You are on page 1of 11

Asuhan Keperawatan dengan Klien Ibu Hamil dalam Konteks Keluarga

Kelompok 5:
- Bella Kurniasih Putri
- Mega Rahma Dani
- Ovi Oktaviani Putri
- Pipit Selvianti
- Pramanita Khafizah
- Puji Rahayu Ningsih
- Puput Putriyani
- Rachel Ratya Wardani
- Siti Nurul Qadariah P.
A. Definisi perawatan Kehamilan

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai


fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau
implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal
akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender
internasional. Kehamilan terbagi dari 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung
dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke 13 hingga ke 27), dan trimester
ketiga 13 minggu (minggu ke 28 hingga ke 40) (Prawirohardjo, 2009)
Perawatan kehamilan merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu
selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal
yang ditetapkan (Depkes RI, 2010)
Perawatan kehamilan merupakan suatu program berkesinambungan selama kehamilan,
kelahiran, dan nifas yang terdiri atas edukasi, scrining, deteksi dini, pencegahan,
pengobatan, rehabilitasi yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman,
sehingga ibu mampu merawat bayi dengan baik (Sosroatmodjo, 2010)

B. Perumusan Masalah
Menggambarkan status dan keadaan kesehatan keluarga. Didasarkan pada: analisa
konsep, prinsip, teori dan standar dalam mengambil keputusan tentang masalah
kesehatan dan keperawatan keluarga. Acuan: tipologi masalah kesehatan dan
keperawatan serta berbagai ketidakmampuan keluarga dalam melakukan tugas-tugas
keluarga dalam bidang kesehatan.

C. Tipologi Masalah Kesehatan Keluarga


1. Ancaman Kesehatan
a. Keadaan yang memungkinkan terjadinya penyakit, kecelakaan, dan kegagalan
dalam mencapai potensi kesehatan.
b. Penyakit keturunan : asma, DM, dll
c. Keluarga dengan penyakit menular: TBC, hepatitis, dll
d. Jumlah anggota keluarga yang besar
e. Resti kecelakaan dalam keluarga : benda tajam, tangga
f. Stressor
2. Kurang atau tidak sehat
a. Kegagalan dalam memantapkan kesehatan
b. Keadaan sakit, sesudah / sebelum didiagnosa
c. Kegagalan tumbang anak
3. Situasi Krisis
a. Keadaan yang menuntut penyesuaian diri keluarga
Perkawinan, Masa nifas, Kehamilan, Menjadi orang tua, Persalinan, Abortus, dll
b. Dilakukan setelah penetapan diagnosa kes keluarga. Hal-hal yang perlu
diperhatikan, sbb :
1) Penyelesaian masalah tidak dapat diatasi dalam keluarga
2) Masalah yang dapat mengancam kehidupan keluarga
3) Respon dan perhatian keluarga terhadap askep keluarga
4) Keterlibatan keluarga dalam problem solving
5) Sumber daya keluarga dalam penyelesaian masalah
6) Pengetahuan dan kebudayaan keluarga

D. Kriteria Prioritas Masalah


1. Sifat masalah
2. Kemungkinan masalah dapat diubah
3. Potensi masalah untuk dicegah
4. Masalah yang menonjol

E. Skala Prioritas Masalah


KRITERIA NILAI BOBOT

1. Sifat masalah ……. 1


Ancaman kesehatan
2
Tidak atau kurang sehat
3
Krisis
1

2. Kemungkinan masalah dapat


……. 2
diubah
dengan mudah 2

Hanya sebagian 1

Tidak dapat 0

3. Potensi masalah untuk diubah ……. 1


Tinggi
3
Cukup
2
Rendah
1

4. Menonjolnya masalah
……. 1
Masalah berat harus ditangani
2
Masalah tidak perlu segera ditangani
1
Masalah tidak dirasakan
0

F. Skoring
1. Tentukan skor urut setiap kriteria
2. Skor dibagi dengan angka tertinggi dan kalikan dengan bobot skor x bobot angka
tertinggi
3. Jumlahkan skor untuk semua kriteria
4. Skor tertinggi adalah 5 dan sama untuk seluruh bobot

G. Faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Prioritas


1. Sifat masalah
a. Bobot terbesar diberikan pada keadaan sakit atau mengancam kehidupan keluarga,
yaitu keadaan sakit atau pertumbuhan anak yang tidak sesuai dengan usia.
b. Berikan bobot pada hal yang mengancam kesehatan keluarga.
c. Selanjutnya pada keadaan / situasi krisis
d. Kemungkinan masalah dapat diubah
e. Pengetahuan, tekologi dan tindakan-tindakan untuk menangani maslah
f. Sumber daya keluarga yaitu keuangan, tenaga, sarana dan prasarana
g. Sumber daya perawatan ; pengethuan, keterampilan dan waktu
h. Sumber daya masyarakat : fasilitas, organisasi seperti posyandu, polindes, dll

2. Potensi masalah untuk dicegah


a. Kepelikan atau kesulitan masalah: bertanya penyakit dalam prognosa, dan beratnya
masalah
b. Lamanya masalah: jangka waktu terjadinya masalah.
c. Tindakan yg sudah dan sedang dijalankan
d. Adanya kelompok resiko tinggi dalam keluargaatau kelompok yang peka
menambah potensiuntuk mencegah masalah

H. Kasus:
Ibu S (28 tahun) Primigravida G1P0A0 usia kehamilan 34 minggu. Saat ini mengatakan
bingung dan cemas menghadapi persalinan. Ibu juga mengatakan belum pernah
mendapatkan informasi apa yang harus disiapkan dalam menghadapi persalin.
I. Asuhan Keperawatan:
Identifikasi data yang perlu dikaji lebih lanjut terkait kasus diatas.
1. Data umum:
a. Nama Kepala Keluarga : Tn. A
b. Alamat : jalan pangkalan 2, kec. Jati warna, Kota Bekasi
c. Komposisi Keluarga :
No Nama L/P Hubungan dengan K.K Umur Pendidikan
1 Bp. A L Suami/KK 30 D3 Manajemen
2 Ibu. S P Istri 28 SMA

Pada saat pengkajian didapatkan data: Ibu S mengatakan bingung dan cemas
menghadapi persalinan. Ibu S juga mengatakan belum pernah mendapatkan
informasi tentang persalinan.
Dari hasil pemeriksaan fisik tanda-tanda vital didapatkan:
Suhu : Ibu. S 36°C
Nadi : Ibu. S 90 x/menit
RR : Ibu. S 20 x/mnt
Dari pemeriksaan Ibu bingung dan cemas dan belum pernah mendapatkan
informasi tentang persalinan.

d. Tipe atau bentuk keluarga termasuk tipe keluarga The dyad family (suami
istri yang tinggal tanpa anak) karena terdiri dari suami dan istri.
e. Semua anggota keluarga berasal dari suku Jawa dan beragama Islam,
didalam keluarga tidak ada pantangandalam makanan atau hal-hal lain
asalkan tidak bertentangan dengan budaya dan agama.
f. Keluarga Ibu S termasuk dalam keluarga sejahtera, karena keluarga telah
dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikologis dan
kebutuhan dan pengembangan tetapi keluarga belum dapat memberikan
sumbangan yang maksimal terhadap masyarakat secara teratur dan belum
berperan secara aktif dalam suatu lembaga.
g. Keluarga Ibu S mempunyai kebiasaan rutin untuk berekreasi keluar kota.

2. Riwayat keluarga inti


Menurut Ibu. S menikah dengan Bp. A dan ibu S sedang mengandung anak
pertama dengan usia kehamilan 34 minggu. Di dalam keluarga Ibu. A
mengatakan kepada Bp. M bahwa ia cemas dan belum pernah mendapatkan
informasi tentang kehamilan.

3. Lingkungan
Karateristik rumah yang ditempati keluarga Bp.M adalah milik sendiri. Rumah
terdiri atas dua lantai. Penataan peralatan rumah tangga tersusun secara rapi.
Ventilasi dan pencahayaan matahari ke dalam rumah baik, keluarga memiliki
kamar mandi dan jamban sendiri, sumber air berasal dari sumur untuk air
minum dan selain air minum. Air yang dipakai dapat mencukupi kebutuhan
keluarga. Ventilasi menurut keluarga berasal dari jendela sehingga sirkulasi
udara bisa berganti dengan baik, penerangan dengan lampu.
4. Struktur keluarga
a. Pola komunikasi keluarga
Keluarga Ibu S saling terbuka tentang masalah kesehatan yang di derita. Bpk.
A mendukung kehamilan anak pertama mereka. Dalam kegiatan Ibu. S
apabila ada masalah, didiskusikan bersama Bpk. A. Semua anggota keluarga
bebas menyatakan pendapatnya tetapi yang mengambil keputusan adalah
suami Ibu. S sebagai kepala keluarga. Pengambilan keputusan didahului
dengan cara diskusi.
b. Struktur kekuatan keluarga
Keluarga Ibu S saling menghargai satu sama lain saling membantu, serta
saling mendukung. Ibu. S mampu untuk merawat diri sendiri dan memenuhi
kebutuhan sehari-hari.
c. Struktur peran
1) Suami Ibu S adalah kepala keluarga dan bekerja sebagai karyawan di
sebuah perusahaan di salah satu tempat di daerah Jakarta bekerja dari pagi
sampai sore hari untuk mencari nafkah.
2) Ibu S adalah seorang ibu rumah tangga
d. Nilai atau norma budaya
Keluarga Bp.T kurang mampu menerapkan semua aturan-aturan sesuai
dengan ajaran agama Islam tetapi mengharapkan kedua anaknya menjadi
anak yang taat dalam menjalankan agama. Dalam keluarga juga kurang
menerapkan hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan.

5. Fungsi keluarga
a. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga Ibu S saling menyayangi satu sama lain. Akan tetapi
tempat tinggal saudara-saudara tidak saling berdekatan, kakak dan adik Ibu S
berjauhan tinggalnya.
b. Fungsi Ekonomi
Ibu S mengatakan bahwa penghasilan suaminya sanga mencukupi.
6. Stress dan koping keluarga
a. Kemampuan keluarga berespon terhadap masalah
Jika ada masalah dalam keluarga biasanya didiskusikan bersama suami.
Apabila perlu nasihat, biasanya keluarga Ibu S minta nasihat kepada orang
tuanya.
b. Strategi koping
Keluarga mengatakan jika ada masalah selalu mendiskusikan dalam keluarga
sehingga masukan dari keluarga (terutama orang tua) dapat membantu
menyelesaikan masalah.

7. Harapan keluarga
Keluarga menyatakan sangat senang dengan kehadiran perawat dan berharap
sangat membantu keluarga untuk mengurangi cemas dan menambah informasi.

8. Data tambahan
a. Nutrisi
Keluarga mengatakan bahwa mereka makan nasi 3x sehari dengan lauk dan
sayur seadanya.
b. Eliminasi
Dalam keluarga tidak ada keluhan dalam istirahat tidur.
c. Istirahat tidur
Dalam keluarga tidak ada keluhan dalam istirahat tidur.
d. Aktivitas sehari-hari
Suami Ibu S bekerja sebagai karyawan disebuah perusaan di Jakarta. Ibu. S
membereskan rumah, dan melakukan pekerjaan rumah lainnya.
e. Merokok
Suami ibu S mempunyai kebiasaan merokok kurang lebih 1 bungkus tiap
hari.
9. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan
Bp.M Ibu.H
Fisik
Kepala Rambut: hitam bersih Rambut: hitambersih

N: 80x/menit N: 88x/menit
RR: 18x/menit RR: 20x/menit
TTV
S: 37ᵒC S:37ᵒC
TD:130/80mmHg TD: 120/80mmHg

BB: 58kg BB: 60kg


BB/TB TB: 170cm (kondisi kurang) TB: 156cm (kondisi obesitas)
Mata Tidak anemis Tidak anemis
Hidung Tidak bersekret Tidak bersekret
Mukosa lembab,tidak sulit Mukosa lembab, tidak sulit menelan
Mulut
menelan
Tidak ada benjolan, tidak ada Tidak ada benjolan, tidak ada
Leher
pembesaran kelenjar limfe pembesaran kelenjar limfe
Bunyi jantung normal dan Bunyi jantung dan paru normal
Dada
paru terdengar ronchi +/+
Abdomen Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
Tangan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
Kaki Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan
Keadaan CM CM
Umum

Fungsi afektif
Keluarga Ibu S tampak harmonis, antar anggota keluarga saling menghargai dan
menghormati.
Fungsi sosialisasi : hubungan antar anggota keluarga baik di mana ada suatu interaksi yang
baik antar anggota keluarga.
Fungsi perawatan keluarga
Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan:. Keluarga Ibu S kurang pengetahuan
kecemasan dan kurang pengetahuan tentang kehamilan.
Kemampuan keluarga mengambil keputusan
Keluarga Ibu S sedang hamil dengan usia kehamilan 34 minggu, namun keluarga tidak tahu
harus bagaimana dalam menghadapi persalinan, ibu S juga cemas dalam menghadapi
kecemasan.
Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Ibu S sudah menyadari tentang kehamilan yang telah berusia 34 minggu tapi Ibu S
kurang pengetahuan.
Kemampun keluarga dalam memelihara dan memodifikasi lingkungan
Ventilasi rumah baik, kondisi rumah bersih, namun keluarga Ibu S bisa memodifikasi
lingkungan rumah sehingga tertata rapi.
Kemampuan keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan
Keluarga Ibu S menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada yaitu seperti puskesmas,
Bidan praktik, dokter umum untuk mengecek kehamilannya dan mengatasi masalah
kesehatan yang ada pada keluarga.
Stressor keluarga
Keluarga Ibu S mempunyai suatu masalah karena kecemasan dan kurangnya informasi
tentang persalinan yang ingin dihadapi.
Strategi koping yang digunakan
Apabila suatu masalah, maka akan diselesaikan secara musyawarah.
Strategi adaptasi disfungsional
Ny. H termasuk orang yang mudah merasa khawatir.
Analisa Data
No Data Diagnosa Keperawatan

1 Data Subjektif: Ansietas berhubungan


dengan menghadapi
- Klien mengatakan cemas
persalinan
- Klien mengatakan bingung

Data Objektif:

- TD: 120/80 mmhg, N=90x/mnt, S= 36 C,


RR: 20 x/mnt
- Pasien terlihat bingung
- Pasien terlihat gelisah

2 Data Subjektif: Kurang pengetahuan


berhubungan dengan
- Klien mengatakan kurang mengetahui
informasi kesiapan persalinan
tentang kesiapan persalinan yang ingin
dihadapi
-
Data Objektif:

- Klien tampak bingung


- Klien terus bertanya kepada perawat