You are on page 1of 43

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA NY.

D DENGAN
WAHAM, RESIKO PERILAKU KEKERASAN (RPK), DAN
RESIKO HALUSINASI
DI RUANG GIOK RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH
BANJARMASIN

Oleh :
Siti Irma Azizah
P07120214077

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
JURUSAN KEPERAWATAN
BANJARBARU
2017
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Siti Irma Azizah

NIM : P07120214077

Judul : Asuhan Keperawatan pada Ny. D dengan Waham,


Ansietas, Dan Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) di Ruang Giok
RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin

Pembimbing Akademik Pembimbing Lahan


Tanggal Pengkajian : 11 Juli 2017

PENGKAJIAN
I. IDENTITAS
A. Identitas klien
Nama : Ny. D
Umur : 56 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Suku/Bangsa : Banjar/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : SLTA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Status perkawinan : Cerai (Janda)
Informan : Ny. D
Alamat : Jl. Kampung Melayu Laut RT.003 No.30

II. RIWAYAT PENYAKIT


Klien sebelumnya sudah pernah masuk rumah sakit jiwa (RSJ) dan keluar
masuk rumah sakit jiwa (RSJ). Pertama kali klien masuk RSJ yaitu pada saat
klien dibangku sekolah kelas 3 SMP klien pernah mengamuk dan mencederai
diri sendiri sehingga klien dibawa ke RSJ. Pada 4 bulan yang lalu klien
dibawa ke RSJ Ansari Saleh dengan masalah melihat bayangan dan
mendengar suara-suara tetapi klien sekarang mengatakan klien tidak pernah
lagi mendengar dan melihat bayangan lagi. Klien juga mengamuk karena
dikatain orang gila oleh anak-anak di lingkungan rumahnya sehingga klien
mengamuk dan membuka seluruh bajunya dan kemudian dibawa ke RSJ, dan
sampai sekarang masih di rawat di RSJ Ansari Saleh di ruang Giok.
MK (Masalah Kejiwaan) : Gangguan Isi Pikir : Waham Curiga
Resiko Perilaku Kekerasan
Resiko Halusinasi
III. FAKTOR PRESIPITASI (FAKTOR PENCETUS)
Klien mengatakan sebelumnya mengamuk di wilayah rumahnya karena di
katain orang gila oleh anak-anak disekitar rumahnya sehingga klien
mengamuk dengan cara melepaskan bajunya. Kemudian klien di bawa
keluarganya ke rumah sakit jiwa (RSJ) Ansari Saleh Banjarmasin. Klien
mengatakan kalau marah klien memukul-mukul pahanya sampai kesakitan.
MK : Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) : Mencederai Diri Sendiri

IV. FAKTOR PREDISPOSISI (FAKTOR PENDUKUNG)


1. Klien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya dan sering keluar
masuk RSJ.
2. Klien pernah melakukan pengobatan sebelumnya tapi tidak berhasil dan
kembali lagi ke RSJ.
3. Trauma
Jenis Trauma Usia Pelaku Korban Saksi
Aniaya Fisik 17 tahun Paman Klien Nenek
Aniaya Seksual - - - -
Penolakan - - - -
Kekerasan Dalam keluarga - - - -
Tindakan Kriminal - - - -
Penjelasan :
Klien mengatakan dulu pernah di Aniaya Fisik oleh pamannya pada
usianya 17 tahun ketika ketahuan pacaran dipukul oleh pamannya dan
saksinya adalah neneknya.
4. Klien mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang mengalami
masalah gangguan jiwa seperti yang di alami klien.
5. Klien mengatakan memiliki pengalaman yang tidak menyenangkan dulu
pernah di pukul suami dan berakhir cerai.
MK : Koping Individu Tidak Efektif
V. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda-tanda vital
TD : 130/90 mmHg
N : 84 x/menit
R : 20 x/menit
T : 36,9 oC
2. Ukuran
BB : 90 Kg
TB : 160 cm
3. Keluhan fisik
Klien mengatakan kakinya sakit dari paha sampai ke ujung kaki. Klien
mengatakan mungkin karena keseringan memukul-mukul pahanya
MK : Resiko Perilaku Kekerasan : Mencederai Diri Sendiri

VI. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Ket :
: Laki-laki : Menikah

: Perempuan : Tinggal Serumah

: Meninggal : Anak Kandung

: Klien : Cerai/Pisah
Penjelasan : klien mengatakan sebelumya klien tinggal bersama suaminya setelah
cerai klien tinggal bersama anak, menantu, dan cucunya.
MK : Tidak Ada

2. Konsep Diri
a. Gambaran diri
Klien mengatakan tidak ada bagian tubuh yang tidak disukai.

b. Identitas diri
Klien dapat menyebutkan namanya yaitu Diah Ayunda Kasih, dan
nama orang yang ada di ruang giok .

c. Peran
Klien tidak menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga karena
klien sudah cerai dengan suaminya. Klien tinggal bersama anak,
menantu, dan cucunya. Klien berperan sebagai ibu, mertua, dan
nenek.

d. Ideal diri
Klien mengatakan sebelumnya memiliki cita-cita menjadi penyanyi
dan dokter sekarang bisanya hanya menyanyi tetapi untuk dokter tidak
lagi.

e. Harga diri
Klien mengatakan hubungan dengan teman-teman di ruang giok dan
keluarga baik.
MK : Gangguan Konsep Diri : Depersonalisasi

3. Hubungan sosial
a. Orang yang berarti: yaitu adalah ibu dan ayah klien.
b. Klien mengatakan sering mengikuti pengajian di dekat rumahnya.
c. Klien mengatakan tidak ada hambatan dalam berhubungan dengan
orang lain.
MK : Tidak Ada

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan
Klien beragama Islam. Klien melakukan sholat, klien mengatakan
terakhir sholat pada shubuh tadi.
b. Kegiatan ibadah
Klien mengatakan melakukan sholat lima waktu.
MK : tidak ada

VII. STATUS MENTAL (Jika iya tandai √, jika tidak tandai x)


1. Penampilan
Penampilan klien cukup baik, klien memakai pakaian yang sesuai, klien
berambut panjang, rambut nampak berwarna putih sebagian, kuku
pendek dan gigi tidak lengkap.
MK : Tidak Ada
2. Pembicaraan
Pada saat pengkajian, nampak klien dapat memulai
pembicaraan/kooperatif, ucapan klien cukup jelas, pembicaraan klien
berhubungan dengan topik pembicaraan.
MK : Tidak Ada
3. Aktivitas motorik
Pada saat pengkajian, klien terlihat dapat berkomunikasi. Klien mampu
melakukan kegiatan kegiatan yang diarahkan oleh mahasiswa
keperawatan.
MK : Tidak Ada
4. Alam perasaan
Klien mengatakan senang saat berinteraksi dengan mahasiswa
keperawatan, klien mengatakan plong saat mengeluarkan keluh
kesahnya.
MK : Tidak Ada
5. Afek
Afek baik dapat berinteraksi baik saat di wawancarai.
MK : Tidak Ada
6. Interaksi selama wawancara
Selama diwawancara oleh mahasiswa keperawatan, interaksi klien
kooperatif dan menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang
secukupnya. Kadang-kadang jawaban tidak berhubungan. Kontak mata
dengan klien ada. Klien dapat menatap lawan bicara. Saat klien
berbicara, suaranya cukup jelas dan volume suaranya cukup nyaring.
MK : Tidak Ada
7. Persepsi – sensorik
Selama wawancara klien mengatakan tidak pernah mendengar bisikan-
bisikan dan melihat apapun lagi. Klien mengatakan dulu pernah melihat
sesuatu namun klien tidak ingat lagi apa yang pernah klien lihat.
MK : Gangguan Persepsi Sensori : Resiko Halusinasi
8. Proses pikir
Selama wawancara, klien dapat menjawab pertanyaan yang di ajukan
oleh mahasiswa keperawatan dan jawabannya berhubungan dengan
pertanyaan dan kadang tidak berhubungan. Topik pembicaran berubah-
ubah.
MK : Perbahan Proses Pikir : Flight Of Ideas
9. Isi pikir
Klien mengatakan tidak mengalami gangguan isi pikir seperti ketakutan
terhadap sesuatu dan obsesi. Klien mengatakan curiga bila melihat orang
berkumpul dan sedang berbicara klien merasa klien yang sedang
dibicarakan oleh orang-orang itu. Klien juga mengatakan kalau klien
merasa tidak bahagia berada di RSJ karena klien merasa kalau hanya
dirinya sendiri adalah binatang. Saat pengkajian, saat ditanya nama
klien, klien menjawab dengan sebutan namanya yaitu Diah Ayunda
Kasih
MK : Gangguan Isi Pikir : Waham Curiga
10. Tingkat kesadaran
Klien mengatakan sekarang masih pagi hari, dan klien mengatakan
sekarang ada di rumah sakit jiwa. Kesadaran : Compos mentis, GCS :
E4V5M6
MK : Tidak ada
11. Memori
Klien tidak mengalami gangguan daya ingat jangka pendek, karena klien
mampu mengingat makanan apa yang dimakan saat sarapan tadi pagi.
Dan klien tidak mengalami gangguan daya ingat jangka panjang karena
klien mampu mengingat kapan tanggal lahir klien.
MK : Tidak Ada
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien mampu berkonsentrasi dengan pertanyaan. Klien bisa berhitung.
MK : Tidak Ada
13. Kemampuan penilaian
Klien mampu membedakan antara baik dan buruk, seperti kalau linen
kotor apakah klien membiarkan saja atau menaruh ketempat linen kotor,
klien menjawab menaruh ke tempat linen kotor.
MK : Tidak Ada
14. Daya tilik diri
Klien mengatakan mengetahui tentang apa yang terjadi pada dirinya saat
ini, klien mengatakan menyadari bahwa dirinya bermasalah, klien tidak
mengingkari penyakit yang dideritanya.
MK : Tidak Ada
VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
1. Makan
Klien mampu makan sendiri, klien mengatakan makan 3 kali
sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari.
2. BAB/BAK
Klien mampu BAB dan BAK sendiri, klien mampu berjalan ke
toilet dengan mandiri dan membersihkan diri setelah BAB/BAK
secara mandiri tanpa harus diberi motivasi oleh perawat.
3. Mandi
Klien mandi secara mandiri, klien mandi 2 kali sehari
menggunakan sabun, shampoo, sikat gigi menggunakan pasta gigi
sehingga tubuh klien tidak tercium bau yang tidak sedap, mulut
klien bersih tidak berbau, kuku klien tampak bersih dan pendek.
4. Berhias
Klien mampu berhias secara mandiri tanpa diberi motivasi oleh
perawat dibuktikan dengan klien dapat berpakaian dengan rapi,
baju bersih, rambut rapi dan bersih.
5. Istirahat dan Tidur
Klien mengatakan biasa tidur siang kurang lebih 2 jam, pada
malam hari kurang lebih 7 jam sehari, biasanya sebelum tidur klien
tidak melakukan aktivitas apa-apa, hanya berbaring saja di tempat
tidur dan sambil membaca amalan dan doa, setelah bangun tidur
klien merapikan tempat tidurnya kemudian klien mandi.
6. Penggunaan Obat
Dalam penggunaan obat klien memerlukan bantuan minimal dalam
mengkonsumsinya, perawat menyiapkan obat yang akan di minum
oleh klien, sampai klien meminum obatnya.
7. Pemulihan Kesehatan
Klien mampu memelihara kesehatannya terbukti pada saat klien
masih melakukan rawat jalan di rumah klien minum obat.
8. Aktivitas di dalam rumah
Klien mengatakan tidak melakukan kegiatan apapun dirumah, klien
tidak bekerja, sehari-hari hanya berdiam di rumah terkadang hanya
menonton tv.
9. Aktivitas di luar rumah
Klien sehari-hari dibiayai oleh anaknya, klien mengikuti pengajian
di dekat rumahnya.

IX. MEKANISME KOPING (Jika iya tandai √, jika tidak tandai x)

ADAFTIF MALADAFTIF

√ Bicara dengan orang lain - Minum alcohol

- Mempu menyelesaikan masalah - Reaksi lambat/berlebihan

- Tehnik relaksasi - Bekerja berlebihan

- Aktivitas kostruktif √ Menghindar

√ Olahraga √ Mencederai diri

√ Memendam masalahnya
Penjelasan:
Klien mengatakan kalau marah klien memukul-mukul pahanya sendiri
sampai sakit. Klien sering mengajak teman sekamarnya bicara. Dan klien
memendam marahnya saja.

MK : Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) : Mencederai Diri Sendiri

X. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


1. Tidak ada masalah dengan dukungan kelompok, sebab klien ada
dikunjungi keluarganya tiap 3 minggu sekali.
2. Masalah dengan pendidikan, spesifiknya klien belum lulus perguruan
tinggi.
3. Masalah berhubungan dengan pekerjaan, spesifiknya klien tidak bekerja
4. Ada masalah dengan ekonomi, spesifiknya klien dibiayai oleh anaknya
sedangkan klien dengan suaminya sudah cerai.
5. Tidak ada masalah dengan pelayanan kesehatan, spesifiknya klien
mempunyai jaminan kesehatan oleh kartu miskin.
6. Tidak ada masalah dengan perumahan, spesifiknya klien mempunyai
tempat tinggal dengan anak klien.
7. Tidak ada masalah dengan dukungan lingkungan, spesifiknya klien
cukup berinteraksi dengan orang lain.
MK : Tidak ada

XI. PENGETAHUAN KURANG TANTANG


Saat di wawancarai, apakah klien tahu bahwa klien sedang sakit jiwa ?
Klien mengatakan tau kalau sekarang sakit jiwa dan sudah diberi tahukan
oleh perawat disini klien sakit gangguan jiwa yaitu resiko perilaku
kekerasan dan curigaan terhadap orang.

XII. ASPEK MEDIS


Terapi medis
1. CPZ (Chlorpromazine) 100 mg 1-1-1
2. HLP (Haloperidol) 5 mg 1-1-1
3. THP (Trihexyphenidyl) 2 mg 1-1-1
4. Stelosi 5 mg 1-0-1
5. Alprazolam 1 mg 0-0-1
6. Meloxicam tab. 15 mg 1x1
7. Amlodipin tab. 10 mg 1x1
8. Neomycin Bacitracin Salep s.v.e
9. Caterizine tab. 1x1

Nama Indikasi Kontra Indikasi Efek Samping


Mengendalikan mania, Hipersensitifitas terhadap Kardiovaskuler : hipotensi
terapi shcizofrenia, klorpromazine atau komponen postural, takikardia, pusing,
Chlorpromazine
mengendalikan mual dan lain formulasi, reaksi perubahan interval QT tidak
(PO)
muntah, menghilangkan hipersensitif silang antar spesifik.
kegelisahan dan ketakutan fenotiazin mungkin terjadi, SSP : mengantuk, dystonia,
sebelum operasi, porforia depresi SSP berat dan koma. akathisia, dyskinesia tardif,
intermiten akut, terapi kejang.
tambahan pada tetanus, Kulit : dermatitis
cegukan tidak terkontrol, Metabolik dan endokrin :
perilaku anak 1-12 tahun laktasi, amenore, ginekomastia
yang ekplosif dan mudah Saluran cerna : mual,
tersinggung dan terapi konstipasi xerostomia.
jangka pendek untuk anak Mata : penglihatan kabur,
hiperaktif perubahan kornea dan
lentikuler, keratopati epitel,
retinopati pigmen.
Psikosis akut dan kronis, Parkinsonisme, depresi Pemberian dosis tinggi
halusinasi pada skizofrenia, endogen tanpa agitasi, terutama pada usia muda dapat
kelainan sikap dan tingkah keadaan koma, penderita yang terjadi reaksi ekstrapiremidal
laku pada anak, hipersensitif terhadap seperti hypertonia otot atau
Haloperidol
penggunaan pada anak- haloperidol gemetaran, kadang-kadang
(PO)
anak hanya bila obat-obat terjadi gangguan pencernaan
psikoterapi non neuroeptik dan perubahan hematologic
lainnya tidak memberi ringan. Akatisia dan dystonia.
efek.
Mengatasi gangguan gerak Bagi wanita hamil, menyusui Konstipasi, pusing, sulit buang
yang tidak normal dan atau yang mecoba memiliki air kecil, mulut kering,
tidak terkendali akibat anak disarankan untuk tidak pandangan buram, mual, sakit
penyakit Parkinson atau mengkonsumsi obat ini. kepala, TIO meningkat,
efek samping obat, Harap berhati-hati bagi dilatasi pupil, takikardi
Trihexyphenidyl
gangguan ekstrapirimidal penderita gangguan hati,
(PO)
yang disebabkan obat SSP. gangguan ginjal, psikosis,
tekanan darah tinggi,
glaucoma, prostat, konstipasi,
gangguan jantung, atau
pembuluh darah.
Stelosi Dosis rendah : Keadaan koma atau sangat Lesu, gelisah, mengantuk,
(PO) mengendalikan keadaan depresi. Diskrasia darah, pusing, sukar tidur, mulut
gelisah, pikiran tegang dan depresi sumsum tulang, kering, pengelihatan buram,
agitasi berlebihan. penyakit hati otot lemas, hipotensi, gejala
Pengobatan mual dan ekstrapiramidal (pada
muntah karena berbagai penggunaan dosis tinggi atau
sebab. Dosis tinggi : penderita berusia >40th)
katatonik akut dan kronik,
skizofrenia hebefrenik dan
paranoid, psikosis karena
kerusakan otak organik dan
keracunan, mengendalikan
manifestasi penyakit manik
depresi

Pengobatan jangka pendek, Pasien yang hipersensitif Mengantuk, kelemahan otot,


ansietas sedang atau berat terhadap golongan ataksia, amnesia, depresi, light-
dan ansietas yang benzodiazepine. Glaukoma headedness, bingung,
berhubungan dengan sudut sempit akut. Miastenia halusinasi, pandangan kabur.
depresi. gravis, insufisiensi pulmonary Jarang terjadi : sakit kepala,
Alprazolam
akut, kondisi fobia dan obsesi insomnia, reaksi paradoksikal,
(PO)
psikosis kronik. Anak dan tremor, hipotensi, gangguan
bayi premature. gastrointestinal, ruam,
perubahan libido, menstruasi
tidak teratur, retensi urin,
diskrasia darah dan ikterus.
Meredakan kaku dan nyeri Memiliki hipersensitif atau Gangguan pada saluran
sendi, mengatasi alergi terhadap Meloxicam pencernaan, seperti sakit perut,
pembengkakan pada sendi dan obat anti inflamasi kembung, mual dan muntah,
Meloxicam (PO) atau otot, mengatasi nyeri nonsteroid lainnya. Tidak diare, dyspepsia, dan
dan peradangan pada disarankan bagi wanita hamil konstipasi. Edema dan
Osteoarthritis (OA) akut, dan menyusui, anak-anak pembengkakan. Terasa pusing
mengatasi nyeri dan dibawah umur 15 tahun. atau sakit kepala, anemia, nyeri
peradangan pada Ulserasi peptikum aktif atau sendi, nyeri pada punggung
Rheumatoid Arthritis (RA), berulang. Orang dengan dan pinggang, insomnia (susah
nyeri menstruasi dan gangguan fungsi ginjal, hati, tidur), infeksi saluran
menurunkan demam. dan gagal jantung. Memiliki pernapasan, seperti batuk,
riwayat tukak lambung atau hidung tersumbat, atau
ulkus peptikum. Perdarahan ingusan, gatal – gatal aataau
pada saluran pencernaan. ruam pada kulit, sering buang
Perdarahan pembuluh darah air kecil, ISK.
di otak atau gangguan
perdarahan lainnya. Memiliki
riwayat/gejala asma atau
polip, anemia, hipertensi
(darah tinggi), stroke, lupus.
Pengobatan hipertensi Penderita yang memiliki Efek samping yang sering
dapat digunakan sebagai riwayat hipersensitif atau dapat berupa sakit kepala,
terapi tunggal atau riwayat alergi terhadap pusing, mengantuk, kelelahan,
kombinasi dengan obat amlodipine atau calcium mual, nyeri perut, kulit merah,
antihipertensi lain seperti channel blockers lain. berdebar. Efek samping yang
diuretic tiazid, beta Penderita yang mengalami jarang dapat berupa kelainan
blocker, atau ACE syok kardiogenik, stenosis darah, depresi, insomnia,
Amlodipin (PO)
inhibitor. Pengobatan aorta, atau angina pectoris takikardia, dan impotensi. Efek
iskemia miokardia yang tidak stabil. Penderita samping yang sangat jarang
termasuk pengobatan yang tekanan darah rendah yaitu penyakit kuning yang
angina pectoris dan atau yaitu kurang dari 90/60 dapat berakibat fatal.
vasokonstriksi pembuluh mmHg. Penderita yang
darah coroner. Pengobatan sedang hamil dan menyusui.
penyakit arteri coroner.

Mengobati alergi dingin Harus digunakan hati-hati Kantuk, sakit kepala, pusing,
seperti hayfever, alergi pada orang yang memiliki kelelahan, kegelisahan, sakit
Caterizine (PO)
sepanjang tahun seperti masalah atau penyakit ginjal, tenggorokan, sakit perut, diare,
bersin-bersin karena bulu bayi, ibu hamil, lansia, orang mual, dan mulut kering. Gejala
hewan, alergi debu, dan dengan epilepsy. Obat ini berat seperti : reaksi alergi
alergi kulit bentol, gatal, tidak boleh digunakan pada parah (misalnya kesulitan
kemerahan (dikenal orang yang alergi terhadap bernapas, pembengkakan
sebagai urtikaria atau cetizine atau salah satu wajah, leher, lidah atau
biduran) baik pada orang komponen obat, ibu tenggorokan), kejang-kejang,
dewasa maupun anak-anak. menyusui, orang yang memar dibawah kulit atau
Mengatasi gatal untuk memiliki penyakit ginjal berat terjadinya perdarahan lebih
setiap kondisi kulit yang mudah dari biasanya.
disebabkan oleh reaksi
alergi termasuk penyakit
kulit eksim. Adapun
penyakit gatal yang
disebabkan oleh parasit,
bakteri, atau jamur, maka
perlu dikombinasikan
dengan obat yang bisa
membunuh
mikroorganisme tersebut.
Obat ini bermanfaat untuk
mengurangi dan mencegah
gejala-gejala dan
ketidaknyamanan yang
berhubungan dengan alergi
yang dijelaskan di atas,
seperti bersin-bersin
(rhinitis alergi), hidung
berair atau tersumbat, mata
gatal, ruam kulit dan kulit
gatal.

Untuk pengobatan berbagai Jangan digunakan pada Pada penggunaan jangka


Neomycin
macam infeksi kulit dan penderita yang mengalami panjang, bisa menyebabkan
Bacitracin Salep
mukosa yang disebabkan reaksi hipersensitivitas rasa gatal, iritasi, dan infeksi
oleh bakteri gram negative terhadap neomycin atau sekunder. Pada beberapa orang
maupun gram positif antibiotika golongan yang peka, kadang
seperti pyoderma, aminoglikosida lainnya. menimbulkan reaksi
impetigo, folikulitis Jangan digunakan untuk hipersensitif.
barbae, furunkulosis, penderita yang hipersensitif
jerawat necrotica, ulkus terhadap bacitracin.
decubitus, dan eksism yang Hindarkan juga pemakaian
terinfeksi. Untuk mencegah antibiotic ini untuk bayi
terjadinya infeksi local premature ataupun bayi baru
pada kulit misalnya pada lahir. Hindarkan pada
luka bakar dan luka karena penderita genderang telinga
operasi. berlubang.

XIII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) : Mencederai Diri Sendiri
2. Gangguan Isi Pikir : Waham Curiga
3. Gangguan Persepsi Sensori : Resiko Halusinasi
4. Koping Individu Tidak Efektif
5. Gangguan Konsep Diri : Depersonalisasi

XIV. POHON MASALAH

Effect Risiko tinggi perilaku kekerasan

Core Problem Perubahan sensori waham

Causa Isolasi sosial : Menarik diri Perubahan sensori halusinasi


Harga diri rendah kronis

XV. ANALISA DATA

NO. DATA MASALAH


DS : klien mengatakan kalau marah klien memukul-mukul pahanya
sampai sakit.
DO : - Nampak klien berjalan terpincang-pincang dan susah untuk
berjalan. Resiko Perilaku
1 - TTV : Kekerasan (RPK) :
TD: 130/90 mmHg Mencederai Diri Sendiri
N: 84 x/menit
RR: 20 x/menit
T: 36,9oC
DS : klien mengatakan sering curiga kesetiap orang, kadang kalau
orang sedang berkumpul dan berbicara klien sering merasa kalau
klien yang dibicarakan. Klien juga mengatakan kalau dirinya adalah Gangguan Isi Pikir :
2 binatang Waham Curiga
DO : - klien tampak gelisah
- Klien sering membicarakan kalau dirinya binatang

DS : Klien mengatakan dulu pernah melihat bayangan-bayangan Gangguan Persepsi

3 tetapi lupa bayangan seperti apa yang terlihat. Sensori : Resiko


DO : - Halusinasi Penglihatan
XVI. INTERVENSI
No Diagnosa Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi
1 Resiko Perilaku TUM: Setelah 1x interaksi klien menunjukkan Bina hubungan saling percaya dengan klien:
Kekerasan : tanda-tanda percaya kepada perawat:
Klien dapat mengontrol  Beri salam (sapa klien dengan ramah baik
Mencederai Diri
perilaku kekerasan  Ekspresi wajah bersahabat verbal maupun non verbal).
Sendiri
 Mau menerima kehadiran  Perkenalkan diri, tanyakan nama serta
perawat (menunjukkan rasa nama panggilan yang disukai.
senang, ada kontak mata, mau  Jelaskan tujuan interaksi
TUK 1: berjabat tangan, mau  Buat kontrak yang jelas
menyebutkan nama, mau  Yakinkan klien dalam keadaan aman dan
Klien dapat membina
menjawab salam dan mau perawat siap menolong dan
hubungan saling percaya
duduk berdampingan dengan mendampinginya
perawat  Tunjukkan sikap terbuka dan jujur
 Bersedia mengungkapkan  Perhatikan kebutuhan dasar dan beri
masalah yang dihadapi. bantuan untuk memenuhinya
 Tanyakan masalah yang dihadapi klien
 Dengarkan dengan penuh perhatian
ekspresi perasaan klien.
TUK 2: Setelah 1x pertemuan klien dapat: Bantu klien mengungkapkan perasaan marahnya
dan Diskusikan dengan klien perilaku kekerasan
Klien dapat  Menceritakan penyebab
yang dilakukannya selama ini
mengidentifikasi penyebab perasaan jengkel atau kesal baik
perilaku kekerasan yang dari diri sendiri maupun  Motivasi klien untuk menceritakan
akan dilakukannya dan lingkungan. penyebab rasa kesal atau jengkelnya.
mengidentifikasi tanda-  Mengidentifikasi tanda-tanda  Dengarkan tanpa menyela atau memberi
tanda dan akibat dari dan akibat PK penilaian setiap ungkapan perasaan klien.
perilaku kekerasan.  Motivasi klien menceritakan jenis-jenis
tindak kekerasan yang selama ini pernah
dilakukannya.
 Motivasi klien menceritakan perasaan klien
setelah tindak kekerasan tersebut terjadi.
 Diskusikan apakah dengan tindak kekerasan
yang dilakukannya masalah yang dialami
bisa teratasi.
 Klien menceritakan tanda-tanda dan akibatt
saat terjadi perilaku kekerasan
TUK 3: Setelah 2x pertemuan klien dapat Bantu klien dalam mengontrol perilaku kekerasan
memeragakan cara mengontrol perilaku
klien dapat  Diskusikan cara yang mungkin dipilih dan
kekerasan
mengidentifikasi cara anjurkan klien dan memilih cara yang
mengontrol perilaku  Fisik : nafas dalam, pukul mungkin untuk mengungkapkan
kekerasan. bantal atau kasur. kemarahan.
 Menjelaskan cara mengontrol  Latih klien memperagakan cara yang
marah dengan minum obat dipilih :
 Verbal : mengungkapkan  Peragakan cara melakukan cara yang
perasaan kesal atau jengkel dipilih
pada orang lain tanpa  Jelaskan manfaat cara tersebut
menyakiti.  Anjurkan klien menirukan peragaan yang
 Spiritual : dzikir, berdo’a, sudah dilakukan
meditasi sesuai agamanya.  Beri penguatan pada klien, perbaiki cara
yang masih belum sempurna
 Anjurkan klien menggunakan cara yang
sudah dilatih saat marah atau jengkel.
2 Gangguan isi Pasien mampu : Setelah 1 kali pertemuan, pasien dapat SP 1
pikir : waham - Berorientasi kepada memenuhi kebutuhanya - Identifikasi kebutuhan klien
realitas secara bertahap. - Bicara konteks realita ( tidak mendukung
- Mampu berinteraksi atau membantah waham pasien)
dengan orang lain dan - Latih pasien untuk memenuhi kebutuhan dasar
lingkungan - Masukan dalam jadwal kegiatan pasien
- Menggunakan obat
dengan prinsip 6 benar
Setelah 1 kali pertemuan, pasien SP 2
mampu : - Evaluasi kegiatan yang dilakukan
- Menyebutkan kegiatan yang sudah - Identifikasi potensi / kemampuan yang dimiliki
dilakukan - Pilih dan latih potensi / kemampuan yang
- Mampu menyebutkan serta memilih dimiliki
kemampuan yang dimiliki - Masukan dalam jadual kegiatan pasien

Setelah 1 kali pertemuan, pasien SP 3


mampu : - Evaluasi kegiatan yang yang lalu
- Menyebutkan manfaat dari program - Tanyakan program pengobatan
pengobatan - Jelaskan pentingnya pengguanaan obat
- Jelaskan bila tidak digunakan sesuai program
- Jelaskan penggunaan obat 5 benar
3 Gangguan TUM: Klien menunjukkan tanda-tanda 1. Bina hubungan saling percaya dengan:
Persepsi percaya kepada perawat:  Beri salam setiap berinteraksi
Klien dapat mengontrol
Sensori: Resiko  Wajah cerah, tersenyum  Perkenalkan nama, nama panggilan perawat,
halusinasinya.
Halusinasi  Mau berkenalan dan tujuan perawat berkenalan
 Ada kontak mata  Tanyakan nama dan panggil nama kesukaan
 Bersedia menceritakan klien
perasaaannya  Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji
 Bersedia mengungkapkan setiap kali berinteraksi
masalahnya  Tanyakan perasaan dan masalah yang
dihadapi klien
 Buat kontrak interaksi yang jelas
 Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi
perasaan klien
TUK: - Klien mau duduk berdampingan 1. Mengkaji masalah halusinasi pada klien.
dengan perawat. 2. Menanyakan strategi pelaksanaan apa saja yang
1. Klien dapat membina
- Mau mengutarakan masalah dilakukan untuk mengatasi halusinasi.
hubungan saling
yang dihadapinya. 3. Meminta klien mempraktikkan SP halusinasi:
percaya dengan
- Ada kontak mata, mau berjabat a. Menghardik
perawat.
tangan. b. Bercakap-cakap
2. Klien dapat mengontrol
- Mau menyebutkan nama. c. Beraktivitas
halusinasinya.
- Mau menjawab salam. d. Penggunaan obat
3. Klien mendapat
- Klien menyadari bahwa ia 4. Mengajarkan kembali SP 1-4 halusinasi jika
dukungan keluarga
berhalusinasi dan halusinasinya klien belum maksimal mempraktikkan.
dalam mengontrol
palsu.
halusinasinya.
- Klien mau mengikuti apa yang
4. Klien dapat
diajarkan perawat.
memanfaatkan obat
- Menunjukkan eskpresi wajah
untuk mengatasi
bersahabat.
halusinasinya
- Menunjukkan rasa senang.
- Klien mau mengikuti apa yang
diajarkan kepadanya.
- Klien mau mengkonsumsi obat
secara rutin.
XVII. IMPLEMENTASI
Diagnosa Gangguan Isi Pikir : Waham
NO Hari / tanggal Jam Implementasi Evaluasi
1. Selasa, Fase Orientasi BHSP S:
11 Juli 2017 10.00 1. membina hubungan saling percaya dengan Ny. D dengan - pasien membalas salam “waalaikum salam”
menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : - pasien mampu menyebutkan namanya
- menyapa pasien dengan ramah baik verbal ataupun “Diah Ayunda Kasih”
nonverbal. - pasien menjawab pertanyaan mahasiwa
- memperkenalkan diri dengan sopan. “malam tadi tidurnya nyenyak dan sudah
- menanyakan nama panggilan pasien dan nama yang makan “
disukai. - pasien menyepakati kontrak yang sudah
- jelaskan tujuan pertemuan disepakati “iya bersedia”
- jujur dan menepati janji O:
- menunjukan sikap empati dan menerima pasien - pasien tersenyum saat berkenalan dengan
apadanya dan member perhatian kepada pasien mahasiwa
- membuat kontrak selanjutnya - pasien mau berjabat tangan
A:
- bina hubungan saling percaya terjalin
P:
- Ajarkan SP 1 waham
2 Rabu SP 1 S:
12 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum salam”
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien - Pasien menyebutkan kembali nama perawat
09.10 3. menayakan perasaan klien “Irma” karena pasien lebih ingat nama
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati Irma.
09.20 5. mengorientasikan pasien ke yang sebenarnya - pasien menjawab pertanyaan mahasiwa
09.30 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar ibu “malam tadi tidurnya nyenyak dan sudah
09.35 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke makan “
dalam jadwal harian. - pasien mengatakan pasien tidak bahagia dan
09.40 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya sedih berada di RSJ ini
09.45 9. Salam terapeutik - saat ditanya apakah pasien ingat dengan
kontrak yang dibuat “klien menjawab ingat”
- saat ditanya apakah ada kebutuhan yang
belum terpenuhi klien menjawab “tidak ada
kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi”
- pasien menyepakati kontrak waktu yang
dipenuhi “iya mau “
O:
- saat ditanya apakah pasien tidurnya nyenyak
pasien menganggukan kepala
- pasien mampu melakukan kebutuhan dasar
- pasien setuju saat menyepakati kontrak
dengan mahasiswa
- pasien tampak gelisah
A:
- masalah teratasi sebagian
P:
- lanjutkan dan evaluasi SP 1 waham
3. Kamis, SP 1 S:
13 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien salam”
09.10 3. menayakan perasaan klien - Pasien mengatakan sedih karena dikata katai
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati binatang seperti macan dan monyet.
09.20 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - pasien mengatakan “sudah melakukan
09.25 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar ibu kegiatan yang telah dijadwalkan”
09.30 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
dalam jadwal harian. saya mau”
09.35 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya O:
09.40 9. Salam terapeutik - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
perawat
- Pasien memiliki kemampuan merapikan
tempat tidur dan memiliki hobi menyanyi.
- Pasien tampak tersenyum saat diberi pujian
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan dan evaluasi SP 1 waham
4 Jum’at, SP 1 S:
14 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan pasien salam”
09.10 3. menayakan perasaan pasien - pasien mengatakan “sudah mandi dan makan
09.20 4. validasi kontrak yang telah disepakati serta sudah merapikan tempat tidur”
09.25 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - pasien mengatakan apakah dirinya ini hewan
09.35 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien macan.
- Pasien mengatakan dirinya sudah melakukan
09.40 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke kegiatan yang terjadwal.
dalam jadwal harian - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
09.45 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya saya mau”
09.50 9. Salam terapeutik O:
- Pasien tampak tersenyum saat di sapa
perawat
- Pasien tampak sedih
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan dan evaluasi SP 1 Waham.
5 Sabtu, SP 1 S:
15 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien salam”
09.10 3. menayakan perasaan klien - pasien mengatakan “sudah mandi dan
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati makan serta sudah merapikan tempat tidur”
09.20 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - pasien mengatakan sudah melakukan
09.25 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien kegiatan yang telah dijadwalkan
09.30 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke - pasien mengatakan apakah dirinya ini hewan
dalam jadwal harian. macan atau monyet
09.35 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
09.40 9. Salam terapeutik saya mau”
O:
- Pasien tampak tersenyum saat di sapa oleh
perawat
- Pasien tampak sedih dan gelisah
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan dan evaluasi SP 1 Waham.
6 Senin, SP 1 S:
17 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien salam”
09.10 3. menayakan perasaan klien - Pasien mengatakan “sudah mandi dan
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati makan serta sudah merapikan tempat tidur”
09.20 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - Pasien mengatakan sudah melakukan
09.25 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien kegiatan yang telah dijadwalkan
09.30 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
dalam jadwal harian. saya mau”
9.35 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya O:
09.40 9. Salam terapeutik - Pasien tampak tersenyum saat di sapa oleh
perawat
- Pasien tampak sedih dan gelisah
- Pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan dan evaluasi SP 1 Waham.
7 Selasa, SP 1 S:
18 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien salam”
09.10 3. menayakan perasaan klien - pasien mengatakan “sudah mandi dan makan
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati serta sudah merapikan tempat tidur”
09.20 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - pasien mengatakan apakah dirinya ini hewan
09.25 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien - pasien mengatakan berserah diri saja kepada
09.30 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke allah dengan semua yang ada
dalam jadwal harian. - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
09.35 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya saya mau”
09.40 9. Salam terapeutik O:
- Pasien tampak tersenyum saat di sapa oleh
perawat.
- Pasien tampak sedih ketika menceritakan
masalahnya.
- Pasien sudah melakukan kegiatan yang telah
dijadwalkan.
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa.
A:
- Masalah teratasi sebagian

P :
- Lanjutkan dan evaluasi SP 1 Waham.
8 Rabu, SP 1 S:
19 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien salam”
09.10 3. menayakan perasaan klien - klien mengatakan “sudah mandi dan makan
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati serta sudah merapikan tempat tidur”
09.20 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - klien menjawab tentang obat “minum obat
09.25 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
09.30 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke ada 7 macam, kalau siang ada 3 macam
dalam jadwal harian kalau malam ada 5 macam.”
09.35 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
09.40 9. Salam terapeutik saya mau”
O:
- Pasien tampak tersenyum saat di sapa oleh
perawat
- Klien memiliki kemampuan merapikan
tempat tidur dan memiliki hobi menyanyi.
- Klien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
Lanjutkan dan evaluasi yang telah di ajarkan.
9 Kamis, SP 1 S:
20 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik. - Pasien menjawab salam “waalaikum
09.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien salam”
09.10 3. menayakan perasaan klien - pasien mengatakan “sudah mandi dan makan
09.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati serta sudah merapikan tempat tidur”
09.20 5. mengorientasikan pasien ke sebenarnya - pasien mengatakan apakah dirinya ini hewan
09.25 6. menanyakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien macan
09.30 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
dalam jadwal harian. saya mau”
09.35 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya O:
09.40 9. Salam terapeutik - Pasien tampak tersenyum saat di sapa oleh
perawat
- Pasien sudah memasukan kegiatan harian
dalam jadwalnya
- Pasien tampak sedih saat cerita kepada
mahasiwa
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Lanjutkan dan evaluasi SP 1 Waham.

Diagnosa Gangguan Persepsi Sensori : Resiko Halusinasi


No Hari / Tanggal Jam Implementasi Evaluasi
1 Selasa, Fase Orientasi BHSP S:
11 Juli 2017 10.00 1. membina hubungan saling percaya dengan Ny. D dengan - pasien membalas salam “waalaikum salam”
menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : - pasien mampu menyebutkan namanya
- menyapa pasien dengan ramah baik verbal ataupun “Diah Ayunda Kasih”
nonverbal - pasien menjawab pertanyaan mahasiwa
- memperkenalkan diri dengan sopan “malam tadi tidurnya nyenyak dan sudah
- menanyakan nama panggilan pasien dan nama yang makan “
disukai - pasien menyepakati kontrak yang sudah
- jelaskan tujuan pertemuan disepakati “iya bersedia”
- jujur dan menepati janji O:
- menunjukan sikap empati dan menerima pasien apa - klien tersenyum saat berkenalan dengan
adanya dan memberi perhatian kepada pasien mahasiwa
- membuat kontrak selanjutnya - klien mau berjabat tangan
A:
- bina hubungan saling percaya terjalin
P:
- lanjutkan SP 1 Halusinasi
2 Rabu, SP 1 S:
12 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien - pasien mengatakan “iya saya mau belajar
10.10 3. menayakan perasaan klien cara menghardik”
10.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.20 5. menanyakan tentang halusinasi pasien saya mau”
10.30 6. Mengajarkan cara menghardik O:
10.35 7. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
dalam jadwal harian. perawat
10.40 8. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya - pasien mampu melakukan cara mehardik
10.45 9. Salam terapeutik - pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi SP 1 Halusinasi (Menghardik)
- Lanjutkan SP 2 Halusinasi (Patuh Obat)
3 Kamis, SP 2 S:
13 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati “wassalamualaikum”
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien - pasien mengatakan sudah melakukan
10.20 4. mengevaluasi SP 1 (Menghardik) menghardik.
10.25 5. menanyakan tentang penggunaan obat pasien secara - Pasien mengatakan sudah tidak ada melihat
teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya serta bayang-bayang lagi.
warna obatnya - Pasien menjawab tentang obat “minum obat
10.35 6. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
dilakukan oleh pasien. ada 7 macam, kalau siang ada 3 macam
10.40 7. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. kalau malam ada 5 macam”
10.45 8. Membuat kontrak waktu - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.50 9. Salam terapeutik saya mau”
O:
- Pasien tampak tersenyum saat di sapa
perawat
- pasien dapat melakukan menghardik
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi SP 1 dan SP 2
- Lanjutkan SP 3
4 Jum’at, SP 3 S:
14 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati “assalamualaikum”
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien\ - pasien mengatakan sudah melakukan
10.20 4. mengevaluasi SP 1 (Menghardik) menghardik.
5. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien - pasien menjawab tentang obat “minum obat
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
serta warna obatnya ?” ada 7 macam, kalau siang ada 3 macam
10.25 6. mengajarkan cara menghilangkan halusinasi dengan cara kalau malam ada 5 macam”
bercakap-cakap - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.35 7. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah saya mau”
dilakukan oleh pasien. O:
10.40 8. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
10.45 9. Membuat kontrak waktu perawat
10.50 10. Salam terapeutik - pasien bisa melakukan menghardik
- pasien bisa melakukan bercakap-cakap
dengan temannya
- Klien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi SP 1, SP 2, dan SP 3
- Lanjutkan SP 4 Halusinasi
5 Sabtu, SP 4 S:
15 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan sudah melakukan
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien menghardik.
10.20 4. mengevaluasi SP 1 (Menghardik) - klien menjawab tentang obat “minum obat
10.25 5. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 7 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam”
10.35 6. mengevaluasi SP 3 tentang cara menghilangkan - pasien mengatakan sudah melakukan
halusinasi dengan cara bercakap-cakap bercakap-cakap dengan teman sekamar
10.40 7. Mengajarkan SP 4 tentang catatan kegiatan yang - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
terjadwal untuk pasien saya mau”
10.45 8. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah O :
dilakukan oleh pasien. - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
10.50 9. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. perawat
10.55 10. Membuat kontrak waktu - pasien bisa melakukan menghardik
11.00 11. Salam terapeutik - pasien bisa melakukan bercakap-cakap
dengan temannya
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi semua yang telah di ajarkan
6 Senin, Evaluasi S:
17 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan sudah melakukan
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien menghardik.
10.20 4. mengevaluasi SP 1 (Menghardik) - klien menjawab tentang obat “minum obat
10.25 5. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 7 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam”
10.35 6. mengevaluasi SP 3 tentang cara menghilangkan - pasien mengatakan sudah melakukan
halusinasi dengan cara bercakap-cakap bercakap-cakap dengan teman sekamar
10.40 7. Mengevaluasi SP 4 tentang catatan kegiatan yang - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
terjadwal untuk pasien saya mau”
10.45 8. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah O:
dilakukan oleh pasien. - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
10.50 9. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. perawat
10.55 10. Membuat kontrak waktu - pasien bisa melakukan menghardik
11.00 11. Salam terapeutik - pasien bisa melakukan bercakap-cakap
dengan temannya
- pasien sudah dapat patuh obat
- pasien sudah tampak bercakap-cakap dengan
teman sekamarnya
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi semua yang telah di ajarkan

Diagnosa Resiko Perilaku Kekerasan : Mencederai Diri Sendiri


No Hari / Tanggal Jam Implementasi Evaluasi
1 Jum’at, Fase Orientasi BHSP S:
30 Juni 2017 10.00 1. membina hubungan saling percaya dengan Ny. D dengan - pasien membalas salam “waalaikum salam”
menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : - pasien mampu menyebutkan namanya
- menyapa pasien dengan ramah baik verbal ataupun “Diah Ayunda Kasih”
nonverbal - pasien menjawab pertanyaan mahasiwa
- memperkenalkan diri dengan sopan “malam tadi tidurnya nyenyak dan sudah
- menanyakan nama panggilan pasien dan nama yang makan “
disukai - pasien menyepakati kontrak yang sudah
- jelaskan tujuan pertemuan disepakati “iya bersedia”
- jujur dan menepati janji O:
- menunjukan sikap empati dan menerima pasien - klien tersenyum saat berkenalan dengan
apadanya dan member perhatian kepada pasien mahasiwa
- membuat kontrak selanjutnya - klien mau berjabat tangan
A:
- bina hubungan saling percaya terjalin
P:
- Lanjutkan SP 1 RPK
2 Sabtu, SP 1 S:
1 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. menayakan kembali nama perawat dengan klien - pasien mengatakan “iya saya mau belajar
10.10 3. menayakan perasaan klien cara mengatasi marah saya”
10.15 4. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan “saya kalau marah kalau
10.20 5. menanyakan tentang marah pasien dikamar itu tidak tertib semua berantakan”
10.30 6. menanyakan bagaimana ibu cara meluapkan marahnya - pasien mengatakan “kalau saya marah saya
10.35 7. mengajarkan cara mengatasi marah SP 1 Nafas dalam memukul-mukul paha saya sampai sakit”
dan memukul bantal - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.50 8. menganjurkan kepada pasien untuk memasukan ke saya mau”
dalam jadwal harian. O:
10.55 9. Membuat kontrak waktu untuk pertemuan selanjutnya - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
11.00 10. Salam terapeutik perawat
- pasien mampu melakukan cara nafas dalam
dan memukul bantal
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi SP 1
- Lanjutkan SP 2 RPK
3 Senin, SP 2 S:
3 Juli 2017 09.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
09.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan sudah melakukan nafas
09.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien dalam dan memukul bantal.
09.20 4. mengevaluasi SP 1 nafas dalam dan memukul bantal - klien menjawab tentang obat “minum obat
09.25 5. mengajarkan SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 6 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam”
09.35 6. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
dilakukan oleh pasien. saya mau”
09.40 7. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. O :
09.45 8. Membuat kontrak waktu - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
09.50 9. Salam terapeutik perawat
- pasien dapat melakukan nafas dalam dan
memukul bantal
- pasien dapat patuh obat
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi SP 1, SP 2
- Lanjutkan SP 3 RPK
4 Selasa, SP 3 S:
4 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan sudah melakukan nafas
10.10 3. mengevaluasi kegiatan harian pasien dalam dan memukul bantal.
10.20 4. mengevaluasi SP 1 nafas dalam dan memukul bantal - pasien menjawab tentang obat “minum obat
10.25 5. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 6 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam yaitu warna
10.35 6. mengajarkan SP 3 cara mngatasi marah dengan cara jingga besar, putih dan pink”
verbal - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.40 7. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah saya mau”
dilakukan oleh pasien. O:
10.45 8. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
10.50 9. Membuat kontrak waktu perawat
10.55 10. Salam terapeutik - Klien bisa melakukan nafas dalam dan
memukul bantal
- Klien bisa melakukan cara verbal
- Klien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi SP 1, SP 2, SP 3
- Lanjutkan SP 4 RPK
5 Rabu, SP 4 S:
5 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan sudah melakukan nafas
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien dalam dan memukul bantal.
10.20 4. mengevaluasi SP 1 nafas dalam dan memukul bantal - pasien menjawab tentang obat “minum obat
10.25 5. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 6 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam”
10.35 6. mengevaluasi SP 3 cara menghilangkan halusinasi - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
dengan cara verbal saya mau”
10.40 7. mengajarkan SP 4 tentang spiritual O:
10.45 8. Memberikan catatan kegiatan yang terjadwal untuk - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
pasien perawat
10.50 9. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah - pasien bisa melakukan nafas dalam dan
dilakukan oleh pasien. memukul bantal
10.55 10. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. - pasien bisa melakukan cara verbal
11.00 11. Membuat kontrak waktu - pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
11.05 12. Salam terapeutik - Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi yang telah diajarkan sebelum-
sebelumnya
6 Kamis, Evaluasi S:
6 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - Pasien mengatakan perasaannya plong
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien - pasien mengatakan sudah melakukan nafas
10.20 4. mengevaluasi perasaan pasien dalam dan memukul bantal.
10.25 5. mengevaluasi SP 1 nafas dalam dan memukul bantal - pasien menjawab tentang obat “minum obat
10.35 6. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 6 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam”
10.40 7. mengevaluasi SP 3 cara menghilangkan halusinasi - pasien mengatakan sudah berdoa kepada
dengan cara verbal allah SWT
10.45 8. mengevaluasi SP 4 tentang spiritual - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.50 9. Memberikan catatan kegiatan yang terjadwal untuk saya mau”
pasien O:
10.55 10. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
dilakukan oleh pasien. perawat
11.00 11. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. - pasien bisa melakukan nafas dalam dan
11.05 12. Membuat kontrak waktu memukul bantal
11.10 13. Salam terapeutik - pasien bisa melakukan cara verbal
- pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi yang telah diajarkan sebelum-
sebelumnya
7 Jum’at, Evaluasi S:
7 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - pasien mengatakan sudah melakukan nafas
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien dalam dan memukul bantal.
10.20 4. mengevaluasi perasaan pasien - Pasien mengatakan sudah lumayan enak
10.25 5. mengevaluasi SP 1 nafas dalam dan memukul bantal - pasien menjawab tentang obat “minum obat
10.35 6. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya ada 6 macam, kalau siang ada 3 macam
serta warna obatnya ?” kalau malam ada 5 macam”
10.40 7. mengevaluasi SP 3 cara menghilangkan halusinasi - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
dengan cara verbal saya mau”
10.45 8. mengajarkan SP 4 tentang spiritual O:
10.50 9. Memberikan catatan kegiatan yang terjadwal untuk - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
pasien perawat
10.55 10. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah - pasien bisa melakukan nafas dalam dan
dilakukan oleh pasien. memukul bantal
11.00 11. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. - pasien bisa melakukan cara verbal
11.05 12. Membuat kontrak waktu - pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
11.10 13. Salam terapeutik - Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi yang telah diajarkan sebelum-
sebelumnya
8 Sabtu, Evaluasi S:
8 Juli 2017 10.00 1. salam terapeutik - Pasien menjawab salam “waalaikumsalam”
10.05 2. validasi kontrak yang telah disepakati - Pasien mengatakan dapat mengontrol
10.10 3. mengavaluasi kegiatan harian pasien marahnya
10.20 4. mengevaluasi perasaan pasien - pasien mengatakan sudah melakukan nafas
10.25 5. mengevaluasi SP 1 nafas dalam dan memukul bantal dalam dan memukul bantal.
10.35 6. mengevaluasi SP 2 tentang penggunaan obat pasien - pasien menjawab tentang obat “minum obat
secara teratur tentang nama, waktu, dan guna obatnya pagi sore dan malam, kalau pagi minumnya
serta warna obatnya ?” ada 6 macam, kalau siang ada 3 macam
10.40 7. mengevaluasi SP 3 cara menghilangkan halusinasi kalau malam ada 5 macam”
dengan cara verbal - Pasien meyepakati kontrak berikutnya “iya
10.45 8. mengajarkan SP 4 tentang spiritual saya mau”
10.50 9. Memberikan catatan kegiatan yang terjadwal untuk O:
pasien - Pasien tampak tersenyum saat di sapa
10.55 10. memberi reinforcement positif atas apa yang sudah perawat
dilakukan oleh pasien. - pasien bisa melakukan nafas dalam dan
11.00 11. Menganjurkan klien untuk memasukan kegiatan harian. memukul bantal
11.05 12. Membuat kontrak waktu - pasien bisa melakukan cara verbal
11.10 13. Salam terapeutik - pasien tampak tersenyum saat diberi pujiaan
- Pasien mengangguk saat menyepakati
kontrak dengan mahasiswa
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Evaluasi yang telah diajarkan sebelum-
sebelumnya