You are on page 1of 10

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF

DI BPS Ny. SUHARTI, DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG

Henny Dwi Iryanti1), Kartika Sari2), Kun Lukito3)


Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo
UP2M@AKBIDngudiwaluyo

Air susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik, aman dan alamiah untuk bayi. Hingga
saat ini masih merupakan gizi terbaik untuk bayi karena komposisi zat-zat gizi didalamnya
secara optimal mampu menjamin pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan bayi. Dari
berbagai study dan pengamatan menunjukkan bahwa dewasa ini terdapat kecenderungan
penurunan penggunaan ASI dan menggantikan pemberian ASI dengan susu fomula di
masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu
tentang ASI eksklusif di BPS Ny. Suharti, Desa Sumowono, Kab. Semarang.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode
survey. Populasi dalam penelitian ini 32 orang, sedangkan sampel diambil dengan
menggunakan tehnik total poluasi yaitu sebanyak 32 orang. Analisis data menggunakan
distribusi frekuensi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paling banyak tingkat pengetahuan
responden dalam kategori kurang yaitu sebanyak 13 responden (40,6 %) ,pengetahuan cukup
tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 7 responden (43,8 %), sedangkan sebagian besar
responden yang mempunyai pengetahuan baik tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 5
responden (50,0 %).
Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ASI
eksklusif dan mendukung adanya ASI eksklusif

Kata kunci : Pengetahuan, ASI ekslusif


Kepustakaan : 17 (2001-2010)

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 1


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
ABSTRACT

Mother's Milk (ASI) is the best food, a safe and natural for babies. Until now, this is
still the best nutrition for babies because of the composition of nutrients in it are able to
ensure optimal growth and development of infant intelligence. From various studies and
observations indicate that today there is a declining trend in the use of breast milk and
breastfeeding replace with milk fomula in the community. The purpose of this study is to
describe the mother's knowledge about exclusive breastfeeding in BPS Ny. Suharti,
Sumowono village, district. Semarang.
This study used in this study was a descriptive survey method. The population in this
study 32 people, while the sample is taken by using the technique of total poluasi as many as
32 people. Data were analyzed using frequency distributions.
These results indicate that most respendents in the category level knoledge abaut a
total respondents 13 (40,6%), sufficient knowledge about exclusive breastfeeding as many a 7
respondents (43.8%) while the majority of respondents who have a good knowladge about
exclusive breastfeeding as many as 5 respondents (50,0%)
Results are expected to improve the public's understanding of exclusive breastfeeding,
and support the existence of exclusive breastfeeding

Keywords: Knowledge, exclusive breastfeeding


Bibliography: 17 (2001-2010)

PENDAHULUAN Angka Kematian Ibu (AKI) di


Indonesia saat ini masih merupakan yang
Latar Belakang tertinggi dibandingkan dengan AKI
Keberhasilan pembangunan negara-negara ASEAN lainnya. Menurut
kesehatan di Indonesia masih belum data Survei Demografi dan Kesehatan
memuaskan, terbukti dari masih tingginya Indonesia (SDKI) tahun 2012 Angka
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Ibu di Indonesia pada tahun
Kematian Bayi (AKB). Kematian dan 2007 sebesar 228 kematian/ 100.000
kesakitan ibu hamil, bersalin, nifas dan kelahiran hidup. (Wijaya, 2012). Propinsi
bayi baru lahir masih merupakan Jawa tengah untuk AKI tahun 2012
masalah besar negara berkembang berdasarkan laporan dari kabupaten/kota
termasuk Indonesia. Kematian wanita usia sebesar 116,34/100.000 kelahiran hidup,
subur di negara-negara miskin sekitar 25- mengalami peningkatan bila dibandingkan
50 % disebabkan oleh masalah yang dengan AKI pada tahun 2011 sebesar
berkaitan dengan kehamilan, persalinan 116,01/100.000 kelahiran hidup (Dinkes,
dan nifas (Judarwanto, 2012). WHO 2012). Target yang ingin dicapai sesuai
memperkirakan diseluruh dunia setiap tujuan MDG ke-5, pada tahun 2015 AKI
tahunnya lebih dari 585.000 ibu meninggal turun menjadi 102 kematian/100.000
pada saat hamil atau bersalin. Angka kelahiran hidup (Wijaya, 2012).
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Air susu Ibu (ASI) adalah makanan
Bayi (AKB) merupakan salah satu terbaik, aman dan alamiah untuk bayi.
indikator kesehatan yang menggambarkan Hingga saat ini masih merupakan gizi
tingkat kesejahteraan ibu dan anak. terbaik untuk bayi karena komposisi zat-
zat gizi didalamnya secara optimal mampu
menjamin pertumbuhan dan

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 2


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
perkembangan kecerdasan bayi. Selain itu bayi akan berfluktuasi dalam 6 bulan
ASI juga mengandung zat imonologik pertama kehidupan (Pramesemara, 2011).
yang membantu melindungi bayi dari Selain hal-hal tersebut diatas
infeksi dan serangan penyakit khususnya kurangnya penggunaan ASI eksklusif
usia 4-6 bulan pertama sejak kelahiran dikarenakan kurangnya pengetahuan
bayi (Depkes RI, 2000). Suatu penelitian sebagian besar ibu tentang pentingnya
di Eropa menunjukkan anak-anak berusia manfaat ASI eksklusif bagi pertumbuhan
9,5 tahun yang mendapatkan ASI, dan perkembangan anak. Sebagian besar
memilki IQ 12,9 poin lebih tinggi dari ibu berpikir bahwa dengan pemberian susu
pada anak-anak yang tidak mendapat ASI. formula maka pertumbuhan dan
Sementara peran lain dari ASI yaitu soal perkembangan bayi akan lebih baik karena
EQ (kemampuan sosialisasi) si anak, adanya berbagai iklan tentang susu
kedekatan dengan ibu waktu mendapat formula yang mengandung berbagai nutrisi
ASI, membuat anak merasa aman dan yang dibutuhkan oleh bayi. Sebagian besar
disayang sangat berpengaruh dalam ibu lebih memilih memberikan susu
perkembangan emosi anak (Roesli, 2008). formula kepada bayinya karena disamping
Namun kenyataannya penggunaan praktis juga karena menurut sebagian besar
ASI hingga saat ini belum ibu kandungan nutrisi pada susu formula
menggembirakan. Dari berbagai study dan lebih tinggi dibandingkan ASI eksklusif.
pengamatan menunjukkan bahwa dewasa Selain itu kurangnya tenaga kesehatan
ini terdapat kecenderungan penurunan dalam memberikan penyuluhan tentang
penggunaan ASI dan menggantikan manfaat dan cara pemberian ASI eksklusif
pemberian ASI dengan susu fomula di yang benar merupakan salah satu
masyarakat. Dengan kenaikan tingkat penyebab kurangnya pengetahuan ibu
partisipasi wanita dalam angkatan kerja dalam memberikan ASI terhadap bayinya
dan peningkatan sarana komunikasi dan (Siregar, 2004).
transportasi yang memudahkan periklanan Meskipun ASI sangat penting
susu buatan serta luasnya distribusi susu peranannya bagi bayi, sang ibu tidak
buatan terdapat kecenderungan begitu saja bisa menyusui. Terutama bagi
menurunnya kesediaan menyusui maupun mereka yang tinggal di daerah desa,
lamanya menyusui baik dipedesaan dan pinggir kota atau pedalaman, dimana
diperkotaan (Soetjiningsih, 2004). informasi tentang ASI dan menyusui tidak
Banyak permasalahan dalam bisa diakses begitu saja. Kalaupun ada
menyusui seperti (nyeri pada puting susu, informasi yang benar masih harus
susu yang jumlahnya sedikit, atau ibu tidak berhadapan dengan berbagai mitos yang
nyaman dalam menyusui) bisa dipecahkan berkembang di masyarakat tentang ASI
dengan meningkatkan teknik dasar dalam dan ibu menyusui. Mitos-mitos tersebut
menyusui, khususnya dalam telah berkembang sekian lama, diwariskan
memposisikan ibu dan bayi dengan benar. secara turun-temurun, dan sebagian besar
Selain itu seringkali ibu yang menyusui tidak bisa dibuktikan kebenarannya bahkan
bertanya tentang berapa seringkah cenderung menyesatkan (Rosita, 2008).
menyusui atau berapa banyak ASI yang Berdasarkan hasil studi
harus diberikan pada bayi, sesuai dengan pendahuluan pada tanggal 20 November
umur bayi. Secara umum dikatakan bahwa 2013 didapatkan data sebanyak 40 ibu
pada usia 3 bulan bayi menjadi lebih cepat menyusui, di Desa Sumowono, Kab.
dalam menghabisakan ASI sehingga Semarang. Dari 40 ibu menyusui tersebut
proses menyusui menjadi lebih cepat dan didapatkan data bahwa 14 orang ibu
lebih jarang setelah usia ini. Namun memberikan ASI eksklusif pada bayinya
demikian, seringkali pola minum ASI pada dan 26 orang tidak menyusui bayinya
dengan ASI eksklusif.

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 3


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
Berdasarkan hasil wawancara peristiwa yang terjadi (Notoatmodjo,
terhadap 20 orang ibu menyusui yang 2010). Penelitian ini menggunakan metode
hadir di posyandu di Bidan Praktek Swasta survey yaitu suatu cara penelitian yang
(BPS) Ny. Suharti, Desa Sumowono, Kab. dilakukan terhadap sekumpulan objek
Semarang tentang ASI eksklusif dalam jangka waktu tertentu.
didapatkan hasil 5 ibu menyusui memiliki
pengetahuan tentang ASI eksklusif tinggi POPULASI
dan 7 yang memiliki pengetahuan tentang Populasi sasaran dalam penelitian
ASI eksklusif rendah atau kurang, Hal ini adalah semua ibu menyusui di BPS Ny.
tersebut dapat dilihat dari berbagai Suharti, Desa Sumowono, Kab. Semarang
jawaban ibu yang kurang mengetahui pada bulan Mei 2014 yang berjumlah 32
tentang kapan pemberian ASI eksklusif, orang (berdasarkan hasil catatan rekam
bagaimana cara pemberian ASI eksklusif medis jumlah ibu menyusui di BPS Ny.
dan waktu yang tepat pemberian ASI Suharti, Desa Sumowono, Kab. Semarang
eksklusif. pada bulan Mei 2014).
Berdasarkan hasil wawancara
sementara terhadap 20 orang ibu yang SAMPEL
mempunyai bayi usia 0-6 bulan di BPS Ny Sampel yang baik adalah sampel
suharti sumowono kab, semarang , di yang representatif/mewakili populasi.
dapatkan data bahwa 7 orag ibu yang Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh
tidak memberikan ASI eksklusif pada ibu menyusui di BPS Ny. Suharti, Desa
bayinya dikarenakan faktor pekerjaan dan Sumowono, Kab. Semarang yang
anggapan bahwa memberikan ASI akan berjumlah 32 orang (berdasarkan hasil
menyebabkan payudara kendor, selain catatan administrasi jumlah ibu yang
mereka beranggapan bahwa dengan mempunyai bayi usia 0-6 bulan di BPS
pemberian susu formula akan lebih Ny. Suharti, Desa Sumowono, Kab.
meningkatkan pertumbuhan dan Semarang pada bulan Maret-Mei 2014).
kecerdasan bayi sesuai dengan iklan yang
mereka lihat sehari-hari di televisi. TEHNIK PENGUMPULAN DATA
Berdasarkan fenomena di atas Jenis data dalam penelitian ini
peneliti tertarik mengadakan penelitian berupa data primer yaitu data atau materi
dengan judul ”Gambaran pengetahuan ibu yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti
tentang ASI eksklusif di BPS Ny. Suharti, pada saat berlangsungnya penelitian adalah
Desa Sumowono, Kab. Semarang”. kuesioner yang disebarkan kepada
responden untuk mengetahui gambaran
PERUMUSAN MASALAH pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di
Berdasarkan latar belakang penulis BPS Ny. Suharti, Desa Sumowono, Kab.
di atas, maka dapat dirumuskan masalah Semarang
penelitian : “Bagaimanakah gambaran
pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di HASIL PENELITIAN
BPS Ny. Suharti, Desa Sumowono, Kab. Penelitian ini dilakukan di BPS Ny.
Semarang?”. Suharti, Desa Sumowono, Kab.
Semarang, waktu penelitian dilaksanakan
JENIS PENELITIAN pada Bulan Juni 2014. Populasi sasaran
Penelitian ini merupakan jenis dalam penelitian ini adalah semua ibu yang
penelitian deskriptif, yaitu suatu metode mempunyai bayi usia 0-6 bulan di BPS
penelitian yang dilakukan dengan tujuan Ny. Suharti, Desa Sumowono, Kab.
utama untuk membuat gambaran atau Semarang sejumlah 32 orang. Pemilihan
deskripsi tentang suatu keadaan secara sampel dilakukan dengan Total Sampling
obyektif, dengan melihat suatu gambaran

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 4


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
HASIL PENELITIAN 3. Pekerjaan
KARAKTERISTIK RESPONDEN Tabel 4.3 Distribusi frekuensi tingkat
1. Umur Responden pekerjaan ibu yang
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi umur mempunyai bayi usia 0-6
ibu menyusui yang bulan di BPS Ny. Suharti,
mempunyai bayi usia 0-6 Desa Sumowono, Kab.
bulan di BPS Ny. Suharti, Semarang
Desa Sumowono, Kab. Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
Semarang IRT 10 31,2
Umur (Tahun) Frekuensi Persentase (%) Wiraswasta 4 12,5
< 20 3 9.4 Karyawan 3 9,4
20-30 25 78,1 Tani/Buruh 13 40,6
> 30 4 12,5 PNS/TNI/POLRI 2 6,2
Total 32 100.0 Total 32 100.0

Dari Tabel 4.1 dapat diketahui Dari Tabel 4.3 dapat diketahui
bahwa umur responden terbanyak adalah bahwa paling banyak pekerjaan responden
responden yang berumur antara 20-30 adalah sebagai buruh/tani yaitu sebanyak
tahun yaitu sejumlah 25 responden (78,1 13 responden (40,6 %) dan paling sedikit
%), sedangkan jumlah umur responden adalah responden yang bekerja sebagai
yang paling sedikit adalah responden yang PNS/TNI/POLRI yaitu sebanyak 2
berumur < 20 tahun yaitu sejumlah 3 responden (6,2 %).
responden (9,4 %).
ANALISA UNIVARIAT
2. Pendidikan Responden 1. Tingkat Pengetahuan
Tabel 4.2 Distribusi frekuensi Tabel 4.4 Distribusi frekuensi tingkat
pendidikan ibu yang pengetahuan ibu tentang
mempunyai bayi usia 0-6 ASI eksklusif di BPS Ny.
bulan di BPS Ny. Suharti, Suharti, Desa Sumowono,
Desa Sumowono, Kab. Kab. Semarang
Pengetahuan Frekuensi Persentase (%)
Semarang) Baik 10 31,2
Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
Cukup 9 28,1
Tamat SD 0 0,00 Kurang 13 40,6
Tamat SMP 12 37,5
Total 32 100.0
Tamat SMA 16 50,0
PT 4 12,5
Total 32 100.0 Dari Tabel 4.5 dapat diketahui
bahwa paling banyak tingkat pengetahuan
Dari Tabel 4.2 dapat diketahui responden dalam kategori kurang yaitu
bahwa paling banyak pendidikan sebanyak 13 responden (40,6 %) dan
responden adalah tamat SD yaitu 0 paling sedikit adalah responden dengan
responden (0,00%) tamat SMA yaitu pengetahuan cukup yaitu sebanyak 9
sebanyak 16 responden. (50,0 %) dan responden (28,1)
paling sedikit adalah responden dengan
tingkat pendidikan perguruan tinggi yaitu
sebanyak 4 responden (12,5 %).

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 5


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
2. Gambaran pengetahuan ibu tentang Berdasarkan tabel 4.6 dapat
ASI eksklusif berdasarkan tingkat diketahui bahwa sebagian besar responden
pendidikan ibu BPS Ny. Suharti, Desa yang bekerja sebagai ibu rumah tangga
Sumowono, Kab. Semarang. (IRT) mempunyai pengetahuan yang baik
Tabel 4.5 Tabulasi silang pengetahuan tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 5
ibu tentang ASI eksklusif responden (50,0 %), sebagian besar
berdasarkan tingkat responden yang bekerja sebagai
pendidikan ibu di BPS Ny. wiraswasta mempunyai pengetahuan yang
Suharti, Desa Sumowono, baik tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak
Kab. Semarang 2 responden (50,0 %), sebagian besar
Pengetahuan responden Total
yang bekerja sebagai karyawan
Pendidikan Baik Cukup Kurang
mempunyai pengetahuan yang cukup
N % N % N tentang
% N %
ASI eksklusif yaitu sebanyak 2
Tamat SLTP 1 8,3 1 8,3 10 83,3 12 37,5
Tamat SLTA 6 37,5 7 43,8 3 responden
18,8 16 (66,7
50,0 %) dan sebagian besar
PT 3 75,0 1 25,0 0 responden
0,00 4 yang
12,5bekerja sebagai buruh/tani
Total 10 40,6 9 28,1 13 mempunyai
31,2 pengetahuan yang kurang
32 100.0
tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 11
Berdasarkan tabel 4.5 dapat orang (84,6 %) serta responden yang
diketahui bahwa sebagian besar responden bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI
dengan tingkat pendidikan tamat SLTP semuanya mempunyai pengetahuan yang
yaitu sebanyak 83,3 % mempunyai baik tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak
pengetahuan yang kurang tentang ASI 2 responden (100 %).
eksklusif dan sebagian besar responden
dengan tingkat pendidikan tamat SLTA
mempunyai tingkat pengetahuan cukup PEMBAHASAN
tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 7 Karakteristik Responden
responden (43,8 %), sedangkan responden Berdasarkan hasil penelitian
dengan tingkat pendidikan perguruan diketahui bahwa sebagian besar responden
tinggi sebagian besar mempunyai Dari berumur antara 20-30 tahun yaitu
pengetahuan yang baik tentang ASI sejumlah 25 responden (78,1 %),
eksklusif yaitu sebanyak 3 responden (75,0 sedangkan jumlah umur responden yang
%). paling sedikit adalah responden yang
berumur < 20 tahun yaitu sejumlah 3
3. Gambaran pengetahuan ibu tentang responden (9,4 %).
ASI eksklusif berdasarkan pekerjaan Dalam Notoatmodjo (2003) Usia
ibu BPS Ny. Suharti, Desa Sumowono, mempengaruhi terhadap daya tangkap dan
Kab. Semarang. pola pikir seseorang. Semakin bertambah
Tabel 4.6 Tabulasi silang pengetahuan usia akan semakin berkembang pula daya
ibu tentang ASI eksklusif tangkap dan pola pikirnya, sehingga
berdasarkan pekerjaan ibu pengetahuan yang diperolehnya semakin
BPS Ny. Suharti, Desa membaik. Pada usia madya, individu akan
Sumowono, Kab. Semarang lebih berperan aktif dalam masyarakat dan
Pengetahuan
Total kehidupan sosial serta lebih banyak
Pekerjaan Baik Cukup Kurang
N % N % N % N % melakukan persiapan demi suksesnya
IRT 5 50,0 4 40,0 1 10,0 10 31,25 upaya menyesuaikan diri menuju usia tua,
Wiraswasta 2 50,0 1 25,0 1 25,0 4 12,50
Karyawan 1 33.3 2 66.7 0 0,00 3 9,35 selain itu orang usia madya akan lebih
Tani/buruh 0 0,00 2 15,4 11 84,6 13 40,63 banyak menggunakan banyak waktu untuk
PNS/TNI/POLRI 2 100,0 0 0,00 0 0,00 2 6,25
Total 10 40,6 9 28,1 13 31,2 32 100.0
membaca. Kemampuan intelektual,
pemecahan masalah, dan kemampuan
verbal dilaporkan hampir tidak ada

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 6


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
penurunan pada usia ini. Dua sikap kemungkinan lebih besar dalam menerima
tradisional mengenai jalannya informasi tentang pemberian kesehatan
perkembangan selama hidup : reproduksi, hal ini dikarenakan tingkat
a. Semakin tua semakin bijaksana, pendidikan yang tinggi dapat lebih
semakin banyak informasi yang memudahkan dalam menerima informasi,
dijumpai dan semakin banyak hal yang informasi yang diterima bisa tentang apa
dikerjakan sehingga menambah saja, salah satunya adalah tentang ASI
pengetahuannya. eksklusif. Informasi tentang pemberian
b. Tidak dapat mengajarkan kepandaian ASI eksklusif dapat meliputi, tentang
baru kepada orang yang sudah tua manfaat, keuntungan serta faktor-faktor
karena mengalami kemunduran baik yang mempengaruhi pemberian ASI
fisik maupun mental. Dapat eksklusif.
diperkirakan bahwa IQ akan menurun
sejalan dengan bertambahnya usia, Pekerjaan
khususnya pada beberapa kemampuan Berdasarkan hasil penelitian
yang lain seperti misalnya kosa kata diketahui bahwa paling banyak pekerjaan
dan pengetahuan umum. responden adalah sebagai buruh/tani yaitu
sebanyak 13 responden (40,6 %) dan
Pendidikan Responden paling sedikit adalah responden yang
Berdasarkan hasil penelitian bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI yaitu
diketahui bahwa sebagian besar sebanyak 2 responden (6,2 %).
pendidikan responden adalah tamat SMA Sebagian besar responden dalam
yaitu sebanyak 16 responden. (50,0 %) dan penelitian ini adalah ibu yang bekerja
paling sedikit adalah responden dengan buruh/tani. Bekerja umumnya merupakan
tingkat pendidikan perguruan tinggi yaitu kegiatan yang menyita waktu sehingga
sebanyak 4 responden (12,5 %). bagi ibu-ibu yang bekerja akan
Sebagian besar tingkat pendidikan, mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
sebagian besar responden adalah tamat keluarga. Semakin banyak waktu yang
SMA. Semakin tinggi tingkat pendidikan tersita untuk melakukan pekerjaan maka
seseorang, makin mudah menerima semakin besar kesempatan untuk
informasi sehingga makin banyak pula memberikan ASI. Ibu yang bekerja akan
pengetahuan yang dimiliki, sebaliknya banyak menyita waktu dan dalam kondisi
pendidikan yang kurang akan menghambat tertentu bisa dimungkinkan lebih sering
perkembangannya sikap seseorang memberikan makanan pendamping ASI
terhadap nilai-nilai yang baru saja dengan meninggalkan ASI eksklusif.
diperkenalkan. Hal ini sesuai dengan Pekerjaan juga dapat menjadi penyebab
pendapat dari Notoatmodjo (2003), dari pemberian ASI, hal ini dikarenakan
semakin tinggi pendidikan formal yang kesibukan seseorang dalam pekekerjaan,
dicapai oleh ibu maka semakin baik pula sehingga mengambil jalan pintas atau cari
proses pemahaman ibu dalam menerima kemudahan dalam pemenuhan nutrisi bagi
sebuah informasi baru (Notoatmodjo, anaknya dengan memberikan makanan
2003). Menurut Azwar (2007), pendidikan pendamping ASI.
merupakan suatu faktor yang
mempengaruhi perilaku seseorang dan Pengetahuan ibu tentang pemberian
pendidikan dapat mendewasakan ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan
seseorang serta berperilaku baik, sehingga Berdasarkan hasil penelitian
dapat memilih dan membuat keputusan diketahui bahwa sebagian besar responden
lebih cepat. mempunyai pengetahuan tentang ASI
Semakin tinggi pendiidkan eksklusif dalam kategori kurang yaitu
sesorang, maka orang tersebut mempunyai sebanyak 13 responden (40,6 %).

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 7


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
Kurangnya pengetahuan tentang ASI dengan tingkat pendidikan perguruan
eksklusif pada sebagian besar responden tinggi sebagian besar mempunyai
tersebut dapat dilihat dari hasil jawaban pengetahuan yang baik tentang ASI
responden terhadap kuesioner yang eksklusif yaitu sebanyak 3 responden (75,0
diberikan peneliti. Berdasarkan hasil %). Hal tersebut menunjukkan bahwa
jawaban responden tersebut didapatkan tingkat pendidikan dapat mempengaruhi
masalah yang menjadi penyebab seseorang termasuk juga perilaku
kurangnya pengetahuan responden tentang seseorang akan pola hidup terutama dalam
ASI eksklusif yaitu sebagian besar memotivasi untuk siap berperan serta
responden mengatakan salah (75,0 %) dalam pembangunan kesehatan. Perilaku
bahwa pemberian ASI eksklusif dapat seseorang dapat dipengaruhi oleh
mengurangi perdarahan setelah melahirkan pengetahuan.
pada ibu post partum. Hal tersebut Hal ini sesuai pendapat
menunjukkan bahwa sebagian besar Notoatmodjo (2010), yang menjelaskan
responden tidak mengetahui atau kurang ada lima faktor yang mempengaruhi
mengetahui tentang pengaruh pemberian pengetahuan yaitu pendidikan, paparan
ASI secara dini terhadap perdarahan post media masa, ekonomi, hubungan sosial
partum. Menurut Arisman (2004), selain dan pengetahuan. Pendidikan berhubungan
memberi keuntungan pada bayi, menyusui dengan pengembangan dan perubahan
jelas memberikan keuntungan pada lbu kelakuan anak didik. Pendidikan bertalian
salah satunya adalah mengurangi dengan transmisi pengetahuan, sikap,
perdarahan setelah melahirkan Apabila kepercayaan, keterampilan, dan aspek
bayi disusui setelah dilahirkan maka kelakuan yang lain. Pendidikan adalah
kemungkinan terjadinya perdarahan proses belajar dan mengajar pola-pola
setelah melahirkan (post partum) akan kelakuan manusia menurut apa yang
berkurang. Karena pada ibu menyusui diharapkan oleh masyarakat. Dalam
terjadi peningkatan kadar oksitosin yang penelitian ini responden sebagian besar
berguna juga untuk kontraksi/ penutupan memiliki tingkat pendidikan menengah.
pembuluh darah sehingga perdarahan akan Hal ini berkaitan juga dengan informasi
lebih cepat berhenti. Hal ini akan yang mampu diperoleh responden. Makin
menurunkan angka kematian ibu yang tinggi tingkat pendidikan seseorang, makin
melahirkan. Menyusui sendiri juga akan mudah menerima informasi sehingga
membantu mempercepat pemulihan makin banyak pula pengetahuan yang
keadaan organ reproduksi ibu setelah dimiliki, sebaliknya pendidikan yang
melahirkan. kurang akan menghambat
perkembangannya sikap seseorang
Gambaran pengetahuan ibu tentang terhadap nilai-nilai yang baru
ASI eksklusif berdasarkan tingkat diperkenalkan.
pendidikan ibu BPS Ny. Suharti, Desa
Sumowono, Kab. Semarang. Gambaran pengetahuan ibu tentang
Berdasarkan hasil penelitian ASI eksklusif berdasarkan pekerjaan
diketahui bahwa sebagian besar responden ibu BPS Ny. Suharti, Desa Sumowono,
dengan tingkat pendidikan tamat SLTP Kab. Semarang.
yaitu sebanyak 83,3 % mempunyai Berdasarkan tabel 4.6 dapat
pengetahuan yang kurang tentang ASI diketahui bahwa sebagian besar responden
eksklusif dan sebagian besar responden yang bekerja sebagai ibu rumah tangga
dengan tingkat pendidikan tamat SLTA (IRT) mempunyai pengetahuan yang baik
mempunyai tingkat pengetahuan cukup tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 5
tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 7 responden (50,0 %), sebagian besar
responden (43,8 %), sedangkan responden responden yang bekerja sebagai

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 8


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
wiraswasta mempunyai pengetahuan yang Kesimpulan
baik tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 1. Sebagian besar ibu menyusui di BPS
2 responden (50,0 %), sebagian besar Ny suharti desa sumowono kabupaten
responden yang bekerja sebagai karyawan semarang, umur 20-30 sejumlah 10
mempunyai pengetahuan yang cukup orang (2,5%), berpendidikan SLTP
tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 2 sebanyak 83,3% dan bekerja sebagai
responden (66,7 %) dan sebagian besar buruh sejumlah 11 orang (84,6%)
responden yang bekerja sebagai buruh/tani 2. Berdasarkan tingkat pengetahuan ibu
mempunyai pengetahuan yang kurang menyusui di BPS Ny suharti desa
tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak 11 sumowono kabupaten semarang,
orang (84,6 %) serta responden yang tentang pengetahuan ASI eksklusif,
bekerja sebagai PNS/TNI/POLRI dalam kategori kurang yaitu sebanyak
semuanya mempunyai pengetahuan yang 13 resounden (31,2%),responden
baik tentang ASI eksklusif yaitu sebanyak dengan pengetahuan cukup yaitu
2 responden (100 %). Bekerja umumnya sebanyak 9 responden (28,1%) dan
merupakan kegiatan yang menyita waktu responden yang berpengetahuan baik
sehingga bagi ibu-ibu yang bekerja sebanyak 10 responden (40,6%)
mempunyai pengaruh terhadap kehidupan
keluarga. Sehingga semakin banyak waktu DAFTAR PUSTAKA
yang tersita untuk pekerjaan, maka
semakin besar kesempatan untuk Arikunto, S. (2004). Prosedur penelitian:
memberikan makanan pendamping ASI. suatu pendekatan praktek (Edisi
Ibu yang bekerja akan banyak kelima). Jakarta: Rineka Cipta.
menyita waktu dan dalam kondisi tertentu
bisa dimungkinkan lebih sering Arisman. (2005). Gizi dalam daur
memberikan makanan pendamping ASI kehidupan. Jakarta: EGC.
saja dengan meninggalkan ASI eksklusif .
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan Dinkes Jateng. (2012). Profil Kementrian
waktu yang dimiliki ibu untuk Kesehatan Indonesia Pusat dan
memberikan ASI secara eksklusif. Ibu Surveilans Epydemiologi Profil
memilih alasan praktis dengan Kesehatan Indonesia. Jakarta:
memnberikan MP-ASI sebelum bayi Kementrian RI.
berumur 6 bulan. Ibu bekerja
menghabiskan waktunya di luar rumah, Fitriani, S. (2011). Promosi kesehatan.
sehingga kesempatan untuk mengurus Yogyakarta, Graha Ilmu
bayinya sangat berkurang. Padahal ibu
bekerja sebenarnya tetap dapat Hidayat, Azis Alimul, (2003). Pusat
memberikan ASI Eksklusif apabila ibu keperawatan & teknik penulisan
memiliki pengetahuan yang baik tentang ilmiah. Jakarta: Salemba Medika
cara memerah ASI dan manfaat ASI
Eksklusif bagi bayi. Ibu yang bekerja juga Judarwanto. (2012). Penyebab langsung
tidak memiliki waktu lebih untuk kematian ibu yang paling sering.
memahami kebutuhan bayinya secara available from :
menyeluruh, tidak memiliki waktu untuk http:///www.childrengrowup.com
berkonsultasi dengan tenaga kesehatan
berkaitan dengan pemberian ASI Eksklusif Muchtadi, D. (2005). Gizi untuk bayi.
(Siregar, 2004). Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Nerendra. (2005). Tumbuh kembang anak


dan remaja. Jakarta: IDAI

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 9


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG
Notoatmodjo, (2007). Promosi kesehatan Siregar (2004). Faktor-faktor yang
& ilmu perilaku. Jakarta, Rineka mempengaruhi penberian ASI
Cipta. oleh ibu melahirkan . From:
http://www.usurespiratory.com.
Notoatmodjo, (2007). Kesehatan
masyarakat. Jakarta, Rineka Cipta. Soedjiningsih. (2004). ASI untuk petunjuk
tenaga kesehatan. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, (2010). Ilmu perilaku
kesehatan. Jakarta, Rineka Cipta. Sugiyono, (2008). Metode penelitian
kuantitatif kualitatif dan R & D.
Notoatmojo, (2010). Metodologi peneitian Bandung, Alfabeta.
kesehatan. Jakarta, Rineka Cipta.
Widjadja. (2005). Gizi tepat untuk
Nursalam. (2008). Konsep dan penerapan perkembangan otak dan
metodologi penelitian ilmu kesehatan balita. Jakarta: Kawan
keperawatan: pedoman skripsi, Pustaka.
tesis, dan instrumen penelitian
(Edisi pertama). Jakarta: Salemba Wijaya, Awi. (2013). Kondisi Kematian
Medika. Angka Kematian Neonatal, Angka
Kematian Bayi, Angka Kematian
Pudjiadji, S. (2005). Ilmu gizi klinis pada Balita, Angka Kematian Ibu dan
anak. Jakarta: FKUI. Penyebabnya di Indonesia.
Available from :
Roesli, U. (2000). Mengenal ASI eksklusif. http://www.infodokterku.com .
Jakarta: Trubus Agriwidya.
Yayah, A., & Husaini, M., (2001).
Roesli, U. (2008). Inisiasi menyusui dini. Makanan bayi bergizi. Bandung:
Jakarta: Pustaka Bunda. Press.

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI BPS Ny. SUHARTI, 10


DESA SUMOWONO, KAB. SEMARANG