You are on page 1of 35

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga sehat dan sejahtera dengan kualitas hidup yang baik, diantaranya dari
segi ibu dan anak, adalah merupakan pertimbangan yang penting. Telah hampir satu
abad kita berupaya agar dapat menolong ibu melahirkan dengan baik dan mendapatkan
anak yang sehat. Kita dituntut untuk mampu dan dapat memberikan kontribusi dalam
bidang obstetri dan ginekologi, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, serta menurunkan angka kelahiran, kematian ibu dan kematian anak.
Semua ini secara bertahap dapat kita lihat hasilnya, untuk itu perlu adanya peningkatan
sistem informasi dan komunikasi secara terus menerus.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pelayanan kesehatan
maternal yang efektif pada kehamilan, persalinan, nifas dengan komplikasi sehingga
angka kematian dan kesakitan dapat dikurangi. Dalam melaksanakan upaya tersebut
diperlukan SDM yang mempunyai kemampuan untuk memberikan pelayanan yang
optimal dan bukti acuan yang disepakati oleh semua pihak.
Konsep perawatan pasca melahirkan yang dikembangkan pada persalinan normal
sebenarnya mengkuti pola tradisional yang dikemas secara modern yaitu mobilisasi
dini, rooming in, pemberian ASI awal. Pola ini melalui penelitian terbukti mempunyai
keuntungan bagi ibu maupun bayinya. Dalam pengawasan setelah melahirkan,
dokter/bidan yang merawat akan datang setiap hari atau setiap saat untuk memberikan
petunjuk perawatan.
Pemeriksaan pada masa nifas tidak banyak mendapat perhatian ibu, karena sudah
dirasa baik dan selanjutnya semua berjalan lancar. Pemeriksaan kala nifas sebenarnya
sangat penting dilakukan untuk mendapatkan penjelasan yang berharga dari
dokter/bidan yang menolong persalinan itu. Diantara masalah penting tersebut adalah
melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang alat kelamin dan mulut rahim yang
mungkin masih luka akibat proses persalinan.
Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis
baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60 % kematian ibu akibat kehamilan

1
terjadi setelah persalinan dan 50 % kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama.
(Sarwono, 2002:122-123)
Mengingat masa nifas adalah masa transisi dimana ibu mengalami perubahan-
perubahan sehingga diperlukan dukungan baik dari petugas maupun keluarga segera
setelah kelahiran, pengalaman dramatis wanita berhubungan dengan perubahan anatomi
dan psikologi sebagai transisi ke keadaan sebelum hamil. Secara psikologis wanita
mengalami proses menuju tercapainya menjadi seorang ibu yang dipengaruhi oleh
kepercayaan individu dan kebudayaan. Pelayanan kesehatan profesional yang baik
mendukung wanita melewati masa ini dengan mengembalikan kemampuan wanita
untuk merawat bayinya. Pengaruh kebudayaan yang baik sangat penting untuk wanita
dan keluarganya, dapat meningkatkan konseling dan penilaian fisik dan psikologis.

1.2 Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum
Laporan ini dibuat agar penulis dapat mengerti, memahami dan melakukan tindakan
asuhan kebidanan saat masa nifas dengan menerapkan manajemen kebidanan.
2. Tujuan Khusus
Penulis dapat mengaplikasikan teori kedalam praktek klinik dalam asuhan pada
ibu nifas yang diperoleh selama pendidikan.
Penulis mampu mengembangkan pola pikir dalam bentuk tulisan maupun
pelaporan.

B. Metode Penulisan

Metode yang digunakan dalam pembuatan laporan ini adalah :


1. Anamnesa
Yaitu mengadakan Tanya jawab dengan klien / keluarga dalam rangka
mengumpulkan data.
2. Pemeriksaan Fisik
Meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi untuk mengumpulkan data.
3. Observasi
Mengadakan pengamatan secara langsung terhadap klien, khususnya ibu hamil.

2
4. Dokumentasi
Yaitu mempelajari catatan resmi kesehatan pasien.

5. Studi Kepustakaan
Yaitu mengumpulkan data dari teori dan buku sumber di perpustakaan maupun di
internet.

D. Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
. ALatar Belakang
. BTujuan Penulisan
. CMetodologi Penulisan
. DSistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN TEORI
BAB III KASUS
BAB IV PEMBAHASAN KASUS
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

3
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Definisi
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta lahir dan
berakhir ketika alat-alat kandungan kembali ke keadaan sebelum hamil. masa nifas
berlangsung selama kira-kira 2-6 minggu. (Sarwono, 2002:122).
Masa nifas adalah masa pulihnya kembali ke dalam keadaan sebelum hamil dan masa
nifas berlangsung selama kira-kira 2-6 minggu. (Maternal dan Neonatal, 2002)
Masa nifas adalah masa pulihnya kembali mulai dari persalinan, sampai alat-alat
kandungan kembali seperti sebelum hamil, lamanya 6-8 minggu. (Mochtar, 1990)
Masa nifas adalah masa dimulainya dari lahirnya plasenta sampai mencakup 6 minggu
berikutnya. (Pusdiknakes, 2001)
Dari ke-4 definisi tentang masa nifas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa masa
nifas adalah masa yang dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir sampai alat-alat
kandungan kembali kekeadaan seperti sebelum hamil yang berlangsung selama kira-kira
2- 6 minggu.
B. Tujuan Asuhan Masa Nifas
1. Menjaga dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.
2. Melaksanakan skrining atau mendeteksi dini masalah yang terjadi selama masa
nifas dan mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya
3. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai masa nifas meliputi tentang
perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian
imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.

C. Masa Nifas Dibagi Dalam 3 Periode


1. Puerperium Dini
Yaitu dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam,
dianggap telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
2. Puerperium Inter Medial
Yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu.
4
3 Remote Puerperium
Adalah waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama
hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi waktu untuk sehat sempurna bisa
berminggu-minggu, bulanan atau tahunan (Mochtar, 1998 : 115)
D. Perubahan-perubahan Fisik Pada Masa Nifas
1. Involusi Corpus Uteri
Segera setelah placenta lahir, fundus korpus uteri berkontraksi, letaknya kira-
kira ½ pusat dan symfisis atau sedikit lebih tinggi. Umumnya organ ini mencapai
ukuran tidak hamil seperti semula dalam waktu ukuran sekitar 6-8 minggu. Proses
involusio uterus meliputi 3 aktivitas, yaitu :
a. Kontraksi uterus
b. Autolysis sel-sel myometrium
c. Regenerasi epithelium
Tabel tinggi fundus uteri dan berat uterus menurut masa involusio
Involusi Tinggi Fundus Uteri Berat Uterus
Bayi lahir Setinggi pusat 1000 gram
Uri lahir 2 jari dibawah pusat 750 gram
1 minggu Pertengahan pusat dan symfisis 500 gram
2 minggu Tidak teraba di atas symfisis 350 gram
6 minggu Bertambah kecil 50 gram
8 minggu Sebesar normal 30 gram

2 Bekas Implantasi Uri


Tempat placenta mengecil karena kontraksi dan menonjol ke kavum uteri
dengan diameter 7,5 cm. Sesudah 2 minggu menjadi 3,5 cm. Pada minggu
keenam 2,4 cm dan akhirnya pulih.
3. Lochea
Adalah cairan sekret yang berasal dari kavum uteri dan vagina dalam masa
nifas. Ada beberapa macam lochea antara lain :

5
1) Lochea rubra (cruenta)
Berwarna merah segar, berisi darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban,
sel-sel desidua, vernik caseosa, lanugo dan mekonium, selama 2 hari pasca
persalinan.
2) Lochea sanguinolenta
Berwarna merah kuning berisi darah dan lendir. Terjadi pada hari ke 3-7
pasca persalinan.
3) Lochea serosa
Berwarna kuning, cairan tidak berdarah lagi, terjadi pada hari ke 7-14
pasca persalinan.
4) Lochea alba
Berupa cairan berwarna putih, berisi leukosit dan mukosa servik terjadi
setelah 2 minggu pasca persalinan.
5) Lochea purulenta
Terjadi dikarenakan adanya infeksi, keluar cairan seperti nanah dan berbau
busuk.
6) Lochiostasis
Yaitu lochea yang keluarnya tidak lancar.

4 Perubahan Servik dan Segmen Bawah Rahim

Segera setelah placenta lahir, servik dan segmen bawah rahim menjadi
struktur yang tipis, kolaps dan kendur. Mulut servik mengecil perlahan-lahan
sebelum beberapa hari mulut serviks mudah dimasuki oleh 2 jari, tetapi pada
akhir minggu pertam telah menjadi sedemikian sempitnya sehingga jari sulit
untuk masuk, sewaktu servik menyempit, servik menebal dan salurannya
terbentuk kembali, tetapi masih ada tanda-tanda servik parut.

Setelah kelahiran, miometrium segmen bawah rahim yang sangat


menipis berkontraksi dan beretraksi tetapi tidak sekuat pada korpus uteri.
Dalam perjalanan beberapa minggu segmen bawah rahim diubah dari struktur

6
yang jelas dan cukup besar untuk memuat kebanyakan kepala janin cukup
bulan menjadi isthmus yang hampir tidak dapat dilihat.

5 Perubahan Vagina dan Pintu Keluar Vagina

Pada perlukaan jalan lahir akan sembuh dalam 6-7 hari, bila tidak
disertai infeksi dan faktor gizi juga sangat berpengaruh dalam penyembuhan
luka jalan lahir tersebut, karena dengan gizi yang cukup akan mempercepat
pertumbuhan sel-sel tubuh yang rusak.

Vagina dan pintu keluar vagina pada bagian pertama masa nifas
membentuk lorong berdinding lunak dan luas yang ukurannya secara
perlahan-lahan mengecil tetapi jarang kembali ke ukuran semula. Rugae
terlihat kembali pada minggu ke 3 dan terdapat carunculae mirtiformis yang
khas pada wanita yang pernah melahirkan.

6 Rasa Sakit

Yang disebut juga “after pains” (meriang atau mules-mules) disebabkan


oleh kontraksi rahim, biasanya berlangsung 2-4 hari pasca persalinan. Perlu
diberikan pengertian pada ibu, mengenai hal ini dan bila terlalu mengganggu
dapat diberikan obat-obatan anti sakit dan anti mulas.

7 Ligament-ligament

Ligament fasia dan diafragma pelvis yang meregang pada waktu


persalinan. Setelah bayi lahir, secara berangsur-angsur menjadi ciut dan pulih
kembali sehingga tidak jarang uterus jatuh ke belakang dan menjadi
retrofleksi, karena ligamentum rotundum menjadi kendor.
Setelah melahirkan, kebiasaan wanita Indonesia melakukan “berkusuk”
atau “berurut” dimana sewaktu diurut tekanan intra abdomen bertambah
tinggi. Karena setelah melahirkan ligamen, fasia dan jaringan penunjang
menjadi kendor, jika dilakukan urut, banyak wanita akan mengeluh
kandungannya turun atau terbalik. Untuk memulihkan kembali sebaiknya

7
dengan latihan-latihan dan senam pasca persalinan/senam nifas. Biasanya
striae yang terjadi pada saat kehamilan akan berkurang.

8 Perubahan Saluran Kencing

Peregangan dan dilatasi selama kehamilan yang menyebabkan perubahan


permanen di pelvis renalis dan ureter, kecuali ada infeksi kembali normal pada
waktu 2-8 minggu, bergantung pada :
1) Keadaan atau status sebelum persalinan
2) Lamanya partus kala II
3) Besarnya kepala yang menekan pada saat persalinan

9 Sistem Kardio Vaskuler

Penurunan volume darah diasumsikan dengan kehilangan darah. Pada


saat persalinan volume plasma menurun 1000 ml karena kehilangan darah dan
diuresis. Setelah 3 hari volume darah meningkat 1200 ml sebagai akibar cairan
ekstra seluler ke intra seluler. Total volume darah menurun 16% setelah
persalinan. Perkiraan kehilangan darah dapat dibandingkan setelah persalinan.
Kehilangan darah 500 ml akan menyebabkan pengurangan Hb 1%, nadi dan
cardiac output meningkat selama 1-2 jam post partum. Segera setelah
melahirkan, cardiac output meningkat 50-60 % dan menurun setelah 10 menit.
10 Payudara

Pada semua wanita setelah melahirkan, laktasi dimulai secara alami dan
normal. Proses menyusui mempunyai 2 mekanisme fisiologis, yang meliputi:
produksi susu dan sekresi susu atau let down.

Fisiologi dari produksi ASI masih belum sepenuhnya dimengerti.


Dipikirkan bahwa konsentrasi estrogen dan progesteron yang tinggi sebelum
kehamilan menghambat produksi prolaktin, yang dibutuhkan untuk laktasi.
Hal ini menjelaskan mengapa seorang wanita tidak memproduksi ASI
sepanjang kehamilannya.
Pada saat placenta lahir, terjadi perubahan drastis yang mendadak pada
kadar estrogen dan progesteron. Keadaan ini membuat kelenjar hipofise
anterior memproduksi prolaktin. Produksi ASI juga dipengaruhi oleh hisapan
8
bayi yang dapat menyebabkan kenaikan atau kelanjutan dari pelepasan
prolaktin dari hipofise anterior.
Seorang bayi akan menekan sinus laktiferus sewaktu menghisap ASI.
Hisapan ini akan mendorong air susu melalui ductus laktiferus menuju tempat
akhir, yaitu mulut bayi. Aliran susu dan sinus laktiferus disebut let down dan
dalam hal ini dapat dirasakan oleh ibu
. E Gambaran Klinis Masa Puerperium
Segera setelah persalinan dapat terjadi peningkatan suhu badan, tetapi
tidak boleh lebih dari 38oC. Bila terjadi peningkatan melebihi 38oC berturut-
turut selama 2 hari kemungkinan terjadi infeksi. Uterus yang telah
menyelesaikan tugasnya akan menjadi keras karena kontraksinya, sehingga
terdapat penutupan darah. Kontraksi uterus yang diikuti his pengiring
menimbulkan rasa nyeri yang disebut dengan nyeri ikutan terutama pada
multipara (Manuaba, 1998 : 192).

9
F. Program dan Kebijakan Tekhnis
Paling sedikit 4 kali kunjungan masa nifas dilakukan untuk menilai keadaan ibu
dan BBL dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang
terjadi.
Tabel Frekuensi Kunjungan Masa Nifas (Anonim, 2002 : N23)
Kunjunga Waktu Tujuan
n
1 6-8 jam- Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
setelah - Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan,
persalinan rujuk jika perdarahan berlanjut
- Memberikan konseling pada ibu atau salah satu
anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan
masa nifas karena atonia uteri
- Pemberian ASI awal
- Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir
- Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah
hipotermia
- Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus
tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam
pertama setelah kelahiran, atau sampai ibu dan bayi
dalam keadaan stabil
2 6 hari- Memastikan involusi uterus berjalan normal: uterus
setelah berkontraksi, fundus dibawah umbilikus, tidak ada
persalinan perdarahan abnormal, tidak ada bau
- Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau
perdarahan abnormal
- Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan,
cairan dan istirahat
- Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit
- Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan
pada tali pusat, menjaga bayi tetap hangat dan merawat

10
bayi sehari-hari

3 2 minggu- Sama seperti di atas (6 hari setelah persalinan)


setelah
persalinan
4 6 minggu- Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit
setelah yang ia atau bayi alami
persalinan - Memberikan konseling untuk KB secara dini

G. Diagnosis
1) Apakah masa nifas berlangsung normal/tidak seperti involusio uterus,
pengeluaran lochea, pengeluaran ASI dan perubahan sistem tubuh, termasuk
keadaan psikologis normal.
2) Adakah keadaan gawat darurat pada ibu seperti perdarahan, kejang dan panas.
3) Adakah penyulit/masalah dengan ibu yang memerlukan rujukan/ perawatan
seperti perawatan payudara (Sarwono, 2002 : 125)
H. Perubahan Pengeluaran Lochea
Perubahan pengeluaran lochea menunjukkan keadaan abnormal yaitu :
1) Perdarahan berkepanjangan
2) Pengeluaran lochea tertahan/lochea statiska
3) Lochea purulenta berbentuk nanah
4) Rasa nyeri yang berlebihan
5) Dengan memperhatikan bentuk perubahan dapat diduga
6) Terdapat sisa placenta yang merupakan sumber perdarahan
7) Terjadi infeksi intra uterine (Manuaba, 1998 : 193)
I. Pemeriksaan Dini Pasca Partum
1 Tinjauan ulang pencatatan
1) Catat perjalanan antepartum dan intra partum
2) Jumlah jam/hari post partum
3) Instruksi terdahulu dan catatan perkembangan
4) Catatan CHPB
5) Laporan laboratorium dan studi tambahan lain
6) Catatan pengobatan
7) Catatan perawatan
11
2 Riwayat
1) Ambulasi
2) Berkemih
3) Defekasi
4) Nafsu makan
5) Ketidaknyamanan/nyeri
6) Kekhawtiran
7) Menyusui
8) Respon terhadap bayi
9) Respon terhadap persalinan dan kelahiran
3 Pemeriksaan Fisik Post Natal Meliputi Antara Lain :
1) Pemeriksaan umum : tensi, nadi, suhu, keluhan, dan lain-lain
2) Keadaan umum : pucat atau anemis
3) Kerongkongan jika diindikasikan
4) Payudara dan puting susu : ASI sudah keluar apa belum
5) Nyeri tekan CVA
6) Dinding perut, perineum, kandung kemih, rectum
7) Sekret yang keluar : lochea warna, jumlah dan bau
8) Perineum: odema, inflamasi, haematoma, pus, luka yang terpisah/ luka
memar, jahitan, haemorrhoid
9) Ekstremitas : varices, nyeri tekan, panas pada betis, oedema, tanda homan
refleks. (Buku Saku Bidan, 2002 : 266)
J. Deteksi Dini Komplikasi Nifas
1 Perdarahan Pervaginam
Adalah perdarahan yang lebih atau sama dengan 500 cc per ml pasca salin
dalam 24 jam setelah anak dan placenta lahir.
2 Menurut Waktu Terjadinya Perdarahan Ada 2 Bagian
1) Perdarahan pasca salin primer (Early post partum haemorraghic)
Terjadi dalam 24 jam setelah anak lahir
2) Perdarahan pasca persalinan sekunder (Late post partum haemorragic)
Terjadi setelah 24 jam pertama post partum, biasanya antara hari ke lima
sampai lima belas hari post partum

12
K. Perawatan Masa Puerperium
1 Keuntungan Mobilisasi Dini :
1) Melancarkan pengeluaran lochea, mengurangi infeksi puerperium
2) Memperlancar involusi alat kandungan
3) Melancarkan fungsi alat gastro intestinal dan alat perkemihan
4) Meningkatkan kelancaran peredaran darah, sehingga mempercepat
fungsi ASI dan pengeluaran sisa metabolisme. (Manuaba, 1998 : 193)
2 Perawatan Puerperium Dilakukan Dalam Pengawasan Sebagai Berikut :
1) Rawat gabung
2) Pemeriksaan umum
▪ Kesadaran penderita
▪ Keluhan yang terjadi setelah persalinan
3) Pemeriksaan khusus
▪ Fisik : tanda-tanda vital
▪ Tinggi fundus uteri, kontraksi uterus
▪ Payudara : pengeluaran ASI, puting susu
▪ Lochea : lochea rubra, lochea sanguinolenta
▪ Jahitan episiotomi : apakah baik atau terbuka, apakah ada tanda-
tanda infeksi
4) Pemulangan parturien dan pengawasan ikutan
Parturien dapat dipulangkan setelah 2-3 hari dirawat, apabila
persalinan berjalan lancar dan sponta dan dapat dipulangkan setelah
keadaan baik dan tidak ada keluhan.

3 Penatalaksanaan Perawatan Puerperium Dini


1) Ambulasi/tirah baring
2) Diet/nutrisi
3) Perawatan puerperium
4) Berkemih/pemakai cateter
5) Obat anti nyeri
6) Obat tidur
13
7) Laksatif
8) Methergin 0,2 mg PO, setiap 4 jam x 6 dosis kemudian 3 x 1 selama 3
hari jika diindikasikan
9) Hentikan pemberian IVJP
10) Berikan suplemen vitamin/besi/keduanya jika diindikasikan
11) Kurangi tindakan yang menyebabkan ketidaknyamanan klien
12) Lakukan perawatan payudara
13) Skrining lab untuk komplikasi jika diindikasikan
14) Rencana pemakaian kontrasepsi
15) Berikan globulin imun RH jika diindikasikan
16) Berikan vaksin Rubela 0,5 ml sub cutan jika diindikasikan
(Buku Saku Bidan, 2002 : 207)
4. Pengawasan Akhir Kala Nifas (Post Partum)
1) Melakukan pemeriksaan pap smear untuk mencari kemungkinan
kelainan sitologi sel serviks atau sel endometrium
2) Menilai seberapa jauh involusi uterus
3) Melakukan pemeriksaan inspekulo, sehingga dapat menilai perlukaan
post partum
4) Mempersiapkan untuk mempergunakan metode KB
(Manuaba, 1998 : 195)
L. Nasehat Untuk Ibu Post Natal
1) Fisiotherapi post natal sangat baik bila diberikan
2) Sebaiknya bayi disusui sesering mungkin
3) Kerjakan gymnastik sehabis bersalin
4) Untuk kesehatan ibu dan bayi serta keluarga sebaiknya melakukan KB untuk
mengatur jarak kehamilan
5) Bawalah bayi anda untuk memperoleh imunisasi
(Sinopsis Obstetri Fisiologi, 118)

M. Perubahan-Perubahan Psikososial Pada Masa Nifas


1 . Periode post partum menyebabkan stres emosional terhadap ibu yang baru
melahirkan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain :
14
1) Respon dan dukungan dari keluarga dan teman
2) Hubungan dari pengalaman melahirkan terhadap harapan dan aspirasi
3) Pengalaman melahirkan dan membesarkan anak yang lalu
4) Pengaruh budaya
Periode ini diuraikan Reva Rubin dalam 3 tahap yang disebut dengan “Teori
Reva Rubin” dan tahapan tersebut antara lain :
1) Fase taking in
(1) Terjadi pada 1-2 hari post partum
(2) Merupakan masa ketergantungan
(3) Ciri-ciri :
- Butuh tidur cukup
- Nafsu makan meningkat
- Ingin menceritakan pengalaman partusnya
- Bersikap menerima saja
- Pasif menunggu apa yang disarankan dan apa yang diberikan
2) Fase taking hold
(1) Terjadi pada hari ke 2-4 post partum
(2) Merupakan usaha melepaskan diri
(3) Ciri-ciri :
- Sudah mengerjakan tugas keibuan
- Ibu konsentrasi pada pengontrolan fungsi tubuhnya (BAB, BAK, dan
kekuatan tubuhnya)
- Ibu berusaha untuk menguasai keterampilan merawat bayi, seperti
menggendong, menyusui, mengganti popok dan lain-lain
- Ibu cenderung terbuka menerima nasehat-nasehat bidan dan kritikan
pribadi
3) Fase letting go
(1) Terjadi lebih dari 4 hari post partum
(2) Dipengaruhi oleh waktu dan perhatian yang diberikan keluarga
(3) Ibu melakukan tugas/tanggung jawab terhadap perawatan bayi
(4) Pada umumnya depresi post partum terjadi pada periode ini
(5) Adaptasi terhadap kebutuhan bayi yaitu berkurangnya hak ibu dan
hubungan sosial
15
2. Kasih Sayang dan Ikatan Dini (Early attachment and bounding)
Ikatan antara ibu dan ayah yang dihasilkan dari kekuatan mengalami
proses persalinan bersama-sama akan memperkuat dan memfasilitasi ikatan
keluarga pasca salin, meskipun waktu bayi diletakkan pada perut ibu agar
setelah melahirkan/sewaktu ibu telah memeluk bayinya. Rangkaian tindakan
untuk menyentuh bayinya, dan berlanjut ketika ia meletakkan kedua telapak
tangannya pada tubuh bayi lalu melingkarkan pada tubuh bayi dengan kedua
tangan dan berakhir sewaktu ia memeluk seluruh bayi dalam lengannya.
Hubungan antara ibu dan bayi sebenarnya sudah terjalin sejak masa
kehamilan, tetapi hubungan ini akan berkembang cepat setelah kelahiran
bayinya. Waktu yang sangat tepat untuk lebih memperat hubungan orang tua
dengan bayinya adalah pada saat segera setelah lahir. Orang tua dan bayi
diletakkan di ruang yang tenang, orang tua didorong untuk segera menggendong
bayinya. Ibu sebaiknya segera meneteki agar terjadi kontak yang dekat.
Perilaku lainnya ke arah tercapainya suatu kelekatan dan ikatan saat segera
setelah lahir meliputi kontak mata antara ibu dan bayinya yang didapatkan
ketika bayi terdapat di gendongan ibunya, ini dapat dengan mudah didapatkan
pada saat ibu meneteki.
Ibu dan ayahnya sebaiknya dianjurkan untuk berbicara, tersenyum,
memegang dan sesering mungkin menggendong bayinya dengan senang hati dan
hendaknya orang tua dilibatkan dalam proses perawatan sehari-hari, misalnya
memandikan.
Gangguan psikologis pada ibu post partum yang lain adalah :
1) Post partum blues
Yaitu kemurungan sehabis melahirkan, timbul hari ke 3-5 post partum
merupakan gejala psikologis pada wanita yang terpisah dari keluarga dan
bayinya. Dasar fisiologisnya adalah perubahan yang cepat, siklus laktasi
yang sedang dimulai.
Tanda-tanda :
(1) Perasaan dimulai dengan sedikit kecewa
(2) Mudah marah
(3) Perawaan sedih/sering menangis tanpa sebab yang sulit dijelaskan
(4) Emosi lebih labil karena ketidaknyamanan fisik
16
2) Sindroma baby blues dan depresi
a) Terjadi beberapa minggu setelah post partum
b) Tanda-tanda :
▪ Mudah menangis
▪ Gampang tersinggung
▪ Merasa letih
▪ Susah tidur
▪ Perasaan cemas yang tidak mau pergi
c) Bila symptom terjadi menjadi lebih buruk/tidak hilang akan terjadi
depresi post partum + 20 %.
d) Depresi pasca salin
e) Tanda-tanda :
 Hilangnya emosi
 Hilangnya keinginan untuk bersosialisasi
 Perasaan gagal

N. Perawatan Pasca Persalinan/Masa Nifas


1. Nutrisi
Ibu nifas perlu diet gizi yang baik dan lengkap, bisa disebut juga dengan
menu seimbang.
Tujuannya adalah :
1) Membantu memulihkan kondisi fisik
2) Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi
3) Mencegah konstipasi
4) Memulai proses pemberian ASI eksklusif
Ibu nifas perlu tambahan 500 kalori tiap hari, dan kebutuhan cairan/
minum + 3 liter/hari dan tambahan pil zat besi selama 40 hari post partum, serta
kapsul vitamin A 200.000 unit.
2. Ambulasi
Kenyataannya ibu yang baru melahirkan enggan banyak bergerak, karena
merasa letih dan sakit. Pada persalinan normal ambulasi dapat dilakukan 2 jam
post partum. Untuk pasien post SC yaitu 24-36 jam post partum.
Tujuan ambulasi :
17
1) Melancarkan pengeluaran lochea
2) Faal usus dan kandung kemih lebih baik
3) Memungkinkan untuk mengajar ibu memelihara anaknya
4) Mempercepat involusi dan melancarkan peredaran darah
3 . Eliminasi
Ibu nifas hendaknya dapat berkemih spontan normal terjadi pada 8 jam
post partum. Anjurkan ibu berkemih 6-8 jam post partum dan setiap 4 jam
setelahnya, karena kandung kemih yang penuh dapat mengganggu kontaksi dan
involusi uterus. Bila ibu mengalami sulit berkemih sebaiknya dilakukan toiler
training untuk BAB, jika ibu tidak bisa BAB lebih dari 3 hari maka perlu diberi
laksan/pencahar. BAB tertunda 2-3 hari post partum dianggap fisiologis.
4 . Istirahat
Ibu perlu istirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Ibu
dapat berisitirahat atau tidur siang selagi bayi tidur, pentingnya dukungan dari
keluarga/suami.
Bila istirahat kurang akan mempengaruhi ibu :
1) Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi
2) Memperlambat proses involusio uterus dan memperbanyak perdarahan
3) Menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan diri
sendiri
5 . Kebersihan Diri/Personal Hygiene
Ibu nifas perlu menjaga kebersihan dirinya karena :
a. Mengurangi/mencegah infeksi
b.Meningkatkan perasaan nyaman dan kesejahteraan
Bila ibu cukup kuat berjalan, bantu ibu untuk mandi untuk membersihkan tubuh,
puting susu dan perineum, mengganti pembalut minimal 2 x atau setiap kali
habis kencing.
6 . Sexual/Senggama
Secara fisik aman untuk memulai hubungan suami istri begitu darah merah
berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa
rasa nyeri. Begitu darah merah berhenti dan ibu tidak merasa nyeri, aman untuk
memulai melakukan hubungan sexual kapan saja ibu siap. Banyak budaya yang
mempunyai tradisi menunda hubungan sexual sampai masa waktu tertentu,
18
misalnya 40 hari atau enam minggu setelah persalinan, keputusan bergantung
pada pasangan yang bersangkutan.

7 . Keluarga Berencana
Idealnya pasangan harus menunggu sekurang-kurangnya dua tahun sebelum
ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan
bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. Namun petugas
kesehatan dapat membantu merencanakan keluarganya dengan mengajarkan
kepada mereka tentang cara mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Biasanya wanita tidak akan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum ia
mendapatkan lagi haidnya selama meneteki (amenorhoe laktasi). Meskipun
beberapa metode KB mengandung resiko, penggunaan kontrasepsi tetap lebih
aman terutama bila ibu sudah haid lagi. Jika pasangan telah memilih metode
KB tertentu, ada baiknya untuk bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu
untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan
dan untuk mengetahui apakah metode tersebut bekerja dengan baik.
8 . Latihan/Senam Nifas
Jelaskan pada ibu pentingnya otot-otot perut dan panggul kembali
normal. Ibu akan merasa lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya
menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung.
Jelaskan bahwa latihan tertentu beberapa menit setiap hari sangat membantu
seperti :
1) Dengan tidur terlentang dengan lengan disamping, menatik otot perut
selagi menarik napas, tahan napas ke dalam dan angkat dagu ke dada,
tahan satu hitungan sampai lima, rileks dan ulangi sebanyak 10 kali.
2) Untuk memperkuat tonus otot jalan lahir dan dasar panggul (latihan
kegel).
3) Berdiri dengan tungkai dirapatkan, kencangkan otot-otot, pantat dan
pinggul dan tahan sampai 5 hitungan, kendurkan dan ulangi latihan
sebanyak 5 kali.
Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap
minggu naikkan jumlah latihan 5 x lebih banyak. Pada minggu ke-6 setelah
persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan sebanyak 30 kali.
19
O. Kapan Menghubungi Bidan/Kontrol Kembali ke Rumah Sakit
Bila masalah-masalah atau tanda-tanda bahaya sebagai berikut :
1) Perdarahan pervaginam yang luar biasa/ganti pembalut 2 x dalam ½ jam
2) Pengeluaran vagina yang baunya menusuk
3) Rasa sakit bagian tubuh abdomen atau punggung
4) Sakit kepala yang terus menerus, nyeri epigastrik atau masalah penglihatan
5) Bengkak di wajah atau di tangan (eklamsi post partum)
6) Demam, muntah, rasa sakit waktu buang air kemih, tidak enak badan
7) Payudara yang berubah, merah, panas atau terasa sakit
8) Nafsu makan hilang (lama waktunya)
9) Rasa sakit, merah, lunak dan atau pembengkakan di kaki
10) Merasa sangat sedih atau tidak mampu mengasuh bayinya atau dirinya sendiri
11) Merasa sangat letih atau nafas terengah-engah

D.KEWENANGAN BIDAN
Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan (PERMENKES) No
1464/Menkes/Per/X/2010 tentang izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, Kewenangan
yang dimiliki bidan dalam melakukan asuhan masa nifas meliputi :
 Pasal 9
Bidan dalammenjalankan praktik, berwenang untuk memberikan pelayanan meliputi :
1. Pelayanan kesehatan ibu
2. Pelayanan Kesehatan anak
3. Pelayanan Kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana
 Pasal 10
1) Pelayanan kesehatan ibu sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 9
sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 diberikan pada mas pra hamil, kehamilan,
masa persalinan, masa nifas, masa menyusui dan masa antara 2 kehamilan
2) Pelayanan kesehatan ibusebagaimana dimaksud pada ayat 1 meliputi :
1. Pelayanan konseling pada masa pra hamil
2. Pelayanan antenatal pada kehamilan normal
3. Pelayanan persalinan normal
4. Pelayanan ibu nifas normal
5. Pelayanan ibu menyusui

20
6. Pelayanan konseling pada masa antara dua kehamilan
(*)Bidan dalam memberiikan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat 2 berwenang
untuk :
1. Episiotomi
2. Penjahitan luka jalan lahir tingkat I dan II
3. Penanganan kegawatdaruratan
4. Pemberian tablet FE pada ibu hamil
5. Pemberian vitamin A dosis tinggi pada ibu nifas
6. Fasilitasi / bimbingan inisiasi menyusui dini dan promosi air susu ibu eksklusif
7. Pemberian unterotonika pada pada manajemen aktif kala tiga dan postpartum
8. Penyuluhan dan konseling
9. bimbinngan pada kelompok ibu hamil
10. Pemberian surat keterangan kematian
11. Pemberian surat keterangan cuti bersalin.

21
BAB III

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS NORMAL

Ny.V P2A0 2 MINGGU POST PARTUM

DI BPS SITI SYAMSIYAH, Am.Keb

GEDANGAN

I. PENGKAJIAN
Tanggal : 4 Februari 2013

Waktu : 09.00 WIB

Tempat: BPS SITI SYAMSIYAH ,Am.Keb

II. BIODATA

Nama ibu : Ny.V Nama suami : Tn. H

Umur : 22th Umur : 23 th

Suku : Jawa Suku : Jawa

Agama : Islam Agama : Islam

Pendidikan : SMP Pendidikan : SMU

Pekerjaan : Swasta Pekerjaan : Swasta

Alamat : Jl. Kaligaleh 72 Rt 8 Rw 3, Alamat : Jl. Kaligaleh 72 Rt 8 Rw


Tingkir, Salatiga 3, Tingkir, Salatiga
III. DATA SUBYEKTIF
1. Alasan datang : Ibu menyatakan ingin kontrol kondisinya
Keluhan utama : tidak ada

22
2. Riwayat Obstetri

a. Riwayat menstruasi
Menarche : 12 th

Lama : 7 hari

Banyak : 4-5 kali ganti


pembalut/hari
(penuh)
Siklus
: 28 hari
b. Riwayat kehamilan/persalinan
Yang lalu :

Anak UK Abortus Jenis Penolong Penyulit/komlikasi BB Keadaan anak


ke partus wkt
lahir hidup Mati
umr JK umr JK

1 39 - normal Bidan - 2,5 1 tahun L - -


minggu kg
2 39 - normal Bidan - 3,5 2 L - -
minggu kg minggu

Sekarang :

P2A0

Tempat persalinan : Bidan

Jenis persalinan : Spontan

Komplikasi persalinan : Tidak ada

Keadaan plasenta dan : Plasenta lahir spontan, t=2cm,


tali pusat d=20cm, korion dan amnion
utuh,kotiledon lengkap, berat plasenta
500gram ,tidak ada infark.

23
Tali pusat normal, Panjang tali pusat
=45 cm,

Lama persalinan :

 6 jam
Kala I
 30 menit
Kala II
 5 menit
Kala III
 2 jam
Kala IV

Jumlah perdarahan :

 0 cc
Kala I
 25 cc
Kala II
 125 cc
Kala III
 50 cc
Kala IV
Keadaan bayi :

Ditolong oleh : Bidan

Jenis kelamin : Laki laki

Tanggal/jam lahir : 24 Januari 2013/ 10.00WIB

BB : 3500 gr PB : 50 cm LK :35 cm LD : 36 cm

APGAR SCORE : 10 – 10 – 10

Kelainan bawaan : tidak ada

3. Riwayat perkawinan :
24
Status nikah : sah, menikah 1 kali dengan suami sekarang

Lama nikah : 3 tahun

4. Riwayat penyakit :
Sekarang : Ibu menyatakan tidak sedang menderita suatu penyakit dan
tidak dalam menjalani pengobatan tertentu.
Dahulu : Ibu menyatakan tidak pernah menderita penyakit yang
mengarah ke penyakit jantung, hipertensi, hepatitis, malaria,
asma, DM, TBC, PMS, HIV/ AIDS
Keluarga : Ibu menyatakan dalam keluarga tidak ada riwayat penyakit
yang mengarah ke penyakit jantung, hipertensi, hepatitis,
malaria, asma, DM, TBC, PMS, HIV/ AIDS
5. Riwayat KB :
No Jenis KB Lama Keluhan Alasan berhenti
1 Suntik 3 bulan 7 bulan Ibu masih dapat hamil Ibu hamil anak
yang kedua kalinya yang kedua
sebab kb tidak rutin
sesuai jadwal
2 susuk 2 minggu Tidak ada

6. Pola kebutuhan dasar sehari-hari :


 Pola nutrisi :

Ibu makan 3x sehari dengan lauk nabati (tahu, tempe) dan hewani (telur,
daging, ikan), sayur dan buah bervariasi. Minum ±6-7 gelas sehari

Keluhan : tidak ada keluhan

 Pola eliminasi :

BAB : 1xsehari konsistensi lunak, warna kuning bau khas , tidak disertai darah

BAK: 6 x sehari , warna kuning jernih , bau khas, tidak ada keluar darah,
Keluhan : tidak ada.

25
 Pola istirahat :

tidur malam ± 6 jam sehari, sering terbangun untuk mengurus bayinya.

Keluhan : Letih, kurang istirahat.

 Pola aktivitas :

Selama masa nifas ibu masih cuti, ibu belum kembali bekerja, Ibu melakukan
aktivitas dirumah tanpa dibantu oleh orang lain . Ibu belum tahu mengenai
senam nifas

Keluhan : ibu kelelan

 Personal hygiene :

ibu mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas 3x seminggu, ganti baju
ndan pakaian daalam 2x sehari, ibu mengganti pembalut 4—5 kali sehari

Keluhan : tidak ada keluhan

 Pola sexual :

ibu belum melakukan hubungan dengan suami karena masih dalam masa
nifas.

Keluhan : Tidak ada

 Psiko, sosial, spiritual, cultural :

ibu berharap tidak ada masalah dengan masa nifasnya,ibu bahagia dengan
kelahiran anaknya, hubungan ibu dengan lingkungan baik, suami dan keluarga
bahagia dengan kehadiran keluarga barunya, ibu selalu menjalankan shalat 5
waktu dan ibu tidak memiliki kepercayaan dalam hal pantang makanan atau
mitos-mitos tertentu yang berkaitan dengan masa nifas.

Keluhan : tidak ada keluhan

26
 Pola kebiasaan hidup sehat :

ibu dan keluarga tidak ada yang merokok, tidak minum minuman keras, dan
tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang serta tidak ada keluarga yang
merokok.

Keluhan : tidak ada keluhan.

 Pola meyusui :

ibu sudah dapat menyusui bayinya dengan frekuensi sekitar 10-12 kali sehari,
durasi 10-15 menit setiap kali menyusu.

Keluhan : tidak ada

 Tingkat pengetahuan :

ibu mengetahui kondisinya saat ini , yaitu ibu sedang mengalami masa
nifas , dimana masa nifas merupakan masa pulihnya alat-alat genetalia
seperti belum hamil,ibu mengerti dan menerima proses ini dan ibu tidak
merasa cemas .

Keluhan : tidak ada

IV. DATA OBYEKTIF


1. Keadaan umum : baik
2. Tanda-tanda vital :
TD : 110/80 mmHg

Nadi : 80x/mnt

T : 36,7 oc

RR : 18x/menit

3. Pemeriksaan fisik :
Kepala : Mesochephal, kulit kepala bersih, rambut hitam dan tidak
mudah dicabut.

27
Muka : simetris, tidak pucat, tidak oedeme.
Mata : Conjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik.
Hidung : Simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip.
Mulut : Tidak ada caries, tidak ada stomatitis.
Telinga : Simetris, tidak ada serumen.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis.
Dada : Simetris, tidak ada benjolan abnormal, gerak nafas teratur.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.
Abdomen : tidak ada pembesaran hati dan limpa.
Lipat paha : Tidak ada pembesaran kelenjar inguinalis.
Vulva :Tidak ada varises, tidak ada oedema, tidak ada infeksi.
Ekstremitas : Simetris, tidak ada oedeme dan tidak ada varises pada tangan
dan kaki.
Punggung : Normal, tidak ada kelainan
Anus : Tidak ada hemoroid
4. Pemeriksaan obstetric :
Muka : tidak odem, tidak pucat

Payudara : membesar, areola menghitam, putting menonjol, ASI sudah keluar

Abdomen : ada linea nigra, ada striegravidarum

Genetalia : tidak odeme, tidak varises, ada PPV (lochea alba)

5. Penunjang :
- Hb : 12gr%
- Protein urin : -
- Urin reduksi : -

V. ANALISA
Ny. “V” umur 22 tahun P2A0 2 minggu post partum normal

VI. PLANNING

1. Menjelaskan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa kondisi umum baik meliputi
tekanan darah 110/80 mmHg , Nadi : 80x/menit , RR : 18x/menit
28
Hasil : ibu mengerti dan bersyukur bahwa kondisinya sehat.
2. Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup, ibu dapat bergantian menjaga bayinya
dengan suami, ibu juga dapt tidur di siang hari apabila bayi sedang tertidur.
Hasil : Ibu akan merubah pola tidurnya mulai saat ini.
3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi gizi seimbang ,
yaitu makan sayur-sayuran , buah-buahan, lauk-pauk bervariasi dan minum air yang
banyak minimal 8gelas/hari untuk memulihkan tenaga ibu pasca persalinan dan untuk
produksi ASI yang banyak .
Hasil : ibu mengerti tentang nutrisi ibu nifas .

4. Memberikan pendidikan kesehatan ASI Eksklusif dan menganjurkan ibu untuk


memberikan ASI Eksklusif.
Hasil : Ibu mengerti dan akan mencoba memberikan ASI eksklusif.
5. Memberikan ibu penkes mengenai perawatan payudara.
Hasil : Ibumenjadi tahu tentang tata cara perawatan payudara.
6. Memberikan penkes mengenai tanda bahaya nifas
Hasil : Ibu menjadi tahu tentang apa saja tanda bahaya masa nifas dan ia akan
mewaspadainya.
7. Menanyakan kepada ibu apakah ia sudah KB lagi atau belum
Hasil : Ibu sudah KB, jenis nya yaitu KB susuk.
8. Mengajarkan ibu tentang senam nifas.
Hasil : Ibu mengerti dan akan mempraktekannya di rumah.
9. Menganjurkan ibu untuk kontrol 4 minggu lagi , atau jika sewaktu-waktu ada keluhan.

Hasil : ibu bersedia kontrol 4 minggu lagi atau jika sewaktu-waktu ada keluhan .

29
BAB IV

PEMBAHASAN

Setelah penulis mengkaji melakukan analisa dan melakukan planning, maka penulis
mengemukakan bahwa :
1. Pengkajian
Penulis melakukan pengkajian baik dengan melakukan anamnesa dan pemeriksaan
klinik untuk mendapatkan data yang lengkap.
2. Analisa
Analisa ditegakkan sesuai dengan pengkajian yang telah dilakukan.
3. Planning
Planning yang telah dilakukan diberikan pada 2 minggu partum normal diantaranya :
a. Menjelaskan kepada ibu hasil pemeriksaan bahwa kondisi umum baik meliputi
tekanan darah 110/80 mmHg , Nadi : 80x/menit , RR : 18x/menit
Hasil : ibu mengerti dan bersyukur bahwa kondisinya sehat.
b. Memberitahu ibu untuk istirahat yang cukup, ibu dapat bergantian menjaga
bayinya dengan suami, ibu juga dapt tidur di siang hari apabila bayi sedang
tertidur.
Hasil : Ibu akan merubah pola tidurnya mulai saat ini.
c. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang memenuhi gizi seimbang ,
yaitu makan sayur-sayuran , buah-buahan, lauk-pauk bervariasi dan minum air
yang banyak minimal 8gelas/hari untuk memulihkan tenaga ibu pasca persalinan
dan untuk produksi ASI yang banyak .
Hasil : ibu mengerti tentang nutrisi ibu nifas .

d. Memberikan pendidikan kesehatan ASI Eksklusif dan menganjurkan ibu untuk


memberikan ASI Eksklusif.
Hasil : Ibu mengerti dan akan mencoba memberikan ASI eksklusif.
e. Memberikan ibu penkes mengenai perawatan payudara.
Hasil : Ibumenjadi tahu tentang tata cara perawatan payudara.
f. Memberikan penkes mengenai tanda bahaya nifas
Hasil : Ibu menjadi tahu tentang apa saja tanda bahaya masa nifas dan ia akan
mewaspadainya.

30
g. Menanyakan kepada ibu apakah ia sudah KB lagi atau belum
Hasil : Ibu sudah KB, jenis nya yaitu KB susuk.
h. Mengajarkan ibu tentang senam nifas.
Hasil : Ibu mengerti dan akan mempraktekannya di rumah.
i. Menganjurkan ibu untuk kontrol 4 minggu lagi , atau jika sewaktu-waktu ada
keluhan.

Hasil : ibu bersedia kontrol 4 minggu lagi atau jika sewaktu-waktu ada keluhan .

31
BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan beberapa asuhan kebidanan kepada ibu nifas normal, penulis
dapat menyimpulkan sebagai berikut :
Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada masa nifas 2 minggu post partum
tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek semua dikerjakan sesuai apa yang ada
dalam teori yaitu mengenai hal-hal yang perlu dilakukan setelah bersalin mengenai ibu
dan bayinya.
B. Saran
1. Asuhan kebidanan yang diberikan bidan kepada klien hendaknya sesuai
dengan standart pelayanan kebidanan.
2. Dalam memberikan pelayanan kebidanan sebaiknya pengkajian dilakukan
secara menyeluruh sehingga kebutuhan klien dapat terpenuhi.
3. Pentingnya memberikan konseling yang terus menerus tentang pendidikan
kesehatan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat merubah perilaku yang
kurang mendukung terhadap kesehatan.

32
DAFTAR PUSTAKA

1. Bagian Obstetri & Ginekologi, FK.Unpad. (1993). Obstetri,


Elstar. Bandung.
2. Prawirohardjo,S, (2006). Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
3. JNKP - KR. (2001). Pelatihan Asuhan Persalinan bersih dan
aman. JHPIEGO. Jakarta.
4. Doenges, Marilynn E. (2001). Rencana perawatan maternal
bayi : Pedoman untuk perencanaan dan dokumentasi perawatan klien. EGC. Jakarta.
5. Ilmu Kesehatan Anak Jilid 1, 1985. Bagian Ilmu Kesehatan
anak FKUI.
6. Manuaba, IBG.1998.Ilmu Kebidanan dan Kandungan . Jakarta :
EGC.
7. Prawirohardjo, Sarwono.2002. Acuan Maternal dan Neonatal.
Jakarta:Yayasan Bina Pustaka.
8. Prawirohardjo, Sarwono.Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan
Bina Pustaka.
9. Rustam, Mochtar.1998.Sinopsis Obstetri Jilid 1. Jakarta : EGC.

33
LEMBAR PENGESAHAN

Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Normal pada Ny. V P2A0 Umur 22 Tahun 2
minggu post partum di BPS Siti Samsiyah, Am.Keb

Semarang , januari 2013

Pembimbing klinik Praktikan

Siti Syamsiyah , Am.Keb Nafi’ Ruhmita

Mengetahui

Pembimbing akademik

Farida Sukowati , S.SiT.M.Kes

34
35