You are on page 1of 2

ABSTRACT

Kokoh Nazirun, H1A113246, Law Faculty of Halu Oleo State University Kendari.
Juridical Analysis Offering Open Cases at the Police Investigation Stage (Case Study of
Police Report LP / 4858 / X / 2016 / PMJ / Dit.Reskrimum), under the guidance of Dr.
Sabrina Hidayat, S.H., M.H. as Advisors I and Herman, S.H., LL.M. as Advisors II.
This research aims to determine the underlying reason for the publicly conducting the
case title by the police in a case of blasphemy committed by Basuki Tjahaja Purnama.
The research method used is normative legal research method by examining various
literature, which is related to title of the case.
From the analysis result, it can be concluded that the reason for the open court case by
the police in the case of blasphemy by Basuki Tjahaja Purnama is the transparency to the
public to answer and avoid the distrust of the society to investigation process conducted by
the Police during this time, especially to the cases special, broad-impact and public attention.
This is in accordance with Article 71 paragraph (1) and (2) Perkapolri No. 14 of 2012 which
explains the purpose and consideration so that a special case is conducted in which the title of
the case is open in the process of investigation. In addition, transparency to the public is also
one form of police discretion, namely the steps taken by the police based on the consideration
that transparency is more beneficial to the public in general and the Police in particular. The
next reason is the application of the principle of presumption of innocence by the police by
safeguarding the rights reported to the public does not directly assess that Basuki Tjahaja
Purnama as a suspect, because at the time of investigation the status of reported is still
suspected of committing a crime because there is no sufficient evidence. The legal basis
governing the elaboration of the principle of presumption of innocence is contained in the
general explanation of KUHP point 3 c and Article 8 of Law Number 48 Year 2009 on
Judicial Power.
Keywords: Case title, transparency, discretion, presumption of innocence.
ABSTRAK

Kokoh Nazirun, H1A113246, Fakultas Hukum Universitas Negeri Halu Oleo Kendari.
Analisis Yurudis Gelar Perkara Terbuka Pada Tahap Penyelidikan Di Kepolisian (Studi
Kasus Laporan Polisi LP/4858/X/2016/PMJ/Dit.Reskr imum), di bawah bimbingan Dr.
Sabrina Hidayat,S.H.,M.H. sebagai Pembimbing I dan Herman, S.H., LL.M. sebagai
Pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Alasan yang mendasari dilakukannya gelar
perkara secara terbuka oleh kepolisian dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh
Basuki Tjahaja Purnama.
Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian hukum normatif dengan
mengkaji berbagai macam literatur, yang terkait dengan gelar perkara.
Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa alasan yang mendasari dilakukannya
gelar perkara terbuka oleh kepolisian dalam kasus penistaan agama yang dilakukan oleh
Basuki Tjahaja Purnama adalah transparansi ke publik untuk menjawab serta menghindari
ketidakpercayaan masyarakat terhadap proses penyidikan yang dilakukan polri selama ini,
terutama terhadap kasus-kasus yang bersifat khusus, berdampak luas serta menjadi perhatian
publik. Hal ini sesuai dengan Pasal 71 ayat (1) dan (2) Perkapolri Nomor 14 Tahun 2012
yang menjelaskan mengenai tujuan dan pertimbangan sehingga dilakukannya gelar perkara
khusus yang di dalamnya termaksud gelar perkara terbuka dalam proses penyidikan. Selain
itu, transparansi ke publik juga merupakan salah satu bentuk diskresi kepolisian yaitu langkah
yang diambil kepolisian berdasarkan pertimbangan bahwa transparansi lebih bermanfaat bagi
masyarakat pada umumnya dan Polri pada khususnya. Alasan selanjutnya yaitu Penerapan
asas praduga tak bersalah oleh kepolisian dengan menjaga hak-hak terlapor agar masyarakat
tidak langsung menilai bahwa Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka, karena pada saat
penyelidikan status terlapor masih terduga melakukan tindak pidana sebab belum ada bukti
yang cukup. Dasar hukum yang mengatur tentang penjabaran asas praduga tak bersalah
terdapat dalam penjelasan umum KUHAP butir ke 3 huruf c serta Pasal 8 Undang-Undang
Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman.
Kata kunci : Gelar perkara, transparansi, diskresi, asas praduga tak bersalah.