You are on page 1of 2

Antisipasi Soal UN Bahasa Ingris yang

"HOTS"
Selasa, 14 April 2015 11:43

Opini: Nanang Narwianta S.Pd, Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Membalong

Tahun ini pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan kembali menggulirkan
ujian nasional (UN) yang dimaksudkan untuk mengukur serta memetakan mutu pendidikan di
Indonesia juga sebagai salah satu indikator pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pelaksanaan ujian nasional selalu menjadi sebuah momen yang menegangkan baik bagi peserta
(siswa), orang tua, guru, sekolah penyelenggara, sampai stake holder terkait. Tidak sedikit waktu
yang tersita, biaya yang dikeluarkan demi suksesnya ujian nasional. Pasalnya hasil dari ujian
nasional adalah rapor dan cermin bagi dunia pendidikan dari sekup terkecil yaitu sekolah sampai
tingkat pemerintah daerah dan nasional. Tak heran jika prestise dunia pendidikan salah satu
indikatornya adalah hasil UN.

Tentu untuk mencapai status lulus banyak sekali pengorbanan baik berupa materi, waktu, tenaga
dan pikiran. Hal yang wajar dengan pengorbanan yang begitu besar untuk kualitas pendidikan
yang lebih baik. Agenda ujian siswa SMA Kelas XII dikabupaten Belitung sudah cukup padat
dari awal bulan Maret 2015 dimana pada tanggal 2-7 Maret akan melaksanakan Ujian Sekolah,
kemudian tanggal 9-11 Maret akan dilaksanakan uji coba (Try out) oleh dinas pendidikan dan
kebudayaan kabupaten Belitung dan puncaknya adalah Ujian Nasional (UN) yang akan
dilaksanakan pada 13-15 April 2015. Salah satu mata pelajaran yang dianggap siswa sebagai
momok adalah bahasa Inggris, masih banyak siswa yang nilainya jatuh pada mata pelajaran
bahasa Inggris.

Hasil UN Bahasa Inggris 2014


Laporan hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2014 yang dirilis Pusat Pendidikan (Puspendik)
Kementrian Pendidikan dan kebudayaan menunjukan fakta yang sungguh mengejutkan. Diluar
dugaan, hasil UN Bahasa Inggris SMA tahun 2014, baik program IPA maupun IPS mengalami
penurunan jika dibandingkan Ujian Nasional tahun sebelumnya. 3 ketrampilan berbahasa (skill)
yang diujikan pada Ujian Nasional Bahasa Inggris yaitu mendengarkan (listening), membaca
(reading) dan menulis (writing). Soal mendengarkan (listening) terdiri dari 5 kompetensi yaitu
memahami informasi dari monolog lisan, memahami informasi dari percakapan lisan,
menentukan gambar dari monolog lisan, menentukan gambar dari percakapan lisan dan
merespon percakapan lisan yang belum lengkap.

Dari paparan data dan fakta hasil Ujian Nasional (UN) bahasa Inggris tahun 2014 secara umum
terjadi penurunan karena ujian nasional tahun 2014 mulai diperkenalkan soal-soal bertipe
"HOTS"(High Order Thingking Skill) yaitu soal-soal yang membutuhkan penalaran tingkat
tinggi. Untuk menjawab soal tipe "HOTS" diperlukan kemampuan berfikir logis tingkat tinggi
karena soal ini memadukan kompetensi pengetahuan (kognitif), pemahaman dan kemampuan
menghubungkan materi pada soal dengan fenomena nyata.

Singkatnya tingkat kesulitan soal Ujian Nasional 2014 mata pelajaran bahasa Inggris meningkat.
Hal yang sama atau bakan mungkin tingkat kesulitan soal akan dinaikan pada ujian nasional
tahun 2015 ini, senada dengan apa yang disampaikan kepala pusat pendidikan (kapuspendik)
yang menyatakan akan mempertahankan bahkan kemungkinan menambah jumlah soal kategori
sulit atau soal "HOTS". Hal itu berarti jumlah soal kategori sulit atau "HOTS" akan bertambah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan pada bulan Januari yang lalu mengatakan
bahwa kemendikbud akan mendatangkan ahli dari luar negeri untuk soal UN yang akan bekerja
sama dengan pembuat soal nasional, hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan pendidikan
khususnya evaluasi di Indonesia.

Menteri juga mengatakan dan berharap UN bisa mendorong siswa memiliki kemampuan HOTS
(High Order Thinking Skill) karena menurutnya jika tingkat kesulitan soal UN hanya pada Low
Order Thinking Skill (LOTS) tidak ada peningkatan pada kualitas lulusan pada khususnya dan
pendidikan Indonesia pada umumnya.

Pada UN 2014 komposisi soal ujian Nasional yang terdiri atas 10% soal tingkat mudah, 70% soal
tingkat sedang dan 20% soal tingkat sulit. Jika UN tahun ini masih menggunakan komposisi
yang sama maka ada 10 soal bahasa Inggris kategori "HOTS" dari 50 butir soal yang diujikan.
Menurut taksonomi Bloom soal dengan kategori LOTS berada pada ranah C1-C3 yaitu C1
Pengetahuan, C2 pemahaman, C3 Penerapan. Sedangkan soal dengan kategori HOTS berada
pada ranah C4 dan C5 yaitu analisis dan sintesis. Tentu saja para siswa akan merasa kesulitan
menjawab jika tatarannya sudah pada C4 dan C5.