You are on page 1of 21

PROPOSAL

PRARANCANGAN PABRIK DIETHYL PHTHLATE DARI PHTHALIC


ANHYDRIDE DAN ETHANOL DENGAN KAPASITAS 25.000
TON/TAHUN

DISUSUN OLEH
WAHID MUCHLASON 121150060
APRIN PRATAMA LUBIS 121150072

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang giat
melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Diantaranya pembangunan di
bidang industri seperti industri kimia untuk produksi berbagai macam
kebutuhan, sehingga kebutuhan bahan baku, bahan penunjang, maupun tenaga
kerja akan meningkat. Pembangunan sektor industri kimia di Indonesia terus
mengalami peningkatan, tetapi ketergantungan dari impor luar negeri masih
lebih besar dari pada ekspor. Indonesia masih banyak mengimpor bahan baku
atau produk dari luar negeri. Akibat ketergantungan impor ini menyebabkan
berkurangnya devisa negara sehingga diperlukan suatu usaha untuk mengatasi
ketergantungan tersebut. Salah satunya adalah dengan mendirikan pabrik untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Dalam perkembangannya, banyak bahan mentah atau setengah jadi yang
telah diolah menjadi produk jadi atau intermediet, sehingga hal ini mengurangi
ketergantungan kita terhadap produk impor. Dalam usaha ini pemerintah
memprioritaskan pada pembangunan industri yang dapat merangsang
pertumbuhan industri yang lain, sehingga diharapkan pertumbuhan tersebut akan
semakin pesat. Pertumbuhan ini juga dialami oleh industri plastik, pasta gigi,
farmasi, kosmetik, vernis, dan lain-lain.
Salah satu industri kimia yang berkembang dengan pesat adalah industri
bahan polimer, yang menghasilkan berbagai jenis produk plastik, serat sintesis,
karet sistesis,dan sebagainya. Pada proses pembuatan bahan polimer, selain
memerlukan resin sebagai bahan baku utama, juga diperlukan suatu bahan
tambahan yang disebut dengan plasticizer, yaitu ester yang tidak berwarna dan
tidak berbau yang ditambahkan pada resin agar menjadi lunak dan mudah
dibentuk (meningkatkan elastisitas bahan), sehingga mempermudah proses
fabrikasi.
Diethyl Phthalate dalam industri kimia digunakan sebagai bahan baku
plasticizer yang berfungsi untuk sintesis plastics, elastomers, dan organic
coatings. Plasticizer merupakan bahan baku tambahan dalam pembuatan plastik
yang berfungsi untuk menaikkan kemampuan kerja dan fleksibilitas plastik.
Penambahan plasticizer dapat menurunkan viskositas leburan dan modulus
elastisitas plastik. Di samping itu, plasticizer juga digunakan sebagai bahan
pembuatan vernis nitrocelulosa, solvent parfum, bahan peledak, insektisida,
bahan pengkilap kuku, tinta cetak, dan bahan bakar roket.
Dari kegunaan tersebut dapat diketahui bahwa plasticizer banyak
digunakan dalam industri polimer dan diperdagangkan cukup luas. Disamping
itu berkembangnya industri polimer menyebabkan kebutuhan Diethyl Phthalate
sebagai bahan baku meningkat.
Kebutuhan plasticizer untuk masa mendatang sangatlah bergantung pada
produksi plastik yang ada. Melihat banyaknya kegunaan dari Diethyl Phthalate
dan penggunaannya yang terus meningkat, maka pendirian pabrik Diethyl
Phthalate ini dapat memberi keuntungan dan manfaat bagi industri lainnya,
selain itu diharapkan dapat meningkatkan kemajuan indonesia di sektor industri.
Berdasarkan pertimbangan diatas maka dengan didirikannya pabrik ini
diharapkan akan membawa dampak yang positif antara lain mengurangi import
Diethyl Phthalate yang berarti menghemat devisa negara dan dengan harapan
dapat menjadi komiditi ekspor serta menambah lapangan pekerjaan dan
mendorong berdirinya industri – industri lainnya yang menggunakan bahan baku
Diethyl Phthalate, sehingga diharapkan dapat mewujudkan era alih teknologi
sehingga perkembangan industri akan semakin maju.
B. Prospek Pasar
1. Data Impor dalam Negeri
Indonesia belum memiliki pabrik yang memproduksi Diethyl Phthalate,
sehingga kebutuhan Diethyl Phthalate dipasok dengan impor. Kebutuhan
Diethyl Phthalate berdasarkan data impor yang diperoleh dari Badan Pusat
Statistik (BPS) ditunjukkan pada tabel 1.
Tabel 1. Data impor Diethyl Phthalate di Indonesia
Jumlah
Tahun ke- Tahun
Impor (Ton)
1 2011 6310,357
2 2012 6944,334
3 2013 8206,201
4 2014 9157,608
5 2015 7464,131
6 2016 6496,715
7 2017 9223,972
(Badan Pusat Statistik, 2018)
Dari data impor pada tabel 1, diperoleh grafik sebagai berikut :

10000
9000
8000
Jumlah Impor (Ton)

7000
6000
y = 253.7x + 6671.4
5000
Data Impor
4000
Linear (Data Impor)
3000
2000
1000
0
0 2 4 6 8
Tahun ke-

Gambar 1. Grafik data impor Diethyl Phthalate di Indonesia


Didapatkan persamaan y = 253,7 x + 6671,4 ,dimana y adalah kebutuhan
impor Diethyl Phthalate dan x adalah tahun pabrik didirikan. Jika pabrik akan
didirikan pada tahun 2025 (tahun ke 15 dari 2011), maka x = 15 dan y =
10.476,9 ton.

2. Kapasitas Pabrik Diethyl Phthalate di Dunia


Penentuan kapasitas produksi minimal berdasarkan pabrik yang telah
berproduksi. Data kapasitas produksi pabrik Diethyl Phthalate di berbagai
negara ditunjukkan pada tabel 2.
Tabel 2. Data kapasitas produksi pabrik Diethyl Phthalate di Dunia
Kapasitas Produksi
Negara Perusahaan
(ton/tahun)
Italia Polynt 110.000
Zaklady Azotowe
Polandia 60.000
Kedzierzyn
Republik Ceko Deza 50.000
Foshan Nanhai
China 33.000
Zhongnan Pharmaceutic
Turki Ela Kimya 15.000
Malaysia BASF’s Petronas 40.000
(LookChem, 2018), (Icis, 2015)
Jadi, berdasarkan kapasitas pabrik Diethyl Phthalate di dunia minimal
produksi yaitu 15.000 ton/tahun.

3. Ketersediaan Bahan Baku


Persediaan bahan baku utama pembuatan Diethyl Phthalate yaitu
Phthalic Anhydride diperoleh dari pabrik yang ada di Indonesia PT.
Petrowidada Gresik yang memiliki kapasitas produksi 70.000 ton/tahun.
Persediaan Ethanol diperoleh dari PT. Molindo Raya Industrial Malang yang
memiliki kapasitas produksi 80.000 KL/tahun. Persediaan katalis asam sulfat
diperoleh dari PT. Petrokimia Gresik dengan kapasitas produksi 1.170.000
ton/tahun. Persediaan sodium hidroksida diperoleh dari PT. Asahimas
Chemical Banten.

4. Sasaran Pasar
Berdasarkan faktor-faktor diatas, maka akan didirikan pabrik Diethyl
Phthalate diproduksi sebesar 25.000 ton/tahun. Dengan melihat peluang pasar
global, produk tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam
negeri dan luar negeri, dan kebutuhan akan bahan tersebut pada tahun-tahun
yang akan datang semakin bertambah. Pendirian pabrik Diethyl Phthalate
merupakan satu langkah yang tepat untuk dipertimbangkan lebih lanjut.

C. Tinjauan Pustaka
1. Proses Produksi
a. Tinjauan Proses
Dietil phthalat merupakan hasil esterifikasi dari Ethanol dan Phthalic
Anhydride dalam fase cair. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan dengan
persamaan reaksi sebagai berikut :
C6H4O(CO)2(l) + 2 C2H5OH(l) C6H4(COOC2H5)2(l) + H2O(l)
Phthalic Anhydride + Ethanol Diethyl Phthalate + Air
Katalisator yang dipakai dalam reaksi esterifikasi pada umumnya
adalah asam kuat inorganik seperti asam klorida dan asam sulfat, tetapi asam
sulfat lebih banyak dipakai karena waktu reaksi bisa lebih cepat. Reaksi
terjadi pada kondisi operasi suhu 100℃ dan tekanan 2 atm, dijalankan di
dalam reaktor Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB).

b. Pemilihan Proses
Pemilihan proses berdasarkan potensial dari segi ekonomi dinyatakan
sebagai berikut :
Tabel 3. Daftar Harga Bahan Komponen
Komponen BM (kg/kmol) Harga ($/kg)
C6H4O(CO)2 148,10 0,97
C2H5OH 46,07 0,90
C6H4(COOC2H5)2 222,24 2,00
H2O 18,01 0,00
(Alibaba, 2018)
Nilai potensial ekonomi dapat dihitung dengan cara :
PE = ∑ (harga × BM)produk − ∑ (harga × BM)reaktan
= (2 × 222,24) + (0 × 18,01) − (0,97 × 148,1) – (0,9 × 46,07)
= $ 259,36 / kmol
Harga potensial ekonomi yang diperoleh bernilai positif, hal ini
menunjukkan proses tersebut menguntungkan, sehingga dapat dikatakan
pembuatan Diethyl Phthalate dari Phthalic Anhydride dan Ethanol dapat
dilakukan.
c. Tinjauan Termodinamika
Tinjauan secara termodinamika ditujukan untuk mengetahui sifat reaksi
(eksotermis / endotermis) dan arah reaksi (reversibel / irreversible). Berikut
ini adalah cara menentukan sifat reaksi dan arah reaksi.
Tabel 4. Harga ∆H298, Cp, dan ∆G298 masing-masing komponen
∆H298, ∆G298,
Komponen Cp, J/(mol.K)
J/mol J/mol
Phthalic −105,627 + 1,984 T − 3,8847.10-3 T2 +
-393.130 -329.000
Anhydride 2,8513.10-6 T3
59,342 + 3,6358.10-1 T – 1,2164.10-3 T2
Ethanol -234.810 -168.280
+ 1,8030.10-6 T3
Diethyl 125,381 + 1,5763 T - 3,4735.10-3 T2 +
-688.300 -494.000
Phthalate 3,3343.10-6 T3
92,053 – 3,9953.10-2 T – 2,1103.10-4 T2
Air -241.800 -228.600
+ 5,3469.10-7 T3
(Yaws, 1999)
Reaksi pembentukan Diethyl Phthalate, dapat dinyatakan sebagai berikut :
C6H4O(CO)2(l) + 2 C2H5OH(l) C6H4(COOC2H5)2(l) + H2O(l)
A + 2B C + D

Reaksi dianggap isotermal


ΔH

ΔH1 ΔH2

ΔH298

Dapat dihitung ΔH1 sebagai berikut :

dH = ∑ n.Cp. dT
dH = (n.CpA + n.CpB )dT

CpA = ( −105,627 + 1,984 T − 3,8847. 10 −3 T2 + 2,8513. 10−6 T3 ) dT

3,8847.10−3 2,8513.10−6
T4 ) 298
1,984
= ( −105,627T + T2 − T3 +
2 3 4 373
= 27969,89 − 45216,17701
= −17246,287 𝐽/𝑀𝑜𝑙

CpB = (59,342 + 3,6358. 10−1 T – 1,2164. 10−3 T 3 + 1,8030. 10−6 T 3 )dT


3,6358.10−1 1,2164.10−3 1,8030.10−6 298
= (59,342T + T2 – T3 + T4)
2 3 4 373
= 26652,164 − 35110,1998
= −8458,035 J/Mol
ΔH1 = −17246,287 − 8458,035
= −25704,32201 J/Mol
Dapat dihitung ΔH298 sebagai berikut :
ΔH298 = ∑ (∆H298)produk − ∑ (∆H298)reaktan
= ((∆H298)DEP + (∆H298)air) − ((∆H298)PA + (2 × ∆H298)etanol)
= ((-688.300 J/mol) + (-241.800 J/mol)) – ((-393.130 J/mol) + (2 × -234.810
J/mol))
= -67.350 J/mol

Dapat dihitung ΔH2 sebagai berikut :


dH = ∑ n.Cp. dT
= (n.CpA + n.CpB + n.CpC + n.CpD )dT

CpA = ( −105,627 + 1,984 T − 3,8847. 10 −3 T2 + 2,8513. 10−6 T3 ) dT

3,8847.10−3 2,8513.10−6
T4 ) 298
1,984
= ( −105,627T + T2 − T3 +
2 3 4 373
=45216,17701 − 27969,89
= 17246,287 J/Mol

CpB = (59,342 + 3,6358. 10−1 T – 1,2164. 10−3 T 3 + 1,8030. 10−6 T 3 )dT


3,6358.10−1 1,2164.10−3 1,8030.10−6 373
= (59,342T + T2 – T3 + T4)
2 3 4 298
= 35110,1998 − 26652,164
= 8458,035 J/Mol

CpC = (125,381 + 1,5763 T – 3,4735. 10−3 T 3 + 3,3343. 10−6 T 3 )dT


1,5763 3,4735.10−3 3,3343.10−6 373
= (125,381 T + T2 – T3 + T4)
2 3 4 298
= 112470,3436 - 83287,669
= 29182,6746 J/Mol
CpD = (92,053 + 3,9953. 10−2 T – 2,1103. 10−4 T 3 + 5,3469. 10−7 T 3 )dT
3,9953.10−2 2,1103.10−4 5,3469.10−7 373
= (92,053T + T2 – T3 + T4)
2 3 4 298
= 36052,086 − 24850,4278
= 11201,658 J/Mol
J J J J
∆H2 = 17246,287 Mol
+ 8458,035
Mol
+ 29182,6746
Mol
+ 11201,658
Mol

= 66088,6546 J/Mol
∆H = ΔH1 + ∆H298 + ∆H2
J J J
= −25704,32201 Mol − 67.350 Mol
+ 66088,6546 Mol

= −26965,6671 J/Mol

Berdasarkan pehitungan diatas didapat nilai ∆H negatif, jadi dapat


disimpulkan bahwa reaksi berjalan secara eksotermis.

Perubahan energi Gibbs dapat dihitung dengan persamaan :


−∆𝐺 𝑜
K ≡ exp ( ) (Smith, 2001)
𝑅𝑇

Dimana :

∆G298 = Energi bebas Gibbs standar suatu reaksi pada 298 K (kJ/mol)
R = Konstanta gas ideal (8,314 × 10-3 J/mol.K)
T = Temperatur (K)
K = Konstanta kesetimbangan

Reaksi : PA + 2 Etanol DEP + Air


∆G298 = ∑ (∆G298)produk − ∑ (∆G298)reaktan
= ((∆G298)DEP + (∆G298)air) − ((∆G298)PA + (2 × ∆G298)etanol)
= ((-494.000 J/mol) + (-228.600 J/mol)) – ((-329.000 J/mol) + (2 ×
-168.280 J/mol))
= -57.040 J/mol
−∆Go
K298 = exp ( )
RT

= exp -(-57.040 J/mol/(8,314 J/mol.K.298 K))


= 9,967.109
Jika kondisi operasi 100 ℃, maka besarnya konstanta kesetimbangan
dapat ditentukan sebagai berikut :
K ∆Ho 1 1
ln Ko = − R
(T − To ) (Smith, 2001)
K ∆H298 1 1
ln K373 = − (T −T )
298 R 373 298

Dimana :
K298 = Konstanta kesetimbangan pada 298 K
K373 = Konstanta kesetimbangan pada 373 K
∆H298 = Panas reaksi pada 298 K
R = Konstanta gas ideal (8,314 × 10-3 J/mol.K)
T298 = Temperatur pada 298 K
T373 = Temperatur pada suhu operasi 373 K

∆H298 = ∑ (∆H298)produk − ∑ (∆H298)reaktan


= ((∆H298)DEP + (∆H298)air) − ((∆H298)PA + (2 × ∆H298)etanol)
= ((-688.300 J/mol) + (-241.800 J/mol)) – ((-393.130 J/mol) + (2 × -
234.810 J/mol))
= -67.350 J/mol
J
𝐾423 −67.350 1 1
ln 9,967.109 = − J
mol
(373 K − 298 K)
8,314
mol.K

373𝐾
ln 9,967.10 9 = -5,4659

K373 = 4,2145.107
Karena harga K373 = k1/k2 besar, jadi harga k2 jauh lebih kecil bila
dibandingkan dengan harga k1 sehingga k2 dapat diabaikan dan reaksi
dianggap berjalan satu arah (irreversible).
d. Tinjauan Kinetika
Reaksi pembentukan Diethyl Phthalate yang terjadi dapat dituliskan
dengan persamaan reaksi sebagai berikut :
Reaksi (1) :
C6H4O(CO)2(l) + C2H5OH(l) C6H4C2H5(COO)2H(l)
Phthalic Anhydride + Ethanol Monoethyl Phthalate
Reaksi (2) :
C6H4C2H5(COO)2H(l) + C2H5OH(l) C6H4(COOC2H5)2(l) + H2O(l)
Monoethyl Phthalate + Ethanol Diethyl Phthalate + Air
Reaksi (1) merupakan reaksi searah dan berlangsung cepat dan
sempurna. Diketahui konstanta kesetimbangan reaksi (K) mempunyai nilai
yang cukup besar, sehingga dianggap pembentukan Diethyl Phthalate pada
reaksi (2) merupakan reaksi irreversible.
Reaksi pembentukan Diethyl Phthalate merupakan reaksi esterifikasi
orde 2. Persamaan konstanta kecepatan reaksi ditentukan dari percobaan atau
eksperimen. Berikut ini merupakan konstanta kecepatan reaksi :
4.515,8672
15,184909−
𝐵 10 𝑇
𝑘𝜏 =2,1.10 – 0,0008896 C + 1,228.10 C [𝑀] [
-5 -3
]
105 .0,012058

Dimana :
𝑘𝜏 = Konstanta laju reaksi (m3/kmol.jam)
C = Persentase berat asam sulfat terhadap umpan
B/M = Perbandingan mol alkohol dengan monoester
T = Suhu (K)

e. Pemilihan Reaktor
Pembuatan Diethyl Phthalate menggunakan reaktor alir tangki
berpengaduk (RATB) pada suhu 100℃ dan tekanan 1 atm. Kondisi reaktor
dibuat isotermal dengan penambahan pendingin karena reaksi bersifat
eksotermis.
f. Utilitas
Utilitas adalah unit pendukung proses produksi dalam suatu industri.
Terjaminnya pengadaan utilitas untuk proses operasi merupakan hal yang
sangat penting. Unit utilitas untuk pabrik Diethyl Phthalate diperlukan untuk
memenuhi kebutuhan air, pembuatan steam, penyediaan udara tekan,
penyediaan listrik, dan penyediaan bahan bakar.

1. Kebutuhan Air
Air merupakan kebutuhan pokok dalam pemenuhan kebutuhan
proses produksi. Kebutuhan air dalam pabrik yang harus dipenuhi berupa
air servis, air rumah tangga, air proses, air proses, air pendingin, dan air
umpan boiler. Pabrik Diethyl Phthalate ini didirikan di daerah Gresik,
Jawa Timur, oleh karena itu kebutuhan air diperoleh dari PT. Petrokimia
Gresik.
2. Steam Jenuh
Steam jenuh sebagai media pemanas dalam alat proses.
3. Listrik
Listrik digunakan untuk menggerakkan motor penggerak alat-alat
proses seperti pompa, kompressor, dan alat-alat lainnya. Kebutuhan listrik
didapatkan dari PLN.
4. Udara Tekan
Udara tekan diperlukan untuk penggerak instrumen-instrumen
penggendali yang dipasang pada alat-alat proces.
5. Penyediaan Bahan Bakar
Bahan bakar diperlukan untuk menggerakkan generator dan sebakai
bahan bakar boiler.
2. Bahan Baku, Bahan Pembantu, dan Produk
a. Spesifikasi Bahan Baku
1. Phthalic Anhydride
Rumus Molekul : C6H4(CO)2O
Kemurnian : 99,5 %
Impuritas : 0,5 % Maleic Anyhydride
Wujud : Padat
Warna : Kristal putih (rhombic)
Berat Molekul ` : 148,12 g/gmol
Titik Didih : 284,5℃
Titik Lebur : 130,8℃
Specific gravity : 1,527 (Air pada suhu 4℃)
Kelarutan : Larut dalam alkohol, dan sedikit larut dalam air.

2. Ethanol
Rumus Molekul : C2H5OH
Kemurnian : 95 %
Impuritas : 5 % H2O
Wujud : Cair
Warna : Tidak berwarna
Berat Molekul ` : 46,07 g/gmol
Titik Didih : 78,4℃
Titik Lebur : -112℃
Specific gravity : 0,789 (Pada suhu 20℃ dan air pada suhu 4℃)

b. Spesifikasi Bahan Pembantu


1. Asam Sulfat
Rumus Molekul : H2SO4
Kemurnian : 98 %
Impuritas : 2 % H2O
Wujud : Cair
Warna : Tidak berwarna
Berat Molekul ` : 98,08 g/gmol
Titik Didih : 340℃
Titik Lebur : 10,49℃
Specific gravity : 1,834 (Pada suhu 18℃ dan air pada suhu 4℃)

2. Sodium Hidroksida
Rumus Molekul : NaOH
Kemurnian : 48 %
Impuritas : 52 % H2O
Wujud : Cair
Warna : Tidak berwarna
Berat Molekul : 40 g/gmol
Specific gravity : 2,13
Kelarutan : Larut dalam alkohol dan air.

c. Spesifikasi Produk
1. Diethyl Phthalate
Rumus Molekul : C6H4(CO2C2H5)2
Kemurnian : 99 %
Impuritas : 1 % Maleic Anhydride
Wujud : Cair
Warna : Tidak berwarna
Berat Molekul ` : 222,24 g/gmol
Titik Didih : 298℃
Specific gravity : 1,121 (Pada suhu 25℃ dan air pada suhu 25℃)
Kelarutan : Tidak larut dalam air.

d. Pengadaan dan Transportasi


Penyediaan kebutuhan bahan baku sangat diperlukan untuk
keberlangsungan pabrik, hal ini ditunjang dengan sarana transportasi yang
memadai untuk pengangkutan bahan baku dan pemasaran produk. Oleh
karena itu, fasilitas jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, dan landasan udara
sangat diperlukan. Sarana transportasi di Gresik cukup memadai, seperti jalan
raya yang berhubungan dengan pantura, Bandar Udara Djuanda, dan
Pelabuhan Tanjung Perak. Hal ini akan memudahkan dalam pengadaan bahan
baku dan pemasaran produk.

e. Penyimpanan
Bahan baku Phthalic Anhydride ditampung dalam silo, dan Ethanol
disimpan dalam tangki penyimpanan pada suhu 30℃ dan tekanan 1 atm.
Bahan pendukung asam sulfat disimpan pada tangki penyimpanan, dan
kalsium hidroksida ditampung dalam silo pada suhu 30℃ dan tekanan 1 atm.
Produk ditampung pada tangki penyimpanan pada suhu 35℃ dan tekanan 1
atm.
BAB II
DESKRIPSI PROSES

A. Diagram Alir Proses

Gambar 2. Diagram Alir Proses


B. Uraian Proses Singkat
Proses pembuatan Diethyl Phthalate dibagi menjadi 3 tahap yaitu tahap
penyiapan bahan baku, reaksi, dan pemurnian hasil.

1. Tahap Penyiapan Bahan Baku


Bahan baku Phthalic Anhydride padat dengan kemurnian 99,5 %
diperoleh dari PT. Petrowidada Gresik disimpan pada suhu 30℃ dan tekanan
1 atm, lalu dialirkan menuju Mixer (M-01). Bahan baku Ethanol dengan
kemurnian 95 % diperoleh dari PT. Molindo Raya Industrial Malang
disimpan pada suhu 30℃ dialirkan menuju Mixer (M-01) dengan tujuan
untuk mencampur Phthalic Anhydride dan Ethanol. Hasil pencampuran
Mixer (M-01) dipanaskan dalam Heat Exchanger (HE-01) sampai suhu 100℃
untuk memenuhi kondisi operasi dalam reaktor.

2. Tahap Reaksi
Reaksi yang terjadi dalam reaktor (R-01) berada pada kondisi suhu
100℃ dan tekanan 2 atm, ditambah dengan katalis asam sulfat dan reaksi
berlangsung secara eksotermis. Untuk mempertahankan suhu operasi di
dalam reaktor digunakan media pendingin. Berikut reaksi pembentukan
Diethyl Phthalate yang terjadi dalam Reaktor :
Reaksi (1)
C6H4O(CO)2(l) + C2H5OH(l) C6H4C2H5(COO)2H(l)
Phthalic Anhydride + Ethanol Monoethyl Phthalate
Reaksi (2) :
H2SO4
C6H4C2H5(COO)2H(l) + C2H5OH(l) C6H4(COOC2H5)2(l) + H2O(l)
Monoethyl Phthalate + Ethanol Diethyl Phthalate + Air

3. Tahap Pemurnian Hasil


Produk Diethyl Phthalate masih mengandung Monoethyl Phthalate,
Maleic Anhydride, Ethanol, air, dan asam sulfat. Produk keluar reaktor
diumpankan ke dalam Netralizer (M-02) untuk menetralkan asam sulfat
dengan bahan penetral NaOH. Berikut reaksi yang terjadi di dalam Netralizer:
2NaOH(l) + H2SO4(l) Na2SO4(s) + 2H2O(l)
Sodium Hidroksida + Asam Sulfat Sodium Sulfat + Air
Setelah dinetralkan produk keluaran Netralizer dialirkan menuju ke
Decanter (DE-01) untuk dipisahkan antara filtrat dan padatan. Pada Decanter
dipisahkan antara larutan organik yang terdiri atas Ethanol dan Diethyl
Phthalate dengan sedikit air sebagai hasil atas (fase ringan), dan senyawa
garam sodium sulfat dan Monoethyl Phthalate sebagai hasil bawah (fase
berat). Kemudian hasil atas dialirkan menuju Heat Exchanger (HE-02) untuk
dipanaskan sampai suhu operasi Menara Distilasi, sedangkan hasil bawah
masuk ke UPL (Unit Pengolahan Lanjut). Keluaran dari Decanter yang sudah
dipanaskan masuk ke dalam Menara Distilasi I (MD-01), hasil atas berupa
Ethanol dan air direcycle masuk ke Mixer (M-01). Hasil bawah dari Menara
Distilasi diumpankan ke Heat Exchanger (HE-03) untuk dipisahkan dan
dimurnikan kembali di dalam Menara Distilasi II (MD-02), karena produk
keluaran Menara Distilasi (MD-01) masih mengandung Ethanol, Maleic
Anhydride, dan sedikit air. Hasil atas Menara Distilasi II dialirkan menuju
UPL, sedangkan hasil bawah dialirkan ke Heat Exchanger (HE-04) untuk
didinginkan sampai suhunya 35℃ kemudian ditampung sebagai produk
Diethyl Phthalate.

C. Rencana Lokasi
Pabrik Diethyl Phthalate direncanakan akan didirikan di daerah Gresik,
Jawa Timur. Pemilihan lokasi ini dipilih karena faktor-faktor sebagai berikut:
1. Sumber Bahan Baku
Bahan baku yaitu Phthalic Anhydride diperoleh dari PT. Petrowidada
Gresik dan Ethanol diperoleh PT. Molindo Raya Industrial Malang. Persediaan
katalis asam sulfat diperoleh dari PT. Petrokimia Gresik, dan bahan penetral
diperoleh dari PT. Indo Bumi Agung Gresik.
2. Letak Pasar
Produksi Diethyl Phthalate diutamakan untuk memenuhi kebutuhan
dalam negeri, terutama untuk industri polimer. Pemilihan lokasi di kawasan
Gresik sangat mendukung pemasaran produk Diethyl Phthalate mengingat
pabrik yang akan didirikan dekat dengan konsumen di Jawa Timur.
3. Sarana Transportasi
Sarana transportasi di Gresik cukup memadai, seperti jalan raya yang
berhubungan dengan pantura, Bandar Udara Djuanda, dan Pelabuhan
Tanjung Perak.
4. Sarana Utilitas
Dekat dengan penyedia air untuk industri yaitu PT. Petrokimia Gresik,
sehingga utilitas mudah diperoleh.
5. Tersedianya Tenaga Kerja
Kebutuhan tenaga kerja dapat dipenuhi dengan mudah, mengingat Jawa
Timur termasuk provinsi yang memiliki jumlah penduduk cukup besar.
DAFTAR PUSTAKA

Alibaba. 2018. Product Price. Diakses dari www.alibaba.com pada tanggal 30


April 2018.
Badan Pusat Statistik. 2018. Data Perdagangan Luar Negeri. Diakses dari
www.bps.go.id pada tanggal 30 April 2018.
Perry, Robert H., and Don W. Green. 2008. Perry’s Chemical Engineers’
Handbook 8th edition. McGraw Hill : New York.
Smith, J.H., H.C. Van Ness, and M.M Abbott. 2001. Introduction to Chemical
Engineering Thermodynamics. McGraw Hill : New York.
Ullmann. 2003. Ullman’s Encyclopedia of Industrial Chemistry 7th ed. VCH
Verlagsgesell Scahft. Wanheim : Germany.
Yaws. 1999. Chemical Properties Handbook. McGraw-Hill : New York.