You are on page 1of 3

Antipsikotik dengan Efek Samping terhadap Prolaktin yang Rendah dan

Obat yang Dapat Menurunkan Produksi ASI

-Nungki-

Kasus :

Ny. X, seorang gelandangan ditemukan oleh petugas dinas sosial di daerah Karasak
Bandung saat akan melahirkan. Pasien sangat gelisah dan oleh petugas dibawa ke RSKIA
Bandung. Pasien gelisah, bicara sendiri dan bicara tidak nyambung. 15 Jam setelah
melahirkan pasien dirujuk ke bagian psikiatri RSHS. Dari hasil pemeriksaan fisik : tanda-
tanda vital dalam batas normal, payudara bengkak dan teraba keras, jika ditekan pasien
tampak kesakitan, lokia :rubra. Pemeriksaaan psikiatrikus : roman muka silly, kontak ada,
rapport tidak adekuat, perilaku halusinasi, dekorum kurang, bicara tidak spontan
menjawab pertanyaan, artikulasi dan verbalisasi tidak jelas, intonasi pelan, irelevan ,
world salad, neologisme, autistik, halusinasi dengar kesan ada. Hasil pemeriksaan
laboratorium : leukosit : 22000/mm3, lain-lain dalam batas normal

Pasien dikonsullkan ke bagian kandungan dan didiagnosis postpartum H-1 dengan


mastitis. Dan diberi terapi : bromocriptine tablet 2x1 per oral. Paracetamol 500 mg tablet
3x1 per oral dan Cefadroxyl 500 mg tablet 2x1 per oral. Karena persediaan bromocriptine
di RSHS tidak ada, maka dilakukan breastcare pada pasien tersebut dengan tujuan untuk
menggurangi keluhan bengkak pada payudara pasien.

Dari bagian psikiatri pasien didiagnosis psikotik akut yang tidak tergolongkan.

Pertanyaan klinis :

1. Antipsikotik apa yang cocok digunakan oleh pasien ?


2. Obat apa yang dapat digunakan untuk menghentikan produksi ASI?

Jawaban :

1. Antipsikotik yang saat ini dibutuhkan oleh pasien adalah antipsikotik yang
memiliki efek meningkatkan prolaktin yang sangat rendah atau tidak ada sama
sekali. Dengan kadar prolaktin yang rendah atau normal, maka diharapkan
produksi ASI tidak meningkat dan tidak memperparah kondisi mastitis yang
dialami oleh pasien.

Antipsikotik memiliki mekanisme kerja antagonis D2, yang menghambat dopamin


berikatan dengan reseptor dopamin. Hal tersebut dapat menghambat jalur
dopamin tuberoinfundibular yang menyebabkan peningkatan kadar prolaktin.
Oleh karena itu antipsikotik atipikal merupakan pilihan untuk pasien ini, karena
antipsikotik atipikal memiliki ikatan dengan reseptor dopamin yang lebih rendah
dibandingkan antipsikotik tipikal.
Sumber : Correll CU, Detraux J, De Lepeleire J, De Hert M. Effects of antipsychotics, antidepressants
and mood stabilizers on risk for physical diseases in people with schizophrenia, depression and bipolar
disorder. World Psychiatry. 2015;14(2):119-36.

Berdasarkan literatur, antipsikotik yang paling rendah atau bahkan tidak sama
sekali menimbulkan efek terhadap kadar prolaktin adalah Aripiprazole.1

Oleh sebab itu pilihan yang tepat untuk pasien ini dapat diberikan Aripiprazole
dengan dosis awal 10 mg dan dinaikan dosisnya setelah 2 minggu sampai
mencapai dosis terapeutik yang optimal.2

2. Obat yang digunakan untuk menghentikan ASI diantaranya yaitu cabergoline dan
bromocriptine. Keduanya merupakan agonis dopamin, yang dapat menekan
produksi prolaktin. 3
Di RSHS, obat yang biasa dipakai adalah bromocriptine. Bromocriptine selain
dapat menekan psoduksi prolaktin, bromocriptine juga dapat memberikan
potensi untuk terjadinya perburukan gejala psikotik, oleh karena itu pada pasien
yang menggunakan bromocriptine perlu mendapat pengawasan mengenai gejala
psikotik yang dialaminya. Adanya peningkatan dari gangguan tidur, agitasi, gejala
halusinasi atau waham merupakan tanda bahwa bromocriptine perlu untuk
dikurangi atau dihentikan.4
Terdapat pula literatur yang menyatakan bahwa pemberian dosis tunggal
pseudoephedrine (60 mg) dapat menurunkan produksi ASI secara signifikan.5
Namun sediaan pseudoephedrine di RSHS tidak tersedia, baik dalam bentuk
sediaan tunggal maupun dalam bentuk sediaan kombinasi.
Referensi :
1. Correll CU, Detraux J, De Lepeleire J, De Hert M. Effects of antipsychotics,
antidepressants and mood stabilizers on risk for physical diseases in people with
schizophrenia, depression and bipolar disorder. World Psychiatry. 2015;14(2):119-36.
2. SM S. Prescriber's Guide. Psychopharmacology E, editor. New York: Cambridge
University Press; 2014.
3. Bromocriptine: drugs.com; 2017. Available from:
https://www.drugs.com/international/bromocriptine.html
4. Boyd A. Bromocriptine and psychosis: a literature review. Psychiatric Quarterly.
1995;66(1):87-95.
5. Aljazaf K, Hale TW, Ilett KF, Hartmann PE, Mitoulas LR, Kristensen JH, et al.
Pseudoephedrine: effects on milk production in women and estimation of infant
exposure via breastmilk. British journal of clinical pharmacology. 2003;56(1):18-24.