You are on page 1of 6

http://bidanku.

com/mengapa-anak-sering-sakit

PENGERTIAN SAKIT

Sakit adalah keadaan dimana fisik, emosional, intelektual, sosial, dan perkembangannya terganggu.
Bukan hanya keadaan dimana terjadi proses penyakit. Oleh karena itu sakit tidak sama dengan
penyakit.

PENYEBAB SAKIT PADA ANAK

Penyebab anak sering sakit dapat disebabkan beberapa faktor, diantaranya adalah :

1. Gangguan Imunologis

Meskipun kategori sakit ringan akan tetapi apabila rentan waktu sering sakit pada anak dapat
membuat orang tua cemas dan khawatir. Penyebab anak seringkali sakit diantaranya adalah
gangguan imunologis ketika lahir. Anak yang mengalami daya tahan tubuh yang rendah sehingga
sering mengalami infeksi.

2. Infeksi kronis

Sedangkan pada anak yang lahir normal tanpa adanya faktor bawaan sering sakit dapat terjadi
dikarenakan infeksi kronis. Salah satunya dapat disebabkan karena melakukan kontak dengan
penderita TBC sehingga anak tertular.

3. Faktor Cuaca

Selanjutnya dapat pula disebabkan karena faktor cuaca. Pergantian cuaca dapat menyebabkan anak
dengan riwayat keluarga dengan alergi sering mengalami pilek dan mengalami infeksi.

4. Gangguan gizi

Penyebab anak sering sakit dapat pula disebabkan karena gangguan gizi yang mengakibatkan daya
tahan tubuh menjadi terganggu. Pemenuhan makanan yang tidak tepat pada anak merupakan salah
satu penyebab gangguan gizi. Bahkan anak yang sedang sakit seringkali nafsu makan menurun
sehingga menjadi susah makan sedangkan makanan adalah sumber nutrisi untuk memenuhi
kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan anak.
5. Riwayat Penyakit tertentu

Anak yang sering sakit dapat pula dihubungkan dengan riwayat penyakit misalnya anak pernah
mengalami penyakit tipus yang harus diberikan perhatian berlebih agar tidak mengalami kondisi
yang serupa dalam rentan waktu yang singkat.

BAHAYAKAH ANAK SERING SAKIT ?

Kondisi anak sering sakit akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satunya
adalah grafik berat badan anak anda akan menurun. Berat badan dijadikan indikator pertumbuhan
apabila dibawah garis normal berat badan maka dikhawatirkan mengidap gangguan kesehatan anak
yang serius.

Kondisi anak sering sakit harus dilakukan pemeriksaan berlanjut untuk mengetahui penyebab
utama. Apabila ditemukan gejala yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yang kronis maka
dapat dilakukan identifikasi dini untuk mencegah dan mengurangi pengembangan dari penyakit
tersebut.

Sehingga tidak dapat disimpulkan kondisi anak sering sakit membahayakan atau tidak
membahayakan karena belum ditemui penyebab utama anak sering sakit. Kondisi dan imunitas
anak berbeda beda, lakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan resep
dokter.

TIPS AGAR ANAK TIDAK SERING SAKIT

Meskipun sakit yang dialami oleh anak ringan apabila terjadi pada rentan waktu yang sering. Anda
perlu waspada terlebih pada usia anak 0-5 tahun merupakan masa emas anak. Kondisi tubuh yang
tidak sehat akan menganggu perkembangan anak anda, salah satunya waktu anak anda untuk
bersosialisasi dengan teman sebaya. Anak dibawah usia 5 tahun masih dianggap wajar apabila
sering sakit dalam rentan waktu 4-8 kali dalam setahun akan tetapi tidak ada salahnya apabila anda
melakukan pencegahan.
Berikut ini adalah tips untuk menjaga daya tahan tubuh anak agar tidak sakit :

1. Menjaga pencernaan

Pencernaan sehat adalah awal tubuh yang kuat dikarenakan 80% yang memproduksi antibodi
berada di saluran pencernaan. Seperti diketahui bahwa antibodi akan berfungsi dalam melawan
kuman di dalam tubuh. Dalam mempersiapkan saluran pencernaan yang sehat maka diawali dengan
pemberian ASI ekslusif sampai 6 bulan pertama hingga usia anak 2 tahun.

2. Memberikan Imunisasi

Berikan imunisasi wajib untuk anak anda sehingga terhindar dari infeksi virus dan bakteri. Masalah
yang sering dihadapi adalah daya tahan tubuh anak yang berkurang. Dengan memberikan vaksinasi
tertentu maka dapat membantu mengurangi gangguan kesehatan yang umum menyerang anak-
anak.

3. Menerapkan Pola Hidup Sehat

Pastikan anak anda melakukan aktivitas seperti berolahraga. Olahraga yang dilakukan seperti
bersepeda sore, aktivitas fisik bersosialisasi dengan teman sebayanya atau melakukan permainan
tradisional di halaman rumah. Selain itu waktu istirahat yang cukup dapat membantu meningkatkan
daya tahan tubuh anak.

4. Mengkonsumsi Makanan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Beberapa makanan memiliki manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak diantaranya
adalah makanan makanan berikut ini :
Strawberry adalah buah dengan kandungan vitamin C yang baik untuk memberikan kekebalan
tubuh terhadap infeksi. Di dalam buah strawberry terdapat bioflavonoids yang dapat mengatur
pertumbuhan dan kematian sel di dalam tubuh.

Kiwi adalah buah yang mengandung vitamin C dan vitamin E yang dapat menjadi antioksidan dan
memberikan perlindungan dari kerusakan radikal bebas. Ikan tuna merupakan sumber vitamin E
yang baik untuk meningkatkan kualitas dalam melawan sel yang bermutasi. Di dalam ikan tuna
terdapat fungsi omega 3 dalam menjaga kesehatan jantung. Telur kandungan di dalamnya
mengandung iodine yang dapat menstimulasi sel Nk. Sehingga dapat berfungsi melawan sel jahat
dan memperbaiki sel dan jaringan di dalam tubuh.

Dengan demikian bagi anak yang sering sakit yaitu melebihi 8 kali dalam setahun atau mengalami
kondisi sakit satu bulan lebih dari 3 kali maka segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui
penyebab utamanya. Sedangkan untuk pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan hidup
sehat, pola tidur teratur dan makanan yang bergizi.
https://nilaratih.wordpress.com/2012/09/27/ciri-ciri-balita-sakit/

1. Bila bayi berusia di bawah 6 bulan mengalami peningkatan suhu tubuh, maka dia harus
langsung dibawa ke dokter anak. Untuk anak yang sudah berumur dua tahun, Anda harus
langsung membawanya ke dokter bila dia mengalami masalah atau keluhan, misalnya dia
tidak dapat menundukkan kepalanya ke arah dada –salah satu tanda anak yang terserang
radang selaput otak.
2. Bila anak demam, lalu dia menjadi banyak menangis atau sering menggerak-gerakkan
kakinya dan urinnya lebih kental dari biasanya, bisa jadi dia menderita infeksi saluran
kemih. Periksakanlah segera urinnya ke laboratorium.
3. Bila di hari ketiga anak masih demam dan belum tahu apa penyebabnya, maka dia harus
diperiksa oleh dokter. Selain flu, penyebab demam biasanya adalah infeksi pada telinga
bagian tengah, paru-paru atau saluran kemihnya. Untuk anak-anak di daerah tropis,
penyebab demam lain yang harus diwaspadai adalah demam berdarah.

Setidaknya ada 10 gejala penyakit yang biasa atau umum dialami oleh balita.

1. Batuk-batuk

Penyebab yang paling umum dari kondisi ini kemungkinan selesma, atau dikenal juga sebagai
infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain itu ada juga penyebab lainnya seperti lendir dari
hidung yang mengalir ke tenggorokan, asma, bronkiolitis, batuk rejan atau pneumonia.

2. Diare

Balita yang mengalami diare umumnya memiliki kotoran yang encer dan berair. Diare ini bisa
disebabkan oleh gastroenteritis, alergi atau tidak bisa menoleransi suatu makanan. Pada bayi di
bawah usia 3 tahun (batita) terkadang diare disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum
sempurna.

3. Sulit bernapas

Gangguan ini umumnya terjadi pada bayi karena saluran udara yang dimilikinya masih kecil.
Namun ada juga beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bayi sulit bernapas, sepert asma,
bronkiolitis atau pneumonia.
4. Sakit telinga

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh adanya infeksi pada telinga bagian tengah dan luar. Pada
umumnya balita yang mengalami sakit telinga akan sering kali menarik-narik telinganya.

5. Menangis berlebihan

Penyebab medis yang bisa menyebabkan bayi menangis berlebihan adalah kondisi yang
mengakibatkan sakit perut, nyeri pada tulang atau adanya infeksi tulang. Secara umum bayi yang
sakit cenderung akan diam dan tidak rewel.

6. Demam

Pada umumnya demam merupakan pertanda terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau
virus. Usaha pertama yang dilakukan jika bayi demam tinggi adalah memberinya obat penurun
demam, karena demam yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kejang.

7. Kejang (konvulsi)
Balita yang kejang adalah suatu kondisi menakutkan bagi orangtua. Namun, jika kejang terjadi
akibat demam tinggi biasanya jarang berbahaya. Penyebab lain dari balita yang kejang adalah
epilepsi dan kejang hari kelima, yaitu kejang tanpa ada alasan yang khusus pada bayi yang baru
lahir dalam keadaan sehat.

8. Ruam
Ruam yang timbul pada balita disebabkan oleh banyak hal, sepert penyakit infeksi, alergi, eksim
dan juga infeksi kulit.

9. Sakit perut
Terdapat berbagai hal yang bisa memicu sakit perut pada balita, salah satu penyebab yang paling
umum adalah sembelit (konstipasi) atau susah buang air besar. Sakit perut yang dialami juga bisa
disebabkan oleh gastroenteritis dan juga rasa cemas berlebihan yang dialami si kecil. Jika sakit
perutnya tergolong parah, maka segera konsultasikan ke dokter.