You are on page 1of 20

Fungsi Organ Sistem Pencernaan

Manusia
Oleh : Yanti 07/03/2016 Uncategorized 15 Comments

Fungsi tubuh manusia dihargai dengan karya kolektif dari sistem organ, dimana
sistem pencernaan adalah salah satunya. Sistem pencernaan terdiri dari berbagai
organ yang membantu dalam pencernaan makanan dan asimilasi nutrisi. Jadi, apa
itu pencernaan?

Ini adalah proses pemecahan partikel makanan yang kompleks, baik secara
mekanis dan kimiawi, dalam bentuk yang lebih sederhana dari nutrisi, yang dapat
dengan mudah digunakan oleh tubuh.

Sistem pencernaan manusia merupakan proses yang kompleks yang terdiri dari
pemecahan massa organik besar menjadi partikel kecil yang tubuh mampu dalam
menggunakannya sebagai bahan bakar. Pemecahan nutrisi memerlukan koordinasi
beberapa enzim yang disekresikan dari sel-sel khusus dalam mulut, perut, usus,
dan hati. Organ utama atau struktur yang mengkoordinasikan pencernaan dalam
tubuh manusia termasuk mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil dan besar, dan
hati.

Organ sistem pencernaan bertanggung jawab untuk pelepasan energi, yang sangat
penting untuk setiap sel hidup dan jaringan untuk berfungsi secara normal. Juga,
sistem pencernaan yang bertanggung jawab untuk distribusi nutrisi dan limbah
dalam tubuh. Dan, ketika kita mengatakan bagian dari sistem pencernaan, pada
dasarnya terdiri dari saluran pencernaan dan organ pencernaan yang terkait. Setiap
kelainan pada bagian atau organ dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan
dan / atau penyakit sistem pencernaan.

Bagian dari Sistem Pencernaan dan Fungsi mereka


Anatomi sistem pencernaan dipelajari secara rinci untuk memahami bagian-
bagiannya serta fungsi masing-masing. Bagian utama dari sistem pencernaan
adalah saluran pencernaan (juga disebut saluran gastrointestinal atau saluran
pencernaan), struktur seperti tabung hampa yang memanjang dari mulut ke ujung
– anus. Disebutkan di bawah ini adalah daftar dari berbagai bagian dari sistem
pencernaan, yang terlibat dalam proses pencernaan:

Fungsi Sistem Pencernaan


Anatomi Sistem Pencernaan Manusia Fungsi utama sistem pencernaan adalah
untuk memberikan tubuh dengan nutrisi untuk tumbuh dan mempertahankan diri
dan untuk menghilangkan produk limbah dari tubuh. saluran pencernaan Manusia
(saluran pencernaan) adalah sekitar 30 kaki panjang dan meluas dari mulut ke
anus. Ini adalah sebuah sistem transportasi satu arah (tidak seperti anatomi sistem
pencernaan cacing pipih yang hanya memiliki satu lubang – mulut juga anus).
Fungsi meliputi:
 Ingesti (proses mengambil makanan ke dalam sistem pencernaan dengan cara
melalui mulut)
 mastikasi (proses mengunyah untuk menghancurkan makanan dan
mencampurnya dengan air liur)
 deglutition (tindakan menelan untuk mengangkut makanan dari mulut ke
perut)
 digestion (memecah secara mekanis serta kimia dari makanan)
 absorpsi (bagian dari molekul makanan dari usus ke dalam darah atau kelenjar
getah)
 peristaltik (kontraksi seperti gelombang yang memindahkan makanan melalui
saluran pencernaan)
 defekasi (pembuangan limbah dicerna, disebut tinja, dari tubuh).

Mulut
Ini organ yang bertanggung jawab untuk memulai pencernaan adalah mulut.
Selama berada di mulut, gigi mengunyah makanan menjadi potongan kecil, yang
dicampur dengan air liur yang dikeluarkan oleh kelenjar ludah. Air liur
mengandung enzim amilase dan lainnya yang bersama-sama melakukan
pencernaan makanan secara parsial.
Organ Pencernaan Manusia
dan Fungsinya
a. Rongga mulut (cavum oris)
Pada rongga mulut makanan mulai dicerna secara mekanik dan kimiawi. Adapun
alat kelenjar di dalam rongga mulut adalah gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
1) Gigi (dentes)
Pada manusia gigi pertama kali tumbuh pada usia 6 bulan yang disebut gigi susu
(dens lakteus) dan disusul dengan gigi sulung (dens desidui). Gigi berfungsi untuk
mencerna makanan secara mekanis dan untuk membantu berbicara.
Gigi manusia tertanam pada rahang dan terlindung oleh gusi. Adapun bagian-
bagian gigi sebagai berikut:
a) Mahkota gigi (korona), bagian yang nampak dari luar.
b) Leher gigi (kolum), bagian yang terlindung gusi.
c) Akar gigi (radiks), bagian yang tertanam di dalam rahang.
Apabila gigi disayat memanjang akan terlihat bagian-bagian berikut:
a) Email, bagian terluar dan terkeras
b) Tulang gigi, tersusun atas zat dentin, dan saraf pembuluh darah (pulpa),
serabut saraf, dan pembuluh darah.
c) Semen, pelapis tulang gigi yang masuk ke dalam rahang.
Secara umum dari bentuk dan letaknya, gigi dibedakan menjadi empat macam,
yaitu gigi seri, (dens insivus), I, gigi taring (dens caninus) = C, gigi geraham de[an
(pre molare) = P, dan gigi geraham belakang (molare) = M
2) Lidah (lingua)
Lidah tersusun atas otot serat lintang dengan permukaan tidak rata dan terdapat
tonjolan (papila pengecap).
Fungsi lidah yaitu:
a) Membantu mengaduk makanan didalam rongga mulut
b) Membantu membersihkan mulut
c) Membantu bersuara
d) Membantu mendorong makanan pada waktu penelanan, dan
e) Sebagai indera pengecap
3) Kelenjar ludah (glandula saliva)
Di dalam rongga mulut terdapat tiga pasang kelenjar ludah.
a) Glandula parotis, berbentuk air yang terdapat dibawah telinga.
b) Glandula submasilaris, berbentuk air dan lendir yang terdapat pada rahang
bawah.
c) Glandula sublingualis, berbentuk air dan lendir yang terdapat di bawah lidah.
Kelenjar ludah berfungsi untuk:
a) Memudahkan penelanan dan pencernaan makanan (melarutkan makanan)
b) Mencernakan makanan secara kimiawi
c) Melindungi selaput rongga mulut dari panas, dingin, asam, dan basa.
Air ludah mengandung enzim ptialin yang berfungsi untuk mencegah amilum
menjadi maltosa, dan bekerja pada lingkungan netral (pH7).
Dalam tubuh manusia, mulut (rongga mulut) adalah organ khusus untuk menerima
makanan dan memecah massa organik besar. Di mulut, makanan diubah secara
mekanis dengan menggigit dan mengunyah. Manusia memiliki empat jenis gigi:
gigi seri adalah gigi berbentuk pahat di depan mulut untuk menggigit, gigi taring
yang menunjukkan gigi untuk merobek, dan gigi graham untuk menggiling
menghancurkan makanan.

Di mulut, makanan dibasahi oleh air liur, cairan lengket yang mengikat partikel
makanan bersama-sama menjadi massa lembut. Tiga pasang kelenjar ludah-
kelenjar parotis, kelenjar submaxillary, dan kelenjar sublingual -mensekresi air liur
ke dalam mulut. Air liur mengandung enzim yang disebut amilase, yang mencerna
molekul pati menjadi molekul yang lebih kecil dari maltosa disakarida.

Selama mengunyah, lidah menggerakan makanan dan dan memanipulasi itu


menjadi massa disebut bolus. Bolus didorong kembali ke dalam faring
(tenggorokan) dan dipaksa melalui pembukaan ke kerongkongan.

Faring
Bagian atas pada kerongkongan disebut tekak (faring) yang merupakan pertemuan
antara saluran pernapasan di depan (nasofaring) dan saluran pencernaan di
belakang (orofaring) yang ditutup oleh epiglotis. Juga dikenal sebagai
tenggorokan, faring adalah sebagian kecil dari sistem pencernaan yang terletak
antara mulut dan kerongkongan (di belakang hidung). Dari mulut, makanan
dicerna saat didorong, tertelan dan pindah ke kerongkongan melalui faring.

Esofagus
Makanan dari faring dilewatkan melalui kerongkongan dan kemudian ke perut
dengan gerakan peristaltik (kontraksi berirama lambat dan relaksasi otot-otot
kerongkongan). Pada ujung distal esofagus, terletak lower esophageal sphincter
(LES) yang mencegah makanan dari lambung kembali ke kerongkongan.

Kerongkongan adalah tabung berotot berdinding tebal terletak di belakang


tenggorokan yang memanjang melalui leher dan dada ke perut. Ini bolus makanan
bergerak melalui kerongkongan dengan gerakan peristaltik: serangkaian kontraksi
ritmis otot yang mendorong bolus bersama. Kontraksi dibantu oleh tarikan
gravitasi.

Lambung
Kerongkongan bergabung dengan lambung pada titik tepat di bawah diafragma.
Sebuah katup seperti cincin otot yang disebut sphincter jantung mengelilingi
pembukaan ke perut. Sphincter rileks saat bolus melewati dan kemudian dengan
cepat menutup.

lambung merupakan kantong kantong yang dapat membesar terletak tinggi di


rongga perut. Lapisan kontraksi otot lambung pada bolus makanan dengan cairan
lambung untuk membentuk cairan pekat yang disebut chyme.

Partikel makanan dicerna sebagian dari kerongkongan diterima oleh lambung, di


mana mereka disimpan dan dicerna. Lambung mensekresi asam cairan pencernaan
(sekitar 2,8 liter per hari) untuk bahan kimia yang memecah partikel makanan.
Otot-otot tebal perut juga mengaduk makanan yang tepat untuk memungkinkan
pencampuran dengan cairan pencernaan.

Perut menyimpan makanan dan mempersiapkan untuk pencernaan lebih lanjut.


Selain itu, perut berperan dalam pencernaan protein. Kelenjar lambung disebut sel
utama mensekresikan pepsinogen. Pepsinogen diubah menjadi enzim pepsin
dengan adanya asam klorida. Asam klorida disekresikan oleh sel parietal di lapisan
perut. Pepsin kemudian mencerna protein besar menjadi protein yang lebih kecil
yang disebut peptida. Untuk melindungi lapisan perut dari asam, ketiga jenis sel
mengeluarkan lendir yang melapisi rongga perut. Kelebihan asam karena
kegagalan lendir dapat menyebabkan maag.

Usus halus
Setelah makanan dicampur dan dicerna dalam perut, itu dipindahkan ke usus kecil
(sekitar 20 meter) untuk pencernaan lebih lanjut. Terdiri duodenum, jejunum, dan
ileum, usus kecil adalah bagian dari sistem pencernaan yang menyerap nutrisi dari
makanan yang dicerna. Enzim-enzim pencernaan disekresi oleh lapisan usus kecil
bersama dengan empedu (diproduksi oleh hati) dan enzim pankreas sepenuhnya
membantu pencernaan lebih lanjut makanan.

Ini campuran pekat yang disebut chyme menyembur dari perut melalui sfingter ke
dalam usus kecil. Usus halus orang dewasa dengan panjang sekitar 23 kaki dan
dibagi menjadi tiga bagian: pertama 10 sampai 12 inci membentuk duodenum, 10
meter berikutnya membentuk jejunum, dan terakhir 12 meter membentuk ileum.
Permukaan dalam usus kecil berisi banyak proyeksi seperti jari yang disebut vili.
Setiap villus memiliki proyeksi sel yang disebut mikrovili untuk meningkatkan
luas permukaan.

Kebanyakan pencernaan kimia terjadi di duodenum. Di wilayah ini, enzim


mencerna nutrisi ke dalam bentuk yang lebih sederhana yang dapat diserap. Enzim
usus yang dilengkapi oleh enzim dari pankreas, besar, organ kelenjar tergeletak di
dekat perut. Selain itu, empedu memasuki usus kecil dari kandung empedu untuk
membantu pencernaan lemak.

Enzim pencernaan berfungsi dalam pencernaan karbohidrat termasuk amilase


(untuk tepung), maltase (untuk maltosa), sukrase (untuk sukrosa) dan laktase
(untuk laktosa). Untuk lemak, enzim yang utama adalah lipase. Sebelum enzim ini
dapat bertindak, butiran besar lemak harus dipecah menjadi tetesan kecil dengan
empedu. Empedu merupakan campuran garam, pigmen, dan kolesterol yang
diproduksi oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu, struktur seperti kantong
di bawah hati.

Pencernaan protein dilakukan dengan beberapa enzim, termasuk dua enzim-enzim


pankreas: tripsin dan kimotripsin. Peptida yang rusak menjadi peptida yang lebih
kecil, dan peptidase mengurangi enzim untuk asam amino. Nuclease asam nukleat
mencerna menjadi nukleotida di usus kecil juga.

Sebagian besar penyerapan di usus kecil terjadi dalam jejunum. Produk pencernaan
memasuki sel dari vili, bergerak melintasi sel, lalu masukkan pembuluh darah yang
disebut kapiler. Difusi menyumbang pergerakan banyak nutrisi, tapi transportasi
aktif bertanggung jawab untuk pergerakan glukosa dan asam amino. Produk
melewati pencernaan lemak sebagai tetesan kecil lemak menjadi lakteal, yang
merupakan cabang dari sistem limfatik.

Penyerapan selesai di bagian akhir dari usus kecil, ileum. Zat yang belum dicerna
atau diserap kemudian masuk ke dalam usus besar.
Hati dan Pankreas
Hati adalah organ vital yang mengeluarkan air empedu untuk pencernaan lemak.
Empedu dari hati disimpan dalam kantong empedu (struktur seperti kantung kecil)
dan kemudian dilepaskan ke usus kecil. Demikian juga, pankreas juga merupakan
organ terkait pencernaan yang menghasilkan campuran enzim untuk pencernaan
karbohidrat, lemak dan protein.

Hati memiliki fungsi penting dalam pengolahan produk-produk dari pencernaan


manusia. Sebagai contoh, sel-sel hati menghilangkan kelebihan glukosa dari aliran
darah dan mengubah glukosa menjadi polimer yang disebut glikogen untuk
disimpan.

Hati juga berfungsi dalam metabolisme asam amino. Dalam proses yang disebut
deaminasi, itu mengkonversi beberapa asam amino menjadi senyawa yang dapat
digunakan dalam metabolisme energi. Dengan demikian, hati menghilangkan
gugus amino dari asam amino dan menggunakan kelompok amino untuk
memproduksi urea. Urea dikeluarkan dari tubuh dalam urin. Lemak diproses
menjadi dua-unit karbon yang dapat memasuki siklus Krebs untuk metabolisme
energi. Hati juga menyimpan vitamin dan mineral, bentuk banyak protein darah,
mensintesis kolesterol, dan menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.

Usus Besar
Usus kecil bergabung dengan usus besar pada perut bagian kanan bawah tubuh.
Kedua organ bertemu di kantung buta disebut sekum dan proses seperti jari kecil
yang disebut usus buntu. Ahli biologi evolusi percaya sekum dan usus buntu
merupakan sisa-sisa organ yang lebih besar yang mungkin telah fungsional dalam
nenek moyang manusia.

Usus besar (sekitar 5 meter) terdiri dari bagian yang berbeda – sekum, usus besar,
usus buntu dan rektum. Makanan dari usus kecil melewati bagian sekum, dimana
air dan elektrolit yang diserap. Sisa makanan yang tidak tercerna (atau limbah)
ditransfer ke kolon asendens dulu, lalu ke usus besar arah melintang dan kolon
sigmoid. Limbah dari kolon sigmoid dipindahkan ke rektum, di mana disimpan
sampai saat buang air besar. Akhirnya, limbah dilewatkan sebagai tinja melalui
anus.

Usus besar juga dikenal sebagai kolon. Ini dibagi menjadi asending, transversal
dan bagian Desending, masing-masing sekitar satu kaki panjangnya. Fungsi utama
usus besar adalah untuk menyerap air dan untuk menyimpan, mengolah, dan
menghilangkan residu berikut pencernaan dan penyerapan. Masalah usus yang
tersisa setelah air telah direklamasi dikenal sebagai tinja. Tinja terdiri dari
makanan non dicerna (seperti selulosa), miliaran bakteri kebanyakan tidak
berbahaya, pigmen empedu, dan bahan lainnya. Kotoran disimpan dalam rektum
dan dikeluarkan melalui anus untuk menyelesaikan proses pencernaan.

Sekilas Proses Pencernaan


Setelah mengunyah makanan di dalam mulut, partikel makanan yang dicerna
melewati saluran pencernaan, yang selanjutnya dipecah menjadi bentuk yang lebih
sederhana dengan bantuan enzim yang disekresi oleh organ perut yang terkait (hati
dan pankreas). Nutrisi yang diserap oleh vili terletak di dinding usus kecil, yang
kemudian dirilis dalam aliran darah untuk distribusi ke berbagai bagian tubuh.
Partikel-partikel makanan yang tidak tercerna dari usus kecil dilewatkan ke usus
besar untuk buang air besar.

Salah satu fakta menarik tentang sistem pencernaan manusia dewasa adalah bahwa
langkah-langkah saluran pencernaan sekitar 30 meter panjangnya. Dengan
informasi ini tentang semua bagian dari sistem pencernaan dan bagaimana mereka
membantu dalam pencernaan makanan, saya harap Anda telah membersihkan
keraguan Anda tentang bagian-bagian sistem pencernaan dan proses pencernaan.

Daftar Istilah dalam Pencernaan Sistem:


 abdomen – bagian tubuh yang berisi organ-organ pencernaan. Pada manusia
antara diafragma dan pelvis
 Saluran pencernaan – bagian yang dilewati makanan, termasuk mulut,
kerongkongan, lambung, usus, dan anus.
 Anus – pembukaan pada ujung sistem pencernaan yang kotoran (feses) keluar
dari tubuh.
 apendiks (usus buntu)- kantung kecil yang terletak pada sekum.
 Kolon asendens – bagian dari usus besar yang berjalan ke atas; terletak setelah
sekum.
 Empedu – bahan kimia pencernaan yang diproduksi pada hati, disimpan dalam
kantung empedu, dan disekresi ke dalam usus kecil.
 Sekum – bagian pertama dari usus besar; apendiks terhubung ke sekum.
 chyme – makanan di perut yang sebagian dicerna dan dicampur dengan asam
lambung. Chyme melanjutkan perjalanan ke usus kecil untuk proses
pencernaan lebih lanjut.
 Colon desendens- bagian dari usus besar yang berjalan ke bawah setelah colon
transversum dan sebelum kolon sigmoid.
 Sistem pencernaan – sistem tubuh yang memproses makanan dan
menghilangkan limbah.
 Duodenum – bagian pertama dari usus kecil; ini berbentuk-C dan berjalan dari
perut ke jejunum.
 Epiglotis – flap atau katup di bagian belakang lidah untuk menjaga makanan
agar tidak masuk tenggorokan ke paru-paru. Ketika Anda menelan, epiglotis
secara otomatis menutup. Ketika Anda bernapas, epiglotis terbuka sehingga
udara bisa masuk dan keluar dari tenggorokan.
 Esofagus – tabung panjang antara mulut dan perut. Menggunakan gerakan otot
ritmik (disebut peristalsis) untuk memaksa makanan dari tenggorokan ke
dalam perut.
 Kandung empedu – organ kecil seperti kantung yang terletak dekat duodenum.
Yang menyimpan dan melepaskan empedu (bahan kimia pencernaan yang
diproduksi di hati) ke dalam usus kecil.
 Saluran pencernaan – sistem tubuh yang memproses makanan dan
menghilangkan limbah.
 Ileum – bagian terakhir dari usus kecil sebelum usus besar dimulai.
 usus (intestines)- bagian dari saluran pencernaan yang terletak antara perut dan
anus.
 jejunum – bagian dari usus kecil yang panjang, melingkar pertengahan;
jejunum antara duodenum dan ileum.
 hati – organ besar yang terletak di atas dan di depan perut. Hati menyaring
racun dari darah, dan membuat empedu (yang memecah lemak) dan beberapa
protein darah.
 mulut – bagian pertama dari sistem pencernaan, di mana makanan masuk ke
dalam
 tubuh. Mengunyah dan saliva enzim dalam mulut adalah awal dari proses
pencernaan.
 Pankreas – kelenjar yang memproduksi enzim terletak di bawah perut dan di
atas usus. Enzim dari bantuan pankreas dalam pencernaan karbohidrat, lemak
dan protein di usus kecil.
 Peristalsis – gerakan otot ritmis yang memaksa makanan di kerongkongan dari
tenggorokan ke dalam perut. Peristaltik tidak sadar – Anda tidak bisa
mengendalikannya. Peristaltik juga yang memungkinkan Anda untuk makan
dan minum sambil terbalik.
 Rektum – bagian bawah usus besar, di mana tinja disimpan sebelum
dikeluarkan.
 Kelenjar ludah – kelenjar yang terletak di mulut yang memproduksi air liur.
Air liur mengandung enzim yang memecah karbohidrat (pati) menjadi molekul
yang lebih kecil.
 Kolon sigmoid – bagian dari usus besar antara usus desent dan rektum.
 Perut – sebuah organ berotot seperti karung yang melekat pada kerongkongan.
Baik pencernaan kimiawi dan mekanik terjadi pada perut. Ketika makanan
dalam perut, itu bergejolak di dalam bercampur antara asam dan enzim.
 Usus tranversum- bagian dari usus besar yang berjalan horizontal di perut

Bagian Organ-Organ Pencernaan dan Fungsinya

Advertisement
PROMOTED CONTENT
by

Sistem alamiah menumbuhkan kembali rambut dalam 1 bulan


promo-goodies.com

Play In A World So Real You'll Never Want To Log Off


Penyembuh rumahan untuk memeperbaiki kebotakan dalam 4 minggu
promo-goodies.com

Perempuan berusia 26 tahun dari Bandung ini menjadi miliarder

Resep penurun berat asli! Turun 27kg dalam 3 hari! Tuliskan: Di pagi hari...

Cara cerdas orang Indonesia menjadi kaya di tahun 2017

Makhluk mengerikan akan keluar dari tubuh jika di pagi hari kamu minum segelas
Cara murah untuk langsing dalam 9 hari! Perut buncit hilang dengan
mengkonsumsi

Bagian Organ-Organ Pencernaan dan Fungsinya| Alat pencernaan manusia terdiri


atas beberapa bagian dengan fungsi organ-organ tertentu. Pencernaan adalah proses
memperhalus makanan menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tubuh. Fungsi organ
pencernaan utama adalah mencerna makanan untuk memberikan nutrisi bagi tubuh.
Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan
mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan alur dari jalannya proses
pencernaan adalah penguyahan, penelanan, dan pencampuran dengan enzim zat cair
yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Saluran pencernaan makanan pada
manusia terdiri dari beberapa organ berturut-turut dimulai dari mulut (cavum
oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum), usus
besar (colon), dan anus.

Fungsi Sistem Pencernaan - Sistem pencernaan manusia memiliki panjang sekitar 30


kaki dari mulut yang meluas sampai ke anus. Fungsi sistem pencernaan adalah sebagai
berikut..

 Mengeluarkan sisa-sisa pencernaan dari tubuh


 Untuk menghancurkan makanan yang lebih halus
 Menyerap sari-sari makanan untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh

Bagian Organ-Organ Pencernaan dan Fungsinya - Organ pencernaan makanan


melalui proses mekanik dan kimiawi. Berikut macam-macam organ pencernaan dan
fungsinya....
1. Mulut
Mulut adalah organ pencernaan yang pertama bertugas dalam proses pencernaan
makanan. Fungsi utama mulut adalah untuk menghancurkan makanan sehingga
ukurannya cukup lebih kecil untuk dapat ditelan ke dalam perut. Proses pencernaan
dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang
membantu dalam proses pencernaan. Bagian alat-alat pencernaan dimulut adalah gigi,
lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut terjadi proses pencernaan
makanan secara mekanik dan kimiawi. Berikut organ-organ mulut dan fungsinya, yaitu
sebagai berikut...
a. Lidah
Lidah pada sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mengunyah dan menelan
makanan menuju ke kerongkongan, mengatur posisi makanan agar dapat dikunyah oleh
gigi dan membantu dalam menelan makanan. Lidah tersusun atas otot lurik yang
permukaannya dilapisi epitelum dengan banyak mengandung kelenjar lendir (makosa).
b. Gigi
Gigi berfungsi untuk menghaluskan makanan, maka gigi dan lidah berfungsi sebagai
pencernaan mekanik dalam mulut. Tulang gigi terbuat dari dentin yang tersusun dari
kalsium karbonat. Gigi membantu enzim-enzim pencernaan makanan agar dapat
dicerna dengan efisen dan cepat. Gigi manusia mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Perubahan gigi manusia mulai dari gigi susu menjadi gigi tetap
(permanen). Gigi akan tumbuh pada saat berusia 6 tahun yang berjumlah 20 gigi yang
tersusun seperti dibawah ini..
Susunan Gigi Susu

 Gigi seri (dens insisivus), gigi seri berjumlah 8 buah yang berfungsi untuk
mengunyah makanan
 Gigi taring (dens canivus), gigi taring berjumlah 4 buah dengan fungsi merobek
makanan
 Gigi gerahan kecil (dens premolare), gigi gerahan kecil berjumlah 8 buah yang
berfungsi mengunyah makanan
Susunan Gigi Tetap (Permanen)
Ketika usia anak yang telah berumur 6 hingga 14 tahun gigi susu mulai tanggal, dan
digantingkan gigi permanen. Gigi permanen berjumlah 32 buah, ada penambahan dilihat
dari jumlah gigi susu ke gigi permanen terdapat 12 buah gigi tambahan.

Struktur Gigi
Struktur gigi berlapis-lapis antara lain sebagai berikut..

 Email (glazur atau enamel) adalah lapisan pelindung yang keras. Email
mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
 Tulang gigi (dentin) adalah tulang gigi yang tersusun atas kalsium karbonat.
Tulang gigi terletak disebelah email
 Sumsum gigi (pulpa) adalah bagian yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler,
arteri, vena, dan saraf.
 Semen adalah pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang

c. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasikan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam rongga
mulut ada tiga pasang, yaitu sebagai berikut...
 Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga yang menghasilkan ludah yang
berbentuk cair dan mengandung enzim ptialin
 Kelenjar Submandibularis, terletak di rahang bawah yang menghasilkan getah
yang mengandung air dan lendir
 Kelenjar sublingualis, terletak dibawah lidah yang menghasilkan getah yang
mengandung air dan lendir.

Fungsi Ludah, Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan, sehingga


ludah berfungsi antara lain sebagai berikut..

 Untuk membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah dalam penelanan


 Untuk melindungi selaput mulut terhadap panas, dingin, asam dan basa.

2. Kerongkongan (Esofagus)
Fungsi kerongkongan adalah sebagai saluran untuk memindahkan makanan dari mulut
ke lambung. Kerongkongan dapat melakukan peristaltik, yaitu gerakan meremas-
meremas untuk mendorong makanan sedikit demi sedikit ke dalam lambung. Makanan
ada di dalam kerongkongan yang hanya sekitar enam detik. Bagian pangkal pada
kerongkongan yang disebut dengan faring berotot lurik. Otot lurik pada kerongkongan
yang bekerja secara sadar menurut kehendak kita dalam proses menelan. Artinya jika
kita menelan, makanan telah dikunyah sesuai dengan kehendak kita. Akan tetapi,
sesudahnya sampai sebelum mengeluarkan feses, kerja otot organ pencernaan tidak
menurut kehendak kita (tidak kita sadari). Kerongkongan memiliki panjang saluran
kurang lebih 25 cm.

Proses Gerak Lobus Menuju Ke Lambung


Sebelum seorang makan, bagian belakang mulut (atas) terbuka sebagai jalan masuknya
udara yang berasal dari hidung. Di kerongkongan terdapat epiglotis yang berbentuk
gelambir, disaat makanan ditelan, epiglotis akan menutup saluran trakea, sehingga
makanan dapat masuk ke saluran kerongkongan dan juga makanan tidak dapat masuk
ke saluran pernapasan. Berikut posisi epiglotis saat menelan makanan...

Posisi Epiglotis saat Menelan Makanan

pada gambar b. Epiglotis akan terbuka sehingga makanan

Advertisement

dapat masuk ke kerongkongan


3. Lambung
Lambung (ventrikulus) adalah kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut
sebagai tempat dalam terjadinya sejumlah dari proses pencernaan. Lambung terdiri dari
tiga bagian, yaitu bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan
pada bagian bawah (pilorus), Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan dengan
kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian
ujung pada kardiak dan pilorus akan terdapat klep atau sfinger yang mengatur dalam
masuknya dan keluarnya makanan ke dan dari lambung.

Fungsi Lambung
fungsi lambung adalah sebagai berikut...

 Sebagai penghasil pepsinogen. Pepsinogen adalah bentuk yang belum aktif dari
pepsin. Enzim pepsin ini berfungsi dalam mengubah molekul protein menjadi
potongan-potongan protein (pepton).
 Dinding pada lambung menghasilkan asam klorida (HCl) yang berfungsi untuk
membunuh mikroorganisme dalam makanan, menciptakan suasana asam dalam
lambung, dan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin.
 Permukaan pada lambung mengeluarkan lendir yang memiliki fungsi untuk
melindungi dinding lambung dari pepsin
 Pada bayi, lambungnya menghasilkan dua enzim, yaitu renin, yang memiliki
fungsi untuk menggumpalkan protein susu dan kasein atas bantuan kalsium dan
lipase guna dalam memecah lemak dalam susu

Di dalam lambung terjadi gerakan mengaduk. Gerakan mengaduk yang dimulai


dari kardiak yang sampai di daerah polirus. Gerak mengaduk dengan terjadi terus-
menerus baik pada saat lambung yang berisi makanan maupun pada saat lambung
kosong. Jika lambung berisi makanan, gerak mengaduk lebih giat dibanding saat
lambung dalam keadaan kosong. Jika pernah merasakan perut bunyi dan terasa sakit
tandanya perut anda sedang kosong, hal ini berarti lambung bergerak mengaduk saat
lambung kosong. Umumnya makanan dalam lambung hingga 3-4 jam. Makanan berserat
bahkan dapat bertahan lebih lama. Kemudian makanan keluar menuju usus dua belas
jari melalui sfingter pilorus secara sedikit demi sedikit.

4. Usus Halus
Usus halus terbagi atas 3 bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong
(jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belas jari bermuara saluran
getah pankreas dan saluran empedu. Pankreas menghasilkan getah pankreas yang
mengandung enzim-enzim. Enzim-enzim pankreas adalah sebagai berikut...
a. Amilophsin (amilase pankreas), yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum)
menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
b. Steapsin (lipase pankreas), yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak
dan gliserol
c. Tripsinogen, jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang
mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh
usus halus.

Kantong empedu berfungsi untuk menyimpan cairan empedu yang dihasilkan dari hati.
Cairan empedu mengandung garam empu dan zat warna empedu. Garam empedu
berfungsi untuk mengemulsi lemak. Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin)
berfungsi dalam memberikan warna kuning pada tinja dan urine. Selain dari enzim
pankreas, dinding usus halus juga menghasilkan getah usus halus yang mengandung
enzim-enzim. Enzim-enzim Usus Halus adalah sebagai berikut...

 Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa


 Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
 Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
 Tripsen, berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino
 Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin

Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai
enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam
lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas
jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak dan protein yang diselesaikan.
Selanjutnya, pada proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan
sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak
diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam
amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap
oleh usus halus. Pada dinding usus penyerap terdapat jonjot-jonjot usus yang disebut
dengan vili. Vili berfungsi memperluas daerah penyerapan pada usus halus sehingga
sari-sari makanan dapat terserap lebih banyak dan cepat.

Dinding vili banyak mengandung kapiler darah dan kapiler limfe (pembuluh getah bening
usus). Agar dapat mencapai darah, sari-sari makanan harus menembus sel dinding usus
halus yang selanjutnya masuk pembuluh darah atau pembuluh limfe. Glukosa, asam
amino, vitamin dan mineral setelah diserap oleh usus halus, melalui pembuluh kapiler
darah akan dibawa oleh darah melalui pembuluh vena porta hepar ke hati. Selanjutnya,
dari hati ke jantung kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

Asam lemak dan gliserol bersama empedu membentuk suatu larutan yang disebut misel.
Pada saat bersentuhan dengan sel vili usus halus, gliserol dan asam lemak akan
terserap. Selanjutnya asam lemak dan gliserol dibawah oleh pembuluh getah bening
usus (pembuluh kil), dan akhirnya masuk ke dalam peredaran darah. Sedangkan garam
empedu yang telah masuk ke darah menuju ke hati untuk dibuat empedu kembali.
Vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, danK) diserap oleh usus halus dan
diangkat melalui pembuluh getah bening. Selanjutnya, vitamin-vitamin tersebut masuk
ke sistem peredaran darah. Umumnya sari makanan diserap saat mencapai akhir usus
halus. Sisa makanan yang tidak diserap, secara perlahan-lahan bergerak menuju usus
besar.

5. Usus Besar (Intestinum Crasum)


Fungsi usus besar adalah untuk mengabsorpsi air dan mineral, tempat pembentukan
vitamin K (dengan batuan bakteri Escherichia coli), serta melakukan gerak peristaltik
untuk mendorong tinja menuju anus. Bakteri Escherichia coli yang terdapat dalam usus
besar juga berperan dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi kotoran.
Usus besar terdiri dari bagian yang naik, yaitu kolon asendens (kanan), kolon
transversum, kolom desendens (kiri), dan kolom sigmoid (berhubungan dengan
rektum). Aspendiks (usus buntu) merupakan suatu tonjolan kecil yang berbentuk seperti
tabung, yang terletak di kolon asendens, pada perbatasan kolon asendens dengan usus
halus.

Usus besar menghasilkan lendir dan berfungsi untuk menyerap air dan elektrolit dari
tinja. Ketika mencapai usus besar, isi usus berbentuk cairan, tetapi ketika mencapai
rektum bentuknya menjadi padat. Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar
berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di
dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini
penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa
menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri di dalam usus besar. Akibatnya terjadi
iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkan lendir dan air, dan terjadilah diare.

6. Rektum dan Anus


Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon
sigmoid) dan berakhir di anus. Biasanya rektum ini kosong karena tinja di simpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan
tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar. Orang
dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang
lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting ini untuk
menunda buang air besar.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah air dari
tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lainnya dari
anus. Suatu cincin berotot (sfingterani) menjaga agar anus tetap tertutup.