You are on page 1of 33

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN Tn.M DENGAN MASALAH UTAMA RISIKO PERILAKU


KEKERASAN

DI WISMA ABIMANYU RSJ Prof.dr SOEROJO MAGELANG

Ruang Rawat : Wisma Abimanyu

Tanggal Di rawat : 9 Maret 2018

Tanggal Pengkajian : 11 April 2018

I. Pengkajian
a. Identitas Klien
Nama : Tn. M
Alamat : Tersono, Magelang
Umur : 40 Tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Status pernikahan : Belum menikah
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
b. Identitas Penanggung jawab
Nama : Tn. D
Umur : 35 Tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Petani
Alamat : Tersono, Magelang
Hubungan dengan klien : Adik kandung
c. Alasan Masuk
Kurang lebih 2 minggu sebelum masuk RSJ, klien mudah marah dan
mempunyai keinginan untuk memukul orang lain karena klien tidak
punya pekerjaan tetap serta klien merasa tidak bisa menyenangkan orang
tuanya. Selain itu klien mendengar suara-suara yang membuatnya
marah. Sehinngga oleh adiknya dibawa ke RSJ Prof.dr Soerojo
Magelang.
d. Faktor Predisposisi
Sebelumnya klien pernah dibawa ke RSJ 4 tahun yang lalu. Pengobatan
sebelumnya berhasil karena klien mampu beradaptasi dengan
masyarakat, dibuktikan dengan klien dapat melakukan aktivitasnya
dalam membantu ibunya ke pasar membeli makanan ayam dan berternak
ayam.
e. Faktor Presipitasi
Klien mengatakan mudah tersinggung, jengkel, ingin marah saat tidak
ada yang mengerti klien.
f. Pengkajian Fisik
1. Keadaan umum
Baik, dibuktikan dengan klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari
di rumah sakit.
2. Vital sign
TD : 148/91 mmHg
N : 110x/menit
S : 36,7˚C
RR : 19x/menit
3. Pemeriksaan fisik
BB : 60 kg
TB : 160 cm
Klien mengatakan kondisi tubuhnya saat ini baik-baik saja dan tidak
ada keluhan fisik.
g. Pengkajian Psikososial
1. Genogram

`

Keterangan :

= Laki-laki = Tinggal serumah

= Perempuan = Laki-laki yang sudah meninggal

= Klien = Perempuan sudah meninggal

2. Konsep diri
a. Gambaran diri : klien mengatakan bahwa dirinya bersyukur
terhadap apa yang ada dalam tubuhnya.
b. Identitas diri : klien mengatakan bernama Tn.M, alamat di
Batang dan berjenis kelamin laki-laki.
c. Peran : klien mengatakan kalau dirumah tinggal
bersama ibu dan ketiga saudaranya. Klien dirumah sering
membantu ibunya bertani ke sawah , belanja di pasar dan
berternak ayam. Sedangkan saat ini klien di rumah sakit sebagai
klien dan harus melakukan aktivitas sesuai jadwal di ruangan.
d. Ideal diri : klien mengatakan dahulu sebelum masuk rumah
sakit, klien ingin mempunyai pekerjaan tetap dan ingin
membahagiakan orang tuanya. Sedangkan saat di rumah sakit,
klien ingin segera pulang dan bebas, lalu klien ingin bekerja dan
membahagiakan orang tuanya.
e. Harga diri : klien mengatakan percaya diri dan tidak minder
saat bergaul.
3. Hubungan sosial
a. Klien mengatakan orang terdekat dengannya adalah ibu, karena
ibunya sangat perhatian dengan klien.
b. Peran serta kegiatan kelompok/masyarakat.
Klien mengatakan selama di rumah klien mengikuti kegiatan
pengajian di kampungnya.
4. Nilai, keyakinan dan spiritual
Klien mengatakan bahwa dirinya muslim dan tahu bahwa Allah
adalah Tuhannya, klien selalu shalat 5 waktu dan tidak pernah lupa
terhadap kewajibannya.
h. Status Mental
1. Penampilan
Rambut klien tampak bersih, gigi bersih, tubuh klien tidak bau, dan
cara berpakaian klien sudah sesuai.
2. Pembicaraan
Klien berbicara dengan intonasi keras dan cepat. Klien mampu
menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Klien juga mengerti isi
pembicaraan yang diajukan oleh perawat, pembicaraan koheren.
3. Aktivitas motorik
Kooperatif saat diajak wawancara, wajah klien tampak tegang,
kadang cemas dan mengantuk.
4. Alam perasaan
Klien mengatakan jengkel karena merasa dirinya terlalu di kekang.
Klien khawatir apabila merasa jengkel akan emosi lagi dan memukul
orang lain.
5. Afek
Afek appropriate, saat berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan
klien tersenyum.
6. Interaksi selama wawancara
Klien kooperatif, tatapan klien mampu menatap ke lawan bicara.
Saat klien ditanya tentang pengalaman, buruknya, nada suara klien
meninggi dan memutuskan pembicaraansecara tiba-tiba.
7. Persepsi-sensori
Klien mengatakan saat sedang marah muncul suara-suara yang
menyuruh untuk memukul siapa saja yang ada di dekatnya. Klien
tidak mengenal suara siapa dan bingung karena tidak dapat
menghilangkan suara-suara tersebut.
8. Proses pikir
Klien berpikir secara realistik. Klien berbicara baik tanpa berbelit-
belit dan sampai pada tujuan pembicaraan.
9. Isi pikir
Klien tanggap saat diajak bicara, jawaban tepat dan sesuai dengan
yang dibicarakan.
10. Tingkat kesadaran dan orientasi
Klien pada saat wawancara dapat mengetahui waktu, tempat, dan
dapat mengenal perawat dengan benar. Klien dapat menyebutkan
hari, tempat sekarang klien dirawat.
11. Memori
- Daya ingat saat ini (<24 jam)
Klien mengatakan tadi pagi sudah mandi, makan, menyapu dan
mengepel
- Daya ingat jangka pendek (1 hari - 1 bulan)
Klien mampu menceritakan kejadian saat dibawa ke rumah sakit
karena mengamuk dan memukul orang lain.
- Daya ingat jangka panjang (>1 bulan)
Klien mampu menceritakan kalau dirumah, klien tinggal
bersama orang tua dan saudaranya.
12. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Klien dapat berhitung dan fokus pada pembicaraan. Klien dapat
mengurutkan angka 1-10 dan klien mampu menjawab pertanyaan
penjumlahan dan pengurangan yang diajukan
13. Kemampuan penilaian
Klien dapat mengambil keputusan yang sederhana. Saat ditanya
“memilih sikat gigi atau makan terlebih dahulu” klien menjawab
“makan dahulu supaya giginya bersih”.
14. Daya tilik diri
Klien mengatakan saat ini klien berada di rumah sakit jiwa karena di
rumah klien mengamuk. Klien dibawa ke rumah sakit supaya
sembuh dan klien yakin saat ini klien sakit.
i. Kebutuhan persiapan pulang
1. Makan
- Sebelum sakit : klien makan 3x sehari di ruang makan, klien
dapat membantu ibunya menyiapkan makanan. Setelah makan
klien membersihkan alat-alat makan dan menempatkannya
kembali.
- Selama sakit : klien makan 3x sehari diruang makan wisma
abimanyu. Nafsu makan menurun, klien dapat makan dengan
mandiri. Setelah makan klien mencuci piring.
2. BAB/BAK
- Sebelum sakit : klien BAB 1x dan BAK 5x sehari di kamar
mandi, setelah BAB/BAK klien membersihkan kamar mandi dan
selama ini membersihkan diri dengan baik.
- Selama sakit : klien mampu melakukan eliminasi dengan
mandiri. BAB 2x sehari BAK 7x sehari di kamar mandi. Setelah
selesai BAB/BAK klien dapat membersihkan diri dengan baik.
3. Mandi
- Sebelum sakit : klien dapat melakukan kebersihan diri seperti
mandi, sikat gigi, cuci muka dengan mandiri.
- Selama sakit : klien mampu mandi secara mandiri, klien mandi
2x sehari yaitu pada pagi dan sore hari. klien mandi di kamar
mandi wisma abimanyu.
4. Berpakaian dan berhias
- Sebelum sakit : klien memakai pakaian yang sesuai. Klien lebih
suka memakai celana pendek dan kaos di siang hari serta pakaian
panjang di malam hari.
- Selama sakit : klien mampu berpakaian secara mandiri. Klien
mengenakan pakaian sesuai aturan rumah sakit.
5. Istirahat dan tidur
- Sebelum sakit : klien tidak mengalami gangguan tidur. Klien
dapat tidur 9 jam /hari dari jam 20.00 WIB – 05.00 WIB.
- Selama sakit : klien tidak mengalami gangguan tidur. Klien
dapat tidur 11 jam/hari. Sebelum dan sesudah tidur klien
merapikan tempat tidur.
6. Pengguanaan obat
Klien minum obat secara teratur. Klien mendapat obat
Trihexpheridol 2 mg (2x1), Trifluoperazine 5 mg (2x1), clozapin
100 mg (2x1). Diminum per oral pada jam 07.00 WIB dan jam 19.00
WIB. Masing-masing obat diminum setelah makan.
7. Pemeliharaan kesehatan
Klien dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan di puskesmas untuk
mendapat perawatan setelah klien pulang dari rumah sakit.
8. Aktivitas didalam dan diluar rumah
- Aktivitas diluar rumah yang dapatndilakukan klien yaitu sebagai
peternak ayam. Selain itu klien mengantar ibunya ke pasar. Klien
mengikuti perkumpulan pengajian di kampung
- Aktivitas didalam
Klien membantu ibunya menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
j. Mekanisme koping
Klien mengatakan jiwa sedang ada masalah, klien memilih untuk
memendamnya sendiri dan melamun. Klien sering melampiaskan
kemarahannya dengan merokok berlebihan dan memecahkan perabotan
rumah tangga.
k. Aspek medis
1. Diagnosa medis : F.20.5
2. Terapi yang diberikan :
- Trihexpheridil 2mg/12jam p.o
- Clozapin 100mg/12jam p.o
- Trifluoperazine 5mg/12jam p.o
II. Analisa Data
Tanggal / Jam Data Fokus Diagnosa Paraf
11 April 2018 DS : Risiko Perilaku
10.00 WIB - Klien Kekerasan
mengatakan
jengkel, marah
karena tidak
mempunyai
pekerjaan tetap
dan merasa
tidak dapat
membahagiaka
n ibunya
DO :
- Wajah tegang,
mata melotot
- Nada suara
klien meninggi
dan memutus
pembicaraan
secara tiba-tiba
saat ditanya
mengenai
masa lalunya.
11 April 2018 DS : Perubahan
10.00 WIB Klien mengatakan Persepsi Sensori
saat klien merasa = halusinasi
emosi, klien pendengaran
mendengar suara
yang
menyuruhnya
untuk memukul
orang lain.
DO:
Klien tampak
mondar-mandir
dan komat kamit
sendiri saat
suasana sepi
11 April 2018 DS : Gangguan
10.00 WIB Klien mengatakan Interaksi selama
lebih menyukai wawancara =
suasana yang Isolasi Sosial
tenang dan lebih
nyaman sendiri
DO :
Klien tampak
menyendiri dan
sering melamun.

III. Daftar Masalah Keperawatan


1. Risiko perilaku kekerasan
2. Perubahan persepsi sensori = halusinasi pendengaran
3. Gangguan interaksi selama wawancara = isolasi sosial

IV. Pohon Masalah


Risiko Perilaku Kekerasan

Halusinasi

Isolasi Sosial

V. Diagnosa Keperawatan
Resiko perilaku kekerasan
VI. Rencana Tindakan Keperawatan

Perencanaan
Tanggal Dx. Kep Tujuan Kriteria
Intervensi
Evaluasi
11 April Resiko TUM :
2018 perilaku Klien dapat
kekerasan mengontrol
perilaku
kekerasan

TUK :
1. Klien dapat 1. Klien 1. Bina
membina menunjukkan hubungan
hubungan tanda-tanda saling percaya
saling percaya percaya kepada dengan :
perawat : - beri salam
- wajah cerah, setiap
tersenyum berinteraksi
- mau - perkenalkan
berkenalan nama, nama
- ada kontak panggilan
mata yang disukai,
- bersedia dan tujuan
menceritakan perawat
perasaan berinteraksi
- tanyakan dan
panggil nama
kesukaan
klien
- tunjukkan
sikap empati,
jujur, dan
menepati
janji setiap
interaksi
- tanyakan
perasaan
klien dan
masalah
yang
dihadapi
- buat kontrak
interaksi
yang jelas
- dengarkan
dengan
penuh
perhatian
ungkapan
perasaan
2. Klien dapat 2. Klien mampu 2. Bantu klien
mengidentifik menceritakan mengungkapk
asi penyebab penyebab an perasaan
perilaku perilaku marahnya :
kekerasan kekerasan yang - motivasi
yang dilakukan : klien untuk
dilakukannya - menceritakan menceritakan
penyebab penyebab
perasaan rasa
jengkel/kesal kejengkelann
baik dari diri ya
sendiri - dengarkan
maupun tanpa
lingkungan menyela atau
memberi
penilaian
setiap
ungkapan
perasaan
klien
3. Klien dapat 3. Klien mampu 3. Bantu klien
mengidentifik menceritakan mengungkapk
asi tanda-tanda tanda-tanda saat an tanda-tanda
perilaku terjadi perilaku perilaku
kekerasan kekerasan kekerasan
- tanda fisik : yang
mata merah, dialaminya :
tangan - motivasi
mengepal, klien
ekspresi menceritakan
tegang, dll. kondisi fisik
- tanda (tanda-tanda
emosional : saat perilaku
perasaan kekerasan
marah, terjadi)
jengkel, bicara - motivasi
kasar klien
- tanda sosial : menceritakan
bermusuhan kondisi
yang dialami emosinya
saat terjadi (tanda
perilaku emosional)
kekerasan saat terjadi
perilaku
kekerasan
- motivasi
klien
menceritakan
kondisi
hubungan
dengan orang
lain (tanda-
tanda sosial)
saat terjadi
perilaku
kekerasan.
4. Klien dapat 4. Klien mampu 4. Diskusikan
mengidentifik menjelaskan : dengan klien
asi jenis - jenis-jenis perilaku
perilaku ekspresi kekerasan
kekerasan kemarahan yang
yang pernah yang selama dilakukannya
dilakukannya ini telah selama ini :
dilakukannya - motivasi
- perasaannya klien
saat menceritakan
melakukan jenis tindak
kekerasan kekerasan
- efektifitas cara yang selama
yang dipakai ini pernah
dalam dilakukannya
menyelesaikan - motvasi klien
masalah menceritakan
perasaan
klien setelah
tindak
kekerasan
tersebut
terjadi
- diskusikan
apakah
dengan
tindak
kekerasan
yang
dilakukan
masalah
dapat teratasi
5. Klien dapat 5. Klien mampu 5. Diskusikan
mengidentifik menjelaskan dengan klien
asi akibat akibat tindak akibat negatif
perilaku kekerasan yang (kerugian)
kekerasan dilakukan : cara yang
- diri sendiri : dilakkan pada
luka, dijauhi :
teman, dll - diri sendiri
- orang - orang lain /
lain/keluarga : keluarga
luka, - lingkungan
tersinggung,
ketakutan, dll
- lingkungan :
barang atau
benda-benda
menjadi rusak
6. Klien dapat 6. Klien mampu 6. Diskusikan
mengidentifik menjelaskan dengan klien :
asi cara cara-cara sehat - apakah klien
konstruktif mengungkapkan mau
dalam marah mempelajari
mengungkapk cara baru
an kemarahan mengungkap
kan marah
yang sehat
- jelaskan
berbagai
alternatif
pilihan untuk
mengungkap
kan marah
selain
perilaku
kekerasan
yang
diketahui
klien.
- jelaskan
cara-cara
sehat untuk
mengungkap
kan marah :
 Cara fisik
: nafas
dalam,
pukul
bantal
atau
kasur,
olah raga
 Verbal :
mengungk
apkan
bahwa
dirinya
sedang
kesal
kepada
orang lain
 Sosial :
latihan
asertif
dengan
orang lain
 Spiritual :
sembahya
ng/doa,
zikir,
meditasi,
dsb
7. Klien dapat 7. Klien dapat 7.1 Diskusikan
mendemonstra memperagakan cara yang
sikan cara cara mengontrol mungkin
mengontrol perilaku dipilih dan
perilaku kekerasan : anjurkan
kekerasan - fisik : tarik klien
nafas dalam, memilih cara
memukul yang
bantal / kasur mungkin
- verbal : untuk
mengungkapk mengungkap
an perasaan kan
kesal atau kemarahan
jengkel pada 7.2 Latih klien
orang lain memperagak
tanpa an cara yang
menyakiti dipilih :
- spiritual : - peragakan
zikir/doa, cara
meditasi melaksanak
sesuai an cara
agamanya yang dipilih
- jelaskan
manfaat
cara
tersebut
- anjurkan
klien
menirukan
peragaan
yang sudah
dilakukan
- beri
penguatan
pada klien,
perbaiki
cara yang
masih
belum
sempurna.
7.3 Anjurkan
klien
menggunaka
n cara yang
sudah dilatih
saat
marah/jengke
l
8. Klien 8. Keluarga 8.1 Diskusikan
mendapat mampu : pentingnya
dukungan - menjelaskan peran serta
keluarga untuk cara merawat keluarga
mengontrol klien dengan sebagai
perilaku perilaku pendukung
kekerasan kekerasan klien untuk
- mengatasi
mengungkapk perilaku
an rasa puas kekerasan
dalam 8.2 Diskusikan
merawat klien potensi
keluarga
untuk
membantu
klien
mengatasi
perilaku
kekerasan
8.3 Jelaskan
pengertian,
penyebab,
akibat dan
cara merawa
klien
perilaku
kekerasan
yang dapat
dilaksanakan
oleh keluarga
8.4 Peragakan
cara merawat
klien
(menangani
perilaku
kekerasan)
8.5 Beri
kesempatan
keluarga
untuk
memperagak
an ulang
8.6 Beri pujian
kepada
keluarga
setelah
peragaan
8.7 Tanyakan
perasaan
keluarga
setelah
mencoba
cara yang
dilatih
9. Klien 9.1 Klien mampu 9.1 Jelaskan
menggunakan menjelaskan : manfaat
obat sesuai - manfaat menggunaka
dengan minum obat n obat secara
program yang - kerugian teratur dan
telah tidak minum kerugian jika
ditetapkan obat tidak
- nama obat menggunaka
- bentuk dan n obat
warna obat 9.2 Jelaskan
- dosis yang kepada klien
diberikan :
kepadanya - jenis obat
- waktu (nama,
pemakaian warna, dan
- cara bentuk
pemakaian obat)
- efek yang - dosis yang
dirasakan tepat untuk
9.2 Klien mampu klien
menggunakan - waktu
obat sesuai pemakaian
program - cara
pemakaian
- cara
pemakaian
- efek yang
akan
dirasakan
klien
9.3 Anjurkan
klien :
- minta dan
menggunak
an obat
tepat waktu
- lapor ke
perawat/do
kter jika
mengalami
efek yang
tidak biasa
- beri pujian
terhadap
kedisiplina
n klien
menggunak
an obat.
VII. Implementasi Keperawatan

Diagnosis /
Tanggal/jam Implementasi Evaluasi
TUK / SP
11 April ‘18 Resiko 1. Membina hubungan S:
10:00 WIB perilaku saling percaya dengan : - Klien mengatakan
kekerasan a. Memberi salam ingin segera pulang
setiap berinteraksi
b. Memperkenalkan O:
nama, nama - Wajah tegang
panggilan perawat - Klien mau berkenalan
dan tujuan - Klien sering mondar-
interaksi mandir
c. Menanyakan dan - Klien mau
memanggil nama berinteraksi
kesukaan klien
d. Menunjukkan sifat A :
jujur, menepati - Klien belum mampu
janji setiap menunjukkan tanda-
interaksi tanda percaya pada
e. Menanyakan perawat
perasaan dan
masalah yang P:
dihadapi - Perawat ulangi bina
f. Membuat kontrak hubungan saling
interaksi yang percaya
jelas
g. Mendengarkan
dengan penuh
perhatian
ungkapan
perasaan klien
12 April ‘18 Resiko 2. Melakukan SP 1 P S:
11:00 WIB perilaku a. Mengidentifikasi - Klien mengatakan
kekerasan penyebab perilaku pernah memukul
kekerasan orang lain dan
b. Mengidentifikasi memecahkan
tanda dan gejala perabotan rumah
perilaku kekerasan tangga karena merasa
c. Mengidentifikasi kesal tidak
perilaku kekerasan mempunyai
yang dirasakan pekerjaan tetap
d. Mengidentifikasi - Saat ini klien merasa
akibat perilaku jengkel jika
kekerasan mengingat masa lalu
e. Mengajarkan cara - Klien mengatakan
kontrol emosi saat marah dapat
perilaku kekerasan merugikan orang lain
f. Melatih pasien - Klien mengatakan
cara kontrol saat marah klien
perilaku kekerasan merasa dadanya
dengan nafas berdebar, badan
dalam tegang, mata melotot,
g. Membimbing dan rahang terasa
pasien untuk kaku
memasukkan - Klien mengatakan
kedalam jadwal senang saat diajarkan
kegiatan harian cara kontrol emosi
dengan tarik nafas
dalam
- Klien mengatakan
paham tentang cara
memasukkan
kegiatan kedalam
jadwal harian.

O:
- Klien kooperatif saat
diajak interaksi.
Pembicaraan kohern,
kontak mata
menghindar, wajah
tegang, mata sering
melotot
- Klien mampu
mendemonstrasikan
salah satu teknik
kontrol marah dengan
tarik nafas dalam

A:
- Klien mampu
mengontrol marah

P:
(perawat)
- Evaluasi latihan
kontrol emosi dengan
teknik nafas dalam
- Latih kontrol emosi
dengan cara yang
kedua yaitu
menyalurkan energi
lewat aktivitas
(klien)
- Latihan kontrol
emosidengan teknik
nafas dalam saat rasa
marah/jengkel
muncul
13 April ‘18 Resiko 3. Melakukan SP 3 P S:
13:30 WIB perilaku a. Memvalidasi - Klien mengatakan
kekerasan latihan jengkel karena
sebelumnya merasa dirinya
b. Melatih pasien dikurung dalam
cara kontrol rumah sakit.
perilaku kekerasan - Klien mengatakan
dengan fisik II sudah sering
c. Membimbing melakukan latihan
pasien teknik nafas dalam
memasukkan ke ketika merasa jengkel
dalam jadwal atau marah muncul
kegiatan harian - Klien mengatakan
pasien senang saat diajarkan
cara kontrol marah
yang kedua yaitu
menyalurkan energi
melalui aktivitas
(menyapu, mengepel,
cuci piring)

O:
- Klien kooperatif saat
interaksi kohern,
kontak mata dapat
dipertahankan (baik),
klien nampak kurang
konsentrasi saat
pembicaraan. Sering
dimotivasi untuk
tetap fokus dalam
wawancara
- Klien dapat
mengontrol marah
dengan cara nafas
dalam dan fisik II

A:
- Klien dapat
mengontrol emosi
menggunakan teknik
yang diaarkan. Yaitu
menyalurkan energi
dengan melakukan
aktifitas (menyapu,
mengepel, cuci
piring)

P:
(perawat)
- Evaluasi latihan
kontrol emosi dengan
teknik sebelumnya
(SP 1, dan SP 2)
- Latih kontrol emosi
dengan SP 3 P yaitu
mengungkapkan
emosi secara verbal
dengan baik
(klien)
- Latihan kontrol emosi
dengan cara
menyalurkan energi
melalui aktivitas yang
dipilih (menyapu dan
cuci piring)
14 April ‘18 Resiko 4. Melakukan SP 3 P S:
13:00 WIB perilaku a. Memvalidasi - Klien mengatakan
kekerasan masalah dan marahnya sudah tidak
latihan SP yang dirasakan, namun
sebelumnya terkadang ada suara
b. Melatih pasien yang membuatnya
cara kontol emosi marah
(PK) secara verbal - Klien mengatakan
(meminta, sudah melakukan
menolak dan teknik nafas dalam
mengungkapkan jika ada suara yang
masalah secara membuatnya marah
verbal dengan - Klien mengatakan
baik) sudah melakukan
teknik kontrol emosi
dengan menyalurkan
energi melakukan
aktivitas jika ada
suara-suara yang
membuatnya ingin
marah dan memukul
orang

O:
- Klien kooperatif,
pembicaraan kohern,
kontak mata baik
- Klien mampu
mendemonstrasikan
dan mengontrol
emosi dengan
ungkapan verbal

A:
- Klien mampu
mengontrol emosi
dengan
mengungkapkan
emosi dengan baik
secara verbal

P:
(perawat)
- Evaluasi latihan
mengontrol emosi
secara verbal dengan
benar
- Latih cara untuk
mengontrol emosi
dengan cara spiritual
(klien)
- Latihan mengontrol
emosi dengan cara
mengungkapkan
emosi secara verbal
dengan baik
15 April ‘18 Resiko 5. Mengajarkan cara S:
13:00 WIB perilaku kontrol emosi SP 4 P - Klien mengatakan
kekerasan a. Mengevaluasi sudah tidak merasa
perasaan dan marah dan kesal
latihan - Klien mengatakan
sebelumnya sudah melakukan
b. Melatih klien kontrol marah secara
mengendalikan spiritual sebanyak 2x
marah secara dalam sehari
spiritual
c. Melatih klien O:
membuat jadwal - Klien kooperatif,
latihan dan pembicaraan kohern,
memasukkan cara kontak mata baik,
kontrol marah klien fokus pada sesi
secara spiritual interaksi terhadap
d. Mengevaluasi cara perawat
mengontrol marah - Klien mampu
dengan 4 cara mendemonstrasikan
yang telah cara mengontrol
diajarkan marah secara spiritual

A:
- Klien mampu
mengontrol marah
dengan cara nafas
dalam, penyaluran
energi, secara verbal
dan spiritual dengn
baik

P:
(perawat)
- Evaluasi cara
mengontrol marah
dengan 4 cara yang
sudah diajarkan
(klien)
- Latihan kontrol
marah dengan 4 cara
yang telah diajarkan
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan
4.1.1. Hasil pengkajian keperawatan pada Tn. F dengan gangguan resiko
perilaku kekerasan karena klien tidak punya pekerjaan tetap serta
merasa tidak bisa menyenangkan orang tuany.
4.1.2. Intervensi keperawatan pada klien Tn. F dengan resiko perilaku
kekerasan SP 1 pasien dengan Membina hubungan saling percaya,
identifikasi penyebab perasaan marah, tanda dan gejala yang
dirasakan, perilaku kekerasan yang dilakukan, akibatnya serta cara
mengontrol secara fisik I : nafas dalam. Bantu lakukan SP2 Pasien
yaitu Latih cara fisik ke 2 dengan pukul kasur dan bantal setelah itu
bantu lakukan SP3 pasien yaitu dengan Latihan mengungkapkan
rasa marah secara verbal: menolak dengan baik, meminta dengan
baik, mengungkapkan perasaan dengan baik. SP4 pasien yaitu
Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual dengan
sholat. SP5 pasien yaitu dengan Latih pasien minum obat secara
teratur dengan prinsip lima benar (benar nama pasien, benar nama
obat, benar cara minum obat, benar waktu minum obat, dan benar
dosis obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti
minum obat, yang selanjutnya buat jadwal kegiatan harian untuk
klien.
4.1.3. Implementasi yang dilakukan sesuai dengan intervensi yang telah
disusun.
4.1.4. Evaluasi, optimalkan SP1 Pasien, SP2 Pasien, SP3 Pasien, SP4
Pasien dan SP5 Pasien intervensi dilanjutkan
4.1.5. Analisis pemberian strategi pelaksanaan resiko perilaku kekerasan
dengan komunikasi terapeutik, efektif dalam mengurangi rasa
marah, kecemasan yang dialami klien.

4.2.Saran dan Rekomendasi


Berdasarkan hasil dan pembahasan serta kesimpulan, maka kelompok
memberikan saran – saran sebagai berikut :
Di harapkan klien dan keluarga ikut serta dalam upaya mempertahankan
rasa senang pada klien dengan pendekatan komunikasi terapeutik untuk
mengurangi rasa marah dan kecemasan pada klien.

DAFTAR PUSTAKA
3. Pembahasan
a. Pada Asuhan Keperawatan Pada Tn. F Dengan Masalah Utama
Risiko Perilaku Kekerasan Di Wisma Abimanyu RSJ Prof. Dr.
Soerojo Magelang dapat ditegakkan diagnosa utama keperawatan
yaitu risiko perilaku kekerasan dikarenakan data fokus pada klien
cenderung pada diagnosa tersebut.
Perencanaan tindakan pada klien adalah melakukan strategi
pelaksanaan (SP) satu sampai dengan empat. Strategi pelaksanaan
pertama (SP1) yaitu bina hubungan saling percaya kepada klien,
identifikasi penyebab, tanda gejala dan akibat perilaku kekerasan,
latih cara fisik 1 tarik napas dalam dan memasukkan ke dalam
jadwal harian. Strategi pelaksanaan kedua (SP2) yaitu evaluasi
kegiatan yang lalu (SP1), melatih cara fisik 2 pukul bantal/kasur
dan masukkan ke dalam jadwal harian. Selanjutnya strategi
pelaksanaan ketiga evaluasi kegiatan yang lalu (SP1, SP2), latih
secara verbal atau latihan asertif mengungkapkan, meminta dan
menolak dengan baik kemudian memasukkan ke dalam jadwal
harian. Dan strategi pelaksanaan yang terakhir atau yang keempat
(SP4) evaluasi kegiatan yang lalu (SP1, SP2, SP3) latih secara
spiritual berdoa, berdzikir dan sholat untuk mengurangi rasa
marah, kemudian masukkan kedalam jadwal harian. Pada SP5
tidak dilakukan karena klien belum menguasai SP1 sampai dengan
SP4 sehingga klien hanya mengevaluasi pada tahap SP tersebut.