You are on page 1of 6

Pengaruh Terapi Akupuntur Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Lansia

Dengan Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember


Khoirul Arifin, Sri Utami, SKM., MM, Ns. Sofia Rhosma Dewi, M.Kep.
Universitas Muhammadiyah Jember
Email: irulscream04@gmail.com

Abstract
Acupuncture is a kind of medical treatments applied a puncture technique on the
particular spots to treat the disease. The treatment influences the reflex system,
autonomic nerve, neuroendocrine, neurohumoral, and central nerve system which will
stimulate the balance of yin and yang. The purpose of this study is to determine the
effect of acupuncture therapy toward changes in blood pressure in the elderly with
hypertension. It’s a pre experimental research using 73 the population are. There were
40 respondents obtained with quota sampling technicque. The data collected through
three times of treatment. Wilcoxon Range test show α =0,05 p value 0.00 for systolic is
and 0.003 diastolic is. thus, it could be concluded that there was a significant effect of
acupuncture treatment with changes in blood pressure in the elderly with hypertension.
Based on the study result, acupuncture can be used as one of complementary treatment
for hypertension.

Keywords: Acupuncture, hypertension, elder.

PENDAHULUAN hipertensi di kabupaten Jember


Lanjut usia adalah sesuatu yang harus mencapai 31,7% dari total penduduk
diterima sebagai suatu kenyataan dan lansia. Di Kecamatan Ambulu kejadian
fenomena biologis. Kehidupan itu akan hipertensi menempati Urutan 6 besar di
diakhiri dengan proses penuaan yang seluruh Kabupaten Jember yaitu
berakhir dengan kematian (Wibawanto, mencapai 40% dari total jumlah lansia.
2014). Menurut WHO dikatakan Lanjut Pengobatan hipertensi secara
usia apabila seseorang berusia antara farmakologis dengan pendekatan
60-74 tahun. Pada lanjut usia mudah medikamentosa tidak menunjukkan
menderita penyakit salah satunya yaitu hasil yang memuaskan dan masih belum
penyakit hipertensi. Hipertensi efektif. Oleh karena itu pengobatan
didefinisikan apabila tekanan sistol ≥ penyakit, salah satunya penelitian yang
140 mmHg atau tekanan diastol ≥ 90 dilakukan oleh Tony (2015) dengan
mmHg. Hipertensi pada lansia sebagian judul “Efektifitas Terapi Akupuntur
besar merupakan hipertensi sistolik Terhadap Keberhasilan Rehabilitasi
terisolasi (HST). Pasca Stroke Di Klinik Bina Sejahterah
Menurut Kementerian Kesehatan (2013) Jember” menyebutkan terapi akupuntur
kejadian hipertensi mencapai 25,8% dapat memberikan efek yang siqnifikan
dari total penyakit tidak menular. Di akan tingkat kesembuhan rehabilitasi
Jawa Timur jumlah penderita hipertensi pasca stroke. Akupuntur merupakan
sekitar 26,2% dari jumlah total pengobatan yang dilakukan dengan cara
penderita hipertensi di Indonesia. menusukkan jarum di titik-titik tertentu
Berdasarkan Data Dinas Kesehatan pada tubuh klien. Maksudnya adalah
Kabupaten Jember (2014), Prevalensi untuk mengembalikan sistem
keseimbangan tubuh sehingga klien jantung, pembuluh darah dan hormon.
dapat sehat kembali (Widyasari, 2007). Pada lanjut usia, hipertensi terutama
Penelitian ini bertujuan untuk ditemukan hanya berupa kenaikan
mengetahui pengaruh terapi akupuntur tekanan darah sistolik. Tekanan sistolik
terhadap perubahan tekanan darah pada terus meningkat sampai usia 80 tahun.
lansia dengan hipertensi di wilayah Tekanan diastolik terus meningkat
kerja Puskesmas Ambulu Kabupaten sampai usia 55-60 tahun (Lilyana,
Jember. 2008). Mereka yang berusia di atas 60
tahun yang mengalami hipertensi, risiko
METODE PENELITIAN stroke dan penyakit kardiovaskular yang
Desain penelitian yang digunakan lain akan meningkat bila tidak ditangani
adalah pre eksperimen dengan secara benar (Sagala, 2010).
pendekatan one grup pretest postest Berdasarkan hasil penelitian lansia
design. Jumlah populasi sebanyak 73 penderita hipertensi di wilayah kerja
responden dan sampel yang diambil Puskesmas Ambulu kebanyakan
sejumlah 40 responden dengan berjenis kelamin perempuan. Hal ini
menggunakan teknik quota sampling. sejalan dengan pendapat Julius (2008),
Namun untuk menghindari sampel Pada perempuan risiko hipertensi akan
berkonsentrasi pada satu tempat maka meningkat setelah masa menopause
dilakukan alokasi sampel dengan yang menunjukkan adanya pengaruh
metode alokasi proporsional sehingga hormon (Hanifa, 2010). Jenis kelamin
didapatkan setiap posyandu di ambil 8 mempunyai pengaruh penting dalam
responden. Penelitian ini dilakukan regulasi tekanan darah. Sejumlah fakta
pada bulan maret sampai mei di wilayah menyatakan hormon sex mempengaruhi
kerja Puskesmas Ambulu Kabupaten sistem renin angiotensin.
Jember. Uji statistik yang digunakan Ada beberapa faktor juga yang dapat
adalah uji wilcoxon range test dengan mempengaruhi terjadinya hipertensi
nilai α < 0,05. selain umur dan jenis kelamin antara
lain suku, obesitas, pengunaan garam,
HASIL DAN PEMBAHASAN aktivitas fisik ataupun stress.
Hipertensi pada lansia belum Penggunaan garam yang berlebih dapat
sepenuhnya jelas mekanismenya. Efek meningkatkan tekanan darah.
utamanya terhadap sistem Mengkonsumsi garam menyebabkan
kardiovaskuler meliputi perubahan haus dan mendorong kita minum. Hal
aorta, pembuluh darah sistemik dan ini meningkatkan volume darah didalam
hiperaktivitas saraf simpatis. Penebalan tubuh, yang berarti jantung harus
dinding aorta dan pembuluh darah besar memompa lebih giat sehingga tekanan
meningkat serta elastisitas pembuluh darah naik. Kenaikan ini berakibat bagi
darah menurun sesuai umur. ginjal yang harus menyaring lebih
Menurut Juliati (2007), Faktor usia banyak garam dapur dan air. Karena
sangat berpengaruh terhadap hipertensi masukan (input) harus sama dengan
karena dengan bertambahnya umur pengeluaran (output) dalam sistem
maka semakin tinggi mendapat resiko pembuluh darah, jantung harus
hipertensi. Insiden hipertensi makin memompa lebih kuat dengan tekanan
meningkat dengan meningkatnya usia. darah tinggi. Menurut Andrea (2013)
Peningkatan tekanan darah sering Pada orang yang tidak aktif melakukan
disebabkan oleh perubahan alamiah di kegiatan fisik cenderung mempunyai
dalam tubuh yang mempengaruhi frekuensi denyut jantung yang lebih
tinggi. Hal tersebut mengakibatkan otot untuk TDS nilai tertinggi adalah 182
jantung bekerja lebih keras pada setiap mmHg dan terendah 105 mmHg.
kontraksi. Makin keras usaha otot Sedangkan TDD nilai tertinggi 120
jantung dalam memompa darah, makin mmHg dan terendah 80 mmHg.
besar pula tekanan yang dibebankan
pada dinding arteri sehingga Tabel 2. Hasil pengukuran tekanan
meningkatkan tahanan perifer yang darah pada responden sesudah
menyebabkan kenaikkan tekanan darah. dilakukan terapi akupuntur diwilayah
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh kerja Puskesmas Ambulu Jember 2016
nilai tertinggi TDS di wilayah kerja
Puskesmas Ambulu Kabupaten Jember Descriptive Statistics
adalah 200 mmHg dan terendah 110 Std.
N min max Mean
dev.
mmHg. Sedangkan TDD nilai 140
TDS 40 120 182 149.40 14.719
mmHg dan terendah 90 mmHg. TDD 40 80 105 93.42 5.286
Valid 40
Tabel 1. Hasil pengukuran tekanan
darah pada responden sebelum Akupuntur bagi masyarakat di daerah
dilakukan terapi akupuntur diwilayah Ambulu sudah tidak asing lagi sehingga
kerja Puskesmas Ambulu Jember 2016 mereka sangat terbuka dengan metode
pengobatan komplemeter yaitu dengan
Descriptive Statistics terapi akupuntur. Banyak dari mereka
Std.
N min Max mean sangat senang dengan adanya
dev.
TDS 40 140 200 158.00 15.588 pengobatan komplementer seperti terapi
TDD 40 90 110 96.00 5.905 akupuntur ini. Terapi akupuntur bisa
Valid 40 menjadi salah satu pengobatan untuk
hipertensi khususnya pada lansia
Menurut Tse Ching San, akupuntur dikarenakan tidak merasa sakit yang
adalah jenis pengobatan yang berkepanjangan dan efek yang
menggunakan teknik tusukan pada titik- ditimbulkan sangat baik untuk
titik tertentu di tubuh yang kesehatan mereka.
meyembuhkan penyakit (Yulianto,
2009). Akupuntur mengakibatkan Tabel 3. Pengaruh terapi akupuntur
stimulasi akan terjadinya mikro trauma terhadap perubahan tekanan darah pada
dan meyebabkan mediator inflamasi lansia penderita hipertensi.
seperti bradikinin, leukotrin, proton dan
Test Statistics
radikal bebas, prostaglandin, dan
TDS TDD
platelet activating faktor. Mekanisme Z -4.543 -2.950
terapi akupuntur mempengaruhi Asymp. Siq. (2-tailed) 0.00 0.003
beberapa sistem yakni refleks, saraf
otonom, neuroendokrin, neurohumoral Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat
dan sistem saraf pusat yang akan hasil pengukuran tekanan darah
merangsang keseimbangan yin dan sebelum dan sesudah dilakukan terapi
yang. akupuntur menunjukkan bahwa hasil uji
Berdasarkan hasil penelitian yang telah statistik didapatkan pada TDS p value
dilakukan di wilayah kerja Puskesma 0,000 < 0,05 (α), artinya rata-rata
Ambulu Kabupaten Jember didapatkan tekanan sistolik sebelum terapi
data setelah dilakukan terapi akupuntur akupuntur berbeda dengan tekanan
sistolik setelah dilakukan terapi baik menurut pengobatan Cina dan teori
akupuntur. Sedangkan uji statistik pada kedokteran Barat.
TDD p value 0,003 < 0,05 (α), artinya
artinya rata-rata tekanan diastolik KESIMPULAN DAN SARAN
sebelum terapi akupuntur berbeda Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dengan tekanan diastolik setelah dilakukan, dapat diperoleh bebrapa
dilakukan terapi akupuntur. Karena p kesimpulan sebagai berikut:
value < 0,05 berarti dapat disimpulkan 1. Tekanan darah sebelum dilakukan
bahwa ada pengaruh terapi akupuntur terapi akupuntur didapatkan nilai
terhadap perubahan tekanan darah pada minimal tekanan sistolik yaitu 140
lansia dengan penderita hipertensi mmHg dan diastolik 90 mmHg. Nilai
diwilayah kerja Puskesmas Ambulu maksimal tekanan sistolik sebesar
Jember. 200 mmHg dan tekanan diastolik 110
Menurut Ze li et all (2014), Mekanisme mmHg.
terapi akupuntur mempengaruhi 2. Tekanan darah sesudah dilakukan
beberapa sistem yakni refleks, saraf terapi akupuntur didapatkan nilai
otonom, neuroendokrin, neurohumoral minimal tekanan sistolik 120 mmHg
dan sistem saraf pusat. Akupuntur dapat dan tekanan diastolik 80 mmHg.
mempengaruhi saraf simpatik dan Nilai maksimal didapatkan nilai
sistem endokrin dan dapat tekanan sistolik 182 mmHg dan
menyebabkan penurunan plasma renin, tekanan diastolik 105 mmHg.
aldosteron, angiotensin II, norepinefrin, 3. Ada pengaruh terapi akupuntur
dan serotonin. terhadap perubahan tekanan darah
Akupuntur menyebabkan vasodilatasi pada lansia dengan penderita
pembuluh darah melalui mediator hipertensi diwilayah kerja Puskesmas
inflamasi yang mengakibatkan aliran Ambulu Jember.
darah ke ginjal menjadi stabil karena Disarankan Menerapkan terapi
kortek adrenal tidak memperkuat akupuntur pada pasien hipertensi
vasokontriksi pembuluh darah. Akibat khususnya lansia sebagai metode
renin tidak diproduksi, renin tidak pengobatan komplementer baik di
merubah angiostensinogen menjadi instansi kesehatan maupun di
angiostensin I menjadi angiostensi II masyarakat untuk menjaga kondisi
sehingga kortek adrenal tidak tekanan darah tetap normal pada lansia
mensekresi aldosteron dn tubulus ginjal dengan hipertensi.
tidak meretensi natrium dan air
sehingga volume intravaskuler stabil
pada pasien hipertensi.
Menurut Corwin (2009), Selain itu DAFTAR PUSTAKA
akupuntur juga memberikan efek Alifi, A. (2015). Pengaruh Terapi
relaksasi pada pembuluh darah. Efek Akupuntur Terhadap Kadar
relaksasi ini akan mempengaruhi cara Kolesterol Dalam Darah Pada
kerja sistem saraf simpatis dan Pasien Hiperkolesterolemia.
parasimpatis. Dalam mekanisme Jember: tidak dipublikasikan.
autoregulasi dapat menurunkan tekanan Andrea, G. Y. (2013). korelasi derajat
darah melalui penurunan denyut jantung hipertensi dengan stadium
(Cahyani, 2014). Akupunktur akan penyakit kronikdi DRUP Kariadi
mewakili terapi tambahan yang aman Semarang. Fakultas Kediokteran
dan efektif untuk hipertensi berdasarkan Universitas Diponegoro.
Antou, E. K., Setiawati, L., & Tendean, Muniroh, Wirjatmadi, & Kuntoro.
L. (2014). Pengaruh Hipertensi (2007). Pengaruh Pemberian Jus
Terhadap Disfungsi Ereksi. e- Buah Belimbing dan Mentimun
biomedik , 2. terhadap penurunan tekanan
Badan Penelitian Dan Pengembangan sistolik dan diastolik penderita
Kementerian Kesehatan RI. hipertensi. Surabaya:
(2013). Riset Kesehatan Dasar. portalgaruda.org.pdf.
Cahyani, h. F. (2014). Hubungan sholat Notoadmojdo, S. (2007). Promosi
dengan terhadap tekanan darah Kesehatan dan ilmu Perilaku.
pada pasien Hipertensi di jakarta: Rhineka Cipta.
posbindu Anggrek kelurahan Notoatmodjo, S. (2010). Metode
cempaka putih ciputat timur. Penelitian Kesehatan. Jakarta:
jakarta: repository.uinjkt.ac.id. Rineka Cipta.
Dewi, Sofia Rhosma;. (2014). Buku Nursalam. (2009). Konsep Dan
Ajar Keperawatan Gerontik (1 Penerapan Metodologi Penelitian
ed.). Yogyakarta: Deepublish. Ilmu Keperawatan. Jakarta:
Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. Salemba Medika.
(2015). Prantika, Lies. (2015). Hubungan Peran
Gambar Keseimbangan 5 Elemen. Keluarga Dengan Kadar Glukosa
(2015). Dipetik 7 November Pada Lansia Penderita Diabetes
Sabtu, 2015, dari Mellitus Di Posyandu Lansia
http://www.google.co.id Desa Rowotengah Sumber baru.
Hanifa, A. (2010). Prevalensi Jember: tidak dipublikasikan.
Hipertensi Sebagai Penyebab Profil Puskesmas Ambulu. (2015).
Penyakit Ginjal Kronik di Unit Jember.
Hemodialisa RSUP Adam Malik Pusat Data dan Informasi Kementerian
Medan. Universitas Sumatera Kesehatan RI. (2014). Situasi dan
Utara: Repositary.usu.ac.id. Analisis Lanjut Usia.
Hermawati, I. (2006). Konsep Lanjut http//:www.depkes.go.id.
Usia. Http//:id.scribd.com. Sagala, L. m. (2010). Perawatan Pasien
Hidayat, Alimul Aziz;. (2008). Metode Hipertensi di Rumah Oleh
Penelitian Keperawatan dan Keluarga Suku Batak dan Suku
Teknik Analisis Data. Jakarta: Jawa di Kelurahan Lau Cimba
Salemba Medika. Kabanjahe. Universitas Sumatera
Kuswardhani, RA tuty;. (2012). Utara: Repositary.usu.ac.id.
Penatalaksanaan Hipertensi Pada Siringoringo, Martati; Hiswani;
Lanjut Usia. FK UnUd. Denpasar: Jemadi;. (2013). Faktor-Faktor
tidak dipublikasikan. Yang Berhubungan Dengan
Li, e. a. (2013). Akupuncture For Hipertensi Pada Lansia Di
Patient With Mild Hipertension: DesaSigaol Simbolon Kabupaten
Study Protocol of an Open-Label Samosir. Sumatera Utara: tidak
Multicenter Randomized dipublikasikan.
Controller Trial. Syaekuroji, Ahmad;. (2012). Pengaruh
http://www.trialsjournal.com. Terapi Akupuntur Terhadap
Lilyana. (2008). Faktor-Faktor Resiko Penurunan Tekanan Darah Di
Hipertensi Pada Jamaah Majelis Klinik Bina Sejahterah Jember.
Dzikir Surabaya Nurulsalam. Jember: tidak dipublikasikan.
Surabaya: tidak dipublikasikan.
Tedjasukmana, P. (2012). Tata Laksana
Hipertensi.
http/:scholar.google.co.id .
Tonny, H. I. (2015). Pengaruh Terapi
Akupuntur Terhadap
Keberhasilan Rehabilitasi Pasca
Stroke di Klinik Bina Sejahterh.
Jember: tidak dipublikasikan.
Wibawanto, R. (2014). Peran Keluarga
Dalam Pemenuhan Nutrisi Pada
Lansia Di RT 02 dan RW 03
Dusun Dasri desa Sriti
Kecamatan Sawoo Kabupaten
Ponorogo. ponorogo: tidak
dipublikasikan.
Widyasari. (2007). Akupuntur Untuk
Pengobatan. universitas
Indonesia. Jakarta: tidak
dipublikasikan.
Yani, A. L., & Zuliani. (2014).
Pengaruh Terapi Relaksasi
Spiritual Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Pada Lanjut Usia
Hipertensi. Jombang: tidak
dipublikasikan.
Yulianto, D. (2009). Efekktifitas Terapi
Akupuntur Dibandingkan NSAID
Terhadap Nyeri Lutut Pada
Wanita Penderita Osteoporosis
Ditinjau Dari Status Pekerjaan D
RSO Dr. Suharso. Surakarta: tidak
dipublikasikan.
Ze Li, et al;. (2014). Acupuncture for
Essensial Hypertension: A meta-
analisys Of Randomized Sham-
Controller Clinical Trial, Evidend
based-complementary and
Alternative.
http//:www.ncbi.nlm.nih.gov .