You are on page 1of 2

Penggunaan bakteri EM4 dalam proses aerob dan anaerob dalam penjernihan air

EM4 (Effective Microorganisms-4) adalah suatu cairan yang berwarna kecokelatan dan
beraroma manis asam (segar) yang mana di dalamnya terkandung campuran dari beberapa
mikroorganisme hidup yang bermanfaat serta menguntungkan guna proses penyerapan atau
persediaan unsur hara di dalam tanah.Pada prinsipnya bakteri itu berkeliaran di udara dan juga
disekitar kita, di tanah, di dalam air dan lain-lain. teknik aerasi pada pengolahan limbah secara
aerob dilakukan untuk penambahan penyediaan udara di mana bakteri aerob akan mendegradasi
bahan organik di dalam air limbah dengan bantuan O2. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan
kondisi lingkungan sehingga bakteri pemakan bahan organik dapat tumbuh dengan baik. Pasokan
udara yang lancar dapat mencegah terjadinya pengendapan limbah (Sugiharto, 1987). Menurut
Djoko (1999), keuntungan utama yang diperoleh dari pengolahan limbah secara aerob adalah
waktu yang diperlukan untuk mendegradasi limbah relatif lebih singkat dibandingkan proses
anaerob.
Pada pengolahan air limbah di ITDc menggunakan teknil sell yang terbagi diantaranya
yaitu sell 1 terjadi proses penerimaan limbah industri dari rumah sakit, hotel , restoran dan lain-
lain, dalam sell ini terjadi proses pengendapan , yaitu pemisahan antara lemak dan air, di kolam 1
B merupakan kolam limbah keda ang berfungsi untuk mengendapkan partikel atau butiran –
butiran halus yang terbawa didalam air limbah. Dan pada kolam ini juga terjadi proses anaerob
yaitu proses pencernaan atau penguraian pencemar organik seperti protei , lemak dan lain- lain
oleh mikroba tanpa menggunakan oksigen. di sell 2 A merupakan kolam limbah ketiga yang
berfungsi untuk mengendapkan partikel atau butiran – butiran halus yang terbawa di dalam air
limbah. Pada kolam ini juga terjadi proses aerob yaitu proses pencernaan atau penguraian
pencemar organik seperti protein , lemak dan lain- lain oleh mikroba tanpa menggunakan
oksigen . selanjutnya diliri ke 2B kolam limbah ketiga yang utama dimana semua zat – zat
pencemar hasil penguraian dari kolam 2A dapat dihilangkan dengan proses aerob pada kolam ini
oksigen yang dimanfaatkan dalam mikroba tersebut berasal dari alaga sehingga secara fisik air
terlihat berwana hijau. Sehingga dapat dialiri ke kolam 3adalah kolam terakhir dari proses
pengolahan limbah dimana terjadi proses pematangan atau maserasi dan pada kolam ini terapat
paramete alami (bioindikator) yaitu jenis ikan mujair dan nila
Kitapun bisa menangkapnya dengan mudah. Hanya karena kita menangkapnya sekedar
menangkapnya saja, bakteri yang kita tangkap menjadi bermacam-macam. Nah para bakteriolog,
mempelajarinya satu-persatu kemudian meneliti bakteri tersebut, kemudian memisahkan dan
membiakkannya secara khusus bakteri-bakteri tersebut, sehingga menghasilkan bakteri-bakteri
yang bermanfaat.

Alat Dan Bahan


Alat-alat
· Botol plastik, secukupnya
· Blender, 1 buah
· Timbangan, 1 buah
· Saringan plastik, 1 buah
· Baskom (wadah), 1 buah
· Pisau, secukupnya
· Sendok, 1 buah
· Corong plastik, 1 buah
Bahan-bahan
· Nanas atau kulitnya, 0,5 kg
· Papaya atau kulitnya, 0,5 kg
· Pisang atau kulitnya, 0,5 kg
· Hati pohon pisang (batang pisang bagian dalam), 1,5 kg
· Kangkung segar, 0,25 kg
· Kacang panjang segar, 0,25 kg
· Gula pasir, 1 kg
· Air kelapa, 1 liter

Langkah Kerja
Pembiakkan Bakteri
1. Kacang panjang dipotong-potong, lalu diblender
2. Kangkung dipotong-potong, lalu diblender
3. Hati pohon pisang dipotong dadu, lalu diblender
4. Nanas, papaya, dan pisang dirajang, lalu diblender
5. Hasil blender ditambung dalam satu wadah
6. Tambahkan gula pasir dan air kelapa, aduk hingga rata
7. Larutan disimpan dalam botol plastik dan ditutup rapat, dibiarkan selama 7 hari
8. Selama disimpan menunggu 7 hari, dalam proses fermentasi ini akan timbul gas, sehingga
botol akan menggelembung. Hati-hati bisa pecah botolnya atau minimal botolnya akan jatuh
karena permukaan bawahnya tidak rata lagi. Kalau sudah maksimal sebelum 7 hari, bukalah
tutup botolnya pelan-pelan, asal gasnya bisa keluar. Kalau terlalu besar membuka tutup botolnya,
dengan tekanan yang tinggi gas akan menyembur keluar dari botol beserta isinya.

Pemanenan Biakkan Bakteri


1. Saring larutan biakan bakteri dengan menggunakan corong plastik dan saringan plastik
2. Tampung filtrat dalam botol plastik (dapat tahan lama selama 6 bulan menurut referensi
Departemen Pertanian)
3. Simpan di tempat yang kering
4. Ampas sisa perasan bias digunakan sebagai pupuk langsung atau masukkan kedalam wadah
baru, beri air gula, bias jadi biakan bakteri baru.

Aplikasi
Cara mengaktifkannya adalah,
1. Buat larutan air gula dengan komposisi air 1.5 liter dengan gula 3-4 sendok makan
2. Kocok sampai gulanya larut dalam air
3. Lalu tambahkan 2-3 tutup botol biakan bakteri kita, kocok supaya rata, dan diamkan
semalaman supaya bakteri berkembang biak lagi
4. Produk dapat segera digunakan untuk menyemprot media.