You are on page 1of 2

PANDUAN PRAKTIK Disahkan oleh

KLINIS (PPK) Direktur Utama


TATA LAKSANA KASUS
BEDAH DIGESTIF
RSUD JAYAPURA
2017 JOSEF RINTA R

Nomor Dokumen : Tanggal :

Revisi ke : Nomor revisi : Tanggal :


Batu Kandung Empedu ICD-10-CM K80
 Merupakan penyakit yang sering ditemukan pada sistem pencernaan
 Prevalensi batu empedu dari ototpsi 11 – 36 %
 Patogenesis pasti batu empedu belum diketahui tetapi faktor resikonya
antara lain obesitas, kehamilan faktor diet, penyakit Crohn, reseksi
1. Pengertian
ileum terminal, pembedahan lambung, sferositosis herediter, penyakit
(Definisi)
sel sabit, dan talasemia.
 Wanita memiliki kecenderungan menderita batu empedu 3 kali lebih
besar dari pada pria dan keluarga derajat pertama penderita batu
empedu memiliki prvalensi 2 kali lebih besar
1. Dapat asimtomatik selama bertahun-tahun
2. Upper GI dyspepsia
2. Anamnesis
3. Kolik bilier
4. Ikterus obstruktif
3. Pemeriksaan Fisik Dijumpai bila sudah menimbulkan komplikasi
1. Dapat asimtomatik selama bertahun-tahun
2. Kolik bilier
3. Ikterus obstruktif
4. Gejala-gejala komplikasi batu empedu yaitu kolesistitis akut,
4. Kriteria
koledokolitiasis dengan
Diagnosis
atau tanpa kolangitis, pankreatitis batu empedu, fistula
kolesistokoledokal, fistula koledokoduodenal, fistula koledokoenterik
dengan ileus batu empedu, dan keganasan kandung empedu akibat
obstruksi batu pada duktus sistikus
5. Diagnosis Kerja Batu Kandung Empedu
1. Gastritis ICD-10-CM
2. Tukak peptik
6. Diagnosis Banding 3. Pankreatitis
4. Kolangio Karsinoma
5. Karsinoma pankreas
 Pemeriksaan penunjang :
o Foto Thoraks
o USG Abdomen
o EKG
o CT-scan Abdomen (optional)
7. Pemeriksaan
 Laboratorium:
Penunjang
o Darah perifer Lengkap,
o Test, Fungsi hati, ginjal,
o Hemostatis lengkap
o Gula darah
o Elektrolit,
1. Kolesistektomi konvensional
8. Terapi
2. Laparoskopi Kolesistektomi
1. penderita / keluarga mengerti tentang keadaan penyakitnya
9. Edukasi
2. rencana tindakan yang akan dilakukan,
(Hospital Health
3. penyulit yang mungkin timbul dan komplikasinya
Promotion)
4. prognosisnya
Ad vitam : dubia ad bonam/malam
10. Prognosis Ad sanationam : dubia ad bonam/malam
Ad fungsionam : dubia ad bonam/malam
11. Tingkat Evidens IV
12. Tingkat
C
Rekomendasi

1
Sembuh , pulang pada hari ke -3 (bila operasi secara laparoskopi) dan hari
13. Indikator Medis
ke -5 (bila operasi terbuka)
1. Maingot Abdominal Operations edisi 11
2. Townsend: Sabiston Textbook of Surgery, edisi 17
14. Kepustakaan
3. Schwartz’s Manual of Surgery. Edisi 9. New York: The McGraw Hill
Companies; 2010