You are on page 1of 31

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN SISTEM KARDIOVASKULER


ANGINA PEKTORIS

DISUSUN OLEH :
Aferi Adi S.
Ika Tyas Adi S.
Mufarikhatul Binti L.
Shella Elselina P.
Wiwit Setyaningsih

S-1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PATRIA HUSADA BLITAR
2017

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberi rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah tentang askep Angina Pektoris ini dapat
terselesaikan. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah KMB 1.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya. Makalah ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Blitar, 17 November 2017

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul ...................................................................................................................i


Kata Pengantar ......................................................................................................................ii
Daftar Isi ...............................................................................................................................iii
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah ...........................................................................................................1
1.3 Tujuan .............................................................................................................................1
BAB II. KONSEP DASAR PENYAKIT
2.1 Definisi ............................................................................................................................3
2.2 Etiologi ............................................................................................................................3
2.3 Klasifikasi .......................................................................................................................4
2.4 Patofisiologi ....................................................................................................................4
2.5 Manifestasi Klinis ...........................................................................................................5
2.6 Pemeriksaan Diagnostik ..................................................................................................6
2.7 Penatalaksanaan ..............................................................................................................7
2.8 Komplikasi ......................................................................................................................7
BAB III. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN
3.1 Pengkajian .......................................................................................................................8
3.2 Diagnosa Keperawatan ...................................................................................................11
3.3 Intervensi Keperawatan ..................................................................................................11
BAB IV. APLIKASI KASUS SEMU
4.1 Kasus ...............................................................................................................................14
4.2 Pengkajian .......................................................................................................................14
BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan .....................................................................................................................27
5.2 Saran ...............................................................................................................................27
DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka .......................................................................................................................28

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fungsi sistem kardiovaskular adalah memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan
nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme.
Secara normal setiap jaringan dan organ tubuh akan menerima aliran darah dalam jumlah
yang cukup sehingga jaringan dan organ tubuh menerima nutrisi dengan adekuat.
Sistem kardiovaskular yang berfungsi sebagai sistem regulasi melakukan mekanisme
yang bervariasi dalam merespons seluruh aktivitas tubuh. Salah satu contoh adalah
mekanisme meningkatkan suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan
tertentu, darah akan lebih banyak dialirkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak
untuk memelihara sistem sirkulasi organ tersebut.
Salah satu komponen sistem kardiovaskular adalah jantung. Jantung merupakan organ
paling penting dalam tubuh, jantung berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh,oleh
karena itu kita harus senantiasa memperhatikan kesehatan jantung kita, selain itu penyakit
jantung merupaka penyakit maut yang mematikan diseluruh dunia. Salah satunya penyakit
pada arteri koroner. Penyakit arteri koroner adalah penyakit yang berhubungan dengan
kerusakan pada arteri koroner seperti angina pectoris.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang didapatkan antara lain:
1. Apa pengertian angina pektoris?
2. Bagaimana etiologi angina pektoris?
3. Bagaimana patofisiologi angina pektoris?
4. Bagaiman manifestasi angina pektoris?
5. Bagaimana pemeriksaan diagnosis angina pektoris?
6. Bagaimana penatalaksanaan angina pectoris?
7. Bagaimana asuhan keperawatan angina pektoris?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang didapatkan antara lain:
1. Menjelaskan tentang pengertian angina pektoris
2. Menjelaskan tentang etiologi angina pektoris

1
3. Membahas tentang patofisiologi angina pektoris
4. Menyebutkan manifestasi angina pektoris
5. Menjelaskan pemeriksaan diagnosis angina pektoris
6. Menjelaskan penatalaksanaan angina pektoris
7. Membahas asuhan keperawatan angina pektoris

2
BAB II
KONSEP DASAR PENYAKIT

2.1 Definisi
Angina pektoris adalah sindrom klinis yang ditandai oleh nyeri paroksisme atau
perasaan tekanan pada dada anterior. Rasa tidak enak tersebut sering kali digambarkan
sebagai rasa tertekan, rasa terjerat, rasa kemeng, rasa penuh, rasa terbakar, rasa bengkak dan
rasa seperti sakit gigi. Rasa tidak enak tersebut biasanya berkisar 1 – 15 menit di daerah
retrosternal, tetapi dapat juga menjalar ke rahang, leher, bahu, punggung dan lengan kiri.
Walaupun jarang, kadang-kadang juga menjalar ke lengan kanan. Penyebabnya adalah
insufisiensi aliran darah koroner. Angina biasanya merupakan akibat dari penyakit
anterosklerosis jantung dan berkaitan dengan obstruksi signifikan pada arteri koroner yang
besar. Faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri angina adalah latihan fisik, pemajanan
terhadap dingin, makan terlalu banyak, stress atau setiap stimulasi yang menimbulakan
dampak emosional yang meningkatkan beban kerja miokardinal.

2.2 Etiologi
Penyebab angina pectoris adalah adanya arterosklerosis pada arteri koroner. Adapun
faktor resikonya dibagi menjadi yaitu:
a. Faktor resiko yang dapat dirubah:
- Merokok
- Hipertensi
- Aktifitas fisik
- Obesitas
- Dislipidemia
b. Faktor resiko yang tidak dirubah:
- Umur
- Jenis Kelamin
- Herediter
c. Faktor resiko lainnya:
- Diabetes Mellitus
- Stress
- Alkohol
- Hormon

3
2.3 Klasifikasi
Jenis Angina Pektoris :
 Angina Stabil
Dapat diramal, konsisten, terjadi saat latihan dan hilang dengan istirahat. Dibedakan
antara lain :
- Angina Nokturnal
Nyeri terjadi saat malam hari, biasanya saat tidur, dapat dikurangi dengan duduk tegak.
Biasanya akibat gagal ventrikel kiri.
- Angina Dekubitus : Angina saat berbaring
- Iskemia tersamar
Terdapat bukti obyektif ischemia (seperti tes pada stress tetapi pasien tidak menunjukkan
gejala)
 Angina Tidak Stabil (angina prainfark, angina kresendo)
Frekwensi, intensitas, dan durasi serangan angina meningkat secara progresif. Angina non
stabil di bedakan antara lain :
- Angina Refrakter atau Intraktabel
Angina yang sangat berat sampai tidak tertahan
 Varian angina
- Angina Prinzmetal
Nyeri angina yang bersifat spontan disertai elevasi segmen ST pada EKG, di duga
disebabkan oleh spasme arteri koroner

2.4 Patofisiologi
Angina biasanya diakibatkan oleh penyakit jantung aterosklerosik dan hamper selalu
berhubungan dengan sumbatan arteri koroner utama. Sejumlah factor yang dapat
menimbulkan nyeri angina adalah:
 Latihan fisik dapat memicu serangan dengan cara meningkatkan kebutuhan oksigen
jantung.
 Pajanan terhadap dingin dapat mengakibatkan vasokontriksi dan peningkatan tekanan
darah, disertai peningkatan kebutuhan oksigen.
 Makan makanan yang sulit dicerna akan meningkatkan aliran darah ke daerah
mesenteric untuk pencernaan, sehingga menurunkan ketersediaan darah untuk suplai
jantung

4
 Stress atau berbagai emosi akibat situasi yang menegangkan,menyebabkan frekuansi
jantung meningkat, akibat pelepasan adrenalindan peningkatan tekanan darah, dengan
demikian kerja jantung juga meningkat.

 Pathway

2.5 Manifestasi Klinis


a. Angina Stabil
- Rasa tidak nyaman sering menyebar ke leher, bahu dan punggung.
- Sesak pada saat beraktifitas, kelelahan
- Merasa tidak nyaman pada sternum seperti rasa tertekan

5
b. Angina tidak stabil
- Ciri khas ketidaknyamanan di dada pada angina ini berupa: nyeri dada
retrosternal atau percordial yang tertekan, sering menyebar ke leher, lengan kiri,
dan bahu.
- Mual, muntah, palpitasi dan sesak napas
- Gejala terjadi pada saat istirahat atau pada saaat beraktifitas ringan
c. Angina Varians
- Ketidaknyamanan retrosternal mungkin menyebar ke lengan, leher atau rahang
biasanya terjadi pada saat istirahat, sering terjadi pada waktu pagi hari.

2.6 Pemeriksaan Diagnostik


a. EKG
EKG merekam adanya nyeri mungkin disebabkan iskemia dengan
menggambarkan tanda ST elevasi atau depresi. Rekaman EKG selama episode
nyeri memberi kesan adanya kekakuan arteri koroner dan meluasnya otot jantung
menandakan adanya atau terjadinya iskemia.
b. Latihan EKG
Selama stress tes, pasien berlatih dengan treadmill atau sepeda yang tidak berjalan
sampai mencapai 85% dari frekuensi jantung. EKG atau vital sign mungkin
mengindikasikan adanya iskemia
c. EBCT (Electron Beam Computed Temography)
Tindakan non invasive ini memungkinkan mendeteksi jumlah dari kalsium dalam
arteri koroner. Karena klasifikasi terjadi dengan adanya pembentukan dari plak
aterosklerosis dikoroner. Tingginya nilai kalsium koroner mempunyai hubungan
dengan penyakit sumbatan koroner.
d. Koroner Angiography
Angiography merupakan tes atau pemeriksaan diagnostic yang paling akurat
dalam menegakkan diagnose adanya sumbatan pada arteri koroner karena adanya
aterosklerosis.
e. Foto Thoraks
Foto thorak adalah teknik yang mudah untuk melihat atau mendeteksi adanya
cardiomegaly dan penyebab nyeri dada yang bukan pada bagian jantung
(misalnya; pleuritis atau pneumonia).

6
2.7 Penatalaksanaan
Tujuan penatalaksanaan medis angina adalah untuk menurunkan kebutuhan oksigen
jantung dan untuk meningkatkan suplai oksigen. Secara medis tujuan ini dicapai melalui
terapi farmakologi dan kontrol terhadap faktor risiko. Secara bedah tujuan ini dapat dicapai
melalui revaskularisasi suplai darah jantung melalui bedah pintas arteri koroner atau
angiosplasti koroner transluminar perkutan (PCTA = percutaneous transluminal coronary
angioplasty). Biasanya diterapkan kombinasi antara terapi medis dan pembedahan.
Tiga teknik utama yang menawarkan penyembuhan bagi klien dengan penyakit
arteri koroner mencakup penggunaan alat intrakoroner untuk meningkatkan aliran darah,
penggunaan laser untuk menguapkan plak dan endarterektomi koroner perkutan untuk
mengangkat obstruksi. Penelitian yang bertujuan untuk membandingkan hasil akhir yang
dicapai oleh salah satu atau seluruh teknik di atas, melalui bedah pintas koroner dan PTCA
sedang dilakukan. Ilmu pengetahuan terus dikembangkan untuk mengurangi gejala dan
kemunduran proses angina yang diderita pasien.

2.8 Komplikasi
- Stres psikologis
- Unstable angina
- Infark Miokard
- Disritmia/aritmia
- Sudden death (kematian mendadak)
- Gagal jantung

7
BAB III
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

3.1 Pengkajian
a. Identitas
b. Keluhan utama
Keluahan yang paling dirasakan oleh pasien saat pengkajian, alasan utama masuk
rumah sakit.
c. Riwayat kesehatan sekarang
Keadaan dan keluha pasien saat timbulnya serangan, waktu dan frekuensi
timbulnya serangan, tindakan yang telah dilakukan untuk mengurangi gejala.
d. Riwayat kesehatan masa lalu
Riwayat penyakit yang pernah diderita oleh pasien, terutama yang berkaitan dengan
penyakit saat ini.
e. Riwayat kesehatan keluarga
Riwayat penyakit keluarga yang pernah diderita yang berhubungan dengan
penyakit pasien saat ini, mengkaji hubungan penyakit secara herediter. Kaji factor
risiko penyakit jantung, seperti berikut ini.
 Riwayat penyakit klen seperti diabetes, hipertensi, penyakit vascular, animea
dan lai-lain.
 Riwayat kesehatan lain :
 Peningkatan kadar kolesterol (ldl dan hdl), trigliserida, hipertriroid, kebiasaan
merokok, konsumsi minuman berakohol, asupan makanan tinggi garam, kafein,
asupan cairan, dan bb.
 Obat-obatan : toleransi terhadap obat-obatan dan terapi yang didapat saat
timbul serangan.
 Riwayat gangguan saluran pencernaan seperti dyspepsia, astritis, peptic uler,
dan penyakit lain yang menimbulkan keluhan nyeri epigastrium.
 Riwayat kesehatan keluarga : riwayat penyakit jantung dan pembuluh dara
(arteri koroner) dalam keluarga merupakan factor risiko bagi klien.
f. Riwayat psikososial
Mengkaji dampak penyakit pasien saat ini terhadap keadaan psikologis pasien dan
kehidupan sosialnya.

8
 Aktivitas/ istirahat
Gejala : kelelahan, perasaan tidak berdaya setelah latihan.terbangun bila nyeri dada
Tanda : dispnea saat kerja
 Sirkulasi
Gejala : riwayat penyakit jantung, hipertensi, kegemukan
Tanda : takikardia, disritmia.kulit/ membran mukosa lembab, dingin, adanya vasokonstriksi
 Makanan/ cairan
Gejala : mual, nyeri ulu hati/ epigastrium saat makan. Diet tinggi kolesterol/lemak,kafein,
minuman keras
Tanda : distensi gaster
 Integritas ego
Gejala : stresor kerja, keluarga
Tanda : ketakutan, mudah marah
 Nyeri/kenyamanan
Gejala : nyeri dada substernal, anterior yang menyebar ke rahang, leher, bahu dan ekstremitas
atas kiri.
Kualitas ringan sampai sedang, tekanan berat, tertekan, terjepit, terbakar.
Durasi : biasanya kurang dari 15 menit, kadang-kadang lebih dari 30 menit (rata-rata 3 menit)
Tanda : wajah berkerut, gelisah. Respons otomatis, contoh takikardi, perubahan tekanan
darah.
 Pernapasan
Gejala : dispnea saat kerja, riwayat merokok
Tanda : meningkat pada frekuensi / irama dan gangguan kedalaman.
 Penyuluhan/ pembelajaran
Gejala : riwayat keluarga sakit jantung, hipertensi, stroke
Penggunaan/ kesalahan penggunaan obat jantung, hipertensi atau obat yang dijual bebas
g. Kesan umum
Kaji kondisi pasien secara umum. Secara tidak langsung menentukan tingkat
ketergantuang pasien.
h. Tanda-tanda vital
 Tekanan darah
 Denyut nadi
 Pernapasan

9
 Suhu
 Tinggi badan
 Berat badan
f. Pemeriksaan fisik
 Kepala dan leher
- Wajah : mungkin didapatkan pucat, grimace yang menandakan pasien
dalam ketakutan/kecemasan
 Pemeriksaan integumen / kulit dan kuku :
- Kulit : kaji tanda adanya sianosis
- Kuku : kaji keadekuatan perfusi dengan crt
 Pemeriksaan payudara dan ketiak (bila diperlukan)
 Pemeriksaan thorax / dada :
- Inspeksi : bentuk thorax dan pernapasan
- Palpasi
- Perkusi
- Auskultasi
 Jantung :
- Inspeksi : letak iktus kordis
- Palpasi : letak iktus kordis, adakah getaran
- Perkusi : letak jantung
- Auscultasi : suara jantung, apakah normal apa tidak
 Pemeriksaan abdomen :
- Bising
- Inspeksi
- Palpasi
- Perkusi
 Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya (bila diperlukan) :
 Pemeriksaan muskuloskeletal :
 Pemeriksaan neurologi :
Kesadaran, gcs

10
3.2 Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri akut
b. Penurunan curah jantung
c. Defisit pengetahuan

3.3 Intervensi Keperawatan


Diagnosa 1 Diagnosa 2 Diagnosa 3
Nyeri akut Penurunan curah jantung Defisit pengetahuan
NOC : NOC : NOC :
Kontrol nyeri (NOC hal 645) Keefektivan pompa jantung Pengetahuan: Manajemen
Dipertahankan pada : 3 (NOC Hal: 650) penyakit jantung (NOC Hal:
Ditingkatkan ke : 4 Dipertahankan pada : 3 600)
Indikator: Ditingkatkan ke: 4 Dipertahankan pada : 3
1. Mengenali kapan nyeri Indikator: Ditingkatkan ke: 4
terjadi 1. Tekanan darah sistol Indikator:
2. Menggambarkan 2. Tekanan darah diastole 1. Perjalanan penyakit
factor penyebab 3. Denyut jantung apical biasanya
3. Menggunakan jurnal 4. Indeks jantung 2. Tanda dan gejala awal
harian untuk 5. Denyut nadi perifer penyakit
memonitor gejala dari 6. Ukuran jantung 3. Tanda dan gejala
waktu ke waktu 7. Suara jantung memburuknya
4. Menggunakan abnormal penyakit
tindakan pencegahan 8. Angina 4. Manfaat manajemen
5. Menggunakan 9. Kelelahan penyakit
analgesik yang 5. Strategi untuk
(NOC Hal : 115)
direkomendasikan mengurangi factor
6. Melaporkan perubahan risiko
NIC :
terhadap gejala nyeri 6. Strategi untuk
Perawatan jantung (NIC
pada professional mengurangi efek
Hal: 564)
kesehatan samping pengobatan
Aktivitas – Aktifitas :
7. Menggunakan sumber
1. Secara rutin mengecek
(NOC HAL. 394)
daya yang tersedia
pasien baik secara
8. Mengenali apa yang
fisik dan psikologis

11
terkait dengan gejala sesuai dengan NIC :
nyeri kebijakan tiap Manajemen resiko jantung
9. Melaporkan nyeri yang agen/penyedia (NIC hal: 504)
terkontrol layanan
2. Pastikan tingkat Aktivitas-aktivitas :
(NOC Hal: 247)
aktivitas pasien yang 1. Identifikasi kesiapan
tidak membahayakan pasien untuk
NIC :
curah jantung atau mempelajari gaya
Pemberian analgesik (NIC
memprovokasi hidup yang
hal: 559)
serangan jantung dimodifikasi (diet,
Aktivitas-aktivitas :
3. Instruksikan pasien merokok, minuman
1. Tentukan lokasi,
tentang pentingnya beralkohol, olahraga
karakteristik, kualitas
untuk segera dan kadar kolesterol)
dan keparahan nyeri
melaporkan bila 2. Instruksikan pasien
sebelum mengobati
merasakan nyeri dada dan keluarga
pasien
4. Evaluasi episode nyeri mengenai tanda dan
2. Cek perintah
dada (intensitas, gejala penyakit
pengobatan meliputi
lokasi, radiasi, durasi jantung dini dan
obat, dosis, dan
dan factor yang perburukan penyakit
frekuensi obat
memicu serta jantung, sebagaimana
analgesik yang
meringankan nyeri mestinya
diresepkan
dada) 3. Instruksikan pasien
3. Cek adanya riwayat
5. Monitor tanda-tanda dan keluarga
alergi obat
vital secara rutin mengenai modifikasi
4. Tinggalkan narkotik
6. Dokumentasikan faktor resiko,
dan obat-obat yang
disritmia jantung sebagaimana
dibatasi, sesuai
7. Catat tanda dan gejala mestinya
dengan aturan rumah
penurunan curah 4. Prioritaskan hal-hal
sakit
jantung yang mengurangi
5. Pilih analgesik atau
8. Monitor status resiko (jantung)
kombinasi analgesik
pernafasan terkait dengan kolabori
yang sesuai ketika
dengan adanya gejala bersama pasien dan
lebih dari satu
gagal jantung keluarga
diberikan

12
6. Tentukan analgesik 9. Monitor abdomen jika 5. Instruksikan pasien
sebelumnya, rute terdapat indikasi dan keluarga untuk
pemberian, dan dosis penurunan perfusi memonitor tekanan
untuk mencapai hasil darah dan denyut
(NIC HAL. 364)
pengurangan nyeri jantung secara rutin
yang optimal dengan berolahraga,
7. Pilih rute intravena sebagaimana
daripada rute mestinya
intramuscular, untuk 6. Berikan dukungan
injeksi pengobatan akan olahraga yang
nyeri yang sering, diindikasikan untuk
jika memungkinkan pasien yang memiliki
8. Tinggalkan narkotik factor resiko jantung
dan obat-obat lain 7. Berikan dukungan
yang dibatasi, sesuai (untuk melakukan)
dengan aturan rumah olahraga rutin harian
sakit selama 30 menit,
9. Berikan analgesic sebagaimana
sesuai waktu mestinya
paruhnya, terutama 8. Instruksikan pasien
pada nyeri yang berat dan keluarga
mengenai strategi
(NIC Hal : 247) untuk membatasi atau
mengurangi merokok
9. Dukung pasien untuk
menjaga asupan
kalori sampai tahap
pencapaian berat
badan yang
diharapkan

(NIC HAL. 205)

13
BAB IV

APLIKASI KASUS SEMU

4.1 Kasus

Kasus :

Bapak.W. usia 53 tahun, agama islam, suku bangsa melayu, pekerjaan PNS, alamat
tinggal Jl. Tarmizi kadir No.16 Thehok Jambi, masuk RS : 6/05/2011, ruangan jantung, kelas
II. Klien masuk RS karena keluhan nyeri dada yang menjalar keleher dan bahu disertai
dengan sesak napas. Keluhan ini terjadi saat klien membantu tetangganya mengangkat
barang-barang karena pindah rumah. Saat pengkajian klien mengeluh nyeri dadanya masih
terasa menjalar keleher dan bahu. Leher juga merasa seperti terjepit dan terbakar, nyeri
berlangsung selama ± 30 menit, selama 5 menit klien mengeluh pada saat nyeri dada
nafasnya juga terasa sesak, dari hasil pemeriksaan fisik pada saat pengkajian diperoleh TD :
140/100 mmHg, N : 96 x / menit, RR : 30 x / menit, suhu : 36,5 oc, mukosa bibir klien juga
mengeluh mual namun tidak sampai muntah. Klien mempunyai riwayat merokok sejak
sebelum menikah ± sejak usia 18 tahun yang disertai dengan kebiasaan minum kopi pada
pagi hari. Klien mengeluh nyeri dada ini dirasakan sejak umur 5 tahun yang lalu, yang mana
nyeri sering timbul setelah klien melakukan pekerjaan berat, klien sebelumnya tidak pernah
dirawat dirumah sakit, hanya beberapa kali periksa dengan dokter di puskesmas, selebihnya
klien membeli obat diwarung. Dari keterangan keluarga klien diperoleh bahwa keluarga klien
(bapak dan dua orang saudara klien. Mempunyai riwayat hipertensi. Namun keluarga klien
tidak ada yang menderita penyakit yang sama seperti klien ataupun penyakit jantung lainya).
Dari hasil pemeriksaan labor didapatkan Hb : 12gr%, leukosit 1000 ml3.

4.2 Pengkajian

A. Identitas Klien

Nama : Tn. W

Umur : 53 tahun

Jenis kelamin : laki-laki

14
Agama : islam

Suku bangsa : melayu

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Swasta

Alamat : Jl. Tarmizi Kadir No.15 Thehok Jambi

B. Identitas Penanggung jawab

Nama : Tn. S

Alamat rumah : Jln. Tarmizi Kadir No. 15 Thehok Jambi

Hubungan dengan klien : saudara kandung.

C. Data medik

Diognasa Medik : Angina pectoris

· Saat masuk : nyeri dada yang menjalar keleher dan bahu

· Saat pengkajia : nyeri dada masih terasa menjalar keleher dan bahu.

Alasan masuk rumah sakit

Yaitu karena nyeri dada yang menjalar keleher dan bahu diserta dengan sesak napas.

Keluhan utama saat pengkajian : nyeri dada.

D. Riwayat Kesehatan Sekarang

P : Nyeri dada

Q : Nyeri dirasakan pada saat istirahat dan beraktivitas

R : Nyeri dada menjalar keleher dan bahu

S : Skala nyeri 6

T : Nyeri berlansung selama ± 30 menit

15
E. Riwayat Kesehatan Dahulu

Dari keterangan keluarga klien diperoleh bahwa keluarga klien ( bapak dan dua orang
saudara klien ) mempunyai riwayat hipertensi.

F. Kebiasaan sehari – hari

1. Nutrisi

Sebelum MRS klien makan 3 x sehari dengan porsi cukup dan suka makan di luar rumah,
saat MRS pemenuhan nutrisi bubur kasar satu porsi habis setiap kali makan, kesulitan
menelan tidak ada, keadaan yang menggangu nutrisi tidakada, status gizi yang berhubungan
dengan keadaan tubuh : postur tubuh tinggi besar, keadaan rambut bersih.

2. Pola eliminasi

 BAB

Frekuensi : 1x/3 hari

Warna dan Bau : coklat pekat dan bau khas

Konsistensi : padat

Keluhan : tidak ada

 BAK

Frekuensi : 2x / hari

Warna dan Bau : kuning pekat dan bau khas

Keluhan : tidak ada

3. Pola tidur dan istirahat

 Tidur

Frekuensi : 2x/ hari

Jam tidur siang : 1-3 jam/hari

Jam tidur malam : 6-7 jam/hari

16
Keluhan : tidak ada

 Istirahat

Frekuensi : 4-6 jam/hari

Keluhan : tidak ada

4. Pola aktivitas

Klien melakukan aktivitas sehari – hari dibantu oleh orang lain dan alat tidak melakukannya
sendiri atau secara mandiri.

5. Pola sensori dan kognitif

Sensori : Daya penciuman, daya rasa, daya raba, daya pendengaran semuanya baik

Kognitif : Proses bepikir, isi pikiran, daya ingat baik

G. Pemeriksaan Fisik

 Status Kesehatan Umum

Keadaan penyakit sedang, kesadaran komposmentis, suara bicara jelas,

TD : 140/100 mmHg,

N : 96 x / menit,

RR : 30 x / menit,

Suhu : 36,5 ˚C

 Sistem Integumen

Tidak tampak pucat, permukaan kulit baik, tekstur baik, rambut tipis dan bersih, tidak botak,
sianosis tidak ada.

 Head to toe
1. Kepala

Normocephalic, simetris, nyeri kepala tidak ada.

2. Muka/ Wajah

17
Simetris, odema (-), otot muka dan rahang kekuatan normal, sianosis pada circum oris tidak
ada.

3. Mata

Alis mata, kelopak mata normal, konjungtiva anemis, pupil isokor, sclera tidak ikterik, reflek
cahaya(+), tajam penglihatan normal.

4. Telinga

Secret, serumen, benda asing, membran timpani dalam batas normal,pendengaran menurun.

5. Hidung

Deformitas, mukosa, secret, bau, obtruksi tidak ada, pernapasan cuping hidung tidak ada.

6. Mulut dan Faring

Bau mulut(-), stomatitis(-), gigi lengkap, kelainan lidah tidak ada.

7. Leher

Simetris, kaku kuduk tidak ada, pembesaran vena jungularis 5+0 cm H2O

8. Thorax/Paru

Gerakan simetris, retraksi supra sternal(-), retraksi intercoste(-), perkusi resonan, ronchi(-),
whezing(-), vocal fremitus kuat dan simetris

9. Jantung

Batas jantung kiri ics 2 sternal kiri dan ics 4 sternal kiri, batas kanan ics 2 sternal kanan dan
ics 5 axila anterior kanan, perkusi dullnes, bunyi s1 dan s2 tunggal, gallop(-), murmur(-),
CRT 2-3 detik

10. Abdomen

Bising usus(+), tidak ada benjolan, nyeri tekan pada kuadran kanan bawah tidak ada,
pembesaran hepar tidak ada.

18
11. Inguinal- Genetalia- Anus

Nadi femoralis teraba, tidak ada hernia, pembengkakan pembuluh limpa tidak ada, tidak ada
hemoroid.

12. Ekstremitas

Akral teraba hangat, edema(-), kekuatan 5/5, gerak yang tidak disadari(-).

13. Tulang belakang

Tidak ada lordosis, kifosis atau scoliosis.

H. Pemeriksaan diognostik.

1. Laboratorium

Darah :

Hb : 12 gr%

Leukosit : 1000 ml3

2. pemeriksaan penunjang

a. EKG : Irama sinus, HR 100/ menit, axis normal, hipetropi ventrikel tidak ada, ST
elevasi dan depresi tidak ada, interval PR < 0,20

b. Ecocardiogram : Ef 22 %, dilatasi LV dan LA, hipokinetik global.

 Program terapi :

1. Obat-obatan

a. Obat pertama :

1) Nitrogliserin sublingual 0,3-0,6 mg di berikan waktu terjadi serangan.

2) Isosorbit mono/dinitrat di berikan untuk pencegahan serangan.

3) Salep nitrogleserin penghambat betaadrenergik.

4) Antagonis kalsium di anjurkan diltiazem atau verapamil.

19
b. Obat alternative.

2. Diet

Memberikan makanan lunak yang mudah dicerna, tidak mengandung kolestrol serta makanan
yang memacu kerja jantung.

 RENCANA KEPERAWATAN

No. Data Etiologi Diagnosa

1. Ds: Suplai O2 ke miokard Nyeri akut

- Nyeri dada yang menjalar berkurang (tidak


keleher dan bahu, adekuat)

- Klien mengeluh lehernya ↓


seperti terjepit dan terbakar. Proses glikolisis anaerob

Do: ↓

-Nyeri berlangsung selama 30 / Terbentuk asam laktat


menit dengan durasi 5 menit, ↓
- skala nyeri 6 Menyentuh ujung-ujung
saraf reseptor


Nyeri akut

2. Ds: Iskemia Penurunan curah


- Klien mengeluh napasnya ↓ jantung
terasa sesak. Kontraksi miokard ↓
Do: ↓
- Mukosa bibir klien tampak CO menurun
kering dan pucat, ↓
- Ekstrimitas bahwa terasa Penurunan curah jantung
dingin,
- TD: 140/100 mmHg,
- RR: 30/menit,

20
- kavilerevil: 4 detik,
- klien tampak banyak
berkeringat.
3. Ds: Suplai O2 ke miokard Defisit pengetahuan
berkurang (tidak
- Klien sebelumnya tidak
adekuat)
pernah dirawat dirumah

sakit, hanya beberapa kali
Perubahan status
periksa dengan dokter di
kesehatan
puskesmas
- Klien membeli obat ↓
diwarung. Kurang pengetahuan

Diagnosa
NOC NIC
Keperawatan
Nyeri akut NOC : NIC :
Kontrol nyeri (NOC hal 645) Pemberian analgesik (NIC
Dipertahankan pada : 3 hal: 559)
Ditingkatkan ke : 4 Aktivitas-aktivitas :
Indikator: 1. Tentukan lokasi,
1. Mengenali kapan nyeri karakteristik, kualitas
terjadi dan keparahan nyeri
2. Menggambarkan factor sebelum mengobati
penyebab pasien
3. Menggunakan jurnal 2. Cek perintah
harian untuk pengobatan meliputi
memonitor gejala dari obat, dosis, dan
waktu ke waktu frekuensi obat
4. Menggunakan tindakan analgesic yang
pencegahan diresepkan
5. Menggunakan 3. Cek adanya riwayat
analgesik yang alergi obat

21
direkomendasikan 4. Tinggalkan narkotik
6. Melaporkan perubahan dan obat-obat yang
terhadap gejala nyeri dibatasi, sesuai dengan
pada professional aturan rumah sakit
kesehatan 5. Pilih analgesik atau
7. Menggunakan sumber kombinasi analgesik
daya yang tersedia yang sesuai ketika
8. Mengenali apa yang lebih dari satu
terkait dengan gejala diberikan
nyeri 6. Tentukan analgesik
9. Melaporkan nyeri yang sebelumnya, rute
terkontrol pemberian, dan dosis
untuk mencapai hasil
(NOC Hal: 247)
pengurangan nyeri
yang optimal
7. Pilih rute intravena
daripada rute
intramuscular, untuk
injeksi pengobatan
nyeri yang sering, jika
memungkinkan
8. Tinggalkan narkotik
dan obat-obat lain
yang dibatasi, sesuai
dengan aturan rumah
sakit
9. Berikan analgesic
sesuai waktu
paruhnya, terutama
pada nyeri yang berat

(NIC Hal : 247)

22
Penurunan curah NOC : NIC :
jantung Keefektivan pompa jantung Perawatan jantung (NIC
(NOC Hal: 650) Hal: 564)
Dipertahankan pada : 3 Aktivitas – Aktifitas :
Ditingkatkan ke: 4 1. Secara rutin
Indikator: mengecek pasien baik
1. Tekanan darah sistol secara fisik dan
2. Tekanan darah diastole psikologis sesuai
3. Denyut jantung apical dengan kebijakan tiap
4. Indeks jantung agen/penyedia
5. Denyut nadi perifer layanan
6. Ukuran jantung 2. Pastikan tingkat
7. Suara jantung aktivitas pasien yang
abnormal tidak membahayakan
8. Angina curah jantung atau
9. Kelelahan memprovokasi
serangan jantung
(NOC Hal : 115)
3. Instruksikan pasien
tentang pentingnya
untuk segera
melaporkan bila
merasakan nyeri dada
4. Evaluasi episode nyeri
dada (intensitas,
lokasi, radiasi, durasi
dan factor yang
memicu serta
meringankan nyeri
dada)
5. Monitor tanda-tanda
vital secara rutin
6. Dokumentasikan
disritmia jantung

23
7. Catat tanda dan gejala
penurunan curah
jantung
8. Monitor status
pernafasan terkait
dengan adanya gejala
gagal jantung
9. Monitor abdomen jika
terdapat indikasi
penurunan perfusi

(NIC HAL. 364)


Defisit pengetahuan NOC : NIC :
Pengetahuan: Manajemen Manajemen resiko jantung
penyakit jantung (NOC Hal: (NIC hal: 504)
600) Aktivitas-aktivitas :
Dipertahankan pada : 3 1. Identifikasi kesiapan
Ditingkatkan ke: 4 pasien untuk
Indikator: mempelajari gaya
1. Perjalanan penyakit hidup yang
biasanya dimodifikasi (diet,
2. Tanda dan gejala awal merokok, minuman
penyakit beralkohol, olahraga
3. Tanda dan gejala dan kadar kolesterol)
memburuknya penyakit 2. Instruksikan pasien
4. Manfaat manajemen dan keluarga
penyakit mengenai tanda dan
5. Strategi untuk gejala penyakit
mengurangi factor jantung dini dan
risiko perburukan penyakit
10. Strategi untuk jantung, sebagaimana
mengurangi efek mestinya
samping pengobatan 3. Instruksikan pasien

24
dan keluarga
(NOC HAL. 394)
mengenai modifikasi
factor resiko,
sebagaimana
mestinya
4. Prioritaskan hal-hal
yang mengurangi
resiko (jantung)
dengan kolabori
bersama pasien dan
keluarga
5. Instruksikan pasien
dan keluarga untuk
memonitor tekanan
darah dan denyut
jantung secara rutin
dengan berolahraga,
sebagaimana
mestinya
6. Berikan dukungan
akan olahraga yang
diindikasikan untuk
pasien yang memiliki
factor resiko jantung
7. Berikan dukungan
(untuk melakukan)
olahraga rutin harian
selama 30 menit,
sebagaimana
mestinya
8. Instruksikan pasien
dan keluarga
mengenai strategi

25
untuk membatasi atau
mengurangi merokok
9. Dukung pasien untuk
menjaga asupan
kalori sampai tahap
pencapaian berat
badan yang
diharapkan

(NIC HAL. 205)

26
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari makalah yang telah dibuat maka dapat disimpulkan bahwa Angina Pektoris
merupakan nyeri dada sementara atau perasaan tertekan didaerah jantung. atau nyeri dada
yang disebabkan oleh tidak adekuatnya aliran oksigen terhadap miokardium. Angina Pektoris
merupakan suatu penyakit berbahaya yang timbul karena penyempitan arteri yang
menyalurkan darah ke otot-otot jantung.
5.2 Saran
1. Mahasiswa diharapkan lebih memahami konsep dari penyakit angina pektoris sebagai
dasar dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas.
2. Mahasiswa harus mampu memberikan pengarahan dan motivasi pada keluarga
dengan klien yang menderita angina pektoris.

27
DAFTAR PUSTAKA

Boughman,Diane C,JoAnn C. Hackley.2000.Keperawatan Medikal Bedah.Jakarta:EGC.

Price,Sylvia.A,Lorraine Mc.Carty Wilson.1984.Patofisiologi Konsep Klinik Proses-proses


Penyakit Edisi 2.Jakarta:EGC

Wilkinson, Judith M. 2006. Buku saku diagnosis keperawatan dengan intervensi NIC dan
kriteria hasil NOC. Jakarta: EGC

28