You are on page 1of 23

VOLATILE OIL/ MINYAK ATSIRI

Pada dasarnya adalah minyak yang odorous (berbau) yang didapat dari bermacam-macam bagian
tanaman. Oleh karena mudah menguap bila dibiarkan terbuka diudara pada temperatur biasa
maka disebut : VOLATILE OILS, ETHEREAL OILS atau ESSENTIAL OILS. Disebut
“Essential Oils”, karena bau minyak menguap tersebut dapat menjadi identifikasi kandungan zat
yang ada dalam tanaman.

SIFAT-SIFAT UMUM

 Bila masih bau, umumnya tidak berwarna


 Bila dibiarkan dalam waktu lama akan terjadi oksidasi & pendamaran sehingga warnanya
menjadi gelap harus disimpan pada tempat dingin, kering dalam botol tertutup rapat,
dalam botol amber (putih buram) dan sebaliknya diisi penuh.

Terdapatnya

 Tergantung pada family tanaman terjadi pada struktur kelenjar sekresi yang khusus /
special (Specialized secretory structure) misal :
- Kelenjar rambut / glandular hair Fam Labiatae
- Modifikasi dari parenkim sel (modified parenchyma cells) Fam Piperaceae
- Oil tube yang disebut Vittae Fam Umbelliferae

Fungsi minyak menguap bagi tanaman :

- Mengusir serangga yang akan merusak bunga & daun


- Menarik serangga yang akan membantu terjadinya penyerbukan silang

Meskipun saat ini minyak menguap sudah bisa disintesa, namun tetap dapat teridentifikasi
perbedaannya terutama dengan specific rotation (pemutaran bidang rotasi) misal :

- Menthol alam levorotatory, sintetik racemic


- Camphor alam dextrorotatory, sintetik racemic

1
KELARUTAN

- Tidak bercampur dengan air tapi kelarutannya cukup dapat memberikan bau pada air
tersebut (baunya tergantung jumlah yang terlarut dalam air).
- Larut dalam ether, alkohol & sebagian besar pelarut organic.

Beberapa perbedaan antara m.m. m.l.

1. Destilasi dari bahan asal + -


2. Mengandung glyceryl ester fatty acid - +
3. Bila diteteskan pada kertas
4. Perkamen (meninggalkan bekas) - +
5. Penyabunan dengan basa - +

Cara mendapatkan :

1. Dengan destilasi
Minyak menguap biasanya diperoleh dari bagian tanaman dengan cara destilasi, dimana
metodenya tergantung pada kondisi tanaman.
Ada 3 tipe destilasi yang digunakan di industri untuk mrndapatkan minyak menguap :
a. Water distillation
b. Water & steam distillation
c. Direct steam distillation
2. Ecuelle
3. Enfleurage
4. Extraction
5. Destructive distillation

ad.1a Water distillation

Dilakukan terhadap tanaman kering, dimana kandungannya tidak rusak pada pendidikan (tidak
rusak pada pemanasan yang tinggi).Misal : terpentine oil

2
Cara :
Bahan-bahan yang terdiri dari eksudat tanaman air hujan, kepingan-kepingan kayu dan
jarum-jarum pinus diimasukan ke dalam labu destilasi panaskan sampai semuanya
(minyak dan air) terkondensasi (terpentene oil hampir seluruhnya merupakan terpene
yang tidak terpengaruh oleh sejumlah pemanasan)

ad.1b Water dan steam distillation

bahan-bahan yang kering maupun basah yang rusak bila didihkan. Pada bahan kering (cinnamon,
clove) masukkan ke dalam labu steam sampai terjadi campuran seperti maserasi. Bila minyak
menguap rusak oleh pemanasan, maka pemanasan ditempat lainsalurkan pipa ke dalam bahan
baku.

Lapisan minyak terkondensasi, pisahkan dari lapisan air langsung di pasarkan tanpa proses lain

ad.1c Direct steam distillation

tanaman segar (peppermint) hasil panen dipotong-potong & masukkan langsung ke labu
distillasi. Tambahkan pelarut sebagaimana maserrasi (simplisia biasanya ditempatkan pada
tempat seperti keranjang atau lainnya).Bila simplisia masih hijau & mengandung kelembaban
alam (tidak perlu dimaserasi) steam sampai semua minyak menguap terdestikan.

ad. 2 Ecuelle

Pada simplisia yang tidak bisa didestilasi (lemon oil) simplisia diproses (bila mungkin dengan
alat mekaniik) minyak yang keluar dikumpulkan.

ad 3 Enfleurage

Umum untuk menarik minyak menguap yang terdapat pada petal bunga (flower petal) yang
mengandung minyak menguap dalam jumlah sedikit.

ad. 5 Destruktive distillation

Bila kayu / resin dari sejumlah pinaceae / cupressaceae dipanaskan tanpa ada jalan udaranya
akan terjadi dekomposisi & sejumlah minyak menguap akan menguap (sisa sebagian besar
menjadi arang).

3
Hasil kondensasi yang berupa zat menguap biasanya terpisahkan dalam 2 lapisan :

- Lapian air mengandung wood raphtha (methyl alkohol) & pyroligeneous (crude
acetic) acid
- Tarry liquid (teer cair) mengandung pine tar, juniper tar & tar lainnya tergantung jenis
kayu (dihasilkan tar ± 10% dari kayu yang digunakan).

Kandungan minyak menguap yang digunakan (secara umum)

- Eleoptene bagian yang cair terdiri dari hydrocarbon


- Satu atau lebih stearoptene : merupakan oxidized hydrocarbon (biasanya solid),
umumnya dihasilkan dengan freezing the oil atau dengan cara lain.
- Menthol, thymol & anethole (solid stearopten)
- Methyl salicylate, eucalyptol, eugenol (liquid oxygenated hydrocarbon)

Penggunaan

Antiseptic, antibacterial, anti fungal

Struktur kimia :

Bila telah mengalami pemurnian bertahap baru dapat hanya mengandung single chemical
compound (umum mengandung campuran dengan tipe yang berbeda). Komponen-komponen
tersebut dapat dipisahkan dengan beberapa cara :

a. Temperatur rendah terjadi kristal stearoptene


b. Fractional distillation
c. Fractional crystallization
d. Dengan reaksi kimia (pembersihan dengan reaksi kimia
- Asam dipisahkan dari minyak dengan sodium carbonate
- Basa dipisahkan dari minyak dengan HCl.
- Phenol dengan sodium hydroxide
- Aldehyde dengan sodium bisulfite
e. Gas chromatography

4
Dari struktur kimia minyak menguap digolongkan menjadi :

1. Hydrocarbons
2. Alkohols
3. Aldehydes
4. Ketones
5. Phenols
6. Phenolic ethers
7. Oxydes
8. Esters

ad 1. Hydrocarbons

simplisia yang mengandung minyak menguap hydrocarbon.

1. Black pepper / lada hitam


Bau aromatisnya terdapat pada : pericarp (terytama)
Rasa pedasnya : seluruhnya tersebar di biji
Dalam perdagangan : bumbu (rempah-rempah), stimulant, irritant.
2. White pepper / lada putih
Merupakan buah yang sudah masak dari pipper nigrum, tapi telah dihilangkan bagian
pericarpnya dengan jalan merendamnya dalam air garam / air kapur.

ad 2. Alcohol volatitile oil

Alcohol dalam minyak menguap dapat diklasifikaikan menjadi:

a) Acyclic alcohol
b) Monoterpen alcohol
c) Sesquiterpen alcohol

Dalam bentuk methyl, ethyl, isobutyl, isoamyl, hexyl & aliphatic alcohol lain yang lebih tinggi
sebenarnya terdapat juga dalam minyak menguap, namun karena larut dalam air, maka tercuci
pada wakktu proses steam distillation.

5
Contoh minyak menguap golongan alkohol

1) Peppermint oil / oleum menthae piperitae / minyak permen


Minyak menguap yang didapat dari steam distillation dari seluruh tanaman di atas tanah
yang sedang berbunga & masih segar dari Menthae Piperitae Linne (Labiatae).
Hasil yang didapat :
- Ester tidak boleh lebih kecil dari 5% (dihitung sebagai menthyl acetate)
- Total menthol tidak boleh lebih kecil 50% (baik dalam bentuk ester maupun bebas)

Pemerian :

- Tidak berwarna atau kuning lemah


- Cairan dengan bau peppermint yang kuat
- Rasa pedas atau tajam, lama-lama dingi

Kandungan :

- ±50-78% menthol bebas & 5-20% dalam bentuk kombinasi dengan beberapa ester
- Acetaldehyde, isovaleraldehyde, acetic acid, valeric acid, phellandrene, methyl
acetate, amyl alcohol, & dimethyl sulfide.

Pembuatan menthol

Alam : mendinginkan sampai -22°C peppermint oil sehingga terbentuk Kristal menthol. Bagian
cair dituang & Kristal menthol dipres diantara kertas saring & kemudian direkristalisasi.

Sintetik : hydrogenasi thymol atau dibuat dari pinene.

Pemerian :

Tidak berwarna; Kristal hexagonal bentuk seperti jarum; bau menyenangkan seperti peppermint

Penggunaan :

- Topical antipruritic (0,1 – 2 %)


- Pada kulit membran mucous counter irritant, antiseptic & stimulant

6
2) Rose oil / otto of rose / oleum rosae / minyak mawar

Minyak menguap yang dihasilkan dari bunga segar Rossa gellica Linne / Rdamascena
Miller / R alba Linne / R centifolia linne / var lain (Rosaceae) dengan jalan steam distillation.

Pemerian :

- Tidak berwarna atau cairan kuning dengan bau khas


- Pada 25°C viscous liquid pada pendinginan pelan-pelan berubah menjadi Kristal
transparant & mudah menjadi cair pada pemanasan

Kandungan :

- Terpene alcohol : geraniol & 1 – citronellol ( yang merupakan komponen penting)


- Nerol (5-10%) yang berpengaruh pada bau
- L linalool; eugenol & stearopten yang tidak berwarna & berupa padat pada
temperature biasa (kamar)

Penggunaan :Parfum terutama di industri parfum

3) Coriander oil / minyak ketumbar

Minyak menguap yang dihasilkan dari buah masak yang kering dan coriandrum saturm
Linne (Umbelliferae) dengan cara steam distillation.

Pemerian :

Cairan tidak berwarna sampai kuning muda bau khas & rasa ketumbar.

Ad 3 aldehyde volatile oils

Aldehyde dalam minyak menguap dapat dibagi menjadi 2 :

- Acyclic - Cyclic

Termasuk diantaranya :

 Citral (geraniol) yang terkait erat dengan geraniol


 Citronellal terkait erat dengan citronellol

7
Cotoh minyak menguap golongan aldehid

1 Oleum Cinnamomi / minyak kayumanis

Minyak menguap yang didapat dari kulit batang & kulit cabang Cinnamomum zeylanicum
(Lauraceae) dengan penyulingan air / steam (kadar aldehid dihitung sebagai sinamil aldehid)

Pemerian :Cairan warna kuning atau merah kecoklatan, bau & rasa khas.

Kandungan :55-70% sinamilalddehid; 10% eugenol

2 Oleum citronellae / minyak sereh

Minyak menguap yang diperoleh dari daun cymbopogon nardus rendle / C winterianus jawtt
(Graminae) dengan penyulingan uap.

Pemerian: Cairan kuning pucat sampai kuning tua, bau khas enak

Kandungan :

- Geraniol & sitronelal sampai 93%


- Metilheptanon, terpen-terpen & asam organic

Pengunaan : parfum & penghalau serangan (metil heptanon)

Ad 4 Keton volatile oil

Dibagi dalam :

monocyclic terpen ketones : menthon (peppermint), piperitone (eucalyptus)

dicyclic ketones : camphenone (camphor)

non terpene ketone : irone (orris root)

ad 5 penol volatile oil

terdapat pada alam, didapat dengan jalan : destructive distillation dari tanaman. Yang penting:
eugenol (clove oil); thymol & carvacrol (thyme oil)

8
1. Thyme oil

Minyak menguap yang dihasilkan dati tanaman berbunga thymus vulgaris Linne / T
zyges Linne (Labiatae).

Pemerian :Cairan tidak berwarna, kuning atau merah dengan bau khas & tajam, rasa mengelat.

Penggunaan : flavor, antiseptic, & antispasmodic

Thymol bisa didapat dari:

Alam : dari Thyme oil (thymus vulgaris Linne).

Horsemint oil (monorda punctate Linne)

Ajoan oil (carum copticum)

Sintetik : dari m cresol atau p Cymene

Ad 6.Phenolic ether volatile oil.

Yang penting diantaranya adalah : anethole dari anise & fennel safrol dari camphor oil.

Contoh minyak menguap dari golongan phenolic ether

1. Anise oil / oleum anisi / minyak adas manis

Kandungan : 80-90% anethole + sedikit methyl chavicol & p methoxyphenylaceton

Penggunaan : flavor 7 carminatif

2. Oleum Foeniculi / fennel oil / minyak adas


Pemerian : cairan tidak berwarna / kuning pucat, bau & rasa adas
Kandungan : 50-60 % anethole, ± 20% d fenchone (memberikan bau & rasa buahnya spesifik),
methyl chavicol, anise aldehyde, anisic acid, d-α pinene & dipentene
Penggunaan : flavoring agent carminative dose 0,1%

9
Ad 7. Oxide volatile oil

1. Oleum eucalypti / eucalyptus oil / minyak eukaliptus


Minyak menguap yang dihasilkan dengan destilasi uap daun segar Eucalyptus globulus atau
Sp lain (Myrtaceae)

Pemerian : cairan tidak berwarna atau kering pucat, bau khas aromatis seperti camphor, pedas &
meninggalkan rasa tajam.

Ketentuan / standar : tidak kurang dari 70% eucalyptol (C10H18O). minyak eucalyptus harus
bebas dari sejumlah besar phellandrene.

Penggunaan: flavor, antiseptic, diaphoretic, & ekspektoran dose 0,5 ml

Eucalyptol atau cineole

Merupakan cairan yang dihasilkan dari minyak eucalyptus atau sumbe lain.

Pemerian : cairan tidak berwarna, bau khas aromatis pedas, meninggalkan rasa yang tajam.

Cara mendapatkan eucalyptol :

Dari minyak eucalyptol :

 Dengan fractional distillation kemudian destilat didinginkan atau


 Dengan menambahkan phasphoric acid kemudian di decomposing (dirusak) -
eucalyptol phasphoric acid dengan air

ad 8 Ester Valatile oil

sebagian besar umumnya berupa acetate terpeneol, borneol & geraniol.

Ester lain : Methyl salicylate (wintergreen oil)

Pemerian :

- methyl salicylate cairan tidak berwarna, kekuning-kuningan atau kemerah-merahan


dengan baud dan rasa gandapura

10
- metyl salicylate pada dasarnya terjadi karena terhidrolisanya glycoside gaultherens oleh
enzim gaultherase (karena adanya air)

Penggunaan :

- Flavor untuk sediaan-sediaan tertentu


- Local irritasi, antiseptic & antirheumatic
- Untuk topical: 10-25% dalam bentuk lotion/solution.
Pemakaian harus hati-hati karena dapat menimbulkan keracunan yang ditandai
dengan mual, muntah-muntah cormvulsi

11
LIPIDS / LIPIDA

Lipida : ester dari rantai panjang asam lemak (fatty acid) dan alcohol atau derivatnya.
Terdiri dari : fixed oil (minyak lemak)
Fats (lemak)
Waxes (lilin)
Perbedaan ketiganya adalah pada tipe alkoholnya:
- Minyak lemak & lemak gliserol
- Lilin BM lebih tinggi misal Cetyl alcohol

Dihasilkan dari tanaman & hewan

Cara mendapatkan :

- Yang tanaman : dengan expression (diperas)


- Yang dari hewan : dengan rendering (menghancurkan)/extraction (menyari)

MINYAK LEMAK DAN LEMAK

Perbedaan keduanya hanya pada titik leburnya (melting point); bila dalam keadaan temperatur
normal ;

- Padat / setengah padat lemak


- Cair / liquid lemak / minyak lemak

Cara mendapatkan :

Minyak lemak& lemak dari tumbuh-tumbuhan

1. Diperas dengan tekanan hydraulic (bila cara dingin “virgin oil” atau “cold pressed oil”;
cara panas “hot pressed oil”)
2. Pelarut organic (kadang-kadang)

12
Struktur kimia :

CH₂ - O – CO – R

CH – O – CO – R’

CH₂ - O – CO – R”

Jika R = R’ = R” asam lemak radikal (mis:triolein; tripalmitin, tristearin)

Jika R ≠ R’ ≠ R” mixed glyceride

Contoh beberapa asam lemak :

Caproic acid : CH₃(CH₂)₄ COOH.

Caprylic acid : CH₃(CH₂)₆ COOH.

Lauric acid : CH₃(CH₂)₉ COOH.

Sifat umum

Hydrogenasi

Pada kondisi tertentu - ikatan rangkap pada fatty acid tidak jenuh juga akan mengikat hydrogen
(H₂) - minyak cair akan menjadi setengah padat.

Cara mendapatkan : mengalirkan hydrogen pada minyak lemak pada suhu 160-200°C melalui
Nickel/palladium

Sulfanisasi

Dengan mereaksikan sulfuric acid dengan minyak - dihasilkan sulfonated oil (sulfated) dimana
temperatur dijaga dengan pendinginan. Minyak kemudian dicuci & dinetralkan (digunakan untuk
surfactant)

13
Contoh minyak lemak / fixed oil

1. Castor oil / oleum ricini / minyak jarak


Dihasilkan dari biji ricinus communis (Euphorbiaceae), dengan jalan diperas (terlebih dahulu
dikupas). Minyak yang didapat disteamed untuk menghilangkan albumin, saring kemudian &
bleached.
Sifat minyak lemak
Hasil “ekstraksi”
- Warna gelap (dark)
- Lower grade oil

Biji mengandung antara lain ricin (merupakan toxalbumin) dimana ricin merupakan racun pada
cattle (ternak lembu), tetapi tidak berpengaruh pada poultry (ungags).

Ricin sulit/ tidak dapat dipisahkan pada waktu ekstraksi minyak.

Disamping itu castor bean juga mengandung allergen yang menyebabkan reaksi hypersensitive
pada individu-individu tertentu.Untuk menonaktifkan toxin & membersihkan allergen sangat
sulit.

Pemerian ;

- Warna kuning pucat atau hampir tidak berwarna


- Transparan
- Bau lemah dan rasa khas
- Cairan kental

Kandungan :

- Camp trigycerides kurang lebih 75% triricinolein


- Sisanya terdiri dari diricinoleoglycerides dengan 3 acyl group diantaranya: oleic,
linoleic, dihydroxystearic atau yang jenuh palmitic / stearic acid
- Triricinolein oleh lipase yang ada pada duodenum (usus 12 jari) akan dihidrolisa &
melepaskan ricinoleic (12 hydroxy-octadec-9-enoic) acid dengan efek cathartic.

14
Penggunaan :

- Stimulant cathartic dengan dosis penggunaan (usual dose) : 15-60 ml


- Ricinoleic acid dipakai sebagai ingredient (0,025%) pada sediaan vaginal jelly untuk
menjaga & memperbaiki vaginal acidity (mematikan sperma)
2. Olive oil / oleum olivae / sweet oil / minyak zaitun
Minyak lemak yang dihasilkan dari buah masak olea europoea Linne (Oleaceae) yang telah
bebas/ dihilangkan bagian endocarp & dibuat pulp (semacam bubur).

Pemerian minyak zaitun

- Warna kuning pucat atau kuning kehijauan, bau lemah tetapi khas, rasa lembut lama-
lama mengelat
- Tidak campur dengan ether, carbon disulfide, CHCl₃, sedikit larut dalam alcohol
- Pada keadaan dingin cenderung berkabut dan pada 0°C biasanya membentuk granul
(granulat mass)
3. Peanut oil / oleum arachidis / nut oil / minyak kacang
Minyak lemak yang dihasilkan dari pemerasan buah atau biji masak yang telah dikupas dan
Arachis hypogaea Linne (Leguminosae)
Tanaman : rendah, bunga kuning.
Asal Brazil, kultivasi A.S selatan, Gambia Nigeria & daerah lain yang musim sama.

Kandungan :

- Daging buah / biji : ± 45% minyak lemak; 20% protein, thiamine kadar tinggi
oleh karena itu nutrisinya tinggi.
- Minyak lemak :glyceride dengan asam oleic (50-65%); linoleic (18-30%); palmitic
(8-10%); dan stearic, arachilic behenic & lignoceric acid sejumlah ± 10-12%

Sifat-sifat minyak kacang

- Sangat mirip dengan olive oil (oleh karena itu sering untuk pengganti)
- Prinsip untuk food
- Non drying oil oleh karena itu tidak untuk cat tetapi sebagai lubricant yang
berharga (valuable).

15
- Reaksi penyabunannya lambat tetapi menghasilkan hasil yang baik sekali

Penggunaan : untuk solvent i.m injeksi

4. Sesame oil / teel oil / benne oil / minyak wijen


Minyak lemak yang dihasilkan dari biji sesamum indicum Linne (Pedaliaceae) dengan jalan
disuling.
Tanaman :
Tanaman tahunan, tinggi ± 1 m
Asal : Asia Selatan, kultivasi Afrika, India Timur Barat & Amerika Selatan
Biji : kecil, oval, tipis, rasa manis & berminyak. Mengandung 45-55% minyak lemak, 22%
protein (aleurone) & 4% mucilago.
Penggunaan :
- Pelarut i.m inj; nutrisi, laxative, demolient & emollient
- Sesamolin efek sinergis dengan pyrethrum insecticides

Identifikasi yang spesifik

1 ml sesame oil kocok dengan 0,1 gr sucrose / 10 ml HCl selama setengah menit terjadi
lapisan asam pink yang akan berubah menjadi merah bila dibiarkan (Baudine test).

Contoh Lemak / Fat

1. Theobroma Oil / Cacao Butter / Cocoa Butter

Merupakan lemak yang dihasilkan dari biji Theobroma cacao Linne (Sterculiaceae) dengan
jalan:

a. Pemerasan panas biji yang telah dihilangkan kulit bijinya & telah dipanggang atau
b. Melarutkan dengan volatile solvent tanpa terlebih dahulu dipanggang.

Cara pembuatan adalah:

- Biji dikupas (dari kulit polong), biarkan terjadi fermentasi (ditandai dengan adanya
perubahan warna dari putih merah coklat gelap. Kemudian dipanggang (temperature

16
tidak boleh 140°C) untuk menghilangkan air dan mempertajam warna & bau yang
khas.
- Biji panggang dimasukkan ke dalam mesin yang “nibbling” = menggigit” untuk
memisahkan mantel biji/seed coats CACAO SHELLS.
- Pisahkan dagingnya dengan jalan ditampi
- Patahkan daging (nibs) masukkan ke dalam rotter panas dihasilkan ‘PASTE”
yang ᴒ ± 45% fat (lemak) CACAO BUTTER.
- Paste dikentalkan pada temperatur kamar BITTER CHOCOLATE (sweet chocolate
dengan penambahan gula & vanili atau flavor lain)
- Setelah dihasilkan cacao butter, marc (sisa/ampas) masih ᴒ banyak minyak & dibuat
serbuk PREPARED CACAO/ BREAK FAST CACAO.

Cocoa :

- Serbuk yang dibuat dari daging buah masak yang telah dipanggang
- Warna kemerah-merahan lemah sampai coklat keungu-unguan sampai coklat sedang
- Bau dan rasa seperti coklat tetapi tidak manis.

Theobroma Oil:

- Warna kekuning-kuningan / putih (solid/padat); bila dibuat dengan jalan ekstrasi


bau lebih disukai & halus
- Press rasa seperti coklat
- Melebur pada temperatur 30-35°C

Penggunaan :

- Basis supositoria
- Sumber stearic acid yang bagus

Wax / Lilin / Malam

Ester antara minyak lemak BM tinggi & alcohol BM tinggi

Terdapatnya :

17
a. Pada tanaman : pada bagian luar dinding sel dari jaringan epidermal terutama pada buah
dan daun (mis: carnauba wax)
Fungsi : untuk melindungi terhadap penguapan air yang berlebihan
b. Pada serangga : menghasilkan lilin untuk berbagai tujuan (mis: bees wax)

18
ALKALOID

Tanaman sebagai penghasil alkaloid

1. Angiospers : Leguminosae, Solanaceae, Papaveraceae, Berberidaceae, Rubiaceae,


Ranunculaceae
Sedang : Labiatae & Rosaceae hampir bebas dari alkaloid
2. Gymnosperms : hanya sebagian yang mengandung alkaloid yakni Taxaceae
3. Monocotyledone : secara umum tidak menghasilkan, namun dari hasil penelitian yang
menghasilkan alkaloid : Amaryllidacea & Liliaceae

Terdapatnya di tanaman:

Pada berbagai bagian dari tanaman misal pada:

Biji (areca), Akar (aconite), Buah (black pepper), Rimpang & akar (ipecae), Daun (belladonna),
kulit kayu (cinchona), Batang di bawah tanah (sanguinorea), dan Fungi (ergot).

Fungsi alkaloid bagi tanaman

1. Bersifat racun, untuk melindungi dirinya terhadap serangga & hewan.


2. Merupakan hasil akhir detoxification.
3. Faktor pengatur tumbuhan (regulatory growth factor).
4. Zat cadangan untuk persediaan nitrogen atau kebutuhan element lain.

Klasifikasi

Berdasarkan ring struktur / inti alkaloid utama dibagi :

1. Pyridine – piperidine 6. Imidazole


2. Tropane 7. Steroide
3. Quinoline 8. Lupinae
4. Isoquinoline 9. Amine
5. Indole 10. Purine

19
Alkaloid Solanaceae

Yang termasuk : - I hyoscyamine - Atropine

- Scopolamine - Anhydride atropine


- Belladonine

HYOSCYAMINE

Merupakan tropin ester dari I tropic acid, dalam suasana asam encer / alkali dengan pendidihan
cepat terhidrolisa. Bila I hyoscyamine diekstraksi darii tanaman biasanya terjadi rasemisasi
selama proses ekstraksi & berubah menjadi bentuk atropine.

Penggunaan : melemaskan otot polos

ATROPINE

Merupakan alkaloid yang hampir selalu dihasilkan dari alam (tanaman), karena secara sintetis
lebih mahal terbentuk dari hyoscyamine selama proses ekstraksi

Penggunaan : melamaskan otot polos, sebagai antidote keracunan choline esterase inhibitor
seperti physostigmine& organophosphate insecticide

Isoquinoline alkaloids

Kadang-kadang pada golongan ini dijumpai alkaloid dengan phenantren derivate, yang pada
dasarnya merupakan intermediate biosynthetically dari benzylisoquinoline.

Kandunngan :

± 25 macam alkaloid yang penting :

Morphine 4-21% codein 0,8%-2,5%

Noscapine 4-8% thebaine 0,5-2%

Papaverine 0,5-2,5%

20
Alkaloid lainnya : narceine, protopine, laudanine, codamine, cryptopine, lanthopine, meconidine
dll.

3-55 mecomic acid bebas/terikat dengan morphine, codein atau lainnya).

PURINE BASES

Inti heterocyclicnya merupakan fusi dari inti pyrimidine & imidazole ring. Purin sendiri tidak
terjadi di alam, tetapi beberapa derivat merupakan produk yang penting bagi pharmacy yakni
derivat xanthine caffeine, theophylline & theobromine.

21
RESIN / DAMAR
Resin : produk alam yang mempunyai struktur kimia komplek dan bersifat amorf.

Terbentuknya :Dalam saluran atau lubang schizogenous / schizolysigenous / merupakan hasil


oksidasi terpene & merupakan hasil akhir destruksi metabolism (hasil akhir metabolisme)

Simplisia yang mengandung resin :

1. Cannabis / indian hemp / marihuana

Pucuk berbunga tanaman betina (putik) cannabis sativa (Moraceae). Merupakan tanaman
menahun yang berasal dari asia& dikultivasi di India & negara-negara tropis lain.

Kandungan :
Ada dua tipe genetik dimana :
Tipe I : ᴒ banyak THC (Tetrahydrocannabinol)
Tipe II : ᴒ sedikit zat aktif terutama cannabidiol
Kandungan resin terdapat pada putik (pada pucuk bunga) yang berbeda-beda :
- Indian cannabis : 20% - Mexican cannabis : 15% atau ˂
- Kentucky hemp : 8% atau ˂ - Wisconsin hemp: 6% atau ˂

Pembuatan sediaan
a) Indian cannabis : hanya dari kepala putik
b) Mexican & American cannabis : dari seluruh tangkai putik pada bagian atas

2. Capsicum / Capsici Fructus / Cayenne Pepper / Cabe Chilies


Buah masak yang dikeringkan dari Capsicun annuum Linne / var lain (Solanaceae)

Kandungan :
- Capsaicin ± 0,02% (rasa pedas) phenol formula
- ± 1,5% minyak menguap, carotenoids, ± 0,2% ascorbic acid
- Capsicum oleoresin
Penggunaan : Carminative (peluruh kentut), stimulan

22
KESIMPULAN

1. Minyak atsiri (minyak menguap = volatile oil) adalah jenis minyak yang berasal dari
bahan nabati, bersifat mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami peruraian dan
apabila dibiarkan terbuka dan memiliki bau seperti tanaman asalnya (khas). Minyak atsiri
bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah. Selain itu susunan senyawa
komponennya kuat memengaruhi saraf manusia (terutama di hidung)sehingga sering
sekali memberikan efek psikologi tertentu. Minyak atsiri merupakan senyawa yang
penting sebagai dasar wewangian alat dan juga untuk rempah-rempah serta sebagai cita
rasa dalam industri makanan. Pada industri minuman beralkohol bermanfaat dalam
pembuatan butter, cordials, rums, vermouths, whiskies, wines, dan sebagainya.
2. Lipida adalah komponen sel yang bersifat berminyak atau berlemak, dan tidak larut
didalam air, yang dapat diestrak dengan larut nonpolar. Beberapa lipid berfungsi sebagai
komponen struktural membran, yang lain sebagai bentuk penyimpan bahan bakar.
Klasifikasi Lipid berdasarkan asalnya yaitu lemak nabati (berfungsi menurunkan kadar
koleseterol) dan lemak hewani (berfungsi memperlancar proses pencernaan). Klasifikasi
Lipid berdasarkan ikatannya yaitu Lemak dan Minyak yang berfungsi sebagai salah satu
penyusun dinding sel dan bahan biomolekul. Klasifikasi Lipid berdasarkan kelas dari
lemak yaitu Asam lemak (berfungsi sebagai zat penyusun lemak tubuh), Gliserida netral
(sebagai simpanan energi), fosfolipid ( pengemulsian lipid di dalam saluran pencernaan),
Sfingolipid ( sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf), Steroid (berfungsi sebagai
hormone).
3. Alkaloid adalah sekelompok senyawa yang mengandung nitrogen dalam bentuk gugus
fungsi amin. Pada umunya, alkaloid mencakup senyawa yang bersifat basa yang
mengandung satu atau lebih atom nitrogen. Alkaloid tidak mempunyai tatanama
sistematik dan klasifikasi alkaloid dapat berdasarkan toksonomi, berdasarkan biosintesis,
dan klasifikasi kimia.
4. Resin adalah suatu campuran yang kompleks dari ekskret tumbu-tumbuhan dan insekta,
biasanya berbentuk padat dan amorf & merupakan hasil terakhir dari metabolisme &
dibentuk dari ruang-ruang skizogen dan skizolisigen.

23