You are on page 1of 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PIJAT OKSITOSIN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan Keluarga


Dosen Pembimbing :

Disusun Oleh :

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pasca melahirkan (masa nifas) merupakan masa atau keadaan
selama enam minggu atau 40 hari. Pada masa ini, ibu mengalami
perubahan fisik dan alat-alat reproduksi yang kembali ke keadaan
sebelum hamil, masa laktasi (menyusui), maupun perubahan psikologis
menghadapi keluarga baru.
Pada masa nifas perawatan payudara merupakan suatu tindakan
yang sangat penting untuk merawat payudara terutama untuk
memperlancarkan pengeluaran ASI. Perawatan payudara sangat penting
dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara
merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok
bayi yang baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Dimana
tujuan perawatan payudara setelah melahirkan, salah satunya untuk
meningkatkan produksi ASI dengan merangsang kelenjar-kelenjar air
susu melalui pemijatan. (Saryono dan Pramitasari, 2008).
Pemberian ASI ekslusif serta proses menyusui yang benar
merupakan sarana yang diandalkan untuk membangun SDM yang
berkualitas. Selain itu dalam proses menyusui yang benar, bayi akan
mendapatkan perkembangan jasmani, emosi dan spiritual yang baik
dalam kehidupannya (Saleha, 2009).
Air susu yang pertama kali dikeluarkan adalah kolostrum
mengandung bahan-bahan yang berguna bagi bayi dan bisa menjaga
kekebalan bayi. (Saleha, 2009).
Agar produksi ASI pada ibu nifas lancar maka diperlukan berbagai
perawatan diantaranya perawatan payudara. Perawatan payudara adalah
suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa
menyusui) untuk memperlancarkan pengeluaran asi (Indah Fedri, 2013).
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Pijat Oksitosin?

C. Tujuan
1. Untuk memberikan pengetahuan kepada keluarga tentang Pijat
Oksitosin.
BAB II
TINJAUAN KASUS

A. Faktor Predisposisi
1. Riwayat kesehatan
Keluarga Tn. A merupakan keluarga dengan ibu hamil usia kehamilan
menginjak 29 minggu. Ini merupakan anak ketiga jarak antara anak
kedua dengan kehamilannya sekitar 10 tahun. Dahulu kedua anaknya
mendapatkan ASI Eksklusif seama 2 tahun. Untuk meningkatkan
produksi ASI untuk anaknya besok Ny. R mulai membiasakan diri
mengkonsumsi asupan nutrisi yang cukup untuk upaya lain seperti
pijat oksitosin Ny. R mengatakan bahwa belum pernah diberi
penyuluhan dan mengetahui manfaat dari pijat oksitosin.
2. Pengkajian Fisik
Faktor lingkungan fisik di rumah Tn. A bersih dan rapi.
3. Pengkajian Kesiapan Untuk Belajar
Tingkat pendidikan Tn. A dan Ny. R yaitu lulusan SMP. Keluarga Tn.
A bersedia berkumpul untuk keperluan seperti menerima penyuluhan
mengenai perawatan payudara dan pijat oksitosin.
4. Pengkajian Motivasi
Keluarga Tn. A mengatakan bersedia untuk mengikuti penyuluhan
tentang pijat oksitosin dan menyatakan membutuhkan informasi
tersebut.
5. Pengkajian Kemampuan Membaca
Keluarga Tn. A dapat membaca dan menulis.
B. Faktor Enabling
Untuk meningkatkan upaya dalam peningkatan ASI Eksklusif dapat
menggunakan beberapa teknik misanya perawatan payudara dan pijat
oksitosin.
C. Pengkajian Faktor Reinforcing
Kesadaran keluarga Tn. A dalam bermanfaatnya melakukan perawatan
payudara serta pijat oksitosin utuk Ny. R

D. Analisa Data

No Data Masalah Penyebab


1 DO : Ketidakefektifan Pengetahuan
DS :
manajemen tidak cukup
Keluarga Tn. A mengatakan:
kesehatan keluarga
- Ny. R sudah pernah mendapatkan
penyuluhan mengenai pijat pada anggota
oksitosin akan tetapi belum pernah keluarga dengan Ibu
di demontrasikan. Hamil di keluarga
- Selalu mengingatkan Ny. R untuk
minum vitamin yang teratur, Tn. A
mengkonsumsi makanan bergizi
serta minum air putih yang banyak
- Selalu mengingatkan Ny. R untuk
minum susu hamil setiap hari.
Ny. R mengatakan :
- Belum pernah mendapatkan
penyuluhan mengenai pijat
oksitosin untuk meningkatkan
produksi ASI.
- Masih ingat mengenai perawatan
Perineum setelah persalinan.
- Sudah diberi penyuluhan
mengenai senam nifas pada saat
hamil yang pertama kali dan untuk
saat ini dirinya masih ingat..

E. Diagnosa Keperawatan
Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga pada anggota keluarga
dengan Ibu Hamil di keluarga Tn. A berhubungan dengan pengetahuan
tidak cukup ditandai dengan Keluarga Tn. A mengatakan, Ny. R sudah
pernah mendapatkan penyuluhan mengenai pijat oksitosin akan tetapi
belum pernah di demontrasikan, Selalu mengingatkan Ny. R untuk minum
vitamin yang teratur, mengkonsumsi makanan bergizi serta minum air
putih yang banyak, Selalu mengingatkan Ny. R untuk minum susu hamil
setiap hari. Ny. R mengatakan Belum pernah mendapatkan penyuluhan
mengenai pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI, Masih ingat
mengenai perawatan Perineum setelah persalinan, Sudah diberi
penyuluhan mengenai senam nifas pada saat hamil yang pertama kali dan
untuk saat ini dirinya masih ingat.
F.
G.

BAB III
SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Topik : Perawatan Payudara Dan Pijat Oksitosin


B. Diagnosa
Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan di keluarga Tn A berhubungan
dengan Pengetahuan tidak cukup
C. Sasaran
1. Program : Tn. A
2. Penyuluhan : Keluarga Tn. A
D. Waktu Pelaksanaan
Hari/Tanggal :
Tempat : Rumah keluarga Tn. A
Waktu : WIB
E. Tujuan
1. Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan keluarga Tn. A dapat
mempraktikkan pijat oksitosin.
2. Khusus
a. Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan keluarga Tn. A mampu
menjelaskan :
1) Definisi Pijat Oksitosin
2) Tujuan Pijat Oksitosin
3) Manfaat Pijat Oksitosin
4) Teknik Pijat Oksitosin
b. Setelah dilakukan penyuluhan, diharapkan keluarga Tn. A mampu
mempraktikan mempraktikkan pijat oksitosin.
F. Materi (Terlampir)
1. Definisi Pijat Oksitosin
2. Tujuan Pijat Oksitosin
3. Manfaat Pijat Oksitosin
4. Teknik Pijat Oksitosin
G. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini, antara lain :
1. Ceramah
2. Demonstrasi
3. Tanya jawab
H. Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan ini, antara lain :
1. Leaflet
2. Lembar Balik
3. Alat Peraga
4. Daftar Pertanyaan

I. Alat penunjang
1. Meja
2. Kursi
J. Rencana Jadwal

No Materi dan waktu Kegiatan


1 Pembukaan 1. Membuka pertemuan dengan
( 2 menit)
mengucapkan salam
2. Mengucapkan terimakasih atas kedatangan
peserta
3. Menjelaskan tentang tujuan umum dan
tujuan khusus
4. Menyampaikan waktu dan kontrak waktu
yang akan digunakan dan mendiskusikan
dengan peserta pada pertemuan kali ini
5. Memberikan sedikit gambaran mengenai
informasi yang akan di sampaikan pada hari
ini
2 Proses Isi materi penyuluhan :
1. Menjelaskan Definisi Pijat Oksitosin
penyuluhan
2. Menjelaskan Tujuan Pijat Oksitosin
(20 menit)
3. Menjelaskan Manfaat Pijat Oksitosin
4. Menjelaskan Teknik Pijat Oksitosin
3 Proses tanya memberikan kesempatan bagi keluarga untuk
jawab mengajukan pertanyaan
( 3 menit)
4 Menyampaikan Menyampaikan kesimpulan dari materi
kesimpulan penyuluhan yang telah diberikan
( 1 menit)
4 Evaluasi Mengajukan pertanyaan kepada audience secara
( 2 menit)
acak

5 Penutup 1. Penyuluh mengucapkan terimakasih atas


( 2 menit)
segala partisipasi audiens
2. Mengucapkan salam penutup.
K. Tempat
a. Tempat : Rumah Tn. A
b. Setting Tempat :
Di dalam ruang tamu Tn. A terdapat 1 meja dan 4 kursi dengan
posisi pembicara berhadapan dengan peserta penyuluhan. Peserta
penyuluhan duduk di kursi tersebut, sementara pembicara menguraikan
materi di depan menggunakan lembar balik, diikuti dengan pembagian
leaflet.

Keterangan :

: Meja dan kursi penyaji

: Penyuluh

: Perserta penyuluhan

L. Rencana Evaluasi
Aspek yang Waktu Metode Instrument Evaluator
dievaluasi evaluasi evaluasi
Kognitif Segera setelah Tanya Daftar pertanyaan Pemberi materi
penyuluhan jawab
Psikomotor Segera setelah Praktik - Pemberi materi
penyuluhan

M. Pertanyaan Evaluasi
Sasaran : Keluarga Tn. A
Tempat :
Waktu : Segera setelah materi selesai
1. Definisi Pijat Oksitosin
2. Tujuan Pijat Oksitosin
3. Manfaat Pijat Oksitosin
4. Teknik Pijat Oksitosin
BAB III
LAMPIRAN MATERI

A. Definisi Pijat Oksitosin


Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi
ketidaklancaran produksi ASI. Pijat Oksitosin adalah pemijatan pada
sepanjang tulang belakang (Vertebrae) sampai tulang costae kelima keenam
dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin
setelah melahirkan (Biancuzzo, 2003; Indiyani, 2006; Yohmi & Roesli, 2009).
B. Tujuan Pijat Oksitosin
Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau
refleks let down. Atau yang biasa disebut sebagai reaksi pengeluaran ASI.

C. Manfaat Pijat Oksitosin


Selain untuk meragsang refleks let down manfaat pijat oksitosin adalah
memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak (engorgement),
mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin
mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Depkes RI, 2007).

D. Teknik Pijat Oksitosin


Langkah-langkah melakukakn pijat oksitosin sebagai berikut (Depkes
RI, 2007):
1. Melepaskan baju ibu sebagaian atas
2. Ibu miring ke kanan maupun kiri, lalu memeluk bantal
3. Memasang handuk
4. Melumuri kedua telapak tangan dengan minyak telon atau baby oil/
air hangat
5. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan
menggunakan dua kepalan tangan, dengan ibu jari menunjuk ke
depan.
6. Menekan kuat-kuat kedua sisi tulang belakang membentuk
gerakan-gerakan melingar kecil-kecil dengan kedua ibu jarinya.
7. Pada saat bersamaan, memijat kedua sisi tulang belakang kearah
bawah, dari leher kearah tulang belikat, selama 2-3 menit.
8. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali.
9. Membersihkan punggung ibu dengan waslap air hangat dan dingin
secara bergantian.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2013. Pijat Oksitosin. Diambil dari


http://theurbanmama.com/articlel/pijat-oksitosin.html
Bobak, dkk. 2008. Keperawatan Maternitas. Hal 460. Jakarta : EGC diakses pada
tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Lowdermilk DL, Jensen MD. 1995. Buku Ajar Keperawatan Maternitas (Maternity
Nursing) Edisi 4, Maria A Wijayarti dan Peter Anugerah (Penerjemah). 2005.
Jakarta: EGC.
Mellyna, H. 2009. Perawatan Ibu Pasca Melahirkan. Hal 29. Jakarta : Puspa Swara.
diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 17.36 WIB
Saleha, sitti. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika.
diakses pada tanggal 27 Maret 2016 pukul 19.44 WIB
Suririnah, 2007. ASI menyelamatkan Jiwa Bayi. Online