You are on page 1of 3

Cold Abscess

Definisi
Cold abscess adalah abses yang sering menyertai tuberculosis. Abses “dingin” ini
perlahan-lahan berkembang ketika infeksi TB meluas ke ligamen dan jaringan lunak yang
berdekatan. Abses dingin ditandai dengan kurangnya rasa sakit dan tanda-tanda
peradangan lainnya. Abses ini juga berkembang begitu lambat karenanya hanya
menimbulkan sedikit peradangan, dan hanya nyeri ketika ada tekanan pada daerah
sekitarnya. Jenis abses ini dapat muncul dimanapun pada tubuh manusia, tetapi paling
sering ditemukan pada tulang belakang, pinggul, kelenjar getah bening, atau di daerah
genital.
Gambaran Klinis.
Perkembangan berbahaya dari abses TB adalah salah satu karakteristik khusus.
Pembengkakan dapat mencapai ukuran yang cukup besar tanpa pasien menyadari
keberadaannya, dan sering ditemukan secara tidak sengaja. Tidak adanya toxaemia adalah
berhubungan dengan ketidakmampuan dinding abses untuk memungkinkan penyerapan,
ini ditunjukkan juga oleh kenyataan bahwa ketika sejumlah besar iodoform dimasukkan
ke dalam rongga abses, tidak ada gejala keracunan. Abses bervariasi dalam ukuran dari
cherry kecil ke rongga yang berisi beberapa liter nanah. Bentuknya juga bervariasi,
biasanya itu dari bola datar, tetapi dapat menimbulkan kantong, berjalan di berbagai arah.
Dimungkinkan pula ada beberapa rasa sakit, kemerahan, dan elevasi suhu lokal. Fluktuasi
menjadi jelas dan dangkal, dan kulit menjadi pucat dan akhirnya membentuk suatu
hubungan dengan dunia luar. Jika kasus tersebut berlanjut, keluarnya pus terus-menerus,
dan pembukaan jalur pada kulit dapat menjadi sebuah sinus. Organisme piogenik cepat
atau lambat mendapatkan akses ke sinus, dan melalui itu ke dinding abses dan dengan
demikian memperburuk dan memperparah penyakit TB. Abses tuberkulosis mungkin
juga menjadi penyebab kematian bila pada akhirnya infeksi berjalan sistemik dan
menjadi septic shock.
Abses Residual adalah nama yang diberikan untuk abses yang muncul kembali setelah
beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun pemberian obat TB, misalnya muncul pada
sendi pinggul atau pada tulang belakang. Hal ini disebut residual karena berawal pada
sisa-sisa penyakit aslinya.

Radiologis
Secara radiologis mungkin ada erosi local pada tulang yang berdekatan dengan abses,
atau adanya bukti kompresi organ.
Foto polos sesekali menunjukkan gambaran kabur atau maya dari batas lateral dari otot
psoas, tetapi secara umum foto polos tidaktidak banyak membantu. Ultrasonografi
berguna dalam menunjukkan pembesaran psoas otot dengan massa hypoechogenic,
namun tetap tidak seakurat CT scan dalam menunjukkan abses. MRI adalah alat yang
paling bermanfaat karena beberapa proses patologi dapat dievaluasi.

Patologi
Meskipun abses psoas primer sangat jarang pada anak-anak di negara “maju”, abse ini
tidak jarang dapat ditemukan negara-negara di daerah tropis dan sub-tropis yang
kebanyakan kondisi sosial ekonominya relatif rendah. Staphylococcus aureus adalah jenis
kuman yang paling sering menginfeksi, dengan hampir semua anak-anak menampakkan
trias gejala yaitu demam, nyeri pinggang dan beberapa gejala pinggul.
Abses psoas sering kali menjadi suatu masalah sekunder yang terkait dengan spondilitis
tuberkulosis atau dalam kaitannya dengan penyakit radang usus. Abses psoas primer
dapat terlihat pada pasien dengan penyakit sel sabit, pengguna narkoba suntikan, individu
immunocompromised atau individu positif HIV.

Terapi:
Drainase abses dengan kateter perkutan dipanduan CT telah direkomendasikan oleh
beberapa ahli, sedangkan drainase bedah dianjurkan pula oleh ahli yang lain, terutama
ketika drainase kateter perkutan tidak berhasil, diikuti dengan terapi antibiotik yang tepat.

'Gibbus' di regio thoraco-lumbal seorang pasien dengan


TB tulang belakang (kiri). Resonansi magnetik
menunjukkan tuberkulosis tulang belakang pada T10-
Tuberculous Abscess di regio lumbar T12. Tuberkulosis tulang belakang menyebabkan
dextra pada perempuan usia 30-an. kerusakan, runtuhnya vertebra, dan angulasi tulang
punggung (kanan).
MRI scan menunjukkan
abses pada bilateral
paravertebral dengan
destruksi vertebra
lumbalis dan sekaligus
diskus
intervertebralisnya.

REFERENCES

1. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16944519
2. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3184481/?tool=pmcentrez
3. http://www.e-radiography.net/radpath/c/coldabscess.htm
4. http://www.manual-of-surgery.com/content/0038-Tuberculous-Abscess.html