You are on page 1of 10

MATERI POKOK

KEANEKARAGAMAN HAYATI

A. Definisi Keanekaragaman Hayati


Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) merupakan keseluruhan variasi makhluk hidup
yang dilihat secara bentuk, penampilan, jumlah dan sifat. Ilmu yang mempelajari tentang
keanekaragaman hayati sendiri disebut ”Biologi”, yaitu ilmu yang memiliki bidang cakupan
luar biasa dan siapa pun yang gemar mengikut berita mengetahui bahwa pengetahuan biologi
berkembang dengan kecepatan yang terus meningkat (Champbell,2005:3). Dengan adanya
keanekaragaman hayati, maka dapat diketahui adanya perbedaan antara berbagai macam
organisme atau pun ekosistem yang biasanya disebabkan adanya variasi dari berbagai macam
organisme dengan ciri khas yang dimiliki oleh masing-masing individunya ataupun antar
msing-masing ekosistem.
Keanekaragaman hayati atau Biodiversitas sendiri diperkenalkan oleh pakar yang
bergerak dalam bidang lingkungan hidup. kata tersebut kemuadian diperkenalkan oleh E.O
Wilson pada tahun 1989. Awalnya keanekaragaman hayati atau dikenal dengan Biodiversitas
ini tidak diketahui ataupun difahami dengan pasti oleh pengencam ilmu, namun pada
perkembangan selanjutnya ternyata kata Biodiversitas ini sangat dikenal secara populer oleh
dunia, dan dengan munculnya Biodiversitas tersebut, maka semakin berkembanglah ruang
lingkup ilmu alam (biologi). Hal tersebut telah dikuatkan oleh Al-Qur’an yang di dalamnya
menerangkan bahwa keanekaragaman hayati merupakan benar adanya, berikut bunyi ayat Al-
Qur’an yang dapat memperkuat adanya keanekaragaman hayati ”... Dia (menundukkan pula)
apa yang dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya” (QS. An-
Nahl:13). Begitulah adanya Tuhan menciptakan segala sesuatunya termasuk makhluknya
dengan perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing.
Keanekaragaman hayati ini sangat luas cakupannya, termasuk keanekaragaman hayati
di Indonesia. Di indonesia sendiri memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat kaya akan
variasi nya. Dengan adanya keanekaragaman hayati, karena Indonesia juga didukung dengan
adanya potensi hutan tropis yang biasanya banyak di diami oleh berbagai macam jenis
organisme, selain organisme darat ternyata Indonesia pun memiliki sumber daya laut yang tidak
kalah jumlah variasinya hingga ratusan. Dengan adanya berbagai macam SDA yang dimiliki
oleh Indonesia dapat dijadikan sebagai suatu potensi yang sangat besar jika dapat dimanfaatkan
sebagai media pengembangan dan pertumbuhan bagi kelestarian. Keanekaragaman hayati
sendiri merupakan keanekaragaman hayati yang dapat diperbaharui, karena organisme-
organisme yang didalamnya masih dapat dilestarikan dengan cara dijaga kepunahannya, salah
satu cara menjaga dari kepunahannya adalah dengan mengembangbiakan organisme tersebut
yang tujuannya untuk terus meregenerasi keturunnannya atau bisa saja agar muncul lagi
varietas-varietas baru dalam suatu organisme, agar menambah jumlah populasi jenis bagi
organisme tersebut.
B. Tingkatan keanekaragaman
1. Kenekaragaman tingkat gen
Keanekaragaman hayati sepertinya hanya membahas keanekaragaman yang dapat
dinilai secara general (umum) karena didalam keanekaragaman tersebut memiliki spesifikasi
yang dapat mengantarkan kita untuk lebih mendalam lagi dalam memperlajari keanekaragaman
tersebut. Salah satunya adalah keanekaragaman yang terjadi pada tingkat gen dalam suatu
organisme atau spesies.
1. Definisi keanekaragaman tingkat gen merupakan tingkat keanekaragaman atau variasi yang
terjadi pada organisme sejenis atau satu spesies yang dianggap sebagai akibat adanya interaksi
anat gen-gen di dalam genotipe suatu lingkungan. Dengan adanya keanekaragaman tingkat gen
tersebut disebabkan adanya sifat gen yang terbagi atas gen dominan dan gen resesif. Begitulah
adanya keanekaragaman tingkat gen, dengan adanya beberapa perbedaan ciri dan sifat yang
dibawa oleh masing-masing individu walaupun masih tergolong kedalam Homosapiens atau
pun gen-gen didalam genotipe nya masih tergolong kedalam satu keluarga, namun penampilan
sifat genotipenya berbeda. Terdapat salah satu ayat Al-Qur’an yang setidaknya dapat sedikit
memperkuat dengan adanya keanekaragaman tingkat gen yang berbunyi : “dan diantara
tanda-tanda (kebesaran-Nya) ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu, dan
warna kulitmu. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang mengetahui.(QS: A-Rum :30 ayat 22)”. Contohnya dapat dilihat pada
gambar berikut :

Gambar 1.1 : Bentuk daun Salvinia (A), Ranunculus (B) dan Myoriophyllum (C) yang memiliki perbedaan bentuk daun
walaupun masih tergolong kedalam satu spesies.
Dari gambar iatas, maka keanekaragaman tingkat gen dapat dilihat secara kasat mata melalui
pengamatan secara morfologinya, baik itu pada tumbuhan, hewan bahkan manusia sekalipun.
Karena adanya perbedaan bentuk daun pada tumbuhan dan juga adanya warna kulit, bentuk alis
dan warna kulit sekalipun telah diketahui dengan adanya keanekaragaman tingkat gen pada
setiap individunya, bahkan bagi individu-individu yang kembar sekalipun. Artinya bahwa
sekalipun suatu individu memiliki genotipe yang sama namun terdapat perbedaan-perbedaan
secara fenotipenya, berikut adalah keanekaragaman tingkat gen yang terjadi pada individu-
individu yang masih tergolong kedalam satu keluarga.

Gambar 2 : contoh keanekaragaman tingkat gen dilihat secara fisik

2. Keanekaragaman tingkat spesies


Keanekaragaman tingkat spesies terjadi akibat adanya variasi yang ditemukan
diantara organisme yang tergolong dalam satu spesies yang berbeda. Pada keanekaragaman
ini akan membentuk genotip individu-individu yang diakibatkan adanya sebab
keanekaragaman yang terjadi pada tingkat individu beda spesies. Adapun contoh
keanekaragaman hayati adalah sebagai berikut :
Gambar keanekaragaman tingkat spesies.

Keanekaragaman pada tingkat spesies ini dapat meliputi ciri-ciri fisik yang hampir
serupa tapi tak sama dengan patokan spesies yang berbeda
3. Keanekaragaman tingkat Ekosistem
Keanekaragaman tingkat ekosistem ini meliputi adanya keanekaragaman yang
terjadi pada ekosistem, biasanya keanekaragaman ini dapat dibedakan berdasarkan
populasi wilayah nya. Ekosisitem sendiri berarti satu kesatuan yang ada dalam ruang
lingkup lingkungan atau daerahnya dengan adanya interaksi antar makhluk hidup
dengan lingkungannya. Adanya penentuan keanekaragaman tingkat ekosistem dengan
melihat pada daerah atau wilayah suatu ekosistem tersebut berasal, contohnya
ekosistem lau, darat, laut dan lain-lain. Selain itu susunan biotik dan abiotik setiap
jenis ekosistem permukaan bumi tidaklah sama. Lingkungan abiotik sendiri sangat
berpengaruh terhadap komposisi biotik suatu ekosistem. Oleh karena itu dua wilayah
dengan kondisi abiotik yang berbeda, maka komposisi organisme didalamnya berbeda
pula. Dengan adanya perubahan iklim yang terus menerus berubah, maka dapat
menyebabkan terbentuknya bioma-bioma tertentu, seperti pada ekosistem bioma
kutub, gurun dan lain-lain. Berikut contok keanekaragaman tingkat ekosistem.

gambar keanekaragaman tingkat ekosisitem


gambar diatas menunjukkan bahwa adanya dua ekosistem yang berbeda yaitu
ekosistem laut dan ekosistem darat yang berbeda, dengan begitu kita dapat
mengetahui biota-biota yang berbeda pula dari kedua jenis ekosistem di atas.
4. Usaha pelestarian keanekaragaman hayati
1. Usaha Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Pada umumnya sebagian besar masyarakat Indonesia melakukan aktivitas
eksploitasi terhadap Sumber Daya Alam yang dimiliki secara terus menerus,
dengan tanpa mengimbangi adanya usaha pelestarian nya juga, maka dapat
dipastikan keseimbangan Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia akan semakin
tidak seimbang. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran untuk suatu usaha
pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia ini, baik itu keanekaragaman flora
ataupun faunanya. Usaha pelestarian keanekaragaman hayati ini bukanlah
tanggung jawab individual, namun usaha pelestarian ini dibutuhkan kerjasama
antara masyarakat dan pemerintah sendiri. Contohnya adalah pelestarian berikut :

a. In Situ, yaitu melestarikan SDA Hayati pada habitat aslinya (alamnya)


dengan cara menetapkan kawasan tersebut sebagai Cagar Alam Nasional.
b. Ex Situ, yaitu melestarikan SDA Hayati di luar habitat aslinya, seperti
membuat Kebun Raya untuk menanam berbagai jenis tumbuhan yang
memiliki potensi besar bagi kehidupan manusia.
Contoh keanekaragaman hayati yang terdapat di Papua adalah :Keanekaragaman
hayati mamalia darat Papua mencapai 174 jenis (sekitar 100jenis endemik), yang
mana sepertiganya merupakan hewan berkantung, hewan pengerat, dan
sepertiganya kelelawar. Selain itu ada representasi dari mamalia bertelur, yaitu
Echidna. Bila di kawasan barat Indonesia, spesies flagshipnya adalah primata,
spesies flagship di Papua adalah kanguru pohon. Spesies flagship mamalia ini
terdiri dari beberapa spesies yang diketahui hidup di dataran rendah, seperti
kanguru pohon abu-abu, yang hidup di dataran rendah, hutan hujan di ketinggian
tengah dari kawasan Doberai, dan di semenanjung Fakfak (Papua Barat).
2. Macam-macam usaha pelestarian keanekaragaman hayati
a. Kawasan Konservasi Cagar Alam
Menurut Undang-Undang No.5 Tahun 1990, cagar alam adalah kawasan suaka
alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan
ekosistemnya yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara
alami. Muntasib (2003) menjelaskan bahwa kegiatan yang diperolehkan di cagar
alam hanyalah kegiatan-kegiatan untuk penelitian dan pengembangan, pendidikan,
pengembangan ilmu pengetahuan dan kegiatan lain yang menunjang budidaya.
Selain itu kegiatan lain seperti rekreasi, pengelolaan yang intensif (campur tangan
manusia) tidak diperkenankan karena akan merubah perkembangan alami dari
kawasan itu. Prinsip pengelolaan cagar alam adalah alam dibiarkan berkembang
secara alami, tetapi juga tidak diganggu serta tidak diperbolehkan memberikan
perlakuan apapun kecuali mencatatnya (Muntasib, 2003). Sasaran pengelolaan
cagar alam antara lain adalah: 1) melindungi flora dan fauna, 2) habitat terbina
dan tidak terganggu, 3) plasma nuftah dimanfaatkan untuk riset (penelitian dan
pendidikan), 4) plasma nuftah dimanfaatkan secara lestari melalui upaya budidaya
oleh masyarakat di daerah, 5) penyangga untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kawasan suaka alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat
maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai (1) kawasan
pengawetan keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya
dan (2) berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan (UU No.5 Tahun
1990 pasal 15).

5. Latihan
Tandai (X) pada huruf di depan jawaban tersebut.
1. Perbedaan yang ditemukan di antara sesama ayam dalam satu kandang
disebut ……..
A. evolusi
B. adaptasi
C. variasi
D. keberagaman
E. adaptasi dan variasi
2. Di antara individu sejenis tidak pernah ditemukan yang sama persis untuk
semua sifat. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan…………
A. lingkungan
B. induknya
C. jenisnya
D. lingkungan dan gen
E. gen dan plasma nutfah
3. Keanekaragaman ekosistem ditunjukkan oleh adanya perbedaan
komponen berikut ini, kecuali …………..
A. sumber energi primer
B. jenis produsennya
C. produktifitasnya
D. jenis konsumennya
E. komponen biotiknya
4. Dua makhluk hidup menempati daerah yang sama dapat disebut spesies
apabila …….
A. habitat dan warna rambutnya sama
B. warna dan bentuk rambutnya sama
C. jenis makanan dan cara makannya sama
D. cara reproduksi dan jumlah anaknya sama
E. dalam perkawinan menghasilkan turunan fertil
5. Anjing pudel dapat dikawinkan dengan anjing boner. Anjing-anjing
tersebut dapat melahirkan anak-anak yang fertil karena anjing-anjing
tersebut ……
A. satu genus
B. satu familia
C. satu species
D. satu ordo
E. satu kingdom
6. Hutan bakau di Kalimantan, hutan hujan tropis di Jawa Barat, dan
savanna di Papua, merupakan contoh keanekaragaman hayati tingkat
…….
A. genetik
B. species
C. ekosistem
D. populasi
E. individu
7. Keanekaragaman warna bulu, misalnya pada burung parkit, merupakan
hasil segregasi gen secara bebas. Contoh keanekaragaman bulu pada
burung parkit tersebut merupakan adanya keanekaragaman tingkat ……
A. gen
B. genus
C. ekosistem
D. species
E. individu
8. Makhluk hidup penghuni bumi ini begitu beraneka ragam. Sumber
keanekaragaman
makhluk hidup tersebut adalah …………..
A. sperma
B. ovum
C. gen
D. kromosom
E. zigot
9. Berikut ini yang bukan faktor-faktor penyebab terjadinya keaneragaman
hayati adalah …………
A. variasi genetik
B. keaneragaman jenis
C. keanekaragaman genetik
D. keanekaragaman daur energi
E. keanekaragaman ekosistem
10. Variasi gen dalam tingkat jenis dapat menyebabkan terbentuknya ………
A. individu
B. varietas
C. species
D. populasi

6. Lembar kerja siswa


LEMBAR KERJA SISWA

I. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Gen

Tujuan : Mengetahui adanya variasi morfologi pada buah mangga.

Alat dan bahan : Berbagai macam buah mangga yang terdapat di sekitarmu.

Cara kerja :

1.Amatilah ciri-ciri masing-masing buah mangga. Ciri-ciri yang harus diamati,


misalnya warna kulit, bentuk buah, ukuran buah, warna daging buah dan

ukuran biji.

2. Tuliskan hasil pengamatan Anda ke dalam tabel !

TABEL HASIL PENGAMATAN

Pertanyaan :

1. Apa penyebab timbulnya keanekaragaman pada mangga?

2. Jelaskan pengertian dari gen!

3. Apa kesimpulan hasil kegiatan tersebut

II. Mengamati Keanekaragaman Tingkat Jenis (spesies)

Alat dan Bahan:

1. Penggaris

2. Timbangan

3. Lima (5) jenis biji kacang hijau, kacang kedelai, kacang tanah, kacang

kapri, dan kacang panjang.

4. Buku catatan praktikum

Langkah Kerja:

1. Buatlah tabel pada buku catatan praktikum, seperti contoh di bawah.

2. Amati secara seksama bentuk biji kacang satu persatu.

3. Amati warna setiap biji kacang.

4. Ukurlah dengan penggaris panjang setiap biji kacang, satu persatu.

5. Timbanglah berat setiap biji kacang, dengan menggunakan alat timbangan

6. Isikan data hasil pengamatan ke dalam tabel.

Pertanyaan:
1. Berdasarkan hasil pengamatan, adakah keanekaragaman sifat pada bijibiji

kacang tersebut?

2. Menurut Anda, apakah yang menyebabkan adanya keanekaragaman

jenis?

3. Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman tingkat jenis?