You are on page 1of 44

Menurut Depkes, Askep dasar bagi lansia

dimaksudkan untuk memberikan bantuan,


bimbingan pengawasan, perlindungan dan
pertolongan kepada lanjut usia secara
individu maupun kelompok, seperti di rumah
/ lingkungan keluarga, Panti Werda maupun
Puskesmas, yang diberikan oleh perawat.
Keperawatan dasar yang diberikan meliputi
lanjut usia aktif atau pasif, antara lain:
1. Lanjut usia aktif, asuhan keperawatan dapat
berupa dukungan tentang personal hygiene,
kesegaran jasmani dll.
2. Lanjut usia pasif, yang tergantung pada
orang lain. Khususnya bagi yang lumpuh,
perlu dicegah agar tidak terjadi dekubitus
(lecet).
Pendekatan fisik
Pendekatan psikis
Pendekatan sosial
Pendekatan spiritual
 Lanjut usia dapat melakukan kegiatan sehari
–hari secara mandiri.
 Mempertahankan kesehatan serta
kemampuan di usianya yang telah lanjut
dengan jalan perawatan dan pencegahan.
 Membantu mempertahankan serta
membesarkan daya hidup atau semangat
hidup klien lanjut usia (life support)
 Menolong dan merawat klien lanjut usia yang
menderita penyakit atau gangguan baik
kronis maupun akut.
 Merangsang para petugas kesehatan untuk
dapat mengenal dan menegakkan diagnosa
yang tepat dan dini, bila mereka menjumpai
kelainan tertentu
 Mencari upaya semaksimal mungkin
(memelihara kemandirian secara maksimal).
 Peningkatan kesehatan (helth promotion)
 Pencegahan penyakit (preventif)
 Mengoptimalkan fungsi mental
 Mengatasi gangguan kesehatan yang umum.
Aspek fisik atau biologis
Dx : Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d
tidak mampu dalam memasukkan, memasukan, mencerna,
mengabsorbsi makanan karena factor biologi.
NOC I : Status nutrisi
 Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam pasien
diharapkan mampu:
 Asupan nutrisi tidak bermasalah
 Asupan makanan dan cairan tidak bermasalah
 Energy tdak bermasalah
 Berat badan ideal
NIC I : Manajemen ketidakteraturan makan (eating disorder management)
 Kolaborasi dengan anggota tim kesehatan untuk memuat perencanaan
perawatan jika sesuai.
 Diskusikan dengan tim dan pasien untuk membuat target berat badann,
jika berat badan pasien tdak sesuia dengan usia dan bentuk tubuh.
 Diskusikan dengan ahli gizi untuk menentukan asupan kalori setiap hari
supaya mencapai dan atau mempertahankan berat badan sesuai target.
 Ajarkan dan kuatkan konsep nutrisi yang baik pada pasien
 Kembangkan hubungan suportif dengna pasien
 Dorong pasien untuk memonitor diri sendiri terhadap asupan makanan
dan kenaikan atau pemeliharaan berat badan
 Gunakan teknik modifikasi tingkah laku untuk meningkatkan berat
badan dan untuk menimimalkan berat badan.
 Berikan pujian atas peningkatan berat badan dan tingkah laku yang
mendukung peningkatan berat badan.
Dx. Gangguan pola tidur berhubungan dengan insomnia
dalam waktu lama, terbangun lebih awal atau terlambat
bangun dan penurunan kemampuan fungsi yng ditandai
dengan penuaan perubahan pola tidur dan cemas
NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 2×24 jam pasien diharapkan dapat
memperbaiki pola tidurnya dengan criteria :
1 Mengatur jumlah jam tidurnya
2 Tidur secara rutin
3 Miningkatkan pola tidur
4 Meningkatkan kualitas tidur
5 Tidak ada gangguan tidur
NIC : Peningkatan Tidur
1 Tetapkan pola kegiatan dan tidur
pasien
2 Monitor pola tidur pasien dan jumlah
jam tidurnya
3 Jelaskan pentingnya tidur selama sakit
dan stress fisik
4 Bantu pasien untuk menghilangkan
situasi stress sebelum jam tidurnya
Dx. Inkontinensia urin fungsional berhubungan dengan
keterbatasan neuromuskular yang ditandai dengan waktu
yang diperlukan ke toilet melebihi waktu untuk menahan
pengosongan bladder dan tidak mampu mengontrol
pengosongan.
NOC : Setelah dilakukan intervensi keperawatan
selama 3×24 jam diharapkan pasien mampu :
1 Kontinensia Urin
2 Merespon dengan cepat keinginan buang air kecil
(BAK).
3 Mampu mencapai toilet dan mengeluarkan urin
secara tepat waktu.
4 Mengosongkan bladde dengan lengkap.
5 Mampu memprediksi pengeluaran urin.
NIC : Perawatan Inkontinensia Urin
1 Monitor eliminasi urin
2 Bantu klien mengembangkan sensasi
keinginan BAK.
3 Modifikasi baju dan lingkungan untuk
memudahkan klien ke toilet.
4 Instruksikan pasien untuk mengonsumsi
air minum sebanyak 1500 cc/hari.
Dx. Gangguan proses berpikir berhubungan
dengan kemunduran atau kerusakan memori
sekunder
NOC : Setelah dilakukan intervensi keperawatan
selama 2×24 jam pasien diharapkan dapat
meningkatkan daya ingat dengan criteria :
1 Mengingat dengan segera informasi yang
tepat
2 Mengingat inormasi yang baru saja
disampaikan
3 Mengingat informasi yang sudah lalu
NIC : Latihan Daya Ingat
1 Diskusi dengan pasien dan keluarga
beberapa masalah ingatan
2 Rangsang ingatan dengan mengulang
pemikiran pasien kemarin dengan cepat
3 Mengenangkan tentang pengalaman di
masalalu dengan pasien
Dx. Disfungsi seksual berhubungan dengan
perubahan struktur tubuh/fungsi yang ditandai
dengan perubahan dalam mencapai kepuasan
seksual.
TUJUAN
NOC : Fungsi Seksual
1 Mengekspresikan kenyamanan
2 Mengekspresikan kepercayaan diri
NIC : Konseling Seksual
1 Bantu pasien untuk mengekspresikan
perubahan fungsi tubuh termasuk organ seksual
seiring dengan bertambahnya usia.
2 Diskusikan beberapa pilihan agar dicapai
kenyamanan.
Dx. Kelemahan mobilitas fisik b.d kerusakan
musculoskeletal dan neuromuscular
Yang ditandai dengan :
1 Perubahan gaya berjalan
2 Gerak lambat
3 Gerak menyebabkan tremor
4 Usaha yang kuat untuk perubahan
gerak
NOC : Level Mobilitas ( Mobility Level )
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam
diharapkan pasien dapat :
1 Memposisikan penampilan tubuh
2 Ambulasi : berjalan
3 Menggerakan otot
4 Menyambung gerakan/mengkolaborasikan gerakan
NIC : Latihan dengan Terapi Gerakan ( Exercise Therapy
Ambulation )
1 Kosultasi kepada pemberi terapi fisik mengenai
rencana gerakan yang sesuai dengan kebutuhan
2 Dorong untuk bergerak secara bebas namun masih
dalam batas yang aman
3 Gunakan alat bantu untuk bergerak, jika tidak kuat
untuk berdiri (mudah goyah/tidak kokoh)
Dx. Kelelahan b.d kondisi fisik kurang
Yang ditandai dengan:
1 Peningkatan kebutuhan istirahat
2 Lelah
3 Penampilan menurun
NOC Activity Tolerance
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24
jam diharapkan pasien dapat:
1 Memonitor usaha bernapas dalam respon
aktivitas
2 Melaporkan aktivitas harian
3 Memonitor ECG dalam batas normal
4 Memonitor warna kulit
NIC Energy Management
1 Monitor intake nutrisi untuk memastikan sumber
energi yang adekuat
2 Tentukan keterbatasan fisik pasien
3 Tentukan penyebab kelelahan
4 Bantu pasien untuk jadwal istirahat
Dx. Risiko kerusakan integritas kulit
NOC : Kontrol Risiko ( risk control )
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama
2X24 jam diharapkan pasien dapat :
1 Kontrol perubahan status kesehatan
2 Gunakan support system pribadi untuk
mengontrol risiko
3 Mengenal perubahan status kesehatan
4 Monitor factor risiko yang berasal dari
lingkungan
NIC : penjagaan terhadap kulit ( skin
surveillance )
1 Monitor area kulit yang terlihat
kemerahan dan adanya kerusakan
2 Monitor kulit yang sering mendapat
tekanan dan gesekan
3 Monitor warna kulit
4 Monitor suhu kulit
5 Periksa pakaian, jika pakaian terlihat
terlalu ketat
 Dx. Kerusakan Memori b.d gangguan
neurologis
 Yang ditandai dengan :
 1 Tidak mampu mengingat informasi
factual
 2 Tidak mampu mengingat kejadian yang
baru saja terjadi atau masa lampau
 3 Lupa dalam melaporkan atau
menunjukkan pengalaman
 4 Tidak mampu belajar atau menyimpan
keterampilan atau informasi baru
NOC : Orientasi Kognitif
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam
diharapkan pasien dapat :
1 Mengenal diri sendiri
2 Mengenal orang atau hal penting
3 Mengenal tempatnya sekarang
4 Mengenal hari, bulan, dan tahun dengan benar
NIC : Pelatihan Memori ( Memory Training )
1 Stimulasi memory dengan mengulangi pembicaraan
secara jelas di akhir pertemuan dengan pasien.
2 Mengenang pengalaman masa lalu dengan pasien.
3 Menyediakan gambar untuk mengenal ingatannya
kembali
4 Monitor perilaku pasien selama terapi
Aspek psikososial
Dx. Coping tidak efektif b.d percaya diri tidak adekuat
dalam kemampuan koping, dukungan social tidak adekuat
yang dibentuk dari karakteristik atau hubungan.
NOC I : koping (coping)
 Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam
pasien secara konsisten diharapkan mampu:
 Mengidentifikasi pola koping efektif
 Mengedentifikasi pola koping yang tidak efektif
 Melaporkan penurunan stress
 Memverbalkan control perasaan
 Memodifikasi gaya hidup yang dibutuhkan
 Beradaptasi dengan perubahan perkembangan
 Menggunakan dukungan social yang tersedia
 Melaporkan peningkatan kenyamanan psikologis
NIC I : coping enhancement
 Dorong aktifitas social dan komunitas
 Dorong pasien untuk mengembangkan
hubungan
 Dorong berhubungan dengan seseorang yang
memiliki tujuan dan ketertarikan yang sama
 Dukung pasein untuk menguunakan
mekanisme pertahanan yang sesuai.
 Kenalkan pasien kepada seseorang yang
mempunyai latar belakang pengalaman yang
sama.
Dx. Isolasi social b.d perubhaan penampilan fisik, peubahan
keadaan sejahtera, perubahan status mental.
NOC I : Lingkungan keluarga : internal ( family environment:
interna)
 Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam
pasien secara konsisten diharapkan mampu:
 Berpatisipasi dalam aktifitas bersama
 Berpatisipasi dala tradisi keluarga
 Menerima kujungan dari teman dan anggota keluarga besar
 Memberikan dukungan satu sama lain
 Mengekspresikan perasaan dan masalah kepada yang lain.
 Mendorong anggota keluarga untuk tidak ketergantungan
 Berpatisipasi dalam rekreasi dan acara aktifitas komunitas
 Memecahkan masalah
NIC I : Keterlibatan keluarga (Family involvement)
 Mengidentifikasikan kemampuan anggota
keluarga untuk terlibat dalam perawatan pasien.
 Menentukan sumber fisik, psikososial dan
pendidikan pemberi pelayanan kesehatan yang
utama.
 Mengidentifkasi deficit perawatan diri pasien

 Menentukan tinggat ketergantungan pasien


terhadap keluarganya yang sesuai dengan umur
atau penyakitnya.
Dx. Gangguan harga diri berhubungan dengan ketergantungan,
perubahan peran, perubahan citra tubuh dan fungsi seksual.
NOC :
 Setelah dilakukan tindakan intervensi keperawatan selama 2×24
jam pasien diharapkan akan bisa memperbaiki konsep diri
dengan criteria :
 Mengidentifikasi pola koping terdahulu yang efektif dan pada
saat ini tidak mungkin lagi digunakan akibat penyakit dan
penanganan (pemakaian alkohol dan obat-obatan; penggunaan
tenaga yang berlebihan)
 Pasien dan keluarga mengidentifikasi dan mengungkapkan
perasaan dan reaksinya terhadap penyakit dan perubahan hidup
yang diperlukan
 Mencari konseling profesional, jika perlu, untuk menghadapi
perubahan akibat pnyakitnya
 Melaporkan kepuasan dengan metode ekspresi seksual
NIC : Peningkatan harga diri
 Kuatkan rasa percaya diri terhadap
kemampuan pasien mengndalikan situasi
 Menguatkan tenaga pribadi dalam mengenal
dirinya
 Bantu pasien untuk memeriksa kembali
persepsi negative tentang dirinya
Dx. Cemas b.d perubahan dalam status peran, status
kesehatan, pola interaksi , fungsi peran, lingkungan,
status ekonomi
 Yang ditandai dengan:
 Ekspresi yang mendalam dalam perubahan hidup
 Mudah tersinggung
 Gangguan tidur
NOC Anxiety Control
 Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam
diharapkan pasien dapat:
 Memonitor intensitas cemas
 Melaporkan tidur yang adekuat
 Mengontrol respon cemas
 Merencanakan strategi koping dalamsituasi stress
NIC Anxiety Reduction
 Bantu pasien untuk menidentifikasi situasi
percepatan cemas
 Dampingi pasien untuk mempromosikan
kenyamanan dan mengurangi ketakutan
 Identifikasi ketika perubahan level cemas
 Instuksikan pasien dalam teknik relaksasi
Dx. Resiko Kesendirian
NOC Family Coping
 Setelah dilakukan intervensi keperawatan
selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat:
 Mendemontrasikan fleksibelitas peran
 Mengatur masalah
 Menggunakan strategi penguranagn stress
 Menghadapi masalah
NIC Family Support
 Bantu pekembangan harapan yang realistis
 Identifikasi alami dukungan spiritual bagi
keluarga
 Berikan kepercayaan dalam hubungan
dengan keluarga
 Dengarkan untuk berhubungan dengan
keluarga, perasan dan pertanyaan
Dx. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan
perubahan dan ketergantungan fisik
(ketidakseimbangan mobilitas) serta psikologis
yang disebabkan penyakit atau terapi
NOC : Setelah dilakukan intervensi keperawatan
selama 2x24jam pasien diharapkan
meningkatkan citra tubuhnya dengan criteria :
 Merasa puas dengan penampilan tubuhnya
 Merasa puas dengan fungsi anggota badannya
 Mendiskripsikan bagian tubuh tambahan
NIC : Peningkatan Citra Tubuh
 Bantu pasien untuk mendiskusikan
perubahan karena penyakit atau pembedahan
 Memutuskan apakah perubahan fisik yang
baru saja diterima dapat masuk dalam citra
tubuh pasien
 Memudahkan hubungan dengan individu lain
yang mempunyai penyakit yang sama
 Aspek spiritual
Dx : Distress spiritual b.d peubahan hidup, kematian atau
sekarat diri atau orang lain, cemas, mengasingkan diri,
kesendirian atau pengasingan social, kurang sosiokultural.
NOC I : pengaharapan (hope)
 Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam
pasien secara luas diharapkan mampu:
 Mengekspresikan orientasi masa depan yang positif
 Mengekspresikan arti kehidupan
 Mengekspresikan rasa optimis
 Mengekspresikan perasaan untuk mengontrol diri sendiri
 Mengekspresikan kepercayaan
 Mengekspresikan rasa percaya pada diri sendiri dan orang
lain
NIC I : penanaman harapan (hope instillation)
 Pengkaji pasian atau keluarga untuk
mengidentifikasi area pengharapan dalam hidup
 Melibatkan pasien secara aktif dalam perawatan
diri
 Mengajarkan keluarga tentang aspek positif
pengharapan
 Memberikan kesempatan pasien atau keluarga
terlibat dalam support group.
 Mengembangkan mekanisme paran koping
pasien