You are on page 1of 5

Asuhan Keperawatan Pada Klien Yang Mengalami

Mioma Uteri

Disusun Untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Keperawatan Maternitas


Dosen Pengampu: Dewi Candra .K, SST

Oleh Kelompok 8
Misyono 15037140880
Ulfatul Hasanah 15037140893
Yolis Desta Aldiladio 14037140898

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


UNIVERSITAS BONDOWOSO
2016/2017
WOC

Mioma Uteri

Mioma Intramural Mioma Submukosa Mioma Subserosum


Mioma Intramural

Tumbuh di dinding Berada di bawah endometrium Tumbuh keluar


uterus dan menonjol kedalam rongga dinding uterus
uterus

Tanda / gejala

Perdarahan Pembesaran uterus

Penurunan Gangguan Kehilangan Defisit Gangguan Penekanan


suplai darah Hematologi cairan aktif Pengetahuan Sirkulasi Saraf

Penurunan Hb Penurunan Kekurangan Ansietas Nekrotis


imun tubuh Volume
Cairan
Suplai O2 menurun Radang
Risiko Infeksi

Nyeri Akut
Lemah dan letih Penekanan

Intoleransi Perubahan
Kandung Kencing Ureter Uretra Rektum
Aktivitas
bentuk tubuh

Poli Uri Retensi Uri Hidronefrosis Obstipasi/ Gangguan


Tenesmus Citra Tubuh

Gangguan Eliminasi
Urine Konstipasi
Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian Keperawatan
1. Data biografi pasien meliputi nama, umur, jenis kelamin, agama, suku bangsa, pendidikan,
dan pekerjaan
2. Riwayat kesehatan saat ini, meliputi :
Keluhan utama masuk RS meliputi nyeri bisa terjadi saat menstruasi, setelah
berhubungan seksual, atau ketika terjadi penekanan pada panggul. Nyeri terjadi karena
terpuntirnya mioma yang bertangkai, pelebaran leher rahim akibat desakan mioma atau
degenerasi (kematian sel) dari mioma. pasien biasanya mengalami perdarahan akibat
penekanan pembuluh darah pada area uterus. Klien biasanya merasakan nyeri panggul
kronik.
Keluhan lain yang dirasakan pasien dapat berupa lemah, lelah dan lesu akibat perdarahan
yang dialami pasien.
3. Riwayat kesehatan masa lalu, meliputi : penyakit yang pernah dialami, sejak kapan klien
menderita penyakit, Apakah klien pernah mengalami tindakan operasi pengangkatan sel
tumor atau rahim, riwayat alergi, imunisasi, kebiasaan merokok,minum kopi, obat-obatan
dan alkohol
4. Riwayat kesehatan keluarga : Apakah ada keluarga pasien yang menderita penyakit mioma
uteri.
5. Pemeriksaan fisik umum dan keluhan yang dialami. Untuk pasien dengan kanker servik,
pemeriksaan fisik dan pengkajian keluhan lebih spesifik ke arah pengkajian obstretri dan
ginekologi, meliputi :
a. Riwayat kehamilan, meliputi : gangguan kehamilan, proses persalinan, lama
persalinan, tempat persalinan, masalah persalinan, masalah nifas serta laktasi, masalah
bayi dan keadaan anak saat ini
b. Pemeriksaan genetalia
c. Pemeriksaan payudara
d. Riwayat operasi ginekologi
e. Pemeriksaan pap smear
f. Usia menarche
g. Menopause
h. Masalah yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi
6. Kesehatan lingkungan/higiene
7. Aspek psikososial meliputi : pola pikir, persepsi diri, suasana hati, hubungan/komunikasi,
kebiasaan seksual, pertahanan koping, sistem nilai dan kepercayaan dan tingkat
perkembangan
8. Data laboratorium dan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang lain
 USG (Ultra Sonografi)
Pemeriksaan USG menghasilkan gambaran yang mendemonstrasikan irregularitas
kontur maupun perbesaran uterus
 Histeroskopi
Terlihat adanya mioma uteri submukosa, jika tumornya kecil serta bertangkai
 MRI
Mioma tampak sebagai massa gelap terbatas tegas dan dapat dibedakan dari
miometrium normal.
 Foto Bulk Nier Oversidth (BNO) dan Intra Vena Pielografi (IVP)
Pemeriksaaan ini penting untuk menilai massa di rongga pelvis serta menilai fungsi
ginjal dan perjalanan ureter.
 Laparoskopi
Untuk mengevaluasi massa pada pelvis
 Laboratorium:
Hitung darah lengkap dan apusan darah, untuk menilai kadar hemoglobin dan
hematokrit serta jumlah leukosit.
 Tes kehamilan
Untuk tes hormon Chorionic gonadotropin, karena bisa membantu dalam
mengevaluasi suatu pembesaran uterus, apakah oleh karena kehamilan atau oleh
karena adanya suatu mioma uteri yang dapat menyebabkan pembesaran uterus
menyerupai kehamilan.
9. Terapi medis yang diberikan
10. Efek samping dan respon pasien terhadap terapi
11. Persepsi klien terhadap penyakitnya
B. Diagnosa Keperawatan
1. Nyeri akut
2. Kekurangan Volume Cairan
3. Retensi urine
4. Konstipasi
5. Risiko infeksi
6. Intoleransi Aktivitas
7. Ansietas
8. Defisit Pengetahuan