You are on page 1of 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn.

”R” DENGAN TUMOR REGIO CAPITIS DI


DAERAH CAPITIS POSTERIOR DEXTRA DIRUANGAN INTALASI RAWAT BEDAH RSUD
KAYU AGUNG 2014

Tn R datang ke Rumah sakit hari senin tanggal 13 maret 2017 dengan keluhan adanya
benjolan di kepala bagian belakang sebelah kanan. Dia mengatakann benjolannya sudah ada
semenjak 6 bulan yang lalu, dan nyeri pada benjolannya terasa seperti nyut-nyutan serta hilang
timbul. Setelah dilakukan pengkajian, didaptkan skala nyerinya 2 dan tanda-tanda vitalnya
TD:110/70 mmHG, Nadi:80x/menit, Respirasi :22x/menit, dan Suhu Badannya 35,7oC.

Tanggal / jam pengkajian : 16.00 / 04 maret 2014


Tanggal / jam masuk rumah sakit : 15.45 / 04 maret 2014
A. INDENTITAS
Pasien penanggung jawab
Nama : Tn.R Nama : Ny.TB
Umur : 28 Th Umur : 25 Th
Pekerjaan : pemasangan tenda Jenis kelamin : perempuan
Status pernikahan : kawin Alamat : tanjung raja
Alamat : tanjung raja
Dx medis : tumor regio capitis

1. PENGKAJIAN:
 Keluhan Utama :
adanya benjolan di kepala bagian belakang sebelah kanan nyeri kepala bagian belakang sebelah
kanan.
 Riwayat penyakit saat ini
Tn.R mengatakan ada benjolan di kepala bagian belakang sebelah kanan, nyeri nyut-nyutan di
bagian benjolan skala 2, datang secara tiba-tiba dan hilang timbul.
 Riwayat kesehatan lalu
Tn.R mengatakan benjolan sudah ada 6 bulan yang lalu, tapi belum perna datang ke rumah sakit
untuk di periksa.
 Riwayat kesehatan keluarga
Tn.R mengatakan tidak ada keluarga menderita penyakit yang sama maupun penyakit yang lain.

2. PEMERIKSAAN FISIK
 Tanda-tanda Vital:
o TD: 110/70 mmHg
o Nadi: 80x/menit
o Respirasi : 22 x/menit
o SB : 35,7oC
 Sakit/ nyeri : nyeri dengan skala 2
status gizi : baik
BB ideal : BB : 65 Kg, TB : 175 cm
Personal : mandi : 1x/hari
kuku : bersih
rambut : bersih
kulit : bersih
MK : Nyeri
A. Sistem Kardiovaskuler
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Denyut : 80x/m
Irama : Teratur
Bunyi Jantung : Normal
Akral : Hangat
Edema : Tidak ada
MK : tidak ada
B. Sistem saraf pusat
Kesadaran : GCS : 15, E:4 M:6 V:5
Bicara : Pasien mengatakan berbicara spontan dan lancar, mengerti
xbnsxmscmscb msbc mapa yang di bicarakan.
Status motorik : Normal
Koordinasi : Tes hidung-jari-hidung
Kekuatan otot :5
Gaya bejalan dan keseimbang : normal
Mk : tidak ada
Saraf-saraf otak
- Nervus olfaktorius (N1)
penciuman : baik, pasien masih dapat mencium bau dan daya penciuman baik.
MK : tidak ada
- Nervus optikus (N II)
visus : dapat membaca tulisan perawat.
MK : tidak ada
- Nervus oculomotorius, trachealis dan abdusen (N III,IV,VI)
tidak ada kelainan bentuk mata, bola mata simetris, gerakan bola mata lateral atas bawah,
medial atas bawah pupil bulat, pupil mata isokor Os/Od reflek cahaya saat berlangsung
maupun tidak langsung baik dan reflek pupil norma.
MK : tidak ada
- Nervus trigeminus (N V)
s Mampu mengunyah yang keras seperi buah apel dan mampu membuka mulut
s Mengigit baik
s Reflek kornea baik
s Sensorik /sensebilitas baik mampu merasakan rangsangan nyeri
MK : tidak ada
- Nervus statoakustikus / Nervus vestibula kokhlearis (N VIII)
Pendengaran
s Suara bisikan : bisa di dengar
s Suara arloji : bisa di dengar
s Tes weber : normal
s Tes rinne : normal
s Keseimbangan : dapat berdiri, dan berjalan normal
MK : tidak ada
- Nervus glosso faringeus (N IX)
s Pasien mampu berbicara secara normal
s Reflek : pasien tidak muntah dan batuk
MK : tidak ada
- Nervus vagus (N X)
Suara sama normal, reflek menelan baik, ,mampu menelan makanan, denyut jantung teratur,
irama denyut jantung kuat
MK : tidak ada
- Nervus aksesoris ( N XI)
Pasien mampu memutar kepala dan mengangkat bahunya
MK : tidak ada
- Nervus hipoglosus (N XII)
Pasien mampu menjulurkan dan menarik lidahnya kembali
MK : tidak ada
C. Sistem gastrointestinal
- Pasien mengatakan nafsu makan tidak berkurang (normal)
- Pasien dapat mengunyah makanan dengan baik, bibir pasien normal, tidak ada pecah-
pecah dan mukosa bibir berwarna merah muda.
- Pasien mampu mnegunyah dan menelan makanan dengan baik.
- Abdomen tidak ada nyeri tekan, pasien BAB 1x/hari
MK : tidak ada
D. Sistem Muskuluskletal
- Rentang gerak tidak terbatas
- Keseimbangan dan cara berjalan tegap
- Kemampuan memenuhi aktivitas sehari-hari tampah bantuan orang lain
- Gengaman tangan sama kuat
- Otot kaki kuat, akral hangat, tidak ada fraktur
MK : tidak ada
E. Sistem integumen
- Warna kulit : normal
- Turgor kulit : elastis
- Luka : habis operasi
- Kemerahan : tidak ada
MK : tidak ada
F. Sistem reproduksi
- Skrotum : normal
- Testis : normal
- Prostat : normal
MK : tidak ada
G. Sistem perkemihan
- Urine : jumlah 24 jam : 1200 cc
- Warna : kuning
- Vesika urinaria: normal
MK : tidak ada
PENGKAJIAN MASALAH PSIKOSOSIAL BUDAYA DAN SPIRITUAL
- Pasien mengatakan ikhlas dengan musibah yang dialami dan hanya bisa berserah diri
berdoa kepada Allah SWT. Pasien mengatakan setelah masalah ini teratasi dan pengobatan
selesai ingin menjaga kesehatan agar tidak terulang kembali.
MK : cemas
- Sosial
Pasien mengatakan aktifitas dan peran di masyarakat tidak ada kebiasaan yang tidak disukai
dan tidak ada masalah dengan sesama.
MK : tidak ada
- Budaya
Pasien mengatakan budaya yanga ada dilingkungan, akitivitas dalam budaya yang ada dengan
cara menyesuaian budaya dilingkungan, tidak merasa keberatan dengan budaya yang ada.
MK : tidak ada
- Spiritual
Aktivitas ibadah yang dilakukan mengerjakan sholat, mengikuti pengajian dilingkungan sekitar,
pasien mengatakan hanya bisa beriktiar dan berdoa kepada Allah SWT semua kejadian yang
menimpanya.
MK : tidak ada

DATA PENUNJANG, TANGGAL PEMERIKSAAN 04 MARET 2014


Jenis pemeriksaan
Nilai normal
Hasil
Hb
L : 14-16 g/dl
14,6 g/dl
P : 12-14 g/dl

Leukosit
5000-10000 mm3

Basofil
0-1 %
7700 mm3
Eosinofil
1-3 %
0%
N. inti batang
2-6 %
0%
N. inti segmen
50-70 %
66 %
Limposit
20-40 %
30 %
Monosit
2-8 %
4%
Hematokrit
40-50 %
41 %
Trombosit
150000-400000 mm3
176000 mm3
Gol. Darah
A,B,O,AB
O

TERAPI YANG DIBERIKAN


Obat/tindakan
Golongan
Dosis
Indikasi
Kontra indikasi
Cefpirome
Sefalosporin
2x1 vial
Infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit, bakterimia, ISK bagian atas dan bawah
Hipersensitifitas terhadap sepolos porin
Ranitidine
Antasida dan ulkus, antibusa
2x1 ampul
Tukak lambung, tukak duodenum, refluk esofagitis, hipersekresi pasca bedah.
-
Keterolac
Analgesic non narkotika
3x1 ampul
Penanganan jangka pendek untuk nyeri berat
Tukak peptic aktif pendarahan atau perforasi GI
IVFD
Elektrolit
GGT 20x/m
Injeksi intravena
-

ANALISA DATA
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : selasa,04 maret 2014
No
Data
Etiologi
Masalah keperawan
1
Ds :
- Tn. R mengatakan takut karena akan dilakukan operasi
Do :
- Tn.R tampak gelisah dan tidak tenang
- TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
Timbul desakan ruang baik yang jinak/ganas yang timbul di otak
Tumor regio capitis
Pre operasi
Perubahan fisik
Bentuk kulit abnormal
Bentk kulit abnormal
Kurang pengetahuan dari individu
Anxietas

Anxietas
2
Ds :
- Tn.R mengatakan sakit dan nyeri di daerah luka bekas operasi
Do :
- Pasien tampak meringis dan tidak merasa nyaman dengan kondisi sekarang
- TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c

Post operasi
Tindakan insisi dilakukan anastesi
insisi pada bagian tumor
Terputusnya kontinuitas jaringan
Aktifnya reseptor nyeri BPH
Aferen
Medula spinallis
Talamus
Kortek selebri
Eferen
Nyeri

Nyeri
3
Ds :
- Tn.R mengatakan gatal-gatal pada luka bekas operasi
Do :
- Luka Tn.R tampak kemerahan timbulnya jaringan parut fase penyembuhan
- TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c

Post operasi
Adanya bekas operasi
Fase penyembuhan terbentuknya benang permukaan
Bentuk permukaan kulit berubah
Bercak merah
Kerusakan integritas kulit
Kerusakan integritas kulit

NURSING PLANING
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : selasa,04 maret 2014
No
Diagnosa
Jam
Tujuan
Intervensi
Rasional
Paraf

1
Anxietas b/d dilakukan tindakan pembedaha
Ds :
Tn. R mengatakan takut karena akan dilakukan operasi
Do :
Tn.R tampak gelisah dan tidak tenang
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
15.45
Diharapkan setelah dilakukan tindakan dalam 1x24 cemas berkurag.
Kriteria hasil : wajah pasien dan bisa tampak rileks dan bisa lebih tenang
1. Berikan penyuluhan terhadap pasien tenang penyakit yang dideritanya
2. Ajarkan teknik relaksasi
3. Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan tindakan
1. Agar pasien dapat memahami penyakitnya dan penting nya tindakan operasi
2. Pasien dapat tenag dan tidak merasa cemas
3. Menyetabilkan kondisi pasien

2
Nyeri b/d putusnya kontinuitas jaringan dan luka bekas operasi
Ds :
Tn.R mengatakan sakit dan nyeri di daerah luka bekas operasi

Do :
Pasien tampak meringis dan tidak merasa nyaman dengan kondisi sekarang
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
15.45
Setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri 1x24 jam dapat diatasi
Kriteria hasil:
Pasien dapat beraktivitas seperti semula
1. Kaji TTV pada klien dan skala nyeri
2. Berikan tehnik relaksasi pada pasien
3. kolaborasikan dengan tim medis dalm terapi obat

1. untuk mengetahui kondisi sekarang


2. pasien dapat melakukan teknik relaksasi agar rasa nyeri berkurang
3. Mengurangi ras nyeri setelah operasi

3
Kerusakan integritas kulit b/d adanya bentuk permukaan kuliy berubah akibat insisi
Ds :
Tn.R mengatakan gatal-gatal pada luka bekas operasi
Do :
Luka Tn.R tampak kemerahan timbulnya jaringan parut fase penyembuhan
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
15.45
Setelah diberikan tindakan keperawatan 2x24 jam bentuk kulit kembali semula Kriteria hasil
: agar kondisi kulit pasien dapat kembali normal
1. Kaji TTV pasien
2. Berikan perawatn luka bekas operasi pada pasien
3. Kolaborasi dengan tim medis dalam terapi dan tindakan
1. Mengetahuan kondisi sekarang
2. Mempertahankan kondisi luka pasien tetap bersih
3. Membantu memperbaiki kulit pasien.
NURSING IMPLEMENTASI
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : kamis 06 maret 2014
No
Diagnosa
Jam
Tindakan keperawatan
Respon
Paraf

1
Anxietas b/d dilakukan tindakan pembedaha
Ds :
Tn. R mengatakan takut karena akan dilakukan operasi
Do :
Tn.R tampak gelisah dan tidak tenang
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c

15.45
1. memberikan penyuluhan terhadap agar pasien tahu pentingnya tindakan operasi untuk
mengangkat tumor yang dideritanya
2. mengajarkan pasien untuk tarik napas dari hidung dan mengeluarkan lewat mulut sebagai
teknik relaksasinya
3. berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi dan tindakan
1. Pasien tampak mendengarkan dan mengikuti intruksi yang diberikan
2. Pasien tampak lebih nyaman setelah di lakukna teknik relaksasi
3. Pasien tampak lebih rileks dan nyamn dan tenang

2
Nyeri b/d putusnya kontinuitas jaringan dan luka bekas operasi
Ds :
Tn.R mengatakan sakit dan nyeri di daerah luka bekas operasi

Do :
Pasien tampak meringis dan tidak merasa nyaman dengan kondisi sekarang
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
15.00
1. Mengkaji TTV aagr mengetahui kondisi dan keadaan pasien sekarang dan skala nyeri
dengan menyebutkan angka pada pasien kemudian pasien diminta menilai dari angka batas
nyerinya
2. Menganjurkan klien melakukan teknik relaksasi dengan cara menarik napas dari hidung
dan dihembuskan melalui mulut secaar perlahan
3. berkolaborasi dengan tim medis dalam terapi obat analgetik

1. pasien mengikut pemeriksaan dengan baik dan menegrti yang dimaksud oleh perawat
2. pasien tampak rileks dan lebih tenang
3. pasien kelihatan lebih nyaman

3
Kerusakan integritas kulit b/d adanya bentuk permukaan kulit berubah akibat insisi
Ds :
Tn.R mengatakan gatal-gatal pada luka bekas operasi
Do :
Luka Tn.R tampak kemerahan timbulnya jaringan parut
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
16.00
1. mengkaji TTV pasien untuk mengetahui kondisi pasien
2. Merawat ganti perban pada luka bekas operasi agar luka pasien tetap bersihan
3. berkolaborasi dengan tim medis dalam terapi dan tindakan
1. pasien tampak mngikuti pemeriksaan
2. pasien mengikuti tindakan GV dengan baik
3. pasien tampak senang dengna keadaan yang semangkin membaik

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : Rabu 05 maret 2014
No
Diagnosa keperawatan
Jam
Perkembangan sift
TTV
1
Anxietas b/d dilakukan tindakan pembedahan
15.45
S : Pasien mengatakan merasa tenang dan mnegatakan pasrah dan iklas menghadapi operasi
besok
O : pasien tampak tidak gelisah lagi dan lebih rileks
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
A : masalah teratasi
P : intervensi di hentikan

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : kamis 06 maret 2014
No
Diagnosa keperawatan
Jam
Perkembangan sift
TTV
2
Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan dan luka bekas operasi
15.00
S : pasien mengatakan sakit dan nyeri di daerah luka bekas operasi
O : pasien tampak menahan nyeri dan ekspresi wajah tamp meringis
TTV
TD : 120/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 20 x/m
T : 36 c
A : masalah belum teratasi
P : intervensi di lanjutkan nomor (1-3)
I:
1. Kaji TTV pada klien dan skala nyeri
2. Berikan tehnik relaksasi pada pasien
3. kolaborasikan dengan tim medis dalm terapi obat
E:
- Ds : pasien mengatakan masih terasa nyeri pada lukanya.
- Do : wajah pasien masih tampak meringis

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : jumat 07 maret 2014
No
Diagnosa keperawatan
Jam
Perkembangan sift
TTV
2
Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan dan luka bekas operasi
09.00
S : pasien mengatakan sakit dan nyeri di daerah luka bekas operasi
O : pasien tampak menahan nyeri dan ekspresi wajah tamp meringis
TTV
TD : 120/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 20 x/m
T : 37 c
A : masalah belum teratasi
P : intervensi di lanjutkan nomor (3)
I :kolaborasikan dengan tim medis dalm terapi obat
E:
- Ds : pasien mengatakan sudah nyeri pada lukanya.
- Do : pasien tampak lebih nyamn dan rileks skala 0

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : kamis 06 maret 2014
No
Diagnosa keperawatan
Jam
Perkembangan sift
TTV
2
Kerusakan integritas kulit b/d adanya bentuk permukaan kulit berubah akibat insisi
16.00
S : pasien mengatakan gatal-gatal pada luka bekas operasi
O : luka tampak kemerahan timbulnya jaringan parut
TTV
TD : 120/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 20 x/m
T : 36 c
A : masalah belum teratasi
P : intervensi di lanjutkan nomor (1-3)
I:
1. Kaji TTV pasien
2. Berikan perawatn luka bekas operasi pada pasien
3. Kolaborasi dengan tim medis dalam terapi dan tindakan
E:
- Ds : pasien masih sedikit gatal-gatal pada luka bekas operasinya
- Do : luka tampak berkurang kemerahan pada kulitnya dan jaringan parut mulai merata

CATATAN PERKEMBANGAN
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : juma 07 maret 2014
No
Diagnosa keperawatan
Jam
Perkembangan sift
TTV
2
Kerusakan integritas kulit b/d adanya bentuk permukaan kulit berubah akibat insisi
09.00
S : pasien masih sedikit gatal-gatal pada luka bekas operasinya
O : luka tampak berkurang kemerahan pada kulitnya dan jaringan parut mulai merata
TTV
TD : 120/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 20 x/m
T : 37 c
A : masalah belum teratasi
P : intervensi di lanjutkan nomor (2-3)
I:
1. Berikan perawatn luka bekas operasi pada pasien
2. Kolaborasi dengan tim medis dalam terapi dan tindakan
E:
- Ds : pasien mengatakan rasa gatal-gatal berkurang Do : luka pasien tampak kering dan
perlekatan jaitan baik dan adanya jaringan parut fase penyembuahan

EVALUASI
Nama pasien : Tn. R Diagnosa medis : tumor region capitis
Jenis kelamin : laki-laki No.medis record : 425998
No. Kamar Bed : 1 Hari/tanggal : jumat 07 maret 2014
No
Diagnosa
Jam
Evaluasi
Paraf
1
Anxietas b/d dilakukan tindakan pembedahan
16.00
S : pasien mengatakan merasa tenang dan mengatakan pasrah dan ikhlas menghadapi operasi

O : pasien tampak tidak gelisah lagi dan lebih rileks


TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
A : Masalah teratasi
P: Intervensi dihentikan

2
Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan dan luka bekas operasi
11.00
S : pasien mengatakan sudah tidak nyeri lagi
O : pasien tampak lebih nyaman dan rileks. Skala : 0
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c

A : masalah teratasi
P : intervensi dihentikan pasien pulang, karena perintah dokter

3
Kerusakan integritas kulit b/d adanya bentuk permukaan kulit berubah akibat insisi
11.00
S : Pasien mengatakan terasa gatal-gatal sudah berkurang
O : luka pasien tampak kering dan perlekatan jaitan baik dan adanya jaringan parut fase
penyembuhan
TTV
TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/m
RR : 22 x/m
T : 35,2 c
A : Masalah sebagian teratasi
P : Intervensi dihentikan pasien pulang, karena perintah pasien
Sel Tumor Menginvasi Jaringan Lunak

Respon Osteolitik Respon Osteoblastik (Pembentukan Tulang)

Destruksi Tulang Penimbunan Periosteum Tulang yang baru dekat lempat lesi
terjadi

Penghancuran Tulang Lokal Terjadi pertumbuhan tulang yang


abortif

Osteoporosis
Pembedahan Penambahan massa tulang

Fraktur

Nyeri Akut
Kerusakan Integritas Kulit Kerusakan Mobilitas Fisik Resiko Infeksi