You are on page 1of 28

EVOLUSI TERUMBU KARANG

Bentuk terumbu karang yg terlihat saat ini merupakan hasil dari peristiwa
berbagai faktor dari masa lalu
-peristiwa tektonik
-perubahan paras laut (MSL)
-suhu rata-rata perairan
-energi gelombang
-persitiwa-peristiwa biologi (bioerosi)

TEORI PENENGGELAMAN (DARWIN’S THEORY OF SUBSIDENCE): 1874

• Teori pembentukan atol Æ dpt dijelaskan dgn faktor “penenggelaman dasar


(pulau-pulau vulkanik) yg seimbang dgn pertumbuhan
karang ke arah vertikal”

• Fringing, Barrier dan Atol merupakan evolusioner tunggal yg sekuensial (terkait


satu sama lain)

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 1


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 2
3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 3
• Awal terbentuknya Barrier dan Atol dimulai ketika dasar sebuah pulau vulkanik
terkolonisasi oleh karang skleraktinia (dasar pulau tempat karang tumbuh
sesuai untuk perkembangan terumbu)

• Jika kondisi lingk yg baik berlanjut, maka pertumbuhan fringing reef akan ber-
kembang sepanjang pantai yg dangkal

• Ketika pertumbuhan terumbu sdh mencapai permukaan laut, maka perkembang-


an secara horizontal dimulai yg menuju ke arah laut

• Ketika dasar (pulau) mulai tenggelam secara perlahan maka pertumbuhan


vertikal tetap berlangsung untuk menjaga agar berada pada MSL. Terumbu
tetap berkembang baik ke arah atas maupun ke samping (lateral)
• Ketika penenggelaman dasar (pulau) tetap berlanjut maka akan terbentuk
celah (saluran) antara punggung terumbu pd arah laut dan garis pantai.
Celah tsb akhirnya semakin lebar dan dalam, kemudian menjadi laguna/Goba.
(Fringing reef Æ Barrier reef)

• Ketika daratan benar-benar tenggelam, laguna semakin luas dan berada di


tengah ( Barrier reef Æ Atoll)

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 4


HIPOTESIS GLASIAL-KONTROL
Perkembangan terumbu karang dikontrol oleh perubahan/fluktuasi muka
air laut

1. Teori Glasial-Kontrol DALY (1915)


• Teori baru tentang asal-usul Barrier
Reef dan Atol
• Kontradiktif dgn teori penenggelaman
DARWIN
• DALY memperkirakan bahwa
pengambilan air untuk membentuk
kantong-kantong es yg besar pd
periode akhir Glacial menyebabkan
penurunan muka air lebih kurang
120 m dr rata-rata muka laut sekarang

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 5


• Pondasi-pondasi terumbu yg muncul terpotong oleh aksi gelombang atau
mengalami erosi karena udara dan proses weathering

• Hasil erosi tsb Æ turbiditas/sedimentasi


yg tinggi shg mencegah tumbuhnya
karang pd bagian rataan terumbu
• Pd masa interglacial Æ suhu udara
mulai menghangat yg menyebabkan
permukaan laut meningkat secara
perlahan bersamaan dgn mencairnya
es.
Pada masa tsb karang mulai tumbuh
pd bagian punggung terumbu ke arah
laut
• Jika kenaikan paras laut diimbangi oleh
pertumbuhan karang Æ secara perlahan
lahan akan terbentuk Barrier reef dan
atol

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 6


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 7
2. TEORI PENENGGELAMAN YG DIKONTROL SECARA GLASIAL
(TEORY OF GLACIALY CONTROLLED SUBSIDENCE)

• Ketka masa preglasial perkembangan


terumbu terpelihara pd saat terjadi
penenggelaman.
• Morfologi terumbu yg ada saat ini
(Barrier & Atoll), dipengaruhi terutama
oleh fluktuasi muka laut.

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 8


3. TEORI KARSTIC SAUCER (PURDY, 1974)

• Ketika mula air laut turun, dasar


terumbu pantai (fringing reef) ter-
ekspose
• Rataan terumbu yg terkesposes
mengalami karstifikasi melalui erosi
batuan terutama pengaruh hujan
dan aliran air dari daratan dengan
keasaman yg rendah (pH<7)

• Kars yg terbentuk menjadi dasar


bagi pertumbuhan karang setelah
terjadi penghangatan yg bersamaan
dgn naiknya paras laut sehingga
dpt membentuk Barrier Reef atau
Atoll.

Pembentukan Barrier reef

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 9


Pembentukan Atoll

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 10


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 11
3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 12
EVOLUSI KARANG
STRATIGRAFI DAN DISTRIBUSI GEOGRAFI
* TRIASSIC
• Batuan tertua ditemukan pd periode sesuah pertengah Middle Triassic.
Deposit dr Famili Thamnasteriidae, Astrocoeniidae, Stylinidae, Procyclotidae
& Montlivaltiidae yg hidup pada Bank-Bank & Patch (Termasuk hermatipik) tdk
membentuk terumbu yg sebenarnya.
Deposit tersebut ditemukan di Jerman, sebelah selatan Alpin, Corsica & Sicilia.

• Akhir Triassic fauna memperlihatkan penyebaran yg luas dan mengalami pening-


katan keragaman.
- Pd periode tsb, pertama kali terlihat famili Stylophyllidae.
- Montlivaltiidae, Procyclotidae, Styllophyllidae & Thmanasteriidae membentuk
patch reef yg tersebar di bagian selatan dan tenggara Eropa, bagian tenggara
Asia & Malaysia
- Khusus Styllophyllidae penyebarannya mencapai bagian barat Amerika Utara
- Penyebaran maks pd akhir Triassic dr lintang 60o LU sampai 10oLS

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 13


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 14
*JURASSIC
• Fauna karang tdk berbeda jauh dgn periode akhir Triassic
• Awal Triassic, menurut BEAUVAIS (1984, 1986, 1989) semua genera karang
dari periode Triassic punah
• Pertengahan Jurassic terjadi perkembangan terumbu seperti yang terlihat
di Eropa & Mediterania
• Akhir JurassicÆ tercatat keragaman karang yg maksimum dgn 150 genera
di Laut Tethys (antara Eropa & Afrika) dan 51 genera di Panthalassia

*CRETACEOUS
• Awal Cretaceous karang-karang yg ada berasal dari periode Jurassic
• Hanya ada 5 genera yg baru
• 1350 spesies diidentifikasi tapi deskripsi spesies kurang bagus/tdk jelas

• Karang mendominasi pd akhir Cretaceous menggantikan Rudist Bivalvia

• Perkembangan terumbu ekstensif yg dibangun oleh karang

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 15


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 16
*TERTIARY

• Selama masa Paleocene & Eocene kondisi yg sesuai untuk perkembangan


terumbu tdk terlihat baik untuk hermatipik maupun ahermatipik di Laut
Tethys, Pantai Amerika Serikat, India Barat dan beberapa spot lainnya

• Mendekati masa Eocene, anggota-anggota tertua dr karang punah seperti


Placosmilliinae, Montlivaltiidae, Haplaraeidae, Cyclotidae, Actinacididae,
Calamophyllidae & Cyathophorinae

• Pd masa Mioecene, akhir dr hubungan antara Mediterania dan Laut Hindia.


Migrasi karang dr pusat Tethys ke India Timur. Pd masa ini terbentuk
2 kawasan terumbu sep yg dikenal saat ini, yaitu Karibia dan Indopasifik

• Masa akhir Tertiary, fauna karang Indopasifik lebih kaya dr Karibia, khususnya
perkembangan yg nyata dr famili Pocilloporiae, Poritidae & Acroporidae yg
tdk begitu penting pd awal Tertairy.
Sekarang ini jumlahnya 2/3 dr fauna karang yg ada

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 17


EVOLUSI KARANG

Sumber utama dalam mempelajari evolusi karang yaitu struktur septa pd


fosil-fosil karang yg ditemukan

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 18


TREN EVOLUSI

1. Peningkatan atau penurunan kepadatan septa


• Peningkatan kepadatan beberapa Procyclotiidae menjadi septa berbentuk
lembaran pd Faviidae & Caryophylliidae
• Perkembangan yg tdk beraturan pd sklerodermit yg kemudian menjadi septa
yg berpori sep pd Dendrophylliidae
• Penurunan kepadatan pd Procyclotidae yg lain menjadi septa yg dipenuhi
lubang-lubang sep pd Fungiidae

2. Penekanan dinding Epitheca


Perkembangan zona tepi dgn Septotheca,
Paratheca atau Synapticulotheca &
Struktur Coenesteal akan menekan dinding
epitheca, sep pada Faviidae,
Fungiidae & Caryophylliidae.

3. Perkembangan koloni

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 19


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 20
MEKANISME SPESIASI

*MEKANISME VIKARIANS

¾ Vikarians (Vicariance)
Proses yg terjadi, ketika suatu populasi dipisahkan oleh barrier
(pembatas) dan berkembang menjadi dua atau lebih spesies
¾ Vikarians Biogeografi
Sejarah biogeografi yg menganggap bahwa distribusi biogeografi
dr organisme, umumnya dihasilkan dr proses vikarians
¾ Spesies Vikarians
Secara ekologi mirip, tetapi spesies dipisahkan secara geografi
Atau secara ekologi berbeda yang menempati area yg sama
Atau spesies yg bertalian dekat yg menempati area yg berdekatan dan
dipisahkan oleh barrier

Jika satu atau lebih barrier yg memisahkan distribusi suatu spesies. Populasi yg
terpisah tsb dpt berbeda dalam waktu untuk membentuk dua atau lebih populasi
yg berbeda. Jika mampu menjaga isolasi reproduksi setelah barrier tsb dihilangkan
mereka dpt membentuk dua atau lebih populasi
3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 21
3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 22
*MEKANISME DISPERSAL DAN “FOUNDER”

Jika suatu spesies


menempati suatu lokasi yg
sebelumnya belum pernah
ditempati (migrasi) maka
akan terjadi “founder”.
Suatu barrier akan
memutuskan komunikasi
genetik antara dua bagian
pop tsb dan akhirnya
proses spesiasi bisa terjadi

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 23


9 Allopatrik/Dikopatrik
Pemisahan suatu populasi yg tersebar luas ke dalam dua atau lebih isolat oleh
barrier pemisah baik secara geologi atau secara ekologi yg selanjutnya
berdiferensiasi menjadi suatu takson baru.

9 Parapatrik

Spesiasi antara populasi parapatrik, diawali


oleh pemisahan spasial dan
diferensiasi spasial yg akhirnya mengarah pd
mekanisme evolusi

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 24


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 25
9 Simpatrik
Spesiasi antara populasi simpatrik, yaitu populasi yg
frekuensi pertemuan satu dgn lainnya berlangsung
moderat.
Populasi tsb dpt terpisah secara ekologi, atau musim
perkembangbiakannya berbeda atau memiliki
mekanisme isolasi genetik.

9 Peripatrik
Populasi yg sangat berbeda dlm ukuran yg menempati
tempat yg terpisah tapi berdekatan, hanya sebagian kecil
fraksi individu yg bertemu satu dgn lainnya yg selanjutnya
berdiferensiasi menjadi taksa baru.

9 Statsipatrik
Pembentukan spesies baru sbg hasil penataan ulang
kromosom-kromosom homozigot yg unggul beradaptasi
pd bagian-bagian tertentu dr kisaran geografi dr spesies
yg dihasilkan

3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 26


3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 27
3/23/2011 9:26 AM KORALOGI (CHAIR RANI) 28