You are on page 1of 2

1.

Pengertian jaringan sebagai kumpulan sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang
sama, apakah sesuai untuk jaringan ikat? Jelaskan jawaban anda!

 Jaringan ikat merupakan jaringan yang tersusun atas sel dan substansi dasar. Kedua
penyusun tersebut merupakan ciri khas yang hanya dapat ditemukan pada jaringan ikat.
Jaringan ikat berkembang dari sel – sel mesenkim pada lapisan mesoderm. Sel – sel ini
berdiferensiasi membentuk jaringan ikat dengan berbagai bentuk dan variasi. Komposisi
sel atau substansi dasar kelak akan membedakan jaringan ikat satu dengan lainnya

2. Jelaskan peranan jaringan ikat dalam sistem pertahanan tubuh!

 Sel darah putih juga banyak dikenal dengan nama leukosit, adalah sel-sel dari sistem
kekebalan tubuh yang terlibat dalam melindungi tubuh terhadap penyakit menular dan
penyerbu asing.
 Semua leukosit diproduksi dan berasal dari sel multipoten dalam sumsum tulang dikenal
sebagai sel induk hematopoietik. Leukosit dapat ditemukan di seluruh tubuh, termasuk
darah dan sistem limfatik. Ada lima jenis yang berbeda dan beragam dari leukosit. Jenis
ini dibedakan oleh karakteristik fisik dan fungsional mereka. Monosit dan neutrofil
adalah fagosit.
 Jumlah leukosit di dalam darah seringkali merupakan indikator penyakit, dan dengan
demikian jumlah leukosit merupakan bagian penting dari tes darah lengkap. Jumlah sel
putih yang normal biasanya antara 4 dan 11 × 109 / L. Di AS ini biasanya dinyatakan
sebagai 4,000-11,000 sel darah putih per mikroliter darah. Mereka membentuk sekitar
1% dari volume total pada darah orang dewasa yang sehat. Peningkatan jumlah leukosit
melewati batas diatas disebut leukositosis, dan penurunan di bawah batas batas bawah
disebut leukopenia.
 Nama “sel darah putih” berasal dari penampilan fisik dari sampel darah setelah
sentrifugasi. Sel darah putih ditemukan berwana menglilap, tipis, lapisan biasanya putih
dengan sel berinti. Leukosit berasal dari kata Yunani yang berarti leuko- “putih” dan
kytos yang berarti “kapal berongga”, dengan -cyte diterjemahkan sebagai “sel” dalam
penggunaan modern.
3. Jelaskan perbedaan antara jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat!

 Jaringan Ikat Biasa

• Jaringan ikat padat, adalah jaringan yang tersusun atas serat yang strukturnya padat
(terutama serabut kolagen). Jaringan ikat padat dibedakan menjadi 2 lagi yaitu jaringan
ikat padat teratur (jaringan yang berkas kolagen tersusun teratur. Contoh tendon) dan
jaringan ikat padat tak teratur (jaringan yang berkas kolagennya menyebar dan
membentuk anyaman kasar. Contoh dermis kulit).

• Jaringan ikat longgar, adalah jaringan yang sususnan serat-seratnya longgar. Berfungsi
untuk medium penyokong, pengisi ruang antar organ, mengelilingi elemn-elemen
jaringan yang lain, dan menyediakan nutrien bagi elemen jaringan lain yang
diselubunginya. Contoh jaringan lemak, jaringan adiposa.

4. Jelaskan perbedaan struktur histologi antara tulang kompak dan tulang sponsa! Sertai
dengan gambar!

 Tulang Keras dibedakan menjadi 2 jenis atau 2 macam berdasarkan matriknya yakni
tulang kompak dan tulang spons, berikut pembahasannya..

 Tulang kompak adalah tulang yang matriksnya tersusun rapat dan padat yang
mengandung zat kapur dan fosfor. Tulang kompak pada sel-sel tulangnya (osteosit)
tersusun membentuk sistem havers. Pada bagian tengah tulang kompak contohnya
tulang pipa pada bagian tengahnya terdapat saluran pembuluh darah, pembuluh limfe
dan saraf, yang dikelilingi oleh sel tulang.

 Tulang spons adalah tulang yang matriksnya berongga dan tersusun oleh anyaman
trabeculae (mirip dengan pecahan genting) yang pipih dan mengandung serat kolagen.
Rongga yang terdapat pada tulang spons diisi oleh jaringan sumsum tulang.

5. Uraikan proses osifikasi endokondral!

 Osifikasi endokhondral terjadi pada tulang panjang dan sebagian besar tulang dalam
tubuh melibatkan tulang rawan hialin yang terus tumbuh. Ini juga merupakan proses
penting selama pertumbuhan panjang tulang panjang dan terlibat proses alami dalam
penyembuhan patah tulang.

 Langkah-langkah dalam osifikasi endokhondral yaitu pengembangan model tulang


rawan, pertumbuhan model tulang rawan, pengembangan pusat osifikasi primer,
pengembangan sekunder ossifikasi pusat, dan pembentukan tulang rawan artikular dan
epifisis. Tulang terdiri dari sel-sel pendukung, yaitu osteoblas dan osteosit, renovasi sel,
yaitu osteoklas dan matriks non mineral kolagen serta protein yang disebut
noncollagenous osteoid dengan garam mineral anorganik di simpan dalam matriks.