You are on page 1of 4

Asuhan Keperawatan pada Katarak

a) Pengkajian
 Pemeriksaan Fisik
1. Identitas Klien
Nama : Tn. B
Umur : 65 tahun
Jenis Kelamin : laki – laki
Status perkawinan : sudah menikah
Agama : islam
Suku/ bangsa : sunda/ Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : karyawan swasta
Alamat : Jakarta
Nomor registrasi : 1314201056

2. Riwayat kesehatan
a) Keluhan utama
Penglihatan tampak berkabut

b) Riwayat kesehatan dahulu


Tn. B menggunakan kacamata sejak 12 tahun yang lalu

c) Riwayat kesehatan sekarang


Tn. B mengunjungi poli klinik mata dengan keluuhan mata penglihatan tampak
berkabut, potophobia, diplopia pada satu mata di sertai dengan ppengeluaran air mata yang
tterus menerus, pandangan lebih jelas pada malam hari, klien tidak bisa membaca dan hanya
melihat dengan sama – samar, klien terganggu dengan matanya dan tidak dapat beraktifitas
seperti biasanya.

d) Riwayat kesehatan keluarga


Tidak ada

3. Pemeriksaan fisik
Pada inspeksi mata akan tampak lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu,
ketajaman pengliihatan menurun setelah di lakukan pemeriksaan dengan menggunakan snellen
chart, di temuukannya refleks merah yang hilang dan terlihat gambaran opaque pada lenda
setelah dilakukan pemeriksaan oleh opthalmologis.

 Analisa Data
No Data Etiologi Masalah
1 Ds : Gangguan sensori Hambatan mobilitas
Pasien mengatakan : perseptual fisik
- Penglihatan tampak berkabut
- Fotophobia
- Diplopia pada satu mata disertai dengan
pengeluaran air mata yang terus-menerus
- Pandangan lebih jelas pada malam hari
- Klien tidak bisa membaca dan hanya
melihat samar-samar
- Klien terganggu dengan matanya
- Klien tidak dapat beraktivitas seperti
biasa

Do :
- Lensa mata tampak berubah menjadi
buram seperti kaca susu
- Setelah dilakukan pemeriksaan Tn B
mengalami ketajaman penglihatan
menurun
- Setelah dilakukan pemeriksaan oleh
opthalmologis ditemukan hilangnya
refleks merah
- terlihat gambaran opaque pada lensa
yang terjadi pada kedua mata

2 Ds : Pasien mengatakan : Usia perkembangan Resiko cedera


- Tn B usia 65 tahun (fisiologis)
- Penglihatan tampak berkabut
- Fotophobia
- Diplopia pada satu mata disertai dengan
pengeluaran air mata yang terus-menerus
- Pandangan lebih jelas pada malam hari
- Klien terganggu dengan matanya
- Klien tidak dapat beraktivitas seperti
biasa
- klien menggunakan kacamata sejak 12
tahun yang lalu

Do :
- Lensa mata tampak berubah menjadi
buram seperti kaca susu
- Setelah dilakukan pemeriksaan Tn B
mengalami ketajaman penglihatan
menurun
- Setelah dilakukan pemeriksaan oleh
opthalmologis ditemukan hilangnya
refleks merah dan terlihat gambaran
opaque pada lensa yang terjadi pada
kedua mata
3 Ds : Pasien mengatakan : Tidak familiar dengan Defisiensi
- klien menanyakan jenis makanan sumber informasi pengetahuan
terbaik untuk penyakitnya

Do :
- Pasien tidak mengetahui tentang
penyebab penyakitnya
- Pasien tampak bingung dengan penyakit
yang dideritanya

b) Diagnosa Keperawatan
1. Hambatan mobilitas fisik b/d gangguan sensori perseptual
2. Resiko cedera b/d usia perkembangan (fisiologis)
3. Defisiensi pengetahuan b/d tidak familiar dengan sumber informasi

c) Rencana Keperawatan (Intervensi Keperawatan)


Tujuan
Dx Intervensi
No Tujuan Tujuan Khusus Rasional
Keperawatan Keperawatan
Umum
1 Hambatan Setelah - Klien dapat - Kaji kemampuan - Untuk
mobilitas fisik dilakukan mengidentifikasi klien dalam mengetahui
b/d gangguan tindakan aktivitas atau mobilisasi hambatan fisik
sensori keperawatan situasi yang yang ada pada
perseptual selama 3 x 24 mengakibatkan klien
jam hambatan - Bantu klien untuk
diharapkan Tn mobilitas fisik menggunakan - Untuk
B tidak tongkat saat berjalan memudahkan klien
mengalami - Klien akan dan cegah terhadap dalam
hambatan memperlihatkan cedera menjalankan
mobilitas fisik penggunaan alat aktivitas sehari-
bantu secara benar harinya
dengan - Dampingi dan
pengawasan bantu klien saat - Untuk membantu
mobilisasi dan bantu dan mempermudah
- Klien dapat penuhi kebutuhan klien dalam
melakukan kegiatan sehari-hari melakukan
aktivitas seperti klien aktivitas
biasa

2 Resiko cedera Setelah - Menghindari - Identifikasi - Untuk


b/d usia dilakukan cidera fisik kebutuhan keamanan mengetahui
perkembangan tindakan klien, sesuai dengan kebutuhan
(fisiologis) keperawatan - Mempersiapkan kondisi fisik dan keamanan yang
selama 3 x 24 lingkungan yang fungsi kognitif klien dibutuhkan klien
jam aman
diharapkan Tn - Mengidentifikasi dan riwayat penyakit untuk menghindari
B tidak resiko yang terdahulu klien cedera pada klien
mengalami meningkatkan
resiko cedera cidera. - Memindahkan
barang-barang yang - Agar
dapat memberikan
membahayakan keamanan
lingkungan pada
klien ketika klien
melakukan
- Menganjurkan aktivitas
keluarga untuk
menemani klien - Untuk
mengantisipasi
klien agar
terhindar dari
cedera
3 Defisiensi Setelah - Klien - Berikan penilaian - Untuk
pengetahuan dilakukan mengetahui tentang tingkat mengetahui tingkat
b/d tidak tindakan makanan yang pengetahuan klien pengetahuan klien
familiar keperawatan baik untuk tentang proses mengenai penyakit
dengan sumber selama 3 x 24 penyakitnya penyakit yang yang dideritanya
informasi jam spesifik
diharapkan Tn - Klien - Agar klien
B memiliki mengetahui dan - Diskusikan mengetahui bahwa
peningkatan mengerti tentang perubahan gaya pola hidupnya
pengetahuan penyakitnya hidup yang mungkin yang lalu
terkait diperlukan untuk merupakan pola
penyakitnya - Klien tidak mencegah hidup kurang sehat
tampak bingung komplikasi di masa sehingga klien
terhadap yang akan datang ingin merubahnya
penyakitnya dan atau proses menjadi pola hidup
pengontrolan yang sehat
penyakit
- Untuk
memberikan
- Sediakan informasi pengetahuan pada
pada klien tentang pasien mengenai
kondisi, dengan cara penyakit yang
yang tepat sedang dideritanya
agar klien
memahami
penyakitnya