You are on page 1of 6

PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS KEDUNGBANTENG
Jl.Raya Kedungbanteng No.380, Telp. (0281) 6840389.
Kode Pos 531521

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


NOMOR : KAK/05/UKM/16/2016

TENTANG
PELAKSANAAN PROGRAM PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

PUSKESMAS KEDUNGBANTENG

A. Pendahuluan
Puskesmas merupakan ujung tombak penyelenggaraan UKM maupun UKP
distrata pertama pelayanan kesehatan yang meliputi upaya kesehatan wajib
(Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, KIA/KB, P2P, Gizi dan
Pengobatan). Tetapi dapat juga sebagai upaya kesehatan pengembangan yang
wajib dilakukan pada daerah tertentu.
Permasalahan kesehatan yang dihadapi sampai saat ini cukup kompleks,
karena upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2015 diketahui
penyebab kematian di Indonesia untuk semua umur, telah terjadi pergeseran dari
penyakit menular ke penyakit tidak menular, yaitu penyebab kematian pada untuk
usia > 5 tahun, penyebab kematian yang terbanyak adalah stroke, baik di
perkotaan maupun di pedesaan. Hasil Riskesdas 2015 juga menggambarkan
hubungan penyakit degeneratif seperti sindroma metabolik, stroke, hipertensi,
obesitas dan penyakit jantung dengan status sosial ekonomi masyarakat
(pendidikan, kemiskinan, dan lain-lain). Prevalensi gizi buruk yang berada di atas
rata-rata nasional (5,4%) ditemukan pada 21 provinsi dan 216 kabupaten/kota.
Sedangkan berdasarkan gabungan hasil pengukuran gizi buruk dan gizi kurang
Riskesdas 2015 menunjukkan bahwa sebanyak 19 provinsi mempunyai
prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di atas prevalensi nasional sebesar 18,4%.
Namun demikian, target rencana pembangunan jangka menengah untuk
pencapaian program perbaikan gizi yang diproyeksikan sebesar 20%, dan target
Millenium Development Goals sebesar 18,5% pada 2015, telah dapat dicapai.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu terus ditingkatkan upaya-upaya untuk
memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat dengan mutu pelayanan yang baik, berkelanjutan dan dapat
menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga miskin rawan
kesehatan/risiko tinggi. Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat
melalui upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Salah satu
upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas Harapan Raya
adalah program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Sesuai dengan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 128/Menkes/SK/II/Tahun 2004 tentang
kebijakan dasar Puskesmas, upaya perawatan kesehatan masyarakat merupakan
upaya program pengembangan yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya
kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.Puskesmas
merupakan ujung tombak penyelenggaraan UKM maupun UKP distrata pertama
pelayanan kesehatan yang meliputi upaya kesehatan wajib (Promosi Kesehatan,
Kesehatan Lingkungan, KIA/KB, P2P, Gizi dan Pengobatan). Tetapi dapat juga
sebagai upaya kesehatan pengembangan yang wajib dilakukan pada daerah
tertentu.

B. Latar Belakang
Keperawatan kesehatan masyarakat adalah suatu bidang dalam keperawatan
kesehatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan
masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat, serta mengutamakan
pelayanan promotif, preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan
pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan
kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai suatu kesatuan
yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan
manusia secara optimal sehingga mandiri dalam upaya kesehatannya.
Terintegrasinya upaya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat
(PERKESMAS) kedalam upaya kesehatan wajib maupun upaya pengembangan,
diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih bermutu karena
diberikan secara kholistik, komprehensif pada semua tingkat pencegahan.
Saat ini Kesehatan di Indonesia dihadapkan dengan era Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) yang sangat membutuhkan pelayanan yang profesional dan
diupayakan untuk meningkatkan upaya preventif dan promotif, untuk itu perlu
dilakukan peningkatan kemampuan perawat dalam program PERKESMAS yang
sangat terintegrasi dengan masyarakat langsung dan puskesmas sebagai
pemberi pelayanan kesehatan (PPK 1) yang merupakan ujung tombak dari
kesehatan dimasyarakat.
Prioritas sasaran Perkesmas adalah keluarga rawan terutama yang
berpenghasilan rendah. Keluarga rawan adalah keluarga yang rentan terhadap
masalah kesehatan (Vulnerable group), terutama keluarga yang mempunyai ibu
hamil/nifas/menyusui (termasuk balitanya), usia lanjut, penderita penyakit kronis
baik menular maupun tidak menular. Kegiatan keperawatan kesehatan
masyarakat, meliputi kegiatan di dalam maupun di luar gedung Puskesmas baik
Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan atau Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM).

C. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus


Tujuan Umum : Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi
masalah keperawatan kesehatan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan
yang optimal.

Tujuan Khusus :
a. Meningkatkan kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan
masyarakat untuk melaksanakan keperawatan dasar dalam rangka
mengatasi masyarakat kesehatan.
b. Kemampuan dalam tertanganinya keluarga rawan yang memerlukan
pembinaan dan pelatihan keperawatan.
c. Pelayanan yang melayani kelompok khusus/panti yang memerlukan
pembinaan dan pelatihan keperawatan.
d. Pelayanan dalam melayani kasus-kasus yang memerlukan tindak lanjut dan
pelatihan keperawatan.
e. Pelayanan melayani kasus-kasus resiko tinggi yang memerlukan pelatihan
keperawatan di puskesmas dan rumah.

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


1. Kegiatan Dalam Gedung
Merupakan kegiatan keperawatan kesehatan masyarakat yang
dilakukan di poli asuhan keperawatan, poliklinik, pengobatan, maupun ruang
rawat inap Puskesmas, meliputi :
a. Asuhan keperawatan terhadap pasien rawat jalan dan rawat inap.
b. Penemuan kasus baru (deteksi dini) pada pasien rawat jalan.
c. Penyuluhan / pendidikan kesehatan.
d. Pemantauan keteraturan berobat.
e. Rujukan kasus / masalah kesehatan kepada tenaga kesehatan lain di
Puskesmas.
f. Pemberian nasehat (konseling) keperawatan.
g. Kegiatan yang merupakan tugas limpah sesuai pelimpahan kewenangan
yang diberikan dan atau prosedur yang telah ditetapkan (contoh
pengobatan, penanggulangan kasus gawat darurat, dll).
h. Menciptakan lingkungan terapeutik dalam pelayanan kesehatan di
gedung Puskesmas (kenyamanan, keamanan, dll).
i. Dokumentasi keperawatan.
2. Kegiatan Luar Gedung
Melakukan kunjungan ke keluarga / kelompok / masyarakat untuk
melakukan asuhan keperawatan di keluarga / kelompok / masyarakat :
a. Keperawatan Individu dalam Konteks Keluarga
Merupakan asuhan keperawatan individu di rumah dengan melibatkan
peran serta aktif keluarga. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
1) Penemuan suspek / kasus kontak seruamh.
2) Penyuluhan / pendidikan kesehatan pada individu dan keluarganya.
3) Pemantauan keteraturan berobat sesuai program pengobatan.
4) Kunjungan rumah ( home visit / home health nursing ) sesuai rencana.
5) Pelayanan keperawatan dasar langsung ( direct care ) maupun tidak
langsung ( indirect care ).
6) Pemberian nasehat ( konseling ) kesehatan / keperawatan.
7) Dokumentasi keperawatan.

b. Keperawatan Keluarga
Keperawatan keluarga di prioritaskan pada keluarga dengan salah satu
/ lebih anggota keluarga :
1) Penderita Rematoid Artritis
2) Terjangkit demam berdarah
3) Penderita PPOK
4) Syndrome down
5) Penyandang cacat fisik / mental
6) Keluarga manula
7) Anak remaja
8) Keluarga dengan TB
9) Gangguan tumbang
10) Terjangkit malaria
11) Ibu hamil resti

c. Keperawatan Kelompok Khusus


1) Daerah dengan terdapat lokalisasi / WTS
2) Daerah dengan panti asuhan
3) Daerah dengan lembaga pemasyarakatan / LP
4) Daerah dengan pondok pesantren / PONPES
5) Pelayanan asuhan pada kelompok rawan :
a) Anak sekolah SD, SLTP, SLTA, SLB.
b) Kelompok ibu hamil atau ibu menyusui, anak sekolah kegiatan
diintegrasikan dengan kegiatan KIA baik di luar gedung
Puskesmas.
c) Pelayanan medis dan gigi dasar.

d. Keperawatan Komunitas
1) Pengelolaan pelayanan keperawatan
a) Masyarakat dengan daerah endemis DBD.
b) Masyarakat dengan daerah endemis Filariasis.
c) Masyarakat dengan daerah endemis Diare.
d) Masyarakat dengan daerah kumuh.
e) Masyarakat dengan cakupan imunisasi rendah.
f) Masyarakat dengan pemukiman baru.
2) Melaksanakan kegiatan terpadu
a) Kunjungan rumah
b) Kunjungan panti
c) Perawatan orang sakit
d) Kegiatan posyandu
3) Melaksanakan kegiatan lintas sektoral dan lintas program sesuai
kebutuhan.

E. Cara melaksanakan kegiatan


Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan jadwal yang telah disusun, jika ada
perubahan jadwal kegiatan, maka bisa dialihkan di waktu yang lain.

F. Sasaran
Adapun yang menjadi sasaran program Perkesmas ini adalah seluruh
masyarakat yang dapat terbagi menjadi :
1. Individu khususnya individu risiko tinggi (risti): menderita penyakit, balita, lanjut
usia (lansia), masalah mental/jiwa.
2. Keluarga khususnya ibu hamil (bumil), lansia, menderita penyakit, masalah
mental/jiwa.
3. Kelompok/masyarakat berisiko tinggi, termasuk daerah kumuh, terisolasi,
konflik, tidak terjangkau pelayanan kesehatan.
Fokus sasaran Perkesmas adalah keluarga rawan kesehatan dengan
prioritasnya adalah keluarga rentan terhadap masalah kesehatan (Gakin),
keluarga risiko tinggi (anggota keluarga bumil, balita, lansia, menderita penyakit).

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


Kegiatan Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) di wilayah
kerja Puskesmas Kedungbanteng dilaksanakan setiap bulan sekali. Jadwal
pelaksanaan kegiatan program upaya perawatan kesehatan masyarakat
(Perkesmas) sesuai anggaran BOK disepakati dan disusun bersama.
H. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilaksanakan jika seluruh kegiatan telah
dilaksanakan. Apabila ada ketidaksesuaian dalam pelaksanaan kegiatan, maka
Kepala Puskesmas bersama dengan penanggung jawab Perkesmas dan
pelaksana kegiatan harus mencari penyebab masalahnya dan mencari solusi
penyelesaiannya.

I. Pencatatan, Pelaporan dan evaluasi kegiatan


Pencatatan harus dilakukan pada setiap petugas yang melaksanakan kegiatan
dan dikelola dengan baik sehingga dapat digunakan sewaktu dibutuhkan.
Pelaporan dilakukan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan ke Kepala
Puskesmas melalui Kasubag TU, untuk dikompilasi dengan laporan kegiatan
lainnya.
Evaluasi kegiatan dilakukan setiap 6 bulan sekali melalui rapat evaluasi tengah
tahun dan rapat evaluasi akhir tahun.

Di tetapkan di : Kedungbanteng
Pada tanggal : 15 Juni 2016
KEPALA PUSKESMAS KEDUNGBANTENG

WITONO NURWIBOWO, S.Kep.


NIP. 19620209 198711 1 002