You are on page 1of 114

DAFTAR ISI

HALAMAN
Kata Pengantar i
BAB I Pendahaluan ii
A. Latar Belakang 1
B. Ruang Lingkup 47
C. Tujuan 57
D. Landasan Hukum dan Acuan 57
E. Istilah dan Definisi 58
BAB II Sistem Manajemen Mutu dan system 62
Penyelenggaraan Pelayanan
A. Persyaratan Umum 62
B. Pengendalian Dokumen 64
C. Pengesahan Dokumen 67
D. Pendistribusian Dokumen 67
E. Penyimpanan Dokumen 67
F. Pengendalian Rekam Implementasi 68
BAB III Tanggungjawab Manajemen 69
A. Komitmen Manajemen 69
B. Fokus pada Sasaran/Pasien 69
C. Kebijakan Mutu 70
D. Perencanaan SMM dan Pencapaian Sasaran 71
Kinerja
E. Tanggungjawab, wewenang dan komunikasi 79
F. Komunikasi Internal 97
BAB IV Tinjauan Manajemen 99
A. Umum 99
B. Masukan Dari Tinjauan Manajemen 99
C. Keluaran Dari Tinjauan Manajemen 99
BAB V Manajemen Sumber Daya 100
A. Penyediaan Sumber Daya 100
B. Manajemen SDM 101
C. Infrastruktur/Prasarana 101
D. Lingkungan Kerja 102
BAB VI Penyelengaraan Pelayanan 104
A. Upaya Kesehatan Masyarakat 104
B. Pelayanan Klinis/UKP 113
BAB VII Penutup 125

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Allah SWT, yang telah


melimpahkan Rahmad serta Hidayah-Nya, sehingga kami dapat
membuat Manual Mutu UPTD Puskesmas Boawae tahun 2016.
Adapun tujuan dibuatnya Manual Mutu UPTD Puskesmas
Boawae 2016 adalah sebagai pedoman pelaksanaan Sistem
Manajemen Mutu di UPTD Puskesmas Boawae. Dengan berpedoman
pada Manual Mutu tersebut, diharapkan dalam pelaksanaan Sistem
Manajemen Mutu UPTD Puskesmas Boawae sesuai dengan
persyaratan yang telah menjadi standar akreditasi dan memberikan
kepuasan kepada pelanggan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Dan apabila dalam proses dan pelaksanaannya nanti terdapat
kekurangan, kami sangat mengharapkan masukan dari semua
pihak untuk perbaikan lebih lanjut.

Boawae, September 2016


Kepala UPTD Puskesmas Boawae

Y.GUALBERTA WEA LOA, S.Kep,Ns


NIP. 19740715 2000112 2 004

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab terhadap pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya yang berfungsi sebagai pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga
dan masyarakat serta pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
UPTD Puskesmas Boawae merupakan salah satu Puskesmas dari 7
Puskesmas di kabupaten Nagekeo yang mempunyai tugas sebagai unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo untuk
melaksanakan ketiga fungsi pokok Puskesmas tersebut.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Dalam melaksanakan fungsinya, UPTD Puskesmas berwewenang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu, UPTD Puskesmas mengutamakan
upaya promotif dan prefentif, berorientasi pada kemanan dan
keselamatan baik untuk pasien, petugas dan pengunjung.
Menjalankan prinsip koordinasi dan kerjasama lintas program dan
lintas sector, melakukan pencatatan rekam medis dan kegiatan,
melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan
system rujukan dan senantiasa meningkatkan kompetesi petugas.
UPTD Puskesmas juga berfungsi sebagai wahana pendidikan tenaga
kesehatan dan tenaga lain baik administrasi maupun fungsional
terkait.
Sehingga penerapan Sistem Manajemen Manual Mutu
Puskesmas yang tertuang dalam Manual Mutu Puskesmas menjadi
rujukan untuk mewujudkan pelayanan UPTD Puskesmas yang
bermutu sesuai dengan harapan. Manual ini menjelaskan garis besar
sistem manajemen mutu di UPTD Puskesmas Boawae. Manual mutu
adalah suatu dokumen yang digunakan untuk :
a. Mengkomunikasikan kebijakan dan sasaran mutu kepada
seluruh personel puskesmas.
b. Menggambarkan keterkaitannya dengan prosedur sistem mutu
yang terdokumentasi.
c. Memberikan gambaran bahwa puskesmas memiliki kebijakan
dalam mengelola organisasi untuk mencapai target mutu yang
telah ditentukan.
Semua ketentuan/persyaratan serta kebijakan yang tertuang
dalam manual ini merupakan acuan untuk menjalankan kegiatan
operasional UPTD Puskesmas. Sistem manajemen mutu ini mulai
berlaku tanggal 13 September 2016 Penyusunan Manual Mutu ini
digunakan sebagai panduan dalam proses pelaksanaan Akreditasi di
UPTD Puskesmas Boawae. Manual ini juga sebagai basis mutu
semua kegiatan dan pelaksanaan program di UPTD Puskesmas.

1. PROFIL PUSKESMAS
a. GAMBARAN UMUM
Nama Puskesmas : UPTD PUSKESMAS BOAWAE
Alamat : Jln. Boawae – Soa No: - Hobo B –
Kelurahan Natanage – Kecamatan Boawae
– Kabupaten Nagekeo
Kode Pos : 86462
E-mail : puskboawae@gmail.com

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Pimpinan : Y.Gualberta Wea Loa, S. Kep,Ns
Tahun Berdiri : 1952 gedung lama, rehab total tahun
2014 untuk rawat jalan sedangkan rehab
total Rawat inap tahun 2015
Tipe Puskesmas : Rawat Inap
Jenis Puskesmas : Puskesmas Perkotaan
Produk : Segala macam Jenis Pelayanan Jasa di
bidang Kesehatan dengan kegiatan pokok
yang meliputi Promotif, Prefentif, Kuratif,
dan Rehabilitatif melalui UKM dan UKP
1. Kondisi Wilayah
a) Geografis
Luas wilayah kerja UPTD Puskesmas Boawae adalah 325,42
km².
 Sebelah Barat : Puskesmas Koeloda, Kecamatan
Golewa dan Puskesmas
Natarandang, Kecamatan Wolomeze
 Sebelah Timur : Puskesmas Nangaroro, Kecamatan
Nangaroro.
 Sebelah Utara : Puskesmas Jawakisa, Kecamatan
Aesesa Selatan dan Puskesmas
Waepana, Kecamatan Soa
 Sebelah Selatan : Puskesmas Mauponggo, Kecamatan
Mauponggo
Secara administratif Kecamatan Boawae terdiri dari 27
Desa/Kelurahan yaitu :
 Kelurahan Natanage
 Kelurahan Nageoga
 Kelurahan Rega
 Kelurahan Wolopogo
 Kelurahan Ratongamobo
 Kelurahan Olakile
 Kelurahan Nagesapadhi
 Desa Rowa
 Desa Solo
 Desa Kelewae
 Desa Leguderu
 Desa Rigi
 Desa Focolodorawe
 Desa Nagerawe
 Desa Dhereisa

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Desa Gero
 Desa Kelimado
 Desa Mulakoli
 Desa Wolowea
 Desa Wolowea Timur
 Desa Wolowea Barat
 Desa Wea Au
 Desa Raja
 Desa Raja Timur
 Desa Raja Selatan
 Desa Alorawe
b) Data Demografi

Jumlah Penduduk Kecamatan Boawae sejumlah 37.515 jiwa


(dalam angka Januari s/d Desember 2016)
 Jumlah KK : 7.457
 Laki – Laki : 19.060 jiwa
 Perempuan : 18.455 jiwa

Tabel : 1. Distribusi penduduk menurut kelompok umur dan


Jenis kelamin di wilayah kerja UPTD Puskesmas
Boawae tahun 2016
Umur Laki – Laki Perempuan Jumlah
0 – 4 thn 1642 1457 3099
5 – 9 thn 1772 1652 3424
10 – 14 thn 1981 2017 3998
15 – 19 thn 2382 1731 4113
20 – 24 thn 1562 1.585 3147
25 – 29 thn 1.338 1.353 2691
30 – 34 thn 1251 1342 2.593
35 – 39 thn 1260 1241 2501
40 – 44 thn 1198 1265 2463
45 – 49 thn 1014 1119 2133
50 – 54 thn 918 945 1.863
55 – 59 thn 769 783 1552
60 – 64 thn 632 632 1264
65 – 69 thn 563 553 1116
70 – 74 thn 440 424 864
≥ 75 thn 338 356 694

c) Gambaran Khusus

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


UPTD Puskesmas Boawae yang merupakan Unit Pelaksana
Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo yang terletak di
Kecamatan Boawae tepatnya di HOBO B, Kelurahan Natanage,
Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo. Dalam memperluas
jangakauan pelayanan kepada masyarakat, UPTD Puskesmas
Boawae dibantu sub – sub pelayanan yang tersebar antara lain
7 Pustu, 10 Polindes dan 3 Poskesdes.
PETA WILAYAH

2. Keadaan Sarana dan Prasarana


a. Sarana Pelayanan di UPTD Puskesmas
 GEDUNG RAWAT JALAN

 RUANGAN KEPALA UPTD PUSKESMAS

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 RUANGAN KEPALA TATA USAHA

 LOKET PENDAFTARAN

 KASIR

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 POLI UMUM

 POLI KIA

 POLI GIGI

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 POLI GIZI DAN MTBS

 APOTIK

 AULA/RUANG PERTEMUAN

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 LABORATORIUM

 RUANG BENDAHARA (DAU,DAK,JKN,BARANG)

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 RUANG TATA USAHA

 RUANG P2

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 RUANG PROMKES DAN KESLING

 UGD

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Ruang Rawat Inap

 Ruang Bersalin

 Ruang Nifas

 Dapur

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Gudang Farmasi

b. Tabel. 2 Sarana Peralatan Medis dan Non Medis

KONDISI
NO JENIS ALAT JUMLAH
B RR RB
1 POLI UMUM
Tensimeter air raksa 1 Buah 1
Stetoskop 1 Buah 1
Timbangan BB 1 Buah 1
Alat ukur TB 1 Buah 1
Kursi plastik 1 Buah 1
Meja kayu 3 Buah 3
Kursi plastik 3 Buah 3
Tempat tidur 1 Buah 1
Lemari kayu 1 Buah 1

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Baskom steinles 2 Buah 2
Tempat baskom 2 Buah 2
Kasur 1 Buah 1
Bantal 1 Buah 1
Ferlak 1 Buah 1
Tangga besi 1 Buah 1
Seprei 2 Buah 2
Tensimeter air raksa 1 Buah 1
Termometer dewasa 1 Buah 1
Stetoskop Dewasa 1 Buah 1
Tensimeter Anak 1 Buah 1
Stetoskop Anak 1 Buah 1
Set Perawatan Luka 2 Buah 2
Kom larutan sedang 1 Buah 1
Kom larutan kecil 1 Buah 1
Tromol kasa 1 Buah 1
Baki Logam tertutup 1 Buah 1
Klem kasa 1 Buah 1

2 LOKET
Sapu Plastik 1 Buah 1
Kursi plastik Putih 1 BUah 1
Rak Map 1 Buah 1
Kursi Kayu 1 Buah 1
Meja Biro 1 Buah 1
Kursi plastik 4 Buah 3
Lemari Olimpik 1 Buah 1
Rak Arsip 1 Buah 1

3 APOTIK
Lemari Kaca besi 1 Buah 1
Meja Biasa 2 Buah 2
Kursi plastik 4 Buah 4
Sapu plastik 1 Buah 1
Rak arsip 1 Buah 1

Lemari obat 1 Buah 1


Printer 1 Buah 1
Laptop 1 Buah 1

4 KIA
Tensi meter air raksa 1 Buah 1
Stetoskop 1 Buah 1
Timbangan Berdiri 1 Buah 1
Doppler 1 Buah 1
Timbangan bayi 1 Buah 1
Korentang 1 Buah 1
Wadah Korentang 1 Buah 1
Fundus Scope Learec 1 Buah 1
Tempat Tidur 1 buah 1
Tangga 1 Buah 1
Troly 1 Buah 1
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
Meja Biro 1 Buah 1
Kursi kayu 1 Buah 1
Kursi Besi 1 buah 1
Kursi plastik 5 Buah 5
Lemari Kayu 2 Buah 1 1
Termometer klinis 1 Buah 1
Funduskope 1 Buah 1

5 GIZI
Meja Biasa 2 Buah 2
Kursi plastik 5 Buah 4 1
Brankar 1 Buah 1
Timbanagan berdiri 1 Buah 1
Leangtboard 4 Buah 1
Timbangan anak +
pengukur tinggi badan 1 Buah 1
2
Food model 2 Paket paket
Sapu plastik 1 Buah 1
Leangtboard 1 Buah 1
Leangtboard 3 Buah 3
Microtoice 5 Buah 5
Timbangan
bayi(Digital) 3 Buah 3
Timbangan dewasa 3 Buah 3
Pita lila 21 Buah 21

6 POLI GIGI
Dental chair 2 Buah 1 1
Contra Angle high
4 Buah 4 2
speed
Contra Angle low speed 4 Buah 4 1
Kompresor 2 Buah 1 5
Kaca Mulut 2 Buah

Pinset 1 Buah

Sonde Lengkung 5 Buah


Eksavator 1 Buah 1
Bein 2 Buah 2
Mesial Cryer 1 Buah 1
Distal Cryer 1 Buah 1
Tang gigi anterior
2 Buah 2
rahang atas ( dws)
Tang gigi anterior
1 Buah 1
bawah ( dws)
Tang gigi promolar
2 Buah 2
rahang atas ( dws)
Tang gigi promolar
1 Buah 1
bawah ( dws)
Tang pencabut akar
gigi geraham atas 2 Buah 2
kanan ( dws)
Tang pencabut akar 2 Buah 2

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


gigi geraham ats
kiri( dws)
Tang gigi
geraham/tayonet 1 Buah 1
( dws)
Tang gigi geraham
4 Buah 4
bawah (dws )
Tang akar gigi anterior
4 Buah 4
atas (dws)
Tang akar gigi
4 Buah 4
geraham atas (dws)
Tang gigi anterior atas
1 Buah 1
(anak )
Tang gigi anterior
1 BUah 1
bawah ( anak)
Tang gigi geraham atas
1 Buah 1
(anak )
Tang gigi geraham
1 Buah 1
bawah ( anak)
Tang akar gigi atas
1 Buah 1
( ank)
Gunting kecil 1 Buah 1
Cement Spatula 2 BUah 2
Plastis Instrument 1 BUah 1
Cemert Stopper 2 Buah 2 5
Burnisher 2 Buah 2
Scaler btk bulan 3 Buah 3
Sickle 5 Buah
Bengkok 3 Buah 3
Meja Biro 1 Buah
Kursi Putar 1 Buah 1
Tempat alat stainless
besar 2 Buah 2
Tempat alat stainless
sedang 1 Buah 1

Tempat alat stainless


kecil 1 Buah 1
Tempat kapas
(kotak+tabung) 1 Buah 1
Baskom 1 Buah 1
Kaca mulut tangkai
besar 2 Buah 2
Kaca mulut datar
tanpa tangkai 1 Buah 1
Kaca mulut tangkai
kecil 1 Buah 1
Pinset gigi 1 BUah 1
Sonde Lengkung 1 Buah 1
Sonde Lurus 1 BUah 1
Skeler standar bentuk
cangkul kiri 1 BUah 1
Skeler standar bentuk
cangkul kanan 1 Buah 1
Skeler bentuk tembok 1 Buah 1
skeler black kiri dan 1 Buah 1

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


kiri
Tang pencabutan gigi
susu molar anak 1 Buah 1
Baki logam tertutup 1 Buah 1

7 UGD
Tromol Kasa Besar 2 Buah 1
Tromol kasa kecil 2 BUah 1
Silinder Korentang 1 Buah 1
Korentang 1 Buah 1
Bak Instrumen 3 Buah 3
Baskom 2 Buah 2
Tempat jarum 1 Buah 1
Pemegang bisturi 3 Buah 2
Kom kecil 1 Buah 1
Kom sedang 1 Buah 1
Bengkok 1 Buah 1
Pinset anatomis 1 Buah 1
Pinset sinelgis 2 Buah 2
Gunting Aff Heacting 1 Buah 1
Gunting benang 1 Buah 1
Otoskopi 1 Buah
Standar Infus 5 Buah
Tensi meter air raksa 1 Buah 1
Termometer 2 Buah 1
Arteri klem 2 Buah 2
Troli Instrumen 2 Buah 2
Alat Suction 1 Buah 1
Kereta tempat baskom 1 Buah 1
Kereta oksigen besar 3 Buah 1
Kereta oksigen kecil 1 Buah 1

Tempat tidur periksa 1 Buah 1


Sampiran 2 Buah 1
Lampu sorot 1 Buah 1
Timbangan dewasa 1 Buah 1
Perebus
instrumen/autoclove 1 Buah 1
Spatel 2 Buah 2
Nebuliser 1 Buah 1
Termometer
Klinis/elektrik 1 Buah
Tabung o2 Kecil dan
regulator 1 Set 1
Canul Dewasa 1 Buah 1
Tensi meter air raksa 1 Buah 1
Standar Infus 2 Buah 2
Timbangan dewasa 1 Buah 1
Termometer klinis/air
raksa 1 Buah 1
Tensi meter anak 1 Buah 1
Stetoskop Neonatus 1 Buah 1
Sterilisator Kering 1 Buah 1

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Tabung o2 Besar 1 Buah 1
Lemari Instrument 1 Buah 1
Rak Alat/Medicine
Trolley 1 Buah 1
Tempat tidur periksa
dan Perlengkapannya 1 Buah 1
Kursi Roda/wheel
chair 1 Buah 1
Usungan/Brankar 1 Buah 1
Lemari
alat/instrument
Cabinet 1 Buah 1
Tempat Tidur
periksa/examination
table 2 Buah 1
Fyrom Foot
step/Bangku Injak 2 Buah 2
Masker o2 dan canul
nasal o2 2 Buah 2
Regulator besar 1 Buah 2
Insisi Set 1 set 1
Lampu emergensi 1 Buah 1
Heating set 1 set 1
Otoscope 1 Buah 1
EKG 1 Buah 1
meja instrumen mayo
bersandar 1 Buah 1

8 VK – KIA
Regulator 2 Buah 1 1
Korentang 2 Buah 2

Dopler 2 Buah 2
Lampu sorot 1 Buah 1
Suction 1 Buah 1
Timbang BBL 2 Buah 1 1
Gunting Episiotomi 2 Buah 2
Gunting Tali Pusat 2 Buah 2
Klem 4 Buah 4
Pinset Anatomic 4 Buah 4
Nalfooder 3 Buah 3
Mangkok/Iodine cup 3 Buah 3
Spekulum cocor bebek 3 Buah 1 2
Sim 4 Buah 4
Busi No.17 1 Buah 1
Busi No.15 1 Buah 1
Penjepit porsio 12 Buah 12
Tenakulum 3 Buah 3
Sendok Kuretage No.1 7 Buah 7
Gunting benang 3 Buah 3
Tampon Tang 1 Buah
1/2 Kocher 1 BUah 1
Pinset Chirurgis 2 Buah 2
Kocher Lurus 1 Buah 1

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Busi No.10 1 Buah 1
Busi No.12 1 Buah 1
Busi No.13 1 Buah 1
Busi No.14 1 Buah 1
Busi No.8 1 Buah 1
Ukur Portio 6 Buah 4 2
Ukur lingkar panggul 1 Buah 1
Needle holder micro 6 Buah 4 2
Tensi air raksa 1 Buah 1
Stetoskop 1 Buah 1
Lemari kaca 3 Buah 2 1
Nierbeken 2 Buah 2
Mucus Extractur 2 Buah 2
Lampu pijar 1 Buah 1
Tromol besar 1 Buah 1
Tromol sedang 1 Buah 1
Tromol biasa 4 Buah 4
Troly Instrumen 1 Buah 1
Tempat tidur
ginekologi 2 Buah 1 1
Resusitator 1 Buah 1
Sampiran 2 Buah 1 1
Standar Waskom
ganda 1 Buah 1
Tabung oksigen kecil 1 Buah 1
Canula hidung besar 1 Buah 1
Canula hidung Kecil 1 Buah 1
Silinder Korentang 1 Buah 1
Pispot Wanita
Stainless 1 Buah 1
Suction 1 Buah 1
Waskiom cuci tangan
besi 1 Buah 1
Kom larutan sedang 2 Buah 2
Kom larutan kecil 2 Buah 2
Standar infus 1 Buah 1
Termometer digital 2 Buah 2
Kateter Nelaton No.16 3 Buah 3
Kateter logam 1 Buah 1
Vakum Exctratic 1 Buah 1
Pinset Chirurgis 1 Buah 1
Gunting lurus 1 Buah 1
Tensimeter air raksa 1 Buah 1
stetoskop dewasa 1 Buah 1
Funduscope 1 Buah 1
Lampu periksa halogen 1 Buah 1
Fyrom stream
line/suction 1 Buah 1
Nierbeken 1 Buah 1
Termometer bayi 1 Buah 1
Nirbeken 2 Buah 2
Partus set 1 Buah 1

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


9 LABOR
Mikroskop olimpic 1 Buah 1
Hb sahli 2 Buah 1 1
Centrifuge 2 Buah 2
Sterilisator 1 Buah 1
Uretek Tc 101 1 Buah 1
Emerald Cheamatologi 1 Buah 1
Erba manheim (kmia
drh) 1 Buah 1
Lemari 1 Buah 1
Refrigenerator (suhu 2-
8 0 c) 1 Buah 1
Urine Analizer 1 Buah 1
Pipet Tetes 3 Buah 3
PIpet Leukosit 1 Buah 1
Pipet Eritrosit 1 Buah 1
HB Cytometer 1 Buah 1
Rak pengering 1 Buah 1
Tabung Centrifuge 2 Buah 2
Rak pengering 2 Buah 1
Nirbeken 1 Buah 1
Penjepit tabung dari
1 Buah
kayu 1
Gelas pengukur 100cc 1 Buah 1
Gelas pengukur 500ml 1 Buah 1
Blood lancet dgn
1 Buah
autoklik 1
Autochick 1 Buah 1
Penjepit tabung dari
1 Buah
kayu 1
c. Sarana Transportasi
Sarana transportasi yang dimiliki oleh UPTD Puskesmas Boawae
terdiri dari 1 unit kendaraan Roda Empat (Puskesmas Keliling) dan
5 unit Kendaraan Roda Dua
3. Keadaan Sumber Daya
a. Tabel. 3 Sumber daya manusia di UPTD
Puskesmas Boawae
Kualifikasi Jumlah Tenaga
Dokter Umum 4
Dokter Gigi 1
Perawat 66
Perawat Gigi 3
Bidan 63
Apoteker 1
Analis Farmasi 1
Petugas Gizi 5
Sanitarian 1
FKM 11
Rekam Medis 2
Analis Kesehatan 5
Juru Masak 3
Sopir 2

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Petugas Kebersihan 3

b. Tabel : 4 Data Pegawai dan Pangkat Terakhir

Pangkat/Gol/

NO NAMA Ruang JABATAN

1 Y.Gualberta Wea Loa Penata Muda Kepala


19740715 200112 2 004 TK.I – III/b UPTD

2 Wilfrida Daeni Penata Muda


KTU
19800516 200501 2 012 TK.I – III/b

3 dr. Chandra Wati Penata – IV/a Dokter

19760823 200904 2 001

4 Maria Anna Klara Dhiu Penata TK I-III/d Bikor

19680917 198903 2 006

5 Fransiska M. Dhiu Penata TK I-III/d Bidan

19691004 199103 2 007

6 drg. Lusia Dian Setiarsih Penata – III/c Dokter Gigi

19781219 200904 2 002

7 Ermilinda Diana D. Tonga Penata – III/c Apoteker

19820703 201101 2 012

8 Arkadius M. Buu Siga Penata – III/c Perawat

19750112 200012 1 002

9 Florensia Ua Penata – III/c Perawat

19770103 200112 2 003

10 Skolastika U. Wea Penata – III/c Perawat

19750208 200604 2 012

11 Kaki Bernadinus Penata – III/c Perawat

19600520 198703 1 015

12 Skolastika Ngole Penata – III/c Analisis Lab

19800628 200501 2 015

13 Irmina Tulle Penata – III/c Bidan

19831224 200604 2 006

14 Kristoforus Teda Penata Muda – Pengelola


TK I-III/b Kesling
19831211 200904 1 005

15 Amban I. Maria Penata Muda – Kepala


TK I-III/b Ruang RI

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


19780214 200312 2 007

16 Kristina Boa Penata Muda – Perawat


TK I-III/b
19820217 200604 2 019

17 Dorothea Tue Penata Muda – Perawat


TK I-III/b
19850206 200904 2 005

18 Maria K. Meme Bela Penata Muda – Pengelola


TK I-III/b SIKDA
19860213 200804 2 001

19 Maria M. Elvira Muku Penata Muda – Pengelola


TK I-III/b Perkesmas
19840722 200904 2 008

20 Irena Beka Penata Muda – Perawat Kel.


TK I-III/b Nageoga
19850401 200904 2 002

21 Lusia W. Lua Bao Penata Muda – Perawat


TK I-III/b
19840302 200904 2 002

22 Erlina Waruwu Penata Muda – Perawat


TK I-III/b
19740117 200904 2 004

23 Emirensiana Wea Tegu Penata Muda – Perawat Gigi


TK I-III/b
19790724 200501 1 008

24 Josephina Gae Penata Muda – Kepala


TK I-III/b Ruangan VK
19780129 200501 2 008

25 Matilde P. Ea Uko Penata Muda – Bidan


TK I-III/b
19750314 200012 2 005

26 Lidwina Nau Penata Muda – Perawat


III/a
19870414 201101 2 026

27 Maria Valentina Ndasa Penata Muda – Perawat


III/a
19661228 198803 2 012

28 Maria Patrisia Ngatu Penata Muda – Pengelola


III/a JKN
19850110 200904 2 008

29 Yoseph Y. D. Dhai Ngole Penata Muda – Pengelola P2


III/a
19800604 200904 1 004

30 Maria Ines Th. Romana Coo Penata Muda – Perawat


III/a
19861118 200904 2 005

31 Maria R. Bebhe Penata Muda – Pengelola


III/a Keuangan
19860625 200904 2 005 Dau

32 Maria A. Ugha Seke Penata Muda – Perawat


III/a

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


19820910 200904 2 007

33 Yunita M. Uko Wea Penata Muda – Perawat


III/a
19850827 200904 2 004

34 Kristianus P. Nggesu Penata Muda – Perawat


III/a
19851225 201001 1 035

35 Maria Julyanti Haman Penata Muda – Perawat


III/a
19880705 201001 2 016

36 Matilde Taek Penata Muda – Perawat


III/a
19850330 201001 2 036

37 Beatrix M. No Wea Penata Muda – Perawat


III/a
19871215 201001 2 025

38 Paulina Demu Penata Muda – Perawat


III/a
19830414 201001 2 030

39 Maria Florentina Mesu Penata Muda – Perawat


III/a
19860906 201001 2 037

40 Imelda Ganti Gala Penata Muda – Perawat


III/a
19810308 201001 2 026

41 Maria Magi Solo Penata Muda – Perawat


III/a
19871005 201001 2 021

42 Yuvenalia Gemr. Bhura Penata Muda – Perawat


Uran III/a

19770701 201001 2 013

43 Maria Restiana Gego Penata Muda – Pengelola


III/a Posbindu
19840301 201001 2 041

44 Wilhelmina Salia Penata Muda – Perawat


III/a Desa
19841129 201001 2 037

45 Apriany Abdul Razak Penata Muda – Pengelola


III/a keuangan
19870406 201001 2 035
Dak &
Jampersal

46 Maria R. Bupu Lejo Penata Muda – Perawat


III/a
19861217 201001 2 028

47 Marselina Nguza Loa Penata Muda – Perawat


III/a
19870105 201001 2 033

48 Ermilinda Ch. Meze Daeng Penata Muda – Pengelola


III/a Perkesmas
19870123 201001 2 024

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


49 Ida Frederika Wea Penata Muda – Pengelola
III/a MTBS
19800727 201001 2 018

50 Virginia Da Costa Penata Muda – Perawat


III/a
19670721 199401 2 002

51 Anastasia Dhiu Penata Muda – Perawat


III/a
19641018 200604 2 017

52 Lidvina Ndai Penata Muda – Perawat


III/a
19790319 200604 2 019

53 Maria Emiliana Penata Muda – Pengelola


III/a Keuangan
19790804 200604 2 018 Tunai

54 Maria Mamung Penata Muda – Pengelola


III/a Rumah
19661019 200604 2 006 Tangga

55 Persila P. Goo Nuwa Penata Muda – Pengelola


III/a Lab
19860720 200904 2 005

56 Ponsiana Menge Gili Penata Muda – Analisis Lab


III/a
19850813 201001 2 051

57 Maria Bernadeta S. Djano Penata Muda – Pengelola


III/a KB
19810503 200904 2 003

58 Theresia Dian M. Cola Penata Muda – Bidan


III/a
19871009 201001 2 018

59 Yohana Fransiska Tuto Pengatur TK I- Perawat


Bagur II/d

19851212 200904 2 005

60 Benediktus A. Buu Pengatur TK I- Pengelola


II/d Rawat Jalan
19800719 201001 1 008

61 Ermilinda S. Bhala Pengatur TK I- Perawat


II/d
19860321 201001 2 028

62 Ermilinda Nage Pengatur TK I- Perawat


II/d
19860611 201101 2 018

63 Yustina M. Omenu Pengatur TK I- Bidan


II/d
19761105 200604 2 020

64 Endang W. Kedang Pengatur TK I- Bidan


II/d
19820107 200701 2 008

65 Margaretha Y. Sola Pengatur TK I- Bidan


II/d
19890610 201101 2 010

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


66 Hildegardis Semon Pengatur TK I- Bidan
II/d
19870917 201101 2 020

67 Rosa Dalima Nage Pengatur TK I- Bidan


II/d
19770825 200501 2 016

68 Natalia Doa Pengatur TK I- Petugas


II/d Kesling
19831225 201001 2 034

69 Theresia Afila Sole Pengatur TK I- Pengelola


II/d Gizi
19880523 201001 2 018

70 Monika Meo Pengatur TK I- Asisten


II/d apoteker
19830629 200904 2 010

71 Maria Maaf Pengatur TK I- Bidan


II/d
19840515 201101 2 026

72 Nur Aida Ayu Ratololy Pengatur –II/c Bidan

19920525 201503 2 001

73 Hendrikus Xaverius Jawa Pengatur –II/c Nutrisionist

19880621 201503 1 001

74 Maria Ursula Saga Nau Pengatur –II/c Perawat

19841021 200904 2 004

75 Maria Tehereia Toyo Pengatur Muda Bidan


TK I – II/b
19690303 200804 2 001

76 Patrisa Dhuge Muga Pengatur Muda Juru Masak


TK I – II/b
19770807 200901 2 007

77 Yohanes Emanuel Longa Juru Tk.I –I/d Sopir

19751227 200801 1 012

78 Magdalena Sada Juru Tk.I –I/d Juru Masak

19601231 200604 2 065

79 Maria Selfia Tea Juru Tk.I –I/d Cleaning


Service
19690511 200801 2 021

c. VISI UPTD PUSKESMAS BOAWAE


“Menjadikan Puskesmas Boawae Sebagai Pusat
Pelayanan Kesehatan Yang Berkulitas, menuju masyarakat
Boawae yang Sehat dan Mandiri”
d. MISI UPTD PUSKESMAS BOAWAE
 Terwujudnya pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Meningkatkan SDM Puskesmas dan jaringannya secara
berkelanjutan sesuai kompetensi
 Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mendukung upaya
kesehatan
 Meningkatkan kolaborasi multipihak untuk mendukung usaha
kesehatan
 Menerapkan management yang transparan dan akuntabel pada
setiap program.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


STRUKTUR ORGANISASI UPTD PUSKESMAS BOAWAE
KEPALA UPTD PUSKESMAS

Y.GUALBERTA WEA LOA S.Kep . Ns


NIP.19740715 200112 2 004

KTU
WILFRIDA DAENI, SKM
NIP.19800516 200501 2 012
SIKDA KEPAGAWAIAN RT KEUANGAN
TUNAI DAU JKN
MARIA K. M. BELA LIDVINA NA’U MARIA MAMUNG MARIA EMILIANA MARIA R.BEBHE MARIA P. NGATU
NIP.19660804 200604 2 018 NIP.19860625 200904 2 005 NIP.19851010 200904 2 008
NIP. 19870414 201101 2 026 NIP.19661019 200604 2 006
NIP.19860213 200804 2 001

PENANGGUNG JAWAB UKM ESENSIAL DAN PENANGGUNG JAWAB UKM PENANGGUNG JAWAB UKP DAN PENANGGUNG JAWAB PELAYANAN
KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT PENGEMBANGAN KEFARMASIAN DAN LABORATORIUM PUSKESMAS DAN JEJARINGAN FASILITAS
MARIA ANNA KLARA DHIU PELAYANAN KESEHATAN
dr. Lucia D. Setiarsih MATILDE P. EA UKO
dr. CANDRAWATI

PEL PROMKES PEL KESLING PEL KES JIWA PEL KES GIGI PEL PEMERIKSAAN PEL GIGI DAN MULUT PUSKESMAS PEMBANTU
MASYARAKAT UMUM
ERMILINDA Ch. M. DAENG KRISTOFORUS TEDA ERLINA WARUWU drg.LUCIA D.SETIARSIH FRANSISKA M. DHIU
NIP.19870123 201001 2 041 NIP.19831211 200904 1 005 NIP.19740117 200904 1 004 EMIRENSIANA WEA TEGU BENEDIKTUS A. BUU NIP.19781219 200904 2 002 NIP.19691004 199103 1 0007
NIP.19790724 200501 2 027 NIP.19800719 201001 1 008

PEL.KIA DAN KB PEL.GIZI PEL KES TRADIOSIONAL PEL KES OLAHRAGA PEL KIA DAN KB PEL GAWAT DARURAT BIDAN DESA
KOMPLEMENTER

MARIA A. K. DHIU THERESIA AFILA SOLE KRISTIANUS P. NNGESU MARIA B. S. DJANO ARKADIUS M. BUU SIGA INGENSIA W WEA
VALENTINA NDASA
NIP.19680917 198703 2 006 NIP.19880523 20100 2 018 NIP. 19851225 201001 1 035 NIP.19810503 200904 2 003 NIP.19750112 200012 1 002 NIP.19780604 200604 2 031
NIP.19800727 201001 2 012
PEL.P2M PEL.KEP. KESMAS PEL KES LANSIA PEL GIZI PEL PERSALINAN PUSKESMAS KELILING
PEL.KESKER
YOSEPH Y.D.DHAI NGOLE MARIA. M. E. MUKU MARIA RESTIANA GEGO HENDRIKUS X. JAWA JOSEPHINA GAE SKOLASTIKA UGHA WEA
NIP.19800604 200904 1 004 NIP.19840722 200904 2 008 NATALIA DOA NIP.19840301 201001 2 041 NIP.19880621 201503 1 001 NIP.19780129 200501 2 008 NIP.19750208 200604 2 012
NIP.19831212 201001 2 PEL KES MTBS PEL KEFARMASIAN

IDA FREDERIKA WEA ERMILINDA D. D. TONGA


NIP.19800727 201001 2 018 NIP.19820703 201101 2 012

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Struktur Organisasi Unit Kerja
Bagan 2 Struktur Organisasi Upaya KIA

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
MARIA A.K DHIU
SEKRETARIS
ROSADALIMA NAGE

KESEHATAN IBU/ANAK KB KESEHATAN REMAJA UKS/UKGS


ROSADALIMA NAGE MARIA B. S DJANO MARIA A. U. SEKE drg LUCIA D. SETIARSIH

PUSTU
Bagan 3 Struktur POLINDES
Organisasi Upaya GIZI POSKESDES

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
THERESIA A. SOLE
SEKRETARIS
HENDRIKUS X. JAWA

GIZI UKM GIZI KLINIK


BIBIANA NANGA HENDRIKUS X JAWA

PUSTU POLINDES POSKESDES

Bagan 4 Struktur Organisasi Upaya PROMKES DAN KESLING

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
KRISTOFORUS TEDA
SEKRETARIS
ERMILINDA CH. M. DAENG

PHBS KESEHATAN KERJA PENYULUHAN UKBM


LIDIA NATALIA S. PAYU NATALIA DOA YOHANES LADO FERDINANDUS BUU

PUSTU
Bagan 5 StrukturPOLINDES
Organisasi Upaya P2 POSKESDES

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
YOSEPH Y. D. DHAI NGOLE
SEKRETARIS
SKOLASTIKA UGHA

IMUNISASI TBC POSBINDU W2


MARIA JULIANTI HAMAN SKOLASTIKA UGHA MARIA R. GEGO EDMUNDUS NUWA ELU

PUSTU POLINDES POSKESDES


Bagan 6 Struktur Organisasi Upaya KEFARMASIAN

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
ERMILINDA D. D. TONGA
SEKRETARIS
MONIKA MEO

GUDANG OBAT APOTIK LUAR GEDUNG APOTIK DALAM GEDUNG


YOLANDA DARO AGNESIA Y.L.AWA MARIA C UDA

Bagan 7 Struktur Organisasi PERKESMAS


PUSTU POLINDES POSKESDES

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
MARIA M. ELVIRA MUKU
SEKRETARIS
ERMILINDA S. BHALA

PERAWAT PELAKSANA PERAWAT PELAKSANA


MARIA A. PADA JUAN P. S. LOWA

DESA BINAAN DESA BINAAN


SOLO NAGEOGA
Bagan 8 Struktur Organisasi Poliklinik Umum

PENAGGUNGJAWAB
KEPALA PUSKESMAS

PENANGGUNGJAWAB
BENEDIKTUS A. BUU
SEKRETARIS
KRISTINA Y. BOA

LB1 SIKDA RJTP UGD


BENEDIKTUS A. BUU Y. GUALBERTA WEA LOA KRISTINA Y. BOA MARIA YASINTA WEA

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


e. MOTTO UPTD PUSKESMAS BOAWAE
“KESEMBUHAN ANDA ADALAH KEPUASAN KAMI”
f. BUDAYA KERJA UPTD PUSKESMAS BOAWAE

B Bertindak, bertutur kata yang sopan dan


berperilaku yang santun

O Objektifitas

A Akuntabel

W Wahana

A Aktif

E Empati

g. TATA NILAI UPTD PUSKESMAS BOAWAE

P Profesional

R Ramah

I Inisiatif

M Malu

A Akuntabel

h. TUJUAN PUSKESMAS
Mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan
nasional yakni meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja Puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang
setingi – tingginya dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat
i. Sasaran Puskesmas

UKM : masyarakat di wilayah kerja kecamatan Boawae ( Lintas


sektor tokoh agama, kepala keluarga, ibu hamil, ibu
bersalin, ibu nifas, neonatus, bayi anak usia pra sekolah,
anak sekolah, remaja, PUS, WUS, lansia)
UKP : pasien dan pengunjung puskesmas

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


2. KEBIJAKAN MUTU
a. Kebijakan Mutu
“ Pelayanan Profesional di UPTD Puskesmas Boawae untuk
Kepuasan Pelanggan”
b. Komitmen Mutu
Kami jajaran pengelola dan seluruh staf UPTD Puskesmas
Boawae berkomitmen :
 Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan serta
keselamatan pasien
 Memberikan pelayanan yang ramah, cepat, akurat dan sebagai
sumber informasi kesehatan masyarakat
 Menerapkan system Manajemen Mutu Puskesmas Yang efektif
dan efisien
 Bekerja sama dan saling menghormati

c. Tata Tertib di UPTD Puskesmas Boawae


1. Jam kerja Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kontrak pada
UPTD Puskesmas Boawae diatur sebagai berikut :

JAM KERJA RAWAT JALAN


a. Jam Kerja pada pelayanan Pagi

Senin – Kamis : PKL 07.15 – PKL 14.00 WIB

Jum’at : PKL 07.00 – PKL 11.00 WIB

Sabtu : PKL 07.15 – PKL 13.00 WIB


b. Jam Kerja pada pelayanan Sore

Senin – Jum’at : PKL 14.00 – PKL 20.00 WIB

JAM KERJA RAWAT INAP (UMUM, PERSALINAN) dan


PELAYANAN GAWAT DARURAT 1 x 24 JAM
c. Setiap pegawai wajib mematuhi jam kerja sebagaimana
tersebut diatas dengan melakukan pengisian daftar
hadir pada saat masuk dan pulang;
d. Pegawai yang akan meninggalkan kantor pada jam kerja
wajib memberitahu dan mendapat izin dari atasan
langsung dengan membawa kartu izin di meja piket;
e. Daftar hadir adalah daftar pegawai UPTD Puskesmas
Boawae;
f. Pada setiap minggu daftar hadir direkap setiap minggu
disertai data dukungnya dan disetor setiap hari senin ke
Tata Usaha Puskesmas.
g. Pada akhir bulan absensi direkap dan di entry untuk
rekapannya kemudian disetor ke Dinas Kesehatan dan
BKD – Diklat Kabupaten Nagekeo untuk di verifikasi pada
awal bulan beserta bukti pendukungnya yang sakit, izin,

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


cuti dan dinas luar (pelatihan), selambat-lambatnya
tanggal 1 sampai 5 pada bulan berikutnya.
h. Apabila berdasarkan rekapan hadir, ternyata PNS dan
tenaga kontrak yang sering terlambat masuk kerja 3 kali
dalam 1 bulan, tanpa alasan yang jelas, meninggalkan
tugas pada jam kerja tanpa izin atasan, maka akan diberi
tindakan atau dijatuhi hukuman disiplin sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 sebagai
berikut :
1) Teguran Lisan I, II, III
2) Teguran Tertulis I,II,III

Bukti teguran diserahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten


Nagekeo sebagai upaya tindak lanjut.
i. Semua berkas daftar hadir dan teguran diarsipkan.
2. Aturan Pakaian Dinas
1) Hari Senin :
a) PDH Pria Warna Khaki:
i. Kemeja lengan pendek, berlidah bahu, celana panjang
dan untuk Medis jas warna putih dan untuk
paramedis warna putih – putih, sedangkan untuk
nonmedis memakai warna putih-hitam.
ii. Ikat pinggang nilon/kulit, kaos kaki dan sepatu warna
hitam
iii. Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri (bagi PNS) dan
ID Card

b) PDH Wanita Warna Khaki :


i. Baju lengan pendek dan panjang untuk yang berhijab
dan warna Khaki untuk Kepala Puskesmas, Ka.Tu dan
non paramedis) dan jas warna putih untuk Medis dan
putih – putih untuk Paramedis serta warna putih dan
hitam bagi tenaga kontrak non paramedis.
ii. Rok paling sedikit 10 cm di bawah lutut, dan panjang
bagi yang berhijab, sepatu warna hitam
iii. Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri (bagi PNS) dan
ID Card
2) Hari Selasa :
i. Pakaian Motif Daerah NTT
ii. Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri (bagi PNS) dam
ID Card

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


3) Hari Rabu :
i. Pakaian Dinas Harian (PDH ) Kemeja warna putih,
celana/rok warna hitam / gelap. Baju kemeja tanpa
lidah, kantong sebelah kiri saja tanpa lambang
daerah ( polos )
ii. Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri (bagi PNS) dan
ID Card
4) Hari Kamis :
i. Pakaian Motif Daerah Kabupaten Nagekeo
ii. Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri (bagi PNS) dam
ID Card
5) Hari Jum’at:
a) Pakaian Olaraga / bebas Rapih, jika ada rapat
mengenakan motif daerah Nagekeo
b) Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri /bagi PNS) dan ID
Card
6) Hari Sabtu :
a) Pakaian Akreditasi
b) Atribut lengkap (Papan Nama, Korpri /bagi PNS) dan
ID Card
7) Pakaian Linmas digunakan pada saat peringatan hari
Linmas dan / atau sesuai acara
8) Pakaian Korpri digunakan pada saat Peringatan Hari
Korpri dan / atau sesuai acara
9) Pakaian Sipil lengkap ( PSL ) dan / atau Pakaian Sipil
Resmi ( PSR ) digunakan sesuai ketentuan acara
Catatan :
a. PDH lengan panjang / pendek digunakan
untuk pejabat tinggi Madya dan Pejabat Tinggi
Pratama ( Eselon II )
b. PDH lengan pendek digunakan untuk Pejabat
Administrator ( Eselon III ) dan Pejabat
Pengawas ( Eselon IV ) serta pejabat fungsional
( staf )

c. Apabila beberapa kali melakukan pelanggaran


tersebut diatas sampai 3kali dikenakan sanksi
:
a) Teguran Lisan I, II, III
b) Teguran Tertulis I, II, III
3. Aturan Cuti

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Pegawai UPTD Puskesmas Boawae mempunyai Hak untuk Cuti
sebagai berikut :
a. PNS

Cuti Tahunan : Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja


sekurangkurangnya 1 (satu) tahun
secara terus menerus berhak atas
cutinya, lamanya cuti selama 08 hari
kerja, dan tidak dapat dipecah-pecah
hingga jangka waktu yang kurang dari 3
(hari) dan apabila cuti tahunan tidak
diambil dalam tahun yang
bersangkutan, dapat diambil dalam
tahun berikutnya untuk paling lama 18
(delapan belas) hari kerja termasuk cuti
tahunan dalam tahun yang sedang
berjalan.
Cuti Besar : Pegawai Negeri Sipil yang telah bekerja
sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun
secara terus menerus berhak atas cuti
besar, lamanya 3 (tiga) bulan, Pegawai
Negeri Sipil yang menjalani cuti besar
tidak berhak lagi atas cuti tahunannya
dalam tahun yang bersangkutan;
Cuti Sakit : Pegawai Negeri Sipil yang sakit selam 1
(satu) atau 2 (dua) hari berhak atas cuti
sakitnya, dengan ketentuan bahwa ia
harus memberitahukan kepada
atasannya, Pegawai Negeri Sipil yang
sakit 2 (dua) hari sampai dengan 14
(empat belas) hari berhak atas cuti sakit,
dengan ketentuan bahwa Pegawai Negeri
Sipil yang bersangkutan harus
mengajukan permintaan secara tertulis
kepada pejabat yang berwenang
memberikan cuti dengan melamirkan
surat keterangan dokter, lamanya 1 ½
(satu setengah) bulan.
Cuti Bersalin : Untuk persalinan anaknya yang pertama,
kedua, ketiga PNS wanita berhak atas
cuti bersalin, untuk persalinan anaknya
yang ke empat dan seterusnya, kepada

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


PNS wanita diberi cuti diluar tanggungan
Negara, lamanya cuti bersalin adalah 3
(bulan)
Cuti Karena : Yang dimaksud dengan cuti karena
alasan penting Alasan Penting adalah karena :
a) Ibu, bapak, isteri / suami, anak,
kaka, mertua, atau menantu sakit
atau meninggal dunia;
b) Melangsungkan pernikahan yang
pertama, lamanya cuti karena alasan
penting ditentukan oleh pejabat yang
berwenang memberikan cuti untuk
paling lama 2 (dua) bulan.

Cuti diluar tanggungan negara


: Kepada PNS yang telah bekerja
sekurang-kurangnya 5 (tahun) secara
terus menerus karena Negara alasan-
alasan penting dan mendesak dapat
diberikan cuti diluar Negara dapat
diberikan untuk paling lama 3 (tiga)
tahun, selama menjalankan cuti diluar
tanggungan Negara, PNS yang
bersangkutan tidak berhak menerima
penghasilan Negara selama menjalankan
cuti diluar tanggungan Negara tidak
diperhitungkam sebagai masa kerja PNS.
b. Tenaga Kontrak

Cuti Melahirkan : 2 bulan


Dispensasi : 12 hari, dikurangi cuti
bersama
Menikah : 3 hari
Isteri melahirkan/keguguran : 2 hari
Kerabat meninggal : 2 hari
Setiap petugas wajib mematuhi peraturan sebagai berikut :
1. Setiap petugas mengajukan cuti membuat surat
permohonan cuti beserta alasan cuti dan pelimpahan
kepada petugas lain yang telah di tanda tangani kedua
belah pihak;
2. Berkas tersebut rangkap 3 dan ditanda tangani oleh
Kepala UPTD Puskemas, dengan ketentuan satu berkas
untuk arsip di TU, satu berkas untuk karyawan yang

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


bersangkutan dan satu berkas untuk dikirim ke Dinas
Kesehatan;
3. Berkas masuk ke TU UPTD Puskemas Boawae paling
lambat 2 minggu sebelum tanggal cuti.
4. Pengarahan dan dukungan Kepala UPTD Puskesmas
Pengarahan dan dukungan Kepala UPTD Puskesmas adalah
suatu kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Puskesmas untuk
memberikan arahan ,bimbingan serta dukungan kepada
penanggung jawab dan pelaksana dalam menjalankan tugas
dan tanggung jawab.
a. Pengarahan dan dukungan Kepala UPTD Puskesmas
melalui konsultasi pribadi :
1. Penangung jawab dan pelaksana meminta waktu
kepada Kepala UPTD Puskesmas untuk konsultasi
2. Penanggung jawab dan pelaksana menyampaikan
permasalahan yang dihadapi dalam persiapan maupun
pelaksaan tugas dan tanggung jawab
3. Kepala UPTD puskesmas memberikan arahan
,bimbingan serta dukungan kepada penanggung jawab
dan pelaksana dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab.
4. Kepala UPTD Puskesmas memastikan apakah
penanggung jawab dan pelaksanaan apakah sudah
memahami tentang cara penyelesaian masalah yang
dihadapi atau belum
5. Kepala UPTD Puskesmas, penanggung jawab dan
pelaksana mendokumentasikan hasil konsultasi di
buku harian
b. Pengarahan dan dukungan Kepala UPTD Puskesmas melalui
Lokakarya mini bulanan :
1. Kepala UPTD Puskesmas menentukan jadwal
pelaksanan ( hari,tanggal,jam dan tempat )
2. Petugas bagian tata usaha membuat undangan
lokakarya mini bulanan dan memasang undangan
dipapan info undangan
3. Petugas bagian tata usaha menyiapkan absensi dan
buku notulen lokakarya mini bulanan
4. Kepala UPTD Puskesmas dan pegawai puskesmas
melaksanakan lokakarya mini bulanan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


5. Kepala UPTD Puskesmas memberikan pengarahan dan
dukungan kepada penanggung jawab dan pelaksana
dalam pelaksaanaan kegiatan
6. kepala UPTD Puskesmas memberikan kesempatan
tanya jawab sehubungan dengan pengarahan yang
diberikan
7. Petugas mendokumentasikan pengarahan dan
dukungan yang diberikan oleh Kepala UPTD
Puskesmas di buku notulen lokakarya mini bulanan
5. Penilaian kinerja pegawai

Penilaian kinerja pegawai adalah suatu kegiatan yang


dilakukan untuk menilai dan mengevaluasi kinerja pegawai
dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawab yang
diberikan oleh pimpinan mengunakan penilaian prestasi kerja
untuk tenaga PNS dan penilaian DP3 untuk tenaga Non PNS
Sasaran Kerja Pegawai adalah sasaran pegawai yang ada
dalam salah satu unsur didalam penilaian prestasi kerja PNS
yang diatur dalam PP No 46 Tahun 2011.
DP3 adalah Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan yang
dilakukan dalam setahun dan dibuat oleh pejabat/atasan
untuk menilai Kemampuan bekerja, tingkat
kehadiran/Disiplin, Perilaku , Kreativitas dan Kerjasama
a. Penilaian Kinerja PegawaimNegeri Sipil /PNS
1. Pegawai membuat uraian pekerjaan sesuai indikator
penilaian dan sasaran kerja pegawai
2. Kepala UPTD puskesmas memberi nilai indikator
prilaku kerja pegawai yang meliputi : Orientasi
pelayanan,Integritas,Disiplin,Kerjasama ,Kepemimpinan
khusus untuk yang memangku jabatan Struktural
3. Kepala UPTD puskesmas memerintahkan bagian tata
usaha untuk mengetik prilaku kerja pada SKP pegawai
4. Pegawai menerima hasil penilaian yang telah disetujui
oleh Kepala UPTD Puskesmas
5. Bagian tata usaha mengirim hasil penilaian kinerja
kedinas kesehatan bagi tenaga fungsional umum hasil
diserahkan langsung ke bagian kepegawaian Dinas
,bagi tenaga funfsional tertentu dan Struktural
dimintakan persetujuan dari Sekretaris Dinas

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


6. Bagian tata usaha mengambil hasil penilaian kinerja
dibagian kepeawaian untuk diarsipkan di Puskesmas
dan diberikan kepada pegawai yang bersangkutan
b. Penilaian Kinerja Pegawai Non PNS /DP3
1. Kepala UPTD puskesmas
menilai DP3 Pegawai Non
PNS yang meliputi;
a. Kesetiaan adalah ketaatan dan pengabdian
b. Prestasi Kerja adalah hasil kerja yang diapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya.
c. Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang
pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan
d. Ketaatan adalah Kesanggupa seorang pegawai untuk
mentaati segala peraturna yang diberikan oleh
pimpinan
e. Kejujuran adalah ketulusan hati seorang pegawai
dalam melaksakan tugas dan kemampuan untuk
tidak menyalahkan gunakan wewenang
2. Kepala tata usaha mengisi nilai yang telah dinilai
oleh
kepala puskesmas dan memintakan persetujuan Kepala
UPTD Puskesmas
3. DP3 diserahkan ke pegawai yang bersangkutan
dan ke
Dinas Kesehatan serta arsip puskesmas
6. Orientasi Pegawai Baru

Orientasi Pegawai Baru adalah suatu kegiatan yang dilakukan


untuk memberikan pengarahan dan pengenalan pegawai baru
tentang informasi dasar berkenaan dengan tata tertib dan
kegiatan layanan di Puskesmas.
Kegiatan orientasi pegawai baru dilaksanakan selama 2
minggu atau 14 hari kerja.
1. Ka Sub Bag Tata Usaha, Penanggungjawab UKM atau UKP
mendokumentasikan hasil pelaksanaan orientasi di Buku
Orientasi Pegawai Baru.
2. Ka Sub Bag Tata Usaha, Penanggungjawab UKM atau UKP
melakukan evaluasi hasil pelaksanaan orientasi dan
menyampaikan hasilnya kepada Kepala Puskesmas.
7. Perencanaan Pengembangan Kompetensi Pegawai

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Perencanaan Pengembangan Kompetensi Pegawai adalah proses
penyusunan rencana pengembangan kompetensi pegawai pada
tahun yang akan datang, yang dilakukan secara sistematis
untuk memenuhi standar kompetensi yang harus dimiliki oleh
pegawai dalam memberikan pelayanan kesehatan.
1. Petugas membuat daftar nama, jenis ketenagaan dan
jabatan pegawai UPTD Puskesmas Boawae.
2. Petugas membuat daftar jenis kompetensi ijazah dan
kompetensi pelatihan setiap pegawai, sesuai dengan
standar yang telah ditentukan.

3. Petugas membuat daftar kompetensi ijazah dan pelatihan


yang telah dimiliki oleh pegawai UPTD Puskesmas
Boawae.

4. Petugas membuat rencana pengembangan kompetensi


pegawai, sesuai dengan kebutuhan kompetensi ijazah dan
pelatihan yang belum terpenuhi.

5. Ka Sub Bag Tata Usaha membuat surat usulan


pengembangan kompetensi sesuai dengan kebutuhan
kompetensi pegawai yang belum terpenuhi.

6. Ka Sub Bag Tata Usaha mengarsipkan dan mengirimkan


surat usulan pengembangan kompetensi pegawai ke
Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM)
Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo.
8. Sharing informasi pelatihan
Sharing informasi pelatihan adalah suatu kegiatan yamg
dilakukan untuk sharing informasi hasil pelatihan kepada
staff Puskesmas guna meningkatkan kompetensi pegawai.
9. Penilaian Akuntabilitas Penanggungjawab Upaya dan
Pelayanan
Penilaian Akuntabilitas Penanggungjawab Upaya dan
Pelayanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk
menilai kinerja penanggunjawab dalam pencapaian indikator
dan target layanan, serta merumuskan tindak lanjut untuk
perbaikan.
10. Primary Care dan Sikda

Primary Care (PCARE) merupakan sistem informasi pelayanan


pasien yang ditujukan untuk pasien berstatus BPJS (Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial) berbasis komputer dan online

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


via internet. Aplikasi Manajemen Puskesmas yang
dimana fungsi utamanya adalah mengentri semua data pasien
mulai dari pendaftaran, registrasi, pemeriksaan (Diagnosis)
serta pengobatan Pasien tersebut, kemudian data-data yang
sudah diinputkan ditampung kedalam sebuah database yang
nantinya akan dikategorikan sesuai dengan parameter untuk
kebutuhan laporan seperti Laporan kunjungan harian, cara
pembayaran, jenis penyakit serta laporan lainnya yang
sebagaimana dibutuhkan didalam Manajemen Puskesmas.
SIKDA merupakan suatu sistim pengelolaan data dan
informasi kesehatan secara sistematika dan terintegrasi untuk
mendukung manajemen kesehatan dalam rangka peningkatan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
11. Hak dan kewajiban penyedia layanan / petugas
a) Hak :
1) Memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan
tugas sesuai dengan standar profesinya
2) Menolak permintaan pasien dan masyarakat untuk
melakukan tindakan yang bertentangan dengan standar
profesi maupun hukum dan perundang-undangan yang
berlaku
b) Kewajiban :
1) Melakukan pelayanan sesuai dengan standar profesi
dan SOP
2) Memberikan informasi pelayanan kepada pelanggan
3) Memberikan teguran kepada pengguna layanan yang
tidak mentaati peraturan pelayanan
4) Berusaha memenuhi kebutuhan pengguna layanan,
untuk mencapainya kepuasan pengguna layanan.
5) Melakukan pengukuran IKM terhadap pelayanan.

12. Hak dan kewajiban Pasien/ Pengunjung


a) Hak :
1) Memperoleh informasi tentang tata tertib, peraturan
yang berlaku, penyakit yang diderita, tindakan medis
yang akan dilakukan, kemungkinan penyulit sebagai
tindakan tersebut, cara mengatasi dan alternatif lainnya
2) Mendapatkan konsultasi medis
3) Menyampaikan saran, keluhan dan umpan balik
berkaitan dengan pelayanan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


4) Memperoleh layanan yang aman, profesional, disiplin,
komunikatif dan utamakan kepuasan pelanggan
5) Hasil pemeriksaan yang meliputi diagnosa dan tatacara
tindakan, tujuan tindakan, alternatif tindakan, resiko,
biaya, dan komplikasi yang mungkin terjadi
6) Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan
yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan, kecuali
untuk kasus KLB.
b) Kewajiban :
1) Membawa kartu identitas (KTP/Kartu Keluarga).
2) Membawa kartu berobat bagi pasien umum dan pasien
khusus membawa kartu peserta BPJS / KIS /
Jamkesmas / Jamkesda / SKTM.
3) Mengikuti alur layanan puskesmas.
4) Mentaati aturan pelayanan dan mematuhi nasehat serta
petunjuk pengobatan
5) Memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang
masalah kesehatannya kepada tenaga kesehatan.
13. Hak dan kewajiban Masyarakat
a) Hak
1) Memperoleh informasi tentang penyelenggaraan UKM.
2) Menyampaikan saran, keluhan dan umpan balik
berkaitan dengan UKM.
3) Memperoleh layanan yang disiplin (tepat waktu, sesuai
kompetensi,dll), utamakan kepuasan pelanggan,
profesional, aman dan komunikatif.
b) Kewajiban
1) Mengikuti alur penyelenggaraan program Puskesmas
2) Memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang
masalah kesehatan di masyarakat.
3) Mematuhi kesepakatan bersama antara puskesmas dan
masyarakat dalam penyelesaian masalah kesehatan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


3. PROSES PELAYANAN
Bagan. 7 ALUR PELAYANAN UKP UPTD PUSKESMAS BOAWAE

Pedoman Mutu Puskesmas

Survey Kebutuhan dan Harapan, Penilaian Kinerja


Puskesms
Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan

UGD
Rawat Inap
Dinas Kesehatan Kota Poli Umum
Unit
Pasien Poli Gigi Kepuasan Pasien
Pendaftaran
Apotik atau Pengguna
dan Kasir Poli KIA KB Layanan
Poli Gizi
SDM Rujuk
Laboratorium

- Monitoring dan Evaluasi, Audit Internal, Tinjauan Manajemen, Manajemen Resiko


- Pemeliharaan dan Monitoring Sarana, Prasaran dan Lingkungan
- Pengendalian Dokumen

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Bagan. 8 ALUR PELAYANAN UKM UPTD PUSKESMAS BOAWAE
Pedoman Mutu Puskesmas

Survey Kebutuhan dan Harapan, Penilaian Kinerja


Puskesms
Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan

Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial


- Promosi Kesehatan dan kesehatan Lingkungan
Dinas Kesehatan Kab. - KIA, KB UKM
- Gizi
- Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Masyarakat Upaya Kesehatan Masyarakat Pengembangan Umpan Balik
- Perawatan Kesehatan Masyarakat
- Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat
- Pelayanana Kesehatan gigi dan mulut
- Pelayanan kesehatan olaraga
SDM
- Pelayanan kesehatan tradisional ( TOGA )
- Pelayanan Kesehatan Lansia
- Pelayanan Kesehatan MTBS
- Pelayanan Kesehatan anak Sekolah dan Remaja
- Monitoring dan Evaluasi, Audit Internal, Tinjauan Manajemen, Manajemen Resiko
- Pemeliharaan dan Monitoring -Sarana,
Pelayanan
PrasaranKesehatan Kerja
dan Lingkungan
- Pengendalian Dokumen

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


B. RUANG LINGKUP
Lingkup pedoman mutu ini disusun berdasarkan standar akreditasi
Puskesmas yang meliputi : persyaratan umum, system manajemen mutu,
tanggung jawab manajemen, manajemen sumber daya, proses pelayanan
yang terdiri dari penyelenggaraan Upaya Kesehatan masyarakat dan
pelayanan Klinis.
Ruang Lingkup penerapan Sistim Manajemen Mutu di Puskesmas
mencakup:
1. tabel. 7 Jenis Layanan UKP UPTD Puskesmas Boawae meliputi :
No. Poli / Unit Jenis Layanan
1. Poli Umum - Anamnesa, pemeriksaan dan tatalaksana
penderita/pasien
- Pencatatan rekam medik pasien
- Pengobatan medik dasar sesuai SOP
- Perawatan luka
- Penyuluhan tentang penyakit dan pola hidup
sehat
- Konseling medik umum
- Deteksi dini
- Menerima rujukan
- Melakukan rujukan kasus spesialistik
- Menerbitkan surat keterangan sakit / sehat /
kematian yang ditandatangani dokter
2. Poli Gigi dan - Promotif preventif Dental Health Education
Mulut (DHE)
- Pencabutan tanpa komplikasi
- Penumpatan gigi (sementara dan tetap)
- Pembuangan karang gigi
- Penanganan penyakit mulut dan rujukan
- Mengurangi rasa sakit
- Menghilangkan traumatik oklusi
3. Poli KIA – KB - ANC Terpadu, Natal dan Post Natal USG
- Perawatan Nifas
- Penyuluhan
- Penanganan Infeksi Menular Seksual dan
Infeksi Saluran Reproduksi

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


- Pemeriksaan IVA
- Pemeriksaan kesehatan neonatal, bayi,
balita dan anak pra sekolah
- SDIDTK
- Imunisasi
- Konseling kesehatan anak
- Rujukan
- Pelayanan dan konseling KB (IUD,
Implant, Suntik, Pil, Kondom)
- Pelayanan efek samping dan komplikasi KB
- Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke
Anak
4. Unit Gawat - Pemeriksaan awal kasus gawat darurat dan
Darurat memberikan tindakan prioritas berdasarkan
SOP
- Diagnosa dan penanganan permasalahan
dalam upaya penyelamatan jiwa, mengurangi
kecacatan dan kesakitan pasien
- Memberikan bantuan hidup dasar (BLS)
Membantu pasien mengatasi kegawatan
sirkulasi pembuluh darah dan kesadaran,
pernafasan serta jalan nafas
- Melakukan resusitasi dan stabilisasi
sementara sebelum pasien dirujuk ke rumah
sakit rujukan
- Melakukan ECG pada pasien
- Melakukan nebulizer
- Melakukan P3K dan TGC (Tim Gerak Cepat)
- Melakukan bedah minor
- Melakukan penyuluhan penanganan gawat
darurat awam umum

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


5. Poli Gizi - Konsultasi gizi
- Melakukan penyuluhan penanganan gawat
daruratanan umum
- Menfasilitasi dan motivasi ASI Eksklusif
- Pemberian vitamin A pada bayi, balita dan
bufas
- Perawatan gizi buruk yang ditemukan
dengan rawat inap
- Perawatan bumil KEK
- Pencatatan monev gizi buruk
- Layanan rawat inap
- Penyuluhan kelompok di ruang tunggu

6. Rawat Inap - Pertolongan persalinan 24 jam


Persalinan - Pelayanan asuhan kebidanan bufas normal
- Perawatan bayi baru lahir dengan kondisi
sehat dengan ibunya (rawat gabung)
- Visite oleh dokter PJ KIA
- Pelayanan ibu menyusui/KIE ASI eksklusif
- Asuhan BBLR untuk stabilisasi dan
perbaikan suhu
- Melakukan rujukan 24 jam ke rumah sakit
rujukan untuk kasus yang tidak bisa
ditangani dengan didahului stabilisasi
7. Rawat Inap - Perawat jaga siap 24 jam
Umum - Melakukan asuhan keperawatan
(pengkajian,diagnose,rencana, rincian dan
tindakan keperawatan, evaluasi dan rencana
kepulangan pasien)
- Melakukan visite bersama dokter
- Melakukan advise dokter
- Melakukan rujukan 24 jam ke rumah sakit
8. Unit Farmasi Pelayanan farmasi :
a) Pengkajian dan pelayanan resep
b) Pelayanan informasi obat
c) Konseling penggunaan obat
d) Visite terkait penggunaan obat di UGD dan
rawat inap
e) Perencanaan, pengadaan, penyimpanan,

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


distribusi dan penyerahan perbekalan
farmasi
f) Penyiapan, pencampuran, penyampaian
obat, pemantauan obat dalam dosis,
indikasi efek samping.
9. Laboratorium - Pemeriksaan laboratorium yang bermutu
- Rujukan specimen secara horizontal dan
vertical
- K3 laboratorium untuk menghindari resiko
terhadap petugas
- Kegiatan pemantapan mutu eksternal dan
internal
- Pencacatan dan pelaporan hasil
pemeriksaan
- Interpretasi hasil laboratorium

2. tabel. 8 Pelayanan Klinis atau UKM ( Upaya Kesehatan Masyarakat )


Meliputi :

No. Upaya Jenis Layanan


1. Upaya - Pemberian informasi kesehatan
Promosi melalui penyuluhan dan media
Kesehatan informasi (poster, leaflet, banner serta
videotron)
- Kunjungan rumah
- Pemberdayaan masyarakat dalam
PHBS
- Pembinaan desa siaga aktif
- Pembinaan UKBM
- Monev
2. Upaya - Layanan konseling melalui klinik
Kesehatan kesehatan lingkungan
Lingkungan - Pemicuan dan monev sanitasi total
berbasis masyarakat (STBM)
- Inspeksi sanitasi (TPS, TTU, TPM,
Tempat Kerja, Sarana Sanitasi Dasar)
- Koordinasi lintas program dan lintas
sektor dalam penanganan masalah
kesehatan lingkungan
- Pembinaan dalam upaya menurunkan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


risiko angka kesakitan akibat kondisi
lingkungan (PSN)
3. Upaya KIA – - Kunjungan rumah
KB - Kelas Ibu Hamil dan Ibu Balita
- Imunisasi di Posyandu
- SDIDTK di Posyandu, PAUD dan TK
- Penyuluhan kesehatan
- Pendataan sasaran
4. Upaya Gizi - Pemberian Kapsul Vitamin A
Masyarakat - Kelompok Pendamping ASI
- Pemantauan pertumbuhan bayi dan balita
di Posyandu
- Penyuluhan kesehatan
- Survei Kadarzi
- Monitoring Garam beryodium
- Pemberian MP ASI untuk usia 6 – 24 bulan
untuk balita GAKIN
- Pelacakan kasus gizi buruk
- Pemberian tablet tambah darah pada
remaja putri dan ibu hamil
- Pemberian PMT Pemulihan pada balita gizi
buruk dan ibu hamil KEK
- Posyandu Lansia
- Supervisi dan bimtek
- Pemantauan PMT – P
- PKG
- PSG
5. Upaya - Penyelidikan epidemiologi dan
Pencegahan pelacakan KLB
dan - Screening TT WUS
Pengendalian - Layanan imunisasi
Penyakit - Pelacakan kasus, kunjungan rumah dan
pelacakan kontak serumah
- Penyuluhan kesehatan
- Posbindu dan W2
- Koordinasi dengan LP dan LS untuk
pencegahan serta pengendalian penyakit
menular dan tidak menular
- Pelacakan kasus mangkir

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


- Zero HIV
- PJB, PE dan fogging focus
- Pelatihan bumantik, rumantik dan
Wamantik
6. Upaya  Menyusun rencana kegiatan perkesmas
Perawatan berdasarkan data program puskesmas
Kesehatan dengan ketentuan perundang undangan
yang berlakusebagai pedoman kerja
Masyarakat
 Melaksanakan kegiatan perkesmas
meliputi pengumpulan data perkesmas,
pengkajian kasus dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur
dan ketentuan perundang undangan yang
berlaku
 Mengevaluasi hasil kegiatan perkesmas
secara keseluruhan
 Membuat catatan dan lopran kegiatan di
bidang tugasnya sabagai bahan informasi
dan pertanggung jawaban kepada atasan
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan
oleh atasan
7. Upaya - Penyuluhan kesehatan jiwa, konseling
Kesehatan dan pembinaan hidup sehat
Jiwa - Penjaringan kasus gangguan jiwa di
masyarakat
- Kunjungan rumah kasus gangguan
jiwa
- Deteksi dini kasus gangguan jiwa oleh
kader
- Merujuk kasus gangguan jiwa ke
fasilitas kesehatan lanjutan
8. Upaya - Layanan kesehatan gigi sekolah (UKGS)
Kesehatan - Layanan kesehatan gigi masyarakat
Gigi (UKGM)
Masyarakat
9. Upaya - Menyusun rencana kegiatan pelayanan
Kesehatan kesehatan Lansia berdasarkan data
Lansia program puskesmas dan ketentuan
peraturan perundang – undangan yang
berlaku sebagai pedoman kerja
- Melaksanakan kegiatan kesehatan Lansia
meliputi pendataan sasaran Lansia,

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


penjarigan kesehatan Lansia, Pelayanan
kesehatan, penyuluhan kesehatan Lansia
dan koordinasi lintas program sesuai
dengan program puskesmas
- Mengevaluasi Hasil kegiatan pelayanan
kesehatan Lansia secara keseluruhan
- Membuat catatan dan laporan kegiatan
dibidang tugasnya sebagai bahan informasi
dan prtanggungjawaban kepada atasan
- Melaksanakan tugas lain yang diberikan
oleh atasan

10. Upaya Pemeriksaan Berkala dan Screening


Kesehatan Penyuluhan dan konseling kesehatan
Anak Sekolah Pembinaan UKS dan dokter kecil
dan Remaja Posyandu remaja
Pelayanan kesehatan peduli remaja
11 Pelayanan 1. Menyusun rencana kegiatan kesehatan
Kesehatan olahraga berdasarkan data program
Olaraga puskesmas dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman
kerja.
2. Melaksanakan kegiatan kesehatan
olahraga meliputi pembinaan kesehatan
olahraga dan koordinasi lintas program
terkait sesuai dengan prosedur dan
ketentuan perundang – undangan yang
berlaku.
3. Mengevaluasi hasil kegiatan kesehatan
olahraga secara keseluruhan
4. Membuat catatan dan laporan kegiatan
dibidang tugasnya sebagai bahan
informasi dan pertanggung jawaban
kepada atasan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan
oleh atasan.
12 Pelayanan - Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja,
Kesehatan pemeriksaan berkala dan pemeriksaan
Kerja kesehatan khusus
- Pembinaan dan pengawasan atas
penyesuaian pekerjaan terhadap tenaga
kerja
- Pembinaan dan pengawasan terhadap
lingkungan kerja
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
- Pembinaan dan pengawasan perlengkapan
sanitair
- Pembinaan dan pengawasan perlengkapan
untuk kesehatan tenaga kerja
- Pencegahan dan pengobatan terhadap
penyakit umum dan penyakit akibat kerja
- Pertolongan pertama pada kecelakaan
- Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja
dan latihan untuk petugas
- Memberikan nasihat mengenai perencanaan
dan pembuatan tempat kerja,pemilihan alat
pelindung diri,yang diperlukandan gizi serta
penyelenggaraan makanan di tempat kerja
- Membantu usaha rehabilitasi akibat
kecelakaan atau penyakit akibat kerja.
- Pembinaan dan pengawasan terhadap
tenaga kerja yang mempunyai kelainan
tertentu dalam kesehatannya
- Memberikan laporan berkala tentang
pelayanan kesehatan kerja kepada
pengurus

13 Pelayanan  Menganamnese pasien (Bayi, Balita)


Kesehatan  Menimbang berat badan
MTBS  Mengukur panjang badan
 Mengukur suhu
 Menilai dan membuat klasifikasi penyakit
 Memeriksa status gizi
 Memberikan konseling kepada ibu
 Mengkolaborasi dengan tim medis lainnya
(Dokter, Petugas Gizi dan Laboratorium)
 Mendokumentasikan di buku register

Pelayanan  Pendataan pengobatan tradisional


kesehatan  Pembinaan pengobatan tradisional
TOGA  Penanaman toga di tiap- tiap kampung dan
sarana kesehatan.
 Pelayanan akupresur.
 Membuat dan menyediakan ramuan
tradisional.
 Melayani pengobatan tradisional

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


3. Tabel. 9 Jaringan dan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan

No. Upaya Jenis Layanan


1. Puskesmas  Melaksanakan pelayanan kesehatan
Pembantu  Menggerakan, mengembangkan dan
membina kesehatan masyarakat
 Membantu upaya masyarakat dalam
meningkatkan derajad kesehatan
 Perencanaan, pencatatan dan pelaporan
 Perpanjangan tangan seluruh program
dipuskesmas

2. Bidan Desa  Menyusun rencana kegiatan pelayan KIA


serta pelayanan KB di desa berdasarkan
data program Puskesmas dan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja
 Melaksanakan kegiatan pelayanan KIA serta
pelayanan KB sesuai dengan prosedur dan
ketetentuan yang berlaku di wilayah desa
 Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan di
KIA serta pelayanan KB secara keseluruhan
di wilayah desa
 Membuat catatan dan laporan kegiatan di
bidang tugasnya sebagai bahan informasi
dan pertanggung jawaban
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan
Atasan
3. Puskesmas  Menyusun rencana kegiatan puskesmas
Keliling keliling berdasarkan data program
puskesmas dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman
kerja
 Melaksanakan kegiatan puskesmas keliling
dan koordinasi lintas program terkait sesuai
dengan prosedur dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku
 Mengevaluasi hasil kegiatan puskesmas
keliling secara keseluruhan
 Membuat catatan dan laporan kegiatan
dibidang tugasnya sebagai bahan informasi
dan pertanggung jawaban kepada atasan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Melaksanakan tugas lain yang diberiakan
atasan

Dalam pelaksanaan Upaya Kesehatan Masyarakat dan Pelayanan


Klinis harus memperhatikan keselamatan sasaran/pasien dengan
menerapkan manajemen resiko.
C. TUJUAN
Pedoman mutu ini disusun sebagai acuan bagi Puskesmas dalam
membangun system manajemen mutu baik unutk penyelenggaraan Upaya
Kesehatan Masyarakat maupun untuk penyelenggaraan Upaya Kesehatan
Perorangan (Klinis) di UPTD Puskesmas Boawae.
D. LANDASAN HUKUM
Landasan hukum yang digunakan unutk menyusun pedoman mutu ini adalah:
1. Undang – Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat
3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Pedoman
Manajemen Puskesmas
6. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 25 tahun 2004
Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik, dan sebagai pedoman
dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat
7. Peraturan Presiden Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan
Nasional.
8. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 35 tahun 2012 tentang Pedoman
Penyusunan Standart Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan;
9. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan
Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional;

E. ISTILAH DAN DEFENISI


Tabel. 10

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


No Istilah Defenisi Operasional

Akuntabel Dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan


peraturan perundang-undangan yang berlaku

Dokumen Catatan yang dapat dibuktikan atau dijadikan


bukti dalam suatu kegiatan

Efektifitas Pengukuran keberhasilan dan pencapaian


tujuan yang telah ditentukan, pencapaian
tujuan secara tepat

Efisien Pemanfaatan sumber daya secara minim guna


mencapai hasil yang optimal

Inisiatif Kemampuan dalam menemukan peluang,


menemukan ide dan mengembangkan ide serta
cara-cara baru dalam memecahkan suatu
problem

Kebijakan Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah


Mutu organisasi/instansi seperti yang dinyatakan
secara resmi oleh puncak manajemen

Kepuasan Tingkat perasaan emosional yang menjadi


pelanggan perbandingan kinerja atau hasil yang dirasakan
selama memakai prodak atau jasa dibandingkan
dengan segi harapan

Koreksi Pembetulan atau perbaikan

Malu Salah satu bentuk emosi manusia

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Pasien Orang atau individu yang mencari atau
menerima perawatan medis

Pedoman Dokumen yang merincikan system atau


Mutu menerima pelayanan medis

Pelanggan Orang yang menggunakan atau memanfaatkan


layanan puskeskas

Perencanaan Perencanaan program manajemen untuk


Mutu penerapan system manajemen mutu

Prasarana Barang/benda tidak bergerak yang dapat


menunjang atau mendukung pelaksanaan tugas
dan fungsi unit kerja

Profesional Bersangkutan dengan profesi dan memerlukan


kepandaian khusus untuk menjalankannya

Proses Serangkaian langkah sistematis atau tahapan


yang jelas yang dapat ditempuh berulangkali
untuk mencapai hasil yang diharapkan

Ramah Berbaik hati dan menarik budi bahasanya

Rekaman Bagian dari dokumen yang merupakan bukti


bahwa suatu kegiatan sudah dilakukan

Sasaran Mutu Tujuan yang akan dicapai dalam melakukan


proses

Sarana Barang/benda bergerak yang dapat dipakai


sebagai alat dalam pelaksanaan tugas atau

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


fungsi unit kerja

Tindakan Tindakan yang dilakukan setelah terjadi suatu


korektif kegiatan

Tindakan Tindakan yang dilakukan sebelum munculnya


preventive suatu kegiatan

Peraturan/Surat Penetapan yang ditetapkan


Kebijakan
oleh Kepala Puskesmas yang merupakan garis
besar yang bersifat mengikat dan wajib
dilaksanakan oleh penanggung jawab maupun
pelaksana.
Serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan
Standar
Operasional mengenai berbagai proses penyelenggaraan

Prosedur aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan

harus dilakukan, dimana dan oleh siapa

dilakukan.
Suatu dokumen yang menginformasikan
Kerangka
gambaran pendahuluan, latar belakang, tujuan
Acuan
umum dan tujuan khusus , kegiatan pokok dan
Kegiatan
rincian kegiatan, cara melaksanakan kegiatan,
sasaran, jadwal pelaksanaan kegiatan, evaluasi
pelaksanaan kegiatan dan pelaporan serta
pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan.
Kumpulan ketentuan dasar yang memberi arah
Pedoman
langkah-langkah yang harus dilakukan.
Merupakan dasar untuk menentukan dan
melaksanakan kegiatan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


BAB II
SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN SISTEM PENYELENGGARAAN PELAYANANAN

A. PERSYARATAN UMUM
UPTD Puskesmas Boawae Kabupaten Nagekeo menetapkan,
mendokumentasikan, mengimplementasikan dan memelihara sistem
manajemen mutu dan terus menerus memperbaiki keefektifannya sebagai alat
untuk menjamin bahwa proses yang berkaitan dengan kesehatan dapat
memenuhi persyaratan akreditasi sesuai Permenkes Nomor 46 tahun 2015 dan
harapan masyarakat. Seluruh penyelenggaraan kegiatan UPTD Puskesmas
Boawae dilakukan secara sistematis dan efektif melalui prosedur
yang menetapkan proses dan urutan proses yang diperlukan untuk sistem
manajemen mutu, dikendalikan, dimonitor, dianalisa dan dilakukan tindakan
yang diperlukan. UPTD Puskesmas Boawae memastikan tersedianya sumber
daya dan informasi yang diperlukan untuk menjalankan sistem manajemen
mutu,termasuk sumber daya untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran
mutu yangi ngin dicapai dan juga senantiasa memantau, mengukur,
menganalisa kinerja proses dan mengimplementasikan tindakan yang
diperlukan untuk dikembangkan dalam mencapai peningkatan mutu pelayanan
yang berkesinambungan. Puskesmas menetapkan mendokumentasikan,
menerapkan, memelihara dan memperbaiki secara berkesinambungan Sistem
Manajemen Mutu UPTD Puskesmas Boawae, yaitu :
1) Mengidentifikasi proses yang diperlukan untuk Sistem Manajemen Mutu dan
aplikasinya,
2) Menetapkan urutan dan interaksi antar proses tersebut didalam proses
pelayanan
3) Menetapkan kriteria dan metode yang diperlukan untuk memastikanbahwab
aik operasimaupun pengendalian proses - proses berjalan efektif.
4) Memastikan tersedianya Sumber daya dan informasi yang diperlukanuntuk
mendukung operasi dan pemantauan proses pelayanan dan hasilnya
5) Memantau, mengukur dan menganalisa proses – proses dan hasilnya.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


6) Menerapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil sesuai dengan
yang direncanakan serta perbaikan berkesinambungan
7) Menerapkan seluruh persyaratan sistim Manajemen Mutu Puskesmas
1. Persyaratan Dokumen

System manajemen mutu Puskesmas di dokumentasikan dalam


bentuk :
a. Manual Mutu
b. Sasaran Kinerja/mutu
c. Standar Operasional Prosedur
d. Dokumen Pendukung
e. Dokumen Eksternal
2. Pedoman Mutu
a. Manual mutu disiapkan oleh Wakil Manajemen/mutu dan
disahkan oleh Kepala UPTD Puskesmas serta didistribusikan
keseluruh poli/unit.
b. Wakil manajemen bertanggung jawab untuk menjamin kesesuaian
dan efektifitas Sistem Manajemen Mutu dan melaporkan hasil /
kinerja Sistem Manajemen Mutu kepada Kepala Puskesmas.
c. Manual Mutu ini termasuk dokumen yang terkendali. Tata cara
pengendaliannya mengikuti ketentuan sebagaimana tertuang
dalam prosedur pengendalian dokumen
d. Manual mutu ini akan ditinjau ulang setahun sekali untuk
penyesuaian / perbaikan.

B .PENGENDALIAN DOKUMEN
1. Tujuan Pengendalian Dokumen adalah terkendalinya kerahasiaan
dokumen, proses perubahannya, penerbitan, distribusi dan sirkulasi
dokumen. Dokumen-dokumen dalam system manajemen mutu meliputi:

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


a. Kebijakan
b. Pedoman
c. Manual Mutu
d. SOP
e. Kerangka Acuan Kerja
f. Rekaman-rekaman dan dokumen pendukung lainnya.
2. Dokumen terdiri dari 2 dalam sisitim manajemen mutu meliputi
a. Dokumen eksternal yang merupakan regulasi - regulasi atau
kebijakan-kebijakan yang terkait,maupun input atau masukan dari
masyarakat yang berupa harapan-harapan terhadap produk
atauoutput penyelenggaraan puskesmas.
b. Dokumen internal berupa dokumen perencanaan, surat keputusan
pimpinan, pedoman kerja, kerangka acuan, SPO, instruksi kerja,
rekaman, dokumen hasil audit dan upaya perbaikan.
c. Semua dokumen ini harus terkendali.
3. Cara Pengendalian :
a. Cara pengendalian dokumen diatur dalam prosedur dan dipaham oleh
semua pihak terkait.
b. Prosedur pengendalian dokumen mengatur hal-hal sebagai berikut :
Penomoran dokumen sesuai dengan SK Kepala UPTD
Puskesmas Boawae sebagai berikut :
- Surat Keputusan/Kebijakan
NOMOR: 440/UPTD-BWE/SK/.. /11/2016
- Standar Acuan Prosedur :
NOMOR: 440/UPTD-BWE/SOP/.. /11/2016
- Kerangka Acuan Kegiatan :
NOMOR: 440/UPTD-BWE/KA/.. /11/2016
c. Penanggungjawab mendaftarkan dokumen yang sudah benar ke
Sekretaris Tim Manajemen Mutu
d. Sekretaris Tim Manajemen Mutu mendokumentasikan dokumen ke
form daftar induk. Jenis Dokumen sebagai berikut:
1) Surat Keputusan : SK
2) Pedoman atau panduan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


3) Kerangka Acuan Kerja : KAK
4) Standar Operasional Prosedur : SOP
5) Rekaman
6) Dokumen Eksternal
e. Sekretaris Tim Manajemen Mutu memberi nomer pada setiap dokumen
yang sudah didaftarkan
Urutan penomoran meliputi: (1) Kode Kesehatan, (2) Pokja, (3) Bab, (4)
Jenis Dokumen, (5) No.Urut dokumen, (6) Bulan Terbit, (7) Nomor
Urut Puskesmas, dan (8) Tahun Pembuatan Dokumen
Contoh: 440/ A.I.SOP.001.01/ 436.6.3.25/ 2016
1) 440 : Kode Kesehatan, berdasarkan tata naskah
2) Kode pokja
A : Pokja 1
B : Pokja 2
C : Pokja 3
3) I : BAB
4) SOP : Jenis dokumen
5) 001 : Nomer Urut
6) 01 : Bulan Terbit
7) 1.02 1.7 : Nomor Urut puskesmas berdasarkan
Keputusan Dinas Kesehatan Kabupaten
Nagekeo
8) 2016 : Tahun
f. Sistem Penomoran Surat Masuk/Keluar
Surat Masuk Dan Keluar Sesuai Dengan Pedoman Peraturan Bupati
Nagekeo No. 27 Tahun 2013 Tentang Pedoman Tata Kearsipan
Pemerintah Kabupaten Nagekeo.
Penomoran Surat :
a) Untuk Surat Keterangan Dokter, Sakit, Sehat, lahir :
870/UPTD-BWE/…/…./2017
b) Surat rujukan :
SPT : 094/BW/…../…../2017
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
Rujukan + Laporan :
440/UPTD-BWE/…../…../2017
Pengiriman surat ke DINKES/DINAS INSTANSI Lainya :
Program kesehatan : 440/UPTD-BWE/…./…./2017

Kepegawaian : 800/UPTD-BWE/…/…./2017

Perencanaan : 801/UPTD-BWE/…/…./2017

SuratCuti :
Cuti : 850/UPTD-BWE/…/…./2017

Cuti Tahunan : 851/UPTD-BWE/…/…./2017

Cuti Besar : 852/UPTD-BWE/…/…./2017

Cuti Sakit : 853/UPTD-BWE/…/…./2017

Cuti Bersalin : 854/UPTD-BWE/…/…./2017

Cuti Alasan Penting : 855/UPTD-BWE/…/…./2017

Cuti diluar tanggungan Negara :

856/UPTD-BWE/…/…./2017

C. PENGESAHAN DOKUMEN
 Penanggung jawab menyerahkan dokumen yang sudah diberi nomor
dokumen ke Sekretaris Tim Manajemen Mutu
 Sekretaris TIM Manajemen Mutu menyerahkan dokumen ke Kepala
UPTD Puskesmas
 Kepala UPTD Puskesmas mengesahkan dokumen
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu memberikan stempel pada dokumen
asli “UPTD PUSKESMAS BOAWAE” warna biru
D. PENDISTRIBUSIAN DOKUMEN
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu memfotocopy dokumen yang
sudah disahkan oleh Kepala Puskesmas
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu memberi stempel “
TERKENDALI” warna biru pada dokumen yang difotocopy
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu menyiapkan buku ekspedisi

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Sekretaris Tim Manajemen Mutu menyimpan dokumen asli di
Sekretariat
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu mendistribusikan dokumen
fotocopy yang terkendali ke Penanggungjawab
E. PENYIMPANAN DOKUMEN / ARSIP
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu menyimpan dokumen asli di
sektretariat
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu menyimpanan dokumen dengan masa
penyimpanan 5 tahun
 Sekretaris Tim Manajemen Mutu melakukan penyimpanan dan
penataan dokumen dengan tata cara :
1) Dokumen diurutkan berdasarkan Pokja ( Pokja I : Biru,
Pokja II : Kuning, Pokja III : Merah )
2) Dokumen diurutkan berdasarkan jenis dokumen
3) Pemberian label atau judul di setiap tempat penyimpan
dokumen (odner/box file/ map)
 Dokumen akreditasi dibuat rangkap 2, yang asli disimpan di
sekretariat akreditasi dibawah kendali administrasi manajemen, yang
fotocopy dengan cap terkendali didistribusikan diunit-unit pelayanan,
sedangkan di administrasi dan manajemen (admin) menyimpan master
dokumen semua kelompok pelayanan dan upaya.
 Penyimpanan Dokumen Rekam Medik seperti :
- Dokumen rekam klinik / medik wajib disimpan sekurang-
kurangnya lima tahun, terhitung dari tanggal terakhir pasien
berobat, setelah batas waktu sebagaimana dimaksud
diatas dilampaui, rekam klinis dapat dimusnahkan, kecuali
persetujuan tindakan dan persetujuan lain harus disimpan jangka
waktu 10 tahun, terhitung dari tanggal dibuatnya.
- Rekam medis pasien rawat jalan dimasukkan ke dalam family folder
dan disimpan ke dalam rak penyimpanan di loket pendaftaran
- Rekam medis pasien rawat inap disimpan di rak penyimpanan
rawat inap

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


- Sistem penyimpanan resep yang telah dilayani di Puskesmas harus
dipelihara dan disimpan minimal tiga tahun.
F. PENGENDALIAN REKAM IMPLEMENTASI
Rekaman mutu dipastikan terkendali :
a. Pengendalian rekaman adalah suatu kegiatan kepengurusan rekaman
yang memberikan bukti obyektif dari aktifitas yang dlaksanakan atau
hasil yang dicapai.
b. Prosedur kerja ini dibuat sebagai pedoman petugas untuk
mengendalikan pengelolaan rekaman diUPTD Puskesmas Boawae
c. Semua rekaman dipastikan aman, teridentifikasi dengan jelas, dan
terdokumentasi dengan rapi sehingga mudah dan cepat ditemukan bila
diperlukan
BAB III
TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

A. KOMITMEN MANAJEMEN
Kepala UPTD Puskesmas, penanggung jawab manajemen mutu,
penanggung jawab upaya kesehatan, dan seluruh karyawan UPTD Puskesmas,
bertanggung jawab untuk menerapkan seluruh persyaratan yang ada pada
manual mutu ini.
Manajemen bertekad untuk menjalankan sistem manajemen mutu secara
konsisten dan konsekuen untuk mendukung pencapaian sasaran- sasaran
yang diinginkan. Kepala UPTD Puskesmas mewajibkan semua koordinator unit
untuk :
1. Memahami sistem manajemen mutu dan menjalankannya secara konsisten.
2. Mengkomunikasikan kepada karyawan ( pelaksana ) tentang pentingnya
mutu dan kepuasan pesien.
3. Mensosialisasikan kebijakan mutu dan sasaran – sasaran yang ingin
dicapai.
4. Melakukan evaluasi untuk melihat efektifitas sistem manajemen mutu.
5. Memastikan tersedianya sumberdaya untuk mendukung pelaksaan sistem.
6. Memastikan perbaikan terus menerus dilakukan pada semua aspek
kegiatan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


B. FOKUS PADA PELANGGAN
Pelayanan yang disediakan oleh UPTD Puskesmas dilakukan dengan
berfokus pada pelanggan. Pelanggan dilibatkan mulai dari identifikasi
kebutuhan dan harapan pelanggan, perencanaan penyelenggara upaya UPTD
Puskesmas dan pelayanan klinis, pelakasanaan pelayanan , monitoring dan
evaluasi serta tindak lanjut pelayanan.
Tim survey kepuasan pelanggan bertanggung jawab untuk :
a. Mengidentifikasi dan memahami persyaratan yang diminta oleh setiap
pelanggan.
b. Tim survey pelanggan bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan
kepada seluruh karyawan mengenai persyaratan pelanngan.
c. Tiap koordinator unit /poli bertanggung jawab untuk :
1. Mengkoordinasikan kegiatan berikutnya secara terkendali.
2. Mengkomunikasikan kepada seluruh staf unit / poli mengenai
target / persyaratan pelanggan dan memastikan semua terpenuhi.
C. KEBIJAKAN MUTU
Kebijakan mutu adalah pernyataan resmi UPTD Puskesmas yang sejalan
dengan visi misi atau tujuan UPTD Puskesmas yang memuat komitmen mutu
dan kepedulian terhadap kepuasan pelanggan.

1. Kebijakan mutu adalah pernyataan resmi Puskesmas yang memuat


komitmen mutu dan kepedulian terhadap kepuasan pelanggan/masyarakat.
2. Isi kebijakan mutu sejalan dengan visi, misi atau tujuan UPTD Puskesmas
Boawae.
3. Kebijakan menjadi acuan untuk menetapkan sasaran mutu, mengevaluasi
pencapaian sasaran serta acuan perbaikan.
4. Kebijakan mutu disosialisasikan dan dipastikan dipahami oleh seluruh
personil UPTD Puskesmas.
5. Kebijakan mutu ditinjau secara berkala untuk menjamin kesesuaiannya
Kebijakan Mutu Puskesmas Boawae
“Pelayanan profesional di UPTD Puskesmas Boawae untuk kepuasan
pelanggan”.
Komitmen Mutu UPTD Puskemas Boawae:

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


o Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan serta keselamatan
pasien
o Memberikan pelayanan yang ramah, cepat, akurat dan sebagai sumber
informasi kesehatan masyarakat
o Menerapkan system Manajemen Mutu Puskesmas Yang efektif dan
efisien
o Bekerja sama dan saling menghormati
D. PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN MUTU DAN PENCAPAIAN
Sasaran mutu ditetapkan berdasarkan kinerja/ standar pelayanan
minimal yang meliputi indikator- indikator pelayanan klinis, indikator
penyelenggaraan upaya UPTD Puskesmas. Perencanaan disusun dengan
memperhatikan kebutuhan dan harapan pelanggan, hak dan kewajiban
pelanggan, serta upaya untuk mencapai sasaran kinerja yang ditetapkan.
Perencanaan mutu UPTD Puskesmas dan keselamatan pasien berisi program –
program kegiatan peningkatan mutu yang meliputi :

1. Penilaan dan peningkatan kinerja baik UKM maupun UKP


Rencana peningkatan sasaran Mutu Pelayanan Upaya Kesehatan
Masyarakat(UKM).

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
Rencana Peningkatan Sasaran Mutu Pelayanan Kesehatan Perorangan (UKP)
dan Administrasi Manajemen Tahun 2016

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
2. Upaya pencapaian 6 sasaran keselamatan pasien
Kelompok sasaran ini menggarisbawahi mengenai :
a. Ketepatan Identifikasi Pasien :
Minimal 2 Identifikasi (Nama, Tanggal Lahir dan Nomor RM)
b. Komunikasi Efektif dengan SBAR :

S Situation/ Situasi
- Saya menelepon tentang (Nama Pasien, Umur dan
Lokasi)....
- Masalah yang ingin disampaikan...
- Tanda – tanda vital :....
B Background/ Latar Belakang
- Status mental pasien :.......
- Kulit :....
- Alat Bantu :..
A Assesment/ Penilaian
Sampaikan masalah yang sedang terjadi dan katakan
penilaian anda.
R Rekomendasi
- Apakah (Katakan apa yang ingin anda sarankan)
- Apakah diperlukan pemeriksaan tambahan?
- Jika ada perubahan tatalaksana, tanyakan...
c. Peningkatan Keamanan Obat:
Yang perlu DIWASPADAI (High Alert Medication) dan LASA (Look
and Like Sound a Like)
d. Kepastian Tepat Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien Operasi
bedah minor, Time Out dan Sign Out Untuk memastikan Tepat
Lokasi, Tepat Prosedur, Tepat Pasien.
e. Pengurangan Resiko Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan :
Lakukan Hand Hygiene secara tepat, dan pada waktu – waktu yang
tepat sesuai WHO, Gunakan alat pelindung diri secara tepat.
f. Pengurangan Resiko Cedera Akibat Pasien Jatuh :
Lakukan asesmen awal resiko pasien jatuh, baik rawat jalan maupn
rawat inap, terapkan langkah – langkah pasien jatuh bagi mereka
yang diaggap beresiko. Kelompok sasaran ini diatur dalam standar
yang cukup ketat, termasuk mengatur implementasi program
sampai dengan pemantauan yang ketat.
3. Penerapan manajemen resiko pada area prioritas
Manajemen resiko di UPTD Puskesmas Boawae diterapkan pada
seluruh kegiatan yang menimbulkan dampak resiko terhadap
lingkungan yaitu :
a. Kegiatan pelayanan klinis di UPTD Puskesmas
b. Kegiatan pelayanan kesehatan di Pustu, Puskesdes dan Posyandu
c. Kegiatan pasien/ pengunjung UPTD Puskesmas
d. Kegiatan Karyawan/ Staf Puskesmas
4. Penilaian kontrak/ kerja sama pihak ketiga (PPK)
a. Pihak ketiga melakukan kegiatan dan tugasnya sesuai dengan
kontrak yang telah disetujui dan ditandatangani kedua belah pihak.
b. Pihak ketiga membuat laporan atas pekerjaan yang telah dia
lakukan dan melaporkannya kepada Kepala UPTD Puskesmas.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


c. Kepala UPTD Puskesmas melakukan monitoring dan melakukan
eveluasi kerja pihak ketigadari laporan kegiatannya dibandingkan
dengan indikator yang telah ada.
d. Kepala UPTD Puskesmas melakukan umpan balik atas kinerja
pihak ketiga.
5. Pelaporan dan tindak lanjut insiden keselamatan pasien

6. Peningkatan mutu pelayanan laboratorium


a. Kemampuan sumber daya manusia perlu ditingkatkan, dalam hal
ini diperlukan peran organisasi profesi yang digunakan dalam
peningkatan pengetahuan tenaga teknis laboratorium dalam
melakukan pemantapan mutu yang meliputi prosedur kerja,
peralatan, reagenisia, yang dapat memberikan hasil pemeriksaan
yang benar.
b. Pemakaian alat dan reagen yang telah tersertifikasi
7. Peningkatan mutu pelayanan obat
a. Apoteker atau tenaga kefarmasian harus melaksanakan distribusi
atau pengunaan obat.
b. Apoteker harus turut serta dalam melaksanakan pelayanan
kefarmasian yang langsung pada pasien (memberikan informasi
obat, agar tidak terjadi penyalahgunaan obat atau kesalah
penengguna obat oleh pasien)
8. Pendidikan dan pelatihan Pegawai tentang mutu dan keselamatan
pasien.
a. Bekerja dalam tim
b. Fokus pada proses untuk mencapai perubahan
c. Adanya komitmen pimpinan dan keterlibatan bawahan dalam
perbaikan proses pelayanan
d. Pelaksanaan pelatihan tenaga kesehatan pada area ketrampilan
khusus akan menyiapkan pelaksana pelayanan kesehatan secara
lebih baik dan lebih efektif dalam merespon bahkan membuat
perubahan dalam menjawab tantangan kesehatan.
E. TANGGUNG JAWAB, WEWENANG DAN KOMUNIKASI
Tugas, tanggung jawab dan wewenang pimpinan,staf diatur dengan
jelas dan terdokumentasi khususnya staf yang melaksanakan pekerjaan
yang terkait dengan mutu dan kepuasan pelanggan.
1. Setiap koordinator dan staf dipastikan memahami tugas, tanggung
jawab dan wewenangnya.
2. Uraian tugas, tanggung jawab dan wewenang ditetapkan oleh
Kepala UPTD Puskesmas dibantu oleh Kepala Tata Usaha.
3. Dokumen uraian tugas dipegang oleh staf yang bersangkutan dan
salinan di simpan oleh unit ketatausahaan.
4. Dokumen uraian tugas harus dikendalikan, isinya diperbaharui bila
terjadi perubahan pekerjaan.
5. Dokumen berupa hasil evaluasi pelaksanaan uraian tugas, berupa
SKP dan DP3 diberikan kepada petugas yang bersangkutan
Kemudian disimpan pada file kepegawaian personal dan diletakkan
di ruang Tata Usaha.
6. Uraian tugas dibuat berdasarkan nama-nama posisi yang ada pada
struktur organisasi masing-masing unit.
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
7. Penggunaan nama posisi/job title dikoordinasikan dengan Tata
Usaha dan Kepegawaian Puskesmas.
8. Komunikasi Internal antar pimpinan/staf merupakan kegiatan yang
sangat penting untuk menunjang mekanisme kerja, untuk itu
sistem komunikasi internal dipastikan diatur dengan baik dan
menekankan hal-hal sebagai berikut;
1) Penanggung jawab unit mengupayakan agar komunikasi
internal dengan bawahannya dipastikan berjalan dengan baik.
2) Papan pengumuman Puskesmas digunakan untuk memberikan
informasi terkini, terkait komunikasi/penyebaran informasi dan
dalam rangka mendukung upaya pembinaan karyawan.

a. Kepala UPTD Puskesmas


Wewenang
1) Menetapkan visi misi UPTD Puskesmas yang telah disusun
bersama.
2) Menetapkan kebijakan dan prosedur pelaksanaan program
kesehatan di puskesmas berdasarkan peraturan Dinas
Kesehatan Kabupaten Nagekeo.
3) Menetapkan aturan dan kebijakan interen UPTD Puskesmas
yang tidak bertentangan dengan aturan diatasnya untuk
mendukung pelaksanan fungsi UPTD Puskesmas.
UraianTugas
1) Menyusun rencana teknis operasional UPTD Puskesmas
melalui usaha kesehatan wajib dan upaya kesehatan
pengembangan berdasarkan rencana kerja dinas dan kegiatan
tahun sebelum serta sumber data yang ada untuk digunakan
sebagai pedoman pelaksanaan tugas
2) Melaksanakan kebijakan teknis operasional pelayanan kesehatan
kepada masyarakat baik upaya kesehatan wajib maupun upaya
kesehatan pengembangan berdasarkan ketentuan yang berlaku;
3) Melaksanakan program kerja UPTD Puskesmas dalam upaya
pelayanan kesehatan kepada masyarakat berdasarkan standar
pelayan dan standar operasional prosedur
4) Mengkoordinasi pelakasanaan kegiatan ketatausahaan yang
meliputi urusan kepegawaian, keuangan, tata usaha dan
perlengkapan untuk kelancaran pelaksanaan tugas
5) Mengendalikan dan mengevaluasi penyelenggaraan tugas UPTD
Puskesmas sesuai prosedur yang berlaku agar tercapai hasil
kerja yang optimal
6) Memantau pembinaan dan evaluasi pelaksanaan program
evaluasi program UPTD Puskesmas untuk mengetahui
kebarhasilan dan permasalahan serta menetapkan alternatif dan
pemecahan masalahnya;
7) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait agar terciptanya
singkronisasi dan kerja sama yang baik dalam pelaksanaan
program/ kegiatan
8) Mengkoordinir penyusunan laporan kinerja dan laporan keuangan
sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku untuk
digunakan sebagai bahan bahan pertanggungjawaban
pelaksanaan kinerja
9) Mengendalikan pelaksanaan administratif, membimbing
mengarahkan, mengawasi dan mengeveluasi pelaksanaan tugas
agar tercapai efisiensi dan evektifitas pelaksanaan tugas
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
10) Mendistribusikan tugas kepada staf untuk kelancaran
pelaksanaan tugas
11) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas sesuai
tugas dan fungsinya
12) Melaporkan pelaksanaan tugas secara tugas operasional kepada
Kepala Dinas Kesehatan
b. Ketua Tim Mutu Puskesmas
Wewenang:
Memiliki wewenang penuh untuk menjalankan tugas dan tanggung
jawabnya sebagai wakil manajemen
Tanggung jawab:
Bertanggung jawab untuk menjamin kesesuaian dan efektivitas
implementasi sistem manajemen mutu.
Tugas
1) Menjamin sistem dilaksanakan secara efektif pada semua fungsi
2) Menjamin sistem manajemen mutu diperbaiki terus menerus
3) Mengupayakan peningkatan kesadaran/pemahaman staf dalam
system manajemen mutu
4) Mengkoordinasikan kegiatan internal audit.
5) Memastikan sistem manajemen mutu ditetapkan,
diimplementasikan, dan dipelihara
6) Melapor hasil / kinerja sistem manajemen mutu kepada Kepala
UPTD Puskesmas
7) Memastikan kesadaran seluruh staf terhadap kebutuhan dan
harapan pelanggan
Tugas tambahan:
Melaksanakan semua tugas tambahan yang diberikan oleh
pimpinan.
c. Sub Bagian Tata Usaha
Uraian Tugas:
1) Menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Tata Usaha
berdasarkan langkah-langkah operasional UPTD Puskesmas
dan kegiatan tahun sebelumnya serta sumber data sebagai
pedoman dalam melaksanakan tugas;
2) Melaksanakan penyusunan rencana program/ kegiatan UPTD
Puskesmas berdasarkan masukan data agar tesedia program
kerja partisipatif;
3) Melaksanakan penyusunan anggaran dan pengelolaan
anggaran berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku
kelancaran pelaksanaan tugas;
4) Menyelenggarakan administrasi kepegawaian sesuai prosedur
dan ketentuan yang berlaku untuk tertib administrasi dan
kelancaran pelaksanaan tugas;
5) Menyelengarakan inventarisasi aset UPTD Puskesmas untuk
kelancaran pelaksanaan tugas
6) Menyelengarakan penataan administrasi surat menyurat
sesuai prosedur yang berlaku agar terarah dan terkendali
7) Menyusun dan mengkoreksi konsep naskah dinas lainnya
sesuai ketetntuan dan prosedur yang berlaku untuk
kelancaran pelaksanaan tugas;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


8) Melaksanakan kegiatan urusan rumah tangga meliputi menata
ruangan, lingkungan dan kebersihan kantor agar terasa
nyaman dalam pelaksanaan tugas;
9) Memberikan layanan humas kepada instansi/ pihak yang
terkait secara transparan dan akurat sesuai petunjuk atasan;
10) Menyusun laporan kinerja, keuangan dan pelaporan kinerja
lainnya untuk bahan pertanggungjawaban;
11) Membuat laporan bulanan, triwulan dan tahunanserta hasil
pelaksanaan tugas kedinasan lainnya berdasarkan kegiatan
yang telah dilakukan dan sumber data ada untuk
dipergunakan sebagai bahan masukan atasan;
12) Menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan administratif,
membimbing, mengarahkan, mengawasi dan mengevaluasi
pelaksanaan tugas agar tercapai efisiensi dan efektivitas
pelaksanaan tugas;
13) Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai tupoksi untuk
kelancaran pelaksanaan;
14) Membina keserasian program dan kegiatan dengan dinas
untuk terwujudnya sinkronisasi pelaksanaan program dan
kegiatan;
15) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai
tupoksi
16) Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada UPTD Puskesmas
berdasarkan kegiatan yang dilakukan dan sumber data yang
ada untuk digunakan sebagai bahan masukan atasan.
d. Penanggungjawab Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial dan
Perawatan Kesehatan Masyarakat
1) Pelayanan Promkes
Uraian Tugas:
 Mengkoordinir dan bertanggungjawab terhadap semua
kegiatan promosi kesehatan
 Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan promosi
dilakukan bersama – sama dengan koordinator program
yang terkait
 Penyuluhan pada keluarga maupun kelompok mssyarakat
Melalui posyandu dan sekolah
 Pencataan dan pelaporan
 Pemeliharaan alat penyuluhan
 Mengelola media informasi kesehatan puskesmas
2) Pelayanan KIA dan KB
Uraian Tugas:
 Melaksanakan pelayanan KIA – KB
 Melakukan pemeriksaan berkala ibu hamil
 Penyuluhan dalam bidang KIA, KB dan Gizi
 Melakukan imunisasi pada ibu hamil
 Menolong persalinan normal
 Melakukan rujukan pada bulin, bumil yang berisiko
 Melakukan kunjungan rumah bumil, bufas dan neonatus
 Diagnosa penyakit – penyakit
 Melatih dan membina dukun ( Mitra Dukun dan Bidan)

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Menerima pasien bumil, bufas, bayi, pasien berKB dari loket
 Melakukan anamnese dan pemeriksaan

3) Pelayanan Kesling
Uraian Tugas:
 Pendataan sanitasi dasar dan perumahan
 Pendataan TPM dan industri rumah tangga
 Melakukan inspeksi dan pembinaan sanitasi perumahan
 Melakukan inspeksi dan pengawasan sanitasi sarana air
bersih
 Melakukan inspeksi tempat-tempat umum
 Melakukan pengawasan terhadap TPM dan industri rumah
tangga
 Melakuakan inspeksi dan pengawasan DAMIU
 Pelaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan kesling
 Melakukan pembinaan terhadap institusi
 Melakukan pemantauan jentik dan abatesasi
 Melakukan kaporitisasi sarana air bersih
 Melakukan kerja sama dengan lintas program dan lintas
sektor
 Melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program
STBM
4) Pelayanan Gizi
Uraian Tugas
 Membuat perencanaan program gizi bersama petugas lintas
program dan lintas sektoral terkait
 Melaksanakan kegiatan dalam rangka UPGK (Usaha
Perbaikan Gizi Keluarga) mengkoordinir kegiatan penimbang
dan penyuluhan gizi di posyandu
 Melaksanakan pendataan sasaran dan distribusi vitamin A ,
Kapsul, Yoviol dan Tablet Besi (Fe)
 Melaksanakan PSG
 Bersama dengan petugas lintas program dan lintas sektoral
melaksanakan SKPG
 Melaksanakan pemantauan garam beryodium, pemantauan
pola konsumsi
 Mendeteksi dan melaporkan batita KEP
 Mengkoordinir pelaksanaan PMT penyuluhan dan PMT
pemulihan balita KEP
 Melaksanakan konseling dan penyuluhan gizi di posyandu
 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan program
gizi

5) Pelayanan P2M
Uraian Tugas:
 Menyusun perencanaan dan evaluasi kegiatan diunit P2
 Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan
diunitnya
 Ikut secara aktif mencegah dan mengawasi terjadinya
peningkatan kasus penyakit menular serta menindaklanjuti
terjadinya KLB
 Berperan aktif secara dini melakukan pengamatan terhadap
penderita, kesling, perilaku masyarakat dan perubahan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


kondisi
 Analisis tentang KLB
 Penyuluhan kesehatan secara intensif
 Monitoring dan evalusi kegiatan
 Perencanaan, pencatatan dan pelaporan
6) Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Uraian Tugas:
 Menyusun rencana kegiatan perkesmas berdasarkan data
program puskesmas dengan ketentuan perundang
undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja
 Melaksanakan kegiatan perkesmas meliputi pengumpulan
data perkesmas, pengkajian kasus dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan
perundang undangan yang bberlaku
 Mengevaluasi hasil kegiatan perkesmas secara
keseluruhan
 Membuat catatan dan lopran kegiatan di bidang tugasnya
sabagai bahan informasi dan pertanggung jawaban
kepada atasan
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
e. Penanggungjawab UKM pengembangan
1) Pelayanan Kesehatan Jiwa
Uraian Tugas:
 Penyuluhan kesehatan jiwa, konseling dan pembinaan
hidup sehat
 Penjaringan kasus gangguan jiwa di masyarakat
 Kunjungan rumah kasus gangguan jiwa
 Deteksi dini kasus gangguan jiwa oleh kader
 Merujuk kasus gangguan jiwa ke fasilitas kesehatan
lanjutan
2) Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarakat
Uraian Tugas:
1. Memberikan pelayanan medis sesuai sesuai dengan standar
profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan
medis pasien.
2. Merujuk pasien ke dokter gigi lain yang mempunyai
keahlian yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan
suatu pengobatan / pemeriksaan.
3. Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang pasien.
4. Mengkoordinir, memonitor keseluruhan program kesehatan
gigi dan mulut di puskesmas.
5. Mengkoordinasi, menggerakan perawatan gigi dalam
pelayanan asuhan
6. Membimbing perawat gigi dalam medis teknis
7. Bertanggung jawab dalam pencatatan dan pelaporan tentang
pelayanan kesehatan gigi di wilayahnya
8. Menerbitkan surat keterangan dokter gigi
Kewenangan
1. Melaksanakan pelayanan asuhan kesgilut jika tidak ada
perawat gigi
2. Melaksanakan pertolongan darurat atas dasar
perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang
bertugas dan mampu melakukannya
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
3. Melaksanakan kegiatan fungsi manajemen
4. Membantu kerja sama lintas sektoral
3) Pelayanan Kesehatan Tradisional (TOGA)
Tujuan
1. Meningkatkan fungsi dan kualitas masyarakat dalam
kemandirian hidup sehat.
2. Meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan dalam
memanfaatkan tanaman obat.
3. Memanfaatkan tanaman obat sebagai pendamping
pengobatan konfensional di puskesmas.
4. Melayani masyarakat dalam upaya pemanfaatan pengobatan
tradisional di puskesmas ( akupresur dan ramuan).
Uraian tugas
1. Pendataan pengobatan tradisional
2. Pembinaan pengobatan tradisional
3. Penanaman toga di tiap- tiap kampung dan sarana
kesehatan.
4. Pelayanan akupresur.
5. Membuat dan menyediakan ramuan tradisional.
6. Melayani pengobatan tradisional.

4) Pelayanan Kesehatan Olahraga


Uraian Tugas:
6. Menyusun rencana kegiatan kesehatan olahraga
berdasarkan data program puskesmas dan ketentuan
perundang- undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja.
7. Melaksanakan kegiatan kesehatan olahraga meliputi
pembinaan kesehatan olahraga dan koordinasi lintas
program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan
perundang – undangan yang berlaku.
8. Mengevaluasi hasil kegiatan kesehatan olahraga secara
keseluruhan
9. Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya
sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada
atasan.
10. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.
5) Pelayanan Kesehatan Lansia
Uraian Tugas:
1) Menyusun rencana kegiatan pelayanan kesehatan Lansia
berdasarkan data program puskesmas dan ketentuan
peraturan perundang – undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja
2) Melaksanakan kegiatan kesehatan Lansia meliputi pendataan
sasaran Lansia, penjarigan kesehatan Lansia, Pelayanan
kesehatan, penyuluhan kesehatan Lansia dan koordinasi
lintas program sesuai dengan program puskesmas
3) Mengevaluasi Hasil kegiatan pelayanan kesehatan Lansia
secara keseluruhan
4) Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya
sebagai bahan informasi dan prtanggungjawaban kepada
atasan
5) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
6) Pelayanan Kesehatan Kerja
Uraian Tugas:
1) Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan berkala
dan pemeriksaan kesehatan khusus
2) Pembinaan dan pengawasan atas penyesuaian pekerjaan
terhadap tenaga kerja
3) Pembinaan dan pengawasan terhadap lingkungan kerja
4) Pembinaan dan pengawasan perlengkapan sanitair
5) Pembinaan dan pengawasan perlengkapan untuk
kesehatan
tenaga kerja
6) Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan
penyakit akibat kerja
7) Pertolongan pertama pada kecelakaan
8) Pendidikan kesehatan untuk tenaga kerja dan latihan
untuk
petugas
9) Memberikan nasihat mengenai perencanaan dan
pembuatan
tempat kerja,pemilihan alat pelindung diri,yang diperlukan
dan gizi serta penyelenggaraan makanan di tempat kerja
10) Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau
penyakit akibat kerja.
11) Pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga kerja yang
mempunyai kelainan tertentu dalam kesehatannya
12) Memberikan laporan berkala tentang pelayanan kesehatan
kerja kepada pengurus
7) Pelayanan Kesehatan Anak sekolah dan remaja
Uraian Tugas:
 Pemeriksaan Berkala dan Screening
 Penyuluhan dan konseling kesehatan
 Pembinaan UKS dan dokter kecil
 Posyandu remaja
 Pelayanan kesehatan peduli remaja
8) Pelayanan Kesehatan MTBS
Uraian Tugas:
 Menganamnese pasien (Bayi, Balita)
 Menimbang berat badan
 Mengukur panjang badan
 Mengukur suhu
 Menilai dan membuat klasifikasi penyakit
 Memeriksa status gizi
 Memberikan konseling kepada ibu
 Mengkolaborasi dengan tim medis lainnya (Dokter, Petugas
Gizi dan Laboratorium)
 Mendokumentasikan di buku register
f. Penanggungjawab UKP Kefarmasian dan Laboratorium
1) Pelayanan Pemeriksaan Umum
Uraian Tugas:
 Menyiapkan fasilitas dan lingkungan poliklinik untuk
kelancaran pelayanan serta memudahkan pasien menerima
pelayanan
 Mengkaji kebutuhan pasien
 Melaksakan tindakan darurat sesuai kebutuhan pasien
khususnya pada kasus darurat

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Membantu pasien selama pemeriksaan dokter antara
memberikan penjelasan kepada pasien tentang tindakan
yang akan dilakukan
 Melaksanakan pengobatan sesuai program pengobatan
 Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien atau
keluarga
 Merujuk pasien kepada anggota tim kesehatan lain sesuai
kebutuhan untuk pemeriksaan diagnostik , tindakan
pengobatan dan perawatan.
 Melaksakan sistim pencatatan dan pelaporan
 Memelihara peralatan medis keperawatan dalam keadaan
siap pakai
 Mengarahkan kunjungan ulang terutama pasien yang
pertama kali kunjungan
 Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan Kepala UPTD
Puskesmas Boawae
2) Pelayanan Gigi dan Mulut
Uraian Tugas:
 Memeriksa dan mengobati penyakit gigi
 Bimtek
 UKS, UKGS
 Rujukan pemerintah di puskesmas
 Membantu manajemen puskesmas
 Penyuluhan
 Persiapan alat-alat
 Pencatatan dan pelaporan
3) Pelayanan KIA dan KB
Uraian Tugas:
 Melaksanakan pelayanan KIA – KB
 Melakukan pemeriksaan berkala ibu hamil
 Penyuluhan dalam bidang KIA, KB dan Gizi
 Melakukan imunisasi pada ibu hamil
 Menolong persalinan normal
 Melakukan rujukan pada bulin, bumil yang berisiko
 Melakukan kunjungan rumah bumil, bufas dan neonatus
 Diagnosa penyakit – penyakit
 Melatih dan membina dukun ( Mitra Dukun dan Bidan)
 Menerima pasien bumil, bufas, bayi, pasien berKB dari loket
 Melakukan anamnese dan pemeriksaan
4) Pelayanan Gizi
Uraian Tugas:
 Membuat perencanaan program gizi bersama petugas lintas
program dan lintas sektoral terkait
 Melaksanakan kegiatan dalam rangka UPGK (Usaha
Pernbaikan Gizi Keluarga) mengkoordinir kegiatan penimbang
dan penyuluhan gizi di posyandu
 Melaksanakan pendataan sasaran dan distribusi vitamin A ,
Kapsul, Yoviol dan Tablet Besi (Fe)
 Melaksanakan PSG
 Bersama dengan tudgas lintas program dan lintas sektoral
melaksanakan SKPG
 Melaksanakan pemantauan garam beryodium pemantauan
pola konsumsi

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Mendeteksi dan melaporkan batita KEP
 Mengkoordinir pelaksanaan PMT penyuluhan dan PMT
pemulihan balita KEP
 Melaksanakan konseling dan penyuluhan gizi di posyandu
 Melaksanakan pencatatan dan pelaporan kegiatan program
gizi
5) Pelayanan Persalinan
Uraian Tugas:
 Melaksanakan kegiatan pemeriksaan / pembinaan kepada
ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan ibu menyusui
 Bertanggungjawab atas pemeliharaan alat medis dan non
medis
 Menentukan pemeriksan dan tindakan penunjang
 Melaksanakan rujukan
 Melaksanakan persalinan diunit pelayanan persalinan
sesuai pedoman berkoordinasi dengan bidan
penanggungjawab diruangan persalinan puskesmas
 Mengikuti visite dokter
 Memberikan terapi sesuai instruksi dokter
 Mengatur penempatan pasien di ruangan
 Melaksanakan orientasi kepada pasien dan keluarga
tentang peraturan, fasilitas dan kegiatan rutin ruangan
 Menyusun permintaan rutin (obat, alat, BHP, dll)
 Mengadakan pertemuan berkala di ruangan
 Membuat jadwal jaga, membuat daftar hadir ruangan
 Menilai pelaksanaan asuhan kebidanan
 Memberikan penyuluhan
 Perencanaan, pencatatan dan pelaporan
6) Pelayanan Rawat Inap
Uraian Tugas:
 Melaksanakan tugas asuahan keperawatan (ASKEP)
didalam gedung dan diluar gedung
 Mengkaji kebutuhan pasien dengan cara:
a) Anamnese pasien, mengukur tanda – tanda vital
b) Melaksanakan anamnese sesuai batas kemampuan
dan kewenangannya
 Berkolaborasi dengan dokter dalam pelayanan
pengobatan pasien
 Membantu pasien selama pemeriksaan dokter antara lain
memberi penjelasan kepada pasien tentang tindakan
yang akan dilakukan
 Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien atau
keluarga
 Bertanggung jawab dalam kebersihan dan penataan
ruangan perawatan
 Bertanggung jawab dalam pemeliharaan dan
pengamanan alat medis dan non medis dari ruangan
perawatan
 Perencanaan, pencatatan dan pelaporan
7) Pelayanan Gawat Darurat
Uraian Tugas:
 Membuat uraian tugas

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Mengkoordinasi seluruh rangkaian kegiatan di rawat inap
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku
 Memberikan tugas kepada para bawahan sesuai dengan
bidang tugas masing-masing
 Mensosialisasikan hasil rapat/pelatihan tentang jenis
pelayanan kepada pasien dan masyarakat
 Menanyakan kepada pasien dalam pembayaran rekening
tagihan biaya perawatan (JKN/BPJS, Jamkesda, Tunai)
 Menganamnese pasien
 Kolaborasi lintas program
 Kolaborasi dengan dokter dalan pemberian therapi dan
tindakan
 Melakukan Asuhan Keperawatan pada pasien meliputi
pengkajian, analisa data dan merumuskan, diagnosa
keperawatan, membuat intervensi keperawatan, melakukan
tindakan keparawatan dan evaluasi keperawatan
 Pengisian status pasien
 Penerimaan Pasien baru
 Mengisi status Pasien RRI
 Membuat dan mengisi register umum RRI,register
JKN/BPJS,register Jamkesda ,register Tunai
 Membuat laporan bulanan
 Membuat laporan SIKDA RRI
 Membuat LB 1
 Mengisi register UGD
 Mengisi register pencatatan dan pelaporan obat
 Mengisi buku pemakaian O2
 Mengisi buku rujukan pasien
 Mengisi buku visum
 Mengisi buku permintaan labor
 Mengisi buku visite
 Mengisi buku laporan overan jaga
8) Pelayanan Kefarmasian
Uraian Tugas:
 Mengelola obat – obatan yang ada di UPTD Puskesmas
 Mempersiapkan pengadaan obat di UPTD Puskesmas
 Mengatur penyimpan obat di UPTD Puskesmas
 Mengatur administrasi obat di UPTD Puskesmas
 Meracik dan membungkus obat dalam kemasan yang
sesuai untuk diberikan kepada penderita sesuai perintah
dokter
 Mengatur distribusi obat sederhana untuk PPPK
 Menyediakan obat untuk Puskesmas pembantu dan
posyandu
 Mengatur distribusi obat untuk KIA/ KB
 Penyuluhan kesehatan terutama dalam
bidangpenggunaan obat keras dan bahaya narkotika
 Pencatatan kegiatan yang dilakukan
 Membantu dokter membantu fungsi manajemen
 Mengatur kebersihan dan kerapian
9) Pelayanan Laboratorium
Uraian Tugas:

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Melaksanakan pelayanan laboratorium sesuai indikasi
dokter
 Merencanakan kebutuhan bahan alkes dan reagen dalam
setahun
 Melaksanakan pemerikaaan laboratorium diluar gedung
 Bertanggung jawab atas pemliharaan alat medis dan
nonmedis dilaboratorium
 Perencanaan,pencatatan dan pelaporan
g. Penanggungjawab Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
Pelayanan Kesehatan
1) Puskesmas Pembantu
Uraian Tugas:
 Melaksanakan pelayanan kesehatan
 Menggerakan, mengembangkan dan membina
kesehatan masyarakat
 Membantu upaya masyarakat dalam meningkatkan
derajad kesehatan
 Perencanaan, pencatatan dan pelaporan
 Perpanjangan tangan seluruh program dipuskesmas
2) Bidan Desa
Uraian Tugas :
 Menyusun rencana kegiatan pelayan KIA serta pelayanan KB
di desa berdasarkan data program Puskesmas dan
ketentuan peundang-undangan yang berlaku sebagai
pedoman kerja
 Melaksanakan kegiatan pelayanan KIA serta pelayanan KB
sesuai dengan prosedur dan ketetentuan yang berlaku di
wilayah desa
 Mengevaluasi hasil kegiatan pelayanan di KIA serta
pelayanan KB secara keseluruhan di wilayah desa
 Membuat catatan dan laporan kegiatan di bidang tugasnya
sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban
 Melaksanakan tugas lain yang diberikan atasan
3) Puskesmas Keliling
Uraian Tugas:
 Menyusun rencana kegiatan puskesmas keliling berdasarkan
data program puskesmas dan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku sebagai pedoman kerja
 Melaksanakan kegiatan puskesmas keliling dan koordinasi
lintas program terkait sesuai dengan prosedur dan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku
 Mengevaluasi hasil kegiatan puskesmas keliling secara
keseluruhan
 Membuat catatan dan laporan kegiatan dibidang tugasnya
sebagai bahan informasi dan pertanggung jawaban kepada
atasan
 Melaksanakan tugas lain yang diberiakan atasan
Pelayanan kesehatan puskesmas lainnya :
1) Pengelola Barang
Uraian Tugas:

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Menyimpan seluruh dokumen kepelikan barang milik Negara
yang berupa tanah, bangunan dan kendaraan
 Menerima dan mencatat barang-barang atau alat medis dan
non medis yang dikirim ke puskesmas
 Melaksanakan pencatatan keluar masuknya barang pada
buku inventaris barang atau alat medis dan non medis
 Membuat laporan inventaris barang atau alat medis dan non
medis setiap 6 bulan sekali
 Memonitor penggunaan barang atau alat dan melaporkan
kondisi atau keadaan alat tersebut
 Membuat RKBU (Rencana Kebutuhan Barang)
 Membuat KIR (Kartu Inventaris Ruangan) dan memasangnya
di setiap ruangan
2) Tata Usaha
 Membuat surat keluar
 Mengarsipkan surat masuk dan surat keluar
 Membuat visum bila diperlukan
 Membuat pemintaan surat keterangan Dokter
 Merekap daftar hadir
3) Sopir
Uraian Tugas:
 Memeriksa kelengkapan kendaraan
 Mengantarkan pasien
 Memperbaiki kerusakan kecil kendaraan agar dapat
berfungsi dengan baik
 Membersihkan mobil
 Melakukan service dan melakukan penggantian suku
cadang yang sudah rusak di bengkel
4) Juru Masak
Uraian Tugas:
 Menyediakan makanan pasien
 Membersihkan perlengkapan masak
 Membersihkan ruangan dapur
5) Cleaning Service
Uraian Tugas :
 Membersihkan lingkungan Puskesmas
 Memelihara taman
 Membersihkan kamar mandi dan kamar wc
 Membantu menyediakan keperluan setiap staf
6) Loket Pendaftaran
Uraian Tugas
 Mengatur serta mengawasi pelaksanaan kegiatan rekam
medik
 Membuat spesifikasi jamkesmas,askes dan bpjs
 Mencatat di masing-masing register
 Mengisi identitas pasien di kartu rawat jalan dan kartu resep
 Retribusi dan pengeluaran karcis sesuai perda
 Mengantar kartu rawat jalan ke ruang poli
 Merekap hasil kunjungan harian pasien dari badan poli ke
masing-masing register
 Membuat dan mengisi register antara lain kunjungan
harian, kunjungan poli umum, Jamkesmas, askes dan tunai
 Membuat laporan (harian,bulanan,sikda)

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Merekap laporan dan mengarsipkan dokumen yang
berhubungan dengan pasian poli umum dan poli lainnya
 Mebuat uraian tugas, mengikuti rapat /pelatihan di luar
puskesmas dan mengikuti rapat yang diadakan kepala
puskesmas
 Memberi pengarahan pelaksanaan tugas staf rekam medik
 Memberi bimbingan pelaksanaan tugas staf rekam medik
 Memimpin rapat tingkat unit penilaian pelaksanaan tugas
staf
 Perencanaan pengembangan sdm unit
 Persiapan rutin harian pelayanan pendaftaran
 Mendaftar dan mencatat di register dan komputer
 Membuat/ mengambil sampai dengan mengembalikan
rekam medis pasien
 Membantu merencanakan kebutuhan kartu rawat jalan,
resep kartu tanda pengenal, famili folder dan amplop tempat
kartu rawat jalan.
 Mengelolah rekam medis pasien

7) Dokter Umum
Uraian Tugas :
 Melakukan pemeriksaan dan pengobatan serta
konsultasi medis pada pasien di UPTD Puskesmas
 Memberikan pelayanan rujukan medis serta surat yang
berhubungan dengan hasil pemeriksaan
 Melakukan tindakan media khusus
 Melakukan visum et repertum
 Membuat surat keterangan dokter baik surat keterangan
sehat maupun surat keterangan sakit
 Bertanggung jawab dan melaporkan kegitan pelayanan
kesehatan yang dilaksakan kepada Kepala UPTD
Puskesmas
 Berkoordinasi dengan lintas program dan lintas sektor
serta menghadiri pertemuan – pertemuan kedinasan
yang diperintahan atasan
 Mengikuti seminar profesi, khursus dan pelatihan dalam
rangka meningkatkan mutu dan SDM
 Melaksanakan tugas lainnya yang diperintahakan atasan
sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku
8) Bendahara Keuangan
Uraian Tugas:
1. Mencatat arus peneriamaan dan pengeluaran keuangan
puskesmas dalam buku kas umum
2. Mendokumentasikan rincian penerimaan dan pengeluaran
keuangan dalam buku kas bantu
3. Mendistribusikan pengeluaran keuangan dalam buku kas
bantu
4. Menerima dan mencatat hasil penerimaan hasil retribusi
puskesmas kepada bendahara kabupaten

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


5. Menyetor hasil penerimaan retribusi puskesmas kepada
bendahara kabupaten
6. Merekap dan mendokumentasikan laporan bulanan
penerimaan dan pengeluaran retribusi puskesmas
7. Membuat dan mendokumentasi perencanaan anggaran dan
realisasi penggunaan dana operasional puskesmas
8. Membuat SPJ ats realisasi penggunaan dana operasional
puskesmas
9. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan
keuangan puskesmas mingguan
10 Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada tasan baik lisan
maupun ttertulis sesuai hasil kerja sebagai pertangungjawaban
tugas
11. Melaksanakan tugas lainnya yang diperintahkan oleh atasan
untuk kelancaran pelaksanaan tugas
h. Uraian Tugas Sekretaris Akreditasi
Wewenang
Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan
tanggung jawab kesekretariatan Akreditasi.
Tanggung jawab
Bertanggung jawab untuk menyiapkan seluruh dokumen internal
dan eksternal akreditasi UPTD Puskesmas Boawae.
Tugas
1) Menyiapkan semua dokumen internal dan dokumen eksternal.
2) Mengajukan semua dokumen yang sudah siap untuk diperiksa
oleh wakil manajemen dan disahkan oleh kepala puskesmas.
3) Menyusun dan mencatat semua dokumen yang ada
disekretariat secara rapi.
4) Memastikan seluruh dokumen untuk poli/ unit terkait
terdistribusi secara teratur dan tercatat.
i. Uraian Tugas Tim Survey Kepuasan Pelanggan
Wewenang
- Memiliki wewenang untuk melaksanakan semua tugas dan
tanggung jawab sebagai surveyor diUPTD Puskesmas
Boawae
Tanggung Jawab
- Bertanggung jawab penuh terhadap kepala UPTD puskesmas
atas pelaksanaan dan hasil survey yang telah dilakukannya
Tugas
a. Merencanakan pelaksanaan survey Puskesmas
b. Melaksanakan seluruh kegiatan survey Puskesmas
c. Mengolah, menganalisa, dan melaporkan hasil survey kepada
ketua tim akreditasi.
d. Merencanakan pelaksanaan survey selanjutnya
F. KOMUNIKASI INTERNAL

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


Komunikasi internal antar pimpinan / staf merupakan kegiatan
yang sangat penting untuk menunjang mekanisme kerja, karenanya sistem
komunikasi dipastikan diatur dengan baik dan menekankan hal – hal sbb :
1. Koordinator unit/poli mengupayakan agar komunikasi dengan
anggotanya dipastikan berjalan lancar.
2. Komunikasi diarahkan untuk peningkatan pemahaman staf
mengenai Sistem Manajemen Mutu.
3. Komunikasi diarahkan agar pegawai memahami sasaran
kinerja/mutu yang ingin dicapai.
4. Komunikasi diarahkan untuk memastikan persyaratan yang telah
ditetapkan dipenuhi.
5. Komunikasi Internal diatur secara sistematis dan terdokumentasi.
6. Komunikasi internal untuk menjelaskan Sistem Manajemen Mutu
kepada pegawai.
7. Komunikasi internal membangun kesadaran mutu untuk
kepuasan pelanggan/masyarakat.
8. Penyelenggaraan rapat koordinasi diatur dengan baik.
9. Bentuk komunikasi internal antara lain adalah mini lokakarya
bulanan, komunikasi internal poli/unit, kelompok kerja, dan rapat
koordinasi situasional.
10. Setiap poli/unit dilengkapi papan informasi yang dipergunakan
untuk komunikasi/penyebaran informasi.
11. Papan pengumuman UPTD puskesmas digunakan untuk
memberikan informasi terkini kepada petugas kesehatan dan
pelanggan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


BAB IV
TINJAUAN MANAJEMEN
A. Umum
Evaluasi merupakan kegiatan manajemen yang sangat penting dalam
rangka pengendalian suatu proses dan kinerja termasuk evaluasi dalam
implemetasi sistem manajemen mutu.
B. Masukan dari Tinjauan Manajemen
Kepala UPTD puskesmas menetapkan rapat tinjauan manajemen (RTM)
6 bulan sekali atau dalam kondisi tertentu yang memerlukan perubahan
segera seperti :
1. Manajemen puncak meninjau system manajemen mutu untuk
memastikan kelanjutan kesesuaian, kecukupan dan efektifitas
organisasinya.
2. Wakil manajemen/Penanggung jawab mutu melaksanakan Rapat
Tinjauan Manajemen sekurang-kurangnya satu kali dalam satu
tahun.
3. Rapat Tinjauan Manajemen dipastikan terdokumentasi/ ada
notulen.
4. Agenda Rapat Tinjauan Manajemen mencakup hal-hal sebagai
berikut:
a) Hasil Audit Internal/eksternal
b) Umpan balik pelanggan
c) Kinerja proses
d) Pencapaian Sararan Kinerja/mutu
e) Status tindakan koreksi dan pencegahan yang dilakukan
f) Tindak lanjut terhadap hasil Tinjauan Manajemen yang lalu
g) Perubahan terhadap Kebijakan Mutu
h) Perubahan yang pernah dilakukan terhadap Sistem
Manajemen Mutu/sistem pelayanan
C. Keluaran dari Tinjauan Manajemen
1. Hasil tinjauan manajemen dibagikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan
2. Hasil tinjauan manajemen memuat keputusan-keputusan
kesimpulan mengenai tindakan-tindakan yang perlu diambil,
perbaikan produk yang terkait dengan persyaratan pelanggan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


BAB V
MANAJEMEN SUMBER DAYA

A. PENYEDIAAN SUMBER DAYA


a. Kepala UPTD Puskemas Boawae berkewajiban menyediakan sumber
daya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan di UPTD
Puskesmas Boawae
b. Kepala UPTD Puskesmas memastikan sumber daya untuk
menjalankan Sistem Manajemen Mutu telah terpenuhi.
c. Sumber daya yang diperlukan diidentifikasi oleh koordinator
poli/unit baik untuk penyelenggaraan UKM maupun UKP dan
disampaikan kepada koordinator Administrasi dan kepala UPTD
puskesmas.
d. Penyediaan sumber daya meliputi:
1. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial dan
Pelayanan Kesehatan Masyarakat:
 Pelayanan Promosi Kesehatan
 Pelayanan Keehatan Lingkungan
 Pelayanan KIA-KB
 Pelayanan GIZI
 Pelayanan P2
 PelayananKesehatan Masyarakat
2. Penyelenggaraan UKM Pengembangan :
 Pelayanan Kesehatan Jiwa
 Pelayanan Kesehatan Gigi Masyarkat
 Pelayanan Kesehatan olaraga
 Pelayanan kesehatan tradisional komplementer
 Pelayanan kesehatan kerja
 Pelayanan kesehatan lansia
 Pelayanan kesehatan anak sekolah dan remaja
 Pelayanan kesehatan MTBS
3. Penyelenggaraan UKP, Kefarmasian dan Laboratorium :
 Pelayanan pemeriksaan umum
 Pelayanan gigi dan mulut
 Pelayanan KIA dan KB
 Pelayanan gizi
 Pelayanan persalinan
 Pelayanan Rawat Inap
 Pelayanan gawat darurat
 Pelayanan kefarmasian

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Pelayanan laboratorium
4. Pelayanan puskesmas dan jejaringan fasilitas pelayanan kesehatan
 Puskesmas Pembantu
 Bidan desa
 Puskesmas keliling
B. PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
a) Ruang Lingkup
Pedoman ini menerangkan penyediaan sumber daya manusia,
proses rekrutmen, proses kredensial ( Kompotensi
pekerjaan),Pelatihan dan peningkatan kompetensi yang kompeten
dalam menerangkan system manajemen mutu di UPTD Puskesmas.
b) Penyediaan Sumber Daya Manusia
Kompetensi yang diperlukan oleh setiap pegawai agar dapat
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara tepat dan benar
sesuai dengan sasaran dan persyaratan yang telah ditetapkan harus
dipastikan dipenuhi.
Koordinator unit/poli bertanggung jawab terhadap :
a. Menentukan kebutuhan personil sesuai kompetensinya untuk
menunjang mutu pelayanan;
b. Mengusulkan kebutuhan SDM kepada koordinator unit
Administrasi;
c. Meningkatkan kesadaran anggotanya mengenai pentingnya
peranan mereka dalam pekerjaan untuk mencapai sasaran
kinerja/mutu dan kepuasan pelanggan;
d. Menentukan pelatihan yang diperlukan oleh setiap bawahannya;
e. Memastikan pelatihan dilaksanakan. Pelatihan dapat dilakukan
dalam bentuk, atau kegiatan apapun yang bertujuan memberikan
kompetensi kepada staf;
f. Mengambil tindakan lainnya selain pelatihan yang sesuai dengan
permasalahan;
g. Mengevaluasi efektif/ tidaknya tindakan yang telah diambil;
h. Mengelola arsip yang memuat informasi mengenai pelatihan,
keterampilan dan pengalaman kerja staf.
C. INFRASTRUKTUR
a. Belanja Modal
1. Merencanakan kebutuhan Puskesmas baik fisik maupun Alkes
2. Mengusulkan RUK ke Dinas Kesehatan
3. Menyusun RPK
b. Pemeliharaan
1. Pembuatan Daftar jenis pemeliharaan selama satu tahun
2. Pelaksanaan pemeliharaan sesuai jadwal
3. Monitoring fungsi alat medis dan non medis
4. Kalibras ialat
5. Tindakan hasil monitoring
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
D. LINGKUNGAN KERJA
1. Ventilasi
Pemenuhan ventilasi alami di semua ruangan UPTD Puskesmas
misalnya jendela dan pintu untuk sirkulasi udara dalam ruangan.
2. Pencahayaan
 Setiap ruangan UPTD Puskesmas terdistribusi rata cahaya dalam
ruangan untuk menunjang kegiatan
 Pencahayaan ruangan menggunakan pencahayaan langsung
(lampu) dan pencahayaan tidak langsung ( cahaya matahari ).
3. Sistem Sanitasi
 Sistem sarana air bersih terdistribusinya air bersih di setiap unit
pelayanan secara merata melalui system jaringanperpipaan.
 Sistem Instalasi Pengolahan Air limbah Semua limbah cair dari
setiap unit pelayanan di puskesmas dialirkan melalui jaringan
perpipaan dan dikelola melalui system instalasi pengolahan air
limbah.
 Sistem Pengelolaan Sampah di puskesmas perlu dipilah antara
sampah medis dan non medis dan diproses lebih lanjut di
puskesmas.
4. Sistem Kelistrikan
 Sistem kelistrikan dirancang tidak membahayakan petugas dan
pasien serta pengunjung.
 Mudah dioperasikan
 Tidak menggangu lingkungan.
5. Sistem Komunikasi
Alat komunikasi diperlukan untuk hubungan dilingkup dan keluar
Puskesmas untuk mendukung pelayanan.
6. Sistem Gas
 Gas medis yang digunakan adalah O2
 Direncanakan dan diletakan dengan mempertimbangkan
keselamatan pengguna.

7. Sistem Proteksi Kebakaran


UPTD Puskesmas menyediakan APAR ( Alat pemadam Kebakaran ) di
unit pelayanan misalnya di ruangan rawat inap,ruang farmasi dan
ruang rawat jalan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


BAB VI
PENYELENGGARAAN PELAYANAN

A. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT PUSKESMAS


1. Perencanaan Upaya Kesehatan Masyarakat, akses dan pengukuran
kinerja
 Perencanaan kegiatan dilakukan dengan pembuatan POA (Plan of
action) masing masing penanggungjawab program UKM
 POA disusun dengan mempertimbangkan harapan dan kebutuhan
masyarakat, masalah kesehatan yang ada di wilayah puskesmas,
kebijakan/kegiatan dari pusat yang harus dilaksanakan serta
sesuai dengan target kegiatan puskesmas yang belum tercapai
 Proses kegiatan dalam UKM untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat dengan memperhatikan hasil survey persyaratan
pelanggan. Untuk kegiatan baru/inovasi/unggulan diawali dari
permintaan kebutuhan masyarakat dan atau dari Dinas
Kesehatan yang ternyata sesuai kebutuhan masyarakat;
 Perencanaan dibuat berdasarkan capaian hasil kinerja, dengan
melihat kesenjangan antara target dan capaian kinerja, analisa
hasil survey baik kepuasan meupun identifikasi kebutuhan

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


masyarakat, masukan dari umpan balik melalui sms, kotak saran,
telepon maupun forum-forum komunikasi;
 Perencanaan harus sesuai dengan tata nilai Puskesmas, yang
meliputi visi, misi, motto dan tata nilai;
 Pengendalian proses pelaksanaan kegiatan dilakukan 4 tingkatan.
Pada tingkat pertama proses pelaksanaan kegiatan dilaksanakan
oleh pelaksana, pada tingkat ke dua dikendalikan dari
penanggung jawab UKM, pada tingkat ketiga oleh tim kendali
mutu, dan tingkat keempat pengendalian proses dilaksanakan
oleh Wakil Manajemen/Penanggungjawab Manajemen Mutu;
 Semua dokumen disiapkan oleh penanggung jawab UKM,
dikoreksi oleh tim kendali mutu dan disahkan oleh Kepala
Puskesmas serta didistribusikan untuk digunakan oleh pelaksana;
 Penanggung jawab UKM menyiapkan rencana monitoring dan
evaluasi serta instrumennya untuk pelaksanaan kegiatan;
 Laporan hasil pelaksanaan kegiatan dicatat dan disimpan oleh
masing-masing pelaksana untuk dilaporkan kepada penanggung
jawab UKM;
 Catatan tersebut dimaksudkan untuk pengendalian proses
kegiatan dan membuktikan bahwa hasil kegiatan memenuhi
persyaratan atau tidak memenuhi yang kemudian disertai dengan
tindak lanjutnya.
2. Proses berhubungan dengan sasaran
a) Penetapan persyaratan sasaran
 Penanggunjawab program harus memahami secara jelas
semua persyaratan sasaran yang menjadi target
pelaksanaan program kegiatan
 Penanggungjawab program melakukan koordinasi
dengan lintas program dan lintas sektor terkait untuk
pembahasan semua persyaratan sasaran
 Hasil pembahasan semua persyaratan sasaran
dikomunikasikan kepada masyarakat melalui
Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), pertemuan kader,
pertemuan lintas sektor, penyuluhan masyarakat
b) Tinjauan terhadap persyaratan sasaran
Puskesmas melakukan peninjauan terhadap sasaran program
mengacu pada kebijakan dan pedoman yang diberlakukan oelh
pemerintah
c) Komunikasi dengan sasaran
Puskesmas melakukan komunikasi dengan sasaran program
dan setiap kali melakukan komunikasi harus selalu dicatat.
1. Komunikasi dengan sasaran diarahkan untuk memahami
kebutuhan/persyaratan sasaran antara lain :

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Mendapatkan konfirmasi/persyaratan penyelenggara
upaya kesehatan masyarakat yang diinginkan masing
masing kelompok sasaran
 Menjawab pertanyaan pertanyaan sasaran program
 Mengklarifikasi ketidakjelasan mengenai persyaratan
sasaran
 Membahas masukan/usul/saran/keluhan sasaran
2. Catatan hasil komunikasi dengan sasaran di
dokumentasikan.
3. Bila evaluasi dilakukan bersama dengan fungsi lain maka
peran fungsi terlibat harus jelas.
4. Arsip atau catatan-catatan hasil evaluasi dan tindakan-
tindakan yang telah diambil harus di dokumentasikan

3. Pembelian
Untuk upaya kesehatan masyarakat pembelian yang
dilaksanakan UPTD Puskesmas Boawae dikecualikan karena
hanya berkisar pada pembelian bahan promkes dalam skala
kecil yang didanai menggunakan dana kapitasi dari BPJS.
a. Koordinator unit administrasi betanggung jawab untuk
memastikan fungsi pembelian dilaksanakan secara
terkendali;
b. Pembelian dilaksanakan mengikuti prosedur yang telah
ditetapkan;
c. Sebelum melaksanakan pembelian, informasi tentang
berbagai persyaratan dan spesifikasi yang diperlukan oleh
Puskesmas harus dibuat secara jelas untuk menghindari
kesalahan / ketidaksesuain;
d. Dokumen pembelian harus dipastikan memuat penjelasan
mengenai:
1) Nama tempat pembelian;
2) Alasan pemilihan tempat pembelian;
3) Jenis barang yang akan dibeli;
4) Jumlah barang yang akan dibeli
e. Melakukan verifikasi barang yang dibeli, apakah sudah sesuai
dengan persyaratan yang telah ditentukan atau belum.
4. Penyelanggaraan UKM
a) Pengendalian proses penyelenggaran upaya Kesehatan
Masyarakat
 Proses penyelenggaran upaya kesehatan masyarakat
dipastikan dijalankan secara terkendali.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Kegiatan UKM dilakukan sesuai dengan POA masing
masing program
 Pengedalian penyelanggaran upaya kesehatan
masyarakat dilaksanakan berdasarkan SOP dan
dimonitor oelh koordinator UKM.
 Tiap penanggung jawab program membuat SOP untuk
setiap tindakan yang dikerjakan.
 SOP dibuat untuk membimbing petuga pelaksana agar
dapat melaksanakan kegiatan sesuai dengan prosedur.
 Peralatan yang diperlukan untuk proses penyeelanggaran
upaya kesehatan masyarakat dipastikan tersedia dan
memenuhi persyaratan.
b) Validasi proses penyelenggaran upaya
 Proses pelayanan dipastikan divalidasi sebelum
diberikan kepada pelanggan;
 Validasi diarahkan untuk mengkonfirmasi dan
membuktikan bahwa proses yang akan dijalankan
memiliki kemampuan untuk mencapai hasil yang
disyaratkan.
 Pelaksanaan dikerjakan oleh personil yang ditugaskan
sebagai penanggungjawab program.
c) Identifikasi dan Mampu telusur
 Semua hal yang berhubungan dengan kegiatan
masyarakat harus dipastikan dan diberikan
identifikasi secara jelas;
 Identifikasi dimaksudkan untuk menghindari
kesalahan atau ketidaksesuaian yang tidak
diharapkan;
 Identifikasi juga diberikan berdasarkan hasil
pengukuran den pemantauan terhadap proses
kegiatan;
 Cara identifikasi dan koreksi diatur dalam prosedur
identifikasi dan ketelusuran.
d) Hak dan Kewajiban sasaran
 Hak sasaran adalah hak yang dimiliki oleh masyarakat
yang harus dipenuhi Puskesmas terkait kegiatan yang
dilakukan Puskesmas di wilayah kerjanya;
 Kewajiban sasaran adalah kewajiban yang harus
dipenuhi oleh masyarakat terkait kegiatan yang
dilakukan Puskesmas di wilayah kerjanya;
 Hak dan kewajiban sasaran ditentukan melaui forum
yang melibatkan penanggung jawab UKM, untuk

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


kemudian mendapat persetujuan dari wakil manajemen
dan Kepala Puskesmas, disosialisasikan kepada seluruh
karyawan puskesmas, lintas program maupun lintas
sektoral.
 Hak dan kewajiban sasaran UKM adalah sebagai berikut:
i. Hak Sasaran Program
a) Memperoleh infomasi tentang Upaya
Kesehatan Masyarakat
b) Menyampaikan saran, keluhan dan umpan balik
bekaitan UKM
c) Memperoleh layanan yang disiplin, utamakan
kepuasan pelanggan, profesional, aman dan
komunikatif
ii. Kewajiban Sasaran Program
1) Mengikuti alur penyelenggaraan upaya
puskesmas
2) Memberikan informasi yang benar dan lengkap
tentang Kesehatan di Masyarakat
3) Mematuhi kesepatan bersama antara
puskesmas dan masyarakat dalam penyelesaian
masalah kesehatan
4) Meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang
bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas
Boawae agar terwujud derajat kesehatan yang
setinggi- tingginya
e) Pemeliharaan barang milik pelanggan
1) Barang milik pelanggan atau sasaran UKM adalah
kegiatan upaya yang dilakukan untuk masyarakat;
2) Barang milik sasaran upaya adalah barang-barang yang
bukan milik; Puskesmas yang berada di wilayah tanggung
jawab Puskesmas;
3) Barang milik sasaran upaya harus ditangani dengan hati-
hati untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan;
4) Semua fungsi/ pihak yang secara langsung atau tidak
langsung terlibat dengan penggunaan, penyimpanan,
pemeriksaan barang milik sasaran program harus
melakukan identifikasi, verifikasi, melindungi dan
mengamankan barang-barang milik pelanggan sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


5) Yang termasuk barang milik pelanggan dalam
penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat antara lain
KMS, pembukuan kader, register UKS, lembar penilaian
hasil screening dan pemeriksaan berkala;
6) UPTD Puskesmas Boawae berkewajiban untuk
mengkondisikan :
a) Setiap kegiatan harus jelas dalam hal tujuan, jadwal,
sasaran lokasi maupun kriteria SDM;

b) Koordinasi lintas program dan sektor termasuk masyarakat


terkait jadwal kegiatan;
c) Setiap kegiatan harus terlaksana dan dievaluasi, jika perlu
akan dilakukan rencana tindak lanjut.
f) Manejemen resiko dan keselamatan
Manajemen resiko dan keselamatan disini meliputi semua
antisipatif resiko yang terjadi akibat dari pelaksanaan kegiatan UKM
yang berdampak kepada masyarakat. Dilakukan identifikasi resiko
dan analisa serta upaya meminimalisir resiko dan evaluasi terhadap
system. Penerapan manajemen resiko dalam hal UKM dan UKP
merupakan satu system komprehensif dibawah naungan Keselamatan
dan Keamanan Kerja (K3).
1) menentukan masalah/kesenjangan yang terjadi di
masyarakat;
2) mengumpulkan bukti-bukti yang nyata;
3) melakukan wawancara;
4) meneliti lingkungan kejadian;
5) mengenali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap
timbulnya kejadian;
6) menentukan pemecahan masalah.
g) Pengukuran,analisis dan penyempurnaan sasaran kinerja
1) Umum
Pengukuran, analisis dan penyempurnaan sasaran kinerja
UKM pada dasarnya dilakukan sebagai suatu system
berkesinambungan untuk mencapai kinerja UKM yang
optimal.
 Semua pemegang program pelayanan kesehatan
masyarakat melakukan pengukuran dan pemantauan
terhadap kegiatannya.
 Pemantauan dan pengukuran direncanakan sebelum
dilaksanakan.
 Data kegiatan dikumpulkan untuk dianalisa.
 Hasil pengukuran/pemantauan/analisa dipakai untuk:
 Membuktikan kesesuain pelayanan
 Memastikan kesesuaian sistem mutu
 Melakukan perbaikan secara terus menerus
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
 Memastikan tercapainya target kinerja UKM yang
dinilai dengan SPM dan PKP
 Metode pemantauan/pengukuran/analisa/perbaikan
dipastikan sesuai dengan tujuan.
2) Pemantauan dan pengukuran
a. Kepuasan pelanggan
 Persepsi sasaran dan kepuasan terhadap kegiatan yang
dilakukan di Puskemas dan wilayah kerjanya harus
dipantau secara berkala;
 Pemantauan dimaksudkan untuk menilai dan mengukur
kinerja system manajemen mutu serta mengetahui
apakah persyaratan sasaran telah dipenuhi;
 Metoda untuk memperoleh informasi dan pemanfaatan
informasi yang diperoleh dipastikan tertuang dalam
prosedur;
 Kepuasan pelayanan di masyarakat yang diberikan
puskesmas harus dipantau 6 bulan sekali melalui survey
kepuasan sasaran/ survey umpan balik pelanggan.
b. Audit Internal
 Tujuan audit adalah untuk memastikan sistem
mutu diimplentasikan secara efektif dan hasilnya
sesuai dengan yang telah direncanakan.
 Rencana audit direncanakan oleh tim audit dengan
mempertimbangkan tingkat kepentingan dan
kekritisan bagian yang akan diaudit.
 Audit harus dilakukan sesuai dengan prosedur
audit yang telah ditetapkan setiap 6 bulan sekali.
 Pelaksnanaan audit dilakukan secara objektif dan
mengikuti ketentuan persyaratan audit.
 Penangggung jawab program yang diperiksa
bertanggung jawab untuk menindaklanjuti temuan
audit pada bagiannya.
 Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi
terhadapa tindakan tindakan yang telah diambil.
 Tim audit bertanggung jawab terhadap hasil audit
dan melapor ke wakil manajemen dengan
tembusan kepada Kepala UPTD Puskesmas
c. Pemantauan dan pengukuran proses
 Metode pemantauan dan pengukuran proses yang
digunakan untuk mengevaluais efektivitas sistem
mutu dan pelaksanaan kegiatan harus
menggunakan metode yang benar untuk
pemantauan.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


 Metode metode yang digunakan harus dapat
dibuktikan kemampuannya untuk mencapai hasil
yang telah direncanakan.
 Bila hasil yang direncanakan tidak tecapai maka
tindakan koreksi dan pencegahannya harus
dilakukan untuk memastikan kesesuaian terhadap
pelaksanaan kegiatan program.
d) Pemantauan dan pengukuran hasil kegiatan program
 Pemantauan pelaksanaan kegiatan program
dilakukan sesuai prosedur.
 Tujuan pemantauan pelaksanaan kegiatan untuk
memastikan semua persyaratan pelaksanaan
kegiatan terpenuhi.
 Pemantauan dilaksanakan pada tahapan yang
telah ditentukan.
 Catatan hasil pemantauan harus dicatata
termasuk petugas yang melaksanakan.
3) Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
 Pelaksananaan kegiatan yang tidak sesuai adalah
kegiatan yang kondisisnya berada di lauar batas
persyaratan yang telah ditetapkan.
 Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dikendalikan
serta dicegah agar tidak terjadi/terulang pada
proses/tahap berikutnya.
 Ketidaksesuain dan tindakan yang diambil harus dicatat.
 Bilamana kegiatan yang tidak sesuai diperbaiki maka
harus dilakukan verifikasi ulang.
 Bilamana kegiatan yang tidak sessuai telah terlanjur
diterima oleh sasaran maka puskesmas harus mengambil
langkah langkah yang sesuai untuk menanggulangi
akibat/potensi berikutnya.
4) Analis Data
 Dilakukan secara rutin setiap bulan sekali dengan
memperhitungkan kesenjangan antara target dan
pencapaian, dilakukan untuk tindak lanjut sehingga
kesenjangan yang terjadi di bulan berikutnya lebih kecil
atau bahkan sesuai target sehingga tidak terjadi
kesenjangan;
 Data-data proses atau implementasi sitem manajemen
mutu harus dikelola dengan baik;
 Data dianalisa dengan menggunakan tehnik yang sesuai
seperti menggunakan tehnik statistik;
 Analisa data dilakukan oleh penanggung jawab UKM
terkait capaian kinerja UKM;
 Analisa data juga dilakukan oleh Tim Survey Kepuasan
MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,
Pelanggan dan Identifikasi Kebutuhan Masyarakat untuk
mengetahui tanggapan pelanggan terhadap kualitas
pelayanan Puskesmas;
 Analisa data harus mengarah pada pengidentifikasian
ketidaksesuaian, ketidakefektifan dan tindakan-tindakan
perbaikan yang diperlukan.
5) Peningkatan berkelanjutan
 Seluruh karyawan dan pimpinan Puskesmas wajib
melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap
efektivitas sistem mutu sesuai dengan tugas,tanggung
jawab dan wewenangnya.
 Semua perbaikan mengacu pada komitmen yang
tertuang dalam kebijakan mutu,sasaran mutu,hasil
audit,analisa data survey kepuasan pelanggan,tindakan
perbaikan dan pencegahan serta rapat tinjauan
manajemen.
6) Tindakan Korektif
 Tindakan perbaikan harus sesuai dengan penyebab
ketidaksesuaian yang ditemukan.
 Puskesmas mengambil tindakan perbaikan untuk
mengurangi penyebab ketidaksesuain dalam rangka
untuk mencegah ketidaksesuain terulang lagi.
 Prosedur perbaikan harus mencakup:
Meninjau ketidaksesuain termasuk keluhan
pelanggan
Menentukan penyebab ketidaksesuain.
Menetukan dan menerapkan tindakan yang
dibutuhkan
Merekam hasil tindakan yang diambil
Meninjau tindakan perbaikan yang diambil.
7) Tindakan preventif
 Puskesmas menetukan tindakan untuk mengurangi
penyebab potensial ketidaksesuain untuk mencegah
peristiwa tersebut.Tindakan pencegahan harus sesuai
dengan penyebab masalah yang potensial.
 Prosedur pencehagan harus mencakup:
Menentukan potensi ketidaksesuain dan
penyebabnya.
Mengevaluasi tindakan yang dibtuhkan untuk
mencegah peristiwa ketidaksesuain.
Menentukan dan menerapkan tindakan yang
dibutuhkan.
Merekam hasil tindakan yang diambil.
Meninjau tindakan pencegahan yang diambil.
B. Pelayanan Klinis (Upaya Kesehatan Perorangan/UKP)
a. Perencanaan Pelayanan Klinis

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


1) Proses pelayanan rawat jalan dan rawat inap untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memperhatikan
hasil survey persyaratan pelanggan. Untuk pelayanan baru
diawali dari permintaan kebutuhan pelanggan atau dari
Dinas Kesehatan yang setelah terwujud ternyata merupakan
layanan yang dibutuhkan pelanggan berdasarkan hasil
survey identifikasi kebutuhan masyarakat;
2) Alur pelayanan dilaksanakan sesuai Sistem Manajemen
Mutu;
3) Penanggung jawab UKP dan Wakil manajemen/mutu
merencanakan dan melakukan koordinasi tentang kesiapan
untuk merealisasikan proses pelayanan. Setiap koordinator
unit berkewajiban membuat perencanaan kerja untuk
unitnya masing masing meliputi:
a) Merencanakan sistem manajemen mutu untuk unit
kerjanya;
b) Memastikan sistem manajemen mutu yang telah dibuat
dijalankan secara efektif ;
c) Memastikan semua sasaran dan persyaratan yang telah
ditetapkan dicapai;
d) Memelihara / mempertahankan sistem manajemen mutu
pada unitnya;
e) Melakukan perbaikan / penyempurnaan sistem
manajemen mutu.
4) Pelayanan rawat jalan dan rawat inap dimulai dari
pendaftaran, kemudian menuju ke pelayanan yang
diinginkan.
5) Pengendalian proses pelaksanaan kegiatan dilakukan 4
tingkatan. Pada tingkat pertama proses pelaksanaan
kegiatan dilaksanakan oleh pelaksana, pada tingkat ke dua
dikendalikan dari penanggung jawab UKP, pada tingkat
ketiga oleh tim kendali mutu, dan tingkat keempat
pengendalian proses dilaksanakan oleh Wakil
Manajemen/Penanggungjawab Manajemen Mutu.
6) Semua dokumen disiapkan oleh koordinator poli/unit
dikoreksi oleh tim kendali mutu dan disahkan oleh Kepala
Puskesmas serta didistribusikan untuk digunakan oleh
pelaksana.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


7) Koordinator tiap unit menyediakan rencana monitoring dan
instrumen monitoring untuk pelayanan rawat jalan dan
rawat inap.
8) Kondisi pelayanan atau kejadian selama pelayanan dicatat
dan disimpan oleh masing-masing unit layanan.
9) Catatan tersebut dimaksudkan untuk pengendalian proses
dan untuk membutikan bahwa proses dan pelayanan yang
dihasilkan memenuhi persyaratan.
b. Proses yang berhubungan dengan pelanggan menetukan
persyaratan yang berhubungan dengan produk sebelum
merealisasikan produk. Koordinator poli/unit pelayanan harus
terlebih dahulu:
1) Memahami secara jelas semua persyaratan yang diminta
pelanggan;
2) Melakukan koordinasi dengan unit lain yang terkait
termasuk dengan Kepala Puskesmas untuk pembahasan
semua persyaratan pelanggan;
3) Memastikan semua sumber daya yang diperlukan tersedia;
4) Bila ada perubahan persyaratan produk baik atas
permintaan pelanggan maupun atas inisisasi poli/unit
pelayanan, maka harus ada persetujuan perubahan dari
Wakil manajemen dan Kepala Puskesmas serta pelanggan
sebelum perubahan dilaksanakan;
5) Bila perubahan disetujui maka fungsi-fungsi yang terkait
diberitahukan mengenai perubahan persyaratan tersebut.
Setiap perubahan mengenai persyaratan dipastikan
tercatat :
a) Meninjau ulang persyaratan yang berhubungan dengan
produk. Puskesmas melakukan peninjauan terlebih
dahulu untuk memastikan kemampuannya dalam
memenuhi permintaan;
b) Komunikasi Pelanggan
1) Puskemas melakukan komunikasi dengan
pelanggan/calon pelanggan. Setiap kali melakukan
komunikasi harus selalu dicatat;
2) Komunikasi dengan pelanggan diarahkan untuk
memahami kebutuhan persyaratan pelanggan antara
lain untuk :
a) Mendapatkan konfirmasi persyaratan pelayanan
kesehatan yang dipesan pelanggan;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


b) Menjawab pertanyaan-pertanyaan pelanggan;
c) Mengklarifikasi ketidakjelasan mengenai
persyaratan pelanggan;
d) Membahas kontrak/perubahan kontrak/perubahan
persyaratan;
e) Membahas masukan/usul/saran/keluhan
Pelanggan;
3) Catatan hasil komunikasi dengan pelanggan
disimpan
4) Bila evaluasi dilakukan bersama dengan fungsi lain
maka peran fungsi terlibat harus jelas.
5) Arsip atau catatan-catatan hasil evaluasi dan
tindakan-tindakan yang telah diambil harus
disimpan.
c. Pembelian/pengadaan barang terkait dengan pelayanan klinis;
1) Proses pembelian
Pembelian yang dilakukan UPTD Puskesmas Boawae
dilakukan secara langsung dan di bawah pengawasan dari
dinas kesehatan. Pembelian yang dilakukan terkait dengan
operasional puskesmas baik menggunakan dana APBD
maupun dana dari BPJS. Untuk dana dari JKN sebelum
pembelian dilakukan pengajuan Nota Pencairan Dana ke
Dinas Kesehatan sebelumnya. Setelah mendapat
persetujuan dari pejabat yang berwenang di Dinas
Kesehatan baru puskesmas melakukan pembelian. Untuk
pembelian obat yang didanai APBD dilakukan oleh Dinas
Kesehatan, Puskesmas hanya mengajukan permintaan.
2) Verifikasi barang yang dibeli
a) Pengelola barang bertanggung jawab melakukan
verifikasi terhadap in coming material;
b) Hasil verifikasi/pemeriksaan dicatat dan disampaikan
ke Kepala Puskesmas;
c) Pengelola barang memiliki kewenangan untuk
memutuskan apakah barang yang datang memenuhi
persyaratan mutu atau tidak.
3) Kontrak dengan pihak ketiga
1) Adanya kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan secara
mandiri oleh pengelola UPTD Puskemas Boawae maka
diperlukan kerjasama dengan pihak ketiga;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


2) Pengelola UPTD Puskesmas Boawae memiliki
kewenangan dalam membuat kontrak mengenai
sebagian kegiatan dengan pihak ketiga dalam
mengupayakan ketercapaian target seluruh kegiatan
dalam program;
3) Kontrak dengan pihak ketiga diperlukan untuk
menjamin pelayanan yang berkesinambungan sesuai
peraturan yang berlaku;
4) Pelaksanaan kontrak oleh pihak ketiga sesuai dengan
rencana dalam dokumen kontrak dan sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku;
5) Dalam dokumen kontrak kerja harus memuat:
a) Kegiatan yang harus dilakukan;
b) Peran dan tanggung jawab masing-masing pihak;
c) Personil yang melaksanakan kegiatan;
d) Kualifikasi, indikator dan standar kerja;
e) Masa berlaku kontrak;
f) Monitoring dan evaluasi kinerja;
g) Proses penyelesaian perbedaan pendapat;
h) Proses bila terjadi pemutusan hubungan kerja.
d. Penyelenggaraan pelayanan klinis
1) Pengendalian proses pelayanan klinis
a) Proses pelayanan dipastikan dijalankan secara
terkendali;
b) Pengendalian pelayanan dilaksanakan sesuai standar
operasional prosedur dimasing-masing poli/unit
pelayanan;
c) Poli/unit pelayanan menyediakan standar operasional
prosedur yang diperlukan;
d) Standar operasional prosedur dibuat untuk
membimbing petugas agar dapat melaksanakan
pelayanan sesuai dengan output yang direncanakan;
e) Peralatan yang diperlukan untuk proses pelayanan
tersedia dan memenuhi persyaratan;
f) Pemantauan pelayanan dilakukan oleh koordinator
masing-masing poli/unit pelayanan.
2) Validasi proses pelayanan
a) Proses pelayanan dipastikan divalidasi sebelum
diberikan kepada pelanggan;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


b) Validasi diarahkan untuk mengkonfirmasi dan
membuktikan bahwa proses yang dilakukan memiliki
kemampuan untuk mencapai hasil yang disyaratkan;
c) Pelaksananya dikerjakan oleh personil yang ditugaskan
sebagai penanggung jawab pelaksana prosedur tersebut
oleh koordinator poli/unit pelayanan.
3) Identifikasi dan ketelusuran
a) Semua hal yang berhubungan dengan pelayanan
pelanggan harus dipastikan diberikan identifikasi
secara jelas;
b) Identifikasi dimaksudkan untuk menghindari kesalahan
atau ketidaksesuaian yang tidak diinginkan;
c) Identifikasi yang diberikan berdasarkan hasil
pemeriksaan pengukuran dan pemantauan terhadap
proses pelayanan;
d) Bilamana persyaratan ketelusuran merupakan suatu
keharusan yang dipersyaratkan oleh pelanggan, maka
identifikasi wajib dilaksanakan berdasarkan
persyaratan yang diminta pelanggan pada semua
tahapan;
e) Cara identifikasi dan ketelusuran diatur dalam
prosedur.
4) Hak dan kewajiban pasien
a) Hak pasien adalah hak yang dimiliki oleh pasien yang
harus dipenuhi Puskesmas terkait layanan rawat jalan
atau rawat inap yang dilakukan Puskesmas;
b) Kewajiban pasien adalah kewajiban yang harus
dipenuhi pasien terkait kegiatan rawat jalan atau rawat
inap yang dilakukan di Puskesmas;
c) Hak dan kewajiban pasien harus mudah dipahami dan
dimengerti pasien;
d) Hak dan kewajiban pasien dengan mudah bisa
diketahui dan dibaca pasien;
e) Hak dan kewajiban pasien ditentukan berdasarkan
pengetahuan formal tentang hak dan kewajiban pasien
yang dikomunikasikan melalui forum yang melibatkan
coordinator poli/unit, untuk kemudian mendapat
persetujuan dari wakil manajemen dan Kepala
Puskemas, kemudian disosialisasikan ke seluruh

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


karyawan Puskesmas, lintas program dan lintas
sektoral.
5) Pemeliharaan barang milik pelanggan (specimen, rekam
medik, dsb)
a) Barang milik pasien di UPTD Puskesmas Boawae
adalah rekam medik pasien;
b) Puskemas Boawae berkewajiban :
1) Setiap rekam medik harus teridentifikasi secara
mudah dan tepat;
2) Setiap rekam medik bersifat rahasia dan harus
terjaga keberadaan dan kerahasiaannya;
3) Puskesmas bertanggung jawab terhadap hilang atau
rusaknya rekam medik pasien;
4) Tatacara penyimpanan dan pengidentifikasian
rekam medik diatur dalam standar opersional
prosedur.
6) Manajemen resiko dan keselamatan pasien
Manajemen resiko dan keselamatan pasien meliputi semua
antisipatif resiko yang terjadi akibat dari pelaksanaan
layanan rawat jalan, yang berdampak pada pasien,
karyawan maupun masyarakat. Dilakukan identifikasi
resiko dan analisa data serta upaya meminimalisir resiko
dan evaluasi terhadap system yang dilaksanakan terhadap
pelayanan klinis.
a) Kepala puskesmas membentuk team manajemen
mutu;
b) Team harus bisa melakukan identifikasi ,analisa
resiko dan keselamatan pasien serta tindak lanjut
yang telah dilakukan;
c) Team harus melakukan pelaporan dan pencatatan bila
ada insiden kejadian yang dialami pasien dengan baik
agar kejadian tersebut tidak terulang kembali;
d) Team harus melaporkan semua insiden kepada kepala
puskesmas.
e. Peningkatan Mutu Pelayanan Klinis dan Keselamatan Pasien :
a. Penilaian Indikator Kinerja Klinis;
Indikator kinerja klinis ditentukan berdasarkan
kemungkinan terjadinya kasus di Puskesmas, berkorelasi
dengan keselamatan pasien baik langsung maupun tidak
langsung. Kemungkinan bisa dicapai sesuai dengan prinsip

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


SMART (Spesific, Measurable, Achieveable, Relevan,Time).
Penetapan indikator kinerja klinis melalui forum komunikasi
internal yang melibatkan semua koordinator poli/unit.
Indicator kinerja klinis disetujui oleh wakil
manajemen/mutu dan disetujui oleh Kepala Puskesmas.
Indikator kinerja klinis disosisalisasikan pada forum yang
melibatkan seluruh karyawan lintas program, lintas sektoral
maupun masyarakat.
b. Pengukuran Pencapaian Sasaran Keselamatan Pasien;
Sasaran keselamatan pasien merupakan capaian yang
terukur melalui system yang terintegrasi dengan
pengukuran indikator mutu layanan klinis dan
keselamatan pasien puskemas Boawae. Secara random
dilakukan monitoring berupa pemantauan pada pasien di
setiap bulan. Hasil dari pengukuran akan dianalisa dan
dievaluasi, bila ada ketidaksesuaian atau ada potensi
ketidaksesuaian akan ditindak lanjuti dengan perbaikan
sehingga bisa sesuai dengan yang sudah direncanakan.
Hal hal yang harus diperhatikan antara lain :
1. Ketetapan identifikasi pasien;
2. Peningkatan Komunikasi yang efektif;
3. Peningkatan Keamanan Obat yang perlu diwaspadai;
4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien
operasi;
5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan;
6. Pengurangan risiko jatuh.

c. Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien


1) Setiap terjadi Insiden Keselamatan Pasien diidentifikasi
dan segera dianalisa;
2) Hasil analisa dilaporkan ke Kepala Puskesmas untuk
dievaluasi dan didiskusikan dengan unit terkait untuk
mencegah kejadian terulang kembali;
3) Setiap terjadi Insiden harus tercatat.
d. Analisis dan Tindak Lanjut
1) Setiap kejadian harus dapat dianalisa penyebabnya dan
dicatat dalam buku laporan KTD, KTC, KPC dan KNC/
buku ketidaksesuaian dalam pelayanan;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


2) Rencana tindak lanjut penanganan KTD, KTC, KPC atau
KNC yang telah disepakati harus dicatat dan dievaluasi.
e. Penerapan Manajemen Resiko
1) Manajemen risiko meliputi ancaman dan peluang
(maksimalisasi peluang, minimalisasi ancaman, dan
meningkatkan kepuasan dan hasil);
2) Manajemen risiko memerlukan pemikiran yang logis dan
sistematis untuk meningkatkan kinerja yang efektif dan
efisien;
3) Manajemen risiko mensyaratkan akuntabilitas dalam
pengambilan keputusan;
4) Manajemen risiko memerlukan pemikiran yang
seimbang antara biaya untuk mengatasi risiko (dan
meningkatkan peluang perbaikan) dengan manfaat yang
diperoleh.
f. Pengukuran, Analisis, dan Penyempurnaan :
1) Umum
a) Semua koordinator poli/unit melakukan pengukuran dan
pemantauan terhadap kegaiatan pelayanan klinis;
b) Pengukuran dan pemantauan direncanakan sebelum
dilaksanakan;
c) Data kegiatan dikumpulkan untuk dianalisa;
d) Hasil pengukuran dan pemantauan dimanfaatkan untuk :
1) Membuktikan kesesuaian pelayanan klinis;
2) Memastikan kesesuaian mamajemen mutu;
3) Melakukan perbaikan secara terus menerus dan
berkelanjutan;
4) Memastikan tercapainya sasaran kinerja/mutu.
e) Metode pengukuran dan pemantauan/analisa/perbaikan
dipastikan sesuai dengan tujuan;
f) Bila menggunakan tehnik statistic maka dipastikan
mengikuti kaidah yang benar.
2) Pemantauan dan Pengukuran:
a) Kepuasan Pelanggan;
1) Persepsi kepuasan pelanggan terhadap pelayanan
yang diberikan puskesmas harus di pantau
secara berkala;
2) Pemantauan dimaksudkan untuk menilai dan
mengukur kinerja system manajemen mutu serta

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


mengetahui apakah persyaratan pelanggan telah
terpenuhi;
3) Metode untuk memperoleh informasi dan
pemanfaatan informasi yang diperoleh dipastikan
tertuang dalam prosedur.
b) Audit Internal
1) Tujuan audit untuk memastikan system
manajemen mutu diimplementasikan secara
efektif dan hasilnya sesuai dengan yang telah
direncanakan;
2) Tim audit dibentuk oleh wakil manajemen dan
disahkan oleh kepala puskesmas dengan dibekali
pelatihan yang cukup sebelum melaksanakan
audit;
3) Audit direncanakan oleh tim audit internal dengan
mempertimbangkan tingkat kepentingan poli/unit
yang akan di audit;
4) Audit harus dilaksanakan secara sistematis,
objektif, terencana dan terdokumentasi serta
mengedepankan integritas dan independensi;
5) Audit dilakukan minimal 6 bulan sekali dan harus
sesuai dengan prosedur audit yang telah
ditetapkan;
6) Dalam setiap pelaksanaan audit, auditor harus
memperhatikan hasil audit yang terdahulu untuk
mengevaluasi efektifitasnya;
7) Kriteria audit, lingkup, frekuensi dan metode yang
akan digunakan dipastikan ditentukan dalam
prosedur internal audit;
8) Pelaksana audit dilakukan secara objektif dan
mengikuti ketentuan persyaratan audit;
9) Penanggung jawab bagian/unit yang akan
diperiksa/diaudit bertanggung jawab untuk
menindaklanjuti temuan audit di unitnya;
10) Tindak lanjut audit harus mencakup verifikasi
terhadap tindakan-tindakan yang telah diambil;
11) Tim audit bertanggung jawab terhadap hasil audit
dan melapor ke wakil manajemen dengan
tembusan kepada Kepala Puskesmas.
c) Pemantauan, pengukuran proses kinerja dan hasil

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


layanan
1) Metode pemantauan dan pengukuran proses yang
digunakan untuk mengevaluasi efektifitas system
menajemen mutu dan pelayanan harus
menggunakan metode yang pantas untuk
pemantauan;
2) Metode-metode yang digunakan harus dapat
dibuktikan kemampuannya untuk mencapai hasil
yang telah direncanakan;
3) Bila hasil yang direncanakan tidsk tercapai maka
tindakan koreksi dan pencegahannya harus
dilakukan untuk memastikan kesesuaian
terhadap pelayanan;
4) Pemantauan pelayanan dilakukan sesuai
prosedur;
5) Tujuan pemantauan pelayanan untuk memastikan
semua persyaratan pelayanan terpenuhi;
6) Pemantauan dilaksanakan pada tahapan yang
telah ditentukan;
7) Catatan hasil pemnataun harus dicatattermasuk
personel yang melaksanakan.
3) Pengendalian jika ada hasil yang tidak sesuai
a) Proses pengendalian dilakukan setelah diketahui ada
hasil yang tidak sesuai melalui metode yang meliputi
umpan balik dan tindak lanjut;
b) Pelayanan tidak sesuai adalah pelayanan yang
kondisinya berada di luar batas persyaratan yang telah
ditetapkan;
c) Pelayanan tidak sesuai dikendalikan serta di cegah agar
tidak dipergunakan ke proses berikutnya;
d) Pengendalian dan tanggungjawab serta wewenang untuk
menangani pelayanan tidak sesuai ditetapkan dalam
prosedur;
e) Ketidaksesuaian dan tindakan yang dilakukan harus di
dokumentasikan;
f) Bilamana pelayanan tidak sesuai dilakukan tindakan
korektif maka harus dilakukan verifikasi ulang;
g) Bilamana pelayanan tidak sesuai telah terlanjur
diterima oleh sasaran, maka Puskemas harus

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


mengambil langkah-langkah yang sesuai untuk
menanggulangi akibat/potensi akibatnya.
4) Analisis Data
a) Data-data proses atau implementasi ssitem manajemen
mutu Harus dikelola dengan baik;
b) Data dianalisa dengan menggunakan tehnik-tehnik yang
sesuai sperti menggunakan tehnik statistic;
c) Analisa data juga dilakukan oelh Tim Survey Kepuasan
Pelanggan dan Identifikasi Kebutuhan Masyarakat
untuk mengetahui tanggapan pelanggan terhadap
kualitas pelayanan Puskesmas;
d) Analisa data harus mengarah pada pengidentifikasian
ketidaksesuaian, ketidakefektifan dan tindakan-
tindakan perbaikan yang diperlukan.
5) Peningkatan Berkelanjutan
a) Seluruh karyawan dan pimpinan Puskesmas wajib
melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap
efektifitas system manajemen mutu sesuai dengan
tugas, tanggung jawab dan wewenangnya;
b) Semua perbaikan mengacu pada komitmen yang
tertuang dalam kebijakan mutu, sasaran kinerja/mutu,
hasil audit, analisa data survey kepuasan pelanggan dan
survey Identifikasi kebutuhan masyarakat, tindakan
perbaikan dan pencegahan serta Rapat Tinjauan
Manajemen.
6) Tindakan Korektif
a) Tindakan perbaikan harus sesuai dengan penyebab
ketidaksesuaian yang ditemukan;
b) Puskemas mengambil tindakan perbaikan untuk
mengurangi penyebab ketidaksesuaian dalam rangka
untuk mencegah ketidaksesuaian terulang lagi;
c) Prosedur perbaikan harus mencakup
1) Meninjau ketidaksesuaian termasuk keluhan
pelanggan;
2) Menentukan penyebab ketidaksesuaian;
3) Mengevaluasi tindakan yang dibutuhkan untuk
memastikan ketidaksesuaian tidak terulang;
4) Menetukan dan menerapkan tindakan yang
dibutuhkan;
5) Merekam hasil tindakan yang diambil;

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


6) Meninjau tindakan perbaikan yang diambil.
7) Tindakan Preventif
a) Puskesmas menentukan tindakan untuk mengurangi
penyebab potensial ketidaksesuaian untuk mencegah
peristiwa tersebut. Tindakan pencegahan harus sesuai
dengan penyebab masalah yang potensial;
b) Prosedur pencegahan harus mencakup
1) Menentukan potensi ketidaksesuaian dan
penyebabnya;
2) Mengevaluasi tindakan yang dibutuhkan untuk,
mencegah peristiwa ketidaksesuaian;
3) Menentukan dan menerapkan tindakan yang
dibutuhkan;
4) Merekam hasil tindakan yang diambil;
5) Meninjau tindakan pencegahan yang diambil.

BAB VII

PENUTUP

Demikian manual mutu dibuat dan telah disahkan oleh Kepala

UPTD Puskesmas untuk dijadikan acuan dalam bertindak dan mengambil

keputusan dalam rangka menjalankan sistem serta tugas dan tanggung

jawab masing-masing sesuai dengan kapasitas dan wewenang yang telah

diberikan.

Bagi kami, apabila UPTD Puskesmas Boawae lolos dalam Penilaian

Akreditasi dan mendapat Sertifikasi Akreditasi, bukan merupakan hasil

akhir dari proses implementasi mutu, tetapi merupakan awal dari

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,


penerapan kualitas secara sistematis dan terorganisir karena Total Sistem

Mutu terdiri dari aspek pelaksanaan implementasi sistem kualitas dan

peningkatan kualitas secara terus menerus

Harapan kami komitmen yang sudah terbentuk tetap terjaga dan

tetap kokoh sehingga improvement learning selalu berjalan untuk

memenuhi tuntutan konsumen global.

MANUAL MUTU UPTD PUSKESMAS BOAWAE,