You are on page 1of 5

TUGAS PAPER

AGAMA

Gaya Hidup MATERIALISME

Dibuat Oleh : Cecil/XIISOS2/3


Isabelle/XIISOS2/9
Jessica/XIISOS2/12
Karissa/XIISOS2/16
Kelly/XIISOS2/17
Michelle/XIISOS2/19
Materialisme
I. Pengertian Materialisme
Materialisme berawal dari kata material yang berarti semua yang terasa dan terlihat
oleh panca indra, isme sendiri dapat diartikan sebagai pemikiran. Jadi meterialisme dapat
diartikan sebagai suatu aliran yang mempunyai pemikiran tentang segala sesuatu yang nampak
yang masih terlihat oleh mata adalah relitas sesungguhnya, di luar suatu yang terlihat itu masih
ditiadakan. Materialisme diambil dari bahasa inggris yang berarti materialism, ajaran ini
menekankan keunggulan faktor–faktor material.
Seorang tokoh terkenal berpendapat bahwa materialism merupakan pandangan hidup
seseorang yang menganggap segala hal dalam bentuk materi. Dalam bukunya, ia menjelaskan
bahwa materialism ini salah satu sikap arogan yang dimiliki setiap orang didalam hidupnya
masing-masing.

II. Bentuk Gaya Hidup Materialisme


Gaya hidup orang yang bersifat materialisme ini sungguh sangat berbeda dari gaya
hidup orang yang telah mengenal Allah. Allah selalu mengajarkan kita untuk mensyukuri apa
yang telah diberikanNya kepada kita. Ayat yang ada dibawah ini merupakan bentuk sifat
materialisme dua orang yang berkhianat kepada Allah Bapa.
“Tetapi Petrus berkata: Ananias, mengapa hatimu dikuasai iblis, sehingga engkau
mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?” (Kis 5:3). Ayat
tersebut menekankan bahwa sebuah pasangan yang sangat dikasihi oleh Allah rela berkhianat
hanya demi mendapatkan sebagian hasil penjualan sebuah tanah. Allah tidak sama sekali
menginginkan materi dari hasil penjualan tanah tersebut, hanya saja Allah ingin melihat
ketulusan Ananias dan Safira dalam memuliakan diriNya.
Gaya hidup materialisme itu juga tidak hanya terjadi dimasa yang lalu, di zaman yang
modern ini juga banyak orang-orang yang menganggap semua hal itu adalah dari segi materi
saja bukan dari segi ketulusan yang mereka perbuat. Oleh sebab itu, kita sebagai orang Kristen
harus menjauhi yang namanya bentuk sifat materialism.
III. Materialisme Disoroti dari Aspek Etika

IV. Materialisme Disoroti dari Aspek Moralitas

V. Materialisme Disoroti dari Aspek Relasional

VI. Materialisme Disoroti dari Aspek Hak-Kewajiban

VII. Materialisme Disoroti dari Aspek Keimanan

VIII. Dampak Negatif Materialisme

Dampak negatif dari sifat materialisme ini sungguh sangat signifikan. Seseorang yang
bersifat materialisme ini tentu saja selalu memandang segala hal dari segi materi saja. Mereka
tidak pernah menyadari segala yang diberikan Allah itu indah pada waktunya. Mereka hanya
memikirkan bagaimana mendapatkan sebuah keuntungan tanpa harus memikirkan kerugian
yang akan didapatinya maupun orang lain.

Akibat buruk materialisme:


1. Materialisme menyebabkan orang Kristen salah prioritas (Mat 6:19-20, 21). Kristen seharusnya
dapat membedakan antara yang kekal dan yang sementara, yang hakiki dan yang penunjang,
yang kekal dan yang bisa rusak, hilang, sementara sifatnya. Yesus menegaskan agar para
pengikut-Nya tidak menambatkan hati yang diuntukkan bagi Dia dan kekekalan kepada harta
tidak kekal. Materialisme membuat kita salah prioritas antara surga dan dunia, Allah dan
ciptaan.
2. Materialisme menyebabkan orang salah penilaian. Pada gilir berikutnya, secara langsung
materialisme membuat visi hidup kita menjadi rusak (Mat 6:22-23). Tuhan Yesus
memperingatkan bahaya fatal yang diakibatkn oleh materialisme ke dalam hidup. Betapa
gelap hidup yang mata hatinya buta. Orang sedemikian akan mengalami disorientasi. Sikapnya
akan menjauhi Allah.
3. Kenyataan hidup mengingatkan bahwa kita tidak dapat mengabdi dua tuan. Pada hakikatnya
manusia butuh hanya satu tuan; paa intinya tuan mana pun–baik yang sejati maupun yang
palsu–akan menuntut agar yang mempertuan dia akan memberi pertuanan mutlak.
Materialisme tidak dapat bersanding dengan Ke-Tuhanan Kristus. Begitu harta diberi
kedudukan tuan, ia akan melunjak dari seharusnya pada posisi hamba, ke posisi tuan (Mat
6:24). Dan ia akan menjadikan kata hambanya; ia sendiri adalah tuan yang kejam.
4. Materialisme akan merusak dan membuat hidup menjadi menyedihkan. Orang akan
kehilangan kesukaan hidup. Menurut Tuhan Yesus, orang itu pada hakikatnya seperti orang
yang tidak kenal Tuhan di hadapan Tuhan.

IX. Pandangan Alkitab terhadap Materialisme

Amsal menekankan bahwa sifat materialisme itu merupakan sifat menentang jalan yang
diberikan Allah bagi manusia. “Lebih baik sedikit barang dengan disertai takut akan Tuhan dari
pada banyak harta dengan disertai kecemasan.” (Amsal 15:16).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa, kebahagian hidup seseorang bukan tergantung dari
apa yang didapatinya dengan mudah melainkan kebahagian itu didapatinya atas apa yang baik
di jalan Allah.

Tuhan Yesus berfirman: Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan
kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa
kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:31-33)
Tujuan utama Tuhan memberkati hidup kita bukan untuk kenikmatan pribadi kita sendiri
melainkan agar kita bisa memberkati orang lain. Hidup kita ini bukan milik kita lagi sebab kita
telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar (I Kor 6:20).

Bagaimana Prinsip Hidup yang Tuhan Yesus ajarkan?

 Yesus ingin kita menghargai bahwa hidup ini lebih daripada sekadar pemenuhan kebutuhan
hidup (Mat 6:25b). Kita perlu belajar mengingatkan diri bahwa hidup ini jauh lebih luas, dalam,
panjang–yaitu berdimensi kekal. Ketajaman iman yang ingin dihancurkan materialisme harus
kita lawan dengan iman aktif.
 Tuhan Yesus menganjurkan kita belajar tentang kebaikan dan kesetiaan kebapaan Allah (Mat
6:32b), salah satunya dengan jalan melihat itu melalui alam. Alam selain bisa menjadi kitab
kedua sesudah kitab suci melalui mana kita mendengar sabda Allah, juga bisa memberi kita
teladan tentang kesahajaan ketergantungan pada kasih Allah.
 Dahulukan takhtakan Allah di atas segala yang hanya tambahan, pelengkap, penunjang, alat
(Mat 6:33). Kita perlu menjalani dan mempraktikkan disiplin2 rohani seperti meditasi, berdoa,
puasa dalam rangka memupuk perasaan cukup, bergantung; kepekaan: discernment dan
detachment.
 Apabila kita berespons aktif terus terhadap anugerah Allah, kita akan bertumbuh dewasa, iman
kita makin kuat dan makin real. Materialisme akan dapat dipatahkan kekuatannya.

X. Saran

Kita boleh saja mengikuti perkembangan zaman modern sekarang ini, tetapi sebagai
pemuda Kristen kita harus teliti dalam memilah-milah mana hal yang baik bagi kehidupan kita
dimasa sekarang serta masa yang akan mendatang, agar nantinya kita tidak salah langkah dan
terjerumus ke hal-hal yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.