You are on page 1of 9

PENERAPAN PEMBELAJARAN INOVATIF MELALUI MEDIA AUDIO

VISUAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP


GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK PADA MATA PELAJARAN FISIKA
KLAS XII RSBI SEMESTER 1 DI SMA NEGERI 1 SURAKARTA TAHUN
PELAJARAN 2010/2011

Kurotu A’yun
SMA N 1 Surakarta

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan pada siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Surakarta
tahun pelajaran 2010/2011. Populasi penelitian adalah siswa klas XII SMA Negeri 1
Surakarta yaitu klas XII RSBI 1. Instrumen Pelaksanan Penelitian berupa Satuan Pelajaran
(SP) dan CD Pembelajaran yang dibuat oleh peneliti berupa Visualisasi Gelombang
elektromagnetik.
Hasil Analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep
Gelombang elektromagnetik dengan ditunjukan oleh peningkatan prestasi belajar pada
materi tersebut .
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar
siswa pada materi Gelombang elektromagnetik melalui pembelajaran inovatif dengan media
audio visual

Katakunci: Visualisasi, Gelombang electromagnetic, media audio visual

PENDAHULUAN pembelajaran yang dapat digunakan oleh


Pada pembelajaran Fisika sering seorang guru dalam pembelajarannya.
kali hasil belajar dari siswa masih rendah, Setiap guru selalu ingin agar
tidak seperti yang diharapkan. Seperti fisika tidak menjadi pelajaran yang sulit
pada materi dengan kompetensi dasar dan membosankan dan agar dalam kelas
gelombang elektromagnetik yang di- siswa tidak hanya belajar tetapi juga
anggap sulit karena bersifat abstrak menikmati (nyaman dengan) pelajaran
sehingga siswa tidak tertarik untuk fisika. Berbagai usaha diarahkan untuk
mempelajarinya. Hal ini dapat dilihat dari mencapai hal tersebut. Untuk membuat
rata-rata nilai pada materi pokok bahasan pelajaran lebih mudah merupakan hal
tersebut selalu kurang dari 70 . Hal ini yang telah banyak dilakukan oleh para
kemungkinan disebabkan oleh dua faktor, pendidik. Dari siswa para pendidik telah
yaitu faktor siswa maupun dari faktor menyadari bahwa proses belajar banyak
guru yang mengajar. Dari faktor siswa, dipengaruhi oleh apa yang telah diketahui
hal dimungkinkan karena tidak adanya oleh siswa sebelumnya, atau yang lebih
minat motivasi ataupun tidak adanya dikenal dengan pengetahuan awal (prior
konsentrasi sewaktu diadakan pembelajar- knowledge). Proses pendidikan dikelas
an. Selain itu mungkin juga karena mem- berusaha untuk menjadi jembatan yang
punyai rasa bosan atau menganggap dapat menghubungkan materi sekarang
bahwa pelajaran fisika adalah pelajaran dengan materi yang lalu. Sehingga
yang sulit dan tidak mengasyikkan. kemampuan awal akan menjadi pra-
Kemungkinan lain dari faktor guru yang syarat untuk dapat mempelajari materi
mengajar. Siswa cepat merasa bosan dan pokok selanjutnya. Pada sisi lain ada
kurang minat, kemungkinan disebabkan upaya untuk menjadikan pelajaran men-
metode pembelajaran yang kurang variatif jadi rangkaian langkah yang lebih
dan kurang menarik. Padahal sampai saat sederhana yang dapat dipelajari oleh
ini sebenarnya sudah banyak media siswa, pendidik selalu berusaha men-

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 54


jadikan siswa sadar akan belajar mereka menyerap dengan mudah pesan-pesan
sendiri. dalam materi yang disajikan. Stimulus
Dalam dunia pendidikan tentu visual membuahkan hasil belajar yang
saja tidak terlepas dari faktor belajar. lebih baik untuk tugas seperti mengingat,
Belajar adalah masalah setiap orang. mengenali, mengingat kembali dan
Karena kecakapan, pengetahuan, kebiasa- menghubung-hubungkan fakta dan
an, ketrampilan, kegemaran dan sikap konsep. Di lain pihak stimulus verbal
manusia terbentuk dan berkembang memberi hasil belajar yang lebih baik
karena belajar. Belajar dapat terjadi apabila pembelajaran itu melibatkan
dilingkungan keluarga, masyarakat dan ingatan yang berturut-turutan (sekuen-
lembaga formal, akan tetapi tidak semua sial). Dengan alat bantu mengajar maka
siswa mempunyai kasadaran untuk akan dapat turut mempengaruhi iklim,
belajar. kondisi, dan lingkungan belajar yang di-
Pendidikan seringkali mengguna- tata dan diciptakan oleh guru.
kan penguatan, untuk memberikan Dengan media pembelajaran
motivasi kepada anak didik untuk dapat memperjelas penyajian pesan dan
mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. informasi sehingga dapat memperlancar
Penguatan sendiri adalah hal-hal yang dan meningkatkan proses dan hasil
disediakan oleh lingkungan dalam hal ini belajar. Selain itu media pembelajaran
pendidik dengan maksud untuk me- dapat meningkatkan dan mengarahkan
rangsang peserta didik agar belajar lebih perhatian siswa sehingga dapat me-
keras dan lebih baik. Penguatan itu akan nimbulkan motivasi belajar dan interaksi
bermanfaat apabila mengandung tujuan yang lebih langsung antara siswa dan
yang akan bermanfaat sebagai kepuasan lingkungannya dan kemungkinan besar
untuk kebutuhan psikologi anak didik, siswa untuk belajar sendiri sesuai dengan
karena penguatan dapat untuk memuaskan kemampuan dan minatnya.
seseorang. Oleh karena seorang pendidik Pada media dengan audio visual
harus kreatif dan imaginatif menyediakan sangat menjanjikan untuk penggunaannya
penguatan tersebut. dalam bidang pendidikan. Meskipun saat
Keberhasilan pembelajaran me- ini penggunaan media ini masih dianggap
rupakan keberhasilan peserta didik dalam mahal, akan tetapi dalam beberapa tahun
membentuk kompetensi dan mencapai mendatang biaya ini akan semakin rendah
tujuan, serta keberhasilan guru dalam dan dapat terjangkau sehingga dapat
membimbing peserta didik dalam digunakan secara meluas di berbagai
pembelajaran. Peserta didik yang lamban jenjang sekolah. Pada media dengan audio
belajar akan mengalami kesulitan dalam visual, agar pembelajaran berlangsung
mengikuti pembelajaran, menganalisa apa dengan baik, maka seorang siswa harus
yang dipelajari, dan mengalami kesulitan dapat menginternalisasi informasi. Oleh
dalam memahami isi pembelajaran, serta karena belajar memerlukan kegiatan,
sulit membentuk kompetensi, dan maka pada pembelajaran dengan audio
mencapai tujuan pembelajaran yang visual, partisipasi siswa dapat dimuncul-
diharapkan. Oleh karena itu perlu adanya kan dengan memberikan pertanyaan-
metode khusus agar peserta didik lebih pertanyaan yang harus dijawab siswa
termotivasi dalam belajarnya. Seorang disela-sela penyajian materi pembelajar-
guru harus berupaya untuk menampilkan an. Dengan partisipasi tersebut diharapkan
rangsangan (stimulus) yang dapat di- kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa
proses dengan berbagai indera. Semakin untuk memahami dan mengingat materi
banyak alat indera yang digunakan untuk tersebut. Atau dapat pula dilakukan
menerima dan mengolah informasi maka dengan memperlihatkan suatu gambar
akan semakin besar kemungkinan film dilayar yang menyangkut pelajaran
informasi tersebut dimengerti dan dapat tersebut. Mungkin dengan mata untuk
dipertahankan dalam ingatan. Siswa mengamati dan telinga untuk mendengar-
diharapkan akan dapat menerima dan kan, akan lebih tertarik dan termotivasi

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 2


dalam memahami pelajaran tersebut. menjadi sangat efektif jika responden
Bentuk visualpun dapat disajikan dengan dimotivasi dan disemangati untuk
gambar representasi seperti gambar, mengambil bagan dari tugas–tugas
lukisan atau foto yang menunjukkan belajarnya (Stice: 1998). Maka jika siswa
bagaimana tampaknya sesuatu benda atau tidak termotivasi untuk belajar, maka
diagram yang melukiskan hubungan- sulitlah bagi guru untuk menangani siswa
hubungan konsep, organisasi, struktur tersebut.
materi ataupun dapat pula dengan grafik Semakin tinggi tingkat keefektif-
seperti tabel, grafik atau chart (bagan) an suatu pembelajaran maka semakin
yang menyajikan gambaran kecenderung- tinggi pula taraf keberhasilan belajar
an data atau antar hubungan seperangkat siswa yang diwujudkan dalam bentuk
gambar angka-angka. prestasi belajar siswa. Sehingga peneliti
Pada materi gelombang elektro- dalam menggunakan metode pemberian
magnetik diperlukan pemahaman yang tugas dengan media modul interaktif dan
baik terlebih dahulu tentang gejala audio visual berusaha agar pembelajaran
gelombang dan gelombnag mekanik. tersebut menghasilkan prestasi yang lebih
Karena pada bab sebelumnya berkaitan baik, pembelajaran berlangsung konsoli-
dengan bentuk dari gelombang, frekuensi dasi dan dan latihan soal, dan dapat
gelombang, periode gelombang kecepatan menimbulkan motivasi untuk belajar yang
merambatnya gelombang, macam-macam ditandai dengan adanya respon positif
gelombang, persaman umum gelombang, siswa terhadap proses pembelajaran itu
yang kesemuanya itu adalah prasyarat sendiri.
untuk memahami adanya gelombang Pembelajaran pada hakekatnya
elektromagnetik. merupakan penyampaian pesan. Pesan
Untuk mengetahui bahwa proses yang akan dikomunikasikan yaitu
pembelajaran dapat berlangsung dan penyampaian pesan melalui saluran media
sejauh mana siswa berhasil menguasainya tertentu ke penerima. Pesan yang akan
maka diperlukan alat ukur keberhasilan dikomunikasikan adalah isi materi
siswa dalam belajar yaitu dengan tes pelajaran yang ada dalam kurikulum.
prestasi belajar. “Tes prestasi belajar Menurut Suparna proses pembelajaran
merupakan salah satu alat pengukuran merupakan upaya yang dilakukan guru
dibidang pendidikan yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang dirumuskan
artinya sebagai sumber informasi guna dalam kurikulum (Suparna: 2004).
mnegambil keputusan” (Saifuddin, 2005: Dari uraian diatas, maka yang
9). Kemudian menurut Gronlund (1977) dinamakan pembelajaran pada penelitian
yang dituliskan oleh Saifuddin bahwa tes ini adalah penyampaian materi pelajaran
harus mengukur hasil belajar yang telah yang terdapat pada kurikulum yang
dibatasi dengan jelas, berisi item-item dilakukan oleh guru melalui kegiatan
yang cocok untuk mengukur hasil belajar pembelajaran didalam klas dengan
yang diinginkan. Sehingga peneliti menggunakan media audio visual.
berusaha untuk dapat memilih soal-soal “Mengajar adalah bimbingan
yang benar-benar dapat mengukur kepada siswa dalam proses belajar”
kemampuan siswa dalam pemahamannya (Slametto, 30: 1995). Hal ini
tentang gelombang elektromagnetik. menunjukkan bahwa yang aktif adalah
siswa yang mengalami proses belajar.
KAJIAN TEORI Sedangkan guru hanya mem-
Suatu proses pembelajaran akan bimbing menunjukkan jalan dengan
dikatakan efektif apabila dapat memberi- menyediakan fasilitas yang dapat
kan prestasi yang lebih baik. Sehingga merangsang motivasi siswa. Guru harus
dapat dikatakan bahwa baik tidaknya berusaha menempatkan anak/siswa untuk
suatu prsoes pembelajaran itu berlangsung menghadapi kesulitan dan berusaha
ditunjukkan dengan jalan memberikan tes. memecahkannya atau mencari jalan
Menurut Stice bahwa pembelajaran akan keluar. Oleh karena itu perlu sarana dan

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 3


media yang dapat memberikan stimulus sesuai dengan situasi dan tempatnya
yang menarik bagi siswa. Didalam dalam menghadirkan kreasi siswa untuk
mengajar guru harus dapat membangkit- mengolah dan melaksanakan informasi.
kan perhatian siswa kepada pelajaran Jadi dapatlah dikatakan bahwa media
yang diberikan oleh guru. Perhatian tidak adalah segala sesuatu yang dapat
langsung baru timbul jika dirangsang oleh digunakan untuk menyalurkan pesan dari
guru dengan penyajian pelajaran yang pengirim ke penerima yang dapat
menarik, akan tetapi juga dengan merangsang pikiran, perasaan dan
mengunakan media yang merangsang perhatian serta minat sehingga proses
siswa untuk berpikir, maupun belajar dapat terjadi. Media berkembang
menghubungkan dengan pengetahuan sebagai alat bantu mengajar yang dapat
yang telah dimiliki oleh siswa. Jika memberikan pengalaman konkrit,
perhatian kepada pelajaran itu ada pada meningkatkan motivasi dan daya serap
siswa, maka pelajaran yang diterimanya siswa. “Berbagai macam media digunakan
akan dihayati, diolah didalam pikirannya, guru untuk menyampaikan pesan ajaran
sehingga timbul pengertian. Usaha ini kepada siswa melalui penglihatan dan
dapat mengakibatkan siswa dapat mem- pendengaran untuk menghindari
banding-bandingkan, membedakan dan verbalisme “(Arief S. Sadiman, 1996 :7).
menyimpulkan pengetahuan yang Sehingga dengan menggunakan media
diterimanya. audio visual sangat membantu siswa
Mengajar dengan menggunakan mengurangi kebosanan yang timbul
bermacam-macam media akan lebih sewaktu proses belajar mengajar
menarik perhatian siswa, lebih merang- berlangsung.
sang siswa untuk berpikir. Guru Pada teknologi audio visual, cara
diharapkan dapat membina dan menghasilkan atau menyampaikan materi
menyediakan fasilitas media yang efektif dengan menggunakan mesin-mesin
untuk pengajarannya mekanis dan elektronik untuk menyajikan
Media adalah sesuatu yang dapat pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran
digunakan secara efektif untuk melalui audio visual jelas bercirikan
menyampaikan informasi atau pesan, pemakaian perangkat keras selama proses
dapat merangsang pikiran, perasaan, balajar seperti mesin proyektor film, tape
perhatian dari penerima sehingga tercipta recorder dan proyektor visual yang lebar.
bentuk-bentuk komunikasi antara pemberi Jadi pengajaran melalui audio visual
dan penerima pesan tanpa terjadi adalah produksi dan penggunaan materi
kesalahfahaman. Sesuatu tersebut dapat yang penyerapannya melalui pandangan
berupa benda sebagai model misalnya dan pendengaran serta tidak seluruhnya
berupa gambar-gambar benda sesungguh- tergantung kepada pemahaman kata atau
nya atau hanya gambar sederhana, berupa symbol-simbol yang serupa.
buku, simbol-simbol, foto, slide, radio, Ciri-ciri utama teknologi media
film, video ataupun komputer. audio visual adalah sebagai berikut :
Seperti yang dikemukakan oleh Mereka biasanya menyajikan visual
Raharja, 1984, dalam Kukuh Santosa, yang dinamis
(2002 :6) bahwa “Media menjadi bagian Mereka digunakan dengan cara yang
integral dalam proses belajar mengajar telah ditetapkan sebelumnya oleh
atau merupakan sub system dari system perancang/pembuatnya.
pembelajaran”. Apakah kemampuan Mereka merupakan representasi fisik
medium membuat perbedaan dalam dari gagasan real atau gagasan abstrak.
belajar, itu tergantung pada bagaimana Mereka dikembangkan menurut prinsip
menghubungkan situasi belajar, tugas- psikologis behaviorisme dan kognitif.
tugas dan siswa yang terlibat dengan cara Pada awal pelajaran media harus
kemampuan media digunakan dalam mempertunjukkan sesuatu yang dapat
desain pembelajaran. Yang dimaksud menarik perhatian semua siswa. Hal ini
dengan macam-macam tugas disini adalah diikuti dengan jalinan logis keseluruhan

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 4


program yang dapat membangun rasa untuk memahami dan mengingat materi
berkelanjutan, sambung-menyambung dan tersebut. Atau dapat pula dilakukan
kemudian menuntun kepada kesimpulan dengan memperlihatkan suatu gambar
atau rangkuman. Kontinuitas program film dilayar yang menyangkut pelajaran
dapat dikembangkan melalui penggunaan tersebut. Dengan mata untuk mengamati
cerita atau permasalahan yang memerlu- dan telinga untuk mendengarkan, siswa
kan pemecahan. akan lebih tertarik dan termotivasi dalam
Pada media dengan audio visual memahami pelajaran tersebut. Bentuk
sangat menjanjikan untuk penggunaannya visualpun dapat disajikan dengan gambar
dalam bidang pendidikan. Meskipun saat representasi seperti gambar, lukisan atau
ini penggunaan media ini masih dianggap foto yang menunjukkan sesuatu benda
mahal, akan tetapi dalam beberapa tahun atau diagram yang melukiskan hubungan-
mendatang biaya ini akan semakin rendah hubungan konsep, organisasi, struktur
dan dapat terjangkau sehingga dapat materi ataupun dapat pula dengan grafik
digunakan secara meluas di berbagai seperti tabel, grafik atau chart (bagan)
jenjang sekolah. Pada media dengan audio yang menyajikan gambaran/ kecenderung-
visual, agar pembelajaran berlangsung an data atau antar hubungan seperangkat
dengan baik, maka seorang siswa harus gambar/angka-angka.
dapat menginternalisasi informasi. Oleh Akhirnya berdasarkan pemikiran
karena belajar memerlukan kegiatan, tersebut di atas, dapat diambil kesimpulan
maka pada pembelajaran dengan audio sementara bahwa Proses pembelajaran
visual, partisipasi siswa dapat dimuncul- menggunakan media audio visual dapat
kan dengan memberikan pertanyaan- meningkatkan prestasi belajar siswa .
pertanyaan yang harus dijawab siswa Apabila pemikiran tersebut
disela-sela penyajian materi pembelajar- digambarkan dalam suatu bagan akan
an. Dengan partisipasi tersebut diharapkan terlihat sebagai berikut :
kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa

PermasalahaN Perencanaan Pelaksanaan


tindakan i tindakan i

SIKLUS i
Pengamatan
Refleksi I /pengumpulan data
I

PermasalahaN BARU
Perencanaan Pelaksanaan
HASIL REFLEKSI
tindakan iI tindakan ii

SIKLUS II
Pengamatan
Refleksi II /pengumpulan data
II

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 5


Gambar 1 Bagan Kerangka Berpikir
Keterangan: Untuk mendapatkan hasil yang
Permasalahan: Pada kondisi awal menun- diharapkan , peneliti melanjutkan dengan
jukkan pemahaman konsep Gelombang siklus 2 untuk pemantapan dan
Elektromagnetik yang masih rendah mendapatkan hasil belajar yang optimal.
ditandai dengan hasil belajar siswa yang Pada siklus ke-2 ini peneliti memperbaiki
masih rendah. CD Pembelajaran yang bersifat lebih
Perencanaan Tindakan I: Penggunaan interaktif dan tayangan yang lebih
Pembelajaran Inovatif melalui media menarik dengan software 3-D Max untuk
audio visual menggunakan visualisasi penayangan animasi simulasi gelombang
gelombang tsunami untuk orientasi awal. elektromagnetik. Kemudian pada
Pelaksanaan Tindakan I: Pelaksanaan pertanyaan-pertanyaan disela-sela slide
Pembelajaran dengan instrument yang ditayangkan , divariasi dengan soal
Penelitian berupa CD Visualisasi pilihan ganda yang bersifat interaktif
Gelombang Elektromagnetik diawali dengan menunjukkan respon jawaban
dengan visualisai gelombang tsunami siswa melalui komentar salah benarnya
untuk memusatkan perhatian siswa dari jawaban tersebut. Untuk lebih
(orientasi), kemudian menuju apersepsi jelasnya dapat peneliti uraikan sebagai
dengan menayangkan alat untuk berikut: a). Permasalahan: Ada beberapa
mendeteksi gelombang tsunami, siswa dalam memahami konsep
kemudian masuk ke kegiatan inti Gelombang Elektro-magnetik yang
pembelajaran tentang gelombang masih kurang optimal ditandai dengan
elektromagnetik. Disela-sela penayangan hasil belajar beberapa siswa yang kurang
diberikan pertanyaan-pertanyaan soal optimal. b). perencanaan Tindakan II:
uraian yang disajikan dengan audio lagu- Penggunaan Pembelajaran Inovatif
lagu slow sehingga menarik siswa. melalui media audio visual menggunakan
Pengamatan dan pengumpulan data: visualisasi gelombang elektromagnetik
Melakukan observasi selama pelaksanaan mengunakan software 3-D max dalam
Pembelajaran Inovatif dengan media pembuatan animasinya. c) Pelaksanaan
audio visual berlangsung. Melakukan tes Tindakan II: Pelaksanaan Pembelajaran
dengan materi tentang kompetensi dasar dengan instrument Penelitian berupa CD
mendeskripsikan spektrum Gelombang Visualisasi Gelombang Elektromagnetik
Elektromagnetik untuk mengetahui diawali dengan visualisai gelombang
seberapa jauh pemahaman peserta didik elektro-magnetik untuk memusatkan
setelah mendapat treatment pada siklus 1 . perhatian siswa (orientasi) ,kemudian
Refleksi: Melakukan evaluasi terhadap menuju apersepsi dengan menayangkan
pelaksanaan penelitian selama siklus 1 animasi gelombang elektromagnetik
berlangsung. Beberapa permasalahan melalui tayangan, kemudian masuk ke
yang muncul pada siklus 1 diantaranya: kegiatan inti pembelajaran tentang
a). perhatian siswa masih kurang optimal, gelombang elektromagnetik . Disela-sela
hal ini dapat diamati saat menjawab penayangan diberikan pertanyaan-
pertanyaan-pertanyaan uraian yang pertanyaan soal pilihan ganda yang
ditayangkan pada setiap beberapa slide disajikan dengan menunjukkan respon
yang ada; b) ketertarikan saat penayangan jawaban dari siswa secara interaktif.
kurang optimal, ditandai dengan saat Pengamatan dan pengumpulan data
penayangan gelombang tsunami dilakukan observasi selama pelaksanaan
berlangsung ada beberapa siswa yang Pembelajaran Inovatif dengan media
kurang optimal memperhatikan tayangan audio visual berlangsung dengan melihat
tersebut. c) hasil belajar siswa sebenarnya jawaban-jawaban siswa saat ditunjuk
sudah baik , akan tetapi ada beberapa untuk menjawab soal-soal dibeberapa
siswa yang nilainya masih kurang slide yang berupa soal pilihan ganda.
optimal. Melakukan tes dengan materi pada

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 2


kompetensi dasar menjelaskan aplikasi kan gelombang elektromagnetik pada
Gelombang Elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari.
kehidupan sehari-hari untuk mengetahui Metode pengumpulan data yang
seberapa jauh pemahaman peserta didik digunakan dalam penelitian ini adalah
setelah mendapat treatment pada siklus metode tes yaitu tes pilihan ganda untuk
yang ke-2 . kondisi awal , siklus 1 maupun siklus ke-
Refleksi: Melakukan evaluasi terhadap 2 untuk mengetahui hasil belajar siswa
pelaksanaan penelitian selama siklus 2 sebelum maupun setelah mendapat
berlangsung. Dari hasil evaluasi treatment.
menunjukkan hasil belajar seluruh Indikator kerja tindakan terhadap
responden terjadi peningkatan yang baik. peningkatan hasil belajar siswa kelas XII
Sehingga tidak perlu lagi untuk mengada- RSBI 1 SMA Negeri 1 Surakarta tahun
kan siklus yang ke -3. pelajaran 2010/2011 dapat diamati
Bertitik tolak dari kajian teori , dengan cara berikut: dilihat secara umum
perumusan masalah, pembatasan masalah, dengan membandingkan tingkat keber-
dan pemikiran di atas, maka dalam hasilan siswa mulai dari kondisi awal ,
penelitian ini diajukan hipotesis: a). pemberian treatment pada siklus 1 dan
penggunaan media audio visual dapat siklus 2. Sedangkan indikator kerja
meningkatkan pemahaman konsep tindakan dapat dilihat dari kriteria yang
gelombang elektromagnetik; b) siswa ditentukan peneliti sebagai berikut: 90%
termotivasi dalam belajar dengan dari seluruh siswa terjadi peningkatan
menggunakan media audio visual hasil belajar pada mata pelajaran Fisika
terutama pada pokok bahasan gelombang
METODE PENELITIAN elektromagnetik; 100% siswa menunjuk-
Penelitian dilakukan selama 3 bulan pada kan kehadiran dalam proses belajar
bulan Agustus sampai dengan bulan mengajar berlangsung.
November. Pelaksanaan tindakan dilaku-
kan pada pembelajaran melalui media HASIL PENELITIAN
audio visual tentang aplikasi gelombang Dari hasil pengamatan peneliti selama
elektromagnetik pada kehidupan sehari- kegiatan belajar belajar menggunakan
hari. Tempat penelitian di SMA Negeri 1 media audio visual , peserta didik terlihat
Surakarta di Jalan Monginsidi no 40 sangat termotivasi dan aktif mengikuti
Surakarta. Subyek dalam penelitian ini dan mengamati tayangan dengan sangat
adalah siswa Kelas XII RSBI 1 SMA baik . Terbukti dari hasil prestasi belajar
Negeri 1 Surakarta tahun pelajaran pada materi gelombang elektromagnetik
2010/2011 yang berjumlah 24 siswa. terjadi peningkatan yang baik. Hal ini
Sumber Data yang digunakan dalam dimungkinkan peran penggunaan media
penelitian ini adalah: a). data kondisi awal audio visual mempermudah siswa dalam
berupa nilai harian pada kompetensi dasar menangkap pelajaran konsep fisika yang
gelombang; b). data siklus 1 yang berupa diajarkan. Dan kemungkinan lain siswa
hasil belajar siswa setelah mengikuti tes lebih perhatian dan tertarik dengan
pada kompetensi dasar mendeskripsikan menggunakan media audio visual ini.
spectrum gelombang elektromagnetik; c). Jika Hasil belajar siswa antara kondisi
data siklus ke-2 yang berupa nilai hasil awal , siklus 1 dan siklus 2 dibandingkan
pada akhir siklus ke 2 yaitu setelah maka akan tampak peningkatan hasil
mengikuti tes kompetensi dasar menjelas- yang memuaskan.

Kondisi awal Siklus 1 Siklus 2


Jumlah siswa yang tuntas 12 (50%) 19 (80%) 24 (100%)
Jumlah siswa yang belum tuntas 12 5 0
Rata-rata nilai 70,33 79,83 88,75
Nilai tertinggi 76 96 100
Nilai terendah 53 63 75

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 2


Jika dibandingkan nilai masing-masing responden pada kondisi awal , siklus 1 dan siklus 2
adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4 perbandingan hasil belajar pada kondisi awal, siklus 1 dan siklus2

No Nilai kondisi Nilai pada Nilai pada


awal siklus 1 siklus 2
1 76 96 100
2 73 83 93
3 67 77 87
4 54 64 78
5 72 92 100
6 75 85 95
7 68 76 86
8 69 79 89
9 70 80 98
10 75 85 95
11 62 72 82
12 75 85 95
13 53 63 83
14 75 85 95
15 56 66 86
16 76 86 96
17 74 94 94
18 76 96 96
19 66 66 86
20 76 86 86
21 75 75 85
22 75 75 75
23 75 75 75
24 75 75 75

Perbandingan jumlah ketuntasan antara Keterangan grafik lingkaran :


kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2 dapat 1. Perbandingan ketuntasan pada kondisi
ditunjukkan dengan diagram lingkaran awal sebesar 22%
sebagai berikut: 2. Perbandingan ketuntasan pada siklus 1
sebesar 35 %
3. Perbandingan ketuntasan pada siklus 2
sebesar 44%
Jadi dari grafik tersebut dapat disimpulkan
adanya peningkatan jumlah ketuntasan
dari kondisi awal (pra tindakan ), siklus 1
dan siklus 2.

KESIMPULAN
Berdasar latar belakang masalah,
Grafik lingkaran 3.5 Perbandingan rumusan masalah maka hasil akhir
ketuntasan pada kondisi awal , siklus 1 penelitian ini menunjukkan bahwa
dan siklus 2 pembelajaran fisika dengan media audio
visual akan memberikan suasana yang

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 2


berbeda dalam menambah ketertarikan
siswa dalam proses belajar mengajar.
Secara keseluruhan siswa yang DAFTAR PUSTAKA
mendapat pembelajaran melalui media
audio visual memperoleh prestasi belajar Saifuddin 2005
fisika yang lebih tinggi . Menurut Gronlund 1977
pengamatan selama proses penelitian Suparna 2004
berlangsung, siswa lebih perhatian dan Stice 1998
konsentrasi dalam pembelajaran dengan Arief Sadiman. 2005. Media Pendidikan.
media audio visual. Dan sangat tertarik Jakarta : P.T Rajagrafindo Persada ,
akan tampilan selama proses pada CD Pustekkom DikBud.
pembelajaran berlangsung. Dibuktikan
dengan hasil jawaban soal-soal selama Slametto. 1995. Belajar dan factor-faktor
tayangan berlangsung disela-sela tampilan yang mempengaruhinya . Jakarta: P.T
serta dari hasil tes yang dilakukan. Rineka Cipta.
Penggunaan media audio visual Saifuddin. (2005). Sikap manusia:
terbukti dapat mengangkat prestasi belajar Teori dan pengukurannya.
siswa pada bidang studi fisika terutama Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
pokok bahasan gelombang elektromag-
netik yang memerlukan daya imaginasi
yang tinggi untuk memahaminya. Dari
hasil pengamatan menunjukkan bahwa
siswa lebih tertarik dengan variasi media
dalam pembelajaran fisika, dalam hal ini
menggunakan media audio visual.
Kegairahan dan ketertarikan siswa inilah
yang dapat meningkatkan prestasi belajar
siswa dibidang studi fisika. Implikasi
praktis dari penelitian adalah bahwa
metode pembelajaran melalui media audio
visual adalah alternatif dalam
pembelajaran fisika disamping masih ada
beberapa variasi lain.
Disarankan bagi pengajar fisika hendak-
nya tidak enggan menggunakan beberapa
media pembelajaran yang mendukung
proses pembelajaran fisika karena dengan
menggunakan media yang bervariasi yang
disesuaikan dengan materi yang akan
diajarkan, tentunya akan dapat lebih
menambah ketertarikan siswa dalam
pembelajaran fisika. Harapan kami Pihak
sekolah sendiri dapat memberikan
kesempatan, dorongan dan penyediaan
fasilitas disekolahnya sehingga dapat
mengembangkan kemampuan dan
kreativitas guru maupun siswanya dalam
proses belajar mengajar sehingga dapat
meningkatkan prestasi belajar fisika
terutama dalam pembelajaran fisika pada
umumnya , khususnya untuk materi yang
banyak memerlukan imaginasi .

Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF) Vol 1 No 1 2