You are on page 1of 4

0

ANALISIS KRITIS ARTIKEL 1


PROJECT: RUMUSAN MASALAH DAN VARIABEL PENELITIAN

Kelompok : 1 (Satu)
Anggota : Firda Widianti (160341606030)
Lailatul Maghfiroh (160341606105)
Judul Penelitian :
POTENSI LIMBAH AIR CUCIAN BERAS SEBAGAI PUPUK ORGANIK
CAIR PADA PERTUMBUHAN PAKCHOY (Brassica rapa L.)
Bibliografi :
Jurnal ini ditulis oleh Wardiah, Linda dan Hafnati Rahmatan yang merupakan
mahasiswa program studi pendidikan biologi FKIP Unsyiah Banda Aceh. Jurnal
ini adalah Jurnal Biologi Edukasi Edisi 12, Volume 6 Nomor 1, Juni 2014, hal 34-
38.

1. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui pengaruh air cucian beras dan dosis yang tepat air cucian
beras terhadap pertumbuhan tanaman pakchoy.

2. Fakta-Fakta Unik
 Air cucian beras (leri) mengandung senyawa organik dan mineral yang
sangat beragam. Kandungannya antara lain karbohidrat, nitrogen, fosfor,
kalium, magnesium, sulfur, besi, vitamin B1.
 Limbah air cucian beras ini telah digunakan sebagai salah satu bahan
pembuatan sirup melalui fermentasi dengan menambahkan tanaman rosella
sebagai pewarna alami.
 Limbah air cucian beras dapat meningkatkan pertumbuhan miselia jamur
tiram putih pada biakan murni.
 Limbah air cucian beras dapat meningkatkan pertumbuhan akar tanaman
selada.
1

3. Pertanyaan yang dapat dimunculkan


 Bagaimana kandungan senyawa organik yang dimiliki oleh air cucian beras?
 Bagaimana perubahan yang terlihat pada tanaman pakchoy setelah diberi air
cucian beras?
 Bagaimana pengaruh pemberian konsentrasi air cucian beras yang berbeda
pada tanaman pakchoy?
 Bagaimana perubahan pada jumlah helai daun tanaman pakchoy setelah
diberi air cucian beras?

4. Konsep yang dipelajari relevansinya dengan konsep pembelajaran biologi


Konsep yang diperoleh yaitu pupuk merupakan salah satu komponen yang
sangat penting bagi pertumbuhan tanaman. Namun penggunaan pupuk kimia
dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia dan lingkungan. Dalam konsep
pembelajaran biologi, pupuk yang dianjurkan untuk pertumbuhan tanaman yaitu
pupuk organik karena lebih aman dan tidak mengandung bahan kimia yang
berbahaya. Salah satu pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan
pertumbuhan pakchoy adalah air cucian beras. Kandungan air cucian beras antara
lain karbohidrat, nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, sulfur, besi dan Vitamin B1.
Tanaman pakchoy (Brassica rapa L.) adalah anggota Brassicaceae. Dalam
pembelajaran biologi, tanaman ini termasuk tanaman suku kubis-kubisan.
Tanaman ini merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai komersial serta
prospek yang baik. Mengkonsumsi sayuran ini dapat meningkatkan kesehatan dan
kecantikan. Kandungan yang dimiliki sangat beragam yaitu protein 2,3 g, lemak
0,3 g, karbohidrat 4,0 g, Kalsium 220 mg, Pospor 38 mg, Zat Besi (Fe) 2,9 mg,
Vitamin A, B dan C yaitu masing-masing 1.940 mg, 0,09 mg, 102 mg.

5. Refleksi
 Mengetahui kandungan bahan organik serta mineral dari limbah air cucian
beras.
 Mengetahui pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan pakchoy.
 Mengetahui metode serta persiapan yang harus dilakukan saat akan menguji
pengaruh air cucian beras terhadap suatu tanaman.
2

6. Alur Pikiran Peneliti


a. Motive
Pupuk merupakan salah satu komponen yang sangat diperlukan untuk
meningkatkan produksi pakchoy, namun penggunaan pupuk kimia dapat
mengganggu kesehatan tubuh manusia dan lingkungan.
b. Objective
Untuk mengetahui pengaruh air cucian beras dan dosis yang tepat air
cucian beras terhadap pertumbuhan tanaman pakchoy.
c. Novelty
Peneliti sebelumnya belum pernah ada yang melakukan penelitian tentang
air cucian beras. Oleh karena itu tidak dapat dibandingkan kebaruan yang
dimiliki oleh peneliti dengan peneliti sebelumnya. Hal yang dapat
dijadikan acuan bahwa limbah air cucian beras dapat meningkatkan
pertumbuhan miselia jamur tiram putih pada biakan murni.
d. Main conclusion
 Berdasarkan hasil penelitian yang ada pada jurnal tersebut diketahui
bahwa berbagai konsentrasi air cucian beras berpengaruh nyata dalam
meningkatkan tinggi tanman pada 10 dan 20 hari setelah tanam dan
berat kering.
 Tidak ditemukannya pengaruh air cucian beras yang nyata terhadap
pertambahan jumlah daun.
 Konsentrasi yang terbaik dengan memberikan pengaruh terbesar adalah
100%
e. Support
 Hal ini menunjukkan bahwa limbah air cucian beras dapat mencukupi
kebutuhan hara tanaman sehingga dapat mendukung proses
metabolisme tanaman dan memberikan pengaruh yang baik terhadap
pertumbuhan tanaman. Menurut Rosmarkam dan Nasih (2002), dengan
penyerapan hara, tanaman dapat memenuhi siklus hidupnya dan
sebaliknya, kegiatan metabolisme tanaman akan terganggu apabila
ketersediaan hara yang berkurang atau tidak ada.
3

 Endah (2001) menambahkan bahwa pemupukan sangat berpengaruh


bagi pertumbuhan tanaman terlebih bila media tanam tergolong miskin
hara.
 Konsentrasi 100 % air cucian beras dapat memberikan asupan zat hara
bagi tanaman. Warisno dan Kres (2010) menyatakan selain waktu
pemberian pupuk yang tepat, faktor lain yang mempengaruhi
pertumbuhan tanaman adalah pemberian dosis yang tepat.
f. Counterargument
 Sutanto (2002) menyatakan bahwa tanaman yang tidak terpenuhi unsur
haranya, proses metabolisme akan terhambat sehingga akan
berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Oleh
karena itu walaupun sudah menggunakan bahan organik, masih
diperlukan penambahan unsur hara melalui pemupukan.
g. Refutation
Pernyataan yang melemahkan counterargument (berdasarkan data maupun
literatur lain)
h. Implication
 Saran untuk peneliti selanjutnya diharapkan penggunaan kadar atau
dosis pada air cucian beras lebih dimodifikasi agar dapat menghasilkan
konsentrasi yang lebih akurat
 Saran untuk masyarakat dapat dijadikan edukasi bahwa limbah air
cucian beras dapat dijadikan pupuk organik bagi tanaman