You are on page 1of 3

BAB III

SUBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah bayi berusia 6-12 bulan yang datang ke Balai Pengobatan

Puskesmas Sukarame periode Januari- Februari 2018.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Balai Pengobatan Puskesmas Sukarame periode Januari-

Februari 2018.

3.3 Teknik Pemilihan Sampel dan Jumlah Sampel Penelitian

3.3.1 Teknik Pemilihan Sampel

Pemilihan sampel dilakukan dengan pengambilan data primer/kuisioner yang diajukan

pada bayi berusia 6-12 bulan yang datang ke Balai Pengobatan Puskesmas Sukarame periode

Januari- Februari 2018.

3.3.2 Jumlah Sampel Penelitian

Jumlah sampel penelitian ini adalah seluruh bayi berusia 6-12 bulan yang datang ke

Balai Pengobatan Puskesmas Sukarame periode Januari- Februari 2018.

3.4 Metode Penelitian

Penelitian dilakukan secara analitik observasional dengan menggunakan desain

potong lintang (cross sectional) untuk mengetahui hubungan antara pemberian asi eksklusif

dan kejadian ISPA.


3.5 Kriteria Penelitian

3.5.1 Kriteria Inklusi

Bayi usia 6-12 bulan yang pernah diberi ASI dan atau susu

formula..

3.5.2 Kriteria Eksklusi

a. Bayi yang berusia dibawah 6 bulan

b. Bayi yang berusia diatas 12 bulan

3.6 Identifikasi Variabel

3.6.1 Variabel Bebas

Variabel bebas pada penelitian ini adalah bayi yang diberi ASI eksklusif dan yang

tidak diberi ASI eksklusif.

3.6.2 Variabel Terikat

Variabel terikat pada penelitian ini adalah bayi dengan kejadian ISPA dan tanpa

kejadian ISPA.

3.7 Pengumpulan Data

Penelitian ini akan dilaksanakan bila telah memperoleh persetujuan

setelah penjelasan atau informed consent dari subjek penelitian.

Data yang dikumpulkan berupa data primer yang diperoleh melalui metode kuesioner serta

wawancara. Metode kuesioner adalah metode pengumpulan data melalui sejumlah pertanyaan

tertulis untuk memperoleh informasi tentang pemberian ASI eksklusif dan

kejadian ISPA.
3.8 Analisis Data Penelitian

Analisis data dimulai dengan analisis univariat yang bertujuan mengetahui jumlah

bayi yang didiagnosa ISPA dan diberi asi eksklusif atau tidak diberi asi eksklusif.

Selanjutnya, dilakukan analisis bivariat dengan metode cross sectional untuk menguji

hubungan antara pemberian asi eksklusif dan kejadian ISPA dengan menggunakan uji

statistik khi-kuadrat. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tekstular dan tabular.

Untuk melihat kekuatan hubungan antara pajanan utama, masing-masing variabel

kovariat dengan outcome maka digunakanlah ukuran asosiasi Ratio Odds dan presisi.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan program statistical product and service

solutions (SPSS) for windows versi 17.0 pada derajat kepercayaan 95% dengan nilai p≤ 0,05.