You are on page 1of 8

JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

26
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI


PASIEN (SIPASIEN)

Silvester Dian Handy Permana1, Faisal2


Email: handy@universitas-trilogi.ac.id1, faisalpiliang@universitas-trilogi.ac.id2
Sistem Informasi Universitas Trilogi Jakarta

ABSTRACT

The Health Care Patient Information System Applications in this paper can be used to
manage patient data, patient medical records and drug’s data in order to improve the
health care patient quality more efficient, effective and accurately. This study
focused on a simple clinic where there are patients, medical treatment and the drug is
given. This application is also designed to report on patient data, patient medical
records and drug’s data. Based on existing problems, these health care patient’s
resolve application system with structured so as to produce accurate information,
integrated and recording patient medical records according to user needs.

Keywords: Health care patient information system, Clinical applications, Medical


applications, Patient’s data.

sedang berkembang. Tentunya sangat


PENDAHULUAN sedikit atau jarang ada yang meng-
gunakan aplikasi untuk mengelola
Dewasa ini, teknologi informasi data medisnya.
berkembang semakin pesat. Hal ini
berdampak pada semua bidang Oleh karena itu, dibutuhkan suatu
termasuk dalam bidang kesehatan. aplikasi untuk mengelola data pasien
Dalam bidang kesehatan, peran klinik sederhana, yang memenuhi
teknologi informasi sudah banyak. standar operasional klinik. Standar
Mulai dari alat medis yang sekarang operasional klinik tersebut biasanya
terkomputerisasi, hingga manajemen mulai dari pendaftaran pasien,
data rumah sakitpun sudah meng- pengobatan atau tindakan medis dan
gunakan teknologi. Bahkan ada yang terakhir adalah pemberian
berbagai rumah sakit yang telah resep/obatnya. Sistem informasi
menggunakan sistem aplikasi ter- pasien ini dirancang sederhana
integrasi dari sistem aplikasi pasien, khusus untuk meliputi pendaftaran
tindakan medis, laboratorium, ruang pasien, pencatatan tindakan medis/
operasi, hingga ke apoteknya. pengobatannya, beserta pemberian
resep/obatnya saja. Sistem informasi
Rumah sakit tentunya memiliki pasien ini tidak menjangkau data
anggaran dana yang cukup besar mengenai laboratorium, operasi,
untuk terciptanya sistem aplikasi pembayaran melalui perbankan dan
yang memadai. Dengan adanya sebagainya. Dengan adanya aplikasi
sistem aplikasi yang memadai inilah ini diharapkan data pasien, tindakan
kualitas mutu dari sebuah rumah medis dan pemberian resep/obat
sakit dapat meningkat. Berbeda dapat terkelola secara ter-
dengan klinik atau fasilitas kesehatan komputerisasi dengan lebih baik.
yang kecil dan berada di daerah yang
27
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

RUMUSAN MASALAH Model-Toward a Unified of Data. Chen


Bagaimana bentuk analisis dan mencoba merumuskan dasar-dasar model
perancangan sistem informasi pasien? dan setelah itu dikembangkan dan
dimodifikai oleh Chen dan banyak pakar
BATASAN MASALAH lainnya. Pada saat itu diagram hubungan
Sistem informasi yang dibuat hanya entitas dibuat sebagai bagian dari
digunakan untuk klinik yang perangkat lunak yang juga merupakan
sederhana. modifikasi khusus, karena tidak ada
Sistem informasi ini tidak bentuk tunggal dan standar dari diagram
menjangkau data mengenai hubungan entitas[7].
laboratorium, operasi, pembayar-an Sistem informasi pasien ini
melalui perbankan dan sebagainya. dikembangkan melalui bahasa
pemrograman C# dengan meng-gunakan
TUJUAN PENELITIAN Microsoft Visual 2005 sebagai compiler-
Melakukan analisis dan perancangan nya. C# (dibaca: C sharp) seperti yang
sistem informasi pasien untuk dijelaskan oleh Microsoft (Microsoft,
membantu klinik/ fasilitas kesehatan 2014) merupakan sebuah bahasa
yang kecil dalam pengelolaan data. pemrograman yang berorientasi objek
yang dikembangkan oleh Microsoft
TINJAUAN PUSTAKA sebagai bagian dari inisiatif kerangka
Sistem informasi pasien ini .NET Framework. Bahasa pemrograman
dikembangkan menggunakan teknik SDLC ini dibuat berbasiskan bahasa C++ yang
(System Development Life Cycle) atau telah dipengaruhi oleh aspek-aspek
yang dikenal dengan teknik waterfall. ataupun fitur bahasa yang terdapat pada
Teknik SDLC yang dipakai ini, juga bahasa-bahasa pemrograman lainnya
dikolaborasikan dengan pemodelan seperti Java, Delphi, Visual Basic dan
pemrograman secara terstruktur melalui lain-lain dengan beberapa penyederhana-
DFD (Data Flow Diagram) dan ERD (Entity an[3].
Relationship Diagram). Kajian penelitian: “Analisa tingkat
Sutabri (Sutabri 2005) menjelaskan kematangan tata kelola TI pada sistem
Data Flow Diagram (DFD) adalah suatu informasi akademik perguruan tinggi XYZ
diagram yang menggunakan notasi-notasi berdasarkan dDomain ME Cobit versi
untuk menggambarkan arus dari data 5.0.” (Faisal, 2013), dengan tujuan untuk
sistem, yang penggunaannya sangat melakukan pengkajian dan evaluasi
membantu untuk memahami sistem terhadap tata kelola sistem informasi
secara logika, jelas dan terstruktur[9]. akademik di perguruan tinggi XYZ,
DFD merupakan alat bantu dalam dengan mengetahui kondisi ini akan
menggambarkan atau menjelaskan proses memudahkan dalam mengambil
kerja suatu sistem. tindakan/solusi untuk peningkatan
Supriyanto (Supriyanto, 2005) nantinya dan kajian penelitian:
menjelaskan Entity Relationship Diagram “Penerapan metode greedy knapsack
(ERD) merupakan model data berupa dalam menentukan komposisi buah-
notasi grafis dalam pemodelan data buahan pada masalah penyimpanan
konseptual yang menggambarkan lemari pendingin.” (Faisal, 2014), dengan
hubungan antara penyimpan[8]. tujuan dapat membantu pemakai lemari
Silberschatz (Silberschatz, 2003) pendingin dalam menyelesaikan masalah
menjelaskan Model data sendiri penyimpanan buah-buahan[1].
merupakan sekumpulan cara, peralatan Kajian penelitian: “Perancangan
untuk mendeskripsikan data-data yang Sistem Informasi Pelayanan Medis Rawat
hubungannya satu sama lain, Jalan Poliklinik Kebidanan dan
semantiknya, serta batasan konsistensi. Kandungan pada RSUD Kota Batam.”
Model data terdiri dari model hubungan (Radiant Victor Imbar, 2012), dengan
entitas dan model relasional. Diagram tujuan memberikan kemudahan dalam
hubungan entitas ditemukan oleh Peter hal pendaftaran pasien baru[5].
Chen dalam buku Entity Relational
28
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

Kajian penelitian: “Sistem Informasi ANALISIS DAN PERANCANGAN


Manajemen Puskesmas (Simpuskesmas) Dalam penelitian ini, penulis
berbasis Cloud Computing.” (Setyawan mendapatkan skema pemetaan hubungan
Wibisono dan Siti Munawaroh, 2012), input, proses dan output. Input yaitu
penggunaan Simpuskesmas dengan data yang ada di klinik, proses yaitu hal
teknologi komputer untuk pengolahan yang sedang berlangsung dan berkaitan
data pasien sangat diperlukan, karena dengan bisnis proses yang ada dan output
dapat memberikan beberapa keuntungan yang meliputi laporan dari setiap
dan kemudahan dalam pelayanan kegiatan yang ada. Pemetaan tersebut
pasien[6]. dapat digambarkan seperti pada gambar
2.
METODE
Analisa dan perancangan sistem
informasi pasien yang baik adalah sistem
yang mencakup semua scope/ruang
lingkup yang ditentukan. Tentu saja
aspek integrasi antara bagian dalam
suatu sistem sangatlah penting, dimana
data dalam sistem saling berinteraksi
dalam meningkat-kan kecepatan, akurasi
Gambar 2. Skema Pemetaan Sistem Informasi
dan ke-mudahan. Pasien

Seperti diperlihatkan pada gambar 2,


dapat kita lihat bagaimana input, proses
dan output saling berinteraksi. Hal
tersebut didapatkan tentunya dalam
pengumpulan kebutuhan sistem
(requirement gathering) melalui
observasi dan wawancara.

DATA FLOW DIAGRAM


Dalam penggambaran Data Flow
Diagram, penulis membuat DFD dengan
teknik diagram konteks. Diagram konteks
digunakan untuk menggambarkan entitas
pada sistem. Diagram konteks sistem
informasi pasien dapat dilihat seperti
pada gambar 3.
Gambar 1. Diagram Kerangka Berpikir
dalam Analisis dan Perancangan Sistem
Data Obat & Data Pasien Sistem
Informasi Pasien Admin Informasi
Pasien
Gambar 1 menujukkan pemodelan Data Obat & Data Pasien
sistem dalam pendekatan melalui model Dokter Pemeriksaan & Pemberian Obat / Resep
DFD. DFD diatas ini menggambarkan
Laporan Data Pasien, Obat, dan Rekam Medis
bagaimana proses sistem informasi
pasien ini dibuat. Pembuatan sistem ini Gambar 3. Diagram Konteks Sistem
dimulai dari pengumpulan data hingga Informasi Pasien
implementasi sistem. Dengan adanya
proses yang baik inilah diharapkan sistem Berdasarkan diagram konteks seperti
yang dibangun tepat guna dan dapat diperlihatkan pada gambar 3, data yang
mengakomodasi seluruh kegiatan/ proses
berkaitan dengan sistem informasi pasien
bisnis yang terjadi di klinik tersebut.
ini adalah:
1. Data Pasien.
29
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

Data Pasien ini didapatkan dari pasien Dengan adanya antar muka login
yang bersangkutan seperti ini, maka data pasien, obat
2. Data Obat. maupun rekam medis berikut dengan
laporannya terjaga dengan baik. Dalam
Data Obat ini didapatkan dari
arti kata lain, tidak sembarang orang
pembelian obat yang dilakukan oleh dapat masuk kedalam sistem. Hanya
dokter/administrasi klinik tersebut dokter dan administrasilah yang dapat
dengan sepengetahuan dokter. masuk ke dalam sistem ini.
3. Data Pemeriksaan Seperti diperlihatkan pada gambar 6
Data Pemeriksaan ini mengandung dan 7 berikut ini, penjelasan dari
tindakan medis yang dilakukan kepada struktur program dan bagian masing-
pasien beserta resep/obat yang masing dalam program Sistem Informasi
diberikan. Pasien ini.

ERD SISTEM INFORMASI PASIEN


Kadir (Kadir, 2009) menjelaskan basis
data relasional adalah jenis database
yang menggunakan model relasional, ada
model relasional data disususun dalam
bentuk sejumlah relasi atau tabel, setiap Gambar 6. Struktur Program Administrasi
tabel tersususun atas sejumlah baris dan
Dokter Input / Edit Data Pemeriksaan
kolom[2]. Tampilan ERD pada
perancangan sistem informasi pasien
Cetak / Hapus Data Pemeriksaan
yang akan dibangun dapat dilihat seperti
pada gambar 4. Gambar 7. Struktur Program Dokter

Bagian Administrasi dapat melakukan


pengelolaan pengguna. Hal ini bertujuan
untuk memberikan akses kepada
pengguna baik administrasi maupun
dokter untuk masuk kedalam sistem
(login). Dalam pengelolaan pengguna ini,
Administrasi dapat menambah pengguna,
Gambar 4. ERD Sistem Informasi Pasien
menghapus pengguna dan mengedit
PEMBAHASAN pengguna. Pada gambar 8 dibawah ini
adalah gambar tampilan antar muka
Dalam penggunaan program ini pengelolaan pengguna dalam Sistem
diperlukan nama pengguna dan password Informasi Pasien.
untuk menjaga keamanan dan
kredibilitas dari data pasien. Tampilan
antar muka untuk login seperti pada
gambar 5.

Gambar 8. Form Pengelolaan Pengguna

Bagian Administrasi dapat melakukan


Gambar 5. Tampilan Login SiPasien pengelolaan pasien. Hal ini bertujuan
untuk mengelola data pasien yang
30
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

berobat di klinik ini. Dalam pengelolaan obat, mengedit data kategori obat dan
data pasien ini, Administrasi dapat mencari data kategori obat. Pada gambar
menambah data pasien, menghapus data 11 dibawah ini adalah gambar tampilan
pasien, mengedit data pasien, mencari antar muka pengelolaan data kategori
data pasien dan mencetak data pasien obat dalam sistem informasi pasien.
sebagai laporan. Pada gambar 9 dibawah
ini adalah gambar tampilan antar muka
pengelolaan data pasien dalam Sistem
Informasi Pasien.

Gambar 11. Form Pengelolaan Kategori Obat

Demikianlah berbagai hal yang dapat


dilakukan oleh Administrasi dalam sistem
Gambar 9. Form Pengelolaan Pasien informasi pasien. Administrasi hanya
bertugas hanya sebagai pengelola data
Bagian Administrasi dapat melakukan
pasien, data pengguna, data obat dan
pengelolaan obat. Hal ini bertujuan data kategori obat. Administrasi tidak
untuk mengelola data obat yang sudah
diperkenankan untuk mengganti data
dibeli dan akan dijual di klinik ini. Dalam
rekam medis/pemeriksaan dan pem-
pengelolaan data obat ini, Administrasi berian obat/resep yang dilakukan oleh
dapat menambah data obat, menghapus
dokter.
data obat, mengedit data obat, mencari Dokter dapat melakukan pengelolaan
data obat dan mencetak data obat input dan edit pemeriksaan pasien. Hal
sebagai laporan. Pada gambar 10
ini ber-tujuan untuk mengelola data
dibawah ini adalah gambar tampilan berupa input dan edit terhadap
antar muka pengelolaan data obat dalam pemeriksaan pasien. Dalam tampilan
sistem informasi pasien.
antar muka pengelolaan input dan edit
pemeriksaan, dokter diberikan pilihan
untuk menginput atau mengedit data
pemeriksaan.
Jika ingin menginput pemeriksaan
baru, klik tombol Pemeriksaan baru.
Dengan menekan tombol tersebut, sistem
akan memberikan data pasien lengkap
untuk diperiksa. Dokter terlebih dahulu
Gambar 10. Form Pengelolaan Obat
mencari dan memilih data pasien dari
Bagian Administrasi dapat melakukan daftar pasien yang ada dan menekan
pengelolaan kategori obat. Hal ini tombol periksa. Setelah itu, muncul data
bertujuan untuk mengelola data kategori medical record dari pasien tersebut
obat terhadap obat yang sudah dibeli dan untuk dilihat jejak rekam medis pasien
akan dijual di klinik ini. Dalam tersebut sebelumnya. Setelah itu, dokter
pengelolaan data kategori obat ini, dihadapkan dalam bagian pemeriksaan.
Administrasi dapat menambah data Dimana sudah ada form diagnosa yang
kategori obat, menghapus data kategori siap untuk diisi. Setelah diisi dan

31
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

disimpan, dokter dapat memberikan Dalam penghapusan data rekam


resep dari obat yang tersedia. Setelah medis, dokter hanya perlu memilih data
itu, dokter memberikan biaya jasa dan rekam medis mana yang akan dihapus
dokter dapat mengedit biaya obat (jika lalu tekan tombol hapus. Jika data rekam
pasien diberikan resep untuk menembus medis terlalu banyak, dokter dapat
obat diluar klinik). mencari melalui fasilitas pencarian
dengan mengetikkan kata kunci yang
Jika ingin mengedit pemeriksaan, klik berada diatas data rekam medis. Untuk
tombol edit pemeriksaan. Dengan pencetakan rekam medis, dokter dapat
menekan tombol tersebut, sistem akan memilih data rekam medis yang ingin
memberikan data pasien lengkap untuk dicetak lalu tekan tombol cetak maka
pencarian medical record yang ingin akan keluar tampilan antar muka untuk
diedit. Dokter terlebih dahulu mencari mencetak rekam medis tersebut.
dan memilih data pasien dari daftar Pada gambar yang diperlihatkan di
pasien yang ada. Setelah itu, muncul gambar 13 adalah gambar tampilan antar
data medical record dari pasien tersebut muka pengelolaan hapus dan cetak
untuk dilihat jejak rekam medis pasien. pemeriksaan dalam sistem informasi
Setelah itu, dokter dihadapkan dalam pasien.
bagian pemeriksa-an. Dimana dokter
dapat mengedit form diagnosa dan resep.
Setelah itu, dokter dapat mengedit biaya
jasa dan dokter dapat mengedit biaya
obat (jika pasien diberikan resep untuk
menebus obat diluar klinik).

Pada gambar yang diperlihatkan di


gambar 12 adalah gambar tampilan antar Gambar 13. Form Hapus/Cetak Pemeriksaan
muka pengelolaan input dan edit
pemeriksaan dalam sistem informasi KESIMPULAN
pasien.
Sistem informasi pasien ini, mampu
mengatasi permasalahan dan dapat
menyajikan informasi secara lebih baik
dan terkomputerisasi. Sistem ini dapat
membantu tugas-tugas dari administrasi
dan dokter.
Dalam bagian administrasi dapat
membantu dalam bagian pengelola-an
Gambar 12. Form Input/Edit Pemeriksaan
data pengguna, pengelolaan data pasien,
Selain Dokter dapat melakukan pengelolaan data obat dan pengelolaan
pengelolaan input dan edit pemeriksaan data kategori obat. Sedangkan untuk
pasien, dokter dapat mencari lalu dokter, sistem ini membantu dalam
menghapus atau mencetak data rekam pengelolaan input/ edit pemeriksaan dan
medis. Hal ini dijadikan bagian terpisah hapus/cetak pemeriksaan. Sistem ini
dari sistem input dan edit karena didesain dengan antar muka interaktif
dibagian ini tidak diperlukan form-form sehingga baik administasi maupun dokter
yang mendetail mengenai pemeriksaan dapat langsung menggunakan sistem ini
yang telah dilakukan. dengan baik.

32
JJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFROMASI, UNIVERSITAS BUNDA MULIA
Volume 11, Nomor 1., 2015
ISSN: 1979-1496

SARAN dan Kandungan pada RSUD Kota


Batam. Jurnal Sistem Informasi,
Pengembangan sistem informasi Vol.7, No.1, Maret 2012: 53 – 67,
pasien ini kedepannya diharapkan dibuat Universitas Kristen Maranatha,
dengan aplikasi web atau mobile Bandung.
sehingga memudahkan pengguna untuk
memakai aplikasi ini. [6] Setyawan Wibisono dan Siti
Kedepannya diharapkan sistem Munawaroh. (2012). Sistem
informasi ini dapat berisi mengenai data Informasi Manajemen Puskesmas
(Simpuskesmas) berbasis Cloud
laboratorium, data pasien yang dirujuk
Computing. Jurnal Teknologi
ke rumah sakit besar, atau data obat Informasi DINAMIK Volume 17, No.2,
yang spesifik dan dirinci lebih lanjut. Juli 2012: 141-146 ISSN: 0854-9524,
Universitas Stikubank Semarang.
DAFTAR PUSTAKA
[7] Silberschatz,et al. 2003. Operating
[1] Faisal. (2013). Analisa Tingkat system Concept. John Willey &
Kematangan Tata Kelola TI Pada Sons,Inc.
Sistem Informasi Akademik
Perguruan Tinggi XYZ Berdasar-kan [8] Supriyanto, Aji. 2005. Pengantar
Domain ME Cobit Versi 5.0. Jurnal Tehnologi Informasi. Jakarta:
Teknologi Informasi Vol.9 No.2 Salemba Infotek.
Agustus 2013: 6 – 12 ISSN: 1979 -
1496. Universitas Bunda Mulia [9] Sutabri, Tata. (2005), Analisa Sistem
Jakarta. Informasi. Yogyakarta: Andi.
Faisal. (2014). Penerapan metode
greedy knapsack dalam menentukan
komposisi buah-buahan pada
masalah penyimpanan lemari
pendingin. ISBN 979-458-762-1
Senarai 2014 Universitas Sumatera
Utara Medan.

[2] Kadir, Abdul. (2009). Dasar


perancangan dan implementasi
database relasional. Yogyakarta:
Andi.

[3] Microsoft, Introduction C#, http:


//msdn.microsoft.com/library?url=
/library/en-us/cscon/html/
vcoricstartpage.asp,2014,diakses
pada 30 Oktober 2014.

[4] Permana, Silvester Dian Handy.


(2014). Analisis dan Perancangan
Sistem Informasi Toko Dika.
Prosiding SENARAI. ISBN 979-458-
762-1. Universitas Sumatera Utara
Medan.

[5] Radiant Victor Imbar dan Yuliusman


Kurniawan. (2012). Perancangan
Sistem Informasi Pelayanan Medis
Rawat Jalan Poliklinik Kebidanan
33