You are on page 1of 12

ANALISIS DATA EKSPLORASI BIJIH NIKEL LATERIT UNTUK ESTIMASICADANGAN

DAN PERANCANGAN PIT PADA PT. TIMAH EKSPLOMIN DI DESABALIARA


KECAMATAN KABAENA BARAT KABUPATEN BOMBANAPROVINSI SULAWESI
TENGGARA

ABSTRACT
This research was conducted at KP PT. Timah Eksplomin that administrative lies at Baliara
VillageKabaena District Bombana Regency Tenggara Sulawesi Province. Mining methods are
applied to PT. TimahEksplomin is selective mining, a mining method in which the separation
between the overburden and ore directlyin the pit / quarry. The purpose of this research was to
determine levels of reserves based on the distribution of high grade and medium grade nickel
laterite, determine the method of calculation of reserves and the quantity of nickel laterite
reserves in the study area and know the input-output for the design of the pit or pit
design.Mineable reserve calculation results based on% Ni with high grade values are 1.81 to
3.06, medium gradeand low grade from 1.65 to 1.78 0.52 to 1.31. Calculation of reserves each
borehole using the area of influence tothe total volume is 390,000 tons and ore reserve
calculations using Surpac is 314 796 tonnes. While the totalvolume of overburden (OB) 1.095
million BCM. Striping ratio (SR) is 1:3. In the designing aspect of pit parameters on the input-
output Surpac is the coordinates x, y, z, topographic data and the spread of nickel (Ni).
Keywords :
High grade. Medium grade danStriping ratio

ABSTRAK
Penelitianini dilakukan di wilayah KP PT. Timah Eksplomin yang secara administratif terletak di
DesaBaliara Kecamatan Kabaena Barat Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara.
Metode penambanganyang diterapkan PT. Timah Eksplomin adalah
selective mining, yaitu suatu metode penambangan dimanadilakukan pemisahan antara
overburden dan ore secara langsung di pit/tambang.Adapun tujuan dari kegiatan penelitian ini
adalahmengetahuibesar cadangan berdasarkan distribusi kadar high grade dan medium grade
darinikel laterit,menentukan metode perhitungan cadangan dan kuantitas cadangan nikel laterit di
daerah studi danmengetahui input-output untuk desain pit atau perancangan
pit.Hasil perhitungancadangan tertambang berdasarkan % Ni dengan nilai high grade adalah
1,81-3,06, medium grade 1,65-1,78 dan low grade 0,52-1,31.Perhitungancadangan tiap lubang
bor menggunakan metode daerah pengaruh untuk total volume ore adalah390.000 ton dan
perhitungan cadangan menggunakan surpac adalah 314.796 ton. Sedangkan total volume
overburden (OB) 1.095.000 BCM.Striping ratio (SR) adalah 1:3.Dalam aspek perancanganpit
parameter- parameter input-output pada surpac adalah koordinat x, y, z, data-data topografi dan
bentuk badan bijih.
Kata kunci :
High grade. Medium grade danStriping ratio

PENDAHULUAN
Nikellateritmerupakan bahan galian yang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena padamasa
sekarang dan masa akan datang kebutuhan nikel semakin meningkat (disamping dari
kebutuhanlainnya yang persediaannya semakin terbatas, sehingga mendorong minat pengusaha
untuk membuka pertambangan nikel). Nikel memiliki banyak kegunaan antara lain dalam
pembuatan baja yang tahankarat, bisa juga dipakai sebagai alat - alat laboratorium (Fisika dan
Kimia), serta banyak lagi fungsilainnya, sehingga menarik sekali untuk dikelola. Nikel diperoleh
dari endapan yang terbentuk
akibat proses oksidasi dan pelapukan batuan ultramafik yang mengandung nikel 0.2-
0.4 %. Jenis-jenismineral tersebut antara lain olivine, piroksin, dan amphibole. Umumnya
ditemukan pada daerahtropis, dikarenakan curah hujan yang mendukung terjadinya
pelapukan, selain topografi, drainase,tenaga tektonik dan struktur geologi. Endapan merupakan
bijih yang dihasilkan dari proses oksidasidan pelapukan batuan ultrabasa yang ada di atas
permukaan bumi.PT. Timah Eksplomin merupakan salahs a t u perusahaan tambang nikel laterit
yang
berlokasi di Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana Provinsi SulawesiTen
ggara, telah melakukan kegiatan eksplorasi sejak tahun 2006 dan sekarang sudah
mencapaitahapan produksi. Metode penambangan yang diterapkan PT. Timah Eksplomin adalah
selectivemining, yaitu suatu metode penambangan dimana dilakukan pemisahan antara
overburden dan ore secara langsung di pit/tambang.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis
data eksplorasi tiap lubang bor untuk menentukan besar cadangan berdasarkan distribusi
high grade dan medium grade dari nikel laterit, perhitungancadangandan menentukan parameter
input untuk design pit atau perancangan pit berdasarkan data bor.Maksud dan manfaat penelitian
ini adalah :
1.Mengetahui besar cadangan berdasarkan distribusi high grade dan medium grade dari nikel laterit.
2.Menentukan metode perhitungan cadangan dan kuantitas cadangan nikel laterit di daerah studi.
3.Mengetahui input-output untuk desain pit atau perancangan pit

METODE
Genesa Pembentukan Endapan Nikel Laterit, Proses pembentukan nikel laterit diawali
dari proses oksidasi dan pelapukan batuan ultrabasa, dalam hal ini adalah batuan harzburgit .
Batuan ini banyak mengandung olivin, piroksen,magnesium silikat dan besi, mineral-mineral
tersebut tidak stabildan mudah mengalami proses pelapukan.Proses pelapukan dimulai pada
batuan ultramafik (peridotit, dunit, serpentinit), dimana batuan ini banyak mengandung mineral
olivin, piroksen, magnesium silikat dan besi silikat, yang padaumumnya mengandung 0,30 %
nikel. Batuan tersebut sangat mudah dipengaruhi oleh pelapukanlateritik. Proses laterisasi adalah
proses pencucian pada mineral yang mudah larut dan silika dari profillaterit pada lingkungan
yang bersifat asam, hangat dan lembab serta membentuk konsentrasi endapanhasil pengkayaan
proses laterisasi pada unsur Fe, Cr, Al, Ni dan Co. Nikel laterit dapat dibagi menjadi beberapa
zona. Profil nikel laterit dideskripsikan danditerangan oleh daya larut mineral dan kondisi aliran
air tanah.

Lapisan Tanah Penutup (Overburden)


Lapisan Limonit Berkadar Menengah (Medium grade limonit)
Lapisan Bijih (Saprolit)
Lapisan Batuan Dasar ( Bedrock )Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan bijih nikel
laterit ini adalah:

Batuan asal, adanya batuan asal merupakan syarat utama untuk terbentuknya endapan
nikellaterit, batuan asalnya adalah batuan ultrabasa. Dalam hal ini pada batuan ultrabasa
terdapatelemen Ni yang paling banyak di antara batuan lainnya dan mempunyai mineral-mineral
yang paling mudah lapuk atau tidak stabil (seperti olivin dan piroksin), mempunyai komponen-
komponen yang mudah larut dan memberikan lingkungan pengendapan yang baik untuk nikel.
Iklim, adanya siklus musim kemarau dan musim penghujan dimana terjadi kenaikan
dan penurunan permukaan air tanah juga dapat menyebabkan terjadinya proses pemisahan
dansekaligus akumulasi unsur-unsur. Perbedaan temperatur yang cukup besar akan
membantuterjadinya pelapukan mekanis, dimana akan terjadi rekahan-rekahan dalam batuan
yang akanmempermudah proses atau reaksi kimia pada batuan. Dengan kondisi curah hujan
tinggi padawilayah Kabaena selama enam bulan (Desember - Mei) akan mempercepat proses
pelapukankimia dimana nikel laterit mudah terbentuk. Reagen-reagen kimia dan vegetasi,
maksud dari reagen-reagen kimia adalah unsur-unsur dansenyawa-senyawa yang membantu
mempercepat proses pelapukan. Air tanah yang mengandung CO2 memegang peranan penting di
dalam proses pelapukan kimia. Asam-asam humusmenyebabkan dekomposisi batuan dan dapat
mengubah pH larutan. Dalam hal ini, vegetasi akanmengakibatkan: Penetrasi air dapat lebih
dalam dan lebih mudah dengan mengikuti jalur akar pohon-pohonan, akumulasi air hujan akan
lebih banyak, humus akan lebih tebal keadaan ini merupakan suatu petunjuk, dimana hutannya
lebat pada lingkungan yang baik akan terdapatendapan nikel yang lebih tebal dengan kadar yang
lebih tinggi. Topografi, keadaan topografi setempat akan sangat mempengaruhi sirkulasi air
beserta reagen-reagen lain. Untuk daerah yang landai, maka air akan bergerak perlahan-lahan
sehingga akanmempunyai kesempatan untuk mengadakan penetrasi lebih dalam melalui
rekahan-rekahan atau pori-pori batuan. Akumulasi endapan umumnya terdapat pada daerah-
daerah yang landai sampaikemiringan sedang, hal ini menerangkan bahwa ketebalan pelapukan
mengikuti bentuk topografi.Pada daerah yang curam, secara teoritis, jumlah air yang meluncur
(run off ) lebih banyak daripada air yang meresap ini dapat menyebabkan pelapukan kurang
intensif. Struktur yang sangat dominan adalah struktur kekar (joint) dibandingkan terhadap
struktur patahannya. Seperti diketahui, batuan beku mempunyai porositas (kemampuan batuan
untuk meloloskan air) dan permeabilitas (kemampuan batuan untuk menahan air) yang kecil
sekalisehingga penetrasi air sangat sulit, maka dengan adanya rekahan-rekahan tersebut akan
lebihmemudahkan masuknya air dan berarti proses pelapukan akan lebih intensif.Perancangan
(design) adalah penentuan persyaratan, spesifikasi dan kriteria teknik yangrinci dan pasti untuk
mencapai tujuan dan sasaran kegiatan serta urutan teknis pelaksanaannya.Perancangan
tambang biasanya dimaksudkan sebagai bagian dari proses perencanaan tambang yang berkaitan
dengan masalah-masalah geometrik. Pada umumnya ada dua tingkat rancangan yaitu:
Rancangan konsep (conceptual design)Suatu rancangan awal atau titik tolak rancangan yang
dibuat atas dasar analisis dan perhitungansecara garis besar dan baru dipandang dari beberapa
segi yang terpenting, kemudian akandikembangkan agar sesuai dengan keadaan nyata di
lapangan.
Rancangan rekayasa atau rekacipta (engineering design) Suatu rancangan lanjutan dari
rancangan konsep yang disusun dengan rinci dan lengkap berdasarkan data dan informasi hasil
penelitian laboratorium serta literature dilengkapidengan hasil-hasil pemeriksaan keadaan
lapangan.Rancangan konsep pada umumnya digunakan untuk perhitungan teknis dan
penentuanurutan kegiatan sampai tahap study kelayakan, sedangkan rancangan rekayasa
(rekacipta)dipakai sebagai dasar acuan atau pegangan dari pelaksanaan kegiatan sebenarnya di
lapanganyang meliputi rancangan batas akhir tambang, tahapan penambangan, penjadwal
produksi danmaterial buangan (waste). Rancangan rekayasa tersebut biasanya juga diperjelas
menjadirancangan bulanan, mingguan dan harian.Dalam pembuatan design pit,dimana
terlebihdahulu dibuat dasar pit dan menentukan ram atau jalan berdasarkan dua titik sesuai
dengankeadaan topografi dan bentuk badan bijih. Setelah dasar pitnya selesai dilanjutkan
denganmenentukan lebar berm3 meter, tinggi bench 6 meter dan kemiringan 300
PertimbanganEkonomis:
1.Perhitungan Kadar Batas (Cut Off Grade),Cut off grade merupakan kadar endapan bahan
galianterendah yang masih memberikan keuntungan apabila ditambang. Cut off grade inilah
yang akanmenentukan batas-batas atau besarnya cadangan, serta menentukan perlu tidaknya
dilakukan mixing/blending
.2.Kadar Batas Pulang Pokok ( Break Even Cut-off Grade = BECOG
Dalam teori ekonomi, analisis pulang pokok terdiri dari penentuan nilai parameter
yangdiinginkan (misalnya: berapa jumlah produk yang harus dijual) sedemikian rupa
sehingga pendapatan tepat sama dengan ongkos atau biaya yang dikeluarkan (keuntungan = nol).

Dalam pertambangan, yang ingin kita ketahui adalah berapa kadar bijih yang menghasilkanangka
yang sama antara pendapatan yang diperoleh dari penjualan bijih tadi dengan biaya
yangdikeluarkan untuk menambang serta memprosesnya. Kadar ini dikenal dengan nama
kadar batas pulang pokok atau break even cut-off grade.
3.Kadar Batas Proses
Bila tingkat produksi dari pabrik pemrosesan bijih telah ditentukan, misalnya untuk pabrik flotasi
bijih sulfida, maka perhitungan cut-off grade harus memasukkan biaya-biaya umumadministrasi.

Kadar batas ini kadang-kadang disebut kadar batas pengolahan ( process cut-off ), yakni
kadar terendah yang dapat menutupi biaya pengolahan langsung. Dalam operasi penambangan,
jikamempunyai pabrik pengolahan mill) dan tambang mengalami kekurangan bijih yang akut,
maka process cut-off ini biasanya merupakan kadar terendah yang masih dapat
dipertimbangkanuntuk dikirimkan ke pabrik.
4. Nisbah Pengupasan Pulang Pokok ( Break Even Stripping Ratio)
Nisbah pengupasan didefinisikan sebagai nisbah dari jumlah material penutup (waste)
terhadap jumlah material bijih (ore). Pada tambang bijih, nisbah ini biasanya dinyatakan dalam
ton bahan galian/ton ore.Untuk geometri penambangan yang ditetapkan, nisbah pengupasan
merupakan fungsi darikadar batas.
Untuk menentukan pemilihan system penambangan yang akan diterapkan, tambang terbuka(
surface mine) atau tambang dalam/bawah tanah (underground mine), maka perlu dipelajarinisbah
pengupasan pulang pokok/impas (break even stripping ratio=BESR), yaitu perbandingan biaya
penambangan bawah tanah dengan biaya penambangan terbuka dalam bentuk rumus:Permodelan
dan Estimasi Sumberdaya, Permodelan merupakan tahap awal untuk melakukanestimasi kadar
yang berlanjut ke estimasi sumberdaya. Hasil dari estimasi sumberdaya tersebut akandapat
dijadikan sebagai cadangan jika memenuhi beberapa ketentuan. Metode perhitungan
yangdigunakan harus memberikan hasil yang dapat diuji ulang atau diverifikasi. Setelah
perhitungansumberdaya selesai, yang harus dilakukan adalah memeriksa atau mengecek taksiran
kualitas blok yang dibuat setelah proses permodelan.Basis Data Komputer, pembuatan suatu
model sumberdaya/cadangan yang representif dancukup detail tentunya membutuhkan tingkat
ketelitian yang tinggi dan waktu pengerjaan yang lama.Dengan adanya teknologi komputer pada
saat ini maka sangat membantu untuk mempermudah pekerjaan tersebut dalam pengolahan,
klasifikasi, dan interprestasi data. Data pada umumnya bisadipereoleh dari populasi cebakan
bijih dengan cara pengeboran,surface, sampling, dan tunnel/stope sampling dengan berbagai
metode percontohan batuan.Penelitian ini menghasilkan garis besar klasifikaasi sumberdaya bijih
sebagai berikut :
1.Sumberdaya tereka (inferred reseurces), yaitu pada area-area yang telah
dilakukan pemboran/sampling dengan spasi yang lebih besar dari 50 m atau pada badan bijih
yang sulitdilakukan interprestasi antar section. Sumberdaya mineral yang dimana tonase, kadar
dankandungan mineral dapat diestimasi dengan tingkat keyakinan rendah. Pada tahap ini
dilakukanasumsi dari fakta-fakta geologi yang ada, dan tidak ada verifikasi dari informasi
geologi dan/ataukemenerusan kadar. Informasi-informasi yang didapat dari lokasi
outcrop, paritan, test-pit , lubang bor dimana informasi yang didapat terbatas dan kualitasnya
tidak pasti dan masih diragukan.
2.Sumberdaya terindikasi (indicated resources), yaitu apabila pemboran/sampling dilakukan
dengan jarak spasi 25-50 m dan pada badan bijih yang cukup tebal/strukturnya cukup jelas.
Sumberdayamineral dimana tonase, densiti, bentuk, karakteristik fisik, kadar dan kandungan
mineral dapatdiestimasi dengan range dari reasonable sampai confidence. Estimasi didasarkan
pada informasiekplorasi, sampling, dan hasil pengujian yang terkumpul melaui teknik-teknik
tertentu yang terujihdari lokasi pengambilan sample misalnya singkapan, trench (paritan), sumur
uji ( test pit ) ataulubang bor. Lokasi yang diteliti terlalu luas dibandingkan informasi-informasi
yang dikumpulkansehingga tidak cukup untuk melakukan asumsi kemenerusannya.
3.Sumberdaya terukur (measured resources), yaitu apabila pemboran dilakukan pada jarak
spasi12,5-25 m. Sumberdaya mineral dimana tonase, kerapatan, bentuk, karasteristik fisik, kadar
dankandungan mineral dapat diestimasikan dengan tingkat keyakinan yang tinggi. Estimasi
didasarkan pada informasi detail yang didapat dari kegiatan eksplorasi, sampling, dan data-data
yang yangdikumpulkan dari lokasi-lokasi singkapan, trench (paritan), sumur uji (test pit ), lubang
ukaan dan lubang bor dan telah teruji dengan menggunakan teknik tertentu. Antar luas lokasi
penelitiandengan data-data yang dikumpulkan mempunyai relasi yang kuat sehingga cukup
untuk mengkomfirmasi kemenerusan geologi dan/atau kadar.Aplikasi Perangkat Lunak Surpac, s
Surpac merupakan salah satu perangkat lunak terpaduyang dirancang khusus untuk industri
pertambangan dan biasa digunakan untuk keperluan pengolahan, database , analisis data
eksplorasi, geologi, geokimia, mekanika batuan, pemetaan, pemodelan badan bijih, perancangan
tambang bawah tanah dan tambang terbuka serta perencanaan penjadwalan produksi. Surpac
mempunyai komitmen untuk memberikan solusi dalam setiap tahapan proses dalamsiklus Mine
Planning baik untuk tambang terbuka (open pit mining), tambang bawah tanah( undergraund
ining), maupun industri mineral (quari). Perangkat lunak tersebut memiliki fasilitasagar data
hasil olahannya dapat diaplikasikan oleh perangkat lunak tambang lainnya. Perangkat
inimemiliki standar internasional dalam interprestasi keadaan geologi dan mineralisasi sehingga
resources dapat dianalisis, ditentukan, divisualisasikan serta dihitung dan selanjutnya
menggunakankumpulan parameter penambangan didapat reserve. Selain itu perangkat ini
menggunakan komponenstandar yang sesuai untuk membuat solusikomprehensif dalam aktifitas
eksplorasi dan penambangan.Metode Perhitungan Cadangan, cadangan merupakan bagian dari
sumber daya yang berdasarkan kelayakan ekonomi dan ditinjau dari berbagai aspek, bahan
galian tersebut dapatditambang. Aspek yang menentukan kelayakan suatu bahan tambang adalah
ekonomi, teknologi,(penambangan dan pengolahan) pemasaran, lingkungan, social, peratutan
perundang-undangan dankebijaksanaan pemerintah. Metode perhitungan cadangan pada PT.
Timah Eksplomin adalahmenggunakan metode daerah pengaruh. Dimana daerah pengaruh
merupakan daerah kisaran sebarandari lubang bor, jika spasinya 50 meter maka pengaruh
terhadap titik bor yang lain adalah 25 meter.Menghitung cadangan dengan cara mempergunakan
metoda daerah pengaruh 1234567 Metoda included dan extended area Bila spesifikasi gravity
dari bijih= misalnya Ni 1 tonnage bijih = S 1x t1x k1x 1,5 (tonnage%) Metoda included area
- cadangan dihitung di dalam batas-batas yang ada (pola penyampelan bujur sangkar = sisi x
sisiTeknik Pengumpulan Data, metode yang dilakukan tidak langsung yaitu secara
pengolahandata sekunder Data dari lapangan diolah dan dianalisis menghasilkan kesimpulan
berupa output berbentuk model dan tabulasi berdasarkan informasi data tersebut.Dalam
penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a.Studi Literatur dilakukan sebelum dan selama penelitian.
b.Pengamatan Lapangan yaitu :
data-data bor, data curah hujan, data kondisi topografi dan geografidaerah penelitian , Lokasi
kuasa pertambangan serta kondisi geologi daerah penelitianPengolahan dan Analisis Data,
d alam penelitian ini pengolahan data dilakukan denganmenggunakan teknik pengolahan data
secara kualitatif dan kuantitatif.. Pengolahan datasecara kuantitatif : Pengolahan data yang
dilakukan data aktual dari lapangan dandiinterpretasikan dengan angka. Pengolahan data secara
kualitatif :dilakukan pada model endapan ikel laterit dan data-data sekunder lainnya seperti peta
topografi dan peta sebaran titik lubang bor (collar,geologi dan survey).
Analisis data yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian adalah analisismatematis
utamanya terhadap analisis data eksplorasi tiap lubang bor untuk menentukan besar cadangan
berdasarkan distribusi atas high grade dan medium grade dari nikel laterit, perhitungancadangan
dan menentukan parameter input untuk design pit atau perancangan pit berdasarkan data bor.
Dimana data diolah dan hasilnya ditampilkan dalam bentuk tabel (Microsoft Excel) yaitu data
mentahdari lapangan diolah dan diinput kedalam program surpac yaitu berupa data collar ,
survey dan geologi

PEMBAHASAN

Dalam perhitungan cadangan tertambang dilihat dari analisis data bor dan sesuai dengan standar
dengan harga pasaran yaitu
high grade >=1,8 ,
medium grade >= 1,6<=1,79 dan
low grade <1,59.
Perhitungan cadangan tertambang ada 2 tahap antara lain:
1,3%-1,59 untuk disimpan (menanti permintaan pasar)
1,6% ke atas dijual dipasaran Gambar 2. Grafik % Ni berdasarkan nilai highgrade, medium
grade, dan low grade Gambar 3. Grafik % Ni berdasarkan nilai highgrade, medium grade, dan
low grade Berdasarkan grafik %Ni tiap lubang bor maka dapat diketahui kadar Ni secara high
grade (1,81-3,06), medium grade (1,65-1,78) dan low grade (0,52-1,31).
Perhitungan cadangan tertambang berdasarkan grafik dan nilai HG, MG dan LG tiap Hole ID
dapatdilihat pada Tabel 1 dan Tabel 2.Berdasarkan grafik hubungan antara %Ni, %Fe dan % Si
diatas kadar Ni antara 1.81-3,06,kadar Fe antara 1.0-18,71 dan kadar Si berkisar antara 1.0-
26,69. Endapan Fe yang bersenyawadengan oksida akan terakumulasi dekat dengan permukaan
tanah, keadaan endapan tidak stabil,sedangkan nikel (Ni) akan tetap tertinggal didalam larutan
dan bergerak turun selama suplai air yangmasuk kedalam tanah terus berlangsung. Fe akan
tertinggal di zona limonit sebagai konsentrasi residu.
Tabel 1. Perhitungan cadangan tertambang %Ni
Tabel 2. Perhitungan cadangan tertambang berdasarkan nilai HG, MG dan LG %Ni,%Fe dan %Si
Perhitungan lamanya penambangan
Medium grade >=1.6 dan <=1.79 Total cadangan: 122.500 ton
Estimasi total cadangan IUP: 612.500 ton
Target produksi: 50.000/bulan produksitarget=n penambangaLamanya
PcadanganIU ton/bulan50.000500.612 ton = 12,25 bulan 1225,12 = 1,02 tahun
High grade >=1,8 Total cadangan: 267.500 ton
Estimasi total cadangan IUP: 1.337.500 ton-
Target produksi: 50.000/bulan produksitarget=n penambangaLamanya
PcadanganIU ton/bulan50.000500.337.1 ton = 26,75 bulan 1275,26 = 2,21 tahunHasil estimasi
mineral nikel pada peneliitian ini diklasifikasikan ke dalam sumberdayaterukur dan juga dapat
dikatakan sebagai sumberdaya ekonomis dengan memasukkan unsur nilai Cut Off Grade yang
tersusun dalam beberapa skenario. Secara umum jika suatu sumberdaya sudah terlibatunsur nilai
Cut Off Grade bisa dikatakan sebagai klasifikasi cadangan. Secara lebih spesifik,klasifikasi
sumberdaya yang digunakan pada penaksiran bijih nikel pada Blok Alfa bisa didasarkan pada
klasifikasi yang sesuai yaitu :

Sumberdaya tereka (inferred reseurces), yaitu pada area-area yang telah


dilakukan pemboran/sampling dengan spasi yang lebih besar dari 50 m atau pada badan bijih yan
g sulitdilakukan interprestasi antar section Sumberdaya terindikasi (indicated resources), yaitu
apabila pemboran/sampling dilakukan dengan jarak spasi 25-50 m dan pada badan bijih yang
cukup tebal/strukturnya cukup jelas.Sumberdaya terukur (measured resources), yaitu apabila
emboran dilakukan pada jarak spasi12,5-25 m. Sumberdaya mineral dimana tonase, kerapatan,
bentuk, karasteristik fisik, kadar dankandungan mineral dapat diestimasikan dengan tingkat
keyakinan yang tinggi.

Analisis Cadangan Berdasarkan Data Bor, perhitungan cadangan di PT.Timah


Eksplominmenggunakan metode daerah pengaruh yaitu metode included area (cadangan
dihitung di dalam batas- batas yang ada, pola penyampelan bujur sangkar = sisi x sisi).Gambar 4.
Metode Included AreaPerhitungan cadangan nikel laterit di daerah penelitian dilakukan
berdasarkan pada datayang diperoleh dari pemboran eksplorasi. Data-data pemboran tersebut
akan dianalisis sesuai dengankadar nikel baik secara
high grade, medium grade dan low grade sehingga dapat mengetahui volumetotal ore dan
overburden (OB). Dari hasil perhitungan cadangan tiap lubang bor untuk total volumeore adalah
390.000 ton dan total volume OB (overburden)1.095.000 BCM maka
striping ratio (SR)adalah1:3.

Perhitungan Cadangan Menggunakan Program Surpac, perhitungan volume Ore


- Pada Volume 1 : Surface area: 47124 : Volume : 164156
- Pada Volume 2 ; Surface area: 58723 ; Volume : 134372
- Pada Volume 3 ; Surface area: 7688 ; Volume : 6481
- Pada Volume 4 ; Surface area: 4410 ; Volume : 9787Jadi, total volume Ore tiap Hole ID
adalah: 314.796 x 1 = 314.796 ton.
Parameter Input untuk Design Pit atau Perancangan Pit, parameter Input untuk
PerhitunganCadangan (Volume). Basis data assay dan data informasi geologi adalah data-data
dasar didalam proses permodelan dan estimasi sumberdaya bijih. Vertifikasi data merupakan hal
yang penting dilakukan.kesalahan minor pada satu nilai individual dapat memberikan effect
terhadap penghalusan korelasi, analisis statistik parameter ataupun geoststistik. Vertifikasi data
dilakukansebelum dan sesudah model dibuat, namun sebelum dilakukan perhitungan
sumberdaya.Parameter Input untuk Pembuatan Badan Bijih (Ore Body) dan Design Pit,
PembuatanBadan Bijih (Ore Body).

Parameter-parameter input untuk permodelan adalah koordinat x, y, z, penyebaran nikel (Ni) dan
data-data topografi untuk melakukan pembuatan suatu badan bijih.Permodelan dan estimasi
sumberdaya blok Alfa dilakukan dalam dua tahap utama yaitu pertama permodelan badan bijih
nikel kemudian dilanjutkan ke tahap estimasi sumberdaya denganmenggunakan metode inverse
distance power . Dalam proses permodelan badan bijih, dilakukan korelasi-korelasi dari setiap
section/penampang bor yang dimiliki zona yang sama. Korelasi-korelasi tersebut secara 3
dimensikemudian dihubungkan dengan ireframe/kerangka bijih. Korelasi dan wireframe tersebut
disesuaikandengan kondisi topografi sehingga model yang dihasilkan menjadi smooth atau tidak
saling overlap .Kemudian terdapat beberapa daerah yang langsung ke horizon saprolit.
Kemungkinan pada daerah initerjadi proses geologi seperti erosi atau proses alam
lainnya.Gambar 5.Badan bijihGambar 6. Salah Satu Contoh Design Pit