You are on page 1of 17

Nama : ………………………….. Tanggal :……………….

PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK


DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Tb. Paru

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1. Bersihan jalan nafas tak efektif b.d sekresi  kaji fungsi pernafasan (bunyi nafas,  mengkaji fungsi pernafasan (bunyi nafas, Klien mengatakan
yang kental/sekresi darah. kecepatan, irama, kedalaman dan kecepatan, irama, kedalaman dan mengeluarkan batuk/bersin pada
DS : penggunaan otot aksesori). penggunaan otot aksesori). tissue sekali pakai
Klien mengatakan sering meludah di luar jendela  kaji kemampuan untuk  Mengkaji kemampuan untuk mengeluarkan O:
kamar mengeluarkan mukosa/batuk efektif, mukosa/batuk efektif, catat karakter, volume Klien sudah tidak meludah
DO : catat karakter, volume sputum. sputum. Klien sudah mencuci tangan
Klien tampak gelisah  berikan pasien posisi semi atau  Memerikan pasien posisi semi atau fowler dengan tepat
Klien tampak pucat fowler tinggi. Bantu px untuk batuk tinggi. Bantu px untuk batuk dan latihan Klien tetap melakukan terapi
- Nadi 92 x/menit dan latihan nafas dalam. nafas dalam. obat
Setelah dilakukan tindakan diharapkan bersihan  Kolaborasi pemberian obat sesuai  Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi A:
jalan nafas efektif indikasi seperti agen mukolitik, seperti agen mukolitik, bronkodilator dan Masalah Teratasi Sebagian
KH : bronkodilator dan kortikosteroid
kortikosteroid P:
Mengeluarkan sekret tanpa bantuan. Intervensi dilanjutkan
Menunjukkan perilaku untuk
memperbaiki/mempertahankan bersihan jalan
nafas
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Diabetes Melitus

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1. Gangguan sensori perseptual b.d ketidak 


Pantau tanda-tanda vital dan status  Untuk mengetahui status mental klien dan S :Klien mengatakan pusing /
seimbangan insulin / glukosa dalam darah mental kelainan yang lain pening dikepalanya
 Anjurkan pada pasien untuk  Membantu pasien untuk tetap berhubungan Klien mengatakan kakinya terasa
Setelah dilakukan tindakan keperawatan memelihara aktivitas rutin, dan dengn relitas kesemutan dan keju linu pada ujung
selama 3x kunjungan rumah diharapkan melakukan kegiatan sesuai  Munculnya dingin yang tiba-tiba pada jari
gangguan sensori peserseptual tidak kemampuan tangan/kaki dapat mencerminkan adanya Klien mengatakan penglihatannya
bertambah parah atau kembali pulih dengan  Anjurkan pada pasien untuk hipoglikemi agak kabur
kriteria hsil: menghindari air panas / dingin  Meningkatkan keamanan klien terutama O :Klien penglihatannya menurun
- Pusing kepala jadi hilang atau  Bantu pasien dalam ambulansi atau ketika rasa keseimbangan dipengaruhi Skala nyeri : 6
berkurang perubahan posisi  Mengetahui kadar gula dalam darah TTV
- Mempertahankan tingkat  Tes GDA TD : 140/90 mmHg N : 80
mental seperti biasanya x/mnt
- Penglihatan tidak menjadi Hasil GDA 374 mg/dl
kabur A : Masalah belum teratasi
- Kesemutan dapat hilang atau P : Lanjutkan intervensi
berkurang
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa :DM

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1. Kurangnya pengetahuan tentang latihan  Membuka kegiatan penyuluhan  Memperkenalkan diri S:


fisik pada penderita diabetes mellitus b.d  Mengkaji tingkat pengetahuan pasien dan  mengetahui tingkat pengetahuan  Klien mengatakan Akan rutin
kurang terpaparnya informasi keluarga tentang luka berolahraga pagi
DS :  Mendiskusikan dengan pasien dan keluarga  Agar klien mengerti dan memahami  Klien mengatakan akan
 Klien mengatakan jarang berolahraga tentang: Manfaat latihan fisik pada bagaimana latiha fisik yang tepat bagi mengurangi kegiatan-kegiatan fisik
 Klien mengatakan sering berjalan kaki jauh penderita DM penderita DM yang berat
 Klien mengatakan tidak tahu bagaimana cara  Jenis latihan fisik pada penderita DM  Mengetahui tingkat keseriusan pasien dalam O:
berolahrga yang benar bagi penderita DM  Menjelaskan ulang materi yang belum jelas. menerima penyuluhan  Ekspresi wajah klien tenang
DO :  Klien bisa lebih mengerti tentang rawat luka
 Klien berjalan kaki dari rumahnya ke puskesmas  Menguatkan pengetahuan klien dan A : Masalah teratasi sebagian
sejauh 3 km mengkaji tingkat kemampuan klien P : intervensi dilanjutkan
Setelah dilakukan penyuluhan keperawatan selama 3x
kunjungan rumah diharapkan klien menjadi mengerti
bagaimana latihan fisik yang tepat bagi penderita DM.
Dengan kriteria hasil :
 Klien mau melakukan latihan fisik
 Klien lebih memperhatikan kegiatan aktifitas seharinya
 Klien mengerti pentingnya latihan fisik bagi
penderita DM
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Diare

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1. Gangguan eliminasi BAB (diare)  Kaji tanda-tanda vital klien.  Mengetahui keadaan umum pasien. S:
berhubungan dengan infeksi bakteri ditandai  Observasi adanya demam, takikardi,  Mengetahui tanda terjadinya Klien mengatakan tidak diare
dengan seringnya BAB sampai ≥ 3 kali sehari ansietas dan kelemahan. perforasi atau toksik megakolon. lagi
dan feses dalam keadaan cair.  Catat frekuensi BAB, karakteristik,  Mengetahui keadaan klien dan  Klien mengatakan Konsistensi
jumlah dan faktor pencetus membantu mengkaji keparahan feses berbentuk dan tidak cair
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24  Berikan intake makanan dan cairan penyakit O:
jam diare dapat teratasi, dengan Kriteria per oral secara bertahap  Pemberian secara bertahap dapat  urgor kulit baik, ubun-ubun
Hasil: menjaga periode istirahat pada tidak cekung, membran mukosa
1. Fungsi usus stabil. kolon, sedangkan pemasukan lembab, dan mata tidak cekung.
2. BAB anak berkurang dan konsistensi normal. kembali mencegah dan diare.
3. Tanda-tanda vital normal A : Masalah teratasi sebagian
P : intervensi dilanjutkan
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Gastritis

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1. Nyeri berhubungan dengan iritasi mukosa  Selidiki keluhan nyeri, perhatikan . Untuk mengetahui letak nyeri dan S : anak mengatakan nyeri
lambung sekunder karena stress psikologi lokasi, itensitas nyeri, dan skala memudahkan intervensi yang akan yang dirasakan mulai
nyeri dilakukan berkurang
Tujuan:  Anjurkan pasien untuk melaporkan 2. Intervensi dini pada kontrol nyeri O : pasien terlihat lebih rileks
Setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri segera saat mulai memudahkan pemulihan otot dengan A : masalah teratasi sebagian
selama 2 x 24 jam nyeri dapat berkurang,  Pantau tanda-tanda vital menurunkan tegangan otot P : lanjutkan intervensi
pasien dapat tenang dan keadaan umum  Jelaskan sebab dan akibat nyeri pada3. Respon autonomik meliputi, perubahan
cukup baik klien serta keluarganya pada TD, nadi, RR, yang berhubungan
 Anjurkan istirahat selama fase akut dengan penghilangan nyeri
Kriteria Hasil:  Anjurkan teknik distruksi dan 4. Dengan sebab dan akibat nyeri diharapkan
1. Klien mengungkapakan nyeri yang dirasakan relaksasi klien berpartisipasi dalam perawatan untuk
berkurang atau hilang  Berikan situasi lingkungan yang mengurangi nyeri
2. Klien tidak menyeringai kesakitan kondusi 5. Mengurangi nyeri yang diperberat oleh
3. TTV dalam batasan normal  Kolaborasi dengan tim medis dalam gerakan
4. Intensitas nyeri berkurang (skala nyeri pemberian tindakan 6. Menurunkan tegangan otot, meningkatkan
berkurang 1-10) relaksasi, dan meningkatkan rasa kontrol
5. Menunjukkan rileks, istirahat tidur, dan kemampuan koping
peningkatan aktivitas dengan cepat 7. Memberikan dukungan (fisik, emosional,
meningkatkan rasa kontrol, dan kemampuan
koping)
8. Menghilangkan atau mengurangi keluhan
nyeri klien
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Gastroenteritis

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1. Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit  Pantau tanda dan gejala dehidrasi.  Penurunan volume cairan dan elektrolit S : Klien mengatakan diare
berhubungan dengan kehilangan cairan Pantau input dan output. menyebabkan dehidrasi jaringan. dan panas
sekunder.  Bina hubungan saling percaya.  Dehidrasi dapat meningkatkan laju filtasi O : Keluhan utama hilang,
 Pemberian cairan parenteral sesuai glomerulus. diare berkurang 3-4x/hari,
Ds: - Klien mengatakan diare 2 hari dengan umur.  Mempermudah melakukan intervensi panas, T = 120/70 mmHg, S =
- Klien mengatakan saat BAB feses klien encer  Kolaborasi dengan dokter dalam selanjutnya. 37 C
dan berlendir. pemberian obat.  .Pemberian cairan secara cepat dapat A : Masalah teratasi sebagian
- Klien mengatakan BAB 4-5X dalam sehari. sebagai penganti cairan yang hilang. P : lanjutkan intervensi
- Klien mengatakan mengonsumsi makanan  .Menentukan pemberian obat secara
pedas sebelumnya. tepat.

Do: - Keluhan utama lemah


- Konsistensi fases cair dan berlendir
- Mukosa bibir kering
- Suara perut hipertimpani
- Tugor kulit menuru
Nama : ………………………….. Tanggal : Hipertensi
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Gastroenteritis

Rencana keperawatan
No Diagnosa Keperawatan EVALUSAI
Rencana Tindakan Intervensi

1.
Gangguan rasa nyaman nyeri b/d peningkatan tekanan  Atur posisi semifowler pasien  Mengatur posisi pasien S: Pasien mengatakan kepala masih
 Berikan istirahat yang cukup  Memberikan istirahat yang cukup pusing
darah d/d pasien tampak meringis kesakitan,
 Anjurkan pasien untuk menghindari  Menganjurkan pasien untuk menghindariO:TD:160/100 mmHg
kondisi badan lemah. makanan yang mengandung garam makanan yang mengandung garam A: Masalah belum teratasi
TD : 170/100 mmHg  Kolaborasi dengan dokter dalam  Berkolaborasi dengan dokter dalamP: R/T dilanjutkan
Pols : 90 x/i pemberian obat pemberian obat :
RR : 22 x/i
Furosemide = 1 amp/12 jam
Temp : 370C
Amlodepine = 2 x 10 mg
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Bronkitis

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan sesak  Tingkatkan tirah baring/duduk  agar klien lebih mudah dalam beraktifitas. S : klien mengatakan batuk
napas.  Berikan lingkungan yang tenang pad  klien lebih mudah dalam beristirahat berkurang namun masih sesak
ata Subjektif : Klien mengatakan batuk berdahak aklien  untuk memudahkan klien beraktifitas. (sulit bernapas).
berwarna putih dan kental, rasa tertekan pada O :bunyi nafas wheezing, skret
 Bantu klien dalam melakukan aktifitas
dada dan sulit bernapas (sesak). warna putih dan kental, RR
sehar-hari
Data Objektif :klien tampak kesulitan bernapas, 28x/menit. Temperature 370C.
napas cepat dan pendek, menggunakan otot tekanan darah 110/80 mmHg
bantu (bahu) saat bernapas, secret berwarna A : Masalah belum teratasi
putih dan kental, bunyi napas tidak normal P : perencanaan tidakan
(mengi), RR 32x/menit, nadi 90x/menit. dilanjutkan.
Temperature 370C, tekanan darah 110/80 mmHg,
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Insomnia

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Gangguan istirahat tidur b/d efek hospitalisasi d/d  Beri pasien ruangan yang nyaman  Memberikan pasien ruangan yang nyaman S: Pasien mengataka bisa tidur
pasien tampak pucat, mata cekung, tidur malam + 2  Hindari keributan  Menghindari keributan O: Pasien tampak lemas
jam susah tidur siang  Rapikan tempat tidur pasien  Merapikan tempat tidur pasien setiap hari A: Masalah sebagian teratasi
DS: Pasien mengatakan susah tidur P: R/T dilanjutkan

DO: pasien tampak pucat, mata cekung, tidur


malam + 2 jam pasien susah tidur
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Demam Thypoid

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Hiperthermi b/d reaksi peradangan pada sal  Monitor suhu sesering mungkin  Memonitor suhu sesering mungkin S : klien mengatakan sudah
cerna  Monitor warna dan suhu kulit  Memonitor warna dan suhu kulit tidak demam
SUBJEKTIF : klien merasakan panas dingin ( O : S37.30C
demam )
 Monitor tekanan darah, nadi dan RR  Memonitor tekanan darah, nadi dan RR Indicator
OBJEKTIF :  Monitor penurunan tingkat kesadaran thermoregulasi
S: 380C  Berikan anti piretik:  Memberikan anti piretik ( paracetamol Suhu 36 – 37 0 C
Klien menggigil, klien memakai selimut, klien 500mg)  Nadi dan RR dalam rentang normal
teraba panas, mukosa bibir mulai mongering  Meningkatkan sirkulasi udara  Tidak ada perubahan warna kulit dan
WBC : +22.0x103 tidak ada pusing, merasa nyaman
A :masalah klien teratasi
P : observasi terjadi
kekambuhan,pertahankan
kondisi klien sekarang
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Rematik

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Kurang pengetahuan tentang rematik b.d  Kaji tingkat pengetahuan klien  Menambah pengetahuan pasien tentang S : Klien mengetahui tentang
keterbatasan kognitif  Berikan pendidikan kesehatan tentang penyakit yang dideritanya penyakit yang dideritanya
DS: cara mencegah dan mengatasi rematik  Mengetahui sejauh mana klien memahami O : Wajah terlihat tenang
Ny D mengatakan tidak mengerti tentang  Evaluasi tingkat pengetahuan klien tentang penyakit yang dideritanya A : Masalah teratasi sebagian
penyakit rematik, makanan pantangan dan cara  Memudahkan dalam menentukan P : Intevensi dilanjutkan
pengobatan untuk rematik intervensi selajutnya
DO:
Ny D tampak bertanya tentang rematik,
makanan pantangan dan cara pengobatan
tradisional untuk rematik
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Rematik

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Nyeri akut akibat proses inflamasi pada daerah  anjurkan klien untuk mandi air  Membantu dalam menentukan kebutuhan S:
kaki b.d kesemutan dan rasa ngilu pada hangat, kompres sendi- sendi yang manajemen nyeri dan keefektifan  Ny D mengatakan sudah ±
persendian sakit dengan kompres hangat program. satu tahun merasa kesemutan
DS:  berikan masase yang lembut  Panas meningkatkan relaksasi otot dan dan linu pada kakinya
 Ny D mengatakan sudah ± dua tahun merasa  ajarkan teknik relaksasi dan distraksi mobilitas, menurunkan rasa sakit.  Ny D mengatakan rasa
kesemutan dan linu pada kakinya  kolaborasi pemberian obat sesuai  Meningkatkan relaksasi/ mengurangi kesemutan dan linu bertambah
 Ny D mengatakan rasa kesemutan dan linu indikasi yang diberikan tegangan otot jika terkena dingin dan
bertambah jika terkena dingin dan berkurang  Meningkatkan relaksasi, memberikan rasa berkurang setelah minum obat
setelah minum obat kontrol dan mungkin meningkatkan O:
DO: kemampuan koping.  TD :130/80 mmHg
 TD :130/80 mmHg  Memudahkan untuk ikut serta dalam  Nadi : 86 x/menit
 Nadi : 86 x/menit terapi dan mengurangi tegangan otot /  Suhu : 36,0 C
 Suhu : 36,0 C spasme.  Respirasi : 20 x/menit
 Respirasi : 20 x/menit  Ny D tampak memegangi
 Ny D tampak memegangi kakinya kakinya
 Ny D tampak mempraktekan
teknik relaksasi dengan tarik
nafas dalam
A:
Masalah teratasi
P:
Lanjutkan intervensi
 Kaji pengeahuan klien tentang
penyakit rematik
 Berikan penkes tentang
penyakit rematik
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : febris

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi Pantau suhu klien (derajat dan pola) Memantau suhu klien (derajat dan pola) S :orang tua klien mengatakan
perhatikan menggigil/diafor perhatikan menggigil/diaforsis bahwa klien panasnya
DS : Orang tua klien mengatakan klien - Pantau suhu lingkungan - Memantau suhu lingkungan
- Berikan kompres hangat hindri - Memberikan kompres hangat hindri sudah berkurang
selama 3 hari mengalami panas tinggi
penggunaan akohol - Memberikan minum sesuai kebutuhan O : - bibir agak kering
DO : - Berikan miman sesuai kebutuhan - Kolaborasi dengan tenaga medis dalam - T : 38
- Bibir kering - Kolaborasi untuk pemberian pemberian antipiretik dan antibiotic
- Sedikit menggil
- Suhu badan 38,5 derajat antipiretik dan antibiotik
- Kulit tidak kering
- Mengigil
A : Masalah teratasi
- Kulit kering
sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : febris

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
1. Cemas berhubungan dengan hipertermi Kaji dan identifikasi serta luruskan Mengkaji dan mengidentifikasi serta S : orang tua klien mengatakan
DS : Orang tua klien mengatakan klien sering informasi yang dimiliki klien meluruskan informasi yang dimiliki bahwa rewel klien sudah
rewel. mengenai hipertermi orang tua klien mengenai hipertermi
- Berikan informasi yang akurat - Memberikan informasi yang akurat berkurang
DO : tentang penyebab hipertermi tentang penyebab hipertermi O : - klien menangis tetapi
- Klien sering menangis - Validasi perasaan klien dan - Memvalidasi perasaan klien dan sudah jarang
- Sulit tidur yakinkan klien bahwa kecemasam meyakinkan klien bahwa kecemasam - Klien masih sering terbangun
merupakan respon yang normal merupakan respon yang normal
pada waktu tidur
- Diskusikan rencana tindakan yang - Mendiskusikan rencana tindakan yang
dilakukan berhubungan dengan dilakukan berhubungan dengan A : Masalah Teratasi
hipertermi dan keadaan penyakit hipertermi dan keadaan penyakit Sebagian
P : Lanjutkan Intervensi
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Fraktur

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
Nyeri akut berhubungan dengan agen-agen yang  Evaluasi keluhan nyeri atau  Untuk memulihkan pengawasan keefektifan S :asien mengatakan nyeri pada
menyebabkan cidera fisik (cidera jaringan lunak). ketidaknyamanan, perhatikan intervensi, tingkat ansietas dapat tungkai kakinya yang sebelah
DS :Pasien mengatakan nyeri pada luka post lokasi, karakteristik nyeri dan kaji mempengaruhi persepsi atau reaksi kanan setelah dioperas
operasi hari kedua pada tungkai kakinya sebelah O : Nyeri seperti tertusuk-tusuk
tingkat nyeri terhadap nyeri
kanan, skala nyeri: 6. A : Masalah belum teratasi
 Dorong pasien untuk mendiskusikan  Membantu dalam menghilangkan ansietas
DO : Tungkai sebelah kanan nyeri jika untuk P : Intervensi dilanjutkan
bergerak masalah sehubungan dengan cidera.  Mengurangi nyeri dan pergerakan.
Nyeri seperti tertusuk-tusuk  Atur posisi yang nyaman dan aman  Menurunkan nyeri atau spasme otot.
 Kolaborasi dalam pemberian analgetik
sesuai indikasi.
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa :

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
Gangguan pola makan: kurang dari kebutuhan  Timbang berat badan sesuai indikasi  .Mengevaluasi keefektifan atau kebutuhan S: -mengatakan kalau daerah ulu
tubuh berhubungan dengan pemenuhan nutrisi  Aukultasi bising usus mengubah pemberian nutrisi hatinya masih terasa nyeri
tidak adekuat -mengatakan masih belum nafsu
 Berikan makanan dalam jumlah kecil  Membantu dalam menentukan respon
DS: mengeluh sering merasa mual dan muntah makan
DO : Nyeri tekan pada daerah ulu hati dan dalam waktu yang sering dan untuk makan atau berkembangnya O: T : 110/70 mmHg
(epigastrium) teratur komplikasi N : 84x/menit
 Tentukan makanan yang  Meningkatkan proses pencernaan dan RR: 20x/menit
Tidak membentuk gas. toleransi pasien terhadap nutrisi yang A : masalah belum teratasi
diberikan dan dapat meningkatkan P: Intervensi dilanjutkan
kerjasama pasien saat makan
 Dapat mempengaruhi nafsu
makan/pencernaan dan membatasi masukan
nutrisi
Nama : ………………………….. Tanggal :……………….
PEMERINTAH KABUPATEN LEBAK
DINAS KESEHATAN Umur : ………………………….. Status Pasien : JKN/Umum
PUSKESMAS PARUNGSARI
Jl. Raya Barengkok-katapang km 4 kp barengkok ds parungsari 42396 Alamat : ………………………….. Diagnosa : Gastritis

No Diagnosa Keperawatan Rencana keperawatan EVALUSAI


Rencana Tindakan Intervensi
Gangguan rasa nyaman (Nyeri) berhubungan  Catat keluhan nyeri, termasuk lokasi,  nyeri tidak selalu ada tetapi bila ada harus S: mengatakan kalau daerah ulu
lamanya, intensitas (skala 0-10) dibandingkan dengan gejala nyeri pasien hatinya terasa nyeri, panas dan
dengan peradangan pada dinding mukosa
terbakar
 Berikan makanan sedikit tapi sering sebelumnya,dimana dapat membantu
lambung (gaster) O : keadaan lemah
sesuai indikasi untuk pasien mendiagnosa etiologi perdarahan dan T : 120/80 mmHg
Ds : mengatakan kalau daerah ulu hatinya terasa  Kolaborasi: Berikan obat sesuai terjadinya komplikasi N : 80x/menit
panas dan terbakar indikasi,  makanan mempunyai efek penetralisir asam, RR: 20x/menit
juga menghancurkan kandungan S : 37 C
Do : Nyeri tekan pada daerah ulu hati
gaster.Makan sedikit mencegah distensi dan A: nyeri , masalah belum
(epigastrium) teratasi
haluaran gastrin
P : Intervensi di lanjutkan