You are on page 1of 2

1.

Jelaskan morfologi Enterobius vermicularis betina dan jantan serta morfologi telur yang
dihasilkan oleh cacing betina!
Morfologi Enterobius vermicularis betina
Cacing betina berukuran 8-13 mm x 0,3-0,5 mm, dengan pelebaran kutikulum seperti
sayap pada ujung anterior yang disebut alae. Bulbus oesofagus jelas sekali, dan ekor
runcing. Pada cacing betina gravid, uterus melebar dan penuh telur. Ujung posterior
cacing betina lurus

Morfologi Enterobius vermicularis jantan


Cacing jantan lebih kecil sekitar 2-5 mm dan juga bersayap, tapi ekornya berbentuk
seperti tanda tanya, spikulum jarang di temukan. Ujung posterior cacing jantan
melengkung dengan sebuah spicula

Morfologi telur yang dihasilkan oleh cacing betina


 berbentuk oval asimetris, dengan salah satu sisinya datar
 ukuran : panjang 50 – 60 μm dan lebar 20 – 32 μm
 dinding 2 lapis tipis dan transparan : dinding luar merupakan lapisan albumin yang
bersifat mechanical protection, sedangkan dinding dalam merupakan lapisan lemak yang
bersifat chemical protection
 telur selalu berisi larva

2. Mekanisme diagnose paling tepat untuk Enterobius vermicularis adalah dengan


menggunakan metode anal swab, jelaskan bagaimana mekanisme ini dilakukan
Makanisme anal swab dilakukan dengan menemukan telur yang di letakkan di daerah
periana. Anal swab / Swab Perianal adalah pengambilan sampel untuk membantu
menegakkan diagnosa dari infeksi cacing kremi dengan bantuan alat berupa batang gelas
atau spatel lidah yang pada ujungnya dilekatkan scotch adhesive tape. Penggunaan swab
perianal dilakukan pada waktu pagi hari sebelum penderita buang air besar dan mencuci
pantat (cebok ). Bila adhesive tape ditempelkan di daerah sekitar anus, telur cacing akan
menempel pada perekatnya. Kemudian adhesive tape diratakan pada kaca benda dan
dibubuhi sedikit toluol untuk pemeriksaan mikroskopik. Sebaiknya pemeriksaan
dilakukan empat hari berturut-turut

3. Uraikan siklus hidup Enterobius vermicularis!

Cacing dewasa hidup di dalam rongga cecum, colon ascenden, dan appendix. Pada malam
hari cacing betina mengembara ke daerah anus (perianal) untuk meletakkan telur-telurnya,
setelah 4 – 6 jam telur menjadi infektif. Telur yang terdapat di perianal dengan perantaraan
tangan / debu tertelan dan menetas menjadi larva di usus halus, larva masuk ke cecum dan ileum
bagian bawah dan menjadi dewasa (auto infection). Selain secara peroral, Oxyuris vermicularis
juga bisa masuk kembali ke tubuh manusia melalui anus, dimana telur yang terdapat di perianal
menetas dan larvanya masuk kembali ke usus melalui anus (retro infection).