You are on page 1of 3

Pengertian Infus adalah cara memasukan cairan ke dalam tubuh manusia

1. Sebagai pedoman dalam melakukan pemasangan infus dengan tepat


Tujuan
2. Sebagai cara untuk memasukkan cairan

ALAT:
1. Infus set
2. Abocath sesuai dengan kebutuhan
3. Tourniquet
4. Safety Box
BAHAN:
Alat & Bahan 1. Kapas alkohol
2. Standart infus
3. Plester
4. Cairan antiseptik (Bethadine)
5. Kasa steril
6. Sarung tangan steril
7. Cairan yang dibutuhkan (NaCl 0,9%,
Dextrose 5% dan 10%, Ringer Lactat RL, dll)

181
1. Jelaskan pada pasien atau keluarganya tentang tindakan yang akan
dilakukan
2. Siapkan alat dan bahan
3. Cuci tangan
Standar Prosedur 4. Pakai sarung tangan
Operasional 5. Kaji daerah penusukan jarum infus (jika daerah penusukan
ditumbuhi rambut, cukur daerah tersebut diameter kurang lebih 1
– 2 cm
6. Pasang perlak dan pengalas

7. Pasang tourniquet kurang lebih 5 cm dari daerah yang akan ditusuk


8. Bersihkan daerah penusukan dengan kapas alkohol dengan cairan
rotasi dari dalam keluar
9. Gunakan tangan yang dominan untuk menekan vena di daerah
penusukan kurang lebih 1 – 2 cm
10. Tusukan jarum dengan posisi 300 – 400 jika jarum sudah
menembus kulit, ubah posisi jarum sejajar dengan kulit sepanjang
kurang lebih 1 cm kemudian tusukan ke dalam vena
11. Jika darah telah memasuki kumen jarum, tarik manrim dengan
perlahan-lahan, lalu dengan hati-hati mengikuti arah vena
12. Lepaskan tourniquet dan kepalkan tangan pasien
13. Tangan yang tidak dominan menekan vena dan tangan dominan
Standar Prosedur
menarik manrim lalu menghubungkan ujung infus set dengan poros
Operasional
jarum lakukan dengan cepat dan cermat
14. Buka klem pada infus set, cek apakah ada tanda-tanda infiltrasi.
Alur tetesan infus sesuai dengan dosis
15. Bila tidak ada tanda-tanda infiltrasi, balut daerah tusukan dengan
kasa steril dan betadine lalu fiksasi
16. Atur tetesan infus
17. Buang jarum abocath ke dalam safety box atau kotak
18. Rapihkan alat-alat
19. Lepas sarung tangan dan buang dalam sampah infeksius
20. Petugas Cuci tangan
21. Catat pada buku status pasien

1. Rawat Inap
2. UGD
Unit terkait
3. Poli Umum
4. KIA-KB
183