)
1. Anemia hemolitik (pemecahan sel-sel darah lebih cepat dari pembentukan)
2. Anemia hipoplastik (gangguan pembentukan sel-sel darah).

Pengaruh Anemia Pada Kehamilan dan Janin.

1. Pengaruh anemia terhadap kehamilan.


a) Bahaya selama kehamilan:
Dapat terjadi abortus
Persalinan prematuritas
Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim
Mudah terjadi infeksi
Ancaman dekompensasi kordis (Hb< 6 gr%)
Mola hidatidosa
Hiperemesis gravidarum
Perdarahan antepartum
Ketuban pecah dini (KPD)

b) Bahaya saat persalinan:


Gangguan his-kekuatan mengejan
Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar.
Kala dua berlangsung lama sehingga dapat melelahkan dan sering
memerlukan tindakan operasi kebidanan.
Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum
karena atonia uteri
Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum karena atonia uteri.

c) Pada kala nifas:


Terjadi sub involusi uteri menimbulkan perdarahan post partum
Memudahkan infeksi puerpurium.
Pengeluaran ASI berkurang
Terjadi decompensasi cordis mendadak setelah persalinan
Anemia kala nifas
Mudah terjadi infeksi mamae.

2. Bahaya terhadap janin.

Sekalipun tampaknya janin mampu menyerap sebagian kebutuhan dari ibunya,


tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh
sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam ahim.
Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk:
Abortus
Terjadi kematian intrauterine
Persalinan prematuritas tinggi
Berat badan lahir rendah
Kelahiran dengan anemia
Dapat terjadi cacat bawaan
Bayi mudah mendapatkan infeksi sampai kematian perinatal
Intelegensia rendah

Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan.

Untuk menghindari terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan


pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan
umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan
laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi
parasit. Pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah.
Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat
sampai keposyandu. Contoh preparat Fe diantaranya Barralat, Biosanbe, Iberet,
vitonal dan hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas.
LANDASAN TEORI
PERSALINAN NORMAL

A. Pengertian dan Tujuan Persalinan


Pengertian : Adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat
hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.
Tujuan : Menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat
kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai
upaya yang terintegerasi dan lengkap tetapi dengan intervensi
seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas
pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang diinginkan (optimal).

B. Macam-macam persalinan
1. Persalinan spontan
Yaitu bila persalinan berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui
jalan lahir.
2. Persalinan buatan
Yaitu proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar, misalnya
ekstraksi vakum, forcep dan sectio caesarea.
3. Persalinan anjuran
Yaitu persalinan yang berlangsung dengan pemberian obat untuk
merangsang timbulnya kontraksi.

C. Sebab-sebab yang menimbulkan persalinan


Teori yang mengemukakan sebab-sebab yang menimbulkan persalinan antara
lain :
a. Teori penurunan hormon
b. Teori plasenta menjadi tua
c. Teori ditensi rahim
d. Teori iritasi mekanik
Di belakang serviks terletak ganglion servikale (fleksus franken hauser).
Bila ganglion ini digesar dan ditekan. Misalnya oleh kepala janin, akan
timbul kontraksi uterus.
e. Induksi Partus (induction of labour)
Partus dapat pula ditimbulkan dengan jalan
Gagang lamnion : Beberapa laminaria dimasukkan dalam kanalis
servikalis dengan tujuan merangsang flektus
frankenhauser
Amiotomi : Pemecahan selaput ketuban
Oksitosin drips : pemberian oksitosin menurut tetesan per infus

D. Tanda-tanda permulaan persalinan


Sebelum terjadi persalinan, wanita hamil mengalami tanda-tanda permulaan
persalinan (kala pendahuluan), yaitu :
a. Lightening atau settling atau dropping
Yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada
primigravida. Pada multigravida tidak begitu ketara
b. Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteru turun
c. Perasaan sering-sering atau susah kencing (polakisuria) karena kandung
kemih tertekan oleh bagian terbawah janin
d. Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi
lemah dari uterus, kadang-kadang disebut false labor pains
e. Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa
bercampur darah (bloody show)
E. Tanda-tanda inpartu
a. Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur
b. Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan
robekan kecil pada serviks
c. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya
d. Pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada

F. Fisiologi persalinan normal


Fator-faktor yang mempengaruhi persalinan :
1. Power (tenaga atau kekuatan)
a. His (kontraksi uterus)
Terjadi karena otot-otot paolos rahim bekerja dengan baik dan
sempurna dengan sifat-sifat kontraksi simetris, fundus, dominan,
kemudian diikuti relaksasi
Dalam mengawasi persalinan hendakknya selalu dibuat daftar catatan
tentang his pada status pasien. Catatan tersebut memuat tentang :
Frekuensi : adalah jumlah his dalam waktu tertentu biasanya per
menit atau per 10 menit.
Amplitudo atau intensitas : adalah kekuatan his diukur dalam
mmHg dalam pralitek, kekuatan his hanya dapat diraba secara
palpasi apakah sudah atau masih lemah.
Aktivitas his : adalah frekuensi x amplitudo diukur dengan unit
monterideo
Dorasi his : Adalah lamanya setiap his berlangsung diukur dengan
detik
Datangnya his : apakah datangnya sering, teratur atau tidak
Interval : adalah masa relaksasi
b. Kontraksi otot-otot dinding perut
c. Kontraksi diafragma
d. Ligamentus action terutama ligamentum rotundom

2. Passanger (faktor janin)


3. passage (jalan lahir)
Jalan lahir dibagi menjadi 2, yaitu :
Bagian atas yaitu tulang-tulang panggul (rangka panggul)
Bagian lunak yaitu otot-otot, jaringan jaringan dan ligamen-ligamen

Perubahan-perubahan pada uterus dan jalan lahir dalam persalinan, yaitu :


Keadaan segmen atas dan segmen bawah rahim pada persalinan dalam
persalinan perbedaan antara segmen atas rahim dan segmen bawah
rahim lebih jelas lah. Pada saat persalinan, segmen atas rahim
berkontraksi sehingga menjadi tebal dan mendorong anak keluar,
sedangkan segmen bawah rahim dan cerviks mengadakan relaksasi dan
dilatasi dan menjadi saluran yang tipis dan tegang yang akan dilalui
bayi.
Perubahan bentuk rahim
Pad atiap kontraksi suribu panjang rahim bertambah panjang
sedangkan ukuran melintang maupun ukuran muka belakang
berkurang
Foal ligamentum rotundumm dalam persalinan
Ligamentum rotundum mengandung otot-otot polos dan kalau uterus
berkontraksi, otot-otot ligamentum rutundum ikut berkontraksi hingga
ligamentum rotundum menjadi pendek.
Perubahan pada cerviks
Agar anak dapat keluar dari rahim maka perlu terjadi pembukaan dari
cerviks yang biasanta didahului oleh pendataran dari cerviks,
kemudian diikuti oleh pembukaan cerviks, pendataran cerviks adalah
pemendekan dari canalis servikalis, yang semula berupa sebuah
saluran yang panjangnya 1-2 cm, menjadi suatu lubang saja dengan
pinggir yang tipis, sedangkan yang dimaksud dengan pembukaan
serviks adalah pembesaran dari ostium yang tadinya berupa suatu
lubang dengan diamenter beberapa milimeter menjadi lubang yang
dapat dilalui anak kira-kira diameternya 10 cm.
Perubahan pada vagina dasar panggul
Dalam kala I ketuban ibut meregangkan bagian atas vagina Setelah
ketuban pecah, segala perubahan terutama pada dasar panggul
ditimbulkan ileh bagian depan anak. Oleh bagian yang maju itu dasar
panggul diregangkan menjadi saluran dengan dinding dinding yang
tipis.

G. Kala Persalinan
Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu
1. Kala I (kala pembukaan)
Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dalam
meningkatkan (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka
lengkap (10 cm) kala I persalinan terdiri atas dua fase, yaitu :
a. Fase laten
- Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan
pembukaan serviks secara bertahap
- Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm
- Pada umumnya fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam
- Kontraksi mulai teratur tetapi lamanya masih di antara 20-30 detik.

b. Fase aktif
- Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan meningkat secara
bertahap (kontraksi dianggap adekuat/memadai jika terjadi tiga kali
atau lebih dalam waktu 10 menit, dan berlangsung selama 40 detik
atau lebih)
- Dari pembukaan 4 cm hingga mencapai pembukaan lengjap atau
10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm per jam
(multipara atau primigravida) atau lebih dari 1 cm hingga 2 cm
multipara)
- Terjadi penurunan bagian terbawah janin

Fase aktif dibagi menjadi 3 subfase, yaitu :


Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4
cm
Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan
berlangsung cepat menjadi 9 cm.
Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam
pembukaan jadi 10 cm atau lengkp

Fase yang dikemukakan di atas dijumpai pada primigravida maupun


multigracida, perdedaannya adalah :
- Pada primigravida - Serfiks mendatar (effecement) dulu, baru
dilatasi
- Berlangsung 13 14 jam
- Pada multigravida - Waktu untuk mendatar dan membuka bisa
bersamaan
- Berlangsung 6-7 jam
Agar dapat mengetahui persalinan akan berjalan normal atau tidak
maka perlu dilakukan pemeriksaan dalam pada kala I pemeriksaan
dalam diperlukan untuk menilai :
1. Vagina, terutama dindingnya apakah ada bagian yang menyempit
2. Keadaan serta pembukaan serviks
3. Kapasitas panggul
4. Ada atau tidaknya penghalang (tumor) pada jalan lahir
5. Sifat flour albus dan apakah ada alat yang sakit umpamanya
bartholifitis, urethritis, sistisis, dan sebagainya.
6. Pecah tidaknya ketuban
7. Yang terpenting ialah presentasi kepala janin
8. Turunnya kepada dalam ruang panggul
9. Penilaian besarnya kepala panggul
10. Apakah partus telah mulai atau sampai dimanakah partus telah
berlangsung.

2. Kala II (Kala pengeluaran)


Dimulai dari pembukaan lengkap sampai bayi lahir, pada kala II his
teratur, kuat dan cepat dan lebih lama. Kira-kira 2 3 menit sekali kepala
janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada
otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa
mengedan. Karena tekanan pada rektum ibu merasa seperti buang air besar
dengan tanda anus terbuka. Pada waktu his kepala janin mulai kelihatan,
vulva membuka dan perineum menonjol. Dengan his meneran yang
terpimpin akan lahirlah kepala yang diikuti seluruh badan bayi. Kala dua
primi 1,5 2 jam pada multi - 1 jam.

Tanda-tanda persalinan kala II :


1. His menjadi lebih kuat kuat dan cepat
2. Ibu merasa adanya dorongan untuk meneran yang tidak tertahankan
3. Perineum menonjol dan menjadi lebih lebar
4. Vulva membuka
5. Adanya tekanan pada anus sehingga anus mengembang

Posisi ibu saat meneran


1. Posisi duduk atau setengah duduk
Seringkali ibu merasa nyaman dengan posisi ini, ibu bisa istirahat
dengan mudah diantara kontraksi keuntungan posisi ini adalah
memudahkan melahirkan kepala bayi.
2. Posisi jongkok atau berdiri
Dapat membantu mempercepat kemajuan kala II persalinan dan
mengurangi rasa nyeri atau hebat.
3. Posisi merangkak atau berdiri
Bisa lebih nyaman dan efektif untuk meneran. Merangkak seringkali
baik bagi ibu yang mengalami nyeri panggung saat persalinan.
Berbaring miring ke kiri, sering kali merupakan posisi yang baik bagi
ibu jika kelelahan dan bisa membantu terjadikan laserasi perineum.

Cara meneran :
Anjurkan ibu untuk meneran sesuai dorongan alamiah kontraksi
Jangan anjurkan ibu untuk menahan nafas saat meneran
Anjurkan ibu untuk istirahat diantara kontraksi
Pada posisi lithotomi, saat meneran anjurkan ibu menarik lututnya ke
arah dada dan menempelkan dagunya ke dada serta mata melihat ke
perut
Jangan melakukan dorongan serta daerah fundus untuk mempercepat
kelahirannya.

Cara melahirkan bayi :


a. Melahirkan kepala bayi
Pimpin ibu meneran saat kepala sudah nampak vulva 5-6 cm, letakkan
kain bersih di atas perut ibu untuk mengeringkan bayi segera setelah
lahir letakkan kain bersih yang dilipat 1/3 di bawah bokong ibu,
lindungi perineum dengan satu tangan (lakukan stagmen) untuk
menghindari robekan prineum, sementara tangan kiri menahan kepala
bayi agar tidak terjadi defleksi maksimal. Berikan tekanan lembut
pada kepala bayi tetapi tidak menghalangi keluarganya kepala bayi,
setelah kepala lahir, usap muka bayi menggunakan kain bersih atau
kasa untuk menghilangkan kotoran, periksa apakah ada lilitan tali
pusat, jika ada lilitan tali pusat panjang longgarkan melewati kepala
bayi. Jika pendek klem kemudian potong.
b. Melahirkan bahu dan anggota badan seluruhnya
Setelah kepala mengadakan putar paksi, kepala dipegang secara
biparital. Tarik secara lembut ke b awah untuk melahirkan bahu depan
dan tarik secara lembut ke atas untuk melahirkan bahu belakang.
Sanggah kepala bayi dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri
menyusuri badan bayi sehingga lahirlah seluruh badan bayi secara
sanggah susur. Bayi ditelakkan atas perut ibu dan keringkan badan
bayi, kemudian potong tali pusat dengan cara klem 2-3 cm dari perut
bayu urut ke arah ibu dan klem + 1 cm dari tali pusat untuk melindungi
perut bayi pada saat memotong tali pusat ganti handuk dan selimuti
badan bayi.

3. Kala III (kala Uri)


Dimylai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasentas dan
selaput ketuban.
Kala III terdiri dari 2 fase :
1. Fase pelepasan uri
Otot uterus (miometrium) berkontraksi mengikuti penyusutan volumen
rongga uterus setelah lahirnya bayi, penyusutan ukuran ini
menyebabkan berkurangnya ukuran tempat perlekatan plasentas.
Karena tempat perlekatan menjadi semakin kecil, sedangkan ukuran
plasenta tidak berubah maka plasenta akan terlipat menebal dan
kemudian lepas dari dinding uterus. Setelah lepas, plasenta akan
menurun ke bagian bawah uterus atau ke dalam vagina.
Cara pelepasan plasenta :
a. Cara schultze
Yaitu pelepasan dimulai pada bagian tengah dari plasenta dan
disini terjadi hematoma retro plancentair yang selanjutnya
mengangkat placenta dari dasarnya.
b. Cara duncan
Lepasnya uri mulai dari pinggir. Jadi pinggur uri lahir duluan
(20%) darah akan mengalir keluar antara selaput ketuban
Serempak dari tengah dan pinggir plasenta
Pelepasan cara ini terutama terjadi pada plasenta letak rendah

2. Fase pengeluaran uri


Uri yang sudah terlepas oleh kontraksi rahim akan didorong ke bawah
yang oleh rahim sekarang dianggap sebagai benda asing. Hal ini
dibantu pula oleh tekanan abdominal atau mengedan, maa uri akan
dilahirkan 20% secara spotan dan selebihnya memerlukan pertolongan.

Tanda-tanda pelepasan plasenta :


1. Perubahan bentuk dan tinggi uterus
2. Tali pusat memanjang
3. Semburan darah mendadak dan singkat

Manajemen aktif kala III


Keuntungan
- Persalinan kala III yang lebih singkat
- Mengurangi jumlah kehilangan darah
- Mengurangi terjadinya retensio plasenta
Manajemen kala aktif kala III terdiri dari 3 langkah utama, yaitu :
- Pemberian suntikan oksitosin dalam 1 menit pertama setelah bayi
lahir
- Melakukan pencegahan tali pusat terkendali
- Masase fundus uteri

4. Kala IV (Kala Penagwasan)


Dimulai setelah lahirnya plasenta sampai 2 jam post partum :
Setelah plasenta lahir :
1. Lakukan rangsangan taktil (massase) uterus untuk merangsang
berkontraksi baik dari kuat
2. Evaluasi tingkat fundus dengan meletakkan jari tangan anda secara
melintang dengan pusat sebagai patokan. Umumnya fundus uteri
setinggi atau beberapa jari di bawah pusat
3. Memperkirakan kehilangan darah secara keseluruhan
4. Periksa kemungkinan perdarahan dari robekan (laserasi atau
episiotomi)perineum
5. Evaluasi keadaan umum ibu
6. Dokumentasikan semua asuhan dan temnuan selama persalinan kala
IV di bagian belakang partograf, segera setelah asuhan diberikan atau
setelah penilaian dilakukan

2 jam setelah pengawasan ada 7 pokok penting yang harus diperiksa ulang
sebelum meninggalkan pasien, yaitu :
1. Kontraksi rahim : baik atau tidaknya dapat diketahui dengan palpasi
bila perlu lakukanlah masase dan berikan uterus
tonika seperti methergen, ermetrin dan pitosin.
2. Perdarahan : ada atau tidaknya, banyak atau biasa
3. Kandung kemih : harus kosong, kalau penuh ibu disuruh kencing
dan kalau tidak bisa lakukan kateter
4. luka-luka : jahitannya baik atau tidakm ada perdarahan atau
tidak
5. Uri dan selaput : ketuban harus lengkap
6. Keadaan umum : Tensi nadi, pernapasan, rasa sakit

H. Partograf
Merupakan alat bantu yang digunakan selama fase aktif persalinan sampai 2
ham post partum. Jika dipakai secara tepat partograf dapat dipakai untuk :
Mencatat keinginan persalinan
Mencatat kondisi ibu dan janinnya
Mencatat asuhan yang diberikan selama persalinan dan kelahiran
Menggunakan informasi yang tercatat untuk secara dini mengidentifikasi
adanya penyulit
Menggunakan informasi yang ada untuk membuat keputusan klinik yang
sesuai dan tepat waktu.

Tujuan utama penggunaan partogfraf adalah :


1. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai
pembukaan serviks melalui pemeriksaan dalam
2. Mendeteksi apakah proses persalinan secara normal dengan demikian
dapat melakukan deteksi dini setiap kemungkinan terjadinya partus lama.

Partograf harus digunakan


1. Untuk semua ibu dalam fase aktif kala I persalinan sebagai elemen penting
asuhan persalinan
2. selama persalinan dan kelahiran semua tempat (RB, puskesmas, BPS, RS)
3. Secara rutin oleh semua penolong persalinan yang memberikan asuhan
kepada ibu selama persalinan dan kelahiran

Hal-hal yang harus dicatat pada partograf :


1. Informasi tentang ibu
Nama dan umur
Gravida, para dan abortus
Nomor pencatatan medis/ nomor puskesmas
Tanggal dan waktu mulai dirawat
Waktu pecahnya selaput dan waktu ibu merasa mules

2. Keadan janin
a. Denyut jantung janin
Catat DJJ setiap 30 menit
b. Warna, banyak dan adanya air ketuban
Nilai air ketuban setiap kali dilakukan pemeriksaan dalam dan nilai
warna air ketuban dan banyaknya jika sudah pecah :
U : Ketuban utuh
J : Ketubah sudah pecah dan airnya jernih
M : Ketuban sudah pecah dan airnya bercampur mekonium
D : Ketuban sudah pecah dan air ketuban percampur darah
K : Ketuban sudah pecah dan tidak ada air ketuban lagi (kering)

c. Molase (penyusupan kepala janin)


Penyusupan adalah indikator penting tentang beberapa seberapa jauh
kepala bayi dapat menyesuaikan diri dengan bagian keras panggul ibu.
0 : Tulang kepala janin terpisah, sutura dengan mudah dapat dipalpasi
1 : Tulang kepala janin hanya saling bersentuhan
2 : Tulang kepala janin saling tumpang tindih, tapi masih dapat dipisah
3 : Tulang kepala janin tumpang tindih dan tidak bisa dipisah lagi
d. Jam dan Waktu
Waktu mulainya fase aktif persalinan
Waktu aktual setiap kali dilakukan pemeriksaan atau penilaian

e. Kontraksi uterus
Setiap jam raba dan catat jumlah kontraksi dalam 10 menit dan
lamanya kontraksi dalam sebuah detik. Nyatakan lamanya kontraksi
dengan :
1. Beri titik-titik di kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi
yang lamanya 20-40 detik
2. Beri garis-garis kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi
yang lamanya 20-40 detik
3. Isi penuh kotak yang sesuai untuk menyatakan kontraksi yang
lamanya > 40 detik

f. Obat-obatan dan cairan yang diberikan


Catat semua obat dan cairan IV yang diberikan (termasuk oksitosin)

g. Kondisi ibu
Nilai dan catat nadi ibu setiap 30 menit selama fase aktif
persalinam, beri tanda titik pada kolom waktu yang sesuai
Nilai dan catat tekanan darah ibu setuap 4 jam selama fase aktif
persalinan beri tanda pernah pada kolom waktu yang sesuai
Volume urine, protein atau aseton, ukur dan catat jumlah produksi
urin sedikitnya setiap 2 jam.

Halaman belakang partograf


Halaman belakang partograf (catatan persalinan) merupakan bagian untuk
mencatat hal-hal yang terjadi selama proses persalinan dan kelahiran serta
tindakan-tindakan yang dilakukan sejak persalinan kala I sampai Kala IV
termasuk bayi baru lahir. Dukomentasi ini sangat penting untuk membuat
keputusan klinik terutama saat pemantauan kala IV (mencegah terjadinya
perdarahan post partum).
LANDASAN TEORI
NIFAS NORMAL (PUERPERIUM)

j. Definisi

Masa nifas (puerperium) adalah masa pulih kembali, dimulai dari selesai
persalinan sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil. Lama
masa nifas ini yaitu 6 - 8 minggu.
Nifas di bagi dalam 3 periode, yaitu :
Puerperium Dini
Kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
Puerperium Intermedial
Kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya 6-8 minggu.
Remote Puerperium
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila
selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu
untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan atau tahunan.

k. Tujuan Asuhan Masa Nifas

Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologik.


Melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah,
mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu dan
bayinya.
Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri,
nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada
bayinya dan perawatan bayi sehat.
Memberikan pelayanan keluarga berencana.

l. Perubahan yang terjadi pada Masa Nifas

Uterus
Secara berangsung-angsur akan menjadi kecil sehingga akhirnya
kembali seperti sebelum hamil.

Involusi TFU Berat Uterus

Bayi Lahir Setinggi Pusat 1000 gram

Uri Lahir 2 jari bawah pusat 750 gram

1 minggu Pertengahan pusat-symphisis 500 gram

2 minggu Tidak teraba, diatas symphisis 350 gram

6 minggu Bertambah kecil 50 gram

8 minggu Sebesar normal 30 gram

Proses involusi uteri pada bekas implantasi plasenta terdapat gambaran


sebagai berikut :
Bekas implantasi plasenta segera setelah plasenta lahir seluas
12x15 cm, permukaan kasar dimana pembuluh darah besar
bermuara.
Pada pembuluh darah terjadi pembentukan trombose disamping
pembuluh darah tertutup karena kontraksi rahim.
Bekas luka implantasi dengan cepat mengecil, pada minggu ke-2
sebesar 6-8 cm dan akhir puerperium sebesar 2 cm.
Lapisan endometrium dilepaskan dalam bentuk jaringan nekrosis
bersama dengan lochia.
Luka bekas implantasi plasenta akan sembuh karena pertumbuhan
endometrium yang berasal dari tepi luka dan lapisan basalis
endometrium.
Kesenbuhan sempurna pada saat akhir dari masa puerperium.

Rasa sakit
Yang disebut after pains, (meriang atau miles-mules) di sebabkan
kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. Perlu
diberikan pengertian pada ibu mengenai hal ini dan bila terlalu
mengganggu dapat diberikan obat-obat antisakit dan antimules.

Lochia
Cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa
nifas.
Lochia rubra
Berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua,
verniks kaseosa, lanugo, dan mekoneum, selama 2 hari pasca
persalinan.
Lochia sanguinolenta
Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir, pada hari ke-3
sampai hari ke-7 pasca persalinan.
Lochia serosa
Berwarna kuning cairan tidak berdarah lagi, pada hari ke-7 sampai
14 pasca persalinan.
Lochia alba
Cairan putih setelah 2 minggu pasca persalinan.
Lochia purulenta
Terjadi infeksi, keluar cairan seperti nanah berbau busuk.
Lochiostasis
Lochia yang tidak lancar keluarnya.

Serviks
Setelah persalinan, bentuk serviks agak menganga seperti corong
berwarna merah kehitaman. Konsistensinya lunak, kadang-
kadangterdapat perlukaan-perlukaan kecil. Setelah bayi lahir, tangan
masih bisa masuk rongga rahim. 2 jam setelah persalinan dapat dilewati
2-3 jari dan setelah satu minggu hanya dapat dilalui satu jari.

Ligamen-ligamen
Ligamen, fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu
persalinan, setelah bayi lahir secara berangsur-angsur menjadi ciut dan
pulih kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh kebelakang dan menjadi
retrofleksi. Untuk memulihkan kembali sebaiknya dengan latihan-latihan
dan gymnastik postpartum.

m. Perubahan Sistem Tubuh yang Lain


Sistem Urinari
Diuresis terjadi berhubungan dengan pengurangan volume darah, hal ini
berlangsung sampai 2-3 hari post partum. Tonus ureter berangsur
kembali pada panjang semula dan kandung kemih kembali sebagai organ
dalam pelvik.

Sistem Pencernaan
Setelah plasenta lahir estrogen menurun sehingga tonus otot seluruhnya
berangsur pulih kembali, tapi konstipasi mungkin tetapi terjadi dan
mengganggu hari-hari pertama post partum. Hal ini mungkin
berhubungan dengan kurangnya aktivitas dan refleks defekasi terhambat
karena nyeri perineum.

Sistem Sirkulasi
Volume darah menurun kembali pada keadaan sebelum hamil (kembali
pada viskositas semula) tonus otot dinding pembuluh darah dan tekanan
darah kembali pada tingkat normal/semula.

Sistem Pernafasan
Ventilasi penuh dari lobus basal paru kembali seperti semula
(sebelumnya tidak bebas) akibat adanya penekanan/dorongan
pembesaran uterus.

Sistem Endokrin
Setelah plasenta lahir sirkulasi H. estrogen dan progesteron menurun dan
negatif feed back mekanism mengaktifkan dan mendorong
mengeluarkan H. FSH dan LH untuk memulai kembali siklus
menstruasi. Pembesaran glandula tiroida menurun pada keadaan semula
dan basal metabolisme kembali pada keadaan normal.
Sistem Muskulosketel
Pelvik bagian lunak (sendi, ligamen) kembali pada keadaan normal
sekitar 3 bulan. Tonus otot abdomen dan otot dasar panggul, berangsur
pulih secara menyeluruh bila dengan bantuan senam/latihan.

n. Perawatan Pasca Persalinan


Dianjurkan untuk melakukan mobilisasi dini setelah 2 jam postpartum.
Perawatan mobilisasi dini mempunyai keuntungan :
1. Melancarkan pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium.
2. Mempercepat involusi alat kandungan.
3. Melancarkan fungsi alat gastrointestinal dan alat perkemihan.
4. Meningkatkan kelancaran peredarahan darah sehingga mempercepat
fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme.

Karena lelah sehabis bersalin ibu harus beristirahat, tidur terlentang selama
2 jam postpartum kemudian boleh miring-miring kekanan dan kekiri. Untuk
mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Pada hari ke-2
diperbolehkan duduk, hari ke-3 jalan-jalan, dan hari ke-4 atau ke-5
diperbolehkan pulang. Mobilisasi bergantung pada komplikasi persalinan,
nifas dan sembuhnya luka-luka.

Faktor lain yang harus diperhatikan dan dicermati dalam perawatan pasca
persalinan, yaitu :
Diet makanan
Makanan harus bermutu, bergizi dan cukup kalori. Sebaiknya makan
makanan yang mengandung protein, banyak cairan, sayur-sayuran
dan buah-buahan.

Miksi
Hendaknya BAK dapat dilakukan sendiri secepatnya. Kadang-
kadang wanita mengalami sulit kencing, dikarenakan sfingter urethra
tertekan oleh kepala janin dan spasme oleh iritasi m. sphingter ani
selama persalinan Jika kandung kemih ibu post partum penuh dan
mengalami kesulitan untuk BAK, maka dapat dilakukan kateterisasi.

Defekasi
BAB harus dilakukan 3-4 hari pasca persalinan. Jika mengalami
kesulitan dapat diberikan obet laksans per oral atau per rektal. Jika
masih belum bisa dilakukan klisma.

Perawatan Payudara
Perawatan payudara hendaknya telah dimulai sejak wanita hamil
supaya putting susu lemas, tidak keras dan tidak kering sebagai
persiapan menyusui bayinya. Dianjurkan kepada ibu untuk menyusui
bayinya karena sangat baik untuk kesehatan bayinya.

Bila bayi meninggal laktasi harus segera dihentikan dengan cara :


Pembalutan mammae sampai tertekan.
Pemberian obat estrogen untuk supresi LH seperti tablet lynoral
dan perlodel.

o. Laktasi
Untuk menghadapi masa laktasi sejak dari kehamilan telah terjadi
perubahan-perubahan pada kelenjar mammae yaitu :
Proliferasi jaringan pada kelenjar-kelenjar alveoli dan jaringan
lemak bertambah.
Keluaran cairan susu jolong dari duktus laktiferus disebut
colostrum berwarna kuning putih susu.
Hipervaskularisasi pada permukaan dan bagian dalam diman
vena-vena berdilatasi sehingga tampak jelas.
Setelah pengaruh supresi estrogen dan progesteron hilang maka
timbul pengaruh hormon laktogenik (LH) atau prolaktin yang
akan merangsang air susu keluar. Produksi akan banyak
sesudah 2-3 hari postpartum.
Bila bayi mulai disusui isapan pada putting susu merupakan rangsangan
psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oksitosin dikeluarkan oleh
hipofise. Poduksi ASI akan lebih banyak sebagai efek positif adalah involusi
uterus akan lebih sempurna. Ibu dan bayi dapat ditempatkan dalam satu
kamar (roming in) atau pada tempat yang terpisah.

Keuntungan rooming in adalah :


1. Mudah menyusukan bayi.
2. Setiap saat selalu ada kontak antara ibu dan bayi.
3. Sedini mungkin ibu telah belajar mengurus anaknya.

p. Pemeriksaan Pasca Persalinan


Pemeriksaan pasca persalinan dilakukan pada hari ke ke-3, ke-7 & minggu
ke-6. Pemeriksan pasca persalinan meliputi :
Pemeriksaan Umum
Tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu, keluhan yang dirasakan
Keadaan Umum
Kesadaran, keadaan emosi, selera makan, dl
Payudara
Keadaan putting, pengeluaran
Perut
Dinding perut
Perineum, kandung kemih, rektum
Sekret yang keluar
Lochea, flour albus
Keadaan alat-alat kandungan

q. Senggama
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah
berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya kedalam vagina
tanpa rasa nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri,
aman untuk memulai melakukan hubungan suami istri kapan saja ibu siap.
r. K B
Idealnya pasangan menunggu sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum
ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan
dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya.
Namun petugas kesehatan dapat membantu merencanakan
keluarganya dengan mengajarkan kepada mereka tentang cara
mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Biasanya wanita tidak akan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia
mendapatkan lagi haidnya selam menyusui (amenorea laktasi). Oleh
karena itu metode amenorea laktasi dapat dipakai sebelum haid
pertama kembali untuk mencegah terjadinya kehamilan baru. Resiko
ini adalah 2% kehmilan.
Sebelum menggunakan metode KB, hal-hal berikut perlu dijelaskan
dahulu kepada ibu :
1. Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan dan
efektifitasnya.
2. Kelebihan / keuntungannya.
3. Efek samping.
4. Bagaimana menggunakan metode itu.
5. Kapan metode itu dapat dimulai digunakan untuk wanita pasca
salin yang menyusui.
6. Jika seorang ibu atau pasangan telah memilih metode KB tertentu
ada baiknya untuk bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu
untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh
ibu/pasangannya dan untuk mengetahui apakah metode tersebut
dengan baik.

s. Postpartum blues
Merupakan adaptasi suatu fenomena psikologis yang umumnya dialami oleh
wanita yang terpisah oleh bayi dan keluarganya. Postpartum blues biasanya
terjadi sekitar hari ke-3 hingga hari ke-5 postpartum. Dimulai dari bentuk
yang ringan yaitu perasaan down kemudian menjadi mudah marah dan
perasaan sedih yang tidak dapat dijelaskan, lalu wanita tersebut umumnya
sering menangis dengan alasan-alasan yang tidak dapat digambarkan atau
diungkapkan.

Tanda dan gejala postpartum blues adalah :


1. Sangat emosional
Perubahan hormon yang cepat berlangsung untuk mengembalikan
kondisi tubuh seperti keadaaan semula (saaat sebelum hamil) dan
proses laktasi yang berlangsung merupakan penyebab munculnya sifat
emosi yang labil pada postpartum blues. Emosi yang labil ini juga
dipacu oleh ketidaknyamanan fisik lainnya seperti nyeri setelah
melahirkan, nyeri jahitan dll.
2. Sedih
3. Khawatir jika tidak bisa merawat bayinya.
4. Mudah tersingggung.
Ia menjadi sangat sensitif terhadap berbagai komentar dan tindakan
yang ditujukan kepadanya. Ia menganggapnya sebagai kritikan
terhadap kemampuannya dalam merawat anaknya.
5. Cemas
6. Merasa hilang semangat
7. Mudah marah
8. Sedih tanpa ada sebabnya
9. Menangis berulang kali
Beberapa faktor yang dapat mendorong terjadinya postpartum blues adalah
:
Pengalaman melahirkan yang kurang lancar dapat membuat ibu merasa
kecewa dan sedih.
Pengalaman melahirkan yang sulit dapat menyebabkan ibu merasa letih.
Rasa nyeri/sakit setelah melahirkan sehingga membuat ibu merasa down.
Adanya rasa tanggung jawab yang besar untuk menjalankan peran
sebagai orang tua dirasakan sebagai beban bagi ibu.
Tingkah laku bayi contohnya bayi yang menangis dianggap sebagai
akibat dari ketidakmampuan ibu dalam merawat bayinya.
Kesulitan dalam merawat atau menyusui bayinya, dapat membuat ibu
merasa kecewa dan sedih.
Adanya masalah dengan perawat atau pihak rumahsakit dapat menambah
permasalahan.

t. Adaptasi Psikologis Ibu


Adalah suatu penyesuaian diri yang sangat besar terhadap jiwa dan kondisi
tubuhnya setelah mengalami suatu stimulasi dan kegembiraan yang luar
biasa. Emosional labil (mood : keadaan jiwa terganggu), keadaan ini sering
terjadi selama hari-hari pertama puerperium.
Setelah partus umumnya wanita menunjukkan rasa gembira tapi
beberapa hari kemudian kemungkinan terjadi depresi dan
sedih/menangis. Hal ini adalah fase transisi dan kemungkinan reaksi
dari stress fisik dan mental setelah post partum, cemas tentang
bayinya dan merasa tidak adekuat untuk menjadi seorang ibu.

Adaptasi psikologi ibu terbagi 3 :


1. Hari ke-1 (Taking in) :
Ibu terfokus pada diri sendiri, minta diperhatikan.
2. Hari kedua (Taking hold) :
Ibu menjadi mandiri, punya keinginan merawat bayinya.
3. Minggu pertama (Letting go):
Masa mendapat peran baru, ibu mulai mencurahkan kegiatan
pada bantuan orang lain, beri dukungan baik dari petugas
maupun keluarganya.

Perawatan yang harus dilakukan pada ibu nifas :


1. Pemeriksaan plasenta, agar tidak ada bagian-bagian plasenta yang tertinggal.
2. Pengawasan tinggi fundus uteri.
3. Pengawasan perdarahan dari vagina.
4. Pengawasan konsistensi rahim.
5. Pengawasan keadaan umum ibu.
6. Perawatan payudara.
7. Perawatan vulva seperti vulva hygiene.

Cara untuk merawat perineum adalah :


Gunakan pembalut bersih minimal 4-6 jam, pakai dengan baik agar tidak
bergeser
Lepaskan pembalut dari arah depan ke belakang untuk menghindari
penyebaran kuman dari dubur
Percikkan air hangat ke daerah perineum setiap setelah BAK dan BAB
kemudian keringkan dengan lap yang halus
Jauhkan tangan dari daerah perineum hingga benar-benar sembuh
Tanda bahaya masa nifas
Sebagian besar kematian ibu terjadi selama masa pasca persalinan (memasuki
masa nifas) karena itu sangat penting untuk mendidik para ibu dan keluarganya
mengenai tanda-tanda bahaya masa nifas sehinggaa ibu dapat segera mencari
pertolongan medis jika terdapat tanda-tanda bahaya masa nifas yang disebutkan di
bawah ini :
1. Perdarahan per vaginam yang luar biasa/tiba-tiba bertambah banyak (lebih
dari perdarahan biasa) memerlukan penggantian pembalut 2-3x dalam
setengah jam.
2. Pengeluaran vagina yang baunya menusuk.
3. Rasa sakit di bagian bawah abdomen atau punggung.
4. Sakit kepala yang terus menerus, nyeri epigastrik.
5. Gangguan masalah penglihatan/penglihatan kabur.
6. Pembengkakan di wajah atau tangan.
7. Demam, muntah, rasa sakit waktu BAK atau merasa tidak enak badan.
8. Payudara yang berubah menjadi merah, panas atau terasa sakit.
9. Kehilangan nafsu makan dalam waktu lama.
10. Rasa sakit, merah, lunak atau pembengkanan pada kaki.
11. Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan diri
sendiri.
12. Merasa sangat letih atau nafas terengah-engah.
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Bayi Baru Lahir


Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dari kehamilan 37 minggu sampai
dengan 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai 4000 gram, usia 0-
28 hari.

B. Penatalaksanaan kebidanan pada bayi baru lahir


1. Persalinan yang bersih dan aman
Yang terpenting adalah selalu menerapkan pencegahan infeksi yang baku
dan sesuai standar dilakukan sesuai ketentuan dan indikasi yang tepat.

2. Memulai pernapasan spontan


Segera setelah bayi lahri, penolong melakukan penilaian awal secara tepat
dan cepat (0-30 detik). Melakukan pembebasan jalan nafas dengan cara
membersihkan wajah bayi, penghisapan lendir tidak dianjurkan lagi karena
dapat melukai jalan nafas bayi, kecuali pada kasus :
a. Bayi tidak segera menangis
b. Air ketuban yang keluar berwarna keruh dan bercampur mekonium

3. Memotong dan merawat tali pusat


Tali pusat dipotong sebelum plasenta. Tali pusat dipotong lebih 2-3 cm
dari dinding perut bayi dan digunting menggunakan gunting steril, tali
pusat diberi bethadine, kemudian dibungkus dengan kasa steril, kasa
diganti setiap hari atau setiap kali basah atau kotor.
4. Mempertahankan suhu tubuh bayi
Pada waktu bayi lahir, bayi belum mampu mengatur suhu tubuh secara
memadai dan dapat cepat kehilangan panas jika tidak segera dicegah
sehingga membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap
hangat. Bayi baru lahir dibungkis hangat.
Mekanisme kehilangan panas :
Radiasi
Yaitu panas tubuh bayi yang memancar ke lingkungan sekitar bayi
yang lebih dingin , misal : bayi baru lahir diletakkan di ruangan yang
dingin
Evaporasi
Yaitu kehilangan panas yang terjadi karena penguapan cairan yang
menempel pada tubuh bayi, misalnya air ketuban yang menempel pada
tubuh bayi dan tidak langsung dibersihkan atau dikeringkan.
Konduksi
Yaitu pindahnya atau hilangnya panas tubuh bayi melalui kontak
langsung dengan permukaan yang lebih dingin. Misalnmya : popok
bayi yang basah dan tidak langsung diganti.
Konveksi
Yaitu kehilangan panas yang terjadi saat bayi terpapar dengan udara
sekitar yang lebih dingin. Misal : bayi diletakkan di dekat pintu atau
jendela terbuka.

Upaya untuk mencegah kehilangan panas :


- keringkan bayi secara seksama
- selimuti bayi dengan selimut atau kain yang bersih, kering dan hangat
- selimuti bagian kepala bayi
- anjurkan ibu untuk memeluk dan menyusui bayinya
- mandikan bayi minimal 6 jam setelah lahir
- Tempatkan bayi di lingkungan yang hangat

Cara menghangatkan dan mempertahankan suhu tubuh :


- Kontak kulit dengan kulit
- Kangaroo mother care (KMC)
- Pemancar panas
- Inkubator
- Ruangan yang hangat

5. Pencegahan infeksi
Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Untuk mencegah bayi
terinfeksi maka semua penanganan dan tindakan yang dilakukan terhadap
bayi termasuk peralatan harus dalam keadaan steril dengan cara :
a. Cuci tangan secara baik dan benar sebelum dan setelah melakukan
kontak dengan bayi
b. Pakai sarung tangan yang bersih saat menangani bayi
c. Pastikan bahwa semua pakaian, handuk, selimut, serta kain yang
digunakan bayi dalam keadaan bersih
d. Pastikan bahwa timbangan pita ukur, thermometer, stetoskop dan
benda-benda lainnya dalam keadaan bersih.

6. Pemberian asi secara dini dan eksklusif


Pastikan bahwa pembeian asi dimulai sejak 30 menit dari bayi dilahirkan.
Anjurkan ibu untuk memeluk bayinya segera setelah tali pusat dipotong
dan diklem.

Keuntungan pemberian ASI


a. Merangsang produksi asi
b. Memperkuat reflek menghisap bayi (rooting refleks)
c. Mempererat hubungan emosional antara ibu dan bayi
d. Memberikan kekebalan pasif segera kepada bayi melalui kolostrum
e. Merangsang kontraksi uterus

Pada masa laktasi, terdapat 2 mekanisme reflek pada ibu yaitu reflek
prolaktin dan reflek oksitosin yang berperan dalam produksi asi dan
involusi uterus (khususnya pada masa nifas). Pada bayi terdapat 3 jeni
reflek, yaitu :
1. Reflek mencari putting susu (rooting reflex)
Bayi akan menoleh ke arah dimana terjadi sentuhan pada pipinya. Bayi
akan membuka mulutnya apabila bibirnya disentuh dan berusaha untuk
menghisap benda yang disentuhkan tersebut.
2. Reflek menghisap (suckling reflex)
Rangsangan putting susu pada langit-langit bayi menimbulkan reflek
menghisap isapan ini akan menyebabkan areola dan putting susu ibu
tertekan gusi, lidah dan langit-langit bayi sehingga sinus laktatiferus
areola dan asi terpancar keluar.
3. Reflek menelan (swallowing reflex)
Kumpulan asi di dalam mulut bayi mendesak otot-otot di daerah mulut
dan faring untuk mengaktifkan reflek menelan dan mendorong asi ke
dalam lambung bayi.

7. Pemberian imunisasi awal


Imunisasi hepatitis B diberikan sebelum bayi pulang ke rumah, beritahu
ibu untuk mengimunisasikan BCG pada bayi setelah berumur 1 bulan.

8. Identifikasi
Tanda pengenal untuk memudahklan identitas bayi perlu dipasang segera
setelah persalinan tanda pengenal harus diberikan pada setiap bayi baru
lahir.
Syarat-syarat tanda pengenal :
- Alat yang digunakan kebal air, tidak mudah melukai bayi, tidak mudah
sobek, dan tidak mudah lekos.
- Pada alat harus tercantum nama bayi dan ibu, tanggal lahir dan jenis
kelamin
- Di setiap tempat tidur harus tercantum nama bayi, nama orang tua,
tanggal dan jam lahir.
- Berat lahir, panjang, lingkar kepala, lingkar dada, dicatat dalam rekam
medik.
Penilaian bayi baru lahir
Keadaan umum bayi baru lahir dinilai dengan metode apgar score
Score 0 1 2
A : appearance color (warna kulit) Pucat Badan merah, Seluruh tubuh
ekstremitas kemerahan
biru
P : pulse (heart cate) Tidak ada Di bawah 100 Di atas 100
G : grimace (reaksi terhadap rangsang) Tidak ada Sedikit Menangis,
gerakan mimik batuk, bersih
A : Activity (tonus otot) Lumpuh Ekstremitas Gerakan aktif
dalam fleksi
sedikit
R : respiration (usaha nafas) Tidak ada Lemah, tidak Menangis kuat
teratur

Catatan :
Nilai 7 -10 : bayi normal
Nilai 4-6 : bayi asfiksia ringan sedang
Nilai 0-3 : sbayi asfiksia berat

C. Perubahan fisiologis pada bayi baru lahir


Sebagai akibat perubahan lingkungan dalam uterus keluar uterus, maka bayi
menerima rangsangan yang bersifat kimiawi, mekanik, termik. Hasil
rangsangan ini membuat bayi akan mengalami perubahan metabolik
pernapasan, sirkulasi dan lain-lain.
1. Gangguan metabolisme karbohidrat
Oleh karena kadar gula darah tali pusat yang 65 mg/100 ml akan menurun
menjadi 50 mg/100 ml dalam waktu 2 jam sesudah lahir, energi tambahan
yang diperlukan neonatus pada jam-jam pertama sesudah lahir diambil
dari hasil metabolisme asam lemak sehingga kadar gula darah dapat
mencapai 120 mg/ 100 ml.

2. Suhu panas
Mekanisme pengaturan panas suhu pada bayi belum stabil, mudah
mendapat pengaruh dari luar, pusat pengaturan panas dalam otak baru
berkembang pada bulan terakhir masa fetus.
3. Tali pusat
Tali pusat diperiksa dan dilihat kelengkapan arteri dan vena, tali pusat
harus kering dan bila ada perdarahan harus dikencangkan

4. Berat badan
Pada hari ke 2 dan ke 3 berat badan bayi baru lahir biasanya akan
menurun. Hal ini disebabkan karena pemasukan cairan dan pengeluaran
dari tubuh bayi tidak seimbang.
ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB IUD
TERHADAP Ny. K DI BPS DASA S. WARSITO
WAY HALIM BANDAR LAMPUNG

I. PENGKAJIAN
Pada tanggal : 9 Juli 2009
Pukul : 07.00 WIB
Oleh : RIKA NURIANA PUTRI

A. Identitas

Nama : Ny. K Nama Suami : Tn. P


Umur : 44 Tahun Umur : 51Tahun
Suku Bangsa : Bali/ Indonesia Suku Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SPG Pendidikan : S1
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Pekerjaan : Arsitek
Alamat : Jl.Saburai Gn.Sulah

Alasan kunjungan :
Ibu mengatakan bahwa ia merasakan pegal dan nyeri pada pinggang sejak 3 hari
yang lalu dan telat menstruasi sejak 5 hari yang lalu.

B. Anamnesa
a. Riwayat Perkawinan
Ibu mengatakan menikah satu kali pada umur 20 tahun dengan suami
sekarang sudah 24 tahun.
b. Riwayat Menstruasi
Ibu mengatakan menarche 12 tahun, siklus 28 hari,haid teratur, lamanya 7
hari, konsentrasi cair keluhannya darah menstruasi lebih banyak dari
biasanya.
HPHT : 4 Juni 2009

c. Riwayat Obstetri
Ibu mengatakan jumlah anak hidup 3 orang, dan tidak pernah abortus, jenis
kelamin anak yang dilahirkan adalah yang pertama lahir pada tahun 1986
berjenis kelamin laki-laki anak yang kedua lahir pada tahun 1990 jenis
kelamin perempuan dan yang terakhir laki-laki lahir pada tahun 2005.

d. Riwayat Keluarga Berencana


Ibu mengatakan setelah melahirkan anak yang terakhir ia menggunakan KB
IUD dan selama pemakaian alat kontrasepsi,keluhannya hanya jumlah darah
menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.

e. Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menurun seperti (Asma,
Hipertensi), penyakit menular seperti (TBC, hepatitis) dan penyakit
menahun
seperti DM.

f. Riwayat Penyakit yang diderita


- Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita infeksi alat genital
- Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita TBC pelvic
- Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah menderita kanker alat genital

g. Perilaku Kesehatan
Ibu mengatakan tidak pernah minum-minuman beralkohol, merokok. Ibu
mengganti mengganti pakaian dalam 2 3 kali sehari atau bila lembab,
mandi
2 x sehari.

h. Pola sehari - hari


a. Makan
Ibu mengatakan makan dengan porsi sedang, teratur 3 x sehari terdiri dari
nasi, lauk pauk (tahu, tempe, ikan, telur) sayuran hijau dan buah. Nafsu
makan ibu baik. Ibu mengatakan minum air putih 7-8 gelas per hari.
b. Pola Eliminasi
- BAK : Ibu mengatakan BAK dengan frekuensi 3-4 x per hari,
berbau khas, konsistensi cair berwarna kuning dan tidak
ada
keluhan
- BAB : Ibu mengatakan BAB dengan frekuensi 1-2 x per hari,
berbau khas, konsistensi lembek, berwarna kuning dan
tidak
ada keluhan.
c. Pola Istirahat
Ibu mengatakan tidak ada keluhan dalam pola tidurnya, ibu tidur pada
malam hari 7 8 jam dan tidur siang 1 2 jam.

C. Pemeriksaan fisik
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Keadaan Emosional : Stabil
4. Tanda-tanda vital : TD : 130/90 mmttg N : 80 x / menit
RR : 24 x / menit S : 36,50C
5. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut
Kulit kepala bersih, hitam, tidak berketombe dan tidak mudah rontok
b Mata
Simetris kanan dan kiri, tidak strabismus, konjungtiva an anemis,kelopak
mata tidak ada oedem
c Hidung
Bersih tidak ada polip, kedua buah lubang hidung yang dibatasi oleh
septum
nasal, fungsi penciuman baik.
d. Telinga
Telinga ibu simetris kanan dan kiri, tidak ada peradangan, bersih, tidak
ada
serumen, fungsi pendengaran baik.
e Mulut dan gigi
Mulut bersih, lidah bersih, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi,
tidak
ada peradangan pada gusi.
f. Leher
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak terdapat pembesaran
kelenjar getah bening, tidak ada kaku kuduk.
g Dada
- Jantung : Frekuensi dan bunyi jantung normal.
- Payudara : Pembesaran normal antara kanan dan kiri, tidak
terdapat
benjolan pada payudara
- Paru-paru : Tidak terdengar bunyi wheezing pada saat ekspirasi dan
ronchi pada saat inspirasi.
h. Abdomen
- Inspeksi : Tidak terdapat luka bekas operasi, tidak terdapat
pembesaran yang abnormal
- Palpasi : Pada saat palpasi tidak terdapat nyeri tekan dan
benjolan abnormal

i. Punggung dan pinggang


Tidak ada kelainan pada punggung dan pinggang, tidak ada nyeri ketuk
dan tidak ada benjolan.
j. Ektremitas
Pada Ektremitas atas dan bawah tidak terdapat varices, tidak cedema,
tidak
terdapat gangguan pergerakan, reflek patella (+) kanan dan kiri.
k. Anogenital
Ibu mengatakan tidak ada keluhan pada genitanya, tidak ada varices,
tidak
mengalami keputihan, tidak ada hemoroid.

6. Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan

II. IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA DAN


KEBUTUHAN

Diagnosa : Ibu P3A0 umur 44 tahun dengan akseptor KB IUD sudah 3


tahun
Dasar : - Ibu mengatakan mempunyai 3 orang anak, dan tidak
pernah
keguguran.
- Ibu mengatakan jumlah darah menstruasi lebih banyak
setelah pakai IUD
- HPHT : 4 Juni 2009
- Ibu mengatakan pegal dan nyeri pada pinggang sejak 3
hari yang lalu dan telat menstruasi sejak 5 hari yang lalu.
- Ibu mengatakan keluhan selama pakai IUD adalah jumlah
darah menstruasi yang lebih banyak dari biasanya.
Masalah : Amenorea
Dasar : Ibu mengatakan telat menstruasi

II. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL DAN DIAGNOSA


LAIN
- Terjadi kehamilan
III. EVALUASI KEBUTUHAN SEGERA DAN KOLABORASI
- Konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

IV. PERENCANAAN
Tanggal : 9 Juli 2009
Pukul : 07.05 WIB

1. Jelaskan pada ibu tentang hasil pemerikasaanyang telah dilakukan


R : Agar ibu dapat mengetahui keadaan saat ini
2. Jelaskan pada ibu bahwa jumlah darah menstruasi yang banyak
merupakan efek samping dari pemasangan IUD
R : Agar ibu tidak merasa cemas dan khawatir
3. Berikan ibu obat asam mefenamat (anti nyeri) antasida dan vit.B6
R : Agar rasa nyeri dan pegal berkurang
4. Lakukan PP test
R : Agar penyebab dari amenorea diketahui,apakah karena gejala pre
menopouse atau hamil.
5. Beritahu ibu kapan harus kembali ke klinik
R : Untuk kontrol ulang dan untuk mengetahui dengan dini kelainan
yang terjadi dan dapat dengan segera melepasnya.

V. PELAKSANAAN
Tanggal : 9 Juli 2009
Pukul : 07.15 WIB

1. Melaksanakan kepada ibu mengenai hasilpemeriksaan yang telah


dilakukan TD : 130/90 mmHg S : 36,50C
N : 80x/menit R : 24x/menit
2. Memberikan ibu obat asam mefenamat (anti nyeri) antasida dan vit.B6
3. Memberitahu ibu bahwa menstruasi telat adalah gejala dari pre-
menopouse
4. Melakukan PP test dengan hasil negatif (-)
5. Memberitahu kepada ibu kapan harus kembali ke klinik
Kembali ke klinik apabila :
- Tidak dapat meraba benang AKDR
- Merasakan bagian yang keras pada AKDR
- AKDR terlepas
- Adanya infeksi
- AKDR akan dilepas
- Terjadi pengeluaran cairan dari vagina yang mencurigakan.
- Apabila mengalami hal ini dalam waktu yang lama harus segera ke
dokter spesialis kandungan

VI. EVALUASI
Tanggal : 9 Juli 2009
Pukul : 07.30 WIB

1. Keadaan umum ibu baik dan Ibu sudah mengerti tentang keadaanya.
2. Ibu telah diberikan obat sam mefenamat (anti nyeri),antasida,dan
vit B6
3. Ibu tidak merasa khawatir dan cemas lagi.
4. Telah diketahui amenorea yang dialami ibu merupakan gejala pre-
menopouse.
5. Ibu telah mengetahui kapan ibu harus kembali ke klinik dan ibu
mengatakan akan datang kembali apabila mengalami keluhan.
ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI/BALITA SEHAT
TERHADAP BAYI R DI BPS DASA S. WARSITO
WAY HALIM BANDAR LAMPUNG

I. PENGKAJIAN
Pada tanggal : 20 Juli 2009
Pukul : 17.30 WIB
Oleh : Rika Nuriana Putri

A.IDENTITAS

I. Nama Anak : Bayi R.


Tanggal lahir / umur : 8 Oktober 2008 / 9 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Pendidikan : -
Alamat : Jl. Padjajaran Gg.Mawar No.39 Jaga Baya II

Nama Ayah : Tn. I


Umur : 31 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Pendidikan : SMA
Suku Bangsa : Sunda / Indonesia

Nama Ibu : Ny. P


Umur : 31 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMA
Suku Bangsa : Jawa / Indonesia
2. DATA ANAK DALAM KELUARGA

No Nama Anak Umur JK Agama Hubungan Pendidikan


1 Raisya 9 bulan P Islam Anak -
Kandung

3. Alasan mencari pelayanan Kesehatan


1 Imunisasi campak dan polio IV
2. Penimbangan Berat Badan
4. Riwayat Kesehatan

a. Riwayat kesehatan sebelumnya


Ibu mengatakan anaknya tidak pernah mendrita penyakit
cacar,polio,difteri,tipoid,TBC,varicella,Morbili.

b. Riwayat Imunisasi

No Jenis Imunisasi Usia Standar


1 BCG 1 bulan (10 Nov 2009) 1 x Pemberian

2 Combo (DTP + hep B) 2 bulan (10 Des 2009) 3 x Pemberian

3 bulan (10 Jan 2009)

4 bulan (10 Feb 2009)

3 Polio 2 bulan (10 Des 2009) 4 x Pemberian

3 bulan (10 Jan 2009)

4 bulan (10 Feb 2009)

4 Campak - 1 x Pemberian

c. Riwayat kesehatan sekarang


Anak dalam keadaan sehat, tidak menderita suatu penyakit. Ibu datang
kepetugas hanya untuk mengimunisasi anaknya dan melakukan
penimbangan berat badan serta untuk memantau pertumbuhan dan
perkembangan anak.

d. Riwayat kesehatan keluarga


- Penyakit penyakit keturunan : Tidak ada
- Penyakit penyakit yang ditularkan : Tidak ada
5. Riwayat Kesehatan Anak

a. Masa dalam kandungan


1. Pemeriksaan kehamilan
- Dilakukan : Ya, teratur
- Frekuensi : 9 X
- Tempat : BPS DASA S. WARSITO

2. Makanan yang dikonsumsi selama hamil


- Pola makan dalam sehari : 3 x sehari secara teratur
- Makanan sehari-hari : Menu makanan seimbang
- Porsi makan : 1 piring nasi, 1 mangkuk sayur, ikan,
daging atau telur dengan 1 buah jeruk
atau pisang

3. Obat-obatan yang diminum : Tablet Fe dan Vitamin yang diberikan


oleh bidan

4. Riwayat penyakit yang diderita : Tidak ada

b. Waktu anak dilahirkan


1. Tempat melahirkan : BPS DASA S. WARSITO
2. Penolong : Bidan
3. Jenis Kelamin : Perempuan
4. Umur kehamilan : 39 minggu 5 hari

c. Masa menyusui
1. Pemberian ASI : Sejak lahir sampai sekarang diberikan
secara on demand
2. Pemberian susu formula : Tidak diberikan
3. Makanan tambahan : Bubur susu
4. Frekuensi : Sesuai dengan keinginan bayi

6. Riwayat perkembangan anak

a. Perkembangan anak
- Mengangkat kepala : Ya
- Menggenggam benda : Ya
- Memberi respon terhadap senyuman : Ya
- Memberi respon terhadap bunyi/bel : Ya

No Perkembangan Phsycologis Ya / Tidak


1 Isapan Jempol Ya

2 Menggigit kuku Tidak


3 Sering mimpi Tidak

4 Ngompol Ya

5 Aktif sekali Ya

6 Merangkak Ya

7 Ketakutan sekali Tidak

8 Kemajuan sekolah -

7. Pola kegiatan sehari-hari

a. Kebutuhan makan dan minum


- Makanan yang diberikan : ASI dan makanan tambahan (MP
ASI)
- Frekunsi : Sesuai keinginan bayi (on demand)
- Cara memberikan makan : Diteteki dan disuapi
- Jenis makanan : Bubur susu
- Kesulitan makan dan minum : Tidak ada
- Makanan yang disenangi : -
- Makanan pantangan : Tidak ada
- Jenis minuman : ASI, Air putih

b. Kebutuhan Eliminasi
- BAB : Ibu mengatakan anaknya BAB 2 x / hari dengan
konsistensi lunak, warna kuning dan berbau khas.
- BAK : Ibu mengatakan anaknya BAK 5-6 x / hari dengan
konsistensi cair, warna kuning dan berbau khas.
c. Kebutuhan Istirahat
- Kebiasaan tidur
1. Cuci kaki sebelum tidur : Tidak dilakukan
2. BAK sebelum tidur : Tidak dilakukan
3. Menggunakan bantal : Ya
4. Penerangan lampu : Ya
5. Sendiri atau ditemani : Ditemani
- Tidur siang dan malam : Tidur teratur (frekuensi 16-18
jam/hari)
- Keadaan sekarang : Sehat

d. Kebersihan diri
- Mandi : Teratur, 2 x sehari pagi dan sore
- Sikat gigi : -
- Rambut : Dikeramas setiap hari
- Pakaian : Diganti setiap kali kotor dan habis mandi
- Kuku : Pendek, bersih, jika panjang dipotong

8. Aspek sosial
- Orang tua : Baik
- Saudara : Baik
- Teman sebaya : Baik
- Petugas kesehatan : Baik
- Kedudukan anak dalam keluarga : Anak pertama

9. Aspek spiritual
1. Kepercayaan khusus
- Terhadap makanan : Tidak ada
- Penyebab penyakit : Tidak ada
- Kesehatan lingkungan : Tidak ada
- Lain-lain : Tidak ada

10. Pengawasan kesehatan


- Pernah keposyandu : Tidak
- KMS : Ada
- Penimbangan : Teratur
- Dokter pribadi : Tidak ada
- Tempat kontrol / kesehatan : Bidan / dokter

B. DATA OBJEKTIF
a. Riwayat pertumbuhan

No Aspek Antopometri Waktu Lahir Sekarang


1. Berat badan 3200 gram 10,2 Kg

2. Panjang badan 48 cm 70 cm

3. Lingkar dada 32 cm 48 cm

4. LILA 8 cm 13 cm

5. Lingkar kepala 34 cm 43 cm

b. Perkembangan atau kepandaian sekarang


- Anak sudah kuat mengangkat kepala
- Anak sudah mulai menggigit
- Anak sudah dapat duduk
- Anak mulai mengenal dan bereaksi pada kata kata da-da,papa,kemari,
naik
- Anak suka memasukkan benda ke mulut

c. Pemeriksaan fisik
- Keadaan umum : Baik
- Kesadaran : Composmentis
- Tanda-tanda vital : RR : 45 x / mnt S : 360C N : 130 x /
mnt

a. Kepala
Rambut berwarna hitam, kulit kepala bersih, tidak terdapat benjolan pada
bagian kepala, tidak terdapat bekas luka.

b. Wajah
Tidak terdapat oedem pada wajah, tidak terdapat luka pada wajah

c. Mata
Simetris kanan dan kiri, tidak strabismus, kelopak mata tidak ada cedem,
konjungtiva an anemis, sklera an ikterik

d. Hidung
Simetris kanan dan kiri, terdapat dua buah lubang hidung yang
dipisahkan
oleh septum nasal, tidak ada cairan yang keluar dari hidung..

e. Telinga
Bentuk telinga simetris kanan dan kiri, terdapat lubang telinga, tidak ada
serumen, tidak ada cairan yang keluar dari telinga.

f Mulut dan gigi


Bibir simetris dan tidak terdapat stomatitis, tidak terdapat labio echizis,
reflek menelan dan menghisap baik, tidak terdapat peradangan pada gusi
dan tidak ada caries gigi.

g. Leher
Tidak terdapat pembesaran kelenjar tyroid, tidak terdapat pembesaran
vena
yugularis, leher bayi bebas bergerak.

h Dada
1. Jantung : Frekuensi bunyi jantung normal
2. Paru-paru : Normal, tidak terdengan wheezing pada saat ekspirasi
dan rochi pada saat inspirasi.
3. Payudara : Normal, simetris kanan dan kiri, ada putting susu
i. Abdomen
Bentuk bulat simetris, tidak terdapat kelainan pada abdomen, kulit
abdomen
elastis
j. Punggung dan pinggang
Tidak ada spina bifida, tonjolan tulang tidak ada, tidak ada kelainan pada
punggung dan pinggang

k. Ektremitas atas dan bawah


Tangan : Reflek morro dan gerak baik, tidak terdapat polidaktili dan
sindaktili
Kaki : Pergerakan aktif, reflek babinsky baik, tidak terdapat
polidaktili dan sindaktili
l. Anogenital
Jenis kelamin perempuan,labya mayora dan minora ada,klitoris ada,anus
ada, tidak terdapat kelainan pada anogenital

d. Aspek Phsykologi
- Ekspresi wajah : Anak terlihat gembira dan aktif
- Status emosional : Stabil menurut cerita orang tua
- Data penunjang :
1. Laboratorium : Tidak dilakukan
2. Radiologi : Tidak dilakukan
3. Pemeriksaan lain : Tidak dilakukan

II. IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA DAN


KEBUTUHAN

Diagnosa : Bayi sehat usia 9 bulan


Dasar : - Ibu mengatakan anaknya lahir pada tanggal 8 oktober 2008
- Ibu mengatakan anaknya akan diberikan imunisasi campak dan
polio IV
- Pertumbuhan dan perkembangan bayi normal,sesuai dengan
usia bayi saat ini
Anak sudah kuat mengangkat kepala
Anak sudah mulai menggigit
Anak sudah bisa duduk
Anak sudah mengenal dan bereaksi pada kata-kata
da-da,papa,kemari,naik
Berdasarkan KMS berat badan bayi baik sesuai
dengan garis normal (BB : 10,2 kg)

Imunisasi sudah sesuai dengan usia bayi


BCG : 1 kali
Combo (DPT+Hep B) : 3 kali
Polio : 3 kali
- Jadwal imunisasi pada saat ini adalah imunisasi campak dan polio
4
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

III. ANTISIPASI MASALAH DAN MASALAH POTENSIAL


Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN, KONSULTASI,
KOLABORASI DAN TINDAKAN SEGERA
Tidak ada

V. PERENCANAAN
Tanggal : 20 Juli 2009
Pukul : 17.40 WIB

1. Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan anaknya.


R/ Agar ibu mengetahui keadaan anaknya.
2. Berikan imunisasi berdasarkan jadwal imunisasi sesuai dengan umur bayi
saat ini.
R/ Agar bayi mendapat immunitas dari imunisasi ini
3. Anjurkan ibu untuk tetap memeberikan nutrisi yang cukup pada anaknya.
R/ Agar kebutuhan nutrisi anaknya terpenuhi.
4. Anjurkan ibu untuk segera memeriksakan anaknya ke tenaga kesehatan
apabila sakit.
R/ Agar kondisi anaknya dapat ditangani dengan cepat.

5. Anjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan diri anaknya.


R/ Agar anak merasa nyaman dan terhindar dari infeksi
6. Berikan penyuluhan kepada ibu tentang tumbuh kembang anak yang
normal
R/ dengan memberi penjelasan tentang tumbuh kembang anak yang
normal
diharapkan ibu mengerti dan selalu memantau tumbuh kembang anaknya
dengan baik.
7. Beri tahu ibu efek samping dari imunisasi campak ini adalah panas
R/ Agar ibu mengetahui efek samping dari imunisasi campak dan agar
ibu tidak cema dan khawatir apabila anaknya panas.
8. Beri ibu obat turun panas (antipiretik)
R/ Untuk mencegah demam pada bayi setelah pemberian imunisasi
9. Anjurkan ibu untuk menimbang bayinya setiap bulan
R/ Agar dapat mengetahui pertumbuhan anak,sesuai dengan usianya atau
tidak

VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 20 Juli 2009
Pukul : 17.45 WIB

1. Ibu telah mengetahui keadaan anaknya.


2. Memberikan imunisasi sesuai dengan jadwal yaitu imunisasi campak dan
polio IV dengan dosis campak 0,5 cc pada 1/3 paha bagian atas dan dosis
polio 2 tetes diberikan melalui oral.
3. Ibu akan tetap membereikan nutrisi yang cukup pada anaknya
4. Menganjurkan pada ibu untuk segera memeriksakan anaknya ke tenaga
kesehatan apabila anaknya sakit.
5. Menganjurkan pada ibu untuk tetap menjaga kebersihan anaknya.
6. Memberikan penyuluhan kepada ibu tentang tumbuh kembang anak yang
normal.
7. Memberitahu ibu bahwa efek samping dari imunisasi campak adalah
panas.
8. Memberi ibu obat turun panas paracetamol dengan dosis 3 x tablet
9. Menganjurkan ibu untuk menimbang bayinya setiap bulan
VII. EVALUASI
Tanggal : 20 Juli 2009
Pukul : 17.50 WIB

1. Ibu telah mengetahui keadaan anaknya


2. Imunisasi campak dan folio telah diberikan
3. Ibu telah mengerti dan akan tetap memberikan nutrisi yang cukup pada
anaknya.
4. Ibu sudah mengerti dan akan memeriksakan anaknya ke tenaga
kesehatan apabila anaknaya sakit
5. Ibu sudah mengerti dan akan tetap menjaga kebersihan anaknya.
6. Ibu sudah mengerti tentang tumbuh kembang anak yang normal
7. Ibu telah mengerti bahwa efek samping dari imunisasi adalah panas
8. Ibu telah diberi obat turun panas yaitu paracetamol dengan dosis 3 x
tablet
9. Ibu akan menimbang bayinya setiap bulan.

ASUHAN KEBIDANAN PADA KAHAMILAN NORMAL


TERHADAP Ny.R DI RUMAH BERSALIN
AL ANIES NATARLAM SEL

Tanggal masuk : 1 Juli 2009


Jam : 15.00 WIB
Tempat masuk : RUMAH BERSALIN AL ANIS NATAR

I. PENGKAJIAN
A. DATA SUBYEKTIF
1. IDENTITAS
Nama ibu : Ny. R Nama : Tn. S
Umur : 35 tahun :39 tahun
Suami
Suku : Jawa /indonesia : Jawa /
Umur
: Islam
/Bangsa Suku Indonesia
: SMA
Agama : Islam
: Ibu Rumah /Bangsa
Pendidikan : SMA
Agama
Pekerjaan Tangga : Wiraswasta
Pendidikan
Alamat : Batu Ceper
Pekerjaan
Natar
2. ANAMNESIS
Pada tanggal : Juli 2009 Pukul : 15.00 WIB
Oleh : Bidan dibantu oleh Tri Maheri Jayanti
Alasan kunjungan antenatal :Ibu ingin memeriksa kandungannya

B. RIWAYAT KEHAMILAN SAAT INI


1. Ibu G2P1A0
2. HPHT tanggal 8 Nopember 2008, tafsiran partus tanggal 5-08-
2009,lamanya haid 5 6 hari, banyaknya 2 3 kali ganti pembalut,
siklus 28 hari, teratur, dengan konsistensi cair.
3. Tanda tanda kehamilan
Ibu mengatakan mual, muntah, dan PP test (+)
Di RUMAH BERSALIN AL ANIES NATAR
4. Penggerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia kehamilan 20
minggu dan pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir 15 kali.
5. Keluhan umum yang dirasakan ibu
Ibu mengatakan bahwa pada trimester 1, ia merasakan mual dan
muntah pada pagi hari. Tapi tidak mengganggu aktivitas ibu, ibu
tetap dapat melakukan aktivitasnya seperti biasa.
6. Pada makan dan minum
Teratur 2 3 kali sehari, nafsu makan baik, nafsu makan baik
dengan porsi sedang yang terdiri dari, sayur-sayuran hijau, lauk
pauk,dan juga buah-buahan.Ibu minum air putih 8 gelas perhari.
7. Pola Eliminasi
a. BAB : Frekuensi 1 kali sehari, kosistensi padat, warna
kuning, bau khas dan tidak terjadi konstipasi.
b. BAK : Frekuensi 7 8 kali sehari, konsistensi cair,
warna kekuningan bening dan berbau khas.
8. Pola aktivitas sehari-hari
a. Istirahat dan tidur
Ibu mengatakan tidur teratur, tidur malam 7 - 8 jam sehari,
tidur siang 1 2 jam dan ibu mengatakan tidak ada
gangguan pada pola tidurnya.
b. Seksualitas
Ibu mengatakan melakukan hubungan suami istri 2x
dalamsatu minggu dan tidak mengalami gangguan saat
melakukan hubungan seksual.
c. Pekerjaan
Ibu mengatakan melakukan pekerjaan yang ringan,seperti
menyapu dan mencuci piring.
d. Riwayat Imunisasi
- TT1 pada saat usia kahamilan 4 bulan
- TT2 pada saat usia kehamilan 5 bulan
Imunisasi ini dilakukan di RB.AL ANIS NATAR
e. Kontrasepsi yang pernah digunakan
Ibu mengatakan pernah menggunakan alat kontrasepsi suntik.

C. RIWAYAT KEHAMILAN PERSALINAN DAN NIFAS


YANG LALU

Thn Tempat Usia Jenis Penyakit Anak


N Peno
Persalin Pertolong Keha Persalin yang J
o long BB PB K/U
an an milan an menyertai K
RB. AL 39 0 2800 48
1. 2006 Spontan Bidan - Baik
ANIES mgu + gr cm
Hamil
2. - - - - - - - - -
ini

D. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat penyakit yang pernah atau sedang dideriat
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit turunan seperti
asma, hipertensi, penyakit menular seperti TBC, hepatitis dan
penyakit manahun seperti DM.
2. Perilaku kesehatan keluarga
Ibu mengatakan keluarganya tidak ada yang menderita penyakit
kronis, turunan, tahunan dan menular seperti DM, hipertensi dan
jantung.

E. RIWAYAT SOSIAL
Ibu mengatakan kehamilanini diharapkan dan tidak
mempermasalahkan jenis kelamin anaknya.
Status perkawianan ibu syah.
Ibu mengatakan bahwa iatinggal bersama suaminya tanpa keluarga
yang lain.
Ibu mengatakan pemegang keputusan dalam keluarga adalah
suami, ibu tidak memiliki kepercayaan yang khusus dan tidak ada
pantangan dalam makanan.

F. DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Umum
a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Composmentius
c. Sikap tubuh : Baik
d. Ekspresi wajah : Tenang
e. Tanda-tanda vital :
TD : 110/70 mmHg TB : 155 cm
0
Suhu : 37 C LILA : 24 cm
Nadi: 80x / menit BB Sebelum : 45 kg
RR : 24x / menit BB Sekarang : 55 kg
2. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala /rambut
Kulit kepala bersih, rambut bersih, tidak mudah rontok dan
tidak berketombe, rambut berwarna hitam.
b. Wajah
Bersih, tidak ada oedema, tidak terdapat chloasma gravidarum.
c. Mata
Kelopak mata tidak oedem, conjungtiva ananemis ( berwarna
merah muda ), sklera anikterik ( berwarna putih ), tidak
strabismus, fungsi penglihatan baik.
d. Telinga dan Hidung
Telinga : Bersih, tidak ada peradangan, tidak ada
serumen, fungsi pendengaran baik.
Hidung : Bersih, tidak ada peradangan, tidak ada polip,
fumgsi penciuman baik.

e. Mulut dan Gigi


Bersih, lidah bersih, tidak ada peradangan pada gusi, tidak ada
stomatitis, tidak ada caries gigi.
f. Leher
Tidak ada kaku kuduk, tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
dan tidak ada pembendungan vena yugularis.
g. Dada
1. Payudara : Pembesaran payudara normal, puting susu
menonjol, terdapat hyperpigmentasi pada
areola mamae, tidak terdapat benjolan yang
abnormal, sudah terdapat pengeluaran
:
colostrum.
Bunyi jantung normal dan teratur (lup-dup)
2. Jantung
Normal, pernafasan teratur, tidak ada
3. Paru-
wheezing pada saat ekpirasi dan ronchi pada
paru
saat inspirasi
h. Abdomen
Bersih, tidak terdapat luka bekas operasi, terdapat linea
gravidarum.
1. Leopald I : Pada bagian fundus teraba bulat, lunak,
tidak melenting, (bokong), TFU 33 cm
2. Leopald II : Pada perut bagian kiri ibu teraba tahanan
lebar dan keras, memanjang (punggung).
3. Leopald Pada perut bagian kanan ibu teraba bagian-
III : bagian kecil ( extremitas )
Pada bagian supra symphisis ibu teraba
4. Leopald
: bulat, keras dan melenting (kepala).
IV
= Konvergen.
MC. Donald
= (1,2 x TFU 77) x 100 150
= (1,2 x 33 77) x 100 + 150 = 3186
= (1,2 x 33 77) x 100 150 = 2886
TBJ
= 2886 3186 gram
DJJ
DJJ teratur, berada di kuadran kiri bawah
pusat perut ibu. Frekuensi 140x / menit
i. Punggung dan pinggang
Tidak terdapat nyeri ketuk pada pingganmg, pergerakan ibu
tidak bebas, tidak terdapat tonjolan abnormal. Pemeriksaan
panggul luar tidak dilaksanakan.
j. Anogenital
Pada genital ibu tidak ada keputihan, tidak ada varices dan
tidak ada hemoroid, tidak merasa sakit pada saat BAK dan
BAB.
k. Ekstremitas
Tidak ada varices dan oedem pada akstremitas dan reflex
patella (+)
3. Pemeriksaan Penunjang
a. Hb : 10 gram %
b. Protein : negatif (-)
c. Glukosa Urine : nagatif (-)

II. ANALISA MASALAH, DIAGNOSA DAN KEBUTUHAN


Diagnosa : Ibu G2 P1 A0 umur kehamilan 33 minggu 3 hari,janin
tunggal hidup Intra uterine, presentasi kepala.
Dasar :
a. Subyektif
o Ibu mengatakan bahwa ini adalah kehamilan yang kedua dan
belum pernah keguguran
o HPHT : 8 November 2009
b. Objektif
o Usia kehamilan 33 minggu 3 hari, TP : 15 agustus 2009
o PP test positif (+) 10 Januari 2009

1. Leopald I : Pada bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak


melenting, (bokong) TFU 33 cm
2. Leopald II : Pada perut bagian kiri ibu teraba tahanan lebar
dan keras, memanjang (punggung). Pada perut
3. Leopald III bagian kanan ibu teraba bagian-bagian kecil
: ( extremitas )
4. Leopald IV
Pada bagian supra symphisis ibu teraba bulat,
TBJ
: keras dan melenting (kepala).
= Konvergen.
= 1,2 ( TFU 77) 100 150
TBJ
= 1,2 x( 33 77) x 100 + 150 = 3186
DJJ
= 1,2 x(33 77) x 100 150 = 2886
= 2886 3186 gram
DJJ teratur, berada di kuadran kiri bawah pusat
perut ibu. Frekuensi 140x / menit
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

III. ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL


Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN KONSULTASI,
KOLABORASI DAN TINDAKAN SEGERA
Tdak ada
V. PERENCANAAN
Pada tanggal : 1 Juli 2009
Pukul : 15.10 WIB
1. Jelaskan hasil pemeriksaan tanda-tanda vital ibu
R/ Agar ibu dan keluarga mengetahui kondisi kehamilannya saat ini.
2. Jelaskan pada ibu tentang pola istirahat yang cukup.
R/ Dengan istirahat yang cukup dapat memulihkan stamina tubuh ibu.
3. Anjurkanibu untuk makan makanan yang bergizi.
R/ Dengan asupan gizi ibu yang cukup dapat menjaga kondisi ibu dan
dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janinnnya selama
kehamilan.
4. Anjurkan ibu untuk malakukan kunjungan ulang.
R/ Ibu dengan rutin memeriksakan diri diharapkan ibu dan janin dapat
terpantau kesehatan kehamilannya dan dapat dideteksi bila terjadi
kelainan.
5. Anjurkan kepada ibu untuk tetap mengkonsumsi tablet Fe
R/ Dengan meminum tablet Fe secara teratur dapat membantu
produksi sel darah merah.
6. Jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan.
R/ Agar ibu mengetahui apa saja yamg merupakan tanda-tanda bahaya
pada kehamilan sehingga jika tanda bahaya tersebut dirasakan oleh ibu
maka ibu dapat segera memeriksakannya ketenaga kesehatan.
7. Berikan obat-obatan pada ibu
R/ Agar dapat membantu menjaga kondisi ibu.
8. Jelaskan pada ibu tentang perubahan fisiologis yang terjadi pada
trimester III
R/ Agar ibu mengetahui tentang fisiologis trimester III dan ibu tidak
kawatir dengan keluhannya

VI. PELAKSANAAN
Pada tanggal : 1 Juli 2009
Pukul : 15.25 WIB
1. Menjelaskan pada ibu bahwa kondisi ibu dan janinnya dalam keadaan
baik dan tanda-tanda vital ibu:
TD : 110/ 70 mm Hg TB : 155 cm
Suhu : 37 C0
BB sebelum : 45 kg
Nadi : 80x / menit BB sekarang : 55 kg
RR : 24x / menit LILA : 24 cm
2. Menganjurkan ibu untuk tidak tidur terlentang dan berdiri terlalu lama,
tidak bekerja terlalu berat, tidur secara teratur, yaitu tidur pada malam
hari 6 8 jam sehari dan tidur siang 1 2 jam.
3. Menganjurkan kepada ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi
seimbang seperti :
a. Karbonhidrat : Nasi, Jagung, Sagu
b. Protein : Tahu, tempe, telur, ikan
c. Lemak : Ikan , daging
d. Vitamin : Vitamin C, Vitamin B
e. Mineral : Air
4. Menganjurkan ibu untuk memeriksakan kembali dan segera datang
ketenaga kesehatan bila terjadi kelainan,
5. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe diminum 1 tablet
perhari manjelang malam.
6. Menjelaskan kepada ibu tentang tanda-tanda bahaya kehamilan
seperti :
a. Sakit kepala yang hebat, terus menerus dan tidak hilang dengan
istirahat
b. Oedem pada muka dan tangan
c. Terjadi perubahan visual secara tiba-tiba misalnya pendengaran
berkurang dan penglihatan kabur
d. Pendarahan pervaginam
e. Janin kurang bergerak
f. Nyeri abdomen bagian bawah
7. Memberikan ibu tablet Fe sebanyak 10 tablet, licocalk 10 tablet, dan
Vit.C dan diminum masing-masing 1 tablet perhari.
8. Memberikan penyluhan tenteng fisiologis trimester III pada ibu
tentang keluhan pegal pegal pada kaki adalah normal karena janin
semakin masuk ke dalam pintu atas panggul.

VII. EVALUASI
1. Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan kahamilan yang telah
dilakukan
2. Ibu telah mengerti dan mau beristirahat secara teratur, tidur malam 6
8 jam dan tidur siang 1 - 2 jam.
3. Ibu mengatakan akan makan-makanan yang bergizi untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya
4. Ibu akan melakukan kunjungan ukang untuk mengetahui kondisi
kesehatan ibu dan janinnya.
5. Ibu mengatakan bahwa ia akan mengkonsumsi tablet Fe setiap hari
sebelum tidur malam.
6. Ibu telah mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan dan akansegera
datang ketenaga kesehatan apabila mengalami tanda-tanda tersebut.
7. Ibu telah diberikan tablet Fe, licocalk, Vit. C dan akan meminumnya
masing-masing sekali dalam sehari.
8. Ibu sudah mengerti tentang fisiologis kala III, tentang keluhan nya
pegal pegal adalah normal.
ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN NORMAL TERHADAP
Ny. S DI RUMAH BERSALIN AL ANIES
NATARLAMPUNG SELATAN

I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS
Nama ibu : Ny. S Nama Suami : Tn. A
Umur : 26 tahun Umur :31 tahun
Suku /Bangsa : Jawa /indonesia Suku /Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : Aliyah Pendidikan : Aliyah
Pekerjaan : Ibu RumahTangga Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Tegal Bungur

B. ANAMNESA
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 08.05 WIB
Oleh : Tri Maheri Jayanti

1. Keluhan utama pada waktu masuk


Ibu G1 P1 A0 datang ke RB AL-ANIES Natar pada tanggal 16 Juli
2009 pukul 08.00 WIB. Ibu mengeluh mulas, sakit pada perut
bagian bawah yang menjalar sampai pinggang sejak pukul 00.00
WIB
2. Riwayat Kehamilan saat ini
Ibu G1 P1 A0
Riwayat menstruasi
HPHT : 12 Oktober 2009, pasti, lamanya 5 6 hari, banyaknya
2 3 kali ganti pambalut siklus haid 28 hari teratur, konsistensi
cair, dan TP 9 Juli 2009
Ibu mengatakan pemeriksaan dilakukan di bidan 4 kali.
Pergerakan fetus dirasakan pertama kali pada usia 20 minggu
atau 5 bulan. Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir 15x
/hari
Keluhan yang dirasakan pada kehamilan ini
Tidak ada
Tandatanda persalinan
Kontraksi baik, teratur, frekuensi 1 2 x dalam 10 menit,
lamanya < 20 detik, dengan kekuatan sedang.
Pengeluaran pervaginam
Darah bercampur lendir, jumlah 30 CC
Riwayat imunisasi
Ibu mengatakan bahwa telah mendapatkan 2 kali imunisasi Ttdi
RB AL-ANIES Natar, yaitu :
TT1 : pada usia kehamilan 4 bulan
TT2 : pada usia kehamilan 5 bulan
Pola Eliminasi
a. BAB : ibu mengatakan terakhir BAB pada tanggal 15 juli
2009, Pukul 0.00WIB warna: kuning, bau khas, dan
konsistensi lunak
b. BAK : Ibu mangatakan terakhir BAK pada tanggal 16 juli
2009, pukul 07.55 WIB warna: kekuningan, bau
khas
dengan konsistensi cair.
c. Keluhan ibu mengatakan tidak ada keluhan pada waktu
BAB dan BAK
Pola makan dan minum
a. Pola makan
Ibu mangatakan makan dengan porsi sedang, teratur dengan
makan-makanan bergizi seperti : nasi, sayur-sayuran,lauk-
pauk, dan buah (jika ada) dalam sehari 3 kali , nafsu makan
ibu baik.
b. Pola minum
Ibu mengatakan minum air putih 7 8 gelas perhari

c. Keluhan
Ibu mengatakan tidak ada keluhan saat makan dan minum
Pola tidur
Ibu mengatakan susah tidur malam karena sering BAK, tidur
malam ibu 5 6 jam, sedangkan tidur siang 2 jam
3. Riwayat Kehamilan, Nifas yang lalu
Penyaki Anak
Thn Tempat Usia Jenis
N Penolo t yang
Persalin Pertolon Kehami Persal J P K/
o ng menyer BB
an gan lan inan K B U
tai
Hamil
ini
- - - - - - - - -
39
minggu
4. Pemeriksaan
Keadaan umum
Kesadaran
Tanda-tanda vital
o TD : 120/ 70 mm Hg TB : 152 cm
0
o Suhu : 36,5 C BB sebelum : 54 kg
o Nadi : 72x / menit BB sekarang : 59 kg
o RR : 24x / menit Lila : 24 cm
Pemeriksaan fisik
a. Rambut ibu bersih, tidak berketombe, tidak mudah rontok
dan berwarna hitam, pada kulit kepala tidak ada luka.
b. Mata
Simetris kanan dan kiri, tidak strabismus, pada kelopak
mata tidak ada oedem, konjungtiva ananemis dan sklera
tidak ikterik
c. Hidung
Simetris kanan dan kiri, terdapat dua buah lubang hidung
yang dipisahkan oleh septum nasal, tidak ada polip, tidak
ada peradangan pada hidung.
d. Mulut dan gigi
Mulut ibu bersih, lidah tidak kotor, tidak ada stomatitis
pada mulut, gigi bersih, tidak ada karies gigi, tidak
berlubang dan tidak ada pembengkakan pada gusi.
e. Telinga
Telinga ibu bersih, simetris kiri dan kanan, tidak ada
serumen / cairan pada telinga ibu.
f. Leher
Tidak ada pembesaran pada kelenjar tyroid dan kelenjar
getah bening, tidak ada pembesaran pada vena yugularis
serta tidak ada kaku kuduk.
g. Dada
a. Jantung : terdengar bunyi jantung normal ( lup-dup)
b. Paru-paru: tidak terdengar suara wheezing dan ronchi
c. Paydara : pembesaran normal antara kanan dan
kiri,areola berwarna hitam, puting susu menonjol, tidak
ada benjolan, tidak ada nyeri pada payudara,
pengeluaran colostrum (+)
h. Abdomen
1. Inspeksi : Tidak ada luka bekas operasi pada perut
ibu dan pembesaran perut sesuai dengan
: usia kehamilan
:
2. Palpasi
TFU 3 jari di bawah px,pada fundus teraba
Leopold I
:
bagian yang kurang bulat,lunak, tidak
melenting (bokong)
Leopold II
Pada perut bagian kanan ibu teraba bagian-
:
bagian kecil janin (extremitas), sedangkan
: pada perut bagian kiri ibu teraba tahanan
Leopold
yang keras,lebar, besar, dan
III =
memenjang(punggung)
= Pada bagian terbawah ibu teraba bulat,
Leopold =
keras dan melenting (bokong)
IV Divergen dan sudah masuk PAP
Mc.
34 cm
Donald
(,2 x TF-7,7) x 10050
TBJ
(1,2x34-7,7)x100 +150 = 3460
(1,2x34-7,7)x100 150 =3160
3160 3460
Jadi TBJ
3. Auskultasi
DJJ janin terdengar teratur dengan frekuensi 140x
/menit
Punctum maximum dikuadran kiri bawah pusat perut
ibu
i. Ekstremitas atas dan bawah
Ekstremitas atas dan bawah ibu normal, simetris kanan dan
kiri, kaki dan tangan ibu tidak oedem, kekuatan otot dan
sendi ibu baik, idak ada varices pada kaki ibu reflexpatella
baik (+)
j. Anogenital
1. Inspeksi
Pada perut ibu tidak terdapat luka perut
Vulva dan vagina ibu bersih, tidak tedapat luka dan
varices
Keluar cairan lendir bercampur darahdari vagina
ibu, dengan warna kemerahan, konsistensi cair dan
jumlah 25CC
Tidak tedapat pembengkakan pada kelenjar
bartholin
Anus normal tidak hemoroid
2. Atas indikasi : Ingin mengetahui apakah ibu sudah
dalam proses persalinan inpartu kala 1
Pada pukul 12.15 WIB
Hasil : tidak ada benjolan pada dinding vagina,portio
tipis, pembukaan 9 cm,ketuban (-) ,presentasi kepala.
II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA, MASALAH DAN KEBUTUHAN

Diagnosa : Ibu G1 P1 A0, usia kehamilan 39 minggu, inpartu kala I fase


aktif, janin tunggal hidup intra uterine dengan presentasi kepala.
Dasar :
HPHT tanggal 12 Oktober 2009 dan TP tanggal 19 Juli
2009
DJJ terdengar dengan frekuensi 40x /menit
Punctum maximum berada pada bagian kiri bawah pusat
perut ibu
His 2-3 x / menit, lamanya 20 30 detik
Pada pukul 12.15 WIB, dilakukan pemeriksaan dalam dan
pembukaan servik 9 cm tidak ada benjolan pada dinding
vagina,portio tipis, presentasi kepala, ketuban (-) dan
dilakukan amniotomi.
Palpasi
Leopold I :TFu 34 cm, pada fundus terba bagian yang
kurang bulat,lunak, dan tidak melenting
(bokong)
Leopold II : Pada perut bagan kanan ibu teraba bagia-bagian
kecil janin (extremitas) sedangkan pada perut
ibu bagian kiri teraba panjang, lebar dan keras
seperti papan (punggung)
Leopold III : Pada bagian terbawah perut ibu teraba bulat,
keras dan melenting(kepala)
Leopold IV : Divergen dan penurunan bagian terendah janin
3/5
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada
III. ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
KONSULTASIKOLABORASI DAN TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
V. PERENCANAAN
Tanggal : 6 Juli 2009
Pukul : 08.15 WIB
1. Jelaskan hasil observasi yang telah dilakukan pada ibu dan keluarga
Rasional : Agar ibu mengetahui keadaannya sehingga ibu tidak
khawatir
dan mempersiapkan diri dalam proses persalinan nanti.
2. Anjurkan suami/anggota keluarga ibu untuk mendampingi dan
memberikan dukungan kepada ibu.
Rasional : Perhatian dan dukungan yang diberikan kepada ibu dapat
menguran rasa tegang dan cemas serta memperlancar proses
persalinan
3. Beri ibu nutrisi dan cairan berupa makanan ringan dan air minum
Rasional : Nutrisi dan elektronik sangat dibutuhkan oleh ibu sebagai
penambah tenaga untuk meneran dsaat persalinan nanti.
4. Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya.
Rasional : Agar ibu merasa nyaman dan tidak menghambat turunya
kepala
janin serta mengurangi resiko infeksi saluran kemih pasca
persalinan.
5. Ajarkan pada ibu cara meneran yang baik.
Rasional : Agar ibu dapat beristirahat diantara konstraksi sehingga ibu
lelah saat kontraksi
6. Posisikan ibu senyaman mungkin disaat persalinan.
Rasional : Dapat mengurangi rasa nyeri, ibu dalam keadaan rileks dan
mempercepat pembukaan serviks
7. Ajarkan ibu teknik relaksasi dan pernafasan.
Rasional : Agar ibu merasa nyaman saat mengedan dan dapat mengatur
pernapasan dengan cara menarik nafas saat ada kontraksi
dan
menghembuskan nafas saat ada kontraksi dan
menghembuskan
nafas dan kontraksi hilang.
8. Melakukan persiapan persalinan.
Rasional : Agar dapat mempermudah jalannya proses persalinan.
9. Anjurkan ibu untuk mirin kekiri
Rasional : Untuk mempercepat penurunan kepala janin

VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 08.20 WIB

1. Menjelaskan hasil observasi yang telah dilakukan kepada ibu dan


keluarga.
2. Manganjurkan suami/anggota keluarga ibu untuk mendampingi dan
memberikan dukungan kepada ibu.
3. Manganjurkan ibu cukup makan dan minum.
4. Manganjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemih.
5. Menganjurkan pada ibu cara mengedan yang baik, yaitu dengan cara :
Menganjurkan ibu untuk meneran hanya saat ada kontraksi
Menganjurkan ibu untuk menarik nafas yang panjang sebelum
meneran
Melarang ibu untuk meneran berkepanjangan dan menahan nafas
yang panjang sebelum meneran tapi mengambil nafas saat meneran
Jika kontraksi hilang, melarang ibu terus meneran namun
menganjurkan ibu untuk mengatur nafas (istirahat) dan bersiap-
siap meneran jika kontraksi muncul lagi.
Tidak mengangkat bokong
Jika berbaring miring atau setengah duduk, cara meneran adalah
dengan menarik lutut kearah dada dan dagu ditempatkan ke dada
6. Mempersiapkan ibu senyaman mungkin disaat persalinan
7. Menganjurkan ibu untuk mengatur pola pernafasan.
8. Mempersiapkan proses persalinan, yaitu :
a. persiapan alat :
Klem tali Gunting tali pusat
Gunting episiotomy Kateter Nelatod
Setengah koher Nal poeder
Catgut Jarum heating
Hanscoon Benang tali pusat
Bengkok Spuit 3 cc
Penghisap lender Kassa dan kapas steril
(slym saher)
Kassa betadine
b. Obat-obatan
1 ampul axytocin / ergometrin
Cairan infuse RL / Na CL
Lidocain
c. Persiapan Tempat
Tempat tidur yang bersih Penerangan yang cukup
Air bersih yang mengalir Meja yang bersih untuk
Ruangan yang hangat
malakukan peralatan
dan bersih persalinan

10. Menganjurkan ibu untuk miring kekiri, agar tidak terjadi kekurangan
oksigen pada janin dan mempercepat penurunan kepala

VII. EVALUASI
Tanggal : 6 Juli 2009
Pukul : 08.25 WIB
1. Ibu sudah mengetahui hasil observasi yang telah dilakukan bahwa
keadaan ibu dan janinnya baik, dengan hasil :
TD: 20/70 mmHG Nadi : 72x /menit
RR: 24x /menit Suhu : 36,50C

HIS Pembu
pukul Frekuensi Lama DJJ Nadi TD suhu
kaan
08.25 2 X / 10 mnt 20-30 detik 136x/mnt 80x/mnt 110/70 mmHg 36,50C 4 cm
WIB
08.55 2 X / 10 mnt 20-30 detik 136x/mnt 82x/mnt
WIB
09.25 2 X / 10 mnt 20-30 detik 134x/mnt 84x/mnt
WIB
09.55 3 X / 10 mnt 20-30 detik 134x/mnt 86x/mnt
WIB
10.25 3 X / 10 mnt 20-30 detik 138x/mnt 88x/mnt
WIB
10.55 4 X / 10 mnt 42 detik 140x/mnt 88x/mnt
WIB
11.25 4 X / 10 mnt 42 detik 140x/mnt 86x/mnt
WIB
11.55 5 X / 10 mnt 45 detik 138x/mnt 86x/mnt 36,50C
WIB
12.25 5X / 10 mnt 45 detik 138x/mnt 84x/mnt 10 cm
WIB

2. Ibu sudah didampingi oleh keluarga dan keluarga memberikan


dukungan moril sehingga ibu terlihat tenang.
3. Ibu dapat memilih posisi yang nyaman baginya seperti miring kekanan
atau kekiri dan suami membantu merubah posisi ibu
4. Ibu sudah mengkosongkan kandung kemih
5. Ibu sudah mengerti cara meneran yang baik
6. Ibu sudah memilih posisi yang nyaman untuk melahirkan
7. Ibu mengerti bagaimana cara mengatur pola pernafasan yang baik
8. Persiapan persalinan telah dipersiapkan seperti persiapan obat-obatan,
alat-alat, dan tempat

KALA II
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 12.25 WIB

S: Subjektif
Ibu mengatakan bahwa perutnya semakin mulas
Ibu mengatakan bahwa ia mempunyai keinginan untuk meneran saat
his datang
O: Objektif
His dengan frekuensi 3-4 x /menit, lamanya 7 .40 detik
Pada pukul 12.25 WIB dilakukan pemeriksaan dalam atas indikasi
untuk mengetahui kemajuan persalinan dan didaptkan hasil :
o Dinding vagina : tidak ada kelainan
o Portio : tidak teraba
o Pembukaan : 10 cm (lengkap)
o Ketuban : Negatif
o Presentasi : Kepala
o Penurunan Kepala : hadge IV
A: Analisa Data
Diagnose : Ibu G1 P1 A0,, hamil 39 minggu, dengan inpartu kala II
Dasar : - HPHT tanggal 12-10-2008, TP tanggal 19 Juli 2009
- Pada pemeriksaan dalam pembukaan serviks 10 cm
(lengkap)
- Pergerakan janin ada DJJ terdengar dengan frekuensi
140x/menit (teratur)
- Punctum maximum ibu berada dikuadran kiri bawah pusat
perut ibu.
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

P: Perencanaan
Tanggal : 6 Juli 2009
Pukul : 12.25 WIB

1. Observasi His dan DJJ


R: His dan DJJ dapat dijadikan tanda keadaan bayi saat proses
persalinan
2. Melakukan persiapan diri pada penolong
R: Untuk mempermudah jalannya proses persalinan
3. Posisikan ibu kedalam posisi yang nyaman bagi ibu
R: Agar ibu merasa nyaman serta mempercepat turunnya kepala
sehingga
mempersingkat proses persalinan.
4. Ajarkan ibu cara meneran apabila ada dorongan yang kuat dan spontan
untuk meneran, serta ajari ibu cara meneran yang baik dan benar.
R : Agar ibu dapat beristirahat diantara kontraksi sehingga ibu tidak
lelah
saat ada kontraksi
5. Pimpin ibu saat memasuki kala II
R : Untuk mambantu proses kelahiran bayi
6. Mangganti pakaian bayi dengan pakaian yang bersih dan kering dan
berikan identitas pada bayi.
R : Agar ibu merasa nyaman dan dapat mencegah infeksi serta bayi
tidak dapat tertukar.

P : Pelaksanaan
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 12.25 WIB

1. Mengobservasi His dan DJJ setiap 30 menit sekali


2. Penolong mempersiapkan diri dengan:
Memakai celemek
Melepaskan semua perhiasan dari jari tangan
Mencuci tangan
Memakai sarung tangan atau handscoon
3. Membantu ibu dalam posisi yang nyaman dan ibu memilih posisi
setengah duduk.
4. Mangajarkan ibu cara meneran yang baik dan benar, dangan cara :
Menganjurkan ibu meneran hanya saat ada kontraksi
Menganjurkan ibu untuk menarik nafas yang panjang sebelum
meneran
Melarang ibu untuk meneran berkepanjanagan dan menahan
nafas tapi tetap menahan nafs saat meneran
Jika kontraksi hilang, melarang ibu terus meneran namun
menganjurkan ibu untuk terus mengatur nafas (istirahat) dan
sisp-siap meneran jika kontraksi muncul lagi
Tidak mengangkat bokong
Jika ibu berbaring miring atau setengah duduk,cara meneran
adalah menarik lutut kedada dan dagu tempatkan kedada.
5. Memimpin ibu untuk meneran dengan cara :
Tangan ibu memegang kedua kaki dan menariknya semaksimal
munglin kearah dada, kepala melihat keperut dan menarik
nafas melalui hidung, hembuskan lewat hidung serta mata ibu
tetap terbuka dan melihat kearah perut.
Memimpin ibu untuk meneran saat ibu mempunyai keinginan
untuk meneran.
Membantu ibu untuk mengambil posisi yang nyaman sesuai
pilihannya.
Menganjurkan ibu untuk beristirahat diantara kontraksi

Menolong kelahiran bayi:


Saat kepala bayi terlihat divulva 5-6 cm, melindungi perineum
dengan satu tangan yang dilapisi kain bersih, meletakan tangan
yang lain dikepala bayi dan lakukan tekanan yang lembut dan
tidak menghambat pada kepala bayi, membiarkan kepala bayi
keluar pelan-pelan. Menganjurkan ibu untuk meneran perlahan-
lahan atau bernafas cepat saat kepala lahir.
Dengan lembut mengusap mulut, hidung dan mata bayi dengan
kassa yang bersih.
Memeriksa lilitan tali pusat
Setelah kepala melakukan putar paksi luar, tempatkan kedua
tangan dimasing-masing muka bayi bawah perineum, tangan
membiarkan bahu dan lengan posterior lahir ketangan tersebut.
Setelah tubuh dan lengan lahir, menelusurkan tang yang ada
diatas dari punggung kearah kaki bayi untuk menyagga saat
punggung dan kaki lahir.
Menilai bayi dengan cepat, letakan bayi diperut ibu dan
keringkan
Menjepit tali pusat dengan menggunakan klem kira-kira 3 cm
dari pusat bayi, melakukan urutan pada tali pusat kearah ibu
dan memasang klem kedua 2cm dari klem pertama (kearah
ibu)
Memotong tali pusat dan mngikatnya dengan jarak 1cam dari
pusat bayi.
6. Menggant pakaian bayi dengan yang bersih dan kering, kemudian
berikan bayi pada ibu untuk disusukan dan berikan identitas pada
bayi agar tidak tertukar.

P : Penilaian
Tanggal : 16 juli 2009
Pukul : 12.30 WIB
1. His dan DJJ sudah diobservasi setiao 30 menit sekali
2. Persiapan penolong sudah dilakukan
3. Ibu sudah dalam posisi yang nyaman dan memilih posisi setengah
duduk
4. Ibu sudah mengerti cara meneran yang baik dan benar
5. Bayi sudah dipakaikan pakaian yang bersih dan kering, bayi lahir
pukul 2.30 WIB lahir spontan dengan presentasi belakang kepala
dan langsung menangis, jenis kelamin perempuan dengan
BB=3200 gram dan PB=50 cm, perdarahan 100 CC
6. Pakaian sudah diganti dengan yang bersih dan kering serta sudah
diberikan indentitas pada bayi agar tidak tertukar.

Kala III
S : Subjektif
Ibu mengatakan senang atas kelahiran bayinya
Ibu mengatakan masih merasa mules pada perutnya

O: Objektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan : baik
Kesadaran : Composmentis
TD : 90/60 mmHg
Nadi : 80X/menit
Suhu : 37 0 C
2. Keadaan kandung kemih kosong
3. Kontraksi uterus baik, konsistensi keras dan bulat
4. Tanda tanda plasenta, yaitu tali pusat semakin memanjang,
terdapat semburan darah secara tiba-tiba, dan uterus membulat.
5. Bayi lahir pada pukul 12.30 WIB dengan jenis kelamin perempuan,
BB : 3200 gram dan PB : 50 cm.
6. Jumlah perdarahan kala III : 150 cc

A : Analisis Data
Diagnosa : Ibu PI Ao dengan inpartu kala III
Dasar : - Bayi sudah lahir tanggal 16 Juli 200 , pukul 12.30 WIB.
Dengan jenis kelamis perempuan, BB : 3200gr dan PB : 50
cm.
- Tanda tanda pelepasan plasenta, yaitu tali pusat semakin
memanjang, terdapat semburan darah secara tiba-tiba dan
keadaan uterus membulat.
- TFU 2 jari di bawah pusat
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

P : Perencanaan
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 12.3 WIB

1. Berikan ibu minum secukupnya.


R : Untuk mencegah terjadinya rehidrasi
2. Lakukan palpasi abdomen untuk menghilangkan kemungkinan adanya
janin kedua
R : untuk melakukan tindakan yang sesuai jika ada janin kedua
3. Beritahu kepada ibu bahwa ia akan disuntik dibagian 1/3 paha atas
bagian luar
R : agar ibu tidak takut dan tidak kaget pada saat disuntikkan obat
4. Lakukan penanganan tali pusat terkendali
R : agar Plasenta dapat terlepas dari implantasinya dengan baik
sehingga plasenta keluar tanpa robekan.
5. Lahirkan plasenta
R : dengan lahirnya plasenta dapat mempercepat terjadinya proses
involusi uterus sehingga dapat mengurangi jumlah darah yang keluar
lebih banyak
6. Lakukan massase uterus
R : untuk mempercepat terjadinya kontraksi uterus sehingga dapat
mencegah terjadinya pendarahan
7. Periksa kelengkapan plasenta dan selaputnya
R : untuk memastikan bahwa selaput ketuban dan kotiledonnya
lengkap, panjang, tebal dan diameternya normal.
8. Evaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum
R : laserasi merupakan salah satu penyebab pendarahan pada ibu.
9. Menilai perdarahan kala III
R : Apabila terjadi perdarahan dapat melakukan tindakan sesegera
mungkin
P : Pelaksanaan
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 12.35 WIB

1. Memberikan ibu minum secukupnya dengan air teh hangat


2. Melakukan palposi abdomen pada ibu untuk menghilangkan
kemungkinan adanya bayi kedua
3. Memberitahu ibu bahwa ia akan disuntik oksitosin untuk merangsang
kontraksi uterus di bagian 1/3 paha atas bagian luar.
4. Melakukan penanganan tali pusat kendali, yaitu :
Memindahkan klem pada tali pusat sekitar 5 10 cm dari vulva
Melakukan polpasi kontraksi
Melakukan peregangan tali yang berlawanan arah dengan cara
menekan nekan uterus kearah dorso kranial.
5. Melahirkan plasenta dengan cara :
Meminta ibu untuk menarik nafas dengan menarik tali pusat
kearah bawah dan atas, mengikuti kurva jalan lahir.
Pindahkan klem hingga berjarak 5 10 cm dari vulva
Jika plasenta terlihat divagina, pegang plasenta dengan kedua
tangan dan memutar plasenta searah jarum jam hingga selaput
plasenta terpilih.
6. Melakukan messase uterus selama 15 detik
7. Memeriksa kelengkapan plasenta pada sisi material, jumlah kotiledon
dan selaputnya
8. Mengevaluasi adanya laserasi pada vagina dan perineum.
9. Memantau perdarahan kala III

P : Penilaian
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 12.45 WIB

1. Ibu sudah diberi air minum secukupnya dengan teh hangat


2. Setelah dilakukan palpasi abdomen, tidak adajanin kedua
3. Ibu sudah diberitahu bahwa ia akan disuntikkan oksitosin di 1/3 paha
atas bagian luar
4. Telah dilakukan penanganan tali pusat terkendali
5. Plasenta lahir lengkap secara spontan pada 16 juli 2009, pukul 12.40
WIB.
6. Telah dilakukan messase uterus selama 15 detik dan kontraksi uterus
baik
7. Plasenta dengan sisi maternal, selaput plasenta lengkap. jumlah
kotiledon 15-20 buah dan diameter 18-20 cm, berat 500 gram,
pendarahan
150 cc.
8. Tidak ada laserasi pada jalan lahir.

Kala IV
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 13.00 WIB
S: Subjektif
Ibu mengatakan perutnya masih mulas
Ibu mengatakan bahwa ia lelah

O: Objektif
Plasenta lahir pukul 12.40 WIB (lengkap)
Diameter plasenta 18-20 cm
Berat plasenta 500 gr
Kotraksi uterus baik
TFU 2 jari bawah Pusat
Kandung kemih kosong
Tidak terdapat laserasi

A: Analisa data
Diagnosa : Ibu P1 A0 denga impartu lkala IV
Dasar :
o Bayi lahir pukul 12:30 Wib
o Plasenta lahir lengkap pukul 12.40 WIB secara spontan
o TFU 2 Jari bawah Pusat
o Kontraksi uterus baik

Masalah : Tidak ada


Kebutuhan : Tidak ada

P : Perencanaan
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 13.00 WIB
1. Beri ibu makan dan minum yang cukup
R : Untuk menggantikan energi yang telah dikeluarkan selama proses
Persalinan
1. Observasi kontraksi uterus
R : Untuk mencegah perdarahan
2. Ajarkan ibu dan keluarga cara memassase dan menilai kontraksi uterus
R : Agar ibu dan keluarga tahu keadaan uterus ibu keras / lembek
3. Kntrol perdarahan kala IV selama 2 jam post portum
R : Untuk memantau keadaan ibu apakah ada pendarahan atau tidak
dan
memantau kontraksi uterus.
2. Periksa keadaan kandung kemih ibu
R : Untuk mengetahui kandung kemih penuh /tidak dan membuat ibu
merasa nyaman
4. Bersihkan ibu dari darah, lendir dan air ketuban
R : Agar ibu bersih dan nyaman
5. Ganti pakaian ibu dengan yang bersih dan kering
R : Agar ibu merasa nyaman dengan pakainnya yang bersih
6. Observas tanda-tanda vital setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan tiap
30 menit pada 1 jam kedua
R : Agar keadaan ibu dapat dipantau dan mencegah perdarahan pada 2
jam
post portum
7. Membereskan alat-alat dan masukan kedalam larutan klorin
R : Untuk mencegah infeksi

P : Pelaksanaan
Tanggal : 16 juli 2009
Pukul : 13.05WIB
1. Memberikan ibu makan dan minum yang culup
2. Mengobservasi kontraksi uterus setiap 10 menit
3. Mengajarkan ibu dan keluarga cara memassase dan menilai kontraksi
uterus
4. Mengontrol perdarahan kala IV selama 2 jam post bportum
5. Memeriksa keadaan kandung kemih baru
6. Membersihkan ibu dari darah, lendir dan air ketuban
7. Manegganti pakaian ibu dengan yang bersih dan kering
8. Mengobservasi TTV setiap 15 menit pada jam pertama dan 30 menit
pada jam kedua
9. Alat-alat sudah dibereskan dan dimasukan kedalam larutan klorin

P: Penilaian
Tanggal :
Pukul :
3. Ibu sudah makan dan minum dengan cukup
4. Kontraksi uteru baik dan tidak terjadi perdarahan
5. Ibu dan keluarga sudah bisa malakukan massase dan menilai kontraksi
uterus
6. Perdarahan kala IV 50 cc
7. Kandung ksmih ibu kosong
8. Ibu sudah dibersihkan dari darah, lendir dan air ketuban
9. Ibu sudah dipakaikan dengan pakaian yang bersih dan kering
10. Mengobservasi TTV pada 15 menit pertama, yaitu :
TD : 30/60 mmHg N: 80x/menit
RR : 24x/menit S : 370C
Observasi TTV pada 30 menit kedua,yaitu :
TD : 100/60 mmHg N : 80x/menit
RR : 24x/menit S : 37oC
Pemantauan tanda-tanda Vital ibu selama 2 jam post partum

No Pukul TD N S TFU Kon Kandu perdar


uterus ng ahan
kemih
1 120/8 82x/mnt 360C 3 jari pusat Baik Kosong 50 cc
82x/mnt 3 jari pusat Baik Kosong 50 cc
0
82x/mnt 3 jari pusat Baik Kosong 50 cc
82x/mnt 3 jari pusat Baik Kosong 30 cc
2 80x/mnt 360C 3 jari pusat Baik Kosong 20 cc
80x/mnt 3 jari pusat Baik kosong 20 cc

9. Alat-alat sudah dibersihkan dengan larutan klorin


10. Partograf sudah dilengkapi

ASUHAN KEBIDANAN PADA NIFAS NORMAL TERHADAP


Ny.S DI RB AL ANIES NATAR
LAMPUNG SELATAN
I. PENGKAJIAN
Pada tanggal : 16 Juli 2009 Pukul : 13.00 WIB

A. IDENTITAS
Nama : Ny. S Nama Suami : Tn.A
Umur : 26 Tahun Umur : 3 Tahun
Suku Bangsa : Jawa / Indonesia Suku Bangsa : Jawa / Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : Aliyah Pendidikan : Aliyah
Pekerjaan : Ibu Rumah tangga Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Tegal Bungur

Alasan masuk
Ibu pasca bersalin di RB AL-ANIES , Natar
B. ANAMNESA (Data Subjektif)
1. Keluhan post partum
Ibu mengeluh merasa mulas pada perutnya
2. Riwayat persalinan
Tempat melahirkan : RB.AL-ANIES NATAR
Ditolong oleh : bidan
Jenis persalinan : Spontan
Komplikasi / kelainan dalm persalinan : Tidak ada
Kelahiran placanta dengan cara : spontan
o Kotiledon : Lengkap
o Selaput : Utuh
o Ukuran tebal: 2-3 cm
o Diameter : 18-20 cm
o Kelainan : tidak ada
o Berat : 500 gram
Jumlah pendarahan
Kala I : 25cc
Kala II : 100 cc
Kala III: 150 cc
Kala IV: 50 cc
Jumlah : 325 cc
- Tidakan lain pada waktu persalinan : tidak ada tindakan lain dalam
persalinan seperti infus, trasfusi darah, vacum dan forcep.
- Catatan waktu persalinan
Kala I : 00.00-11.30 WIB = 11 jam 30 menit
Kala II : 11.30-12.30 WIB = 1 jam 0 menit
Kala III: 12.30-1245 WIB = 0 jam 15 menit
Kala IV : 12.45-14.45 WIB = 2 jam 0 menit
- Keadaan bayi
Lahir : Normal
Pukul : 12.30 WIB
Hari/tanggal : kamis, 16 Juli 2009
PB : 50 cm
BB : 3200gram
Jenis kelamin : Tidak ada
Keadaan saat ini : Sehat
3. Riwayat post partum
- Keadaan umm : composmentis
- Keadaan emosional : stabil
- Tanda tanda vital :
TD : 20/70 mmHg N : 72x /menit
TD : 24x /menit S : 36,50C
- Pemeriksaan fisik
a. Rambut
Bersih, hitam, tidak berketombe dan tidak mudah rontok
b. Mata
Fungsi penglihatan baik, kelopak mata tidak oedem,
conjongtiva an anemis, akleran ikterik, tidak strabismus
c. Hidung
Bersih, tidak ada polip dan perdangan,fungsi penciuman
baik
d. Telinga
Bersih, tidak ada srumen, tidak ada peradangan dan fungsi
pendengaran baik.
e. Mulut dan gigi
Geraham dan gigi bersih, tidak ada caries gigi, gigi ridak
berlubang
f. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid dan kelenjar getah
bening.
g. Dada
Jantung : bunyi jantung normal (lup-dup)
Paru-paru : tidak ada bunyi wheezing pada saat ekspirasi
dan ronchi pada saat inspirasi
Payudara : Pembsaran payudara simetris antara kiri dan
kanan, terdapat pengeluaran colostrums, puting susu
menonjol, tidak ada benjolan.
h. Abdomen
Inspeksi : tidak ada bekas luka operasi, terdapat linea
nigra
Palpasi : TFU 3 jari dibawah Px,kontraksi uterus baik,
konsistensi bulat dan keras, vesika urinaria kosong.
i. Anogenital
Pengeluaran lochea berwarna merah, bau khas, banyaknya
ganti pembalut 2-3 x /hari,konsistensi cair, tidak terdapat
luka heating dan anus utuh, jumlah 50 cc
j. Extremitas
Extremitas : Kedua tangan simetris, tidak ada oedem, dan
kekuatan otot, tidak ada gangguan dalam pergerakan.
Ekstremitas bawah : kedua kaki tidak ada oedem, reflex
patella (+), tidak ada varices.
C. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Tidak dilakukan

II. IDENTIFIKASI MASALAH , DIAGNOSA


DAN KEBUTUHAN
Diagnosa : ibu P1 A0
Dasar : - Ibu partus tanggal 16 Juli 2009,pukul 19.30 WIB
- Bayi dengan jenis kelamin perempuan , BB = 3200 gr,
PB=50 cm
- Pengeluaran pervaginam lochea rubra
- Tidak tedapat luka heating
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

III. ANTISIPASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL


Tidak ada
IV. IDENTIFIKASI KESEHATAN, KONSULTASI, KOLABORASI DAN
TINDAKAN SEGERA
Tidak ada
V. PERENCANAAN
Tanggal : 16 juli 2009
Pukul : 13.05 WIB
1. Jelaskan pada ibu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
R : Agar ibu mengetahui keadaanya saat ini
2. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara ekslusif selama 6 bulan
R : Menyusui dapat merangsang kontraksi uterus pada ibu dan
memberikan kekebalan pasif pada bayi
3. Ajari ibu cara menyusui yang baik dan benar.
R : Agar ibu merasa nyaman dan bayi mendapat ASI yang cukup
4. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
R : Agar tenaga ibu dapat pulih kembali dan ibu tidak merasa lemas
5. Anjurkan ibu untuk memenuhi asupan gizi yang yang cukupdanminum
yang cukup.
R : membantu mengembalikan kesehatan dan kesegaran tubuh ibu
6. Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan daerah genetalianya
R : untuk mencegah terjadinya infeksi dan menjaga rasa nyaman pada ibu
7. Jelaskan pada ibu terjadinya mules pada perutnya.
R :Agar ibu tidak merasa cemas
8. Anjurkan ibu untuk mobilisasi dini
R : untuk memulihkan organ-organ reproduksinya kembali.
VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 6 Juli 2009 Pukul : 3.10 WIB
1. TD : 120/70 mmHg N : 72x/menit
RR : 24x /menit S : 360C
2. Menganjurkan kepada ibu untuk memberikan ASI secra ekslusif dan
andemand selama 6 bulan yaitu menyusui bayi sesuai keinginannya (m2-3
jam )
3. Manganjurkan ibu cara menyusui yang baik dan benar , yaitu :
Mulut bayi harus mengenal areola mmae ketika menyusui
Hidung bayi jangan sampai tertutup oleh payudar ibu
Dada bayi dan perut ibu bersentuhan
Kepala bayi agak menengadah keatas
4. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup, tidur malam hari 6-8 jam,
tidur siang -2 jam
5. Menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi seperti sayur-sayuran
hijau, buah-buahan, ikan, daging, tempe, telur, dan susu
6. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan daerah genitalnya untuk
mencegah terjadinya infeksi
7. Menjelaskan pada ibu bahwa rasa mulas pada perutnya merupakan faktor
fisiologis karena adanya proses kembalinya rahim keukuran semula.
8. Menganjurkan ibu untuk mbilisasi dini dengan cara berjalan-jalan disekitar
kamar atau berbaring dan miring kekiri.

VII. EVALUASI
1. Ibu sudah mengerti dan mengetahui keadaannya saat ini
2. Ibu akan menyusui bayinya selama 6 bulan dan secara on demand
3. Ibu sudah mengerti dan akan melaksanakan bagaimana cara menyusui
bayinya dengan baik dan benar
4. Ibu mengerti dan melkukan istirahat yang cukup
5. Ibu sudah makan makanan yang bergizi dan akan melakukannya setiap hari
6. Ibu sudah mau membersihkan daerah genitalnya agar tidak terjadi infeksi
7. Ibu sudah mengerti bahwa rasa mulas pada perutnya merupakan faktor
fisiologis
8. Ibu sudah melakukan mobilisasi dini dengan berjalan-jalan disekitar kamar.

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS HARI KE 2


TERHADAP Ny.S DI RB AL-ANIES NATAR
LAMPUNG SELATAN
I . PENGKAJIAN
Pada tanggal : 17 juli 2009
Oleh : Tri Maheri Jayanti

S: Data Subjektif
o Ibu mengatakan bahwa ia dan bayinya dalam keadaan baik
o Ibu mengatakan pengeluaran ASI baik

O : Data Objektif
1. Keadaan umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. TTV : TD : 110/70 mmHg
RR : 24x/menit
N : 80x /menit
S : 36,50C

4. - Pengeluaran Lochea : lochea rubra , warna merah dengan konsistensi cair


- ASI : pengeluaran ASI lancar
- TFU : 2 jari dibawah Pusat
- Konstraksi : Baik
- Perineum : tidak terdapat luka heating
A. Analisa Data
Diagnosa: ibu P1 A0 post partum hari ke 2
Dasar : - ibu mengatakan ini adalah anak pertama
- Ibu melhirkan pada tanggal 6 Juli 2009,pukul 13.30 WIB
- TFU 2 jari dibawah Pusat
- Pengeluaran pervaginam, lochea rubra, warna merah,
konsistensi cair
- Bayi yang dilahirkan berjenis kelamin perempuan dengan
BB =3200 gram
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

P : perencanaan
Tanggal : 17 Juli 2009
Pukul : 08.05 WIB
1. Observasi tanda-tanda vital dan keadaan umum ibu
R : Agar kondisi kesehatan ibu dapat terpantau
2. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup
R : Agar ibu tidak merasa cepat lelah
3. Anjurkan ibu untuk selalu menjaga kebersihan genitalnya
R : Untuk mencegah terjadinya infeksi
4. Anjurkan ibu buntuk makan makanan yang bergizi
R: Agar kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi dalam mendukung produksi ASI
5. Jelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada masa nifas
R : Agar ibu dapat segera datang ketenaga kesehatan jika terdapat tanda-
tanda bahaya tersebut
6. Anjurkan dan ajari ibu cara melakukan peraeatan payudara
R : Agar payudara ibu tetap bersih dan tidak adakotoran saat ibu menyusui
bayinya
7. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya selama 6 bulan
R : Menyusui dapat merangsang kontraksi uterus pada ibu dan memberi
kekebalan pasif pada bayi
8. Anjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi dini
R : Dengan mobilisasi dapat membantu kontraksi uterus sehingga proses
involusi dan pengeluaran lochea berjalan normal dan mempercepat proses
pemulihan alat alat reproduksi serta memperlancar peredaran darah .
9. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe 1x1, 40 hari pasca persalinan
R : Tablet Fe dapat membantu pembentukan sel darah merah sehingga
mencegah terjadinya anemia dan untuk menambah zat gizi ibu
10. Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
R : Untuk mengetahui kondisi ibu
P : Pelaksanaan
Tanggal : 17 Juli 2009
Pukul : 08.10 WIB

1. Melakukan observasi tanda-tanda vital ibu dengan cara mngukur :


TD : 110/70 mmHg S : 36,50C
N : 80x/menit Keadaan Umum : Baik
RR : 24x/menit Kesadaran : Composmentis

2. Menganjurkan ibu untuk istirahat yang cukup yaitu tidur malam 7-8 jam
dan tidur siang 1-2 jam dengan istilah yang cukup dapat mencegah
terjadinya kelelahan pada ibu dan dapat menjaga kondisi ibu
3. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan genitalnya dengan cara
mengganti pembalut dan celana dalam setiap kali merasa lembab dan basah
serta tidak merasa nyaman lagi
4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi mekan-makanan yang bergizi
yaitu dengan nasi, sayran hijau,lauk-pauk,buah-buahan, dan minum air
putih 8 gelas perhari
5. Menjelaskan pada ibu tentang tanda-tanda bahaya pada nifas ,yaitu :
Adanya pendarahan pada jalan lahir
Keluarnya cairan yang bsrbau pada jalan lahir
Demam > 2 hari
Wajah, tangan dan kaki oedem
Sakit kepala yang hebat
Payudara bengkok kemerahan disertai rasa sakit
6. Mengajarkan ibu tentang perawatan payudara , yaitu :
Memberi minyak / baby oil pada kedua telapak tangan
Kedua telapak tangan ditempelkan kepada kedua payudara, lakukan
pengurutan kearah atas dimulai dari tengah berputar kesamping terus
kebawah kerjakan berulang-ulang sebanyak 30 x
Telapak tangan menopang payudara kiri dan jari tangan dirapatkan
Mengurut payudara kiri dari pangkal payudra bagian atas, samping dan
bawah kearah puting susu dengan menggunakan buku-buku jari tangan
sebanyak 30x
Lakukan hal yang sama pada payudara kanan
Setelah pengurutan lakukan penyiraman, mula-mula disiram denagn air
hangat sebanyak 10 x
Kemudian diganti dengan diganti dengan air dingin dan diakhiri dengan
penyiraman menggunakan air hangat
Lakukan pada payudara secara bergantian
Keringkan peyudara ibu dengan menggunakan handuk bersih
7. Menganjurkan kepda ibu untuk memberikan ASI secara ekslusif dan on
demand selama 6 bulan yaitu menyusui bayi sesuai dengan
keinginannya (2-3 jam)
8. Menganjurkan pada ibu untuk mobilisasi dini dengan cara bertahap
seperti miring ke kanan dan kiri .duduk,berdiri, jalan. Guna untuk
mempercepat terjadinya proses involusi uterus
9. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi tablet Fe 1 x 1 sehari
10. Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang 6 hari setelah
bersalin

P : Penilaian
Tanggal : 17 Juli 2009
Pukul : 08.15 WIB

1. Hasil pemeriksaan telah dijelaskan kepada ibu dan keluarga


TD : 110 / 70mmHg Keadaan Umum : baik
N : 80x/menit Kesadaran : Composmentis
RR : 24x/menit
S : 36,50C
2. Ibu sudah istirahat cuku dengan tidur malam 7-8 jam dan tidur
siang 1-2 jam
3. Ibu sudah membersihkan genitalnya setiap meraas lembab, bash dan
tidak nyaman lagi
4. Ibu sudah makan-makanan yang bergizi yang bergizi untuk memnuhi
kebutuhan nutrisinya
5. Ibu telah mengerti tentang tanda-tanda bahaya masa nifas
6. Ibu akan melakukan perawatan pada paydaranya agar tetap bersih
7. Ibu akan menyusui bayinya secara ekslusif, yaitu dari bayi lahir
sampai 6 bulan tanpa makanan tambahan.
8. Ibu sudah melakukan mobilisasi dini
9. Ibu sudah mengkonsumsi tablet Fe 1x1 sehari
10. Ibu mengatakan akan melakukan kunjungan ulang.

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL


TERHADAP BAYI Ny. S DI RB ALANIES NATAR
LAMPUNG SELATAN

PENGKAJIAN
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 13.00 WIB
Oleh : Tri Mahera Jayanti

A. Identitsa ibu
Nama ibu : Ny. S
Umur : 30 th
Kebangsaan : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : Aliyah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Tegal bungur
Identitas bayi
Nama : Bayi Ny. S
Tgl. Lahir : 16 Juli 2009
Pukul : 12.30 WIB
Jenis Kelamin: Perempuan
Anak ke :1
Alamat : Tegal bungur

B. Riwayat Persalinan
1. Ibu Pi Ao
2. Catatan waktu persalinan
Kala I : 00.00 11.30 WIB = 11 jam 30 menit
Kala II : 11.30 12.30 WIB = 1 jam 0 menit
3. Keadaan air ketuban
Warna : Jernih
Waktu pecahnya ketuban : 11.30 WIB
Jenis persalinan : Spontan, letak belakang kepala
Lilitan tali pusat : Tidak ada lilitan tali pusat

C. Keadaaan Fisik Bayi Baru Lahir


1. Apgar Score
No Aspek yang dinilai Score Keterangan Score Keterangan
menit menit
1 Frekuensi Jantung 2 >100x/menit 2 > 100x/menit
2 Usaha Nafas 2 Menangis kuat 2 Menangis kuat
3 Tonus Otot 1 Bergerak aktif 2 Bergerak aktif
4 Warna Kulit 2 Kemerahan 2 Kemerahan baik
5 Respon terhadap 1 Baik 2 Bergerak aktif
rangsang
Jumlah 8 10

2. Keadaan Umum dan Antopometri


Nadi : 130x/menit RR : 45x/menit
Suhu :360c BB : 3200 gram
PB : 50 cm LD : 32 cm
LK : 34 cm LILA: 8 cm

3. Pemeriksaan Fisik
a. Kepala
Ubun-ubun besar rata, ubun-ubun kecil rata, terdapat caput
succedaneum, tidak terdapat chepal hematom, tidak ada
moulage, terdapat sutura.

b. Rambut
Rambut dan kulit kepala masih ada darah dan sisa air
ketuban, rambut sudah tumbuh banyak, masih terdapat
verniks kaseosa.
c. Mata
Simetris antara kanan dan kiri, konjungtiva merah muda.
d. Hidung
Terdapat bulu hidung, tidak ada pernafasan cuping hidung.
e. Telinga
Simetris antara kanan dan kiri, terdapat lubang telinga kanan
dan kiri, tidak cairan dan tidak ada kelainan.
f. Mulut dan Gigi
Bersih, tidak ada palato schiziz, tidak ada peradangan pada
mulut dan gigi, reflek menghisap baik, reflek rooting baik.
g. Leher
Pada leher tidak ada kelainan, tidak ada pembesaran kelenjar
tiroyd dan tidak ada pembendungan vena yugularis.
h. Dada
Simetris, saat menarik nafas ada pergerakan dada, bunyi
nafas teratur, tidak ada wheezhing dan ranchi, bunyi jantung
teratur, kedua payudara simetris.
i. Abdomen
Bentuk simetris, ada bising usus, tidak ada perdarahan tali
pusat dan tidak ada kelainan pada abdomen, keadaan tali
pusat baik, tidak berbau, tidak ada kemerahan, nanah dan
peradangan.
j. Punggung dan Pinggang
Flexibilitas tulang punggung baik, tidak terdapat spina bifida,
tidak ada kelainan, terdapat lipatan pada anus.
k. Extremitas atas dan bawah
I. Extremitas atas : Pergerakan baik, jari kanan dan kiri
lengkap, reflek morro ada.
II. Ekstremitas bawah : Pergerakan baik, jari kaki kanan dan
kiri lengkap, reflek berjalan normal dan reflek babinski
normal.
l. Genital
Jenis kelamin perempuan, labia mayora sudah menutupi labia
minora, terdapat klitoris, terdapat lubang vagina dan terdapat
anus.
m. Pola sehari-hari
Nutrisi : Minum diberikan ASI, pemberian on demand,
kontak langsung dengan payudara ibu.
Eliminasi : BAB pertama kali : belum BAB
BAK pertama kali : belum BAK
Istirahat dan tidur : Keadaan bayi waktu tidur terlihat tenang
Kebersihan diri dari rambut sampai kaki : Baik
Kebersihan diri : Dari rambut sampai kaki masih ada vernik
kaseasa, pakaian bersih dan kering.

II. IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA DAN


KEBUTUHAN
Diagnosa : Neoratus cukup bulan, sesuai dengan masa kehamiolan
Dasar :
o Masa gestasi 39 minggu
o Lahir pukul 13.00 WIB, BB : 3200 gram, TB : 50 cm,LK : 34 cm , LD : 32
cm
o Persalinan spontan pervaginaan
o Apgar score 8/10
o Jenis kelamin perempuan
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Tidak ada

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL / DIAGNOSA


LAIN
Tidak ada.

IV. IDENTIFIKASI KOLABORASI DAN TINDAKAN


SEGERA
Tidak ada.

V. PERENCANAAN
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 13.05 WIB

1. Bersihkan bayi dari cairan air ketuban dan darah


R : Agar air ketuban tidak tertelan dan bayi dapat menangis secara
spontan
2. Potong tali pusat dan jepit dengan penjepit tali pusat
R : Untuk mengaktipka peredaran darah bayi
3. Selimuti bayi dengan kain yang bersih, kering dan hangat dan tutupi
kepala bayi.
R : Untuk mencegah kehilangan panas, dan bagian kepala bayi
memiliki luas permukaan yang cukup besar, sehingga bayi akan cepat
kehilangan panas tubuh jika bagian kepalanya tidak tertutup.
4. Berikan obat tetes mata pada bayi
R :Untuk mencegah infeksi mata pada mata bayi, terutama jalur
penularan ibu dan janin yang menular pada saat kelahiran
5.Susukan bayi sesegera mungkin
R : Dengan hisapan bayi merangsang hipotalamus anterior untuk
menghasilkan hormon prolaktin sehingga meningkatkan produksi ASI
ditingkat alveoli sekaligus merangsang hipotalamus posterior untuk
menghasilkan hormon oksitosin sehingga dapat membantu
mempercepat proses involusi uterus.

6.Lakukan perawatan tali pusat


R : Dengan tali pusat yang basah adalah media yang baik sebagai
pertumbuhan mikroorganisme karena itu mikroorganisme harus
dibersihkan agar tidak dapat hidup.
7.Lakukan perawatan bayi sehari hari
R : Dengan melakukan perawatan bayi sehari-hari, maka kotoran yang
melekat pada tubuh bayi akan hilang dan bayi akan merasa nyaman
sehingga dapat tidur dengan nyenyak.
8.Anjurkan ibu dan keluarga untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan kontak dengan bayi.
R : Untuk mencegah terjadinya infeksi karena bayi baru lahir sangat
rentan terhadap penyakit.
9.Mandikan bayi setelah 6 jam persalinan
R : Dengan memandikan setelah 6 jam maka tubuh bayi menjadi
bersih sehingga mikroorganisme yang ada pada tubuh bayi akan
hilang.
10.Ciptakan ruangan yang hangat untuk bayi
R : Pusat pengaturan tubuh bayi belum stabil, sehingga bayi tidak
dapat langsung menyesuaikan diri dengan suhu atau keadaan diluar
uterus dan didalam uterus, sehingga kita perlu menjaga suhu
lingkungan.
11.Berikan bayi pada ibu untuk dilakukan rawat gabung (Rooming In)
R : Dengan melakukan rawat gabung, maka akan tercipta ikatan batin
antara bayi dan ibu dan akan mempercepat proses pemberian ASI.

VI. PELAKSANAAN
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 13.10 WIB
1. Membersihkan jalan napas dengan cara :
o Letakan bayi dalam posisi terlentang
o Bersihkan hidung kemudian rongga mulut
o Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gisok kulit
bayi dengan kain kering dan rangsangan ini biasanya bayi segera
menagis
2. Memotong tali pusat :
o Klem tali pusat 3 cm dari pangkal tali pusat
o Klem kembali tali pusat dengan jarak 3 cm dari klem pertama
sebelum pengurutan eali pusar dari klem pertama
o Potong tali pusat antara kedua klem , dengan tangan kiri dibawah
tali pusat untuk melindungi perut bayi dari gunting

3. Menyelimuti bayi dengan selimut yang hangat dan kering, untuk


mencegah hipotermi
4. Memberikan obat tetes mata, mengunakan salep tetrasiklin 1% , satu
jam setelah bayi lahir.
5. Melakukan perawatan tali pusat dengan cara menjaga kebersihan
daerah sekitar pusat dan menutup tali pusat dengan menggunakan
kassa steril.
6. Melakukan perawatan bayi sehari hari pada bayi baru lahir sesuai
asuhan, yaitu :
Mengajarkan pada ibu untuk memberikan ASI sesuai
kebutuhan bayi.
Menjaga bayi agar tetap hangat, mengganti popok dan
baju bayi dengan yang bersih dan kering.
7. Menganjurkan ibu dan keluarga untuk mencuci tangannya sebelum dan
sesudah melakukan kontak dengan bayi untuk mencegah terjadinya
infeksi.
8. Memandikan bayi setelah 6 jam persalinan yaitu membuka pakaian
bayi kemudian membersihkan muka bayi, badan bayi, tangan dan kaki,
kemudian alat kelamin dan membilas tubuh bayi dengan pakaian yang
bersih, kering dan hangat.
9. Menciptakan ruangan yang hangat dan nyaman untuk bayi dengancara
tidak meletakkan bayi didekat jendela dan memberikan penerangan
yang cukup pada bayi.
10. Memberikan bayi kepada ibunya untuk dilakukan rawat gabung agar
tercipta kontak langsung sedini mungkin.

VII. EVALUASI
Tanggal : 16 Juli 2009
Pukul : 13.15 WIB
1. Sudah dibersihkan jalan napas bayi
2. Tali pusat bayi sudah di potong dan tali pusat sudah diikat dan diberi
kasa
3. Bayi sudah dikeringkan dan di pakaikan pakaian yang hangat , bersih
serta kering.
4. Bayi sudah diberi obat tetes mata .
5. Tali pusat sudah dilakukan perawatan dengan membersihkan daerah
sekitarnya.
6. Sudah melakukan perawatan sehari-hari pada bayi sesuai dengan
asuhan.
7. Ibu dan keluarga akan mencuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan kontak dengan bayi.
8. Bayi sudah dimandikan
9. Bayi sudah diletakkan pada ruangan yang hangat dan nyaman.
10. Bayi sudah dilakukan rawat gabung dengan ibu agar tercipta kontakl
langsung sedini mungkin.

CATATAN PERKEMBANGAN PADA BAYI BARU LAHIR


PADA HARI KE-2

Tanggal : 17 Juli 2009


Pukul : 18.00 WIB
Oleh : Tri Mahera Jayanti

S : DATA SUBJEKTIF
Ibu mengatakan bayinya sering menangis dengan kuat
Bayi tidur dengan tenang dan tidak gelisah
Bayi sudah mendapat ASI sesuai dengan keinginannya.

O : DATA OBJEKTIF
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Tanda-tanda vital: Suhu : 360 C RR : 45x/menit
TB : 50 cm BB : 3200 gram
Pemeriksaan fisik : Tidak ada sianosis, tidak ikterik, warna kulit
kemerahan, abdomen tidak kembung, tidak ada perdarahan tali
pusat dan tidak ada tanda-tanda infeksi.

A : ANALISIS DATA
Diagnosa : Bayi lahir normal, sesuai masa kehamilan pada hari ke-2
Dasar : - Masa gestasi 39 minggu
- Bayi lahir spontan pada tanggal 16 Juli 2009, pukul 12.30 WIB
- Jenis kelamin perempuan, BB : 3200 gram dan PB : 50 cm.
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan: Tidak ada
P : PERENCANAAN
Tanggal: 17 Juli 2009
Pukul : 08.05 WIB
1. Observasi keadaan umum bayi
R : Untuk mengetahui keadaan umum bayi dan memantau adanya
kelainan pada bayi atau tidak
2. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara eksklusif dan on demand
R : Hisapan bayi merangsang hipotalamus anterior untuk
menghasilkan hormone prolaktin sehingga meningkatkan produksi ASI
ditingkat alveoli sekaligus merangsang hipotalamus posterior untuk
menghasilkan menghasilkan hormone oksitosin hingga dapat
membantu mempercepat proses involusi uterus serta untuk memenuhi
kebutuhan bayi..
3. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi
R : Agar kotoran dan mikroorganisme yang melekat pada tubuh bayi
akan hilang dan bayi akan merasa nyaman sehingga dapat tidur dengan
nyenyak.
4. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan tali pusat
R : Dengan tali pusat yang basah adalah media yang baik sebagai
pertumbuhan mikroorganisme karena itu mikroorganisme harus
dibersihkan agar tidak dapat berkembang biak.
5. Anjuran ibu untuk menciptakan ruangan yang hangat untuk bayi
R : Pusat pengaturan tubuh bayi belum setabil, sehingga bayi tidak
dapat langsung menyesuaikan diri sehingga kita perlu menjaga suhu
lingkungan bayi agar tetap hangat
6. Anjuran ibu untuk memeriksa bayinya ketenaga kesehatan apabila
menemukan tanda-tanda bahaya.
R : Agar bila ibu menemukan salah satu tanda bahaya dapat segara
membawa bayinya ketenaga kesehatan
7. Anjuran ibu menjemur bayinya pada pagi hari
R : Cahaya matahari pada pagi hari mengandung vitamin D dan dapat
mencegah terjadinya ikterik neonatorum.
8. Berikan penjelasan tentang manfaat dan jadwal imunisasi pada bayi.
R: Agar ibu mengetahui tentang manfaat imunisasi dan bayi mendapat
kekebalan tubuh secara pasif.

P : PELAKSANAAN
Tanggal : 17 Juli 2009
Pukul : 08:10 WIB
1. Oboservasi keadaan umum bayi
2. Mengajurkan ibu untuk menyusui bayinya secara ekslusif yaitu selama
6 bulan dan memberikan ASI setiap saat jika bayi menginginkan ( on
demand ).
3. Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi sehari-hari, yaitu
dengan cara memandikan bayi dengan membuka pakaian bayi dan
meletakan bayi pada meja datar , kemudian membersihkan muka bayi ,
badan bayi , tangan dan kaki kemudian alat kelamin dan membilas
tubuh bayi dengan air hangat dan mengeringkannya dengan handuk
kemudian mengeringkan daerah sekitar tali pusat dan mengganti serta
membungkus tali pusat dengan kassa steril lalu memakaikan baju bayi
dengan baju yang bersih dan kering kemudian membedong bayi.
4. Menganjurkan ibu untuk melakukan perawatan tali pusat yaitu dengan
mengganti kassa pembungkus tali pusat dengan kassa steril yang baru
setiap bayi selesai dimandikan
5. Menciptakan ruangan yang hangat dan nyaman untuk bayi dengan cara
tidak meletakan bayi didekat jendela dan memberikan penerangan
yang cukup pada bayi serta membedong bayi menggunakan kain yang
bersih , kering dan hangat.
6. Menganjurkan ibu untuk memerika bayinya ketenaga kesehatan
apabila ada tanda-tanda bahaya yaitu:
Pendarahan tali pusat
Seluruh tubuh bayi berwarna kuning ( ikterik neonatorum )
Bayi tidak mau menyusui dan hisapan lemah
Suhu > 380 C
Mata bengkak dan mengeluarkan cairan
7. Menganjurkan ibu untuk menjemur bayinya dibawah sinar matahari
pagi yaitu pada pukul 07.00 07.30 WIB.
8. Memberikan penjelasan tentang manfaat imunisasi yaitu meningkatkan
kekebalan pada bayi, mencegah terjadinya penyakit dan
menghilangkan penyakit tertentu, dan memberikan jadwal imunisasi
kepada ibu.
Jadwal Umur bayi dalam bulan
Imunisasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
BCG
DPT
Polio
Hepatitis
Campak

EVALUASI
Tanggal : 17 Juli 2009
Pukul : 08.15 WIB
1. Keadaan umum bayi baik, pernapasan 40x/menit, suhu 36,50c, nadi
124x/menit.
2. Ibu akan menyusui bayinya secara eksklusif (6 bln) dan akan
memberikan ASI setiap saat jika bayi menginginkan.
3. Ibu sudah mengetahui perawatan bayi sehari-hari yaitu memandikan
bayi dan merawat tali pusat.
4. Kassa steril sebagai pembungkus tali pusat sudah diganti dengan kassa
steril yang baru.
5. Bayi sudah diletakkan diruangan yang hangat dan nyaman serta sudah
di bedong.
6. Ibu sudah mengtahui tanda-tanda bahaya pada bayi dan mengatakan
akan segera memeriksakan bayinya ketenaga kesehatan apabila
menemukan tanda-tanda bahaya tersebut.
7. Ibu mengatakan akan menjemur bayinya setiap pagi.
8. Ibu sudah mengerti tentang manfaat imunisasi dan akan membawa
bayinya ke tenaga kesehatan untuk diberikan imunisasi.